1 1 MATERI AJAR
SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA
D I S U S U N OLEH:
Nama Guru : Udurma Lumbantoruan NO UKG : 201502833504
Unit Kerja : SMA N. 2 Pematang Siantar
KEMENTERIAN PENDIDIDKAN DAN KEBUDAYAAN
1 2 DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
DAFTAR ISI 2
1. PENDAHULUAN 3
1.1.Deskripsi Singkat 3
1.2.Relevansi 3
1.3.Petunjuk Belajar 3
2. INTI 4
2.1.Capaian Pembelajaran 4
2.2.Pokok-pokok Materi 4
2.3.Uraian Materi 5
2.4.Forum Diskusi 39
3. PENUTUP 40
3.1.Rangkuman 40
3.2.Tes formatif 41
DAFTAR PUSTAKA 43
1 3
1. PENDAHULUAN 1.1 Deskripsi singkat
Darah adalah suatu jaringan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh darah yang warnannya merah. Warna merah itu keadaannya tidak tetap tergantung pada banyaknya kadar oksigen dan karbondioksida didalamnya. Darah yang banyak mengandung karbon dioksida warnanya merah tua. Adanya oksigen dalam darah di ambil dengan cara bernapas, dan zat tersebut sangat berguna pada peristiwa pembakaran/ metabolisme di dalam tubuh.
Darah merupakan suatu jaringan yang kompleks. Di dalam tubuh manusia dewasa sekitar 5 liter darah.
. Sistem peredaran darah adalah sistem yang memiliki hubungan dengan pergerakan darah di dalam pembuluh darah dan juga perpindahan darah dari suatu tempat ke tempat lain.
Fungsi peredaran darah yaitu :
1. Mengangkut zat-zat makanan dari saluran pencernaan ke seluruh jaringan tubuh, 2. Mengangkut oksigen dan karbondioksida dari seluruh jaringan ke alat respirasi,
3. Mengangkut hormon dari kelenjar endokrin ke target organ dan mendistribusikan panas dari sumbernya ke seluruh bagian tubuh.
Kondisi yang tetap (Homeostasis ) dapat tercapai bila ada pemindahan zat melintasi dinding pembuluh kapiler yang arahnya baik dari darah menuju cairan jaringan atau dari cairan jaringan menuju darah.
1.2. Relevansi
Pemahaman tentang sistem sirkulasi darah sangat membantu peserta didik dalam menjawab permasalahan dalam pembelajaran dan merupakan modal dalam mempelajari sistem tubuh lainnya.
1.3 Petunjuk
Materi ajar ini menjelaskan tentang komponen dan fungsi darah dalam kehidupan manusia dimana darah merupakan bagian paling terpenting dalam tubuh kita. Di dalam materi ajar ini di sunguhkan beberapa kasus permasalahan yang pada umunya dialami oleh manusia dan dengan membaca Materi ajar ini diharapkan mampu akan menjawab permasalahan yang muncul atau bahkan dialami langsung dalam kehidupan sehari hari. .
II. INTI
2. 1. Capaian Pembelajaran KD
Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem sirkulasi manusia.
Menyajikan karya tulis tentang kelainan pada struktur dan fungsi darah, jantung, pembuluh darah yang menyebabkan gangguan sistem sirkulasi manusia serta kaitannya dengan teknologi melalui studi literatur
2.2. Pokok Pokok Materi
Fungsi darah dan Komponen darah
Golongan darah
Sistem peredaran darah pada manusia
Kelainan pada system peredaran darah manusia
Teknologi system peredaran darah manusia
SKENARIO MASALAH
2.3 URAIAN MATERI DARAH
1. FUNGSI DAN KOMPOSISI DARAH a. Fungsi Darah
Fungsi darah masuk ke dalam tiga kategori, yaitu transportasi, pertahanan, dan regulasi, yang akan dibahas berikut ini.
1. Darah adalah media transportasi utama yang mengangkut gas, nutrisi dan produk limbah. Oksigen dari paru-paru diangkut darah dan didistribusikan ke sel-sel.
Karbondioksida yang dihasilkan oleh sel-sel diangkut ke paru-paru untuk dibuang setiap kali kita menghembuskan nafas. Darah juga mengangkut produk-produk limbah lain, seperti kelebihan nitrogen yang dibawa ke ginjal untuk dieliminasi.
2. Darah berperan dalam menjaga pertahanan tubuh dari invasi patogen dan menjaga dari kehilangan darah. Sel darah putih tertentu mampu menghancurkan patogen dengan cara fagositosis. Darah memiliki fungsi regulasi dan memainkan peran penting dalam homeostasis.
3. Darah membantu mengatur suhu tubuh dengan mengambil panas. Jika tubuh terlalu hangat, darah diangkut ke pembuluh darah yang melebar di kulit. Panas akan menyebar ke lingkungan, dan tubuh mendingin kembali ke suhu normal. Bagian cair dari darah (plasma), mengandung garam terlarut dan protein..
RINI adalah seorang pelajat SMA kelas XI di sebuah sekoal di kota Medan. Seperti biasanya Rini selalu mengngunakan angkutan umum untuk pulang dan pergi ke sekolahnya, Hari ini adalah jadwal ujian Biologi di kelas Rini pada jam pelajaran pertama, selain terlambat bangun Rini juga mengalami keterlambatan mendapatkan angkutan bus kota dikarenakan semua penuh, setelah menunggu beberapa menit akhirnya Rini mendapat angkutan dan langsung naik dan duduk di dekat pintu karena bangku lainnya sudah penuh. Begitu mendekati pintu gerbang sekolah Rini buru buru menyuruh supir untuk berhenti dan Rini segera melompat cepat dari bus, dan tampa dia sadari lengan kirinya mengalami pendarahan akibat lengannya tersangkut ke dinding angkutan yang sudah tua dan berkarat, Rini menghiraukan pendarahan yang dia alami sambil berlari masuk ke kelas, sesampai kelas darah di lengan Rini sudah mulai mongering dan berkenti perlahan, Rini menyentuh luka darahnya saat tanganya menyentuh darah yang hampir kering terdapat seperti benang halus terangkat dan lengket ke jarinya, sedangkan luka lainya tidak ada darah tetapi goresan yang mengeluarkan cairan bening dan terasa sangat perih. Rini bingung kenapa lukanya tidak berdarah tapi perih, sedangkan luka yang tidak berdarah terasa lebih ringan.
b. Komposisi Darah
Darah adalah jaringan, dan, seperti jaringan apapun, mengandung sel dan fragmen sel.
Secara kolektif, sel-sel dan fragmen sel disebut elemen padat. Sel dan fragmen sel tersuspensi dalam cairan yang disebut plasma. Oleh karena itu, darah diklasifikasikan sebagai jaringan ikat cair. Gambar 3 berikut menggambarkan komposisi darah setelah darah disentrifugasi.
Gambar 3. Komposisi Darah.
Sentrifugasi sampel darah memisahkan eritrosit dari leukosit, trombosit (buffy coat) dan plasma. ( Mader, 2004)
Elemen padat pada darah adalah sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit) . bagian ini diproduksi di sumsum tulang merah, yang dapat ditemukan di sebagian besar tulang anak tetapi hanya dalam
tulang tertentu pada orang dewasa.
Gambar 4. Elemen padat darah. (Saladin, 2009)
Berdasarkan gambar tersebut apakah yang tidak dimiliki oleh eritrosit dan trombosit jika dibandingkan dengan yang lainnya?
UJI Kemampuan
1. Bagaimanakah darah dapat mengatur suhu tubuh, tekanan osmosis, dan pH tubuh?
2. Jelaskan mengapa darah termasuk ke dalam jaringan ikat!
2. PLASMA
Jika sampel darah disentrifugasi, terlihat pada bagian teratas cairan berwarna kuning pucat yang volumenya sekitar 55% dari volume total. Cairan tersebut dinamakan plasma. Plasma adalah media transportasi bagi sel-sel darah dan trombosit. Sekitar 90% dari plasma adalah air.
Sisanya bagian yang terlarut meliputi protein, hormon, dan lebih dari 100 molekul berukuran kecil (termasuk asam amino, lemak, karbohidrat kecil, vitamin, dan berbagai produk limbah metabolisme), dan ion.
Protein plasma penting adalah albumin, globulin, dan protein pembekuan (fibrinogen).
Hampir dua pertiga dari protein plasma adalah albumin, yang terutama berfungsi untuk menjaga keseimbangan air agar sesuai antara darah dan cairan interstitial. Diproduksi di hati, Albumin juga mengikat molekul tertentu (seperti bilirubin dan asam lemak) dan obat-obatan (seperti penisilin) dan membantu transportasi mereka dalam darah.
Globulin (alpha, beta, dan gamma) adalah kelompok protein yang mengangkut berbagai zat dalam darah. Banyak beta globulin mengikat lipid (lemak) molekul, seperti kolesterol. Ketika protein menempel ke salah satu molekul-molekul ini, menciptakan sebuah kompleks yang disebut lipoprotein. Dua lipoprotein penting adalah low-density lipoprotein (LDL) dan high- density lipoprotein (HDL). LDL kadang-kadang disebut "kolesterol jahat", karena jika kadarnya dalam darah tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan jantung. Tingginya kadar HDL sering menunjukkan risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular. Gamma globulin berfungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh, membantu melindungi terhadap infeksi dan penyakit.
Tabel 1. Komposisi Plasma dan fungsinya KOMPONEN
PLASMA
FUNGSI
Air Sebagai pelarut dan media suspensi bagi komponen darah Protein plasma
Albumin
Globulin Alpha
Beta
Gama
Fibrinogen
Turut bertanggung jawab terhadap viskositas darah dan tekanan osmotik; bertindak sebagai penyangga; mengangkut asam lemak, bilirubin bebas, dan hormon tiroid
Melindungi jaringan dari kerusakan oleh peradangan (alpha-1 antitrypsin); mengangkut hormon tiroid (thyroid-binding globulin), kortisol (transcortin), dan testosteron dan estrogen (hormone–binding globulin); mengangkut lipid (misalnya, kolesterol dalam HDL); mengkonversi besi Fe2+ menjadi Fe3+;
mengangkut hemoglobin yang dilepaskan dari sel-sel darah merah yang rusak.
Mengangkut besi (transferin), mengangkut lipid (beta lipoprotein) terutama kolesterol dalam LDL; terlibat dalam imunitas (sebagai pelengkap)
Terlibat dalam imunitas (sebagaian besar antibodi adalah gama globulin, tetapi beberapa alpha dan beta globulin)
Pembekuan darah Ion
Sodium, potassium, kalsium,
magnesium, klorida, besi, fosfat, hidrogen,
hidroksida, bikarbonat
Terlibat dalam osmosis, potensial membran, dan keseimbangan asam-basa
Nutrisi
Glukosa, asam amino, trogliserol, kolesterol
Vitamin
Sumber energi, membangun molekul kompleks
Meningkatkan aktvitas enzim Produk
limbah
Urea, asam urta, kreatinin, garam ammonia Bilirubin
Produk pemecahan metabolisme protein; diekskresikan oleh ginjal
Produk pemecahan sel darah merah; diekskresikan dari empedu ke usus
Asam laktat Produk respirasi anaerobik, dikonversi menjadi gula di hati Gas
Oksigen
Karbondioksida
Nitrogen
Penting utuk respirasi aerobik, terminal akseptor elektron dalam rantai transpor elektron
Produk sisa pernapasan aerobik; sebagai bikarbonat dapat menyangga darah
Tidak bereaksi (inert)
Substansi pengatur Mengkatalisasi reaksi enzimatik; merangsang atau menghambat fungsi hormone
3. SEL SEL DARAH ERITROSIT
Eritrosit yang normal berbentuk cakram atau piringan yang di bagian tengah kedua sisinya mencekung (bikonkaf), dengan diameter sekitar 7,5 μm. Bentuk bikonkaf memberikan keuntungan yaitu menjadikan eritrosit memiliki permukaan yang lebih luas bagi difusi oksigen, dibandingkan dengan bentuk bulat datar dengan ukuran yang sama, dan membuat pergerakan gas ke dalam dan ke luar sel berlangsung lebih cepat. Selain itu eritrosit juga bersifat fleksibel sehingga memungkinkan eritrosit berjalan melalui kapiler yang sempit dan berkelok-kelok untuk menyampaikan oksigen ke jaringan tanpa mengalami keruksakan. Diameter eritrosit dalam keadaan nomal 7,5 – 8 μm mampu mengalami deformasi pada saat melalui kapiler yang bahkan berdiameter 3 μm. Eritrosit tidak memiliki inti atau organel yang lain. Sepertiga isi eritrosit adalah haemoglobin (pigmen merah). Kandungan haemoglobin dalam eritrosit inilah yang menjadikan darah berwarna merah. Dalam satu eritrosit mengandung sekitar 280 juta molekul haemoglobin. Isi sel darah merah lainnya termasuk lipid, adenosin trifosfat (ATP), dan enzim karbonat anhidrase.
Gambar: Struktur Eritrosit (Mader, 2004)
Haemoglobin
Haemoglobin terdiri atas dua bagian, yaitu globin suatu protein polipeptida yang sangat berlipat-lipat. Gugus nitrogenesa non protein mengandung besi yang dikenal sebagi hem (heme) yang masing-masing terikat pada satu polipeptida. Setiap atom besi dapat berikatan secara reversibel dengan satu molekul oksigen. Dengan demikian setiap molekul haemoglobin dapat mengangkut empat oksigen. Karena oksigen kurang larut
dalam darah, 98,5% oksigen yang diangkut dalam darah terikat pada Hb.
Molekul Haemoglobin (Mader, 2004)
SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT)
Sel darah putih (leukosit) berbeda dari eritrosit dalam hal struktur, jumlah maupun fungsinya. Ukuran leukosit lebih besar dibandingkan eritrosit dan memiliki inti. Leukosit tidak memiliki haemoglobin sehingga tidak berwarna. Jumlah leukosit tidak sebanyak eritrosit, berkisar 5 – 10 juta per milimeter darah atau rara-rata 7 juta sel/milimeter darah yang dinyatakan dengan 7000 /mm³. Leukosit merupakan sel darah yang paling sedikit jumlahnya sekitar 1 sel leukosit untuk setiap 700 eritrosit. Jumlah leukosit dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan pertahanan yang selalu berubah-ubah. Leukosit memiliki fungsi menahan invasi oleh pathogen melalui proses fagositosis; mengidentifikasi dan menghancurkan sel kanker yang muncul di dalam tubuh; Membersihkan sampah tubuh yang berasal dari sel yang mati atau cedera..
Struktur Leukosit (Mader, 2004)
Terdapat lima tipe leukosit, yaitu granulosit (neutrofil, eusinofil, basofil) yang sifatnya polimorfonuklear (memiliki inti lebih dari satu lobus) dan granulosit (monosit, limfosit) yang memiliki hanya satu lobus pada intinya (mononuklear), seperti yang terlihat pada Gambar di bawah ini.
Gambar. Jenis-jenis Leukosit (Saladin, 2009)
Neutrofil merupakan tipe leukosit yang jumlahnya paling banyak, sekitar 60 - 70% dari total leukosit. Kelompok sel ini dibedakan dengan kelompok sel yang lain dari struktur intinya yang memiliki 2 – 5 lobus. Neutrofil merupakan leukosit pertama yang merespon terhadap kerusakan jaringan. Di antara granulosit, neutrofil merupakan spesialis fagosit. Sel ini merupakan pertahan pertama pada invasi bakteri sehingga sangat penting saat peradangan. Neutrofil yang telah mati akan membentuk cairan seperti nanah.
Eosinofil
Jumlah eosinofil berkisar antara 2 – 4% dari seluruh leukosit. Sel ini ditandai dengan inti yang memiliki dua lobus. Dalam sitoplasmanya terlihat butiran-butiran merah jika diwarnai dengan pewarnaan eosin (pewarnaan asam), dari sifat inilah nama eosinofil muncul. Eosinofil merupakan sel motil yang meninggalkan sirkulasi untuk memasuki jaringan selama reaksi peradangan (inflamasi). Sel-sel ini yang paling umum terdapat pada jaringan mengalami reaksi alergi, dan jumlahnya dalam darah meningkat jika orang mengalami alergi.
Basofil
Basofil mengandung butiran sitoplasma besar yang berwarna biru atau ungu dengan pewarnaan dasar. Jumlah Basofil paling sedikit dibandingkan leukosit yang lain, yaitu hanya 0,5 – 1% dari seluruh leukosit
Limfosit
Limfosit merupakan leukosit terkecil. Ukuran limfo besar dari eritrosit, dengan inti besar dan sitoplas Jumlah limfosit adalah 20 – 25% dari seluruh leuk limfosit berasal sumsum tulang merah, limfosit be darah ke jaringan limfatik, di mana sel-sel ini dap dan menghasilkan lebih banyak limfosit. Mayorita limfosit terdapat dalam jaringan limfatik:, dan timus.
UJI Kemampuan
. Bagaimanakah karakteristik sirkulasi leukosit?
Monosit
Monosit adalah leukosit terbesar, dengan diameter dua atau tiga kali diameter eritrosit. Monosit berjumlah sekitar 460 sel / μL atau sekitar 3 – 8% dari jumlah seluruh leukosit. Inti besar dan terlihat jelas, sering berwarna violet, dan biasanya berbentuk bulat telur, ginjal, atau tapal kuda.
Sitoplasma monosit berlimpah dan jarang mengandungbutiran halus
Gambar: Jenis jenis leokosit mulai dari kiri Eusinofil, Monosit, Limfosit, Neutrofil dan Basofil (Mader, 2004)
KEPING DARAH (TROMBOSIT) Struktur dan fungsi trombosit
Trombosit bukan merupakan sel utuh tapi merupakan potongan keping sel yang terlepas dari tepi sel luar suatu sel besar (diameter 60 μm) disumsum tulang yang disebut megakariosit. trombosit terdiri dari sejumlah kecil sitoplasma yang dikelilingi oleh membran plasma. Trombosit berbentuk cakram dan rata-rata diameter sekitar 3 μm.
Permukaan trombosit memiliki glikoprotein dan protein yang memungkinkan trombosit untuk menempel pada molekul lain, seperti kolagen dalam jaringan ikat. Dalam setiap mililiter darah pada keadaan normal terdapat sekitar 250.000 trombosit (kisaran 150.000
– 350.000/mm³). Trombosit tidak mempunyai inti, namun terdapat organel dan enzim sitosol untuk menghasilkan energi dan mensintesis produk sekretorik yang disimpan dalam granul. Trombosit mengandung aktin dan miosin dalam konsentrasi tinggi sehingga trombosit dapat berkontraksi.
Harapan hidup trombosit sekitar 5-9 hari dan setelah itu akan dihancurkan oleh makrofag. Trombosit diproduksi dalam sumsum merah. Trombosit tidak keluar dari pembuluh darah, tetapi sepertiga dari trombosit total selalu tersimpan di rongga-rongga berisi darah di limfa yang akan dikeluarkan oleh limfa jika terjadi perdarahan.
Trombosit memainkan peran penting dalam mencegah kehilangan darah dengan cara: (1) membentuk keping/butiran, yang menutup lubang kecil di pembuluh darah dan (2) merangsang dibentuknya kontruksi bekuan yang membantu menutup luka besar di pembuluh darah.
Gambar. (a) Struktur Trombosit (b) Pembentukan Trombosit dari Megakariosit (Saladin, 2009)
Gambar:Tahapan pembentukan sumbat trombosit ( Saladin, 2009)
Pembekuan Darah
Pembekuan darah adalah proses ketiga dan paling efektif dalam proses hemostasis. Sangatlah penting darah membeku dengan cepat ketika pembuluh darah mengalami kerusakan, tetapi sama pentingnya agar darah tidak menggumpal ketika tidak ada kerusakan di pembuluh darah. Karena keseimbangan ini, proses pembekuan darah adalah salah satu proses yang paling kompleks dalam tubuh, yang melibatkan lebih dari 30 reaksi kimia dan melibatkan juga banyak zat. Walaupun prosesnya kompleks, pembekuan darah selesai dalam waktu tiga sampai enam menit setelah pembuluh darah mengalami kerusakan.
Langkah-langkah kunci dalam proses pembekuan darah adalah sebagai berikut:
1. Jaringan Rusak melepaskan tromboplastin dan agregat trombosit melepaskan faktor trombosit, yang bereaksi dengan beberapa faktor pembekuan dalam plasma untuk menghasilkan protrombin aktivator.
2. Dengan adanya ion kalsium, protrombin aktivator merangsang konversi protrombin, (inaktif enzim) ke trombin (aktif enzim).
3. Dengan adanya ion kalsium, trombin mengubah molekul fibrinogen, protein plasma yang larut, menjadi benang yang tidak larut yang disebut fibrin. Benang-benang fibrin membentuk anyaman yang menjebak sel darah dan menempel pada jaringan yang rusak untuk membentuk trombus atau bekuan darah. Setelah bekuan terbentuk, benang- benang fibrin menghasilkan gumpalan lebih kompak dan menarik jaringan yang rusak lebih dekat satu sama lain. Selanjutnya, fibroblas bermigrasi ke gumpalan tersebut dan membentuk jaringan ikat fibrosa yang memperbaiki daerah yang rusak..
Gambar: tahapan pembekuan Darah (Saladin, 2009)
SKENARIO KASUS
Palembang - Akibat golongan darah yang ditransfusi salah, selama hampir 10 bulan seorang remaja di Lahat Muhammad Rizky (16) cuci darah dua kali tiap pekan. Pihak Rumah Sakit Umumum Daerah (RSUD) Lahat, Sumatera Selatan, tempat Rizky salah ditransfusi darah, meskipun sudah dilaporkan ke polisi belum memberikan pertanggungjawabannya.
Demikian dikatakan Muhammad Fadli dari Kantor Bantuan Hukum Sumatera, di Jalan Kapten A Rivai, Palembang, selaku kuasa hukum Rizky dan kedua orangtuanya, kepada detikcom, Selasa (189/04/2011). Diceritakan Fadli, pada 26 Mei 2010, Rizky diantar orangtuanya ke RSUD Lahat. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium RSUD Lahat, HB milik korban hanya 5,9 g/dl. Hasil laboratorium itu kemudian ditindaklanjuti Dr Rahadian untuk ditransfusi darah karena didiagnosa Rizky terkena anemia. Lalu kedua orangtua Rizky mendatangi PMI Cabang Lahat. Secara jelas disebutkan bahwa darah yang dibutuhkan korban adalah darah AB. Mereka mendapatkan dua kantong darah golongan AB
.
Kemudian dilakukan transfusi darah kepada Rizky, namun baru setengah kantong darah yang ditransfusi Rizky mengigil dan susah bernapas. Orang tua korban meminta menghentikan transfusi yang sedang berjalan kepada tenaga medis yang sedang melakukan transfusi tersebut. Pada 27 Mei 2010 pihak RSUD Lahat akan melakukan transfusi darah kembali, namun orang tua Rizky menolak karena korban dalam kondisinya dalam keadaan lemah dan masih sulit bernapas. Pada 3 Juni 2010 korban kembali ditransfusi darah, namun baru seperempat kantong darah yang ditransfusi Rizky kembali mengigil dan susah bernapas, kemudian orang tua Rizky meminta tim medis menghentikannya. Bahwa karena kondisi korban yang lemah dan terkadang sulit bernapas, korban dirawat di RSUD Lahat hingga 6 Juni 2010. Setelah keluar dari RSUD Lahat, dua kali Rizky mengalami pingsan.
Rizky kemudian dibawa berobat di RSUP Dr. Muhammad Hoesin Palembang pada bulan Juli 2010. Setelah dilakukan pemeriksaan golongan darah di Unit Transfusi Darah Cabang PMI Kota Palembang golongan darah korban adalah B+, bukan AB seperti hasil pemeriksaaan di laboratorium RSUD Lahat
Dikutip dari : https://news.detik.com/berita/d-1621247/akibat-salah-transfusi-darah-rizky- cuci-darah-setiap-pekan
URAIAN MATERI Penggolongan Darah
Penggolongan darah sistem ABO
Penggolongan darah sistem ABO didasarkan pada ada atau tidaknya dua antigen pada permukaan eritrosit, yaitu antigen A dan antigen B. Seperti semua antigen, antigen pada eritrosit merupakan sifat yang diturunkani dan tetap tidak berubah dari lahir sampai meninggal.
Golongan darah ABO dibagi menjadi empat jenis kemungkinan, yaitu A, B, AB, dan O.
Tabel 2 berikut ini menyajikan antigen dan antibodi yang terdapat dalam setiap golongan darah. Penggolongan darah sangat penting untuk mencegah aglutinasi.
Tabel . Antigen dan Antibodi dalam golongan darah tipe ABO
Gambar. Karakteristik Antigen dan Antibodi dalam Golongan Darah ABO (Stanley, 2009)
GOLONGAN DARAH
ANTIGEN DI ERITROSIT ANTOBODI DALAM PLASMA
A A a
B B b
AB A, B Tidak ada
O Tidak ada a, b
Tabel: Pola Aglutinasi pada penentuan Golongan darah system ABO
Seperti yang telah disebutkan di atas, penggolongan darah penting untuk proses transfusi.
Ttransfusi darah dilakukan dengan golongan darah yang sama, kecuali dalam kondisi darurat.
Ketika jenis darah yang berbeda harus digunakan, sangat penting bahwa antigen dari darah yang ditransfusikan bersifat kompatibel dengan antibodi darah penerima. Sebagai contoh, darah dengan antigen A atau B tidak dapat diberikan kepada pasien yang darahnya mengandung antibodi anti-A atau anti-B. Mengingat hal ini dan pola antigen dan antibodi dalam jenis darah ABO, kompatibilitas jenis darah untuk transfusi dapat ditentukan.
Tabel 4 berikut ini menunjukkan jenis darah ABO yang digunakan untuk transfusi dan jenis darah yang menerimanya. Perhatikan tabel 4 tersebut, terlihat bahwa golongan darah AB dapat menerima darah dari semua jenis golongan darah baik.
GOLONGAN DARAH SERUM ANTI A + DARAH
SERUM ANTI B + DARAH
A Aglutinasi Tidak ada aglutinasi
B Tidak ada aglutinasi Aglutinasi
AB Aglutinasi Aglutinasi
O Tidak ada aglutinasi Tidak ada aglutinasi
Tabel Kecocokan Sel Darah Merah Pendonor dan Penerima
Penerima Pendonor
O− O+ A− A+ B− B+ AB− AB+
O− Cocok Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
O+ Cocok Cocok Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
A− Cocok Tidak
cocok Cocok Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
A+ Cocok Cocok Cocok Cocok Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
B− Cocok Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak
cocok Cocok Tidak cocok
Tidak cocok
Tidak cocok
B+ Cocok Cocok Tidak cocok
Tidak
cocok Cocok Cocok Tidak cocok
Tidak cocok
AB− Cocok Tidak
cocok Cocok Tidak
cocok Cocok Tidak
cocok Cocok Tidak cocok
AB+ Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok
Sistem Rhesus (Rh)
Antigen A dan B bukan satu-satunya antigen penting yang ditemukan pada permukaan eritrosit.
Ada atau tidak adanya faktor Rh juga merupakan komponen penting dari golongan darah.
Nama Rh berasal dari nama monyet rhesus, dimana antigen Rh pertama kali ditemukan.
Orang-orang yang memiliki antigen Rh pada eritrositnya mereka dianggap memiliki Rh-positif (+), dan jika tidak ada antigen Rh di eritrositnya , individu tersebut dianggap mempunyai Rh- negatif (-). Orang dengan Rh-negatif tidak akan membentuk antibodi anti-Rh kecuali ia telah terkena antigen Rh. Untuk alasan ini, individu Rh-negatif harus diberikan darah hanya dari darah Rh-negatif ketika ditransfusi. Jika diberikan darah Rh-positif, maka akan merangsang produksi antibodi anti-Rh. Reaksi transfusi tidak akan terjadi pada transfusi pertama, karena butuh waktu bagi tubuh untuk membuat antibodi anti-Rh. Namun, setelah transfusi kedua dari darah Rh-positif, antibodi dalam plasma penerima akan bereaksi dengan antigen pada eritrosit dari darah yang disumbangkan. Reaksi ini dapat menyebabkan kematian pasien.
Masalah yang sama terjadi pada eritroblastosis fetalis (penyakit hemolitik pada bayi baru lahir), yaitu kelainan darah pada bayi baru lahir yang disebabkan penghancuran eritrosit janin oleh antibodi maternal. Ketika seorang wanita dengan darah Rh- hamil anak pertama dengan Rh+, beberapa eritrosit Rh+ mungkin secara tidak sengaja masuk ke darah ibu karena rusaknya pembuluh darah plasenta. Hal ini paling sering terjadi selama persalinan. Pengenalan eritrosit janin (Rh+) dengan antigen Rh memicu penumpukan antibodi anti-Rh dalam darah ibunya. Penumpukan berjalan lambat, tapi ibu telah menjadi peka terhadap antigen Rh.
Eritoblas fetalis berkembang pada kehamilan berikutnya dengan janin Rh+ karena antibodi anti Rh dalam darah ibu mudah melewati plasenta ke dalam darah masuk janin dan menggumpalkan eritrosit janin . Jika sejumlah besar eritrosit menggumpal dan hancur, kemampuan janin untuk mengangkut oksigen menurun. Menanggapi konsentrasi oksigen menurun, jaringan pembentuk darah janin meningkatkan produksi eritrosit. Dalam upaya untuk mempercepat menghasilkan eritrosit, sejumlah besar sel darah merah yang belum matang disebut erythroblasts dilepaskan ke dalam darah. Sel-sel yang belum dewasa ini tidak mampu membawa oksigen seperti sel darah merah yang matang.
Penghancuran sejumlah besar eritrosit menghasilkan efek berbahaya lainnya. Hemoglobin dibebaskan dari eritrosit dapat mengganggu fungsi normal ginjal dan dapat menyebabkan gagal ginjal. Pemecahan hemoglobin dalam jumlah besar membentuk kelebihan bilirubin, empedu pigmen kuning yang menghasilkan penyakit kuning. Kekurangan oksigen dan konsentrasi bilirubin yang berlebihan dalam darah janin dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi yang menderita.
Gambar 22. Ketidaksesuaian Rh dapat terjadi ketika seorang wanita Rh-negatif (-) hamil dengan bayi Rh-positif (+) jika wanita tersebut sebelumnya telah terkena Rh (+) (Stenly. E. G 2009)
STUDI KASUS
Mengapa Kasus Eritroblasis
fetal lebih berpeluang terjadi
dari pernikahan orang Asia
dengan orang barat??
SKENARIO KASUS
Seorang peneliti yang bernama Saiful Nurhidayat Dosen Ilmu Perawatan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo melakukan penelitian yang berjudul “Perilaku Masyarakat Desa Sebagai Faktor Risiko Penyakit Hipertensi” dengan data yang dia peroleh sebagai berikut ini
Tabel: Distribusi Urutan Perilaku Dominan sebagai Faktor Risiko Hipertensi pada masyarakat Desa Slahung Ponorogo pada bulan Juni 2015
No Perilaku Masyarakat sebagai Faktor Risiko HT
Persentasi 1 Konsumsi diet tidak sehat
(Obesitas)
88
2 Konsumsi Kopi 77
3 Merokok 66
4 Konsumsi Gula berlebih 14
Dari tabel diatas jelas kita ketahui bahwa perilaku konsumsi diet tidak sehat (Obesitas ) memiliki persentase lebih tinggi pada resiko penyakit Hipertensi, Mengapa demikian??
Sumber: Penelitian Saiful Nurhidayat [email protected]
JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH Struktur Jantung
Jantung (bahasa Latin, cor) adalah organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang. Ukuran jantung bervariasi sesuai dengan ukuran tubuh.
Jantung dewasa berukuran sekitar 9 cm lebarnya, n 13 cm dari dasar ke puncak, dan 6 cm dari anterior ke posterior. Beratnya sekitar 300 g (10 oz).
Letak Jantung
Jantung terletak di dalam rongga dada di bagian mediastinum, di antara paru- paru di balik tulang dada (sternum). Posisi jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kirii, jadi sekitar dua pertiga jantung terletak di sebelah kiri. Bagian atas jantung lebih luas dibandingkan dengan bagian dasar. Bagian ujung jantung rmeruncing (berbentuk kerucut), tepat di atas diafragma.
Penutup jantung
Jantung tertutup dalam kantung berdinding ganda disebut pericardium. Dinding luar disebut kantung perikardial (perikardium parietal) yang tersusun oleh lapisan berserat yang merupakan jaringan ikat padat yang tidak teratur bagian dalam ditutupi oleh tipis yaitu lapisan serosa. Lapisan serosa bergulir ke dalam di dasar jantung dan membentuk epikardium (pericardium visceral) yang menutupi permukaan jantung (Gambar 25). Kantung perikardial menyatu dengan diafragma bagian bawah oleh ligamen. Antara membaran parietal dan visceral terdapat ruang yang disebut rongga perikardial yang berisi 5 sampai 30 ml cairan perikardiar yang dikeluarkan oleh pericardium serosa. Cairan ini berfungsi melumasi membran dan memungkinkan jantung mengurangi gesekan saaat berdenyut.
Perikarditis (peradangan pada perikardium) memungkinkan perikardium menjadi kasar dan menghasilkan gesekan yang menyakitkan setiap kali jantung berdenyut. Selain mengurangi gesekan, perikardium membatasi jantung dari organ dada lain dan memungkinkan ruang untuk memperluas, namun menolak ekspansi yang berlebihan.
Dinding Jantung
Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan, yaitu epikardium, miokardium, dan endocardium.
Epikardium (perikardium viseral) adalah membran serosa pada permukaan jantung. epicardium terutama tersusun oleh epitel skuamosa sederhana di bagian atas ehlapisan tipis jaringan areolar. Di beberapa tempat mengalami penebalan oleh lapisan jaringan adiposa, sedangkan di daerah lain itu bebas lemak. Cabang-cabang terbesar dari pembuluh darah koroner melalui epikardium tersebut
. Ruang Jantung
Jantung memiliki empat ruang, Dua ruang di kutub superior (basis) jantung yaitu atrium kanan dan atrium kiri. Atrium berdinding tipis, menerima darah yang kembali ke jantung dari pembuluh darah besar. Sebagian besar massa masing-masing atrium adalah di sisi posterior jantung, sehingga hanya sebagian kecil terlihat dari pandangan anterior.
Dua ruang di bawah atrium adalah ventrikel kanan dan kiri. Ventrikel adalah pompa yang mengeluarkan darah ke dalam arteri agar tetap mengalir ke seluruh tubuh.
.
SIKLUS JANTUNG
Siklus jantung mencakup fase kontraksi dan relaksasi. fase Kontraksi dikenal sebagai sistol dan relaksasi disebut diastole. Fase-fase ini diilustrasikan pada Gambar 31. Ventrikel mengalami relaksasi ketika atrium berkontrak, dan atrium mengalami relaksasi ketika ventrikel berkontraksi. Ketika kedua atrium dan ventrikel relaksasi di antara denyutan, darah mengalir ke atrium dari vena besar yang mengarah ke jantung dan ke dalam ventrikel. Kemudian, atrium berkontraksi (atrial systole), memaksa lebih banyak darah ke dalam ventrikel sehingga dipenuhi darah. Segera setelah itu, terjadi kontraksi ventrikel. Ketika ventrikel mengalami sistol, tiba-tiba menghasilkan tekanan darah tinggi dalam ventrikel, dan tekanan darah ini menutup kedua katup atrioventrikular dan membuka kedua katup semilunar, darah dipompa ke dalam arteri yang menuju jantung, dikuti diastol pada ventrikeli, memungkinkan katun antrioventrikel membuka secara bersamaan bersamaan, katup semilunar dekat karena tekanan darah yang lebih besar dalam arteri. Siklus jantung kemudian diulang.
UJI Kemampuan
Mengapa dinding ventrikel kanan lebih tebal dari dinding ventrikel kiri???
STRUKTUR PEMBULUH DARAH Jenis Pembuluh Darah
Terdapat tiga jenis pembuluh darah arteri, kapiler, dan vena. Mereka membentuk sistem tertutup berbentuk tabung yang membawa darah dari jantung ke sel-sel tubuh dan kembali ke jantung. Tabel 5 menunjukkan perbandingan di antara pembuluh darah.
Tabel Perbandingan antara Vena, Arteri, dan kapiler Tipe Pembuluh
Darah
Fungsi Struktur
Vena Membawa darah dari kapiler di seluruh tubuh ke jantung
Dinding tipis, banyak terdapat katup mencegah darah kembali
Arteri Membawa darah dari jantung ke kapiler di seluruh tubuh
Dinding tebal untuk menahan tekanan darah Kapiler Pertukaran materi antara pembuluh
darah dan jaringan
Ukuran kecil/
mikroskopis, tersusun dari satu lapisan
endotelium
Gambar . Perbandingan Dinding arteri dan Vena (Saladin, 2009)
Gambar 35. Jaringan kapiler (Seeley, 2009)
Aliran darah dalam kapiler dikendalikan oleh otot sfingter prekapiler yang berupa serat otot polos yang melingkari dasar kapiler di persimpangan arteri-kapiler. Kontraksi sfingter prekapiler menghambat aliran darah ke jaringan kapiler tersebut. Relaksasi sfingter memungkinkan darah mengalir ke dalam jaringan kapiler untuk menyediakan oksigen dan nutrisi untuk sel-sel jaringan. Ketika beberapa jaringan kapiler diisi dengan darah, yang lain tidak. Jaringan kapiler menerima darah sesuai dengan kebutuhan sel-sel yang mereka layani.
Sebagai contoh, selama latihan fisik darah dialihkan dari jaringan kapiler dalam saluran pencernaan untuk mengisi jaringan kapiler di otot rangka. Pola distribusi darah sebagian besar terbalik setelah makan.
Pertukaran Bahan
Pertukaran yang terus-menerus bahan antara darah dan jaringan sel sangat penting bagi kehidupan. Sel membutuhkan oksigen dan nutrisi untuk melakukan fungsi metabolisme mereka, dan mereka menghasilkan karbon dioksida dan limbah metabolik lainnya yang harus dikeluarkan oleh darah. Sel-sel jaringan yang diselimuti lapisan tipis cairan ekstraseluler yang disebut cairan interstitial, atau cairan jaringan, yang mengisi ruang jaringan dan terletak di antara sel jaringan dan kapiler. Oleh karena itu, semua bahan yang lolos antara darah dan jaringan sel harus melewati cairan interstitial. Zat terlarut seperti oksigen dan nutrisi dari darah berdifusi dalam kapiler ke dalam cairan interstitial dan dari cairan interstitial -sel tubuh. CO2 dan limbah metabolik berdifusi ke arah yang berlawannan.
Beberapa kapiler bergabung membentuk venula. Venula terkecil hanya terdiri dari endotelium dan jaringan ikat, tetapi venula yang lebih besar juga mengandung jaringan otot polos.
Venula bersatu untuk membentuk pembuluh darah kecil. Vena kecil bergabung membentuk vena semakin besar seperti darah dikembalikan ke jantung. Vena yang lebih besar, terutama di kaki dan tangan, mengandung katup yang mencegah aliran balik darah dan membantu kembalinya darah ke jantung. Karena hampir 60% dari volume darah berada dalam pembuluh darah, vena dapat dianggap sebagai area penyimpanan darah yang dapat dibawa ke bagian lain dari tubuh pada saat dibutuhkan. Sinusoid vena di hati dan limpa sangat penting. Jika darah hilang oleh perdarahan, baik volume darah maupun tekanan darah mengalami penurunan. Sebagai tanggapan hal tersebut, sistem saraf simpatik mengirimkan impuls untuk mengerut dinding otot pembuluh darah, yang mengurangi volume vena dan mengkompensasi kehilangan darah. Sebuah respon yang sama terjadi selama aktivitas otot berat untuk meningkatkan aliran darah ke otot rangka.
Darah beredar karena perbedaan tekanan darah. Darah mengalir dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah. Tekanan darah adalah terbesar dalam ventrikel dan terendah di atrium. Gambar 36. menunjukkan penurunan tekanan darah dalam rangkaian sistemik dengan peningkatan jarak dari ventrikel kiri. Kontraksi ventrikel menciptakan tekanan darah yang mendorong darah melalui arteri. Namun, tekanan menurun sebagai di yang lebih kecih hingga ke kapiler. Penurunan tekanan darah terjadi karena luas penampang keseluruhan arteri gabungan sangat meningkat seirnging dengan banyaknya percabangan arteri. Saat darah meninggalkan kapiler dan memasuki vena, ada tekanan darah yang sangat sedikit yang tersisa untuk kembali darah ke jantung. Kembalinya darah vena dibantu oleh tiga kekuatan tambahan:
kontraksi otot skeletal, gerakan pernapasan, dan gavitasi. Kontraski dari otot rangka menekan pembuluh darah, memaksa darah mengalir dari satu segmen ke segmen yang lain dan menuju jantung karena katup mencegah aliran balik darah. Metodi pergerakan tersebut terjadi di pembuluh darah vena menuju jantung sangat pentinglah terutama untuk mengalirkan darah dari lengan dan kaki ke jantung.
.
Gambar. Tekanan Darah menurun seiring menjauhnya pembuluh darah dari ventrikel kiri (Seeley, 2009)
Kecepatan Aliran Darah
Kecepatan aliran darah berbanding terbalik dengan luas penampang keseluruhan pembuluh darah. Oleh karena itu, kecepatan semakin menurun seiring meningkatnya jumlah pembuluh darah arteri sampai di kapiler. Kecepatan semakin meningkat pada vena dalam perjalanan membawa darah kembali ke jantung.
Aliran darah yang tercepat di aorta dan paling lambat dalam kapiler, situasi yang ideal menyediakan sirkulasi darah yang cepat dan waktu yang cukup untuk pertukaran bahan antara darah di kapiler dan sel-sel jaringan.
Tekanan darah
Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut 120 /80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut tekanan sistole. Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastole. Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring. Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada yang dewasa.
Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari. Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu dikatakan mengalami masalah darah tinggi. Penderita darah tinggi mesti sekurang-kurangnya mempunyai tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat.
Faktor faktor yang mempengaruhi tekanan darah pada umunya adalah aktivitas atau pola hidup masyarakyat.
1. Keturunan: jika pada tahap sistesis protein dalam tubuh seseorang mengalami
kesalahan misalnya terjadi pada gen pembawa sifat jantung, kemungkinan besar kesalahan tersebut akan diturunkan ke keturunannya.
2. Usia dan jenis kelamin, pada kasus usia Prevalensi hipertensi sebesar 29% pada usia 25- 44 tahun, pada usia 45-64 tahun sebesar 51% dan pada usia > 65 tahun sebesar 65%.
Dibandingkan usia 55-59 tahun, pada usia 60-64 tahun terjadi peningkatan risiko hipertensi sebesar 2,18 kali, usia 65-69 tahun 2,45 kali dan usia > 70 tahun 2,97 kali
3. Aktivitas fisik seseorang: aktivitas fisik yang teratur dapat menurunkan atherosclerosis yang merupakan salah satu penyebab hipertensi. Selain itu, aktivitas fisik teratur dapat menurunkan tekanan sistolik sebesar 10 mmHg dan tekanan diastolik 7,5 mmHg.
4. Perilaku Konsumsi Diet Tidak Sehat (Obesitas: OBESITAS menjadi faktor risiko berbagai penyakit, antara lain hipertensi. Orang dengan obesitas berisiko 2,21 kali mengalami hipertensi. Hipertensi merupakan faktor risiko timbulnya penyakit jantung dan pembuluh darah.
5. Merokok: Tiap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia, dan hampir 200 diantaranya beracun dan jenis yang dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Racun utama pada rokok adalah sebagai berikut : Nikotin. Komponen ini paling banyak dijumpai di dalam rokok. Nikotin merupakan alkaloid yang bersifat stimulant dan pada dosis tinggi beracun.Nikotin bekerja secara sentral di otak dengan mempengaruhi neuron dopaminergik yang akan memberikan efek fisiologis seperti rasa nikmat, tenang dan nyaman dalam sesaat. Karbonmonoksida (CO). Gas CO mempunyai kemampuan mengikat hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah, lebihkuat dibandingkan oksigen, sehingga setiap ada asap tembakau, disamping kadar oksigen udara yang sudah berkurang, ditambah lagi sel darah merah akan semakin kekurangan oksigen karena yang diangkut adalah CO dan bukan oksigen
6. Perilaku Mengkonsumsi Garam Berlebih
Konsumsi garam yang kurang maupun berlebih tidak baik bagi kesehatan tubuh.Konsumsi garam kurang Dapat menyebabkan natrium dalam sel rendah, sehingga fungsi natrium untuk menahan cairan dalam selterganggu, maka tubuh dapat mengalami dehidrasi dan kehilangan nafsu makan. Konsumsi garam berlebih Akan meningkatkan jumlah natrium dalam sel dan mengganggu keseimbangan cairan. Masuknya cairan ke dalam sel akan mengecilkan diameter pembuluh darah arteri sehingga jantung harus memompa darah lebih kuat yang berakibat meningkatnya tekanan darah. Peningkatan tekanan darah berpengaruh pada peningkatan kerja jantung, yang akhirnya akan meningkatkan risiko mengalami serangan jantung dan stroke
7. Kebiasaan konsumsi alcohol
Alkohol memicu hipertensi pada seseorang atau memperparah gejala yang sudah ada.
Pasalnya, alkohol dapat mempersempit pembuluh darah, yang dapat berujung pada kerusakan pembuluh darah dan organ dalam tubuh. Untuk menjaga tekanan darah berada dalam angka yang normal, batasi konsumsi alkohol per hari
Uji kemampuan:
Mengapa pada umunya tekanan dijadikan sebagai indikator kesehatan seseorang ??
Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah manusia dikendalikan oleh organ jantung yang berguna untuk memompa darah agar mampu mengalir ke semua tubuh. Saat otot jantung berelaksasi, jantung dalam keadaan mengembang, volumenya besar, dan tekanannya kecil.
Berdasarkan cara kerjanya sistem peredaran darah dibagi menjadi dua, yaitu peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.
1) Peredaran darah Kecil
Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan lagi lagi ke jantung. Urutannya adalah Jantung (bilik kanan) > Arteri pulmonalis > paru-paru > vena pulmonalis > jantung (serambi kiri). Pada saat darah berada di paru-paru, terjadi pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) secara difusi. Oksigen dari udara berdifusi ke darah, sedangkan karbon dioksida dari darah berdifusi ke udara. Darah yang meninggalkan paru-paru kaya akan oksigen. Setelah itu darah masuk ke atrium kiri melalui vena pulmonalis
2) Peredaran Darah Besar
Peredaran darah besar adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik kiri jantung lalu diedarkan ke semua jaringan tubuh. Urutannya adalah Jantung (bilik kiri) > Aorta > seluruh tubuh > vena cava > jantung (serambi kanan). Pada saat darah berada di pembuluh kapiler, terjadi pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2). Oksigen dari darah berdifusi ke sel-sel tubuh sedangkan karbon dioksida dari sel-sel tubuh berdifusi ke dalam darah. Kemudian darah yang miskin oksigen dan kaya karbondioksida menuju pembuluh vena. Darah dari tubuh bagian atas menuju atrium kanan melalui pembuluh vena besar atas (vena cava superior) sedangkan darah dari tubuh bagian bawah masuk ke atrium kanan melalui pembuluh vena besar bawah (vena cava inferior).
Gambar Peredaran Darah pada Manusia https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id
KELAINAN DAN GANGGUAN PADA SISTEM SIRKULASI
Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh kita yang selalu bekerja tiada henti dapat mengalami kelainan atau penyakit. Misalnya saja, kelainan dan penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah tubuh. Di bawah ini dapat kalian simak beberapa contoh kelainan dan penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia.
1. Penyakit pada Sistem Peredaran Darah
Jika sistem peredaran darah mengalami gangguan, maka akan berdampak pada fungsi tubuh secara menyeluruh. Fungsi utama dari sistem sirkulasi adalah untuk memasok oksigen, hormon, dan nutrisi penting lainnya ke sel-sel tubuh dan jaringan. Kelainan dan penyakit pada sistem sirkulasi manusia Antara lain:
a. Anemia
Anemia merupakan suatu keadaan kekurangan eritrosit (Hemoglobin). Kekurangan hemoglobin menyebabkan suplai oksigen ke jaringan menurun sehingga dapat mengganggu fungsi kerja sel. Gejala anemia antara lain di tandai dengan muka pucat, cepat lelah, sakit kepala, timbulnya titik-titik hitam pada mata, jantung berdebar-debar, dan bertambahnya kecepatan denyut nadi di pergelangan tangan.
b. Talasemia
Talasemia merupakan suatu kelainan pada eritrosit yang berakibat sel tersebut mudah rapuh dan cepat rusak. Talasemia termasuk penyakit keturunan yang dapat terjadi pada
perempuan maupun laki-laki.
c. Leukemia
Leukemia atau kanker darah merupakan suatu penyakit yang di sebabkan oleh kelebihan produksi leukosit. Leukemia terjadi akibat sumsum tulang atau jaringan limpa bekerja secara tidak normal sehingga produksi leukosit menjadi berlipat ganda, sedangkan produksi eritrosit dan trombosit menurun. Pada saat demikian, jumlah leukosit dapat mencapai 500.000 sel per mm3.
d. Agranulositosis
Agranulositosis merupakan kebalikan dari leukemia yang berakibat pada menurunnya daya tahan terhadap penyakit. Penyakit ini dapat menyebabkan seorang pasien meninggal karena infeksi yang tidak dapat ia lawan.
e. Hemofilia
Hemofilia merupakan suatu penyakit yang berakibat sukarnya darah membeku ketika terjadi pendarahan. Hemofilia termasuk penyakit keturunan yang terjadi hampir pada semua keturunan berjenis kelamin laki-laki.
f. Hipertrofi
Hipertrofi merupakan suatu keadaan yang menyebabkan menebalnya otot-otot jantung.
Kelainan ini terjadi akibat katup-katup jantung tidak berfungsi secara wajar sehingga jantung tidak bekerja secara esktra agar darah terus mengalir. Pada waktu tertentu, jantung tidak dapat lagi memberi cukup oksigen kepada jaringan.
g. Jantung coroner
Jantung koroner merupakan penyakit jantung yang di sebabkan oleh tersumbatnya arteri koroner, yaitu pembuluh yang menyuplai darah ke jantung. Penyumbatan pembuluh tersebut dapat terjadi karena adanya endapan lemak, terutama berupa kolesterol pada lapisan dalam dinding pembuluh. Penyumbatan pembuluh arteri demikian di kenal dengan istilah arteriosklerosis.
h. Embolisme coroner
Embolisme koroner merupakan suatu keadaan yang menyebabkan arteri koroner terisi oleh bekuan darah secara mendadak. Bekuan darah berasal dari bagian tubuh lain yang terbawa oleh aliran darah ke arteri koroner. Jika seluruh arteri terisi (tersumbat), maka dapat menyebabkan kematian.
i. Varises
Varises merupakan suatu pelebaran pada pembuluh balik (vena). Varises sering terjadi pada bagian bawah tubuh. Hemaroid atau wasir merupakan varises yang terjadi pada
daerah dubur.
j. Hipertensi
Hipertensi merupakan suatu keadaan yang di tandai dengan tekanan sistoldi atas 150 mmHg atau tekanan diastol di atas 100 mmHg. Hipertensi atau yang di kenal sebagai tekanan darah tinggi di tandai dengan badah lemah, pusing, napas pendek dan palpitasi jantung. Hipertensi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh arteri dan kapiler.jika terjadi pada otak, maka di sebut pendarahan otak.
k. Hipotensi
Hipotensi merupakan suatu keadaan yang di tandai dengan tekanan sistol dan diastolnya di bawah ukuran normal. Tekanan darah ideal adalah 120 mmHg untuk sistol dan 70 atau 80 mmHg untuk diastol. Hipotensi atau tekanan darah rendah di tandai dengan gejala badan cepat lelah, tangan dan kaki terasa dingin, dan mudah pusing ketika bangun dari tidur.
l. Trombus (embolus)
Trombus adalah kelainan pada jantung karena adanya gumpalan di dalam nadi tajuk.
Gumpalan ini menyebabkan penyumbatan di dalam nadi sehingga otot jantung kekurangan makanan dan oksigen. Hal ini, menyebabkan sebagian otot jantung mati sehingga terjadi serangan jantung. Pengobatan dapat dilakukan dengan tekhnik angioplasty yaitu teknik dimana suatu balon yang tipis dan panjang dimasukkan kedalan pembuluh darah yang menyempit, kemudian balon itu ditiup menggelembung dengan tekanan tinggi sehingga melebarkan pembuluh darah.
m. Angina
Penyakit pada peredaran darah yang pertama adalah angina yang ditandai dengan berat dan berulang ketidaknyamanan dada dan nyeri, disebabkan karena kurangnya pasokan darah atau suplai oksigen pada otot jantung. Pada dasarnya, itu diwujudkan sebagai komplikasi yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah. Angina sering dianggap sebagai tanda peringatan serangan jantung yang akan datang. Jadi, sesegera mungkin menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
n. Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah penyakit sistem peredaran darah, akibat akumulasi deposit lemak dalam dinding pembuluh darah, terutama arteri. Dengan kata lain, arteri terutama dipengaruhi oleh aterosklerosis. Selama periode waktu, arteri mengeras dan dinding kehilangan elastisitasnya. Komplikasi aterosklerosis termasuk penyakit jantung dan serangan jantung.
o. Kardiomiopati
Penyakit dan gangguan sistem peredaran darah termasuk kardiomiopati, yang disebabkan karena melemahnya otot jantung atau miokardium. Pada tahap awal, otot-otot ventrikel atau otot ruang jantung yang lebih rendah terpengaruh. Jika tidak diobati, menyebar ke otot-otot jantung atas. Dalam kasus yang parah, kardiomiopati dapat menyebabkan gagal jantung kongestif dan bahkan menyebabkan kematian.
p. Cacat jantung bawaan
Cacat jantung bawaan muncul pada saat lahir dan bisa ringan atau berat. Janin mungkin menunjukkan perkembangan yang tidak lengkap atau organ jantung tidak normal (abnormal), menyebabkan gejala seperti murmur jantung pada bayi. Penyebab pasti penyakit jantung bawaan tidak diketahui. Dalam beberapa kasus, masalah genetik menyebabkan cacat ini, sementara yang lain berkembang tanpa alasan apapun.
q. Kolesterol tinggi
Kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia ditandai dengan meningkatnya kolesterol. Ada dua jenis utama dari kolesterol, yaitu low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dan high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik. Tingginya kadar kolesterol jahat (LDL) meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
r. Serangan jantung
Myocardial infarction (MI) adalah istilah teknis untuk serangan jantung. Serangan jantung sering menyerang banyak orang, dan ini adalah salah satu contoh penyakit yang mengganggu peredaran darah. Serangan jantung dapat terjadi ketika suplai darah terhenti atau terputus dari jantung, biasanya disebabkan oleh gumpalan darah. Beberapa serangan jantung kecil, tetapi yang lain bisa mengancam jiwa.
s. Stroke
Penyakit pada peredaran darah yang juga sering menyerang adalah stroke. Penyakit ini dapat terjadi ketika salah satu pembuluh yang mengarah ke otak tersumbat oleh gumpalan darah atau pecah. Ini menghentikan aliran darah dan mencegah oksigen masuk ke otak.
2. Teknologi Sistem Peredaran Darah Manusia
Banyak orang yang mengalami gangguan-gangguan pada sistem peredaran darah. Dengan kemajuan teknologi ada beberapa penemuan yang dapat membantu dalam hal pengambilan tindakan untuk proses penyembuhan segala jenis gangguan dan kerusakan pada sistem peredaran darah pada tubuh manusia.
Diantaranya adalah sebagai berikut ini.
a. Elektrokardiograf (ECG)
Penemuan pertama teknologi dari sistem peredaran darah manusia yang digunakan dalam dunia klinis ini adalah elektrokardiograf atau ECG. Elektrokardiograf ini memiliki fungsi guna mengetahui struktural dari sistem peredaran darah manusia, mendiagnosis akan adanya sebuah gumpalan darah di dalam aliran pembuluh darah, arah aliran darah dalam tubuh.
b. Angioplasti
Penemuan yang kedua akan adanya teknologi dari sebuah sistem peredaran darah manusia yang digunakan dalam dunia kesehatan adalah angioplasti. Bilamana Anda mengalami masalah atau gangguan Iskemia yang disebabkan oleh penyempitan maupun tersumbatnya aliran peredaran darah karena tertimbun banyaknya lemak maupun zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, maka Anda dapat memilih menggunakan metode penyembuhan dengan memanfaatkan salah satu dari penemuan teknologi sistem peredaran darah manusia yaitu angioplasti.
c. Transplantasi jantung
Merupakan salah satu tindakan medis yang perlu diambil apabila seseorang mengalami kerusakan pada bagian jantung. Caranya adalah dengan mencari seseorang yang mau mendonorkan jantung miliknya pada seseorang yang akan melakukan transplantasi jantung tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah tidak semua jenis jantung akan sama dengan penerima donor jantung tersebut. Oleh sebab itu, sebelum mendonorkan jantung, maka cek terlebih dahulu apakah jantung pendonor akan sama dengan jantung penerima donor jantung tersebut.
d. Terapi gen
Menjadi salah satu pengobatan klinis yang mengatasi masalah pada sistem peredaran darah manusia. Dengan bantuan teknologi tertentu, maka segala masalah tentang medis terutama masalah pada peredaran darah manusia ini akan dapat disembuhkan.Dengan adanya kemajuan dari teknologi sistem peredaran darah manusia ini pun menjadikan salah satu metode klinis untuk menyembuhkan beragam jenis penyakit dalam aliran darah manusia.
e. Operasi By Pass Jantung
Merupakan Operasi yang biasanya dilakukan ke penderita penyumbatan pembuluh darah, dan penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK). Operasi ini bertujuan untuk mengembalikan pasokan darah ke jantung dengan cara membuat saluran baru supaya aliran darah ke jantungnya lancar.
f. Scanning Radioactive
Yaitu pemindaian sistem peredaran darah dengan menggunakan bahan radioaktif. Langkah memilih tindakan scanning radio active yang menjadi salah satu dari penemuan teknologi sistem peredaran darah manusia ini sangat tepat apabila seorang pasien mengalami masalah yang cukup serius pada bagian sistem peredaran darah terbuka yang terfokus pada bagian jantung.
Dengan melakukan tindakan scanning radioactive ini maka dokter ahli dapat mengetahui tentang adanya gangguan gangguan yang mungkin dialami oleh pasien terutama pada bagian jantung. Langkah pertama yang diambil oleh dokter adalah dengan menyuntikkan cairan radioactive ke dalam tubuh pasien dan kemudian dokter akan menganalisis dari reaksi pasien yang telah disuntik cairan radioaktif.
g. Pacemaker
Merupakan sebuah penemuan teknologi sistem peredaran darah manusia yang terakhir digunakan dalam metode penyembuhan dari gangguan dan kerusakan sistem peredaran darah dalam tubuh manusia. Pacemaker sendiri merupakan sebuah alat bantu untuk detak jantung manusia yang kemudian alat tersebut dipasangkan ke dalam organ jantung manusia sehingga pacemaker ini membantu pasien untuk tetap dapat mengalirkan aliran darah ke seluruh tubuh secara sempurna meskipun dengan kondisi jantung yang bermasalah. Jadi, alat pacemaker ini menggantikan peran jantung dalam hal memompa peredaran darah dalam tubuh.
2. 4 FORUM DISKUSI
1. Anda telah mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah yang merupakan bagian dari system peredaran darah manusia. Carilah informasi tentang gangguan yang dapat terjadi pada jantung dan pembuluh darah, serta buatlah analisis berdasarkan fungsi organ tersebut dan akibat yang dapat ditimbulkannya.
2. Seorang pasien memeriksakan dirinya ke dokter dengan gejala sakit kepala dan pusing.
Setelah diperiksa, ternyata kadar eritrosit di dalam darahnya sebesar 5,9 juta sel/ml.
kemudian dokter juga mengatakan bahwa aliran darahnya menjadi lambat. Diskusikan dengan temanmu tentang kelainan yang dialami pasien tersebut dan mengapa aliran darahnya menjadi lambat?
3. Apa yang terjadi jika orang yang bergolongan darah A mendonorkan darahnya kepada orang bergolongan darah B? Mengapa demikian?
4. Saat terjatuh kita sering mengalami luka dan mengeluarkan darah. Namun, keluarnya darah ini tidak berlangsung lama karena dengan cepat darah akan membeku dan menutupi luka. Coba jelaskan prosesnya!
3. PENUTUP 3.1 RANGKUMAN
1. Sistem peredaran darah pada manusia melibatkan jantung dan pembuluh darah.
2. Jantung berfungsi untuk memompa darah. Jantung terdiri atas 4 ruangan, yaitu serambi (atrium) kiri dan serambi (atrium) kanan serta bilik (ventrikel) kiri dan bilik (ventrikel) kanan.
3. Pembuluh darah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan kapiler.
4. Peredaran darah pada manusia terdiri atas peredaran darah kecil (peredaran darah pulmonari) dan peredaran darah besar (peredaran darah sistemik). Sistem peredaran darah kecil dimulai darah dari jantung mengalir paru-paru, kemudian kembali ke jantung.
Sementara peredaran darah besar, darah yang berasal dari jantung menuju seluruh tubuh kemudia kembali lagi ke jantung.
5. Darah terdiri atas plasma darah dan sel darah. Sebagian plasma darah terdiri atas air dan bahan-bahan yang terlarut, seperti protein, karbohidrat, lemak, hormon, garam mineral.
6. Fungsi plasma darah adalah:
1) Mengangkut limbah
2) Menjaga keseimbangan cairan tubuh 3) Membantu proses pembekuan darah 4) Menjaga suhu tubuh
5) Membantu melawan infeksi
6) Menjaga keseimbangan asam dan basa
7. Sel darah merah (eritrosit) merupakan komponen sel darah yang berperan dalam pengangkutan O2 ke sel-sel tubuh/sel-sel jaringan tubuh dan mengikat kembali gas CO2
menuju paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh.
8. Sel darah putih (leukosit) adalah komponen sel darah yang berfungsi melacak kemudian melawan mikroorganisme atau molekul asing penyebab penyakit atau infeksi, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasite. Sel darah putih secara garis besar dikelompokkan menjadi dua, yaitu granulosit dan agranulosit.
9. Keping-keping darah (trombosit) adalah bagian sel-sel darah yang berperan dalam proses pembekuan darah (aglutinasi).
10. Penggolongan darah sistem AB disusun berdasarkan ada tidaknya molekul aglutinogen dan aglutinin dalam sel darah. Darah manusia memiliki golongan darah A, B, AB dan O.
Golongan darah O disebut donor universal, sedangkan golongan darah AB disebut resipien universal.
3.2.TES FORMATIF
1. Hasil laboratorium Nyonya Ria terlihat pada tabel berikut ini:
Komponen sel Jumlah sel per
mm³
Has il L a b .
Eritrosit 4 - 5 juta/ mm³ 3
j u t a / m m
³
Leukosit 5 – 10 ribu/ mm³ 8.00
0 / m m
³
Trombosit 150.000 –
350.000/mm³
300.
0 0 0 / m m
³ Dari hasil laboratorium, Nyonya Ria diduga menderita penyakit….
A. Anemia C. talasemia E. hemofilia
B. Leukimia D. Demam berdarah
2. Amati gambar di atas, fungsi sel yang terdapat pada gambar di samping adalah...
A. Pertahanan pertama pada invasi bakteri B. Menyerang parasit internal seperti cacing C. Menghasilkan heparin dan histamin
D. Menghasilkan antibodi yang beredar dalam darah E. Membentuk makrofag
3. Seseorang mempunyai golongan darah B, ditransfusi dengan darah seseorang yang bergolongan darah O, maka ….
A. Terjadi aglutinasi, karena darah donor mengandung aglutinin α dan β, darah resipien mengandung aglutinin α
B. Terjadi aglutinasi karena darah resipien mengandung aglutinin α dan β C. Tidak akan terjadi aglutinasi karena darah resipien tidak mengandung α dan β D. Tidak akan terjadi aglutinasi karena donor dan resipien masing-masing
mengandung aglutinogen β.
E. Tidak akan terjadi aglutinasi karena darah donor tidak mengandung aglutinogen
4. Pemerintah sedang melakukan sensus golongan darah pada pasangan muda yang baru menikah di kelurahan A. Hasil sensus tersebut sebagai berikut :
Keluarga Suami Istri
I A - AB -
II O + AB -
III AB + O +
IV B - AB +
V B + B -
Menurut pendapatmu, keluarga yang kemungkinan mempunyai anak lahir terkena penyakit eritroblastosis fetalis adalah….
A .II dan III B I dan IV C. III dan IV D. II dan V E. I dan II
5. Dua orang laki-laki mengalami kecelakaan di jalan raya. Hal tersebut menyebabkan dua orang laki-laki tersebut kekurangan darah yang cukup banyak. Sehingga dua orang laki-laki membutuhkan pendonor yang dapat mentransfusikan darah. Dua orang laki-laki, masing-masing mempunyai golongan darah A dan B. Jika terdapat seorang pendonor yang bergolongan darah O, dan dapat mentransfusikan darahnya ke dua orang laki-laki yang mengalami kecelakaan tersebut. Maka, pernyataan yang benar sesuai dengan informasi di atas adalah ....
A. Golongan darah A dan B dapat menerima darah dari golongan darah O karena tidak mempunyai aglutinin β dan α
B. Golongan darah A dan B dapat menerima darah dari golongan darah O karena mempunyai satu aglutinogen yaitu B
C. Golongan darah O dapat ditransfusikan ke golongan darah A dan B karena tidak mempunyai agglutinin
D. Golongan darah A dapat ditransfusikan ke golongan darah B karena tidak mempunyai aglutinogen
E. Golongan darah O dapat ditransfusikan ke golongan darah A dan B karena tidak mempunyai aglutinogen
.
3.3 DAFTAR PUSTAKA
http//: google, com
Mader, S.S. and Windelspecth, M. (211). Human Biology. Twelept Edition. New York: The McGrawHill Company.
Mader, S. (2004). Understanding Human Anatomy and Physiology. Fifth Edition. New York: The McGrawHill Company.
Martini, F.H. Nath, J.L. Bartholomew, E.F. (2012) Fundamental Anatomy Physiology.
Ninth Edition. Boston: Benjamin Cumings.
Rizzo, D. (2009) Fundamental of Anatomy Physiology. third edition. New York: Delmar Cencage Learning.
Saladin, K. (2009). Anatomy and Physiology: The Unity of Form, and Function 5th Edition. New York: McGraw Hill Company.
Sheir. Butler. Lewis. ( 2001). Human Anatomy and Physiology. New York: The McGraw Hill Company.
Stanley, E. G. (2009). Anatomy & Physiology with Integrated Guide. Boston: McGraw Hill Education.