14
SMA NEGERI 3 LAMONGAN Akh. Kusnan
Guru BK SMA Negeri 3 Lamongan
Abstract: The purpose of this development is to generate and save Guidance Social Skills useful, easy to use and understand, and accurate in accordance with the developmental tasks for students of SMA "This research is the development of the adopted measures the development of Borg and Gall (1983) which consists of the planning stage, the stage of product development and test phase "subject test is expert guidance and prospective users of the product" Data collected through the assessment format expert testing and test potential users of the product in the form of a scale of assessments
"analysis of the data used is the analysis of quantitative data by percentage analysis and qualitative data with descriptive analysis "the product resulting from this development is the Package guidance social skills for students of SMK consisting of (1) guide Package guidance social skills for counselors;
and (2) guidance material skills of social communication for students, consisting of five topics: open up, express feelings verbally and nonverbally
Keywords: Social Guidance Package
A. PENDAHULUAN
Kondisi kurangnya penguasaan peserta didik SMA Negeri 3 Lamongan terhadap kompetensi sosial terlihat dari masalah yang timbul akibat konseli melakukan interaksi sosial yang salah, akibat konseli tidak mampu melakukan hubungan sosial, menyebabkan peserta didik kesulitan dalam penyesuaian dengan lingkungan sekitarnya. Dalam realitas, penyesuaian sosial merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai oleh peserta didik. Jika tidak segera diatasi, akan berpengaruh pada optimalisasi perkembangannya. Oleh sebab itu, konselor perlu membantu peserta didik untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi sosial. Upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut konseli, agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya yang menyangkut aspek sosial. Konseli sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian.
Untuk mencapai kematangan tersebut, konseli memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan
konseli tidak selalu berlangsung secara mulus, atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-nilai yang dianut.
Kompetensi sosial menjadi modal yang mengarahkan seseorang pada pembentukan mental yang optimal. Kematangan emosi berperan dalam pengendalian emosi dan penerimaan diri yang dapat membuat seseorang nyaman berinteraksi yang berdampak pada keberlangsungan interaksi seseorang dengan lingkungan.
Permasalahan perilaku merupakan permasalahan yang bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi (Cartledge & Milburn, 1995).
Kompetensi sosial memiliki keterkaitan dengan permasalahan perilaku, minimnya kompetensi sosial individu akan menyebabkan kecenderungan perilaku-perilaku negatif tinggi.
Kompetensi sosial menurut Kelly (dalam Retno
& Sartini, 2005) diartikan sebagai kompetensi yang diperoleh individu melalui proses layanan bimbingan yang digunakan dalam berhubungan dengan orang lain maupun dengan lingkungan.
Peserta didik SMA Negeri 3 Lamongan yang mengalami permasalahan perilaku memiliki kompetensi sosial yang rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, masalah kurangnya kompetensi sosial peserta didik SMA Negeri 3 Lamongan dapat diatasi melalui
peningkatan mutu pendidikan, khususnya pendidikan formal di sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, masalah pengangguran dapat diatasi melalui peningkatan mutu pendidikan, khususnya pendidikan formal di sekolah.
Peningkatan mutu pendidikan pada jalur pendidikan formal, dapat dilakukan melalui perbaikan peran serta beberapa komponen yang terlibat di dalam sistem pendidikan, di antaranya peran serta komponen bimbingan sosial sebagai bagian pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Di SMA Negeri 3 Lamongan, lazimnya para peserta didik memperoleh layanan bimbingan sosial yang memadai, di antaranya dapat berwujud berbagai informasi berupa paket Bimbingan Sosial bagi Siswa SMA Negeri 3 Lamongan (Grotevant dalam Archer, 1994).
B. METODE
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Gall and Borg, 2003) dengan menggunakan model pengembangan yang diadaptasikan dari model Dick and Carey (2001) yang diuraikan pada gambar 1 sebagai berikut.
Gambar 1. Pengembangan Paket Bimbingan Sosial bagi Peserta Didik SMA Negeri 3
Lamongan yang Diadaptasikan dari Model Dick and Carey (2011)
Berdasarkan model pengembangan paket bimbingan sosial sebagaimana diuraikan pada gambar 1, peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Tahap pertama (pra- pengembangan)
Pada tahap ini dilakukan survei terhadap layanan bimbingan sosial yang berlangsung selama ini, khususnya tentang materi layanan bimbingan sosial bagi peserta didik SMA Negeri 3 Lamongan, yang dilanjutkan dengan analisis materi tersebut.
Selain analisis materi yang dimaksud, juga penerapan need asessment terhadap peserta didik SMA Negeri 3 Lamongan, sebagaimana terdapat dalam Lampiran 1. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam mengembangkan paket bimbingan sosial.
2. Tahap kedua (pengembangan) Pada tahap ini berupa pengembangan paket bimbingan sosial bagi peserta didik
SMA Negeri 3 Lamongan yang meliputi; (a) paket menghadapi masalah secara cerdas, (b) paket menghindari dari pengaruh buruk, dan mengenal ragam sosial, dan (c) paket memilih lingkungan yang positif sehingga menumbuhkan pribadi yang sehat fisik dan mental yang pada akhirnya dapat belajar secara optimal.
3. Tahap ketiga (pasca- pengembangan)
Tahap ini merupakan tahap pascapengembangan, yang terdiri dari tahap uji coba 1 dan uji coba 2. Hasil akhir tahap ini adalah berupa produk paket bimbingan sosial bagi peserta didik SMA Negeri 3 Lamongan yang memenuhi tiga kriteria
1. Prapengembangan:
Survei dan Analisis Konseptual
2. Pengembangan:
Penyusunan Draft Paket Bimbingan Sosial
3. Pascapengembangan
A. Uji Coba 1 (tahap 1) Uji Ahli Isi
Materi Bimbingan Sosial
B. Uji Coba (tahap 2) Penilaian Kelompok Kecil
Materi Bimbingan Sosial
Revisi 2 Produk Akhir Revisi 1
yaitu; kegunaan (utility), kelayakan (feasibility), dan ketepatan (accuracy). Berikut ini adalah kualifikasi penilaian dalam pengambilan keputusan merevisi pengembangan paket.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Data yang disajikan adalah hasil tanggapan dan penilaian ahli isi, uji coba kelompok kecil. Pada bagian ini juga disajikan uraian temuan lapangan yang berupa karakteristik subjek. Deskripsi data dan pembahasan dapat ditulis dalam satu bab.
Temuan ini menjadi dasar bagi pembuatan model dan produk pengembangan lainnya.
Dari subjek penelitian dalam kelompok kecil, penulis mengambil sebanyak 4 orang guru bimbingan dan konseling (BK) dari SMA Negeri 3 Lamongan.
Penyajian Data Uji Coba
Data yang dipaparkan secara berurutan adalah data kualitatif berupa tanggapan dari ahli isi dan uji coba kelompok kecil.
1. Sajian Data Hasil Penilaian Uji Ahli Isi Materi
Ahli isi materi bimbingan dan konseling adalah Bapak Dr. Moch. Nursalim, M.Si.
(Ahli 1), beliau adalah dosen bimbingan dan konseling di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan kini masih aktif mengpaket serta Bapak Mulawarman, M.Pd. (Ahli 2), beliau adalah dosen BK di Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Data yang diperoleh dari beliau berupa komentar dan saran terhadap bahan paket bimbingan dan konseling. Berikut adalah sajian data hasil tinjauan ahli isi bahan paket bimbingan dan konseling kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap.
Tabel 4.1. Data Hasil Penilaian Ahli Isi Paket Bimbingan dan konseling Kelas XII IPS 1 Semester Gasal dan Genap Terhadap Aspek Kegunaan
No.
Pernyataan Jumlah Ahli 1
Jumlah Ahli 2
1 Tidak berguna - -
2 Kurang berguna - -
3 Cukup berguna - -
4 Berguna 2 4
5 Sangat berguna 2 -
2. Data Hasil Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil
Berikut ini dipaparkan hasil penilaian terhadap paket Bimbingan Sosial dari 4 guru (kelompok kecil). Empat guru tersebut dari guru BK di SMA Negeri 3 Lamongan.
Tabel 4.4. Data Hasil Penilaian Guru Isi Paket Bimbingan dan konseling Kelas XII IPS 1 Semester Gasal dan Genap Terhadap Aspek Kegunaan
No. Pernyataan Jumlah
(5 guru)
1 Tidak berguna -
2 Kurang berguna -
3 Cukup berguna -
4 Berguna 10
5 Sangat berguna 10
Analisis Data
1. Analisis Kegunaan Paket Bimbingan Sosial dari Ahli Isi
Berdasarkan tabel 4.1. yaitu data hasil penilaian uji ahli isi, maka dibuatlah tabel analisis kegunaan paket Bimbingan Sosial dari ahli isi.
Tabel 4.7. Analisis Kegunaan Paket Bimbingan Sosial dari Ahli Isi.
No. Pernyataan Jumlah Bobot Penilaian
Hasil Akhir
1 Tidak berguna - 1 -
2 Kurang berguna
- 2 -
3 Cukup berguna
- 3 -
4 Berguna 6 4 24
5 Sangat berguna
2 5 10
Jumlah Total 8 34
Rata-rata 34 : 8 = 4,25
Dari tabel 4.7. diperoleh rata-rata 4,25.
Berdasar skala penilaian paket Bimbingan Sosial pada tabel 3.2, maka paket Bimbingan Sosial kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap berada pada tingkat sangat berguna, yang artinya paket ini sangat berguna digunakan untuk para siswa SMA Negeri 3 Lamongan kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap.
2. Analisis Kelayakan Paket Bimbingan Sosial dari Ahli Isi
Berdasarkan tabel 4.5. yaitu data hasil penilaian uji coba kelompok kecil, maka dibuatlah tabel analisis kelayakan paket Bimbingan Sosial dari 4 guru BK.
Tabel 4.11. Analisis Kelayakan Paket Bimbingan Sosial dari Kelompok Kecil.
No. Pernyataan Jumlah Bobot Penilaian
Hasil Akhir
1 Tidak layak - 1 -
2 Kurang layak - 2 -
3 Cukup layak - 3 -
4 Layak 70 4 280
5 Sangat layak 30 5 150
Jumlah Total 100 430
Rata-rata 430 : 100 = 4,30 Dari tabel 4.11. diperoleh rata-rata 4,30.
Berdasar skala penilaian paket Bimbingan Sosial pada tabel 3.2, maka paket Bimbingan Sosial kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap berada pada tingkat sangat layak, yang artinya paket ini sangat layak digunakan untuk para siswa SMA Negeri 3 Lamongan kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap.
3. Analisis Ketepatan Paket Bimbingan Sosial Dari Uji Coba Kelompok Kecil
Berdasarkan tabel 4.6. yaitu data hasil penilaian uji coba kelompok kecil, maka dibuatlah tabel analisis ketepatan paket Bimbingan Sosial dari 4 guru BK.
Tabel 4.12. Analisis Ketepatan Paket Bimbingan Sosial dari Kelompok Kecil.
No. Pernyataan Jumlah Bobot Penilaian
Hasil Akhir
1 Tidak tepat - 1 -
2 Kurang tepat - 2 -
3 Cukup tepat - 3 12
4 Tepat 20 4 80
5 Sangat tepat 10 5 50
Jumlah Total 30 130
Rata-rata 130 : 30
= 4,33
Dari tabel 4.12. diperoleh rata-rata 4,33. Berdasar skala penilaian paket Bimbingan Sosial pada tabel 3.2, maka paket
Bimbingan Sosial kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap berada pada tingkat sangat tepat, yang artinya paket ini sangat tepat digunakan untuk para siswa SMA Negeri 3 Lamongan kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap.
D. Simpulan dan Saran
Pengembang menyimpulkan produk paket bimbingan sosial untuk siswa SMA Negeri 3 Lamongan kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap dapat dipakai sebagai salah satu sumber belajar siswa SMA Negeri 3 Lamongan kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap, terbukti dengan hasil angket dan komentar para ahli yang menyatakan bahwa paket bimbingan sosial untuk siswa SMA Negeri 3 Lamongan kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap sangat berguna, layak, dan tepat. Kelebihan Produk Pengembangan: (a) Paket Bimbingan Sosial telah divalidasi oleh ahli isi dan melalui uji coba kelompok kecil serta revisi (b) Hasil penilaian para ahli dan pengguna buku ini secara keseluruhan menganggap layak untuk digunakan. (c) Isi Paket Bimbingan Sosial yang dikembangkan telah memenuhi teori dan latihan serta tugas- tugas. Maka saran Untuk mengoptimalkan pemanfaatan paket bimbingan sosial ini maka pengembang menyarankan : (a) hendaknya guru BK menggunakan paket bimbingan sosial ini sebagai sumber bahan pembelajaran bimbingan sosial siswa kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap, (b) hendaknya siswa kelas XII IPS 1 semester gasal dan genap menggunakan paket bimbingan sosial ini sehingga dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa.
E. Daftar Rujukan
Ahmadi, Abu & Ahmad Rohani. 1991.
Bimbingan dan Konseling di Sekolah , Jakarta, Rineka Cipta.
Corey, Gerald. 2007. Teori dan Praktik Konseling dan Psikoterapi. Bandung:
Alfabeta.
Danang Sunyoto. 2009. Analisis Regresi dan Uji Hipotesis. Yogyakarta: MedPress.
Departemen Pendidikan Nasional. 2007.
Penataan Pendidikan Profesional Konselor Dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur
Pendidikan Formal. Bandung: PPB FIP UPI.
Depdiknas. 2006. Workshop pelaksanaan KBK SMP di PPGT-VEDC Malang tanggal 14-21 Juli 2006. Malang: PPGT- VEDC Malang.
Depdiknas. 2008. Metode dan Teknik Supervisi. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu, Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
Fuhrmann, B.S. 1990. Adolescence Adolescents 2nd ed. London: Scott, Foresman/Little, Brown Higher Education.
Gall, Gall dan Borg. 2007. Educational Researc: An Introduction. New York:
Allyn and Bacon Inc.
Gladding, ST. 2012. Konseling : Profesi yang Menyeluruh. Jakarta: PT. Indeks Graham, Helen. 2005. The Human Face of
Psychology: Humanistic Psychology in Its Historical, Social and Cultural Contexk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Gunawan, Yusuf. 1991 Pengantar Bimbingan dan Konseling, Bandung : Pustaka.