PENYUSUNAN DED
Skala Lingkungan
INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN
PRASARANA adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan hunian yang memenuhi standar tertentu untuk kebutuhan bertempat tinggal yang layak, sehat, aman,dan nyaman. Contoh: JALAN, DRAINASE, SANITASI, AIR MINUM
SARANA adalah fasilitas dalam lingkungan hunian yang berfungsi untuk mendukung penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi. Contoh: POSKESKEL, RTH/RTNH
UTILITAS UMUM adalah kelengkapan penunjang untuk pelayanan lingkungan hunian. Contoh: JARINGAN LISTRIK, JARINGAN TELEPON
Jenis Infrastruktur Skala Lingkungan program KOTAKU
Infrastruktur Tersier
INDIKATOR/ASPEK KUMUH DAN JENIS SARANA DAN PRASARANA SKALA LINGKUNGAN KOTAKU-NSUP
NO INDIKATOR/ASPEK JENIS SARANA PRASARANA
1 Kondisi Bangunan Hunian
Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) *) :
• Rumah Tunggal
• Rumah Deret
• Rumah Kopel
2 Jalan Lingkungan
▪ Jalan Aspal/Hotmix (min. lebar perkerasan 1,5m)
▪ Jalan Paving Blok/Beton (min.lebar perkerasan 1,5m)
▪ Jalan Sirtu/Makadam/Telford (min.lebar perkerasan 1,5m)
▪ Jembatan (min.lebar perkerasan 1,5m)
▪ Pedestrian
▪ Bangunan Pelengkap jalan seperti Gorong- gorong, Penahan Longsor, sal. samping jalan, dll
NO INDIKATOR/ASPEK JENIS SARANA PRASARANA
3
Saluran Air Hujan (Drainase
Lingkungan)
▪ Saluran terbuka
▪ Saluran tertutup
▪ Sumur Resapan/Biopori
▪ Pompa Air/Pintu Air/Pengendali Banjir
▪ Normalisasi Saluran Bangunan pelengkap:
• Pertemuan saluran
• Bangunan terjunan
• Jembatan/Talang
4 Pembuangan Air Limbah
▪ Jamban Komunal
▪ MCK Komunal
▪ Septictank Komunal
▪ Saluran Pembuangan Air Limbah R.Tangga
▪ System Pengolahan Air Limbah Setempat/Terpusat
NO INDIKATOR/ASPEK JENIS SARANA PRASARANA
5 Penyediaan Air Minum
▪ Sumur Gali/Pompa/Bor skala Komunal
▪ Hidran/Kran Umum skala Komunal
▪ Penampung Air Hujan skala Komunal
▪ Jaringan Air Bersih Perpipaan
▪ Penangkap Mata Air
▪ Instalasi Pengolahan Air Sederhana skala Komunal
▪ Penyediaan sambungan rumah (SR) dari PDAM atau swasta *)
6 Pengelolaan Persampahan
▪ Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) pada skala lingkungan
▪ Tempat Penampungan Sampah (TPS)/TPS 3R
▪ Gerobak/Motor Sampah
NO INDIKATOR/ASPEK JENIS SARANA PRASARANA
7 Pengamanan
Bahaya Kebakaran
▪ Penyediaan Pasokan Air (Bak/Kolam
penampungan air, Sumur Dalam/Hidran)
▪ Motor pemadam kebakaran
▪ Alat Pemadam Api Ringan (APAR) *)
8 Ruang Terbuka Publik
▪ Ruang Terbuka Hijau (RTH)**)
▪ Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) seperti prasarana olahraga, sarana bermain, dll**)
▪ Taman/tempat main, Luas 250 m2-9000 m2**)`
Catatan :
1. Tanda *) : Didanai dari sumber dana kemitraan (non BDI NSUP)
2. Tanda **) : Dapat didanai dari BDI maksimum 10 % dari total nilai Paket kegiatan KSM yang tertera dalam SPPDL
Detail Engineering Design (DED) Dalam Pekerjaan Konstruksi dapat diartikan sebagai produk dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan (gambar kerja) detail bangunan sipil seperti gedung, jalan, drainase, jembatan, bendungan, dan pekerjaan konstruksi lainnya.
PENGERTIAN DETAIL ENGINEERING DESIGN
(DED)
PENYUSUNAN PERENCANAAN TEKNIS (DED) DAN RAB
Penyusunan perencanaan teknis (DED) berdasarkan usulan kegiatan penanganan kumuh yang ada di dokumen RPLP.
Dalam penyusunan RAB menggunakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum. Permen No.
11/PRT/M/2013 tentang Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum, Analisa Harga Satuan SNI (AHSSNI) dan atau Analisa K, masih berlaku sepanjang tidak bertentangan
dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum terbaru tersebut.
LANGKAH-LANGKAH TEKNIS PENYUSUNAN DED PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SKALA LINGKUNGAN
1. Survey Teknis
2. Analisis dan perencanaan (konsep disain)
3. Penyusunan Perencanaan teknis (Detail Engineering Design/DED) - Gambar situasi / Siteplan
- Denah
- Gambar pandangan/tampak
- Gambar potongan (memanjang/melintang) - Gambar detail.
4. Penyusunan spesifikasi teknis kegiatan dan RKS 5. Penyusunan RAB
- Perhitungan volume pekerjaan
- Perhitungan Analisa harga satuan pekerjaan - Perhitungan RAB
LANGKAH-LANGKAH TEKNIS PENYUSUNAN DED
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SKALA LINGKUNGAN
Survey Teknis 1
Pengumpulan data sekunder antara lain (data kependudukan, matapencaharian, fisika, kimia, biologi, kawasan lindung, sarana prasarana yang ada disekitar lokasi, perda/peraturan perundangan yang berlaku dan relevan, RDTR Kabupaten/Kawasan, hasil study terkait, peta tata guna lahan, peta jenis tanah, peta kelerengan lahan, peta topografi, curah hujan, peta hidrologi, Peta Masterplan Jaringan Infrastruktur terkait, dll)
Pengumpulan data primer: Survey (pengukuran) dan diskusi/FGD dengan warga (Pengukuran topografi, Geologi, Mekanika Tanah, Hidrologi, Lingkungan & Sosbud,dll).
Pengumpulan data dan informasi lapangan (Data Sekunder,
Primer/Survey Investigasi
LANGKAH-LANGKAH TEKNIS PENYUSUNAN DED
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SKALA LINGKUNGAN
Analisis dan perencanaan (konsep disain) 2
➢ Menyusun Peta Topografi, Peta Tematik, Peta Lokasi Kegiatan;
➢ Menyusun kriteria pemilihan desain, spesifikasi bahan/alat, dll. yang diperlukan guna menjamin keselamatan bangunan.
➢ Pra Desain/Rancangan Awal termasuk perhitungan teknis konstruksi (dimensi/komposisi konstruksi, kekuatan, kestabilan, geser, dll).
Dalam pemilihan desain ini juga harus telah mempertimbangkan kemungkinan dampak lingkungan yang muncul akibat dari pelaksanaan pekerjaan nanti.
Kriteria desain untuk setiap jenis infrastruktur yang direncanakan harus mengacu pada kriteria desain standar yang dikeluarkan oleh instansi teknis terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum atau instansi teknis terkait lainnya
DATA SEKUNDER RUJUKAN
DOKUMEN PERENCANAAN KOTA:
➢ Peta Masterplan Jalan;
➢ Peta Masterplan Drainase;
➢ Materplan Air Minum (RISPAM)
➢ Materplan Jaringan Sanitasi (SSK);
➢ Masterplan Persampahan
➢ Masterplan Proteksi Kebakaran (RISPK)
➢ Rencana Tata Bangunan &
Lingkungan
➢ RTR (Peruntukan, KSN/PKW/PKL,dll)
➢ SPPIP/RKPKP/RP3KP
➢ RP2KPKP/RPLP
DATA PRIMER TELAH MEMASTIKAN/
MEMPERTIMBANGKAN:
➢ Estetika (Keserasian dengan lingkungan sekitar, kelurusan)
➢ Elevasi/Dimensi Konstruksi dengan Eksisting
➢ Universal Akses / Penggunaan untuk semua
➢ Ketersediaan Lahan (termasuk Harta Benda didalamnya)
➢ Kesesuaian Kondisi Tanah dengan Type Konstruksi
➢ Kebiasaan Masyarakat
➢ Dampak Lingkungan
➢ Perijinan yang diperlukan untuk pembangunan nanti
➢ Penggunaan alat Ukur yang akurat
➢ Kemudahan Pelaksanaan Fisik;
➢ Kemudahan Operasi & Pemeliharaan;
➢ Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna
LANGKAH-LANGKAH TEKNIS PENYUSUNAN DED
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SKALA LINGKUNGAN
Penyusunan Perencanaan teknis (Detail Engineering Design/DED)
3
Gambar Denah, Gambar Tampak/Pandangan, Gambar Penampang/Potongan, termasuk Gambar Detil
Lingkup pekerjaan konstruksi/proyek adalah keseluruhan pekerjaan/kegiatan konstruksi yang harus dilakukan untuk menghasilkan bangunan yang memenuhi persyaratan mutu sesuai standar teknis bangunan yang telah ditetapkan.
Kemudian dari setiap pekerjaan tersebut Dihitung Kuantitas/Volumenya, Metode Pelaksanaannya dan Urutan pelaksanaannya.
MEMBUAT GAMBAR PERENCANAAN TEKNIS
MENENTUKAN LINGKUP
PEKERJAAN BERIKUT METODE PELAKSANAANNYA DAN RINCIAN VOLUME PELAKSANAAN
PEKERJAAN
LANGKAH-LANGKAH TEKNIS PENYUSUNAN DED
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SKALA LINGKUNGAN
Khusus untuk bangunan yang mempunyai bentuk sama seluruhnya atau sebahagian dapat menggunakan gambar typikal/prototype.
Skala Gambar dapat ditetukan sebagai berikut:
No Skala Peruntukan Gambar
1. Skala Kecil 1:1000
1: 500 1: 400 1: 200 1: 100
Gambar situasi, Gambar Rancana tapak, Gambar peta, Gambar denah, Gambar bloc plan, Gambar tampak/potongan;
2. Skala Besar 1: 50
1: 20 1: 10 1: 5 1: 2 1:1
Gambar detail; Detail Arsitektur, detail struktur, Detail M&E
LANGKAH-LANGKAH TEKNIS PENYUSUNAN DED
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SKALA LINGKUNGAN
4
5
MENYUSUN
SPESIFIKASI TEKNIS
MEMBUAT RENCANA ANGGARAN BIAYA PEKERJAAN
KONSTRUKSI
Spesifikasi Teknis, dibuat untuk memberikan informasi lebih lengkap mengenai persyaratan-persyaratan teknis dan ketentuan- ketentuan pelaksanaan pekerjaan/bangunan yang ingin diwujudkan.
Spesifikasi Teknis merupakan dokumen persyaratan teknis/standar bangunan yang secara garis besarnya berisi : uraian/penjelasan dari tiap jenis pekerjaan (lingkup kegiatan), komposisi campuran, persyaratan material/peralatan, ketentuan/peraturan terkait yang harus diikuti, Metode Pelaksanaan, Cara pengukuran pekerjaan, dll)
RAB yang disusun pada saat perencanaan teknis ini pada dasarnya merupakan perkiraan berdasarkan perhitungan teknik (Engineering Estimate/EE) yang akan menjadi acuan untuk mengalokasikan dana pembangunan konstruksi. Secara umum komponen biaya yang diperhitungkan dalam RAB disini adalah kompenen Tenaga Kerja, Bahan, Alat.
KOMPONEN ANGGARAN BIAYA (RAB)
Tenaga Kerja
Alat
Harga Bahan
Analisa Harga Satuan
Volume Pekerjaan
RAB
DIAGRAM PERHITUNGAN ANGGARAN BIAYA (RAB) 1. Tenaga Kerja
2. Bahan dan Alat
3. Analisa Harga satuan 4. Volume Pekerjaan 5. RAB
ACUAN KETENTUAN PENYUSUNAN RENCANA TEKNIS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
1. RENCANA INDUK KAWASAN, STANDAR TEKNIS BIDANG INI ANTARA LAIN: SNI 02- 2406-1991 DAN PT T-15-2002-C UNTUK KAWASAN YANG PERTUMBUHANNYA NORMAL DAN SATUAN LUAS DAERAH TIDAK TERLAMPAU LUAS (<200 HA).
2. PERMEN PUPR NO. 28/PRT/M/2016 TENTANG PEDOMAN ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG PEKERJAAN UMUM
3. PERMEN PUPR NO. 04/PRT/M/2017 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK
4. PERMEN PU NO. 03/PRT/M/2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PRASARANA &
SARANA PERSAMPAHAN DLM PENANGANAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA
5. PERMEN PUPR NO. 27/PRT/M/2016 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM
6. PERMEN PU NO. 18/PRT/M/2007 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM
7. PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/2017 TENTANG PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG (UTK DISABILITAS)
AKSESBILITAS
Dalam perencanaan teknis Bangunan yang behubungan dengan fasilitas umuh harus memperhatikan asas aksebilitas bagi disabilitas, manula,ibu hamil, anak-anak (Infrastruktur untuk semua)
Aksesibilitas: kemudahan yang disediakan bagi semua orang termasuk difabel, lansia, dan anak-anak guna mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan.
PRINSIP PERENCANAAN BANGUNAN :
Keselamatan: setiap bangunan yang bersifat umum dalam suatu lingkungan terbangun, harus memperhatikan keselamatan bagi semua orang.
Kemudahan: setiap orang dapat mencapai semua tempat atau bangunan yang bersifat umum dalam suatu lingkungan.
Kegunaan: setiap orang harus dapat mempergunakan semua tempat atau bangunan yang bersifat umum dalam suatu lingkungan.
Kemandirian: setiap orang harus bisa mencapai, masuk dan mempergunakan semua tempat atau bangunan yang bersifat umum dalam suatu lingkungan dengan tanpa membutuhkan bantuan orang lain.