• Tidak ada hasil yang ditemukan

LITURGI KEBAKTIAN SABTU PENGHARAPAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LITURGI KEBAKTIAN SABTU PENGHARAPAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

(1)

LITURGI KEBAKTIAN SABTU PENGHARAPAN

16 April 2022 jam 19.00 Wib_Bahasa Indonesia

A. PERSIAPAN

Jemaat menyiapkan hati dan pikiran untuk datang menghadap hadirat Tuhan Persiapan para Pelayan Ibadah di ruang Konsistori

... Musik ...

B. IBADAH

1. Sambutan dan Warta Jemaat.

Saudara – saudari, hari ini kita memasuki Sabtu Pengharapan, dimana kita merenungkan arti kasih Tuhan melalui kematian Yesus Kristus. Kematian merupakan hal yang menakutkan bagi manusia. Bahkan untuk membahas atau melihat tanda – tanda kematian pun menambah ketakutan manusia.

Sehingga kita sangat berduka jika orang yang kita kasihi pergi meninggalkan kita. Peristiwa kematian Yesus membaharui pemahaman kita tentang kematian. Yesus turun ke dalam ke dalam kerajaan maut dan mengalahkan kuasa kematian. Sehingga kematian pun tak mampu memisahkan kita dengan kasih setia Tuhan. Sampai ke dalam kerajaan maut pun Dia memperjuangkan dan menyelamatkan kita. KematianNya membawa keselamatan dan pengampunan bagi orang yang hidup dan telah mati di dalam Kristus.

Mari kita arahkan hati dan pikiran kita di hadapan Tuhan, supaya IA memenuhi kita dengan pemahaman dan pengharapan yang baru. Mari kita bersama bangkit berdiri dan bernyanyi : “ PKJ No. 13: 1, 2

KITA MASUK RUMAHNYA

 Lonceng Berbunyi Jemaat Berdiri 1.

2.

Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah kepadaNya.

Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah kepadaNya.

Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah kepada Kristus, menyembah Kristus Tuhan.

Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepadaNya.

Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepadaNya.

Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada Kristus, menyembah Kristus Tuhan.

(2)

(2)

2. Votum – Salam...

L : Di dalam nama Allah Bapa yang empunya kehidupan, di dalam nama Yesus Kristus yang mengalahkan kematian, dan di dalam nama Roh Kudus yang membaharui pemahaman kita (mu) tentang kehidupan dan kematian.

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa, di dalam nama Yesus Kristus dan dalam persekutuan Roh Kudus, kiranya beserta kita (kamu) sekalian. Amin.

J : A...min A....min A....min (dinyanyikan)

3. Berita tentang perbuatan dan kehendak Tuhan (Invocatio)...

L : “Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar.”(Kisah Para Rasul 24:15)

Marilah kita memuji Tuhan atas FirmanNya, melalui nyanyian:

NKB No. 83: 1, 2 NUN DI BUKIT YANG JAUH 1. Nun di bukit yang jauh, tampak kayu salib;

lambang kutuk nestapa, cela.

Salib itu tempat Tuhan Mahakudus menebus umat manusia.

Reff : Salib itu ‘ku junjung penuh, hingga tiba saat ajalku.

Salib itu ‘ku rangkul teguh dan mahkota kelak milikku.

2. Meski salib itu dicela, dicerca, bagiku tiada taranya.

Anak Domba kudus masuk dunia gelap, disalib kar’na dosa dunia.

(3)

(3)

4. Ketakutan Manusia Akan Kematian... Jemaat Duduk L : Yesus turun ke dalam kerajaan maut. Di sana juga IA menunjukkan

bahwa kematian tak mampu mengalahkan kuasaNya. Kematian Yesus menyatakan bahwa kuasa maut tidak mampu memisahkan manusia dengan Tuhan. Sungguh Tuhan tidak menghendaki kita mati karena dosa, demi kita anak-anak yang IA kasihi. Apa lagikah yang menakutkan akan kematian? Dalam saat teduh ini mari kita ungkapkan ketakutan kita di hadapan Tuhan.

...(Saat Teduh)...

L : Begitu banyak manusia yang berduka dan khawatir ketika orang yang ia kasihi menghadap Tuhan. Ada yang berpikir bahwa orang yang sudah mati, merasakan kepedihan dan kesepian. Kita lupa bahwa Tuhan yang menemani mereka. Tidak ada tempat yang mampu memisahkan kita dengan Tuhan. Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, di dalam saat teduh ini mari kita serahkan ketakutan kita akan kematian kepada Tuhan. Mari kita serahkan duka dan kekhawatiran kita kepada Tuhan akan orang-orang yang kita kasihi yang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita.

...(Saat Teduh)...

L : Jika kita menyelami jauh ke dalam relung hati kita, sejujurnya ada ketakutan menghadapi kematian. Karena menurut kita kematian adalah kehilangan dan keterpisahan abadi dengan anggota keluarga.

Seringkali kita lupa bahwa kematian adalah jalan yang telah dilalui Yesus menuju kehidupan yang baru. Kematian juga adalah jalan kita bertemu dengan semua orang yang kita kasihi dalam persekutuan yang abadi di hadapan Tuhan. Jemaat yang dikasihi Tuhan, dalam saat teduh ini, mari kita menyerahkan hati dan pikiran kita untuk dibaharui Tuhan, sehingga jelas bagi kita bahwa kematian bukan lagi hal yang menakutkan bagi kita.

...(Saat Teduh)...

(4)

(4)

L : Mari kita teguhkan hati kita dengan bernyanyi :

PKJ No. 138:1, 2 SETIAMU, TUHANKU, TIADA BERTARA 1. SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara,

di kala suka, di saat gelap.

KasihMu, Allahku, tidak berubah, Kaulah Pelindung abadi, tetap.

2. Musim bertanam dan musim tuaian, surya, rembulan di langit cerah, bersama alam memuji, bersaksi tentang setiaMu tak bercela.

Reff : SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku, setiap pagi bertambah jelas.

Yang kuperlukan tetap Kau berikan, sehingga akupun puas lelas.

5. Firman Tuhan Yang Meneguhkan... Jemaat Berdiri L : Sebagai hamba Tuhan, saya memberitakan FirmanNya bagi kita

(kamu) sekalian yang menerima kasih setia Tuhan melalui kematian Yesus, FirmanNya :

”Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, IA yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya IA membawa kita kepada Allah” (1 Petrus 3 : 18a)

Mari kita puji Tuhan karena kasih setia yang telah IA nyatakan melalui kematianNya, dengan bernyanyi :

NKB No. 128: 1, 2 ‘KU BERSERAH KEPADA ALLAHKU 1. ‘Ku berserah kepada Allahku

di darat pun di laut menderu.

Tiap detik tak berhenti,

Bapa sorgawi t’rus menjagaku.

2. Mawar di taman dihiasiNya, elang di langit pun dipimpinNya.

Dia tentu besertaku,

Bapa sorgawi t’rus menjagaku Reff : ‘Ku tahu benar ‘ku dipegang erat,

di gunung tinggi dan samudera;

di taufan g’lap ‘ku didekap.

Bapa sorgawi t’rus menjagaku

(5)

(5)

6. Persembahan Pujian :PJJ PDS...Jemaat Duduk

7. Firman Tuhan...

a. Pembacaan Firman Tuhan bagian yg pertama: Ayub 14: 1-14 (Responsoria) L : Berbahagialah orang yang mendengarkan Firman Tuhan, yang memelihara, serta melakukannya dalam kehidupan sehari-hari, Haleluya.…..

J : Haleluya... Haleluya... Haleluya... (dinyayikan)

b. Khotbah (dimulai dan diakhiri dengan doa)

: 1 Petrus 4: 1-8 (Tunggal) “Hidup Seperti Yang Tuhan Mau”

8. Pengakuan Iman...Jemaat Berdiri

 Aku pecaya kepada Allah Bapa yang Maha Kuasa, Khalik langit dan bumi.

 Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.

 Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

 Aku Percaya kepada Roh Kudus; Gereja yang kudus dan Am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan daging, dan hidup yang kekal. Amin.

9. Persembahan Pujian : Permata Runggun... Jemaat Duduk

10. Persembahan...

L : Tiba saatnya kita menyampaikan persembahan syukur bagi Tuhan, dan Firman Tuhan sebagai dasar persembahan bagi kita adalah:

“Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, Firman Tuhan, yang mengasihi engkau.” (Yesaya 54: 10)

(6)

(6)

Kita mengumpulkan persembahan dan bernyanyi :

KJ No. 383: 1, 2 SUNGGUH INDAH KABAR MULIA

1. Sungguh indah kabar mulia; hai percayalah!

Yesus Kristus tak berubah s'lama-lamanya!

DarahNya tetap menghapus dosa dan cela.

Ia hibur yang berduka. Puji namaNya!

Reff : Baik kemarin, hari ini, s'lama-lamanya Yesus Kristus tak berubah, puji namaNya!

Puji namaNya, puji namaNya!

Yesus Kristus tak berubah, puji namaNya 2. Ia cari yang berdosa, cari dikau pun.

Datanglah, rendahkan hati, s'rahkan dirimu!

Dulukala Ia sambut orang bercela;

kini dikau pun disambut, diampuniNya.

Doa Persembahan dan Doa Syafaat

11. Pembacaan Puisi : Juara Lomba Pra Paskah

12. Tekad kepada Allah... Jemaat Berdiri L : Saudara-saudari, nyatalah bagi kita bahwa melalui kematian Yesus,

Allah menunjukkan kuasa dan kasihNya untuk keselamatan orang percaya kepadaNya.

J : Ya Tuhan, aku tidak takut, sebab Engkau telah mengalahkan kuasa kematian yang dahulu mengikat aku. Kematian tidak mampu memisahkan aku dari kasih setiaMu.

L : Yesus Kristus senantiasa beserta kita, bahkan sampai kematian sekalipun. Sehingga tidak ada lagi ruang dan waktu yang mampu memisahkan kita denganNya.

(7)

(7)

J : Ya Tuhan, atas penyertaanMu hatiku menjadi damai dan tentram.

Sungguh damai dan tentram hatiku ya Tuhan, atas penyertaanMu, dan aku tidak khawatir lagi akan kematian.

L : Untuk meneguhkan tekad kita (mu) dengan Tuhan, supaya kita (kamu) tak lagi gentar menghadapi kematian, mari kita puji Tuhan dengan bernyanyi :

PKJ No. 241: 1, 2 TAK ‘KU TAHU ‘KAN HARI ESOK 1. Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok,

namun langkahku tegap Bukan surya kuharapkan, kar’na surya ‘kan lenyap.

O tiada ‘ku gelisah, akan masa menjelang;

‘ku berjalan serta Yesus.

Maka hatiku tenang.

Reff : Banyak hal tak kufahami dalam masa menjelang.

Tapi t’rang bagiku ini:

Tangan Tuhan yang pegang.

2. Makin t’ranglah perjalanan, makin tinggi aku naik.

Dan bebanku makin ringan, makin nampaklah yang baik.

Di sanalah t’rang abadi, tiada tangis dan keluh;

Di neg’ri seb’rang pelangi, kita k’lak ‘kan bertemu.

(8)

(8)

13. Doa Bapa Kami...

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan- Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan Kuasa dan Kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

14. Pengutusan dan Berkat...

L : Jalanilah kehidupan kita (mu) sehari-hari, nyatakanlah iman kita (mu) bahwasanya Tuhan senantiasa menyertai kita (kamu) dari sekarang, sampai selamanya. Untuk itu, terimalah berkat dari Tuhan:

”Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kita (kamu) dengan segala yang baik untuk melakukan kehendakNya, dan mengerjakan di dalam kita (kamu) apa yang berkenan kepadaNya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.”

(Ibrani 13:20)

J : A..min A..min A..min... (dinyanyikan)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Firman Tuhan itu, sebagai Pelayan Yesus Kristus kami memberitakan bahwa pengampunan dosa telah berlaku dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.. Roh Kudus

Saudara-saudari yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, atas nama majelis jemaat, kami menyambut saudara-saudari dengan syalom dan selamat hari minggu..

Segala puji syukur kepada-Mu, Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus karena berkat yang tercurah dalam penulisan skripsi yang berjudul “Analisis Tingkat Kebisingan,

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa..

Berdasarkan Firman Tuhan ini, sebagai Pelayan Yesus Kristus, kami memberitakan bahwa Pengampunan Dosa telah berlaku dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus!.

PL Jemaat, marilah kita berdoa, kepada Allah Bapa dalam persekutuan dengan Yesus Kristus dan Roh Kudus:.. Ya Bapa sorgawi yang mulia, kami bersyukur atas

“Ya Allah, yang Mahamurah, Bapa kami dalam Yesus Kristus. Kami mohon kepada-Mu supaya dalam perjamuan kudus ini Engkau bekerja oleh Roh-Mu dalam hati kami, supaya dengan

BNKP adalah persekutuan orang-orang kudus yang telah dibaptis dalam nama Allah Bapa, Anak- Nya Yesus Kristus dan Roh Kudus, sebagai wujud nyata dari tubuh Kristus di dunia. BNKP