• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Aplikasi Berbasis Web Untuk Menunjuang Kinerja Pengelola Rumah Baca Ramah Anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pembuatan Aplikasi Berbasis Web Untuk Menunjuang Kinerja Pengelola Rumah Baca Ramah Anak"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

224

Pembuatan Aplikasi Berbasis Web Untuk Menunjuang Kinerja Pengelola Rumah Baca Ramah Anak

Yufis Azhar1*, Dwi Anggraini Puspita Rahayu2, Wildan Suharso3

1,2,3

Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang, Jawa Timur, Indonesia

*Penulis Korespondensi : [email protected]

ABSTRAK

Kehadiran rumah baca di tengah-tengah masyarakat mengemban misi untuk dapat memberikan kebutuhan pendidikan sejak anak berusia dini. Koleksi buku yang lengkap dan dalam kondisi baik, akan merangsang minat baca anak, sehingga mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang gemar membaca. Sayangnya, seringkali rumah baca ini didirikan secara swadaya oleh masyarakat, dan pengelolaannya juga dilakukan secara sukarela dan terkesan kurang profesional.

Sebagai contoh dalam hal pengarsipan, jarang sekali ada rumah baca yang memiliki dokumentasi lengkap terkait koleksi buku yang dimiliki. Hal ini akan menyulitkan anggota maupun pengelola dalam melacak keberadaan buku koleksi rumah baca tersebut. Permasalahan ini juga dialami oleh Rumah Baca Adikmu, sebuah rumah baca yang terletak di desa Pendem, kecamatan Junrejo, kota Batu.

Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian ini, tim pengabdi bersama dengan mitra, Rumah Baca Adikmu, membuat sebuah aplikasi pengarsipan dan pengorganisasian koleksi buku yang dimiliki oleh mitra. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu mitra dalam mengelola rumah baca dengan lebih professional, sehingga membuat anggota semakin nyaman dalam beraktifitas di rumah baca tersebut.

Kata Kunci : pengarsipan, aplikasi berbasis web, perpustakaan

ABSTRACT

The presence of a reading house during the community carries out a mission to be able to provide educational needs from an early age. A complete collection of books and in good condition, will stimulate children's interest in reading, so they will grow into a person who loves to read. Unfortunately, often these reading houses are established independently by the community, and the management is also carried out voluntarily and seems less professional. For example, when it comes to archiving, it is rare for a reading house to have complete documentation related to the collection of books owned. This will make it difficult for members and managers to track the whereabouts of the reading house collection books. This problem is also experienced by Rumah Baca Adikmu, a reading house located in Pendem village, Junrejo district, Batu city. Therefore, in this service activity, the service team together with partners, Rumah Baca Adikmu, created an application

(2)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Desember 2022 pISSN 2685-0303

225 (software) for archiving and organizing book collections owned by partners. This software is expected to help partners in managing the reading house more professionally, to make members more comfortable in activities at the reading house.

Keywords : Information System, Community Based, Data Collection

PENDAHULUAN

Pada dasarnya semua orang menginginkan layanan perpustakaan. Tetapi hal itu belum dapat diwujudkan dengan baik. Ada beberapa hal yang ikut mempengaruhi kinerja perpustakaan. Pertama, keberadaan perpustakaan belum mendapatkan perhatian sepenuhnya masyarakat. Anggota-anggota masyarakat masih banyak yang belum mengenal secara dekat, memahami dan memanfaatkan perpustakaan. Kedua, kondisi dan kinerja yang belum optimal sehingga belum mampu memberikan layanan yang terbaik. Ketiga, tingkat persebaran belum merata dan jumlahnya belum sebanding dengan jumlah penduduk dan penjuru wilayah. Keempat, jangkauan layanan juga masih sangat terbatas. Beberapa kondisi tersebut ikut melengkapi dan memperlebar jarak dan menciptakan kesenjangan informasi pada perpustakaan dan masyarakat (Beaver, et.al., 2022 ; Setiono, K. 2021). Sebuah perpustakaan akan tetap ada dan dapat menyelenggarakan kegiatannya apabila mampu mengatasi berbagai ancaman yang dihadapi. Selanjutnya dapat semakin berkembang apabila kinerja, jati diri dan penampilannya makin diperlukan oleh masyarakat. Sebaliknya perpustakaan dapat saja makin kurang diminati masyarakat atau “berjalan di tempat” (stagnant), sekiranya perpustakaan tidak dapat mengatasi ancaman dan tantangan, baik yang ada di dalam maupun diluar perpustakaan (Colwell,J, et al. 2021).

Penelitian sebelumnya (Sudjana.D. 2020). menyimpulkan bahwa kendala yang dihadapi dalam proses penyelenggaraan Taman Baca Masyarakat (TBM) Ngudi Ilmu Barokah Pemalang terdapat kendala internal dan eksternal. Kendala internal yaitu kendala yang berasal dari dalam TBM seperti: mutu sumber daya manusia, koleksi bahan bacaan, dan sosialisasi. Sedangkan kendala eksternal yaitu kendala yang berasal dari luar organisasi seperti minat baca masyarakat, kondisi ekonomi,dan kesadaran untuk mengunjungi TBM (Sugiyono. 2020).

Seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu permasalahan yang umum terjadi di TBM atau rumah baca adalah pengelolaan TBM yang masih sangat sederhana. Seringkali rumah baca ini didirikan secara swadaya oleh masyarakat, dan pengelolaannya juga dilakukan secara sukarela dan terkesan kurang profesional.

Sebagai contoh dalam hal pengarsipan, jarang sekali ada rumah baca yang memiliki dokumentasi lengkap terkait koleksi buku yang dimiliki (Haryaningsih, dkk. 2021). Hal ini akan menyulitkan anggota maupun pengelola dalam melacak keberadaan buku koleksi rumah baca tersebut. Seorang anggota yang telah selesai membaca satu judul buku misalnya, tidak dapat menemukan kelanjutan dari seri buku tersebut akibat tidak adanya dokumentasi koleksi yang dimiliki oleh rumah baca. Hal ini dapat membuat anggota kehilangan minat baca dan akhirnya meninggalkan rumah baca tersebut. Hal lain yang dapat terjadi akibat minimnya dokumentasi yang tersedia adalah adanya koleksi ganda (Colwell,J, et al. 2021 ; Haryaningsih, dkk. 2021). Seringkali didapati

(3)

226

rumah baca yang memiliki koleksi sangat banyak untuk satu judul buku, padahal judul tersebut tidak terlalu diminati anggota. Sebaliknya, untuk judul buku yang dimiati, rumah baca hanya memiliki satu atau bahkan nol koleksi.

Permasalahan ini juga dialami oleh Rumah Baca Adikmu, sebuah rumah baca yang terletak di desa Pendem, kecamatan Junrejo, kota Batu. Rumah baca ini dikelola secara tradisional, dimana koleksi buku masih dicatat secara manual di sebuah buku besar. Akibatnya, untuk menemukan satu judul saja, pengelola harus menelusuri buku besar tersebut satu per satu. Kegiatan ini tentunya tidak efektif dan makan banyak waktu. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian ini, tim pengabdi bersama dengan mitra, Rumah Baca Adikmu, akan membuat sebuah aplikasi pengarsipan dan pengorganisasian koleksi buku yang dimiliki oleh mitra. Aplikasi ini akan menyediakan fitur-fitur seperti basis data koleksi buku, pencatatan layanan peminjaman, penyediaan layanan pencarian koleksi, dan lain-lain. Aplikasi ini nantinya diharapkan dapat membantu mitra dalam mengelola rumah baca dengan lebih profesional, sehingga membuat anggota semakin nyaman dalam beraktifitas di rumah baca tersebut.

TARGET DAN LUARAN

Target dan luaran pada program pengabdian kepada masyarakat ini adalah berupa aplikasi pengarsipan dan pengorganisasian koleksi buku yang ada di Rumah Baca Adikmu. Tabel 1 berikut akan menunjukkan lebih detail terkait luaran dari program pengabdian ini.

Tabel 1. Luaran yang dihasilkan

No Target Luaran Jumlah

1 Aplikasi pengarsipan dan pengorganisasian koleksi buku 1 paket

2 Buku manual penggunaan aplikasi 1 paket

3 Modul pelatihan untuk pengguna aplikasi 1 paket

METODE PELAKSANAAN

Karena kegiatan pengabdian ini akan menghasilkan luaran berupa aplikasi berbasis web, maka metode pelaksanaannya pun mengikuti metode pengembangan perangkat lunak. Untuk kegiatan ini, metode pengembangan perangkat lunak yang dipilih adalah metode prototyping. Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang menggunakan pendekatan untuk membuat rancangan dengan cepat dan bertahap sehingga dapat segera dievaluasi oleh calon pengguna/klien (Setiawan, Hamzah, et al. 2022 ; Pinto, S.C.D.et.al. 2021 ; Hamdani, Fahri, et al. 2021). Dengan metode prototyping ini pengembang dan klien dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan prototype sistem. Terkadang sering terjadi, klien hanya mendefinisikan secara umum apa yang dikehendaki tanpa menyebutkan proses masukan (input) dan keluaran (output) dari sistem yang akan dibuat. Untuk mengatasi ketidakselarasan tersebut maka harus dibutuhkan kerjasama yang baik di antara keduanya, sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang dibutuhkan klien. Dengan demikian nantinya akan menghasilkan sebuah rancangan sistem yang interaktif sesuai dengan kebutuhan.

(4)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Desember 2022 pISSN 2685-0303

227 Metode Prototype menurut Pressman (Wróbel, Tobiasz, et al. 2021 ), dimulai dengan mengumpulkan kebutuhan. Pengembang dan klien bertemu guna mendefinisikan obyektif keseluruhan dari perangkat lunak, mengidentifikasikan segala kebutuhan dari segi input dan format output serta gambaran interface, kemudian dilakukan perancangan cepat. Dari hasil perancangan cepat tersebut nantinya akan dilakukan pengujian dan evaluasi. Penjelasan lengkap tentang metode prototype akan dijelaskan pada Gambar 1 berikut.

Gambar 1. Siklus Metode Prototype

Terdapat 3 siklus dalam metode prototype seperti yang dapat dilihat pada Gambar 1.

1. Listen to Customer (Mendengarkan pelanggan)

Pada tahap ini merupakan identifikasi kebutuhan user, proses ini dilakukan agar tim pengabdi dapat memperoleh informasi mengenai permasalahan yang terjadi pada mitra. Data yang diperoleh dari permasalahan tersebut yang nantinya menjadi acuan untuk dilakukan proses pencarian solusi dan pengembangan pada tahap selanjutnya.

2. Build and Revise Mock-up (Membangun dan memperbaiki prototype)

Setelah kebutuhan sistem terkumpul, maka akan dilakukan proses perancangan prototype pada sistem yang diusulkan oleh mitra (user), yang mana tahap- tahapannya sebagai berikut:

- Perancangan proses-proses yang akan terjadi di dalam sistem, seperti, input (masukan), output (keluaran) dari sistem yang telah diusulkan.

- Perancangan UML (Unified Modelling Language), hal ini dilakukan untuk menspesifikasikan sistem tentang apa yang diperlukan dan bagaimana sistem tersebut direalisasikan. Perancangan UML yang digunakan pada sistem ini meliputi: Use-Case Diagram dan Activity Diagram

- Perancangan interface (antarmuka) dan fitur yang dibutuhkan oleh mitra (user).

3. Customer Test Drives Mock-up (Pengujian prototype)

Pada tahap ini akan dilakukan pengujian terhadap prototype sistem yang telah dibuat, serta mengevaluasi apakah prototype sistem yang sudah dibuat sudah sesuai dengan yang diharapkan. Apabila dari hasil pengujian prototype tersebut belum memenuhi kebutuhan mitra (user), maka pengembang akan melakukan proses perbaikan ulang prototype sampai prototype tersebut menjadi sistem yang

(5)

228

final dan benar-benar diterima atau sesuai dengan keinginan user. Proses pengujian prototype sistem nantinya menggunakan teknik pengujian black box.

Adapun peran masing-masing pihak yang bekerja sama dalam pengabdian ini adalah sebagai berikut:

a. Tim Pengabdi (UMM)

- Menyiapkan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan kegiatan - Menyiapkan desain mockup aplikasi

- Menyiapkan pengembang aplikasi - Menyiapkan sarana evaluasi aplikasi b. Rumah baca Anak “Adikmu”

- Menyiapkan detail kebutuhan aplikasi

- Menyiapkan lingkungan untuk uji coba aplikasi

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam kegiatan pengabdian ini, kemampuan IPTEK yang ditransfer kepada mitra adalah bagaimana pemanfaatan aplikasi berbasis web untuk membantu pengorganisasian koleksi buku yang dimiliki oleh mitra. Selain itu, aplikasi ini akan diengkapi fitur pencatatan peminjaman buku yang dilakukan oleh anggota rumah baca, sehingga mitra selaku pengelola rumah baca dapat melacak keberadaan buku dengan lebih efektif dan efisien. Gambar 5 berikut menunjukkan secara umum fitur dan teknologi yang nantinya akan terdaapt di dalam aplikasi berbasis web yang akan dibuat.

Gambar 2. Gambaran umum fitur dan teknologi yang ada di dalam aplikasi

Seperti yang dapat dilihat pada Gambar 2, aplikasi berbasis web ini nanti akan dinamakan e-Adikmu. Diambil dari nama rumah baca Adikmu yang menjadi mitra kegiatan pengabdian ini. Aplikasi ini nantinya akan menjadi rumah dari ratusan judul buku yang menjadi koleksi dari rumah baca. Aplikasi ini juga akan menjadi jembatan

(6)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Desember 2022 pISSN 2685-0303

229 penghubung antara admin dan anggota, dimana admin dapat mencatat dan melacak data peminjaman dan pengembalian buku yang dilakukan oleh anggota.

Terdapat 3 fitur utama yang ada di dalam aplikasi e-adikmu ini, yaitu: 1) Fitur pengarsipan buku; 2) Fitur pencarian buku; dan 3) Fitur pendataan anggota. Ketiga fitur ini sudah sesuai dengan kebutuhan mitra, karena mitra juga turut dilibatkan dalam setiap tahap pembuatan aplikasi. Berikut akan dijelaskan beberapa fitur yang ada pada aplikasi.

A. Menjalankan Aplikasi

Untuk menjalankan aplikasi ini, yang dibutuhkan hanya browser yang telah terinstall di perangkat computer. Buka aplikasi e-Adikmu yang sudah terinstall di computer. Gambar 3 menunjukkan tampilan utama dari aplikasi.

Gambar 3. Tampilan awal aplikasi

Untuk mencari sebuah koleksi buku, pengguna cukup mengetikkan kata kunci dari buku yang ingin dicari, bisa judulnya, pengarangnya, atau penerbitnya. Untuk masuk ke menu admin, pengguna bisa menekan menu berupa symbol tiga garis di pojok kanan atas layar, lalu klik menu “Masuk Pustakawan”. Setelah itu, pengguna tinggal memasukkan username dan password, seperti yang dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Menu untuk masuk ke halaman admin

(7)

230

Jika username dan password telah dimasukkan dengan benar, maka pengguna.

akan diarahkan ke dashboard halaman admin seperti Gambar 5.

Gambar 5. Dashboard halaman admin

B. Pengarsipan Koleksi Buku

Dalam fitur ini, admin dapat menambahkan buku, melihat koleksi buku, serta membuat barcode untuk ditempel di sampul buku.

1. Menambahkan koleksi buku

Ketika admin ingin menambahkan koleksi buku, maka admin dapat memilih menu „Bibliography‟ pada halaman dashboard, lalu pilih menu „Tambah Bibliography Baru‟, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 6.

Gambar 6. Form untuk menambahkan koleksi buku baru

Jika form penambahan buku baru sudah terbuka, maka admin tinggal mengisi identitas buku pada form tersebut, lalu menekan tombol „Simpan‟.

2. Melihat Koleksi Buku

Untuk mencari koleksi buku, admin pertama-tama harus masuk ke halaman

„Bibliography‟, kemudian memilih menu „Daftar Bibliography‟. Nantinya akan muncul keseluruhan buku yang sudah pernah ditambahkan ke aplikasi, seperti yang dapat dilihat pada Gambar 7.

(8)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Desember 2022 pISSN 2685-0303

231 Gambar 7. Tampilan menu daftar koleksi buku

Pada fitur ini, admin juga bisa melihat status koleksi buku. Apakah sedang dipinjam, atau tersedia di rumah baca. Jika statusnya dipinjam, juga akan terlihat siapa anggota yang meminjam, serta kapan buku tersebut harus dikembalikan.

3. Membuat Barcode

Fitur ini digunakan jika admin ingin membuat barcode untuk mengidentifikasi suatu koleksi buku. Pertama, admin perlu Kembali ke halaman „Dashboard‟, lalu memilih menu „Buat Barcode‟. Masukkan kode barcode yang ingin dibuat, lalu klik „Cetak Barcode‟, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 8.

Gambar 8. Tampilan fitur pembuat barcode

C. Pendataan Anggota

Pada fitur ini, admin dapat menambahkan anggota, mencetak kartu anggota, serta melihat status peminjaman yang dilakukan oleh anggota.

1. Menambahkan Anggota

Untuk menambahkan anggota baru, admin perlu memilih menu „Keanggotaan‟

dari halaman „Dashboard‟. Kemudian memilih menu „Tambah Anggota Baru‟, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 9.

(9)

232

Gambar 9. Menu penambahan anggota baru

Setelah form penambahan anggota baru muncul, admin hanya perlu memasukkan detail identitas anggota yang ingin ditambahkan ke sistem, kemudian klik tombol „Simpan‟.

2. Cetak kartu anggota

Untuk mencetak kakrtu anggota, terlebih dahulu harus dipastikan bahwa anggota tersebut sudah ditambahkan ke sistem. Kemudian dari menu

„Keanggotaan‟, pilih menu „Kartu Anggota‟, seperti yang dapat dilihat pada Gambar 10.

Gambar 10. Tampilan Menu Cetak Anggota

Setelah itu, akan muncul daftar anggota yang tersedia di sistem. Pilih nama anggota yang ingin dicetak kartu anggotanya. Kemudian klik pada bagian kotak di bawah kolom tambah, setelah itu klik menu „Tambahkan Dalam Antrian‟ untuk menyimpan data kartu anggota yang akan dicetak. Terakhir, pilih menu „Cetak Kartu Anggota Dari Data Terpilih‟. Admin juga bisa mengatur ukuran, nama, logo, dan lain-lain, pada kartu anggota, dengan cara klik menu pengaturan di sebelah menu „Cetak Kartu Anggota Dari Data Terpilih‟, kemudian klik tombol „Simpan Pengaturan‟.

(10)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Desember 2022 pISSN 2685-0303

233 KESIMPULAN

Aplikasi berbasis web yang dilengkapi dengan fitur pengorgansasian koleksi buku dan anggota sangat dibutuhkan oleh rumah baca. Aplikasi ini selain akan sangat membantu kinerja pengelola, juga dapat meningkatkan pelayanan kepada anggota.

Perlu adanya evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa aplikasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan rumah baca.

DAFTAR PUSTAKA

Beaver, Nancy, and Susan Wyatt. 2022.. Early education curriculum: A child‟s connection to the world. Cengage Learning.

Colwell,J, et al. 2021. Reflective teaching in early education. Bloomsbury Publishing.

Hamdani, Fahri, et al. "Design and Build a Web-Based People's Library Application in Jambi City." The IJICS (International Journal of Informatics and Computer Science) 5.3 (2021): 224-232.

Haryaningsih, Sri, and Martinus Martinus. (2021). "Management Of Reading House As An Effort To Increase The Community‟s Reading Interest In West Pontianak Sub-District, Pontianak City." PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara 10.1 . Pinto, S.C.D., Masson, D., Villeneuve, E., Boy, G. and Urfels, L., 2021. From

requirements to prototyping: Application of human-system integration methodology to digital twin design. Proceedings of the Design Society, 1, pp.1617-1626.

Setiawan, Hamzah, et al. (2022). "Public Library: Efforts to Increase Reading Interest of Orphans at the Taqwa Al-Kausar House Foundation, Sidoarjo." Procedia of Social Sciences and Humanities 3 (2022): 1051-1053.

Setiono, Kusdwiratri. 2021. Psikologi Keluarga. Bandung: P.T. Alumni.

Sudjana.D. 2020. Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Sugiyono. 2020. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Wróbel, Tobiasz, et al. 2021."Progressive Mobile Web Application Subresource Tampering During Penetration Testing." International Conference on Advanced Information Networking and Applications. Springer, Cham,

Referensi

Dokumen terkait

Pada dasarnya masjid merupakan bangunan sakral bagi umat Islam, akan tetapi dalam perkembangannya masjid tersebut mendapat pengaruh kebudayaan asing dari segi arsitektur

 Konsep rumah tangga pertanian mengalami perluasan dibanding Sensus Pertanian 1983, yaitu untuk konsep rumah tangga pertanian pengguna lahan ditambah dengan usaha

Yol, kapalı ekonomileri parçalayıp tek bir pazara bağlamayı sağladığı gibi, askeri güçlerinde aşiretler üzerinde denetim sağlamasında bir aracı olduğundan, Kürt

Peneliti melakukan reduksi data dengan cara memilah-milah, mengkatagorikan, dan membuat absrtaksi dari catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh merupakan

menunjukkan bahwa jumlah responden dengan jenis luas lesi berat yang mengalami pengaruh terhadap kualitas hidup sangat sampai dengan amat sangat berpengaruh sebanyak 15

[r]

Dengan demikian agama dalam arti ini juga bukan ajaran-ajaran yang adanya mendahului agar bisa dipraktekkan, melainkan peristiwa iman, yang terjadi dalam kehidupan, ketika