SKRIPSI
Disusun Oleh :
NAILUL IZAH 204172688
PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2021
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
NAILUL IZAH 204172688
PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2021
Alamat. Jl Jambi-Ma Bulian KM 16 Simp. Sungai Duren Kab. Muaro Jambi Kode Pos : 36365
NOTA DINAS Kode
Dokumen
Kode Formulir Berlaku Tgl
No Revisi
Tgl Revisi
Halaman
In.08-PS-05 In.08-FM-PS-
05-01 R-0 - 1 dari1
Hal : Nota Dinas
Lampiran : -
Kepada
Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi Di Jambi
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Setelah membaca, meneliti memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi saudari :
Nama : Nailul Izah
NIM : 204172688
Judul Skripsi : Pola interaksi sosial siswa saat pembelajaran daring kelas V SDN /IX Parit Kec. Sungai Gelam Kab. Muaro Jambi Sudah dapat diajukan kembali kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu dalam dunia pendidikan Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah.
Dengan ini kami mengharapkan agar skripsi/tugas akhir saudari di atas dapat segera dimunaqasahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Jambi, Mei 2021 Mengetahui Pembimbing I
Dr. Saidah Ahmad, M.Pd NIP. 19640805 199003 2 002
Alamat. Jl Jambi-Ma Bulian KM 16 Simp. Sungai Duren Kab. Muaro Jambi Kode Pos : 36365
NOTA DINAS Kode
Dokumen Kode Formulir Berlaku Tgl
No Revisi
Tgl
Revisi Halaman
In.08-PS-05 In.08-FM-PS-
05-01 R-0 - 1 dari 1
Hal : Nota Dinas
Lampiran : -
Kepada
Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi Di Jambi
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Setelah membaca, meneliti memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi saudari :
Nama : Nailul Izah
NIM : 204172688
Judul Skripsi : Pola interaksi sosial siswa saat pembelajaran daring kelas V SDN /IX Parit Kec. Sungai Gelam Kab. Muaro Jambi Sudah dapat diajukan kembali kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu dalam dunia pendidikan Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah.
Dengan ini kami mengharapkan agar skripsi/tugas akhir saudari di atas dapat segera dimunaqasahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jambi, Januari 2021 Mengetahui
Pembimbing II
Drs. Imran M.Pd.
NIP. 19671010 199302 1 003
hidayahnya kepada saya sehingga saya masih diberi kesempatan dan nikmat kesehatan dan bisa berada ditahap ini dan dapat menyelesaikan skripsi ini guna memperoleh Strata 1 (SI), tak lupa sholawat beserta salam kukirimkan kepada baginda nabi besar Muhammad Rasulullah SAW karena berkat kerja keras beliaulah yang menjadi contoh dan panutan bagi saya.
Kupersembahkan sebuah karya yang kutulis dengan sepenuh hati dan bersungguh-sungguh semata-mata hanya untuk Alm. Ayahanda tercinta Alm.
Salim dan Ibunda tercinta Jami, terimalah setetes karyaku ini sebagai mentari penghangat diantara kerasnya perjuangan, limpahan kasih sayang yang telah engkau berikan kepadaku memberikan dorongan, perhatian, do‟a dan segalanya hingga tercapainya cita-cita ini
Terima kasih untuk semua kakak-kakakku Sumiati, Karminah, Sholikin, Rusmiati, Ali Mahmudi beserta semua kakak-kakak ipar ku, dan adik ku Durnatun Nafisah dan Nur Sholeh, serta seluruh keluarga besar dari kedua orang tua ku, yang telah mendo‟akanku, memberikan semangat dan motivasi kepadaku. Semoga kita semua dapat membahagiakan orang yang paling kita sayangi dan cintai sepanjang hayat ini dengan keberhasilan yang kita capai yaitu dua malaikat tanpa sayap yang telah mendidik dan membesarkan kita tanpa pamrih dan balas budi.
Akhirnya hanya kepada Allah SWT jualah kuserahkan dengan berharap rahmat dan ridho illahi Robbi kupersembahkan karya ini dan semoga memberikan banyak manfaat dan menjadi langkah kesuksesanku Amin Ya Rabbal „Alamin.
Artinya :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri” ( Q.S. Ar-Ra‟d Ayat 11) .
i
Alhamdulillah Puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Alim yang kita tidak mengetahui kecuali apa yang diajarkannya, shalawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW pembawa pencerahan bagi manusia. Atas iradahnya hingga skripsi ini dapat dirampungkan dengan judul “ Pola Interaksi Siswa Saat Pembelajaran Online Kelas V Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit, Kecamatan Sungai Gelam”.
Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat akademik guna mendapatkan gelar sarjana pendidikan pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan, dorongan, dan bimbingan dari berbagai pihak, semoga amal baik tersebut dibalas oleh Allah.
Untuk itu penulis mengaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Prof. Dr. H. Suaidi Asy’ari, MA, Ph.D, Selaku Rektor UIN Sulthan Thaha
Saifuddin Jambi.
2. Dr.Rofiqoh Ferawati SE, M, Dr. Sa’ad Isma, M.Pd, Dr. Bahrul Ulum, S.Ag, MA, Selaku Warek I,II,III UIN Sulthan Taha Saifuddin Jambi.
3. Dr. Hj. Fadillah, M.Pd., Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Uin Sulthan Taha Saifuddin Jambi.
4. Dr. Risnita, M.Pd, Dr. Najmul Hayat, M.Pd.I, Dr. Yusria, S.Ag. M.Pd, Selaku Wakil Dekan I,II,III Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Taha Saifuddin Jambi.
5. Ibu Ikhtiati, M.Pd, Selaku ketua jurusan PGMI dan Ibu Nasyariah Siregar, M.Pd, selaku sekretaris jurusan PGMI
6. Ibu Dr. Saidah Ahmad, M.Pd.I, sebagai pembimbing I yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing, mengarahkan penulis dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan rasa tanggung jawab, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
ii
8. Pimpinan Perpustakaan Universitas dan Fakultas Tarbiyah serta karyawan yang telah membantu penulis dalam melengkapi referensi dalam penulisan skripsi ini.
9. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah atas ilmu dan pendidikan yang telah diberikan.
10. Bpk Makhrus, S.Pd, selaku Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hasanah Kecamatan Sungai Gelam.
11. Ibu Mulyati S. Pd, selaku wali kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hasanah Kecamatan Sungai Gelam.
12. Sahabat-sahabatku Miftahul Jannah dan Hamidi serta mahasiswa Pendidikan Guru Madrasaah Ibtidaiyah yang telah menjadi teman dalam perjalanan menyusun skripsi ini.
Jambi, Mei 2021
NAILUL IZAH NIM.204172688
iii
Judul : “Pola interaksi siswa saat pembelajaran online kelas V Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit, Kecamatan Sungai Gelam
Penelitian tentang Pola interaksi siswa saat pembelajaran online kelas V Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit, Kecamatan Sungai Gelam bertujuan untuk mengetahui bagaimana interaksi siswa saat pembelajaran online Siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit, Untuk mengetahui apa saja kesulitan saat berinteraksi sosial Dalam Pembelajaran Daring Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit dan Untuk mengetahui Solusi dan Kendala interaksi sosial saat pembelajaran daring kelas V Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif , pengumpulan data mengunakan tehnik , quisioner , wawancara observasi dan dokumentasi. Ditemukan bahwa kendala yang dihadapi orang tua dalam pembelajaran daring secara umum adalah latar belakang pendidikan , tingkat ekonomi , fasilitas internet yang diberikan dan pekerjaan orang tua . Upaya yang diambil guru Pada saat pembelajaran daring adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang paling cocok pada masa pembelajaran daring dan memberi waktu yang panjang pada saat anak-anak mengerjakan tugas.
Kata Kunci : Pola Interaksi Siswa Saat Pembelajaran Online
iv
Title : "The pattern of student interaction during online learning for class V Elementary School 146 / IX Parit, Sungai Gelam District
Research on student interaction patterns during online learning of class V Elementary School 146 / IX Parit, Sungai Gelam District aims to find out how student interactions during online learning Class V students of SD Negeri 146 / IX Parit, to find out what are the difficulties during social interaction. Online Learning of Class V Students of State Elementary School 146 / IX Parit and to find out the Solution and Obstacles of social interaction during online learning for Class V Public Elementary School 146 / IX Parit.
The method used in this research is descriptive qualitative method, data collection using techniques, questionnaires, interview, observation and documentation. It was found that the obstacles faced by parents in online learning in general were educational background, economic level, internet facilities provided and parents' occupation. Efforts taken by the teacher during online learning are to use learning methods that are most suitable for online learning and give children a long time to do assignments.
Keywords: Student Interaction Patterns During Online Learning
v LEMBAR PENGESAHAN
CEK PLAGIASI
PERNYATAAN ORISINALITAS PERSEMBAHAN
MOTTO
HALAMAN
KATA PENGANTAR ... i
ABSTRAK ... iii
ABSTRACT ... iv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Fokus Penelitian ... 4
1.3 Rumusan Masalah ... 4
1.4 Tujuan Penelitian ... 5
1.5 Manfaat Penelitian ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teoritik ... 7
2.1.1 Pola Interaksi Sosial ... 7
2.1.2 Hakikat Interaksi Guru dan Siswa ... 10
2.1.3 Bentuk atau Pola Interaksi ... 11
2.1.4 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi ... 12
2.1.5 Ciri-ciri Interaksi ... 14
2.1.6 Jenis-jenis Interaksi ... 15
2.1.7 Pembelajaran Daring ... 15
vi
2.2 Studi Relevan ... 18
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Desain Penelitian ... 21
3.2 Setting dan Subjek Penelitian ... 21
3.3 Jenis dan Sumber Data ... 22
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 23
3.5 Teknik Analisis Data ... 25
3.6 Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ... 26
BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Temuan Umum ... 28
4.1.1 Gambaran Umum SDN 146/IX Parit ... 28
4.1.2 Data Umum SDN 146/IX Parit ... 28
4.1.3 Visi dan Misi SDN 146/IX Parit ... 30
4.1.4 Keadaan Guru Dan Siswa SDN 146/IX Parit ... 30
4.1.5 Keadaan Sarana dan Prasarana ... 33
4.2 Temuan Khusus Dan Pembahasan ... 34
4.2.1 Temuan Khusus ... 44
4.2.2 Pembahasan ... 47
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 59
5.2 Saran ... 60
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 61
DAFTAR PUSTAKA ... 79
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 81
vii
Tabel 4.1.4 Daftar Keadaan Siswa SDN 146/IX Parit ... 33 Tabel 4.1.5 Keadaan Sarana dan Prasarana ... 34
viii
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan tidak pernah terlepas dari kehidupan manusia sebagai mahkluk yang memiliki akal dan pikiran untuk selalu ingin berkembang.
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan manusia yang bermartabat. Tuj uan pendidikan nasional di Indonesia termaksud di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 Nomor 20 Pasal 3. Yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agarmenjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Arah dari pendidikan ialah untuk menciptakan generasi yang cerdas intelektual dan berakhlak mulia, aspek afektif dalam pembelajaran masih sering diabaikan.
Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, dunia pendidikan ‘membanting setir’ dalam menerapkan pembelajarannya. Istilah Work From Home (WFH), Sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang terkena dampak akibat pandemi Covid-19 ini. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan dengan mengganti Kegiatan Belajar Mengajar dengan menggunakan sistem daring.
Penyebaran pandemi virus corona atau COVID-19 telah memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan di Indonesia. Untuk mengantisipasi penularan virus tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti social distancing, physical distancing, hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kondisi ini mengharuskan masyarakat untuk tetap diam di rumah, belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Akibat dari kebijakan tersebut membuat sektor pendidikan seperti sekolah maupun perguruan tinggi menghentikan proses pembelajaran secara tatap muka.
Sebagai gantinya, proses pembelajaran dilaksanakan secara daring yang bisa dilaksanakan dari rumah masing-masing siswa.
Usaha manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar, sosial dan integratif dilakukan melalui suatu proses yang disebut dengan interaksi sosial. (Narwoko, n.d. 2007) Menurut Kinball Young dan Raymond W.
Mack, interaksi. Tanpa adanya interaksi sosial maka tidak mungkin ada yang namanya kehidupan bersama. Suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya di dalam masyarakat disebut proses sosial (Soekanto &
Soemarjan, 1969)
Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa didalam berlangsung nya proses belajar mengajar dimasa pandemi saat ini sangat diperlukan interaksi atau hubungan antara guru dengan orang tua dalam memantau perkembangan proses belajar anak secara daring.
Daring atau dalam jaringan memiliki makna tersambung dalam jaringan komputer. Menurut Thome pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi multimedia, video, kelas virtual, teks online animasi. Yang menggunakan aplikasi media sosial diantaranya : WhatsApp Group, Google ClassRoom, Edmodo, Pesan suara, email, telepon konferensi, dan video steraming online (Zoom, Google Meet) (Kuntarto, 2017: 101).
Pembelajaran daring dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang dalam pelaksanaannya menggunakan jaringan internet, intrenet dan ekstranet atau komputer yang terhubung langsung dan cakupannya global (luas). Pelaksanaan pembelajaran daring dapat dilakukan dengan sistem pembelajaran campuran (Blended Learning). Widiarta, I.K. (2018: 51) menyebutkan bahwa Blended Learning adalah pembelajaran perpaduan antara kelas tradisional dengan pembelajaran berbasis terknologi modern.
Selain dari itu juga, terdapat pendapat lain yang beranggapan bahwa pembelajaran adalah sistem dalam berbagai komponen yah berkaitan denga satu sama lain Hosnan, ( 2014, hlm. 18). Kemudian azhar juga mengemukakan bahwa pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik Azhar dalam sobron (2019, hlm. 2).
Penerapan pembelajaran dengan memanfaatkan media daring di Indonesia didukung dengan adanya Permendikbud Nomor 68 Tahun 2014 tentang peran pendidik TIK dan pendidik keterampilan komputer dan pengelolaan informasi dalam implementasi kurikulum 2013.
Tujuan pembelajaran bukanlah hanya penguasaan materi pelajaran, akan tetapi proses untuk mengubah tingkah laku siswa dengan tujuan yang siswa akan dicapai. Oleh karena itu penguasaan materi pelajaran bukanlah akhir dari proses pengajaran, akan tetapi hanya sebagai tujuan antara pembentukan tingkah laku yang lebih luas. Artinya, sejauh mana materi yang dikasi siswa dapat membentuk pola perilaku itu sendiri.
Makna penting dalam proses belajar mengajar, yaitu terciptanya suatu proses interaksi belajar baik antar guru dan siswa, dengan siswa, maupun antara siswa dengan lingkungannya. sekolah yang baik baik bagi keduannya karena guru dn siswa secara tidak langsung saling mempengaruhi kedalam hal yang baik. Guru dan siswa memiliki peran yang sangat penting sebagai pengajar dan siswa sebagai anak yang belajar Ikut serta berperan aktif dalam menemukan pengetahuan sendiri Eveline, (2010, hlm. 76).
Etin Solihatin (2008: 15) mengatakan bahwa Interakasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, sehingga manusia harus mampu melakukan interaksi dengan pihak lain. Interkasi dapat dilakukan secara verbal maupun nonverbal, di dalam interkasi harus memiliki 3 (tiga) unsur, yaitu komunikator (orang yang melakukan komunikasi), komunikan (orang yang dijadikan sasaran atau objek) dan informasi (bahan yang dijadikan komunikasi atau interaksi).
Berdasarkan tinjauan awal peneliti mendapatkan keterangan langsung dari guru yang bersangkutan melalui wawancara bahwa sebagian siswa kurang mampu melakukan interaksi dengan baik saat proses pembelajaran berlangsung, baik kepada teman ataupun kepada guru. akan tetapi sebagian siswa tidak termotivasi dalam membangun suatu karakter yang baik dan
bijaksana. Sehingga sebagian siswa tidak mampu melakukan pola interaksi dengan baik dalam belajar mengajar sebagaimana semestinya.
Berdasarkan uraian diatas, maka maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola interaksi guru dan siswa saat pembelajaran daring, bagaimana kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pola interaksinya, dan bagaimana solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi tersebut.
Berangkat dari fakta dan melihat kenyataan bahwa dalam proses pembelajaran daring masih adanya permasalahan interaksi belajar siswa yang kurang mencapai target yang telah ditentukan oleh karena itu pentingnya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa pentingnya pola interaksi guru dan siswa.
Berdasarakan permasalah tersebut maka dari itu peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “POLA INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA SAAT PEMBELAJARAN ONLINE DI KELAS V SD 146/IX PARIT KECAMATAN SUNGAI GELAM”
1.2 Fokus Penelitian
Dengan adanya latar belakang yang telah disajikan diatas maka perlu adanya Fokus Penelitian mengingat keterbatasan ilmu yang peneliti miliki, Maka penulis memfokuskan penelitian khusus pada pola interaksi sosial anak saat pembelajaran omline di kelas V Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit, Kecamatan Sungai Gelam.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah:
1. Bagaimana pola interaksi siswa saat pembelajaran online kelas V Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit, Kecamatan Sungai Gelam?
2. Apa kendala interaksi siswa saat pembelajaran online kelas V Sekolah Dasar Negeri146/IX Parit, Kecamatan Sungai Gelam?
3. Bagaimana solusi mengatasi kendala interaksi siswa saat pembelajaran online kelas V Sekolah Dasar Negeri146/IX Parit, Kecamatan Sungai Gelam?
1.4 Tujuan Penelitian
1. Ingin mengetahui interaksi awal siswa saat pembelajaran online kelas V Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit, Kecamatan Sungai Gelam.
2. Ingin mengatasi kendala interaksi siswa saat pembelajaran online kelas V Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit, Kecamatan Sungai Gelam.
3. Ingin memberikan solusi untuk mengatasi kendala interaksi siswa saat pembelajaran online kelas V Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit, Kecamatan Sungai Gelam.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian terbagi menjadi dua bagian yaitu:
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritik, hasil dari penilaian ini diharapkan dapat memprkaya dan memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan, khususnya didiplin ilmu pengetahuan, khususnya disiplin ilmu pendidikan dan disiplin ilmu sosiologi. Belajar sebagai perubahan tingah laku karena hasil dari pengalaman yang diperoleh. Kegiatan belajar adalah kegiatan yang merangsang serta mengarahkan kegiatan belajar siswa atau subjek belajar untuk memperoleh pengetahuan keterampilan, nilai, dan sikapyang membawa perubahan serta kesadaran diri sebagai pribadi. Melalui proses interaksi, memungkinkan kemampuan siswa akan berkembang baik mental maupun intelektual.
2. Manfaat Pragtis
a) Manfaat bagi Instansi UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi
Memberikan sumbangan pemikiran dalamrangka melengkapi dan mengembangkan hasil penelitian yang sudah ada.
b) Bagi Sekolah
Dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi sekolah dalam dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran melalui interaksi
Sebagai informasi atau bahan pertimbangan lembaga membuat dan menetapkan kebijakan dalam kegiatan proses belajar.
c) Manfaat Bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Sebagai sumbangan pemikiran dan diharapkan mampu dan memberikan ruangan dan wahana baru bagi pengembangan ilmu dan konsep pendidikan dimasa yang akan datang.
d) Manfaat Bagi Peneliti
Sebagai penambah khazanah keilmuan, pengalaman, latihan dan pengembngan teori untuk diterapkan apa yang sudah didapat selama dibangku perkuliahan.
7 2.1.1 Pola Interaksi sosial
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, “pola adalah gambar, corak, model, sistem, cara kerja, bentuk dan struktur”. (KBBI, 2008:
1008). Etin Solihatin (2008: 15) mengatakan bahwa Interaksi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, sehingga manusia harus mampu melakukan interaksi dengan pihak lain. Interaksi dapat dilakukan secara verbal maupun nonverbal, di dalam interaksi harus memiliki 3 (tiga) unsur, yaitu komunikator (orang yang melakukan komunikasi), komunikan (orang yang dijadikan sasaran atau objek) dan informasi (bahan yang dijadikan komunikasi atau interaksi).
Dikutip dari buku 'Sosiologi' terbitan ESIS, interaksi sosial adalah hubungan timbal balik (sosial) berupa aksi saling memengaruhi antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, dan antara kelompok dan kelompok. Sedangkan, menurut Sosiolog John Gillin dari Amerika Serikat interaksi sosial adalah hubungan- hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antarindividu, individu dan kelompok, atau antarkelompok. Dalam suatu hubungan, individu atau kelompok bekerja sama atau berkonflik, melakukan interaksi, baik formal maupun informal, dan langsung maupun tidak langsung.
Sejalan dengan pendapat Etin, Sardiman (2011: 7) Mengatakan bahwa interaksi akan selalu berkait dengan istilah komunikasi atau hubungan. Dalam proses komunikasi dikenal dengan adanya unsur komunukasi dan komunikator. Hubungan antara komunikator dengan komunikan biasanya karena menginteraksikan sesuatu yang dikenal dengan istilah (message). Kemudian untuk menyampaikan atau
mengontakkan pesan itu diperlukan adanya media atau saluran (channel). Jadi unsur-unsur yang terlibat dalam komunikasi itu adalah:
komunikator, komunikan, pesan dan saluran atau media. Begitu juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain, empat unsur untuk terjadinya proses komunikasi itu akan selalu ada.
Dalam interaksi sosial komunikasi merupakan hal yang sangat penting dengan maksud adanya saling mengungkapkan perilaku entah itu dalam berbicara, sikap bahkan gesture untuk menyampaikan pesan.
Namun ada beberapa unsur pokok dalam Komunikasi yaitu:
Komunikator adalah seorang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan atau keterkaitan.
Komunikan adalah seorang atau kelompok yang menerima pesan dari komunikator.
Pesan adalah sesuatu hal yang disampaikan oleh komunikator.
Pesan biasanya berisikan informasi, pertanyaan, bahkan pengungkapan emosi dan perasaan.
Media adalah perantara untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar bahkan film biasanya memberikan pesan tersurat.
Efek adalah perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan, setelah mendapatkan pesan dari komunikator.
Pola Interaksi Sosial Interaksi sosial yang terjadi antara individu maupun kelompok yang bersifat dinamis dan mempunyai pola tertentu, sebagaimana kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara pengulangan hingga berjangka panjang maka akan bertahan terwujudnya hubungan sosial yang baik .
Pola interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:Berdasarkan kedudukan sosial (status) dan peranannya.
Contohnya, seorang guru yang mengajar bersama muridnya harus
mencerminkan perilaku seorang guru. Sebaliknya, siswa harus menaati gurunya.
Kegiatan yang terus berlanjut hingga menemukan titik tujuan untuk menghasilkan suatu hal yang terbaik dan terus mengembangkan pemikiran atau ide.Contohnya, dari adanya interaksi, seseorang melakukan terjalin kerjasama bisnis, muncul suatu pertentangan, adanya persaingan, dan lain sebagainya.
Interaksi sosial dapat terjadi pada siapapun tidak mengenal waktu, tempat dan keadaan biasanya akan terlibat sebagaimana pola pikir masyarakat akan terbentuk.Contohnya:Salah satu sekolah mempunyai penilaian yang baik dalam hal disiplin, kebersihan dan prestasi siswa yang begitu berpengaruh di salah satu daerah.
Namun kepercayaan masyarakat pada sekolah tersebut selalu baik, hanya saja di suatu waktu sekolah tersebut tercemar tidak baik karena kelakuan siswa yang melakukan tindakan tidak terpuji.
Seperti yang dikatakan Gillin and Gillin mendefinisikan interaksi sosial sebagai berikut “interaksi sosial merupakan hubungan- hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan orang perorang antara perorang dan kelompok manusia maupun antara orang perorang dengan kelompok manusia.
Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial:
1. Adanya kontak sosial 2. Adanya komunikasi
Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu orang perorang dengan suatu kelompok manusia, dana tau antara kelompok dengan kelompok manusia lain
Kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh tidak hanya membutuhkan interaksi dari siswa,tetapi juga dari pengajar dimana eksplorasi terhadap medium yang digunakan dalam proses mengajar
juga sangat berpengaruh bagi siswa dalam menangkap pelajaran yang diberikan sekaligus peran guru dalam mengondisikan ruang yang terlihat nyata atas kehadiran mereka. Beragam medium yang dapat digunakan oleh pengajar mulai dari media sosial (Dunlap &
Lowenthal, 2011) hingga video tutorial dalam model belajar asynchronize, dimana peserta didik bisa dengan mudah mengakses dan mengulang video hingga mereka mendapat pemahaman tentang apa yang dipelajari (Borup, West, & Graham, 2012). Bahkan pengajar juga bisa memberikan materi berbentuk cerita digital (Lowenthal &
Dunlap, 2010) digunakan sebagai medium pembelajaran disamping media berbasis teks yang masih kerap dipakai sampai saat ini (DuVall, Powell, Hodge, & Ellis, 2007).
Maka dapat disimpulkan bahwa pola interaksi merupakan suatu bentuk kegiatan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang menghasilkan suatu hubungan timbal balik antara satu individu dengan individu lainnya. Dalam proses pembelajaran, pola interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh guru kepada siswa dan terjadinya hubungan timbal balik antara guru dan siswa pada saat pembelajaran berlangsung demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
2.1.2 Hakikat Interaksi Siswa dan Guru
Menurut Abu Achmadi dan Shuyadi (Djamarah, 1995: 98) Interaksi adalah suatu gambaran sehubungan aktif dua arah antara guru dan anak didik yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan. “Interaksi adalah saling mempengaruhi, hubungan timbal balik antara pihak tertentu misalnya antara guru dan murid”. Didalam proses interaksi antara guru dan murid dalam ke belajar mengajar dibutuhkan sejumlah komponen-komponen atau unsur yang harus ada didalamnya, dimana komponen-komponen itu saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Dalam proses interaksi
belajar mengajar, anak didik dipandang. bukan hanya sebagai objek pengajaran melainkan juga sebagai Oleh karena itu inti dan proses pengajaran tidak lain adalah aktifitas belajar siswa/anak didik dalam mencapai tujuan.
2.1.3 Bentuk atau Pola Interaksi
Menurut Soekanto (2006: 55) pola interaksi sosial merupakan gambaran hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.
Pola interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, maupun orang dengan kelompok manusia. Pola-pola interaksi sosial sangat kompleks. Interaksi atau proses dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pola interaksi asosiatif dan pola interaksi disosiatif (Nurhayati, 2009:15)
Pola interaksi asosiatif merupakan proses-proses yang mendorong dicapainya akomodasi, kerjasama dan asimilasi, yang pada giliran selanjutnya menciptakan keteraturan sosial. Pola interaksi disosiatif merupakan proses-proses yang mengarah kepada terciptanya bentuk-bentuk hubungan sosial yang berupa persaingan (kompetisi), kontravensi ataupun konflik (pertikaian), yang pada giliran berikutnya menghambat terjadinya keteraturan sosial.
Soekanto (2006:65-97) menggolongkan proses sosial terjadi akibat adanya interaksi sosial menjadi dua macam yaitu proses asosiatif dan proses disosiatif.
1) Pola interaksi asosiasif
Proses Asosiatif adalah sebuah proses yang terjadi saling pengertian dan kerjasama timbal balik antara orang perorang atau kelompok satu dengan yang lainnya. Di mana proses ini mengasilkan pencapaian tujuan-tujuan bersama.
2) Akomodasi
Proses sosial yang menunjukan pada sesuatu keadaan yang seimbang (equilibium) dalam interaksi sosial antara individu dan antara kelompok di dalam masyarakat, terutama yang ada hubungannya dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Kedua adalah menuju pada suatu proses yang sedang berlangsung, dimana accomodation menampakan suatu proses untuk meredakan suatu pertentangan yang terjadi di masyarakat, baik pertentangan yang terjadi di antara individu, kelompok dan masyarakat, maupun dengan norma dan nilai yang ada di masyarakat.
3) Asimilasi
Asimilasi adalah usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan yang terdapat antara orang perorang atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan- kepentingan dan tujuan bersama.
2.1.4 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Pada interaksi sosial terdapat berberapa faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yaitu:
1) Factor Imitasi
Menurut Gabriel Tarde, imitasi berasal dari kata imitation yang berarti peniruan. Hal ini disebabkan karena manusia pada dasarnya individualis. Namun di pihak lain manusia mempunyai kesanggupan untuk meniru sehingga di dalam masyarakat terdapat kehidupan sosial (Slamet, 2004:13)
Selanjutnya ada yang berpendapat bahwa with imitation one person copies another, artinya individu mencontoh yang lain, sehingga individu memiliki a passive role in relation dengan individu
lain. Sementara itu ada pula yang menyebutkan imitation is to copy or produce action of another. Jadi, tingkah laku yang dihasilkan berasal dari individu lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa imitasi yang dilaksanakan individu serupa dengan idio-motor action, yaitu adanya tingkah laku yang bersifat otomatis sehingga menimbulkan atau mengakibatkan tingkah laku yang seragam.
2) Faktor Identifikasi
Identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Proses identifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya (tanpa sadar), maupun dengan disengaja karena sering kali seseorang memerlukan tipe-tipe ideal tertentu di dalam proses kehidupannya.
Walaupun dapat berlangsung dengan sendirinya proses identifikasi berlangsung dalam keadaan di mana seseorang yang beridentifikasi benar-benar mengenal pihak lain (yang menjadi idealnya) sehingga pandangan, sikap, maupun kaidah-kaidah yang berlaku pada pihak lain tadi dapat melembaga dan bahkan menjiwainya. Nyata bahwa berlangsungnya identifikasi mengakibatkan terjadinya pengaruh-pengaruh yang lebih mendalam daripada hubungan yang berlangsung melalui proses sugesti atau imitasi.
3) Faktor Sugesti
Sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sesuatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Faktor sugesti memegang peranan yang besar pula dalam pembentukan norma-norma kelompok, prasangka-prasangka sosial, norma-norma sosial, norma-norma politik, dan lain-lainya. Sebab pada orang kebanyakan di antara pedoman tingkah lakunya itu banyak dari adat kebiasaan yang diambil dengan begitu saja, dari lingkungan sekitarnya. Proses sugesti hampir sama dengan imitasi akan tetapi titik tolaknya berbeda.
Berlangsungnya sugesti dapat terjadi karena pihak yang dilanda oleh emosi, yang menghambat daya pikir secara rasional.
4) Faktor Simpati
Proses simpati sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan sangat penting. Walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. Inilah perbedaan utamanya dengan identifikasi yang didorong oleh keinginan untuk belajar dari pihak lain yang dianggap kedudukannya lebih tinggi dan harus dihormati karena mempunyai kelebihan-kelebihan atau kemampuan-kemampuan tertentu yang patut dijadikan contoh. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional tetapi terhadap penilaian perasaan, seperti juga pada proses identifikasi misalnya salah satu siswa sedih karena teman sebangkunya sakit, maka siswa ikut merasakan kesedihan, itulah yang dinamakan simpati.
2.1.5 Ciri-ciri interaksi
Sebuah hubungan bisa disebut sebagai interaksi sosial bila mana menunjukan ciri-ciri sebagai berikut:
Jumlah pelaku dua orang atau lebih. Bila kita membanting gelas (benda mati) ketika marah, maka gelas tidak akan membalas perbuatan kita. Maka di situ tidak terjadi interaksi sosial.
Adanya komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol atau lambang.
Ada suatu dimensi waktu yang meliputi masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
Ada tujuan yang hendak dicapai sebagai hasil dari interaksi tersebut.
Selain keempat ciri di atas, interaksi sosial harus terjadi dengan adanya dua syarat, yakni kontak sosial atau interaksi dan komunikasi berupa pembicaraan, gerakan fisik, dan sikap.
2.1.6 Jenis-Jenis Interaksi
Ada tiga jenis interaksi sosial dalam masyarakat, yakni interaksi sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
Interaksi individu dengan individu dapat bersifat positif maupun negatif. Contoh interaksi sosial positif adalah kegiatan ibu membantu anaknya belajar. Kemudian, contoh negatif adalah peperangan atau perkelahian antara dua kelompok atau negara.
Interaksi individu dengan kelompok terjadi ketika seorang pelatih sepak bola menerangkan strategi bertanding dengan para pemainnya. Nantinya, para pemain akan sesekali bertanya, dan mengajukan usulan.
Interaksi kelompok dengan kelompok, misalnya persatuan pemuda dari berbagai daerah bertemu untuk membahas acara kongres pemuda nasional. Semua kelompok akan mengajukan saran acara yang ingin ditampilkan.
2.1.7 Pembelajaran Daring
Semenjak adanya virus covid-19 di negara kita ini, banyak sekali dampak yang dihadapi baik di negara kita di Indonesia maupun dibelahan dunia, salah satunya dari bidang pendidikan. Tentu pembelajaran juga akan berdampak sekali untuk semua pendidikan, baik tingkat dasar sampai Perguruan Tinggi. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran jarak jauh yang memerlukan akses konektivitas jaringan internet salah satunya dengan memanfaatkan berbagai aplikasi yang ada pada smartphone.
Istilah daring merupakan akronim dari “dalam jaringan“ yaitu suatu kegiatan yang dilaksanakan dengan sistem daring yang memanfaatkan internet. Menurut Bilfaqih & Qomarudin (2015, hlm.
1) “pembelajaran daring merupakan program penyelenggaraan kelas pembelajaran dalam jaringan untuk menjangkau kelompok target yang masif dan luas”. Thorme dalam Kuntarto (2017, hlm. 102)
“pembelajaran daring adalah pembelajaran yang menggunakan teknologi multimedia, kelas virtual, CD ROM, streaming video, pesan suara, email dan telepon konferensi, teks online animasi, dan video streaming online”. Sementara itu Rosenberg dalam Alimuddin, Tawany & Nadjib (2015, hlm. 338) menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
Pada tataran pelaksanaanya pembelajaran daring memerlukan dukungan perangkat-perangkat mobile seperti smartphone atau telepon android, laptop, komputer, tablet, dan iphone yang dapat dipergunakan untuk mengakses informasi kapan saja dan dimana saja (Assingkily & Hardiyati, 2019) (Gikas & Grant, 2013). Namun ada beberapa daerah-daerah di pelosok yang tidak mempunyai akses internet yang menjadi penghambat pelaksanaan pembelajaran daring.
Menurut Ghirardini dalam Kartika (2018, hlm. 27) “daring memberikan metode pembelajaran yang efektif, seperti berlatih dengan adanya umpan balik terkait, menggabungkan kolaborasi kegiatan dengan belajar mandiri, personalisasi pembelajaran berdasarkan kebutuhan mahasiswa dan menggunakan simulasi dan permainan”. Sementara itu menurut Permendikbud No. 109/2013 pendidikan jarak jauh adalah proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi.
Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan dan kemajuan diberbagai sektor terutama pada bidang pendidikan. Peranan dari teknologi informasi dan komunikasi pada bidang pendidikan sangat penting dan mampu memberikan kemudahan kepada guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran daring ini dapat diselenggarakan dengan cara masif dan dengan peserta didik yang tidak terbatas. Selain itu penggunaan pembelajaran daring dapat diakses kapanpun dan dimana pun sehingga tidak adanya batasan waktu dalam penggunaan materi pembelajaran.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring atau merupakan suatu pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dengan menggunakan internet dimana dalam proses pembelajarannya tidak dilakukan dengan face to face tetapi menggunakan media elektronik yang mampu memudahkan siswa untuk belajar kapanpun dan dimanapun.
2.1.8 Penggunaan WhatsApp sebagai Media Belajar
Whatsapp sebagai media sosial sangat memungkinkaan dimanfaatkan oleh guru atau pendidik sebagai media pembelajaran.
Penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan bervariasi sangat diperlukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia Kemajuan teknologi yang pesat di bidang komunikasi telah melahirkan banyak inovasi dan gagasan baru, ide yang bertujuan untuk memudahkkan proses komunikasi manusia menjadi lebih efektif. Dalam kemajuan teknologi informasi juga dapat berhubungan dengan orang lain tanpa ada batasan jarak dan waktu. Salah satu inovasi yang mempermudah proses komunikasi adalah telepon selular atau yang biasa disingkat dengan kata ponsel. Keterampilan menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa produktif merupakan suatu hal yang paling kompleks yang membutuhkan beberapa syarat penguasaan kosakata, ketatabahasaan,
kemampuan menyusun dan merangkai gagasan, serta mengembangkan gagasan dalam suatu kebutuhan yang logis, padat dan mudah dipahami. Penyajian materi dengan media whatsapp mampu membuat siswa lebih kreatif mengembangkan dan menuangkan ide dalam bentuk tulisan terutama paragraph narasi.
2.1.9 Karakteristik Pembelajaran Daring
Tung dalam Mustofa, Chodzirin, & Sayekti (2019, hlm. 154) menyebutkan karakteristik dalam pembelajaran daring antara lain:
1) Materi ajar disajikan dalam bentuk teks, grafik dan berbagai elemen multimedia,
2) Komunikasi dilakukan secara serentak dan tak serentak seperti video conferencing, chats rooms, atau discussion forums,
3) Digunakan untuk belajar pada waktu dan tempat maya,
4) Dapat digunakan berbagai elemen belajar berbasis CD-ROM untuk meningkatkan komunikasi belajar,
5) Materi ajar relatif mudah diperbaharui,
6) Meningkatkan interaksi antara mahasiswa dan fasilitator,
7) Memungkinkan bentuk komunikasi belajar formal dan informal, 8) Dapat menggunakan ragam sumber belajar yang luas di internet
2.1.10 Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Daring 1) Kelebihan pembelajaran daring
Kelebihan pembelajaran daring menurut Hendri (2014, hlm. 24) diantaranya adalah:
a. Menghemat waktu proses belajar mengajar b. Mengurangi biaya perjalanan
c. Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)
d. Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
e. Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
2) Kekurangan pembelajaran daring
Adapun kekurangan pembelajaran daring/e-learning menurut Seno & Zainal (2019, hlm. 183) antara lain:
a. Tampilan halaman login yang masih membutuhkan petunjuk lebih dalam.
b. Materi yang diberikan kurang luas dan disajikan dalam bentuk Bahasa inggris sehinggga merepotkan dalam mempelajarinya.
c. Adanya pengumpulan tugas yang tidak terjadwal serta tidak adanya pengawasan secara langsung atau face to face dalam pengerjaan tugas yang membuat pengumpulan tugas menjadi molor.
d. Materi pembelajaran menjadi kurang dimengerti saat pembelajaran tidak ditunjang dengan penjelasan dari guru secara langsung.
Dari penjelasan di atas maka kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran daring atau e-learning yaitu mempermudah proses pembelajaran, pembelajaran dapat dilakukan dimana saja, mudahnya mengakses materi, melatih pembelajar lebih mandiri, serta pengumpulan tugas secara online. Tetapi ada juga kekurangan dari pembelajaran daring/e-learning yaitu tidak adanya pengawasan karena pembelajaran dilaksanakan secara face to face, jika peserta didik tidak mampu belajar mandiri dan motivasi belajarnya rendah, maka ia akan sulit mencapai tujuan pembelajaran serta kurangnya pemahaman terhadap materi, serta pengumpulan tugas yang tidak terjadwalkan.
2.2 STUDI RELAVAN
Penelitian yang dilakukan oleh Rabiatul Adawiyah (2017) yang berjudul “Pola Interaksi antara Guru dan Murid sebagai Proses Peningkatan Kedisiplinan Siswa di MTs YPI slamiyah Batang Kuis”. Dalam
penelitiannya, hasil yang diperoleh adalah bahwa guru selalu memberikan rasa yang dekat kepada peserta didiknya, guru dan siswa harus saling terbuka dalam melaksanakan kegiatan apa saja di madrasah, guru dan siswa juga harus memberikan perilaku umpan balik dalam kegiatan apapun di MTs YPI Islamiyah Batang Kuis. Selain itu, siswa selalu mengikuti kegiatan-kegiatan dengan tertib sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, adanya hukuman yang diberikan kepada murid yang telah melanggar peraturan, dan siswa yang bisa mentaati peraturan akan mendapatkan penghargaan dari bapak/ibu guru di MTs YPI Islamiyah Batang Kuis.
Namun, dari hasil penelitian ini ada sejumlah faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung tersebut adalah siswa harus aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di Madrasah, siswa harus mempunyai sifat terbuka kepada ibu dan bapak guru, dan lain-lain. Sedangkan faktor penghambat yakni siswa mempunyai kepribadian yang berbeda-beda, kurangnya rasa terbuka dari siswa kepada bapak/ibu guru, dan lain-lain.
21
Menurut Lexy Moleong, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis, gambar dan bukan angka, yang mana data yang diperoleh dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Lexy J. Moleong, 2016:11) Dengan penelitian kualitatif ini diharapkan peneliti dapat memperoleh data secara mendetail tentang hal-hal yang diteliti karena adanya hubungan langsung dengan responden atau objek penelitian.
Penelitian ini akan menjadikan kolaborasi antara peneliti dan guru kelas. Peneliti merencanakan, memantau, mencacat, dan mengumpulkan data, kemudian menganalisa data serta berakhir dengan melaporkan hasil penelitiannya. Sedangkanguru kelas berperan sebagai pelaksana tindakan seperti yang dirancang oleh peneliti.
3.2 Setting Dan Subjek Penelitian 1. Setting Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan informasi yang lebih jelas, lengkap, serta memungkinkan dan mudah bagi peneliti untuk melakukan penelitian observasi. Oleh karena itu penulis menetapkan lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian akan dilakukan. Dalam hal ini, lokasi penelitian teletak di Desa Parit Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Murao Jambi.
2. Subjek Penelitian
Atas berbagai pertimbangan sebagaimana di kemukakan di atas maka yang akan di jadikan informan (subjek penelitian) adalah:
a) Kepala Sekolah Dasar 146/IX Parit b) Guru di Sekolah Dasar 146/IX Parit
c) Para Siswa Dan Siswi Di Sekolah Dasar 146/IX Parit
3.3 Jenis Dan Sumber Data 1. Jenis Data
Adapun data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang di peroleh langsung dari sumber utama melalaui observasi dan wawancara di lapangan. Sedangkan dadat sekunder yaitu data yang di peroleh dari bacaan literatur –literatur serta sumber-sumber lain yang berhubungan dengan penelitian ini, dengan kata lain data sekunder dapat di peroleh dari sumber kedua berupa dokumetasi seta peristiwa yang bersufat lisan atau tulisan.
a) Data Primer
Data primer adalah adalah data yang diambil langsung oleh peneliti kepada sumbernya, tanpa adanya perentara. (Mukhtar, 2010: 86) yakni data yang diperoleh langsung melalui wawancara dan pengamatan (observasi) terhadap perkembangan permasalahan di SDN 146/IX Parit Kec. Sungai Gelam Kab. Muaro Jambi.
b) Data Sekunder
Data Sekunder ialah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti misalnya dari dokumentasi (profil sekolah dan struktur organisasi) atau publikasinya lainnya. (Mukhtar, 2010 : 90).
Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui dokumentasi yang meliiputi profil desa dan struktur organisasi SDN 146/IX Parit Kec. Sungai Gelam Kab. Muaro Jambi.
Adapun teknik pengambilan sample dan informan dalam penelitian ini menggunakancara snow ball sampling. Snow ball sampling adalah proses penyebaran sample yang seibbarat bola salju, yang mulannya kecil, kemudian semakin membesar dalam proses “ Berguling Meggelindir”.
(Sanafiah faisal, 1990 : 38) Sebagai subjek utama yaitu kepala sekolah SDN 146/IX Parit Kec. Sungai Gelam Kab. Muaro Jambi. Adapun sebagai sumber informasi untuk memperoleh data tentang realita permasalahan anak, metode-metode yang diterapkan oleh guru dalam menanamkan nilai- nilai keagaaan pada anak.
Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subjek darimana data diperoleh. (Suharsimi Arikunto, 2002 : 207) Sedangkan menurut Suharismi Arikunto, yang dimaksud dengan sumber data adalah subjek darimana data diperoleh. (Suharsimi Arikunto, 2002 : 106) Sumber data yaitu berbentuk perkataan maupun tindakan, yang didapat melalui wawancara. Sumber data peristiwa( situasi) yang didapat melalui observasi, dan sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kaya dan tindakan,selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan alin-lain.
(Jam’an Satori, 2009 : 105)
Sumber data disini merupakan subjek dari mana data dapat diperoleh yaitu:
a. Sumber data berupa manusia, yaitu Kepala Sekolah, Para guru, dan Siswa/Siswi madrasah ibtidaiyah darul amal Kec. Sekernan Kab. Muaro Jambi.
b. Sumber data berupa suasana dan kondisi di SD 146/IX Parit Kec.
Sungai Gelam Kab. Muaro Jambi.
c. Sumber data berupa dokumntasi, berupa foto kegiatan, arsip dokumentasi resmi yang berhubungan dengan keberadaan anak, baik jumlah anak,dan bentuk kehidupan para anak di madrasah ibtidaiyah darul amal Kec. Sekernan Kab. Muaro Jambi.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara yang di tempuh untuk mendapatkan data/fakta yang terjadi pada subjek penelitian untuk memperoleh data yang valid. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan melalui observasi , wawancara, Dokumentasi.
1) Metode observasi
Teknik pengamatan ini di dasarkan atas pengamatan secara langsung (lexy j. moleong, 2011 : 125) metode ini di lakukan dengan cara terjun langsung jedalam lingkungan di mana peneliti itu di lakukan di sertai dengan pencatatan terhadap hal-hal yang muncul terkait dengan informasi
data yang di butuhkan. Penulis meggunakan menggunakan metode ini untuk mengamati secara langsung data yang ada di lapangan, terutama data yang ada di SDN 146/IX Parit Kec. Sungai Gelam Kab. Muaro Jambi.
2) Metode wawancara / interview
Di samping observasi lapangan, peneliti juga menggunakan metode wawancara untuk pengumpulan data. Menurut Adi (2004, h.72) wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan jalan komunikasi, yaitu melalui hubungan pribadi antara peneliti dengan sumber data. Wawancara dilakukan karena ada anggapan bahwa hanya subjeklah yang mengerti tentang diri mereka sendiri sehingga informasi yang tidak didapatkan melalui pengamatan atau alat lain, akan diperoleh melalui wawancara (Adi, 2004, h.73). Interview atau wawancara adalah suatu bentuk komunikasi verbal semacam percakapan yang bertujuan memperoleh informasi
“(nasution, 2006 :113). Metode wawancara ini penulis lakukan untuk mengambil data dengan mengadakan Tanya jawab secara langsung dengan responden dan mendengarkan langsung serta mencatat denagn teliti apa yang di terapkan oleh responden, metode ini di gunakan untuk memperoleh data atau informasi dari beberapa sumber data yang bersangkutan yaitu para guru, para siswa dan siswi. Sebelum penulis melakukan wawancara, penulis sudah mempersiapkan seperangakt pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian.
3) Metode dokumentasi
Metode dokumentasi adalah suatu cara mencari data terhadap hal-hal seluk beluk penelitian baik berapa catatan , transkrip, buku, surat kabar, prasasti, majalah, agenda, dan lain sebagainya ( sugiyono, 2012 : 138). Data tersebut antara lain:
Historis dan geografis
Struktur organisasi
Keadaan masyarakat
Keadaan sarana dan prasarana
4) Screenshot
Cuplikan layar atau tangkapan layar (bahasa Inggris: screenshot, screen capture, atau screen dump) adalah suatu gambar yang diambil oleh komputer untuk merekam tampilan yang tampak di layar atau peranti keluaran visual lainnya. Biasanya ini adalah suatu gambar digital yang ditangkap oleh sistem operasi inang atau perangkat lunak yang dijalankan pada komputer, walaupun dapat pula dihasilkan oleh kamera atau peranti yang menangkap keluaran video dari komputer. Cuplikan layar dapat digunakan untuk mendemonstrasikan suatu program, suatu masalah yang dihadapi, atau secara umum sewaktu keluaran komputer perlu ditunjukkan pada orang lain atau diarsipkan
3.5 Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini yang akan di analisis adalah melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan cara deduktif. Deduktif adalah suatu proses berfikir dengan menggunakan permasalahan yang bersifat umum kemudian di bahas kepada permasalahan yang bersifat khusus. Analisi data meliputi:
1) Reduksi data
“Proses analisi data di mulai dengan sseluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu dari wawancara , observasi, dan dokumentasi” ( jam’an satori, 2009 : 219) setelah di baca , pelajari, maka langakah selanjutnya adalah reduksi data.
Redukis data merupakan proses pemilihan , pemusatan, perhatian pada penyedehanaan, pengabstrakan, dan transformasi data-data kasar yang muncul dari catatan yang tertulis di lapangan. Reduksi di lakukan selama penelitian berlangsung.
2) Penyajian data
Setelah melaluinreduksi data langkah selanjutnya dalam analisis data adalah penyajian data atau sekumpulan informasi yang memungkinkan peneliti melakukan penarikan kesimpulan.
3) Verifikasi / penarikan kesimpulan
Setelah data terkumpul di reduksi yang selanjutnya di sajikan, maka langakh terakhir dalam penganalisi data adalah menarik kesimpulan atau erifikasi dan analisisnya menggunakan analisa model interaktif, artinya nalisa ini di lakukan dalam bentuk interakttif dari ketiga komponen utama tersebut.
3.6 Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Untuk menetapkan kepercayaan data, maka di perlukan tekhnik pemeriksaan. Pelaksanaan pemeriksaan di dasarkan atas sejumlah kriteria tertentu ada beberapa tekhnik yang di gunakan dalam pengecekan keabsahan temuan, antaranya:
1) Perpanjang ke ikutsertaan
Perpanjang ke ikutsertaan dalam artian memperpanjang waktu di lapangan sehingga kejenuhan pengumpulan data tercapai. Jika hal ini di lakukan maka membatasi gangguan darai dampak peneliti pada konteks, membatasi kekeliruan peneliti dan mengkompensasikan pengaruh dari kejadian atau peristiwa yang memiliki pengaruh sesaat. Perpanjang waktu di lapangan akan memungkinkan peningkatan derajatkepercayaan data yang di kumpul. ( sugiyono, 2012 : 219).
2) Ketekunan pengamatan
Ketekunana dalam pengamatan berarti menemkan ciri-ciri dan unsur- unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isi yang sedang di cari dan kemudian memusatkan diri terhadap hal-hal tersebut secara rinci dan berkesinambungan terhadap hal-hal yang menonjol . ( sugiyono, 2012 : 99 ). Hal ini di harapkan dapat mengurangi distori data yang timbulakibat peneliti terburu-buru dalam menilai suatu persoalan ataupun kesalahan responden yang tidak benar dalam memberikan informasi.
3) Triangulasi
Trianggulasi merupakan tekhnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu di luar data pokok. Untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu, terdapat empat macam tekhnik pemeriksaan manggunakan sumber, metode, penyidik, dan teori. ( lexy j.
moleong, 2011 : 178).
Hal ini dapat di capai dengan jalan:
a. Membaningkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara
b. Membandingkan apa yang di katakan orang didepan umum deangan apa yang di katakana secara pribadi.
c. Membandingkan apa yang di katakana orang-orang situasi penelitian denag apa yang di katakana sepanjang waktu.
d. Membandingakn ke adaan dan perspektif seorang dengan berbagai pendapat dan pandangan oaring seperti rakyat biasa dan orang berpendidikan.
e. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
28
4.1.1 Gambaran Umum SDN 146/IX Parit
SDN 146/IX PARIT adalah lembaga pendidikan formal tingkat dasar yang berada dibawah naungan Departemen Agama dan berstatus Negeri dengan berstatus Negeri. Sejarah berdirinya Sekolah dasar Negeri 246/IX Parit diawali dengan berdirinya terlebih dahulu Sekolah Dasar Negeri 287/I pada tahun 1985 Kabupaten Batang Hari dan pada tahun 2005 terjadi pemecahan Kabupaten Batang Hari menjadi Kabupaten Muaro jambi. Pada saat yang bersamaan muncul nama-nama sekolah dasar baru yang masuk kedalam Kabupaten Muaro jambi termasuk Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit.
4.1.2 Data Umum SDN 146/IX Parit
Tabel 4.1.2 Profil SDN 146/IX Desa Parit Muaro Jambi
NO Identitas Sekolah
1 Nama Sekolah SD Negeri 146/IX PARIT
2 NPSN 10502693
3 Jenjang Pendidikan SD
4 Status Sekolah Negeri
5 Alamat Sekolah Sungai Gelam
6 RT/RW 08/01
7 Kode Pos 36373
8 Kelurahan Desa Parit
9 Kecamatan Kec.Sungai Gelam
10 Kabupaten/Kota Kab. Muaro Jambi
11 Provinsi Prov. Jambi
12 Negara Indonesia
13
Posisi Geografis -1.7609
103.8367
NO Data Pelengkap
1 SK Pendiri Sekolah 1985
2 Tanggal SK Pendirian 1910-01-01
3 Status Kepemilikan Pemerintah Pusat
4 SK Izin Operasional -
5 Tgl SK Izin Operasional 1910-01-01
6 Kebutuhan Khusus Dilayani -
7 Nomor Rekening 3600580115
8 Nama Bank Posindonesia/Giropos
9 Cabang KPC/Unit -
10 Rekening Atas Nama Sdn 146/Ix Parit
11 MBS Ya
12 Kuas Tanah Milik (M2) 6260
13 Luas Tanah Bukan Milik (M2) -
14 Nama Wajib Pajak
15 NPWP 008207722331000
16 Nomor Telepon -
17 Nomor Fax -
18 Email [email protected]
19 Webside -
20 Waktu Penyelenggaraan Pagi/6 Hari
21 Bersedia Menerima Bos Ya
22 Sertifikasi ISO Belum Bersertifikat
23 Sumber Listik Pln
24 Daya Listrik (Watt) 900
25 Akses Internet Telkomsel Flash
(Sumber: Bagian TU SD N 146/IX Desa Parit Muaro Jambi, tentang profil sekolah)
4.1.3 Visi dan Misi SDN 146/IX Parit
Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit mempunyai visi dan Misi sebagai berikut:
Visi:
Menjadi sekolah dengan menyiapkan generasi yang berwawasan, berpengetahuan,berketerampilan,sikap kebangsaan serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
Misi:
Unggul dalam pencapaian prestasi hasil ujian
Unggul dalam lomba olahraga
Unggul dalam lomba kesenian
Unggul dalam bidang keagamaan
Unggul dalam bidang sosial
Unggul dalam bidang kegiatan pramuka
4.1.4 Keadaan Guru dan Siswa 1) Keadaan Guru
Tenaga pengajar di Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi merupakan tenaga edukatif yang berlangsung berhadapan dengan siswa yang mempunyai tugas utama mengolah pelajaran untuk disampaikan kepada siswa. Demi tuntasnya tugas tersebut guru harus memiliki pengetahuan yang luas, berkompeten dan loyal terhadap tugasnya karena berhasil tidaknya proses belajar mengajar terleta
28 Jumlah Toilet Berkebutuhan Khusus 3
29 Ketersediaan Air Dilingkungan Sekolah Ada Sumber Air
30 Tipe Jamban Leher Angsa (Toilet/Jongkok)
31 Jumlah Tempat Cuci Tangan 2
dipundak seorang guru. Adapun guru dan pegawai di Sekolah Dasar Negeri 146/IX Desa Parit Muaro Jambi berjumlah 12 orang degan latar belakang pendidikan yang berbeda baik.
2) Struktur Organisasi SDN 146/IX Parit
STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SEKOLAH DASAR NEGERI 146/IX PARIT TAHUN 2018
Gambar 4.1.4 Struktur Organisasi SDN146/IX Desa Parit Muaro Jambi
Tata Usaha Nike Agus Nelsa, S.kom
Guru kelas 1 Rita Defila
S.Pd
Guru kelas II A Zuhrol F,S.Pd.I
Guru kelas III Marwiyah,
S.Pd
Guru kelas IIB SetyawatiS.Pd.I
Guru agama Sitimufadilah S.Pd.I
Guru kelas IV MulyatiS.Pd
Guru kelas V A Makhrus, S.Pd
Guru kelas VI Suriatis,S.Pd
Guru penjas Arif Rohman S.Pd
Siswa
Guru kelas VB SriSupa’ati, S.Pd Komite Sekolah
Subari Kepala Sekolah
Makhrus,S.Pd
Masyarakat Kelompok jabatan fungsional/guru
Data Tenaga Edukatif Dan Karyawan Sekolah Dasar Negeri 146/IX Desa Parit Muaro Jambi
Tabel 4.1.4 Data Tenaga Edukatif dan Karyawan
3) Keadaan Siswa
Siswa adalah objek pendidikan, harus di didik, diarahkan dan diberikan bermacam-macam ilmu pengetahuan serta berbagai keterampilan.
Siswa merupakan unsur yang esensial dari pendidikan yang harus ada dalam proses belajar mengajar. Tanpa adanya siswa tentunya tujuan pembelajaran
No Nama Guru Tanggal
Lahir Jabatan Pangkat
/Gol Pendidikan
1 Makhrus,S.Pd 23-03-1966
Kepala Sekolah/Guru
Kelas
IV A S1 PGSD
2 Rita Defila,S.Pd 18-10-1965 Guru Kelas I IV A S1 PGSD 3 Suriatis,S.Pd 20-08-1968 Guru Kelas VI III D S1 PGSD 4 Mulyati,S.Pd 27-11-1979 Guru Kelas III III A S1 PGSD 5 Siti Mufadilah,S.Pd.I 07-10-1968 Guru Agama III B S1 PGSD 6 M.Zuhrol Fauzi,S.Pd.I 06-09-1988 Guru Kelas II
A - S1 PAI
7 Setiawati,S.Pd.I 15-03-1989 Guru Kelas IV
A - S1 PAI
8 Marwiyah,S.Pd 11-10-1985 Guru Kelas IV
B - S1 PAI
9 Sri Supa’ati,S.Pd 21-05-1991 Guru Kelas II
B - S1 PGSD
10 Rohani,S.Pd Guru Kelas V
A - S1 PGSD
11 Arif Rohman 21-05-1995 Guru PJOK - SI
12 Nike Agus Nelsa 17-08-1990 Tata Usaha - S1 Kom
tidak akan terlaksana. Siswa Sekolah Dasar negeri 146/IX Parit 2020/2021 berjumlah siswa yang terbagi menjadi V kelas. Adapun table dari keadaan siswa sebagai berikut:
Tabel 4.1.4 Daftar Keadaan Siswa SDN 146/IX Desa Parit Muaro Jambi Tahun Ajaran 2020/2021
No Kelas L P Jumlah
1 I 12 18 30
2 II 13 16 29
3 III A 10 20 30
4 III B 10 19 29
5 IV A 16 13 29
6 IV B 16 13 29
7 V A 12 16 28
8 VI B 10 19 29
(Sumber: Bagian Tata Usaha Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit)
4.1.5 Keadaan Sarana Dan Prasarana
Selain guru dan siswa yang terdapat dilingkup sekolah, ada faktor- faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, yaitu sarana dan prasarana. Apabila sarana dan prasarana kurang mendukung maka penyelenggaraan atau proses pembelejaran si seolah tidak dapat berjalan dengan lancar dan baik. Adapun fasilitas yang tersedia di Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit dapat dilihat dari table berikut:
Table 4.1.5 Keadaan Sarana Prasarana Sekolah Dasar Negeri 146/IX Desa Parit Muaro Jambi
No Uraian Jumlah Keterangan
1 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik
2 Ruang Tata Usaha 1 Baik
3 Ruang Majelis Guru 1 Baik
4 Ruang Dapur 1 Baik
5 Ruang Kelas 8 Baik
6 WC Kepala Sekolah 1 Baik
7 WC Guru 1 Baik
8 WC Siswa 2 Baik
9 Ruang Perpustakaan 1 Baik
10 Kantin 5 Baik
11 Lapangan Olahraga 3 Baik
12 Ruang UKS 1 Baik
No Uraian Keberadaan Fungsi
1 Instalasi Air Ada Baik
2 Jaringan Listrik Ada Baik
3 Akses Jalan Ada Baik
4 Parker Motor/Mobil Ada Baik
5 Lapangan Upacara Ada Baik
(Sumber Dokumentasi Sekolah Dasar Negeri 146/IX Parit)
4.2 Temuan Khusus dan Pembahasan 4.2.1 Temuan Khusus
Analisis temuan dalam penelitian ini diarahkan pada upaya menemukan dan mengungkapkan hasil temuan penelitian dari lapangan penelitian yang berpedoman kepada fokus penelitian ini, yaitu “ Pola interaksi siswa saat pembelajaran daring kelas V di SD 146/IX Desa Parit,