• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Diagram Alir Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN Diagram Alir Penelitian"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

19 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Diagram Alir Penelitian

(2)

20

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian 3.2. Tempat dan Waktu Penelitian

3.2.1 Tempat Penelitian

a. Pembuatan alat dc casting skala lab

Pembuatan alat DC casting skala laboratorium dibuat di Workshop Teknik Mesin Institut Teknologi Sumatera.

b. Pengecoran

Pengecoran billet aluminium dilakukan di Workshop Teknik Mesin Institut Teknologi Sumatera.

(3)

21 c. Preparasi Material

Preparasi material dilakukan di Laboratorium Manufaktur Institut Teknologi Sumatera.

d. Pengujian struktur mikro dan uji kekerasan.

Pengujian struktur mikro dan pengujian kekerasan dilakukan di Laboratorium Rekayasa Material Institut Teknologi Sumatera.

3.2.2 Waktu Penelitian

Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan selama ± 5 bulan dimulai sejak bulan Februari 2021 hingga bulan Juni 2021, untuk timeline pelaksanaan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.1 Timeline Penelitian

No Kegiatan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul

1 Perumusan Masalah 2 Studi Literatur

3 Desain dan Pembuatan Alat DC Casting 4 Pengecoran Billet

5 Pengujian dan Analisis

6 Pembahasan dan Sidang Akhir

3.3. Alat dan Bahan Penelitian

Penelitian tugas akhir ini terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

3.3.1 Tahap Pengecoran

(4)

22 a. Alat

Thermogun penulis gunakan untuk mengukur temperatur peleburan dan temperatur penuangan. Thermogun yang digunakan merk Benetech tipe infrared.

Gambar 3.2 Thermogun

Furnace yang penulis gunakan merupakan furnace yang terbuat dari bahan semen anti panas dan dapat digunakan menggunakan dua bahan bakar yaitu briket dan gas atau dapat dikombinasikan keduanya.

Gambar 3.3 Furnace

(5)

23

Alat DC Casting yang digunakan merupakan alat DC Casting skala Laboratorium dengan sistem kerja menggunakan stepper motor.

Gambar 3.4 Alat DC Casting

Pompa penulis gunakan untuk mengalirkan air kedalam hot top sebagai pendingin billet.

Gambar 3.5 Pompa Air

Torch dan tabung gas penulis gunakan untuk sistem pembakaran pada furnace.

Gambar 3.6 Tabung Gas dan Torch

(6)

24

Krusibel yang digunakan terbuat dari pipa besi 3 inch dengan ketebalan 5 mm dan pengait yang digunakan menggunakan baja beton (reinforcing bar).

Gambar 3.7 Krusibel dan Pengait b. Bahan

Kampas rem penulis gunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan billet. Sebelum dilakukan peleburan kampas rem terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran serta komposit dan logam lainnya yang dapat mengganggu proses pengecoran.

Gambar 3.8 Kampas Rem Sepeda Motor

(7)

25

3.3.2 Persiapan Material (Material Preparation) a. Alat

Gergaji besi penulis gunakan untuk memotong billet menjadi spesimen berbentuk plat.

Gambar 3.9 Gergaji Besi

Mesin milling penulis gunakan untuk meratakan permukaan plat yang telah dipotong, untuk menghindari perubahan fasa proses milling dilakukan secara hati-hati.

Gambar 3.10 Mesin Milling

(8)

26

Kertas amplas penulis gunakan untuk menghaluskan permukaan spesimen, kertas amplas yang digunakan memiliki nilai kekesaran 80,120,180,800,1000,1200,1500 dan 2000.

Gambar 3.11 Kertas Amplas 80, 120, 180, 800, 1000, 1200, 1500 dan 2000

b. Bahan

Spesimen yang digunakan setelah proses pengamplasan dan menunggu proses etsa.

Gambar 3.12 Spesimen Aluminium

(9)

27

Larutan etsa yang digunakan merupakan larutan HF dengan larutan aquades.

Gambar 3.13 Larutan Etsa

3.3.3 Pengujian Struktur Mikro a. Alat

Trinocular Metalurgical Microscope yang penulis gunakan merk Carl Zeiss Tipe Axiovert A1 MAT, alat ini digunakan untuk mengamati struktur mikro pada spesimen.

Gambar 3.14 Trinocular Metalurgical Microscope [18]

(10)

28 b. Bahan

Spesimen yang digunakan setelah proses proses etsa dan siap dilakukan pengamatan.

Gambar 3.15 Spesimen Uji

3.3.4 Pengujian Kekerasan a. Alat

Alat uji kekerasan yang penulis gunakan merk Zwick Roel ZHU 250 models. Alat ini berfungsi untuk melakukan uji kekerasan dengan menggunakan indentor.

Gambar 3.16 Mesin Universal Hardness Tester Zwick Roel ZHU 250 models [19]

b. Bahan

Spesimen yang penulis gunakan merupakan spesimen yang sama pada uji struktur mikro.

(11)

29

Gambar 3.17 Spesimen Uji Kekerasan

3.4. Tahap Pengecoran

Adapun tahapan dalam pengecoran billet Aluminium menggunakan metode DC Casting sebagai berikut :

a. Membersihkan kampas rem bekas atau sisa potongan kemudian memasukkannya kedalam krusibel.

b. Memanaskan furnace kemudian melakukan peleburan logam kampas dengan variasi temperatur 670° C, 700° C, dan 730° C.

c. Mempersiapkan cetakan dan alat DC Casting dengan melakukan pengaturan kecepatan turun bottom table.

d. Melakukan penuangan sekaligus pendinginan langsung hasil coran.

e. Melakukan pengukuran pada saat temperatur di furnace, pada saat penuangan dan pada bottom side hot top.

f. Menurunkan bottom table hingga mencapai ketinggian billet >100 mm.

g. Melakukan pembongkaran billet dari cetakan.

3.5. Tahap Pengujian 3.5.1 Struktur Mikro

Adapun tahap pengujian struktur mikro pada billet Aluminium sebagai berikut :

a. Menghidupkan kabel plug ke listrik dan tekan tombol on . b. Meletakkan spesimen pada stage specimen.

c. Memfokuskan gambar dengan menggunakan lensa objektif dengan perbesaran terkecil.

(12)

30

d. Mengatur posisi lampu kondenser dan Atur unit lampu iluminasi secara benar.

e. Mengatur intensitas cahaya lampu seperlunya.

f. Memfokuskan posisi spesimen dengan lensa objektif secara tepat dengan memutar fine adjusting handle.

g. Untuk pengamatan saja tekan kedalam light-path changeover lever, sedangkan untuk memotret tarik keluar.

h. Dalam pengambilan gambar, memastikan tidak ada getaran yang terjadi pada saat itu.

3.5.2 Uji Kekerasan

Adapun tahapan uji kekerasan pada billet Aluminium sebagai berikut a. Menyiapkan permukaan benda kerja yakni dengan meratakan kedua

permukaan benda kerja menggunakan grinding polishing.

b. Menyiapkan perangkat komputer dan alat Universal Hardness Testing.

c. Menghidupkan PC, pastikan komputer siap.

d. Selanjutnya Menghidupkan alat Universal Hardness Testing.

e. Membuka aplikasi Zwick Roell HD Indentec ZHμ.HD-S.

f. Setelah terbuka memilih menu Option > Preferences.

g. Kemudian menyesuaikan jenis material dan metode Brinell (HBW) untuk penelitian ini menggunakan spesimen uji dengan pembebanan 10 kgf, perbesaran lens X10, menggunakan indentor brace dengan diameter 1 mm sedangkan untuk Vickers pembebanan yang digunakan 0.5 kgf.

h. Setelah spesimen, perangkat PC dan alat siap.

i. Meletakkan spesimen pada meja spesimen dan atur fokus dengan cara memutar meja specimen.

j. Setelah fokus, memilih menu Run > Free Test, tunggu 10 detik, dan hasil kekerasan muncul dan ulangi pengujian sampai tiga kali pada tiga tempat berbeda.

k. Menghitung kekerasan di masing-masing titik dengan persamaan (1), kemudian ambil rata-ratanya.

(13)

31 3.6. Tahap Pengambilan Data

3.6.1 Pengambilan Data Struktur Mikro Billet Aluminium

Adapun data yang diambil pada pengujian berupa data visual struktur mikro billet data tersebut disajikan pada tabel 3.4 berikut ini :

Tabel 3.2 Data Struktur Mikro Billet

Titik Uji Data Pengamatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

3.6.2 Pengambilan Data Uji Kekerasan HVN

Adapun data yang diambil adalah data nilai kekerasan HVN, data tersebut disajikan pada tabel berikut ini :

Tabel 3.3 Data Uji Kekerasan Vickers Kode

Spesimen Fasa Percobaan Force,

kgf HVN

Spesimen 1 (670° C)

α-Al

1

0.5 2

3 Al-Si

dendrit

1

0.5 2

3

(14)

32 Si Primer

1 2 0.5 3

Spesimen 2 (700° C)

α-Al

1

0.5 2

3 Al-Si

dendrit

1

0.5 2

3 Si

Primer

1

0.5 2

3

Spesimen 3 (730° C)

α-Al

1

0.5 2

3 Al-Si

dendrit

1

0.5 2

3 Si

Primer

1

0.5 2

3

Tabel 3.4 Data Uji Kekerasan Brinell Kode

Spesimen Percobaan Force,

kgf BHN

Spesimen 1 (670° C)

1

10 2

3 Spesimen

2 (700° C)

1

10 2

3

(15)

33 Spesimen

3 (730° C)

1 2 10 3

3.6.3 Pengolahan Data

Berdasarkan data-data yang telah diperoleh langsung dari hasil pengujian struktur mikro dan kekerasan,. Maka, data-data tersebut selanjutnya akan dilakukan pengolahan data dengan menggunakan rumus-rumus yang sudah ditentukan sebelumnya, yaitu sebagai berikut :

a. Struktur mikro akan dibandingkan dengan hasil uji kekerasan karena semakin rapat struktur mikro Al-Si maka nilai kekerasan akan lebih tinggi.

b. Nilai kekerasan HVN didapatkan langsung dari alat Universal Hardness Test kemudian dihitung nilai rata-rata HVN dengan menggunakan persamaan (2.2), nilai kekerasan HBN didapatkan langsung dari alat Universal Hardness Test kemudian dihitung nilai rata-rata HVN dengan menggunakan persamaan (2.2)

Data-data yang telah diperoleh dan telah dilakukan perhitungan, maka akan disajikan dalam bentuk grafik dan tabel.

Gambar

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian  3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Tabel 3.1 Timeline Penelitian
Gambar 3.3 Furnace
Gambar 3.4 Alat DC Casting
+7

Referensi

Dokumen terkait

( ANALISA TERMAL PADA FURNACE WATER TUBE BOILER DITINJAU DARI PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI DAN KONVEKSI.. MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR

Gambar 3.3 Flowchart Perhitungan Fungsi Biaya Bahan Bakar Pembangkit Dalam penjadwalan pembangkit termal dengan metode Simulated Annealing diperlukan penentuan persamaan

Metode ini penulis gunakan karena teknik yang digunakan adalah observasi, angket, dan dokumentasi, selain itu juga untuk menganalisis dengan menggunakan

Briket Batubara adalah bahan bakar padat yang terbuat dari batubara dengan sedikit campuran seperti tanah liat dan tapioka atau bahan bakar padat dengan bentuk dan

Skala pengukuran yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala ordinal, yang memungkinkan untuk pengurutan data dari tingkat paling rendah ke tingkat

Berdasarkan perumusan masalah, tujuan penelitian ini terfokus pada penentuan rute transportasi barang dengan memperhatikan konsumsi bahan bakar untuk memperoleh

Ketel uap adalah suatu sistem yang mengambil panas dari hasil pembakaran antara bahan bakar gas/IDO dengan udara, yang terjadi di ruang bakar (furnace) dan mengubah energi

Pemanfaatan sludge sebagai bahan baku bahan bakar briket telah banyak dilakukan di Indonesia, antara lain briket yang terbuat dari sludge lumpur kawasan industri serta domestik dengan