• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERANAN IMPLEMENTASI E-MARKETING DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN. (Studi pada PT Coffindo Jl. Tani Asli Inpres No. 88 Medan Binjai km.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS PERANAN IMPLEMENTASI E-MARKETING DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN. (Studi pada PT Coffindo Jl. Tani Asli Inpres No. 88 Medan Binjai km."

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PERANAN IMPLEMENTASI E-MARKETING DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN

(Studi pada PT Coffindo Jl. Tani Asli – Inpres No. 88 Medan – Binjai km. 9)

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat

untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1)

pada studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

Disusun Oleh :

Faizah Zafirah

090907041

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2013

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS

HALAMAN PERSETUJUAN

Hasil Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dan diperbanyak oleh : Nama : Faizah Zafirah

NIM : 090907041

Program Studi : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Judul : Analisis Peranan Implementasi E-Marketing Dalam Meningkatkan Volume Penjualan

(Studi pada PT Coffindo Jl, Tani Asli – Inpres No. 88, Medan – Binjai km. 9)

Medan, 29 Agustus 2013

Pembimbing Ketua Program Studi

Drs. Kariono, M.Si Prof. Dr. Marlon Sihombing M.A

NIP : 196106191987011002 NIP :195908161986111001

Dekan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Prof. Dr. Badaruddin, M.Si NIP : 196805251992031002

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan karunia-Nya.

Shalawat serta salam penulis sampaikan kepada tauladan terbaik manusia, Rasulullah Muhammad SAW. Skripsi berjudul “Peranan Implementasi E-Marketing dalam meningkatkan penjualan” ini penulis buat sebagai tugas akhir dalam proses menimba ilmu sekaligus menjadi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Administrasi Bisnis di Departemen Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. Selama melaksanakan penelitian ini telah banyak pihak yang membantu penulis, sehingga dengan segala kerendahan hati, penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada :

 Kedua Orang tua tercinta Ayahanda Ir. Salverihad dan Ibunda Zubaidah, adik tercinta

Muhammad Izzi Furqon, serta kekasih tercinta Wendy Aditya S.T yang tak pernah putus memberikan kasih sayang, dukungan, doa, dan semangat yang takkan pernah putus.

 Bapak Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA selaku ketua Departemen Ilmu Administrasi

Niaga/Bisnis FISIP USU yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran yang sangat membangun dan menambah pengetahuan penulis.

 Bapak Drs. Kariono, Msi selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan

bimbingan, saran, serta telah meluangkan waktunya untuk berdiskusi dengan penulis selama penyelesaian skripsi ini.

 Ibu Siswati Saragih yang telah membantu dan memberikan dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini.

(4)

 Seluruh Staff Pengajar dan Pegawai Administrasi pada Departemen Ilmu

Administrasi Niaga/Bisnis FISIP USU yang telah memberikan bekal pengetahuan dan bantuan hingga akhir masa studi.

 Sahabat yang selalu menemani dari awal memasuki kampus FISIP USU, hingga saat

ini yaitu Ainun Mardhiyah, teman-teman kelompok magang yaitu Sabrina, Mella Devina Pulungan, Bintang Nursakiah Hrp serta seluruh teman-teman angkatan 2009 yang telah banyak memberikan dukungan dan bantuan kepada penulis.

Semoga Skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pihak yang berkepentingan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan.

Medan, 04 Agustus 2013

Penulis

(5)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI... ii

DAFTAR GAMBAR ... iii

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GRAFIK ... v

DAFTAR LAMPIRAN ... vi

ABSTRAK ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II KERANGKA TEORI ... 7

2.1 Pemasaran ... 7

2.2 E-Marketing. ... 7

2.2.1 Strategi Perencanaan E-Marketing ... 9

2.2.2 Keunggulan Pemasaran Melalui Internet ... 10

2.2.3 Implementasi E-Marketing ... 12

2.3 Penjualan ... 17

2.3.1 Pengertian Penjualan ... 17

2.3.2 Peningkatan Penjualan ... 19

BAB III METODE PENELITIAN ... 21

3.1 Bentuk Penelitian ... 21

3.2 Lokasi Penelitian ... 21

3.3 Informan Penelitian... 22

(6)

3.4 Definisi Konsep ... 23

3.5 Definisi Operasional ... 24

3.6 Teknik Pengumpulan Data ... 25

3.7 Teknik Analisa Data ... 27

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 28

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ... 28

4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan ... 28

4.1.2 Uraian Singkat Mengenai Perusahaan ... 29

4.1.3 Lokasi Usaha ... 29

4.1.4 Produktivitas Kerja ... 29

4.1.5 Perkebunan ... 30

4.1.6 Pengolahan Tanaman ... 31

4.1.7 Perdagangan ... 32

4.2 Visi Misi dan Nilai Perusahaan ... 33

4.3 Logo Perusahaan ... 34

4.4 Struktur Organisasi Perusahaan ... 34

4.5 Produk yang dihasilkan ... 46

4.6 Sertifikat Penghargaan dan Membership ... 51

4.7 Penyajian Data ... 53

4.7.1 Pemasaran ... 54

4.7.2 Implementasi E-Marketing ... 58

4.7.3 Tingkat Penjualan ... 60

4.8 Analisis Data ... 62

4.8.1 Pemasaran ... 62

4.8.1.1 Proses Pemasaran ... 62

4.8.1.2 Produk ... 63

(7)

4.8.1.3 Harga ... 64

4.8.1.4 Tempat (Saluran Distribusi) ... 64

4.8.2 Implementasi E-Marketing ... 65

4.8.3 Tingkat Penjualan ... 66

4.8.4 Fenomena Permasalahan Yang Terjadi ... 71

BAB V PENUTUP... 72

5.1 Kesimpulan ... 72

5.2 Saran ... 73 DAFTAR PUSTAKA

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Logo PT Coffindo

Gambar 2. Struktur Organisasi PT Coffindo

Gambar 3. Produk Kopi Luwak PT Coffindo

Gambar 4. Produk Indonesia Specialty Coffee (Authentic) PT Coffindo

Gambar 5. Produk Indonesia Specialty Coffee (Single Origin) PT Coffindo

Gambar. 6 Produk Indo Instant (Coffindo Cappuccino) PT Coffindo

Gambar. 7 Produk Indo Instant (Coffindo Black) PT Coffindo

Gambar. 8 Produk Indo Instant (Coffindo Latte) PT Coffindo

Gambar. 9 Produk Indo Instant (Coffindo 3 in 1) PT Coffindo

Gambar 10. Sertifikat PT Coffindo

Gambar 11. Piagam Penghargaan PT Coffindo

Gambar 12. Membership (keanggotaan) PT Coffindo

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Identitas Informan

Tabel 2. Jumlah Target Penjualan, Realisasi Penjualan, dan Pencapaian Penjualan Produk di PT Coffindo Medan

(10)

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1. Target Penjualan PT Coffindo Medan

Grafik 2. Realisasi Penjualan PT Coffindo Medan

Grafik 3. Target dan Realisasi Penjualan PT Coffindo Medan

Grafik 4. Pencapaian Penjualan PT Coffindo Medan

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Surat Permohonan Pengajuan Judul Skripsi

Surat Penugasan Membimbing Skripsi

Undangan Seminar Proposal Skripsi

Daftar Hadir Peserta Seminar Proposal

Surat Izin Penelitian

Surat Balasan Izin Penelitian

(12)

ABSTRAK

Analisis Peranan Implementasi E-Marketing Dalam Meningkatkan Penjualan

(Studi pada PT Coffindo Jl. Tani Asli – Inpres No. 88, Medan – Binjai km. 9) Nama : Faizah Zafirah

NIM : 090907041

Jurusan : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Pembimbing : Drs. Kariono, M.Si

Implementasi e-marketing merupakan pelaksanaan atau penerapan pemasaran yang menggunakan teknologi komunikasi elektronik khususnya internet. Seiring perkembangan teknologi pada saat ini, pemasaran dengan menggunakan internet merupakan peranan penting dalam meningkatkan penjualan suatu perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan implementasi e-marketing bagi PT Coffindo guna memberikan kemudahan dalam mengakses informasi melalui fasilitas yang ada dan dalam hal berkomunikasi secara online dengan calon konsumen, sehingga dapat menghemat biaya pemasaran.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa PT Coffindo memiliki sebuah website e- marketing yang dapat memperluas pemasarannya dan penghematan biaya. Dengan menggunakan website e-marketing, maka akan dapat mengoptimalkan kegiatan pemasaran dan juga diperkirakan dapat mengurangi biaya pemasaran serta juga dapat meningkatkan penjualan PT Coffindo.

Kata Kunci : Implementasi E-Marketing dan Peningkatan Penjualan

(13)

ABSTRACT

Analysis of Implementation of E-Marketing Role In Increasing Sales (Study on PT Coffindo Jl. Tani Original - Inpres. 88, Medan - Binjai km. 9)

Name : Faizah Zafirah NIM : 090907041

Subject : Science Business Administration / Business Faculty : Social and Political Sciences

Supervisor : Drs. Kariono, M.Si

Implementation of e-marketing is the execution or implementation of marketing which uses electronic communications technology, especially the Internet. Along with the development of technology at this time, using internet marketing an important role in increasing the sales of a company. The purpose of this study was to analyze the role of e- marketing for PT Coffindo order to provide easy access to information through existing facilities and in terms of communicating online with prospective customers, thus saving the cost of marketing. The survey results revealed that PT Coffindo have an e-marketing website that can expand its marketing and cost savings. By using e-marketing website, it will be able to optimize marketing activities and is also expected to reduce marketing costs and also to increase the sales of PT Coffindo.

Key Words : Implementation of e-marketing and Increasing Sales

(14)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Seiring perkembangan teknologi pada saat ini, persaingan antar perusahaan semakin sulit dimana tingkat mobilitas yang tinggi serta perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Masing-masing perusahaan harus dapat mengoptimalkan kinerja perusahaan dan harus cermat dalam melakukan strategi pemasaran dalam mempertahankan bisnisnya. Salah satu faktor yang dapat dijadikan keunggulan dalam bersaing yaitu dengan strategi melalui media internet khususnya website pemasaran yang sedang berkembang saat ini, cara pemasaran dengan menggunakan website telah menjadi media penyebar informasi yang mudah diakses dengan biaya yang cukup terjangkau bagi kalangan masyarakat. Kegiatan mengenalkan atau memasarkan suatu produk dengan menggunakan internet disebut dengan E-Marketing.

Dalam pengertian e-marketing (pemasaran internet) tidak jauh beda dengan pemasaran secara manual (offline). Hanya bedanya melakukan kegiatan melalui internet ada pula metode-metode yang digunakan dalam e-marketing yaitu optimasi dan mesin pencari, penayangan iklan, pemasaran via email dan lain sebagainya. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang bergerak akan mampu meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan yang dilakukan dengan efektif dan efisien sehingga mampu meningkatkan volume penjualan. Di awal tahun 1990-an, adalah mungkin untuk hampir semua bisnis dan banyak pelanggan untuk membeli alat-alat penghitungan yang cukup untuk berpartisipasi dalam internet. Pengembangan ini, dikombinasikan dengan kemudahan penggunaan World Wide Web, membawa ke suatu ledakan aktivitas.

Network menciptakan sumber baru dari nilai pemakai yang bergerak ke arah akselerasi kekuatan penghitungan mentah seperti yang telah diprediksi oleh Hukum Moore.

Menyatukan suatu network pengguna dan sumbernya menghasilkan aktivitas baru dengan

(15)

kemampuan yang lebih. Pemisahan tiap aktivitas dan perubahan yang sangat cepat muncul.

Merangkaikan para pemakai dengan komputer yang telah di transformasikan menjadi sebuah alat komunikasi, membawa ke suatu peluang bisnis baru, dan menghasilkan suatu industri baru.

E-Marketing merupakan bagian dari E-Business (elektronik bisnis). Definisi itu sendiri merupakan segala kegiatan yang dapat mendukung keseluruhan proses bisnis perusahaan yang dilakukan melalui media elektronik sehingga e-marketing dapat memberi manfaat yang cukup penting bagi perusahaan khususnya dalam menentukan strategi pemasaran terbaik, memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam menjangkau pasar maupun pelanggannya secara mudah dan dapat mendukung upaya-upaya lainnya dibidang pemasaran.

Ketika nilai perseorangan dari suatu network mengarahkan pada pilihan individual, nilai komunitas adalah pengarah utama di belakang kegiatan organisasi, pemerintahan, dan bisnis.

Organisasi-organisasi ini dapat sering bertindak secara kolektif dan bekerja untuk mendapatkan manfaat yang penuh dari suatu network yang besar. Nilai komunitas juga menjelaskan komitmen yang kuat ke akses network oleh banyak perusahaan. Nilai komunitas meningkat secara cepat bagaimana peningkatan pada total network. Untuk satu perusahaan, hal ini diterjemahkan dengan produktivitas, pengurangan biaya, dan komunikasi yang efektif.

Suatu pandangan yang paling mendasar dalam hukum Metcalfe adalah network dapat menghasilkan peningkatan pendapatan. Lebih besar network, akan lebih benilai. Hal itu menimbulkan sifat ubikuitas (kekuatan yang ada dari komunikasi network bisa diakses oleh semua orang/terdapat dimana-mana). (Ward Hanson, 1999 : 64).

Penggunaan teknologi diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif tersebut. Perusahaan yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut adalah perusahaan yang mampu mengimplementasikan teknologi ke dalam perusahaannya.

Salah satu jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan

(16)

penjualan produk yang dilakukan perusahaan selain melakukan periklanan melalui media massa televisi adalah dengan memanfaatkan jaringan Internet dalam kegiatan pemasarannya.

Pemasaran dengan memanfaatkan internet saat ini sudah menjadi media pemasaran yang menarik. Dapat dikatakan internet merupakan media yang dapat digunakan untuk melaksanakan seluruh elemen bauran promosi. Selain digunakan untuk beriklan, internet juga dapat digunakan untuk melakukan kegiatan promosi. Internet bersifat interaktif, sehingga menjadi cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan siapapun.

Di zaman modern seperti sekarang ini banyak perusahaan yang mengakui keuntungan berkomunikasi melalui internet dan menyediakan anggaran khusus untuk mengembangkan website mereka agar dapat menjadi bagian dari program komunikasi pemasaran terpadu mereka. Dengan menerapkan pemasaran melalui internet, berarti perusahaan tersebut telah menerapkan perkembangan teknologi dalam kegiatan bisnisnya (e-business).

Penggunaan internet dalam bisnis berubah dari fungsi sebagai alat untuk pertukaran informasi secara elektronik menjadi alat untuk aplikasi strategi bisnis, seperti: pemasaran, penjualan, dan pelayanan pelanggan. Pemasaran di internet cenderung menembus berbagai rintangan, batas bangsa, dan tanpa aturan-aturan yang baku. Sedangkan pemasaran konvensional, barang mengalir dalam partai-partai besar, melalui pelabuhan laut, pakai kontainer, distributor, lembaga penjamin, importir, dan lembaga bank.

Pemasaran di internet sama dengan direct marketing, dimana konsumen berhubungan langsung dengan penjual, walaupun penjualnya berada di luar negeri. Penggunaan internet untuk aplikasi strategi bisnis di Indonesia peluangnya cukup besar, tapi banyak orang tidak menyadari, penggunaan internet di Indonesia untuk keperluan bisnis sebesar 43%, menunjukkan beberapa perusahaan telah menerapkan internet untuk berbisnis, yang dikenal dengan E-Business.

(17)

Internet memungkinkan orang dari organisasi atau lokasi yang berbeda bekerja sama sebagai satu tim virtual untuk mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan memelihara produk atau pelayanan. Dengan internet memungkinkan aplikasi Electronic Commerce (EC) dapat digunakan pada jaringan global, dan biasanya dilengkapi dengan aplikasi pemrosesan pesanan secara online, Electronic Data Interchange (EDI) untuk mengirim dokumen bisnis, dan keamanan sistem pembayaran Electronic Funds Transfer (EFT).

Akibat internet, pemasaran terhadap perusahaan, produk, dan pelayanan menjadi proses yang interaktif saat ini. Situs web perusahaan bukan hanya sekedar menyajikan katalog produk dan media promosi, melainkan digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan berkomunikasi dengan konsumen secara online, bulletin boards, kuesioner elektronik, mailing lists, dan pengiriman surat elektronik. Sehingga konsumen dapat dilibatkan secara langsung dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk.

Tujuan dari pemasaran interaktif adalah untuk memikat dan memelihara konsumen yang akan menjadi rekan bisnis dalam penciptaan, pembelian, dan pengembangan produk dan layanan. Konsumen tidak hanya sebagai peserta pasif yang menerima iklan sebelum membeli, melainkan konsumen diharapkan proaktif dan interaktif dalam pemasaran. Menurut Lawrence, tujuan perusahaan membangun situs komersial pada World Wide Web adalah :

a. Menarik konsumen baru melalui pemasaran dan periklanan Web.

b. Memperbaiki pelayanan konsumen yang sudah ada melalui fungsi pelayanan dan dukungan situs buat konsumen.

c. Mengembangkan saluran pemasaran dan distribusi berdasarkan Web yang baru untuk produk yang sudah ada.

d. Mengembangkan informasi baru dari produk melalui situs.

(18)

Salah satu perusahaan yang telah menerapkan pemasaran melalui internet dalam menjalankan bisnisnya adalah PT Coffindo. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1999 yang bergerak dibidang perdagangan nasional dengan kredibilitas yang luar biasa. Fokus bisnis PT Coffindo adalah pada pabrik pengolahan, ekspor dan perdagangan hampir semua kopi dari Indonesia seperti Arabika Mandheling, Lintong Arabika, Arabika Toraja, Arabika Flores, Jawa Arabika, Robusta Jawa, Bali dan Robusta Lampung, mulai dari kualitas rendah hingga tertinggi.

Dengan berbekal pengalaman 14 tahun, PT Coffindo kini sudah memperluas bisnis dan negara tujuan ekspor ke lebih dari 20 negara didunia seperti Amerika Serikat, Eropa, Asia, Timur Tengah, Australia, dan lain-lain. Dengan Sumber Daya Manusia yang profesional dan berdedikasi tinggi, PT Coffindo berkomitmen untuk menjadi solusi kopi terbaik bagi pelanggan.

Adanya tuntutan kondisi persaingan yang semakin ketat dan adanya kemajuan teknologi informasi menyebabkan PT Coffindo mengembangkan pangsa pasarnya maupun memperluas area pemasaran. Peranan customer dan pemilik bisnis sangat ditantang agar tetap bertahan dalam berbisnis dan agar tetap bertahan dalam situasi pasar yang sangat kompetitif, khususnya di Internet. Hingga saat ini pengguna internet di Indonesia semakin bertambah, dengan semakin mengertinya orang akan manfaat internet baik itu untuk informasi, hiburan maupun untuk tujuan bismis dan nantinya akan digunakan dalam menghadapi persaingan ekonomi dalam pasar bisnis.

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih jauh mengenai “Analisis Peranan Implementasi E-Marketing Dalam Meningkatkan Penjualan PT Coffindo Jl. Tani Asli – Inpres No. 88 Medan – Binjai km. 9”.

(19)

1.2 Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini, yang menjadi rumusan masalah adalah “Bagaimana Peranan Implementasi E-Marketing Dalam Meningkatkan Penjualan PT Coffindo Medan?”

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang akan dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Peranan Implementasi E-Marketing Dalam Meningkatkan Penjualan PT Coffindo Medan.

1.4 Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti

Sebagai sarana untuk menerapkan teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah, memperluas wawasan penulis tentang manajemen pemasaran khususnya tentang pemasaran internet (e-marketing).

2. Bagi Perusahaan

Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam menetapkan kebijakan baru dalam menetapkan strategi pemasaran (e-marketing) dalam meningkatkan penjualan.

3. Bagi Pembaca atau Peneliti selanjutnya

Sebagai referensi yang dapat memberikan perbandingan dan pengembangan dalam melakukan penelitian pada bidang yang sama di masa yang akan datang.

(20)

BAB II

KERANGKA TEORI 2.1 Pemasaran

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. Pemasaran memfasilitasi proses pertukaran dan pengembangan hubungan dengan konsumen dengan cara mengamati secara cermat kebutuhan dan keinginan konsumen yang dilanjutkan dengan mengembangkan suatu produk yang memuaskan kebutuhan konsumen dan menawarkan produk tersebut pada harga tertentu serta mendistribusikannya agar tersedia ditempat-tempat yang menjadi pasar bagi produk bersangkutan. Untuk itu perlu dilaksanakan suatu program promosi atau komunikasi guna menciptakan kesadaran dan ketertarikan konsumen kepada produk bersangkutan. Proses ini disebut dengan marketing mix atau bauran pemasaran yang terdiri dari elemen-elemen , yaitu produk, harga, tempat (distibusi), dan promosi ( Morrisan, 2010).

2.2 E-Marketing

E-marketing adalah pengembangan dan pengimplementasian kegiatan pemasaran yang dilakukan dengan layanan online dan internet (Settles : 2001). Hal tersebut termasuk pemasaran yang bersifat langsung dan elemen pemasaran yang bersifat tidak langsung, serta penggunaan seluruh teknologi yang dapat membantu menghubungkan bisnis dengan pelanggannya. Dengan definisi tersebut, e-marketing melingkupi seluruh aktifitas bisnis melalui world wide web dengan tujuan menarik peluang bisnis baru, mempertahankan pelanggan dan membangun identitas brand. E-Marketing termasuk juga perencanaan pemasaran dengan konteks e-business dan e-environment. Sehingga tidaklah heran apabila keberhasilan dari perencanaan e-marketing dicapai melalui ilmu pemasaran tradisional dan

(21)

teknik perencanaan dengan mengadaptasi media digital, lalu menggabungkannya menjadi teknik komunikasi pemasaran digital yang baru.

Menurut Keller (2003), definisi pemasaran online (e-marketing) adalah suatu kegiatan pemasaran yang menggunakan jaringan online komunikasi melalui komputer dan media interaktif digital untuk meraih sasaran perusahaan. Sedangkan e-marketing merupakan suatu cara pemasaran baru yang dilakukan melalui komputer dengan menggunakan suatu sarana komunikasi yang bertujuan untuk mengurangi biaya pemasaran dan meningkatkan keefektifan usaha pemasaran. E-marketing bukanlah sebagai pengganti cara pemasaran konvensional, seperti surat-menyurat, iklan, dan semua kegiatan promosi yang dilakukan untuk melakukan penjualan. E-marketing merupakan proses yang memanfaatkan cyberspace sebagai alat komunikasi untuk melengkapi pemasaran konvensional.

Menurut Settles (2001), langkah-langkah dalam menjalankan e-marketing yaitu : 1. Membangun kesadaran dan kesetiaan merek.

2. Promosi Respon Langsung.

3. Edukasi pasar.

4. Demonstrasi Produk 5. Distribusi Produk

6.Hubungan masyarakat (public relation) 7. Penelitian dan pengembangan produk 8. Layanan dan dukungan

(22)

2.2.1 Strategi Perencanaan E-marketing

Dalam tahap ini terdapat metodologi tujuh langkah sederhana yang membantu dalam mengevaluasi dan menganalisis peluang pasar (Market Opportunity Analysis/MOA), yaitu:

1. Mengidentifikasi Kebutuhan Pelanggan yang Belum Terpenuhi

2. Mengidentifikasi Pelanggan Tertentu yang akan Dituju oleh Perusahaan 3. Menilai Keuntungan yang Berkaitan dengan Kompetisi

4. Menilai Sumber Daya Perusahaan untuk Memberikan Penawaran 5. Menilai Kesiapan Pasar Akan Teknologi

6. Menentukan Peluang Secara Konkret

7. Menilai Peluang Daya Tarik Bagi Pelanggan

Strategi perencanaan e-marketing meliputi Segmentasi Pasar (segmentation), Penetapan Pasar Sasaran (targeting), dan Penetapan Posisi Pasar (positioning).

a. Segmentasi Pasar (segmentation)

Dengan adanya e-marketing, segmentasi pasar secara geografis tentunya menjadi lebih luas. Hal ini dikarenakan dapat dengan mudahnya mencari informasi perusahaan yang termuat di internet kapanpun dan dimanapun.

b. Penetapan Pasar Sasaran (targeting)

Dengan adanya penerapan e-marketing pada PT Coffindo, maka target pasar perusahaan tersebut manjadi lebih luas cakupannya dikalangan manapun.

(23)

c. Penetapan Posisi Pasar (positioning)

Dengan adanya penerapan e-marketing pada PT Coffindo, diharapkan dapat memberikan layanan yang baik, dari segi produk ataupun jasa dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

2.2.2 Keunggulan Pemasaran Melalui Internet

Aplikasi berdasarkan internet dapat memberi keunggulan strategi bisnis untuk memenangkan kompetisi dalam :

1. Global Dissemination (Penyebaran Global)

Karena sekarang negara - negara sudah tersambung dengan internet, komunikasi global dalam bisnis menjadi benar - benar hidup. E-mail, electronic mailing list, chatting, dan pelayanan internet lainnya, mengakibatkan penyebaran informasi sekala internasional menjadi lebih cepat, murah dan mudah. Hal ini memberi keuntungan strategi bisnis dalam meningkatkan penghematan dan efisiensi komunikasi global, dan mampu untuk menjangkau, menjual, serta pengembangan pelayanan pasar konsumen internasional.

2. Interaction (Interaksi)

Komunikasi interaktif adalah kemampuan internet yang lain, seperti: forum diskusi dan chat groups; Formulir interaktif untuk pesanan, feedback, dan dukungan teknis; E- mail untuk menjawab permintaan dan komentar secara online. Feedback yang cepat dan efisien kepada konsumen dan tanggapan dari konsumen support specialists memberi beberapa kesempatan untuk menunjukkan perhatian perusahaan pada konsumennya.

Sehingga teknologi internet membantu bisnis membangun peranan dan loyalitas konsumen.

(24)

3. Customization (Kustomisasi)

Kemampuan untuk mengotomatisasi penyediaan informasi dan pelayanan sesuai kebutuhan masing-masing konsumen, merupakan kemampuan strategi bisnis internet.

Informasi dapat diakses dan disebarkan dari server jaringan, tergantung pada kebutuhan pemakainya. Sebagai contoh: mengisi formulir pendaftaran untuk pengaksesan yang cepat dalam memilih tingkat situs Web, Efisiensi, biaya murah, dan sasaran pemasaran interaktif kepada masing-masing konsumen adalah kunci keunggulan bisnis dengan teknologi internet.

4. Collaboration (Kolaborasi)

Internet mungkin memudahkan dan mengefisienkan akses data, hardware dan software yang ada pada jaringan secara bersama. Sebagai contoh: informasi pada situs Web dapat diperoleh dengan mudah menggunakan Web browsers. Groupware tools yang lain membantu koordinasi proyek dan mengurus informasi yang disimpan pada server situs Web cross-link. Hal ini dapat meningkatkan kerja sama diantara tim, workgroups, dan rekan bisnis, sehingga dapat melengkapi peran strategi bisnis perusahaan.

5. Electronic Commerce (Perdagangan Elektronik)

Internet menjadi platform teknologi EC. Internet menghubungkan perusahaan dengan konsumen dan penjualnya, sehingga memungkinkan perusahaan pengguna Internet dapat memasarkan, membeli, menjual, serta mendukung produk dan pelayanan secara elektronik. Beberapa keuntungan berbisnis lewat internet terletak pada aplikasi EC. EC memungkinkan untuk membuka pasar dan/atau membuat produk dan pelayanan baru.

6. Integration (Integrasi)

Perusahaan yang bekerja menggunakan internet mengintegrasikan aktivitas di luar dengan proses bisnis di dalam perusahaan secara online. Sebagai contoh: situs Web perusahaan tersambung dengan database operasional yang tersimpan pada Server Web

(25)

perusahaan tersambung dengan database operasional yang tersimpan pada Server Web Intranet, sehingga pengunjung situs Web perusahaan tersebut dalam memperoleh informasi lebih detil dan up-to-date. Sehingga keuntungan perusahaan dari teknologi internet timbul dari efisiensi dan inovasi proses di dalam dan luar perusahaan.

2.2.3 Implementasi E-Marketing

Implementasi dapat didefinisikan sebagai pelaksanaan atau penerapan. Majone

& Wildavsky (Dalam Nurdin dan Usman, 2002), mengemukakan “Implementasi adalah perluasan aktifitas yang saling menyesuaikan”. Definisi Implementasi sebagai aktifitas yang saling menyesuaikan juga dikemukakan oleh Mclaughin (Dalam Nurdin

& Usman, 2004). E-Marketing (Electronic Marketing) merupakan suatu proses pemasaran yang menggunakan teknologi komunikasi elektronik khususnya internet (Chaffey, Chadwick, Johnston & Mayer, 2006:9). Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa Implementasi E-Marketing dapat didefinisikan sebagai pelaksanaan atau penerapan pemasaran yang menggunakan teknologi komunikasi elektronik khususnya internet.

Pada tahap ini perusahaan memutuskan bagaimana untuk mencapai tujuan melalui strategi yang efektif dan kreatif. Pemasar memilih bauran pemasaran (4 P) yang terdiri dari : produk (product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion), serta strategi e-marketing yang terdiri dari : Search Engine Optimization, Email Marketing Strategy, Online Advertising, Online Newsletters, dan Media News Rooms untuk mencapai tujuan rencana dan kemudian menyusun rencana pelaksanaan (Implementation Plan).

(26)

Bauran Pemasaran (4 P) terdiri dari :

 Produk (product)

Menurut Kotler (dalam Mursid, 1993:71) produk adalah hasil akhir yang mengandung elemen-elemen fisik, jasa dan hal-hal yang simbolis yang dibuat dan dijual oleh perusahaan untuk memberi kepuasan dan keuntungan bagi pembelinya. Didalam pengertian produk mencakup segi fisik dan hal-hal lain yang lebih ditentukan oleh konsumen seperti masalah jasa yang menyertainya, masalah psikologis seperti kepuasan pemakaian, simbol status, segi artistik, dan lain sebagainya. Produk merupakan suatu hal yang menjadi daya tarik ketika seorang pembeli ingin membeli barang atau menggunakan jasa yang ditawarkan produsen.

Keputusan pembeli membeli barang atau menggunakan jasa apabila merasa suatu produk sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam artian, apabila suatu perusahaan ingin memenangkan hati konsumen dan pelanggan dalam persaingan pasar, produk perusahaanlah yang harus menyesuaikan diri terhadap produk. Dalam hal ini dapat dilihat terdapatnya hubungan yang erat antara produk, konsumen dan profitabilitas. Secara teknis marketing, konsumen hanya dapat dipengaruhi dan tidak dapat dikendalikan. Dengan demikian hanya produk yang dapat dikendalikan dalam mempengaruhi daya beli konsumen.

 Harga (price)

Dalam pemasaran seringkali hal yang dapat diubah untuk bereaksi terkait permintaan dan penawaran dari pembeli dan tekanan dari pesaing adalah harga.

Penetapan harga merupakan bagian penting dalam strategi pemasaran yang secara

(27)

langsung berkaitan dengan produk. Menurut Stanton (1996:174), harga adalah jumlah uang yang dibuuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya. Secara esensi, harga memiliki dampak psikologis pada pembeli yang dapat mempengaruhi minat beli masyarakat. Maka dalam menentukan harga para pemasar harus menentukan berdasarkan aspek- aspek sosial yang dinamis dan juga iklim persaingan pasar.

Selain itu, untuk meningkatkan tujuan dari penetapan harga, para pemasar juga harus mampu menetapkan sasaran-sasaran penetapan harga. Hal ini disebabkan sasaran-sasaran harga akan mempengaruhi keputusan-keputusan dalam wilayah- wilayah fungsional seperti misalnya bidang keuangan, akunting dan produksi, maka sasaran-sasaran tersebut harus konsisten pula dengan misi dan tujuan menyeluruh dari organisasi atau perusahaan yang bersangkutan (Winardi, 1989:379).

 Tempat (place)

Tempat dalam pelayanan merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa kepada konsumen dan dimana lokasi yang strategis. Lokasi berarti berhubungan dengan dimana perusahaan harus bermarkas dan melakukan operasi. Dan dalam rangka kegiatan memperlancar arus barang dari produsen ke konsumen, maka salah satu faktor penting yang harus diperhatikan adalah memilih secara tepat saluran distribusi yang akan digunakan.

Website merupakan salah satu channel yang banyak disukai pelanggan dari suatu perusahaan karena bisa diakses kapan saja dan dimana saja selama pelanggan terhubung melalui alat yang dapat mengakses internet. Perusahaan juga memeriksa untuk memastikan organisasi pemasaran yang tepat di tempat

(28)

pelaksanaan (staf, struktur departemen, penyedia layanan aplikasi, dan lain-lain di luar perusahaan). Internet telah mengubah tempat pertukaran dari marketplace (seperti, interaksi face-to-face) menjadi marketspace (seperti, interaksi screen-to- face). Perbedaan utama adalah bahwa sifat hubungan pertukaran sekarang ditengahi oleh interface teknologi. Dengan perpindahan dari hubungan antarmuka people-mediated menjadi technology-mediated, terdapat sejumlah pertimbangan perancangan interface yang dihadapi.

 Promosi (promotion)

Promosi dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk membujuk para calon pembeli dalam menerima, menjual kembali, merekomendasikan atau menggunakan produk, servis atau ide yang sedang dipromosikan yang didalam prosesnya terjadi pula proses mempengaruhi pengetahuan, sikap, serta perilaku pembeli. Dalam kegiatannya, promosi dapat dilakukan dalam beberapa cara sebagai berikut (Mursid, 1993:96) :

a. Pengiklanan

Merupakan kegiatan penawaran kepada suatu kelompok masyarakat baik secara lisan maupun dengan penglihatan (berupa berita) tentang suatu produk, jasa atau ide. Kegiatan pengiklanan dikenakan biaya, yang mana pihak sponsor membayar kepada media yang membawakan berita tersebut. Melalui pengiklanan, seorang penjual menyampaikan sebuah pesan kepada pembeli melalui media seperti televisi, koran, radio, majalah, wabsite, dll.

(29)

b. Publisitas

Merupakan sejumlah informasi tentang seseorang, barang, atau organisasi atau perusahaan yang disebarluaskan ke masyarakat dengan cara membuat berita yang bersifat positif. Dengan demikian suatu perusahaan dan produknya dapat menjadi perhatian umum. Kegiatan publishing ini berbentuk memuji suatu produk, jasa atau organisasi.

c. Penjualan tatap muka (personal selling)

Merupakan komunikasi persuasif seseorang secara individual kepada seseorang atau lebih calon pembeli dengan maksud menimbulkan permintaan (penjualan). Personal selling dirasakan lebih efektif dibandingkan dengan pengiklanan dan publisitas dikarenakan melalui personal selling penjual dapat secara langsung mengetahui keinginan, motif dan perilaku konsumen dan sekaligus dapat melihat reaksi konsumen sehingga dapat mengadakan penyesuaian seperlunya

d. Promosi penjualan (sales promotion)

Setiap aktifitas promosional yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat menunjang aktifitas-aktifitas promosi lain secara langsung (Winardi, 1989:429). Kegiatan ini dapat berbentuk peragaan, pertunjukan dan pameran, demonstrasi dan berbagai usaha penjualan yang tidak bersifat rutin. Dan terdapat beberapa macam metode sales promotion yang ditujukan kepada konsumen seperti pemberian contoh barang, kupon atau nota, hadiah, kupon berhadiah, undian, diskon, dan peragaan.

(30)

2.3 Penjualan

2.3.1 Pengertian Penjualan

Menurut Basu Swastha (2004 : 403) penjualan adalah interaksi antara individu saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran sehingga menguntungkan bagi pihak lain. Penjualan dapat diartikan juga sebagai usaha yang dilakukan manusia untuk menyampaikan barang bagi mereka yang memerlukan dengan imbalan uang menurut harga yang telah ditentukan atas persetujuan bersama.

a. Tujuan Penjualan

Kemampuan perusahaan dalam menjual produknya menentukan keberhasilan dalam mencari keuntungan, apabila perusahaan tidak mampu menjual maka perusahaan akan mengalami kerugian. Menurut Basu Swastha (2004 : 404) tujuan umum penjualan dalam perusahaan yaitu :

1) Mencapai volume penjualan 2) Mendapatkan laba tertentu

3) Menunjang pertumbuhan perusahaan

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penjualan

Aktivitas penjualan banyak dipengaruhi oleh faktor yang dapat meningkatkan aktivitas perusahaan, oleh karena itu manajer penjualan perlu memperhatikan faktor faktor yang mempengaruhi penjualan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan menurut Basu Swastha (2001) sebagai berikut :

(31)

1) Kondisi dan Kemampuan Penjual

Kondisi dan kemampuan terdiri dari pemahaman atas beberapa masalah penting yang berkaitan dengan produk yang dijual, jumlah dan sifat dari tenaga penjual adalah:

a) Jenis dan karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan b) Harga produk atau jasa

c) Syarat penjualan, seperti: pembayaran, pengiriman

2) Kondisi Pasar

Pasar mempengaruhi kegiatan dalam transaksi penjualan baik sebagai kelompok pembeli atau penjual. Kondisi pasar dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni: jenis pasar, kelompok pembeli, daya beli, frekuensi pembelian serta keinginan dan kebutuhannya.

3) Modal

Modal atau dana sangat diperlukan dalam rangka untuk mengangkut barang dagangan ditempatkan atau untuk membesar usahanya. Modal perusahaan dalam penjelasan ini adalah modal kerja perusahaan yang digunakan untuk mencapai target penjualan yang dianggarkan, misalnya dalam menyelenggarakan stok produk dan dalam melaksanaan kegiatan penjualan memerlukan usaha seperti alat transportasi, tempat untuk menjual, usaha promosi dan sebagainya.

(32)

4) Kondisi Organisasi Perusahaan

Pada perusahan yang besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri, yaitu bagian penjualan yang dipegang oleh orang-orang yang ahli dibidang penjualan.

5) Faktor-faktor lain

Faktor-faktor lain seperti periklanan, peragaan, kampanye, dan pemberian hadiah sering mempengaruhi penjualan karena diharapkan dengan adanya faktor- faktor tersebut pembeli akan kembali membeli lagi barang yang sama. Faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi volume penjualan adalah saluran distribusi yang bertujuan untuk melihat peluang pasar apakah dapat memberikan laba yang maksimun. Secara umum mata rantai saluran distribusi yang semakin luas akan menimbulkan biaya yang lebih besar, tetapi semakin luasnya saluran distribusi maka produk perusahaan akan semakin dikenal oleh mayarakat luas dan mendorong naiknya angka penjualan yang akhirnya berdampak pada peningkatan volume penjualan.

2.3.2 Peningkatan Penjualan

Didalam kehidupan sosial masyarakat terkadang cenderung mempunyai salah pengertian terkait pemasaran dan penjualan. Persepsi yang terbangun pemasaran dan penjualan memiliki pengertian yang sama. Padahal kedua istilah tersebut memiliki ruang lingkup yang berbeda. Pemasaran meliputi kegiatan yang luas sedangkan penjualan hanyalah merupakan suatu kegiatan saja di pemasaran.

Penjualan secara konkrit adalah upaya menjual suatu barang atau jasa.

Menjual adalah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang atau jasa yang

(33)

ditawarkannya (Swasthu, 2001:8). Semakin pandai seseorang untuk menjual semakin cepat pula mencapai sukses dalam tugas-tugasnya, sehingga tujuan yang diinginkan akan segera terlaksana. Dalam segala bidang dan tingkatan, diperlukan pada sebuah taktik penjualan agar pelayanan yang diberikan kepada orang lain dapat memberikan kepuasan. Dengan kepuasan ini diharapkan mereka dapat menjadi langganan, yang dapat menunjang meningkatnya penjualan.

(34)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan salah satu penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai hubungan antara fenomena atau masalah-masalah yang akan diuji, kemudian menghasilkan gambaran akurat tentang sebuah masalah yang diselidiki. Penelitian kualitatif merupakan sebuah penelitian yang digunakan untuk mengungkapkan permasalahan dalam kehidupan kerja organisasi pemerintah, swasta, kemasyarakatan, dan lain-lain sehingga dapat dijadikan suatu kebijakan untuk dilaksanakan demi kesejahteraan bersama.

Menurut Sugiyono, (2008:205) “Masalah dalam penelitian kualitatif bersifat sementara dan akan berkembangatau berganti setelah peneliti berada dilapangan”.

Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada PT Coffindo yang beralamat di Jl. Tani Asli – Inpres No. 88 Medan – Binjai km 9.

(35)

3.3 Informan Penelitian

Dalam penelitian kualitatif, tidak menggunakan istilah populasi ataupun sampel seperti dalam penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif, populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Informan adalah seseorang yang benar-benar mengetahui suatu persoalan atau permasalahan tertentu yang darinya dapat diperoleh informasi yang jelas, akurat, dan dipercaya baik berupa pernyataan, keterangan atau data-data yang dapat membantu dalam memenuhi persoalan atau permasalahan. Menurut Suyanto (2005:172), Informan penelitian meliputi beberapa macam, yaitu :

1. Informan kunci, yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian

2. Informan utama, yaitu mereka yang terlibat secara langsung dalam interaksi sosial yang diteliti

3. Informan tambahan, merupakan mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi yang diteliti.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan informan kunci dan informan utama.

Informan dalam penelitian terdiri dari :

1. Informan kunci adalah Ibu Aswina Fitri yakni Kepala Bidang Pemasaran di PT Coffindo Medan

2. Informan utama adalah Bapak M. Dedi Ashari yakni Supervisor Corporate Planning and Control di PT Coffindo Medan.

(36)

3. Informan utama adalah Bapak M. Safii yakni Staff Corporate Planning and Control di PT Coffindo Medan.

3.4 Definisi Konsep

1. Implementasi E-Marketing

Implementasi dapat didefinisikan sebagai pelaksanaan atau penerapan. E- marketing adalah pengembangan dan pengimplementasian kegiatan pemasaran yang dilakukan dengan layanan online dan internet (Settles : 2001). Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa Implementasi E-Marketing dapat didefinisikan sebagai penerapan dan pengembangan kegiatan pemasaran yang dilakukan dengan layanan online dan internet.

2. Peningkatan Penjualan

Peningkatan penjualan merupakan suatu upaya yang dilakukan manajer penjualan untuk meningkatkan penjualan produk perusahaan sesuai dengan target yang ditentukan.

(37)

3.5 Definisi Operasional

1. Variabel Bebas : Implementasi E-Marketing

Pengukuran variabel bebas dapat dilakukan dengan mengukur indikator yang merupakan komponen bauran pemasaran (4P) yaitu :

a. Produk (product) : Variasi Produk, Kemasan Produk, Kualitas Produk b. Harga (price) : Penetapan Harga, Cara Pembayaran

c. Tempat/Saluran Distribusi (place) : Kemudahan Akses Lokasi, Tempat dimana produk tersedia

d. Promosi (promotion) : Iklan di media massa, cetak, elektronik, website perusahaan, Facebook, Twitter.

2. Variabel Terikat : Volume Penjualan

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah volume penjualan. Untuk mengetahui bagaimana tingkat volume penjualan, peneliti akan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan variabel bebas yang ditetapkan.

(38)

3.6 Teknik Pengumpulan Data 1. Data Primer

Pengumpulan data primer dilakukan dengan dua cara yaitu :

a. Pengamatan (Observasi)

Pengamatan (Observasi) yaitu tindakan yang merupakan penafsiran. Observasi juga dapat dikatakan sebagai teknik pengumpulan data yang mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, waktu, peristiwa, dan tujuan.

b. Wawancara Mendalam (Indepth Interview)

Wawancara mendalam adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama.

2. Data Sekunder

Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan melakukan :

a. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan. Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan

(39)

dengan penelitian yang dilakukan. Untuk melakukan studi kepustakaan, perpustakaan merupakan suatu tempat yang tepat guna memperoleh bahan- bahan dan informasi yang relevan untuk dikumpulkan, dibaca, dikaji, dicatat dan dimanfaatkan.

b. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian dalam rangka memperoleh informasi terkait objek penelitian. Dalam studi dokumentasi, peneliti biasanya melakukan penelusuran data dengan mempelajari catatan atau dokumentasi lain yang ditemukan di lapangan yang mendukung pemecahan permasalahan penelitian serta melihat sejauh mana proses yang berjalan telah terdokumentasikan dengan baik.

(40)

3.7 Teknik Analisa Data

Teknik analisa data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif yaitu menguraikan serta menginterpretasikan data yang diperoleh dilapangan dari para informan, analisis data dilakukan secara sistematis sejak awal penelitian dan selama proses penelitian dilaksanakan. Menurut Moleong (2006:276), teknis analisis data kualitatif dilakukan dengan menyajikan data yang dimulai dengan menelaah seluruh data yang terkumpul, mempelajari data, dan menyusunnya dalam satu-satuan, yang kemudian dikategorikan pada tahap berikutnya, dan memeriksa keabsahan serta menafsirkannya dengan analisis sesuai dengan kemampuan daya nalar peneliti untuk membuat kesimpulan penelitian. Jadi teknik analisa data kualitatif yaitu dengan menyajikan data dan melakukan analisa terhadap masalah yang ditemukan dilapangan yang kemudian diperoleh gambaran yang jelas tentang objek yang diteliti sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan.

(41)

BAB IV

HASIL PENELITIAN 4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

PT Coffindo adalah suatu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan industri, ekspor-impor, khususnya komoditi kopi dan pinang. Perusahaan ini didirikan sebagai wadah pengembangan usaha dari sponsor utama pemilik dan pengembangan usaha dari sponsor utama pemilik dan pengurus yang telah berusaha sejak tahun 1999 dalam usaha perdagangan hasil bumi. Pada tahun 2002, PT Coffindo ini didirikan untuk menampang aktivitas usaha perdagangan komoditi kopi dan pinang untuk tujuan ekspor. Layanan dan keahlian didukung oleh beberapa ratus tenaga kerja dengan pemasar internasional muda dan energik berrtugas menyediakan dan memelihara pelayanan terbaik kepada pelanggan dari seluruh dunia.

Perkembangan stabilitas politik negara yang berkembang membawa dampak akan stabilitas ekonomi negara, pada pertengahan tahun 1997 sampai dengan tahun 2002 negara kita mengalami krisis ekonomi yang terparah sehingga seperti yang kita ketahui bersama banyak perusahaan kecil dan menengah yang dapat bertahan menghadapi gelombang krisis ekonomi di negara kita. Dengan terjadinya kebangkrutan atau pailit perusahaan yang tidak dapat lagi bertahan menghadapi krisis ekonomi tersebut, banyaknya jumlah tenaga kerja atau karyawan yang terpaksa dirumahkan ataupun di PHK secara frontal.

Melihat serta menyikapi hal tersebut, pemerintah berusaha bagaimana agar perekonomian serta perdagangan nasional dapat hidup kembali guna menyerap tenaga kerja yang telah menjadi pengangguran tersebut dapat dipekerjakan kembali diberbagai sektor usaha, seperti : industri, jasa, serta industri kecil atau rumah tangga (UKM). Sebagai perwujudan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan oleh pemerintah dengan cara

(42)

memberikan kredit lunak kepada dunia usaha melalui jalur perbankan dengan tingkat suku bunga pinjaman yang minim serta jangka waktu yang relatif lama agar tidak memberatkan bagi pengusaha.

Adapun sumber daripada pengadaan bahan baku kopi didapatkan dari Sumatera Utara dan Aceh. Kedua daerah ini merupakan produsen utama kopi jenis Arabica yang banyak permintaannya di pasar dunia. Dari bahan baku kopi biji yang siap diekspor melalui proses penjemuran, sortasi, grading, dan pengarungan yang dilakukan di gudang processing yang umumnya berada di Medan dan sekitarnya. Barang jadi yang siap ekspor ini diekspor melalui pelabuhan Belawan dengan tujuan utama Amerika Serikat (USA), Eropa, dan Jepang.

4.1.2 Uraian Singkat Mengenai Perusahaan

Perusahaan PT Coffindo didirikan pada tahun 2006 tepatnya tanggal 01 Maret 2006, dihadapan notaris H. Rustam Effendi Rasyid, SH. Saat ini perusahaan yang berkantor di jalan Tani Asli no. 88 Medan-Binjai km 9 Kabupaten Deli Serdang 20352, namun usaha perdagangan kopi dan pinang ini sudah dimulai pada tahun 1996 secara individu (pribadi).

4.1.3 Lokasi Usaha

Lokasi usaha berupa gudang untuk operasional milik PT Coffindo terletak di jalan tani asli no. 88 Medan-Binjai km 9 Sumatera Utara.

4.1.4 Produktivitas Kerja

PT Coffindo telah melakukan kerjasama kepada beberapa perusahaan dalam transaksi perdagangan kopi, dengan rata-rata pengiriman perbulannya sejumlah 216 ton dengan sistem pengiriman partial. Kapasitas kontrak kerja ini dapat tercapai berkat kerja keras serta sistem kerja yang baik didukung dengan pengadaan bahan baku yang cukup pula. Dalam pengadaan

(43)

bahan baku yang berupa biji kopi berbentuk gabah dan bahan baku pinang. PT Coffindo memnpunyai supplier-supplier tetap yang berada diluar kota dengan data sebagai berikut :

1. Daerah Takengon, Bireuen ( Nangroe Aceh Darussalam (NAD) sejumlah 3 orang.

2. Daerah Seribu Dolok sejumlah 5 orang 3. Daerah Sumatera Barat sejumlah 2 orang 4. Daerah Tapanuli sejumlah 7 orang

5. Daerah lainnya terdiri dari beberapa orang

Untuk pengadaan bahan baku untuk daerah Sidikalang dan sekitarnya di akomodir oleh 3 unit Koperasi Unit Desa di kecamatan Seribu Dolok, yang terdiri dari :

1. Koperasi Unit Desa Harapan Tani 2. Koperasi Unit Desa Subur Tani 3. Koperasi Unit Desa Mekar Tani

Dengan adanya bentuk kerjasama dengan pihak lain (supplier) tersebut diatas dalam hal pengadaan bahan baku biji kopi maka PT Coffindo tidak mengalami kendala dalam memenuhi kontrak kerja dengan rekannya juga dalam melakukan penjualan.

4.1.5 Perkebunan

Dalam rangka mempertahankan keberlanjutan rantai pasokan, Coffindo baru memiliki 2.621 hektar perkebunan kopi di Dairi, Pakpak Bharat, dan ini adalah perkebunan kopi terbesar di Sumatera Utara. Untuk meningkatkan hasil panen, PT Coffindo mengimplementasikan investasi pertanian dalam peremajaan pohon, penanaman kembali dan praktek pertanian berkelanjutan. Selain itu, untuk mengelola hubungan baik dengan masyarakat sekitar, tanggung jawab sosial perusahaan diterapkan juga seperti pendidikan, kesehatan, olahraga, fasilitas umum, dan lain-lain untuk menerima tanggung jawab atas tindakan perusahaan dan mendorong dampak positif melalui kegiatan terhadap lingkungan,

(44)

konsumen, karyawan, masyarakat, dan semua anggota lain dari ruang publik yang juga dapat dianggap sebagai pemangku kepentingan.

4.1.6 Pengolahan Tanaman

Sebagai bagian dari kontrol kualitas standar, PT Coffindo memproses biji kopi mereka dengan tanaman baru dan beberapa langkah. Bagian berikut akan menjelaskan bagaimana PT Coffindo memproses biji kopi :

1. Pengeringan I

Langkah pertama dalam proses ini adalah pengeringan. Pengeringan akan mengurangi kadar air biji kopi. Untuk menjaga biji kopi agar alami dan segar, maka biji kopi akan dikeringkan dibawah matahari. Bila kadar air biji kopi mencapai tingkat tertentu, biji kopi siap untuk tahap penggilingan.

2. Penggilingan

Penggilingan dilakukan dengan menggunakan mesin huller modern, biji kopi yang dikuliti akan menghilangkan sekam dari biji. Proses ini menghasilkan biji kopi segar, namun kadar air masih belum optimal. Langkah selanjutnya adalah pengeringan kembali.

3. Pengeringan II

Untuk lebih mengurangi kadar air biji kopi untuk tingkat optimal (kadar air maksimal 13 %) biji kopi yang bersih dan segar kembali dikeringkan dibawah matahari.

4. Mesin Sutton

Skrining adalah proses untuk memisahkan biji kopi yang buruk dan yang baik. Proses ini dilakukan dengan mesin sutton yang memisahkan biji kopi buruk dari yang baik berdasarkan pada berat biji kopi.

5. Diameter Penyaringan

(45)

Proses ini menyaring biji kopi berdasarkan diameternya, proses ini dilakukan dengan mesin saringan.

6. Sortasi Manual

Pada titik ini, proses ini sebelumnya telah menghasilkan yang baik, biji kopi bersih diurutkan berdasarkan diameternya. Untuk lebih meningkatkan kualitas biji kopi, PT Coffindo menggunakan tenaga kerja manual untuk mengambil biji kopi cacat.

7. Kemasan

Terakhir tapi tidak kurang pentingnya adalah proses pengemasan. PT Coffindo menyadari pentingnya kemasan untuk menjaga kualitas biji kopi. Biji kopi dibungkus didalam goni dan disimpan didalam gudang.

8. Proses diakui dunia internasional dan standar

Biji kopi dikeringkan menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir matahari tanpa mesin pengering. Hal ini memastikan bahwa biji kopi PT Coffindo alami, sehat, bersih, dengan kadar air yang optimal dan tidak menggunakan senyawa kimia.

4.1.7 Perdagangan

Sebagai satu-satunya eksportir kopi Indonesia yang membawa sumber kopi terbaik Indonesia, sehingga PT Coffindo meningkatkan asal kopinya dari Arabika dan Robusta Varietas sebagai berikut :

1. Indonesia Barat : Aceh Gayo, Sumatera Mandheling, Sumatera Lintong, Sumatera Sidikalang, Lampung, dan Jawa.

2. Indonesia Tengah : Bali

3. Indonesia Timur : Sulawesi Toraja, Sulawesi Kalosi, dan Flores.

Tidak hanya menempatkan banyak varietas asal kopi, PT Coffindo juga membuka beberapa kantor cabang didaerah penghasil kopi terbesar dikantor cabang Surabaya, kantor

(46)

cabang Bandung, kantor cabang Bali, dan berencana untuk meluncurkan kantor cabang baru di Sulawesi dalam waktu dekat.

4.2 Visi, Misi dan Nilai Perusahaan a. Visi

“Menjadi salah satu perusahaan Multinasioanl Indonesia Terkemuka dalam Industri Kopi”

b. Misi

Misi Perusahaan terdiri dari :

1. Mengembangkan dan memupuk bakat ke kelas Top Profesional 2. Membangun Citra Perusahaan dan Merek

3. Membangun jaringan dan hubungan dengan stakeholder kunci didunia

4. Menjadi perusahaan kopi paling berharga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 5. Menerapkan Teknologi Informasi Pendekatan Berbasis Inovasi

c. Nilai Perusahaan Terdiri dari :

1. SMART : Cepat Tanggap, Berpikir Cerdas, dan Efektif

2. INTEGRITAS : Bertindak Jujur, Keandalan dan Keadilan melalui hubungan yang berkelanjutan dan tahan lama.

3. PROFESIONALISME : Tanggung Jawab dan Komitmen terhadap kemampuan yang terus menerus meningkat.

4. INOVASI : Membuat dan Menemukan ide-ide yang konstruktif.

5. PERCAYA : Menerima tanggung jawab penuh atas tindakan dalam tim.

6. UNGGUL : Terus berjuang untuk standar kinerja tertinggi.

(47)

7. SINERGI : Mampu bekerja sebagai tim yang saling mendukung.

4.3 Logo Perusahaan

Gambar 1 : Logo PT Coffindo

The Finest Indonesia Coffee Source : Sumber Kopi Terbaik Indonesia

Coffindo merupakan gabungan antara 2 (dua) kata yaitu Coffee yang berarti Kopi dan Indonesia yang berarti Negara Indonesia. Jadi Coffindo adalah Kopi Indonesia.

4.4 Struktur Organisasi Perusahaan

Pembentukan organisasi perusahaan merupakan salah satu faktor penting yang turut mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah digariskan dan wadah untuk mendayagunakan seluruh sumber potensi yang dimilikinya.

Struktur organisasi adalah suatu susunan yang memiliki hubungan dalam bentuk koordinasi maupun interupsi yang menunjang kegiatan operasional dan pembagian tugas dalam organisasi yang bertujuan untuk mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.

Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktifitas dan fungsi dibatasi. Suatu struktur organisasi merinci pembagian aktivitas kerja dan bagaimana berbagai tingkatan aktivitas berkaitan satu sama lain, menunjukkan garis-garis wewenang, tugas dan tanggung jawab yang jelas serta tegas sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih fungsi antara yang satu dengan yang lain. Pada prinsipnya struktur organisasi yang dipergunakan disesuaikan dengan perusahaan yang bersangkutan. Demikian pula halnya dengan PT Coffindo Medan.

(48)

Adapaun rincian dan wewenang dengan tanggung jawab itu sebagaimana dituangkan dalam struktur organisasi adalah sebagai berikut :

1. RUPS

RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada direksi dan komisaris dalam batas yang ditentukan dalam UU atau anggaran dasar. RUPS berhak memperoleh segala keterangan yang berkaitan dengan kepentingan perseroan dari direksi atau komisaris.

2. DEWAN KOMISARIS Berfungsi :

 Mengawasi jalannya perusahaan

 Mengadakan rapat umum perusahaan

 Memberikan pengarahan atau RAPB pertahun

 Memberikan penyesuaian atau neraca perhitungan laba/rugi yang merupakan pertanggungjawaban direksi

 Komisaris berhak untuk bertanya kepada direksi mengenai kegiatan yang

bersangkutan dengan perusahaan 3. GENERAL MANAGER

Memimpin dan mengelola seluruh kegiatan PT Coffindo secara efektif sesuai misi dan tujuan yang selalu ditetapkan oleh direksi. Adapun tugas dan tanggung jawab General Manager adalah sebagai berikut :

 Merencanakan kebijakan dibidang produksi, pemasaran, keuangan, serta personalia dan umum sesuai dengan pokok PT Coffindo berdasarkan pola pelaksanaan manajemen yang ditetapkan.

(49)

 Melaksanakan kebijakan dan usaha-usaha untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugas pokok PT Coffindo

 Mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan PT Coffindo yang telah ditetapkan, membina dan mengelola seluruh kegiatan tata laksana PT Coffindo

 Membina kerjasama dengan investasi baik pemerintah maupun swasta berdasarkan pada kebijakan yang telah ditetapkan

 Membina dan mengelola kegiatan bidang keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kesehatan kerja serta lingkungan hidup

 Mengendalikan serta mengawasi seluruh aktivitas di PT Coffindo, baik sektor lini dan staff

 Menyampaikan laporan berkala PT Coffindo kepada direksi

4. SUPERVISOR PEMBELIAN

Bagian pembelian bertugas membantu manajer keuangan mengurus segala berkas dan surat menyurat penting yang diperlukan perusahaan (L/C, nota, faktur, dan lain-lain) dan mengawasi barang yang akan dibeli perusahaan tetap dalam keadaan baik mulai dari tempat eksportir (produsen) hingga tiba digudang perusahaan.

(50)

5. SUPERVISOR PRODUKSI Berfungsi :

 Mengatur dan merencanakan proses produksi seluruh barang yang tersedia

dengan tujuan menghasilkan jumlah produksi maksimum dengan beban produksi minimum

 Melakukan control terhadap kinerja setiap divisi yang dibawahinya dan mempertanggung jawabkannya

 Menambah atau mengurangi tenaga kerja harian sesuai dengan kebutuhan operasional

 Melakukan koordinasi kerja dengan bagian stocker barang mengenai hasil pemeriksaan barang masuk (pembelian) secara jelas dan lengkap

 Melakukan pengaturan penyusunan barang keluar diatas truk

 Memeriksa dan menyetujui laporan harian dari setiap divisi yang dibawahinya secara periodik

 Melakukan penilaian kinerja kepada setiap staff atau divisi yang dibawahinya dalam 3 bulan sekali

 Menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban

 Bertanggung jawab untuk mengontrol karyawan yang lembur dibagian produksi

 Bertanggung jawab mengontrol keadaan mesin-mesin dan melaporkan ke teknisi apabila ada kerusakan

 Melakukan kerjasama dengan unit kerja lainnya dan mitra kerja perusahaan yang berkaitan dengan tugas-tugas sesuai arahan atasan

 Melaporkan kegiatan pekerjaan yang berkaitan dengan tugas-tugas

(51)

6. SUPERVISOR STOCKER Berfungsi :

 Bertanggung jawab terhadap data stock seluruh bahan baku, barang dalam

proses dan barang jadi yang ada di PT Coffindo, dengan tujuan menghasilkan data yang akurat dan dapat dipercaya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (Stock dilapangan).

 Melakukan controlling terhadap data proses produksi yang disajikan oleh

seluruh bagian yang ada didivisi produksi : pembelian, penjemuran, oven, sortir, gudang, blendingan dan lain-lain.

 Bertanggung jawab terhadap laporan seluruh processing barang : jemur, sutton, sortir, blending dan lainnya secara harian.

 Bertanggung jawab dalam pelaporan perhitungan seluruh beban produksi yang

dibebankan dalam proses produksi baik pensupplier maupun bulanan sehingga perhitungan harga pokok produksi dapat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

 Bekerjasama dengan unit kerja terkait dalam pembuatan dokumen pembelian

bahan baku secara lengkap sesuai dengan kondisi dan harga bahan baku yang dibeli.

 Melakukan audit stock opname bersama bagian yang terkait pada awal dan

akhir bulan serta menyususn laporan harga pokok produksi, serta bertanggung jawab terhadap pembukuan seluruh transaksi yang berhubungan dengan rekening harga pokok produksi.

 Memeberikan supervisi atau arahan terhadap bawahan serta membuat penilaian kinerja terhadap bawahan.

(52)

 Melakukan kerjasama dengan unit kerja lainnya terkait dengan tuga dan

tanggung jawab.

7. MARKETING Berfungsi :

 Menerima pelayanan dari luar yang berkaitan dengan pekerjaan (job).

 Memberi informasi tata cara prosedur yang berkaitan pekerjaan kepada pihak luar, instansi, asuransi, dan pribadi.

 Pengenalan produk keluar dengan mengharap agar informasinya menyebar keluar dengan baik dan mendapatkan support yang baik.

 Mengemban misi dalam peningkatan produk bahwa “Saya Terbaik”

8. SUPERVISOR QUALITY CONTROL Berfungsi:

 Memimpin, membina, mengarahkan, mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengendalian kualitas.

 Memberikan petunjuk pengembangan metode, sistem dan prosedur kerja untuk lebih meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

 Memberikan masukan dan penetapan strategi pengendalian kualitas beserta program kerjanya dan pelaksanaannya.

 Menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan rencana kerja dan anggaran bagian pengendalian kualitas.

 Melakukan pengamatan pada bagian-bagian produksi terhadap barang-barang yang sedang dalam proses produksi.

 Menyelenggarakan pengujian yang bersifat fisik, mekanis, dan kimiawi terhadap barang hasil produksi sesuai dengan ketentuan yang diperlukan sebelum diserahkan kepada pemesan.

(53)

 Memberikan evaluasi terhadap barang-barang hasil produksi.

 Menyusun statistiska kualitas produk menurut klasifikasi yang diperlukan.

 Menyampaikan laporan berkala seluruh kegiatan pengendalian kualitas pada General Manager PT Coffindo.

9. SUPERVISOR FINANCE ACCOUNTING Berfungsi :

 Melaksanakan, mengatur dan mengawasi pembukuan atau pencatatan atas

transaksi keuangan perusahaan dan menatausahakan segala sesuatunya yang berhubungan dengan masalah-masalah kepegawaian dan umum.

 Meneliti, menganalisa laporan-laporan keuangan untuk mendapatkan gambaran tentang likuiditas dan kegiatan perusahaan.

 Membuat laporan bulanan.

 Bertanggung jawab terhadap inventaris dan aset dalam kantor.

 Menyusun, merumuskan, dan mengembangkan rencana dan prosedur untuk melaksanakan kegiatan dibidang keuangan akuntansi.

 Menjaga rahasia perusahaan dan senantiasa mematuhi perintah atasan.

 Mengkoordinasikan penyusunan usulan rencana kerja dan anggaran beban.

 Mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan anggaran serta pelaporannya.

 Membuat daftar gaji karyawan

 Melaksanakan verifikasi atas dokumen pembayaran cash, giro, dan gaji.

 Mengelola data untuk keperluan akuntansi beban.

Gambar

Gambar 2. Struktur Organisasi PT Coffindo
Gambar 3. Produk Kopi Luwak PT Coffindo
Gambar 11. Piagam Penghargaan PT Coffindo
Gambar 12. Membership (keanggotaan) PT Coffindo
+7

Referensi

Dokumen terkait