BAB II KERANGKA TEORI
2.3 Penjualan
2.3.2 Peningkatan Penjualan
Didalam kehidupan sosial masyarakat terkadang cenderung mempunyai salah pengertian terkait pemasaran dan penjualan. Persepsi yang terbangun pemasaran dan penjualan memiliki pengertian yang sama. Padahal kedua istilah tersebut memiliki ruang lingkup yang berbeda. Pemasaran meliputi kegiatan yang luas sedangkan penjualan hanyalah merupakan suatu kegiatan saja di pemasaran.
Penjualan secara konkrit adalah upaya menjual suatu barang atau jasa.
Menjual adalah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang atau jasa yang
ditawarkannya (Swasthu, 2001:8). Semakin pandai seseorang untuk menjual semakin cepat pula mencapai sukses dalam tugas-tugasnya, sehingga tujuan yang diinginkan akan segera terlaksana. Dalam segala bidang dan tingkatan, diperlukan pada sebuah taktik penjualan agar pelayanan yang diberikan kepada orang lain dapat memberikan kepuasan. Dengan kepuasan ini diharapkan mereka dapat menjadi langganan, yang dapat menunjang meningkatnya penjualan.
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan salah satu penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai hubungan antara fenomena atau masalah-masalah yang akan diuji, kemudian menghasilkan gambaran akurat tentang sebuah masalah yang diselidiki. Penelitian kualitatif merupakan sebuah penelitian yang digunakan untuk mengungkapkan permasalahan dalam kehidupan kerja organisasi pemerintah, swasta, kemasyarakatan, dan lain-lain sehingga dapat dijadikan suatu kebijakan untuk dilaksanakan demi kesejahteraan bersama.
Menurut Sugiyono, (2008:205) “Masalah dalam penelitian kualitatif bersifat sementara dan akan berkembangatau berganti setelah peneliti berada dilapangan”.
Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.
3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada PT Coffindo yang beralamat di Jl. Tani Asli – Inpres No. 88 Medan – Binjai km 9.
3.3 Informan Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, tidak menggunakan istilah populasi ataupun sampel seperti dalam penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif, populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Informan adalah seseorang yang benar-benar mengetahui suatu persoalan atau permasalahan tertentu yang darinya dapat diperoleh informasi yang jelas, akurat, dan dipercaya baik berupa pernyataan, keterangan atau data-data yang dapat membantu dalam memenuhi persoalan atau permasalahan. Menurut Suyanto (2005:172), Informan penelitian meliputi beberapa macam, yaitu :
1. Informan kunci, yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian
2. Informan utama, yaitu mereka yang terlibat secara langsung dalam interaksi sosial yang diteliti
3. Informan tambahan, merupakan mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi yang diteliti.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan informan kunci dan informan utama.
Informan dalam penelitian terdiri dari :
1. Informan kunci adalah Ibu Aswina Fitri yakni Kepala Bidang Pemasaran di PT Coffindo Medan
2. Informan utama adalah Bapak M. Dedi Ashari yakni Supervisor Corporate Planning and Control di PT Coffindo Medan.
3. Informan utama adalah Bapak M. Safii yakni Staff Corporate Planning and Control di PT Coffindo Medan.
3.4 Definisi Konsep
1. Implementasi E-Marketing
Implementasi dapat didefinisikan sebagai pelaksanaan atau penerapan. E-marketing adalah pengembangan dan pengimplementasian kegiatan pemasaran yang dilakukan dengan layanan online dan internet (Settles : 2001). Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa Implementasi E-Marketing dapat didefinisikan sebagai penerapan dan pengembangan kegiatan pemasaran yang dilakukan dengan layanan online dan internet.
2. Peningkatan Penjualan
Peningkatan penjualan merupakan suatu upaya yang dilakukan manajer penjualan untuk meningkatkan penjualan produk perusahaan sesuai dengan target yang ditentukan.
3.5 Definisi Operasional
1. Variabel Bebas : Implementasi E-Marketing
Pengukuran variabel bebas dapat dilakukan dengan mengukur indikator yang merupakan komponen bauran pemasaran (4P) yaitu :
a. Produk (product) : Variasi Produk, Kemasan Produk, Kualitas Produk b. Harga (price) : Penetapan Harga, Cara Pembayaran
c. Tempat/Saluran Distribusi (place) : Kemudahan Akses Lokasi, Tempat dimana produk tersedia
d. Promosi (promotion) : Iklan di media massa, cetak, elektronik, website perusahaan, Facebook, Twitter.
2. Variabel Terikat : Volume Penjualan
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah volume penjualan. Untuk mengetahui bagaimana tingkat volume penjualan, peneliti akan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan variabel bebas yang ditetapkan.
3.6 Teknik Pengumpulan Data 1. Data Primer
Pengumpulan data primer dilakukan dengan dua cara yaitu :
a. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan (Observasi) yaitu tindakan yang merupakan penafsiran. Observasi juga dapat dikatakan sebagai teknik pengumpulan data yang mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, waktu, peristiwa, dan tujuan.
b. Wawancara Mendalam (Indepth Interview)
Wawancara mendalam adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama.
2. Data Sekunder
Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan melakukan :
a. Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan. Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan
dengan penelitian yang dilakukan. Untuk melakukan studi kepustakaan, perpustakaan merupakan suatu tempat yang tepat guna memperoleh bahan-bahan dan informasi yang relevan untuk dikumpulkan, dibaca, dikaji, dicatat dan dimanfaatkan.
b. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian dalam rangka memperoleh informasi terkait objek penelitian. Dalam studi dokumentasi, peneliti biasanya melakukan penelusuran data dengan mempelajari catatan atau dokumentasi lain yang ditemukan di lapangan yang mendukung pemecahan permasalahan penelitian serta melihat sejauh mana proses yang berjalan telah terdokumentasikan dengan baik.
3.7 Teknik Analisa Data
Teknik analisa data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif yaitu menguraikan serta menginterpretasikan data yang diperoleh dilapangan dari para informan, analisis data dilakukan secara sistematis sejak awal penelitian dan selama proses penelitian dilaksanakan. Menurut Moleong (2006:276), teknis analisis data kualitatif dilakukan dengan menyajikan data yang dimulai dengan menelaah seluruh data yang terkumpul, mempelajari data, dan menyusunnya dalam satu-satuan, yang kemudian dikategorikan pada tahap berikutnya, dan memeriksa keabsahan serta menafsirkannya dengan analisis sesuai dengan kemampuan daya nalar peneliti untuk membuat kesimpulan penelitian. Jadi teknik analisa data kualitatif yaitu dengan menyajikan data dan melakukan analisa terhadap masalah yang ditemukan dilapangan yang kemudian diperoleh gambaran yang jelas tentang objek yang diteliti sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN 4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian
4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan
PT Coffindo adalah suatu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan industri, ekspor-impor, khususnya komoditi kopi dan pinang. Perusahaan ini didirikan sebagai wadah pengembangan usaha dari sponsor utama pemilik dan pengembangan usaha dari sponsor utama pemilik dan pengurus yang telah berusaha sejak tahun 1999 dalam usaha perdagangan hasil bumi. Pada tahun 2002, PT Coffindo ini didirikan untuk menampang aktivitas usaha perdagangan komoditi kopi dan pinang untuk tujuan ekspor. Layanan dan keahlian didukung oleh beberapa ratus tenaga kerja dengan pemasar internasional muda dan energik berrtugas menyediakan dan memelihara pelayanan terbaik kepada pelanggan dari seluruh dunia.
Perkembangan stabilitas politik negara yang berkembang membawa dampak akan stabilitas ekonomi negara, pada pertengahan tahun 1997 sampai dengan tahun 2002 negara kita mengalami krisis ekonomi yang terparah sehingga seperti yang kita ketahui bersama banyak perusahaan kecil dan menengah yang dapat bertahan menghadapi gelombang krisis ekonomi di negara kita. Dengan terjadinya kebangkrutan atau pailit perusahaan yang tidak dapat lagi bertahan menghadapi krisis ekonomi tersebut, banyaknya jumlah tenaga kerja atau karyawan yang terpaksa dirumahkan ataupun di PHK secara frontal.
Melihat serta menyikapi hal tersebut, pemerintah berusaha bagaimana agar perekonomian serta perdagangan nasional dapat hidup kembali guna menyerap tenaga kerja yang telah menjadi pengangguran tersebut dapat dipekerjakan kembali diberbagai sektor usaha, seperti : industri, jasa, serta industri kecil atau rumah tangga (UKM). Sebagai perwujudan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan oleh pemerintah dengan cara
memberikan kredit lunak kepada dunia usaha melalui jalur perbankan dengan tingkat suku bunga pinjaman yang minim serta jangka waktu yang relatif lama agar tidak memberatkan bagi pengusaha.
Adapun sumber daripada pengadaan bahan baku kopi didapatkan dari Sumatera Utara dan Aceh. Kedua daerah ini merupakan produsen utama kopi jenis Arabica yang banyak permintaannya di pasar dunia. Dari bahan baku kopi biji yang siap diekspor melalui proses penjemuran, sortasi, grading, dan pengarungan yang dilakukan di gudang processing yang umumnya berada di Medan dan sekitarnya. Barang jadi yang siap ekspor ini diekspor melalui pelabuhan Belawan dengan tujuan utama Amerika Serikat (USA), Eropa, dan Jepang.
4.1.2 Uraian Singkat Mengenai Perusahaan
Perusahaan PT Coffindo didirikan pada tahun 2006 tepatnya tanggal 01 Maret 2006, dihadapan notaris H. Rustam Effendi Rasyid, SH. Saat ini perusahaan yang berkantor di jalan Tani Asli no. 88 Medan-Binjai km 9 Kabupaten Deli Serdang 20352, namun usaha perdagangan kopi dan pinang ini sudah dimulai pada tahun 1996 secara individu (pribadi).
4.1.3 Lokasi Usaha
Lokasi usaha berupa gudang untuk operasional milik PT Coffindo terletak di jalan tani asli no. 88 Medan-Binjai km 9 Sumatera Utara.
4.1.4 Produktivitas Kerja
PT Coffindo telah melakukan kerjasama kepada beberapa perusahaan dalam transaksi perdagangan kopi, dengan rata-rata pengiriman perbulannya sejumlah 216 ton dengan sistem pengiriman partial. Kapasitas kontrak kerja ini dapat tercapai berkat kerja keras serta sistem kerja yang baik didukung dengan pengadaan bahan baku yang cukup pula. Dalam pengadaan
bahan baku yang berupa biji kopi berbentuk gabah dan bahan baku pinang. PT Coffindo memnpunyai supplier-supplier tetap yang berada diluar kota dengan data sebagai berikut :
1. Daerah Takengon, Bireuen ( Nangroe Aceh Darussalam (NAD) sejumlah 3 orang.
2. Daerah Seribu Dolok sejumlah 5 orang 3. Daerah Sumatera Barat sejumlah 2 orang 4. Daerah Tapanuli sejumlah 7 orang
5. Daerah lainnya terdiri dari beberapa orang
Untuk pengadaan bahan baku untuk daerah Sidikalang dan sekitarnya di akomodir oleh 3 unit Koperasi Unit Desa di kecamatan Seribu Dolok, yang terdiri dari :
1. Koperasi Unit Desa Harapan Tani 2. Koperasi Unit Desa Subur Tani 3. Koperasi Unit Desa Mekar Tani
Dengan adanya bentuk kerjasama dengan pihak lain (supplier) tersebut diatas dalam hal pengadaan bahan baku biji kopi maka PT Coffindo tidak mengalami kendala dalam memenuhi kontrak kerja dengan rekannya juga dalam melakukan penjualan.
4.1.5 Perkebunan
Dalam rangka mempertahankan keberlanjutan rantai pasokan, Coffindo baru memiliki 2.621 hektar perkebunan kopi di Dairi, Pakpak Bharat, dan ini adalah perkebunan kopi terbesar di Sumatera Utara. Untuk meningkatkan hasil panen, PT Coffindo mengimplementasikan investasi pertanian dalam peremajaan pohon, penanaman kembali dan praktek pertanian berkelanjutan. Selain itu, untuk mengelola hubungan baik dengan masyarakat sekitar, tanggung jawab sosial perusahaan diterapkan juga seperti pendidikan, kesehatan, olahraga, fasilitas umum, dan lain-lain untuk menerima tanggung jawab atas tindakan perusahaan dan mendorong dampak positif melalui kegiatan terhadap lingkungan,
konsumen, karyawan, masyarakat, dan semua anggota lain dari ruang publik yang juga dapat dianggap sebagai pemangku kepentingan.
4.1.6 Pengolahan Tanaman
Sebagai bagian dari kontrol kualitas standar, PT Coffindo memproses biji kopi mereka dengan tanaman baru dan beberapa langkah. Bagian berikut akan menjelaskan bagaimana PT Coffindo memproses biji kopi :
1. Pengeringan I
Langkah pertama dalam proses ini adalah pengeringan. Pengeringan akan mengurangi kadar air biji kopi. Untuk menjaga biji kopi agar alami dan segar, maka biji kopi akan dikeringkan dibawah matahari. Bila kadar air biji kopi mencapai tingkat tertentu, biji kopi siap untuk tahap penggilingan.
2. Penggilingan
Penggilingan dilakukan dengan menggunakan mesin huller modern, biji kopi yang dikuliti akan menghilangkan sekam dari biji. Proses ini menghasilkan biji kopi segar, namun kadar air masih belum optimal. Langkah selanjutnya adalah pengeringan kembali.
3. Pengeringan II
Untuk lebih mengurangi kadar air biji kopi untuk tingkat optimal (kadar air maksimal 13 %) biji kopi yang bersih dan segar kembali dikeringkan dibawah matahari.
4. Mesin Sutton
Skrining adalah proses untuk memisahkan biji kopi yang buruk dan yang baik. Proses ini dilakukan dengan mesin sutton yang memisahkan biji kopi buruk dari yang baik berdasarkan pada berat biji kopi.
5. Diameter Penyaringan
Proses ini menyaring biji kopi berdasarkan diameternya, proses ini dilakukan dengan mesin saringan.
6. Sortasi Manual
Pada titik ini, proses ini sebelumnya telah menghasilkan yang baik, biji kopi bersih diurutkan berdasarkan diameternya. Untuk lebih meningkatkan kualitas biji kopi, PT Coffindo menggunakan tenaga kerja manual untuk mengambil biji kopi cacat.
7. Kemasan
Terakhir tapi tidak kurang pentingnya adalah proses pengemasan. PT Coffindo menyadari pentingnya kemasan untuk menjaga kualitas biji kopi. Biji kopi dibungkus didalam goni dan disimpan didalam gudang.
8. Proses diakui dunia internasional dan standar
Biji kopi dikeringkan menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir matahari tanpa mesin pengering. Hal ini memastikan bahwa biji kopi PT Coffindo alami, sehat, bersih, dengan kadar air yang optimal dan tidak menggunakan senyawa kimia.
4.1.7 Perdagangan
Sebagai satu-satunya eksportir kopi Indonesia yang membawa sumber kopi terbaik Indonesia, sehingga PT Coffindo meningkatkan asal kopinya dari Arabika dan Robusta Varietas sebagai berikut :
1. Indonesia Barat : Aceh Gayo, Sumatera Mandheling, Sumatera Lintong, Sumatera Sidikalang, Lampung, dan Jawa.
2. Indonesia Tengah : Bali
3. Indonesia Timur : Sulawesi Toraja, Sulawesi Kalosi, dan Flores.
Tidak hanya menempatkan banyak varietas asal kopi, PT Coffindo juga membuka beberapa kantor cabang didaerah penghasil kopi terbesar dikantor cabang Surabaya, kantor
cabang Bandung, kantor cabang Bali, dan berencana untuk meluncurkan kantor cabang baru di Sulawesi dalam waktu dekat.
4.2 Visi, Misi dan Nilai Perusahaan a. Visi
“Menjadi salah satu perusahaan Multinasioanl Indonesia Terkemuka dalam Industri Kopi”
b. Misi
Misi Perusahaan terdiri dari :
1. Mengembangkan dan memupuk bakat ke kelas Top Profesional 2. Membangun Citra Perusahaan dan Merek
3. Membangun jaringan dan hubungan dengan stakeholder kunci didunia
4. Menjadi perusahaan kopi paling berharga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 5. Menerapkan Teknologi Informasi Pendekatan Berbasis Inovasi
c. Nilai Perusahaan Terdiri dari :
1. SMART : Cepat Tanggap, Berpikir Cerdas, dan Efektif
2. INTEGRITAS : Bertindak Jujur, Keandalan dan Keadilan melalui hubungan yang berkelanjutan dan tahan lama.
3. PROFESIONALISME : Tanggung Jawab dan Komitmen terhadap kemampuan yang terus menerus meningkat.
4. INOVASI : Membuat dan Menemukan ide-ide yang konstruktif.
5. PERCAYA : Menerima tanggung jawab penuh atas tindakan dalam tim.
6. UNGGUL : Terus berjuang untuk standar kinerja tertinggi.
7. SINERGI : Mampu bekerja sebagai tim yang saling mendukung.
4.3 Logo Perusahaan
Gambar 1 : Logo PT Coffindo
The Finest Indonesia Coffee Source : Sumber Kopi Terbaik Indonesia
Coffindo merupakan gabungan antara 2 (dua) kata yaitu Coffee yang berarti Kopi dan Indonesia yang berarti Negara Indonesia. Jadi Coffindo adalah Kopi Indonesia.
4.4 Struktur Organisasi Perusahaan
Pembentukan organisasi perusahaan merupakan salah satu faktor penting yang turut mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah digariskan dan wadah untuk mendayagunakan seluruh sumber potensi yang dimilikinya.
Struktur organisasi adalah suatu susunan yang memiliki hubungan dalam bentuk koordinasi maupun interupsi yang menunjang kegiatan operasional dan pembagian tugas dalam organisasi yang bertujuan untuk mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.
Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktifitas dan fungsi dibatasi. Suatu struktur organisasi merinci pembagian aktivitas kerja dan bagaimana berbagai tingkatan aktivitas berkaitan satu sama lain, menunjukkan garis-garis wewenang, tugas dan tanggung jawab yang jelas serta tegas sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih fungsi antara yang satu dengan yang lain. Pada prinsipnya struktur organisasi yang dipergunakan disesuaikan dengan perusahaan yang bersangkutan. Demikian pula halnya dengan PT Coffindo Medan.
Adapaun rincian dan wewenang dengan tanggung jawab itu sebagaimana dituangkan dalam struktur organisasi adalah sebagai berikut :
1. RUPS
RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada direksi dan komisaris dalam batas yang ditentukan dalam UU atau anggaran dasar. RUPS berhak memperoleh segala keterangan yang berkaitan dengan kepentingan perseroan dari direksi atau komisaris.
2. DEWAN KOMISARIS Berfungsi :
Mengawasi jalannya perusahaan
Mengadakan rapat umum perusahaan
Memberikan pengarahan atau RAPB pertahun
Memberikan penyesuaian atau neraca perhitungan laba/rugi yang merupakan pertanggungjawaban direksi
Komisaris berhak untuk bertanya kepada direksi mengenai kegiatan yang
bersangkutan dengan perusahaan 3. GENERAL MANAGER
Memimpin dan mengelola seluruh kegiatan PT Coffindo secara efektif sesuai misi dan tujuan yang selalu ditetapkan oleh direksi. Adapun tugas dan tanggung jawab General Manager adalah sebagai berikut :
Merencanakan kebijakan dibidang produksi, pemasaran, keuangan, serta personalia dan umum sesuai dengan pokok PT Coffindo berdasarkan pola pelaksanaan manajemen yang ditetapkan.
Melaksanakan kebijakan dan usaha-usaha untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugas pokok PT Coffindo
Mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan PT Coffindo yang telah ditetapkan, membina dan mengelola seluruh kegiatan tata laksana PT Coffindo
Membina kerjasama dengan investasi baik pemerintah maupun swasta berdasarkan pada kebijakan yang telah ditetapkan
Membina dan mengelola kegiatan bidang keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kesehatan kerja serta lingkungan hidup
Mengendalikan serta mengawasi seluruh aktivitas di PT Coffindo, baik sektor lini dan staff
Menyampaikan laporan berkala PT Coffindo kepada direksi
4. SUPERVISOR PEMBELIAN
Bagian pembelian bertugas membantu manajer keuangan mengurus segala berkas dan surat menyurat penting yang diperlukan perusahaan (L/C, nota, faktur, dan lain-lain) dan mengawasi barang yang akan dibeli perusahaan tetap dalam keadaan baik mulai dari tempat eksportir (produsen) hingga tiba digudang perusahaan.
5. SUPERVISOR PRODUKSI Berfungsi :
Mengatur dan merencanakan proses produksi seluruh barang yang tersedia
dengan tujuan menghasilkan jumlah produksi maksimum dengan beban produksi minimum
Melakukan control terhadap kinerja setiap divisi yang dibawahinya dan mempertanggung jawabkannya
Menambah atau mengurangi tenaga kerja harian sesuai dengan kebutuhan operasional
Melakukan koordinasi kerja dengan bagian stocker barang mengenai hasil pemeriksaan barang masuk (pembelian) secara jelas dan lengkap
Melakukan pengaturan penyusunan barang keluar diatas truk
Memeriksa dan menyetujui laporan harian dari setiap divisi yang dibawahinya secara periodik
Melakukan penilaian kinerja kepada setiap staff atau divisi yang dibawahinya dalam 3 bulan sekali
Menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban
Bertanggung jawab untuk mengontrol karyawan yang lembur dibagian produksi
Bertanggung jawab mengontrol keadaan mesin-mesin dan melaporkan ke teknisi apabila ada kerusakan
Melakukan kerjasama dengan unit kerja lainnya dan mitra kerja perusahaan yang berkaitan dengan tugas-tugas sesuai arahan atasan
Melaporkan kegiatan pekerjaan yang berkaitan dengan tugas-tugas
6. SUPERVISOR STOCKER Berfungsi :
Bertanggung jawab terhadap data stock seluruh bahan baku, barang dalam
proses dan barang jadi yang ada di PT Coffindo, dengan tujuan menghasilkan data yang akurat dan dapat dipercaya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (Stock dilapangan).
Melakukan controlling terhadap data proses produksi yang disajikan oleh
seluruh bagian yang ada didivisi produksi : pembelian, penjemuran, oven, sortir, gudang, blendingan dan lain-lain.
Bertanggung jawab terhadap laporan seluruh processing barang : jemur, sutton, sortir, blending dan lainnya secara harian.
Bertanggung jawab dalam pelaporan perhitungan seluruh beban produksi yang
dibebankan dalam proses produksi baik pensupplier maupun bulanan sehingga perhitungan harga pokok produksi dapat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Bekerjasama dengan unit kerja terkait dalam pembuatan dokumen pembelian
bahan baku secara lengkap sesuai dengan kondisi dan harga bahan baku yang dibeli.
Melakukan audit stock opname bersama bagian yang terkait pada awal dan
akhir bulan serta menyususn laporan harga pokok produksi, serta bertanggung jawab terhadap pembukuan seluruh transaksi yang berhubungan dengan rekening harga pokok produksi.
Memeberikan supervisi atau arahan terhadap bawahan serta membuat penilaian kinerja terhadap bawahan.
Melakukan kerjasama dengan unit kerja lainnya terkait dengan tuga dan
tanggung jawab.
7. MARKETING Berfungsi :
Menerima pelayanan dari luar yang berkaitan dengan pekerjaan (job).
Memberi informasi tata cara prosedur yang berkaitan pekerjaan kepada pihak luar, instansi, asuransi, dan pribadi.
Pengenalan produk keluar dengan mengharap agar informasinya menyebar keluar dengan baik dan mendapatkan support yang baik.
Mengemban misi dalam peningkatan produk bahwa “Saya Terbaik”
8. SUPERVISOR QUALITY CONTROL Berfungsi:
Memimpin, membina, mengarahkan, mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengendalian kualitas.
Memberikan petunjuk pengembangan metode, sistem dan prosedur kerja untuk lebih meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Memberikan masukan dan penetapan strategi pengendalian kualitas beserta program kerjanya dan pelaksanaannya.
Menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan rencana kerja dan anggaran bagian pengendalian kualitas.
Melakukan pengamatan pada bagian-bagian produksi terhadap barang-barang
Melakukan pengamatan pada bagian-bagian produksi terhadap barang-barang