Rencana Kerja (RENJA) DPK dan PB Kota Palembang Tahun 2020
RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2021
DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN
PENANGGULANGAN BENCANA KOTA PALEMBANG
Jalan Merdeka No. 8 Palembang
Telp. (0711) 312011/113 Fax. (0711) 360986
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ii
KATA PENGANTAR iii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Landasan hukum ... 2
1.3. Maksud dan Tujuan ... 3
1.4. Sistematika Penyusunan ... 4
BAB II : EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD ... 4
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD ... 16
2.3 Isu- isu Penting Penyelenggaraan tugas dan SKPD ... 31
BAB III : TUJUAN,SASARAN.PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD ... 32
3.2 Program dan Kegiatan... 34
LAMPIRAN ... 35
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT bahwa dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang Tahun 2018-2023.
Dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, setiap Pemerintah Daerah harus membuat RPJM Daerah dan sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor ... Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2018-2023, maka dengan ini Renstra Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang telah disusun.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dijajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang yang telah bekerja keras membantu tugas-tugas kami sehingga dapat menyelesaikan dengan baik. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan bimbingan dan kekuatan kepada kita dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan kesejahteraan sosial.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang
H. Decki Lenggardi.SE, M.Si Pembina Tingkat I NIP. 196812081990091001
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam penyelenggaraan Pemerintahan perencanaan menduduki peranan yang sangat penting dalam rangka percepatan pencapaian visi dan misi dalam pembangunan suatu daerah. Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, untuk pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu daerah dalam jangka waktu tertentu.
Tahapan penyusunan perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-udangan terdiri dari empat (4) tahapan terdiri dari penyusunan rencana, penetapan rencana, pengendalian pelaksanaan rencana, dan evaluasi pelaksanaan rencana. Keempat tahapan tersebut diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga secara keseluruhan membentuk satu siklus perencanaan yang utuh dan dilaksanakan secara transparan dan berkesinambungan.
Berdasarkan Peraturan perundang-undangan, Dokumen perencanaan yang wajib dan ada sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan di daerah adalah Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebagai Dokumen operasional tahunan atau jangka pendek. Selanjutnya SKPD sebagai stakeholder dengan berpedoman pada RPJMD menyusun Renstra dan Renja .
Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD), adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. Sebagai dokumen rencana tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, Renja Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana mempunyai arti yang strategis dalam mendukung penyelenggaraan program pembangunan tahunan pemerintahan daerah dengan mengingat beberapa hal sebagai berikut
1. Renja SKPD merupakan dokumen yang secara substansial penerjemahan dari visi, misi dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra ) Instansi sesuai arahan operasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
2. Renja merupakan acuan SKPD untuk memasukan program kegiatan kedalam KUA dan PPAS dan perencanaan program kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2021.
3. Renja SKPD merupakan salah satu instrumen untuk evaluasi pelaksanaan program / kegiatan Instansi untuk mengetahui sejauh mana capaian kinerja yang tercantum dalam Rencana Kinerja Tahunan sebagai wujud dari kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Strategis (Renstra).
Untuk mewujudkan Visi dan misi tersebut diatas maka disusunlah Renja DPK-PB tahun 2021 sebagai pedoman dalam menyusun program dan kegiatan pada tahun 2021 dengan mengarah pada pencapaian sasaran-sasaran pembangunan Kota Palembang khususnya dan Nasional pada umumnya.
1.2. Landasan Hukum
Sebagai landasan penyusunan Rencana Kerja (Renja ) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang adalah:
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar dalam lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Himpunan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956);
2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negera Republik Indonesia Nomor 3851);
3 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
5. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- Undangan, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemerikasaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4410);
7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);
9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
10. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahaan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4493);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencanan Pembangunan Nasional;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembangunan Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tenatng Organisasi Perangkat Daerah;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
18. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 5 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2005 – 2025;
19. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 15 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Palembang;
20. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Plembang Tahun 2018 – 2023;
21. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan Lembaga Teknis di Lingkungan Pemerintah Kota Palembang.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyusunan Renja SKPD DPK-PB Kota Palembang Tahun 2021 adalah memberikan arah sekaligus pedoman bagi DPK-PB Kota Palembang dalam mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran SKPD sebagaimana ditetapkan dalam Renstra SKPD secara berkesinambungan.
Adapun tujuan penyusunan Renja Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang:
1. Memberikan gambaran kemampuan SKPD dalam melaksanakan misinya dalam mencapai tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan dan akan dijadikan sebagai alat observasi untuk melakukan instrospeksi terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Pejabat/pimpinan instansi.
2. Memberikan arah kebijakan tentang gambaran pelaksanaan tugas-tugas SKPD serta indikator atau ukuran keberhasilan/ kegagalan pada tahun 2021.
3. Memberikan arah/acuan dalam menyusunan Program/kegiatan Pembangunan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota PalembangTahun 2021.
1.4 Sistematika penyusunan
Sistematika penyusuanan Rencana kerja Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD
2.3 Isu – Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan fungsi SKPD
BAB III TUJUAN , SASARAN ,PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional 3.2 Tujuan dan sasaran Renja SKPD 3.3 Program dan Kegiatan
BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan
4.2 Hambatan/Kendala 4.3 Rencana tindak Lanjut
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD Hasil evaluasi pelaksanaan renja DPK-PB Kota Palembang tahun sebelumnya menjadi salah satu indikator dalam penyusunan Renja tahun 2021. Hasil kajian evaluasi ini menjadi dasar penyusunan rencana dan penganggaran tahunan yang merupakan penjabaran dan rencana strategis (Renstra SKPD) sebagai dokumen jangka menengah.
Kualitas penyusunan renja SKPD akan sangat menentukan kualitas rencana pembangunan daerah, untuk memastikan kesinambungan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dan menjadi dasar penyusunan anggaran tahun berikutnya, maka perlu adanya evaluasi terhadap pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD.
Tujuan evaluasi pelaksanaan renja SKPD tahun lalu dan pencapaian rentra SKPD adalah untuk mengidentifikasikan sejauhmana kemampuan SKPD dalam melaksanakan program dan kegiatan, mengidentifikasikan realisasi pencapaian target kinerja program dan kegiatan Renstra SKPD serta hambatan dan permasalahan yang dihadapai.
Secara rinci rekapitulasi evaluasi Renja SKPD dan Renstra sampai dengan tahun 2020 dan Rencana Kerja Tahun 2021 sebagaimana Tabel 2.1.
TABEL 2.1
REKAPITULASI EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RENJA SKPD DAN PENCAPAIAN RENSTRA SKPD S/D TAHUN 2 020
DAN PROYEKSI TAHUN 2021 DPK-PB KOTA PALEMBANG
Strategi Kode Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output)
Target Kinerja
Realisasi Target Kinerja
Hasil
Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun lalu
(Tahun 2017)
Data Capaian pd Tahun
Awal Perenc
anaan
Perkiraan Realisasi Capaian Target
Renstra SKPD s/d tahun berjalan Capaian
Program (Renstra SKPD)
Tahun 2020
Program dan Keluaran Kegiatan
s/d dengan
tahun 2021
Target Renja SKPD Tahun
2019
Realisasi Renja SKPD Tahun
2020
Tingkat Realisasi (%)
Realisasi Capaian Program
dan Kegiatan s/d tahun
2021
Tingkat Capaian Realisasi
Target Renstra
1 2 3 4 5 6 7 8=(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4)
1.1.
Meminimalisasi kerugian harta dan jiwa dari bahaya bencana dan kebakaran
1.05.1.05.0 2.23
Program Peningkatan
Kesiagaan dan Bahaya Kebakaran
Outcome Tingkat waktu tanggap (response time rate) Cakupan pelayanan bencana kebakaran Persentase aparatur pemadam kebakaran yang memenuhi standard kualifikasi
100 %
44 %
5 %
100%
44 %
5 %
100%
35,4 %
5 %
100%
44 %
5 %
100
44
5
100 %
44 %
5 %
300
132
15
3
1
2
1.04.19.02 Sosialisasi norma, standar, pedoman dan manual
pencegahan bahaya kebakaran
Output Masyarakat yang mengikuti sosialisasi norma, standar, pedoman dan manual pencegahan bahaya kebakaran
100 Orang 100 Orang 0 % 0 % 0 0 Orang 0 0
Outcome Masyarakat yang mendapat pengetahuan
100 Orang 100 Orang 0 % 0 % 0 0 Orang 0 0
tentang norma, standar, pedoman dan manual pencegahan bahaya kebakaran
1.05.1.05.0 2.23.04
Pengawasan pelaksanaan
Output Jumlah perusahaan yang mendapat pengawasan
100 Perusahaan
100 Perusahaan
100 Perusah aan
100 Perusahaa n
1 100
Perusaha an
300 3
Outcome Bertambahnya perusahaan yang mengerti tentang kebijakan pencegahan kebakaran
100 Perusahaan
100 Perusahaan
100 Perusah aan
100 Perusahaa n
1 100
Perusaha an
300 3
1.05.1.05.0 2.23.05.5.2 .2
Kegiatan pendidikan dan pelatihan
pertolongan dan pencegahan kebakaran
Output
Output
Pegawai yang mengikuti diklat pertolongan dan pencegahan kebakaran Pegawai yang
mengikuti diklat standar kualifikasi tingkat nasional
0 Orang
0 Orang
0 Orang
0 Orang
0 Orang
0 Orang
0 Orang
0 Orang 0
0
0 Orang
0 Orang 0
0
0
0
Output Masyarakat yang mengikuti diklat pencegahan kebakaran
0 Orang 0 Orang 0 Orang 0 Orang 1 0 Orang 0 0
Outcome Bertambahnya pengetahuan pegawai tentang pertolongan dan pencegahan kebakaran
0 Orang 0 Orang 0 Orang 0 Orang 0 0 Orang 0 0
Outcome Bertambahnya pengetahuan dan keahlian pegawai
0 Orang 0 Orang 0 Orang 0 Orang 0 0 0 0
Outcome Masyarakat yang bertambah pengetahuan dan keahlian
0 Orang 0 Orang 0 Orang 0 Orang 1 0 Orang 0 0
1.05.1.05.0 2.23.08
Pengadaan sarana dan
Output Mobil pemadam 88 Unit 88 Unit 88 Unit 88 Unit 1 88 Unit 264 3prasarana pencegahan
bahaya kebakaran
Output Sarana dan prasarana 128 Unit 128 Unit 128 128 Unit 1 128 Unit 384 2,47pencegahan bahaya Unit
kebakaran
Output Pos pemadam yang 8 Pos 8 Pos 8 Pos 8 Pos 0 8 Pos 24 3
terbangun
Output Tanah kantor yang 1 Bidang 1 Bidang 1 1 Bidang 1 1 Bidang 1 1
tersedia Bidang
Outcome Terpenuhinya mobil 28 Unit 28 Unit 28 Unit 28 Unit 1 28 Unit 84 28 pemadam
Outcome Terpenuhinya sarana 128 Unit 128 Unit 128 128 Unit 1 128 Unit 384 2,47
dan prasarana Unit
pencegahan bahaya kebakaran
Outcome Pos pemadam yang 8 Pos 8 Pos 8 Pos 8 Pos 0 24 Pos 0 0
dapat di pergunakan dengan baik
1.05.1.05.0 2.23.11
Kegiatan
pencegahan dan pengendalian kebakaran
Output Terselenggaranya kegiatan pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran
122 Kegiatan
122 Kegiatan
122 Kegiata n
122 Kegiatan
1 122
Kegiatan
366 1,83
Outcome Kebakaran yang dapat dikendalikan
122 Kegiatan
122 Kegiatan
122 Kegiata n
122 Kegiatan
1 122
Kegiatan
366 1,83
2.1
Meningkatnya kinerja aparatur bidang
penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran
1.05.1.05.0 2.01
Program pelayanan administrasi perkantoran
Outcome Tingkat pemenuhan jasa administrasi perkantoran
20 Kegiatan 20 Kegiatan 20 Kegiatan
20 Kegiatan
1 20
Kegiatan
60 3
1.05.1.05.0 2.01.01
Penyediaan jasa surat menyurat
Output Tersedianya jasa surat menyurat
400 Materai 400 Materai 400 Materai
400 Materai
1 400
Materai
1200 3
Outcome Terpenuhinya jasa surat menyurat
400 Materai 400 Materai 400 Materai
400 Materai
1 400
Materai
1200 3
1.05.01.05.
02.01.02
Kegiatan penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan litrik
Output Tersedianya jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
24 Rekening 24 Rekening 24 Rekening
24 Rekening
1 24
Rekening
72 3
Outcome Terpenuhinya kebutuhan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
24 Rekening 24 Rekening 24 Rekening
24 Rekening
1 24
Rekening
72 3
1.05.1.05.02.01 .04
Kegiatan Jasa Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Output Tersedianya jasa Pemeliharaan Kesehatan
600 Pegawai 600 Pegawai 600 Pegawai
600 Pegawai
1 600
Pegawai
600 1
Outcome Terpenuhinya jasa Pemeliharaan Kesehatan
600 Pegawai 600 Pegawai 600 Pegawai
600 Pegawai
1 600
Pegawai
600 1
1.05.1.05.0 2.01.13
Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor
Output Tersedianya jasa penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor
14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 0 14 Jenis 32 2,2
Outcome Terpenuhinya jasa peralatan dan perlengkapan kantor
14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 0 14 Jenis 32 2,2
1.05.1.0.02.
01.06
Penyediaan jasa jaminan pemeliharaan dan perizinan
kendaraan
dinas/operasional
Output Tersediannya jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional
30 Kendaraan
30 Kendaraan
30 Kendara an
30 Kendaraan
1 30
Kendaraa n
90 3
Outcome Terpenuhinya jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional
30 Kendaraan
30 Kendaraan
30 Kendara an
30 Kendaraan
1 30
Kendaraa n
90 3
1.05.1.05.0 2.01.07
Penyediaan jasa administrasi keuangan
Output Tersedianya jasa administrasi keuangan
75 Orang 75 Orang 75 Orang 75 Orang 1 75 Orang 225 3
Outcome Terpenuhinya jasa administrasi keuangan
75 Orang 75 Orang 75 Orang 75 Orang 1 75 Orang 225 3
1.05.1.05.0 2.01.08
Kegiatan
penyediaan jasa kebersihan kantor
Output Tersedianya jasa kebersihan kantor
20 Jenis 20 Jenis 20 Jenis 20 Jenis 1 20 Jenis 60 3
Outcome Terpenuhinya jasa kebersihan kantor
20 Jenis 20 Jenis 20 Jenis 20 Jenis 1 20 Jenis 60 3
1.05.1.05.0 2.01.09
Penyediaan jasa perbaikan
peralatan kerja
Output Tersedianya jasa perbaikan perlatan kerja
100 Unit 100 Unit 100 Unit 100 Unit 1 100 Unit 300 3
Outcome Terpenuhinya jasa perbaikan peralatan kerja
100 Unit 100 Unit 100 Unit 100 Unit 1 100 Unit 300 3
1.05.1.05.0 2.01.10
Penyediaan alat tulis kantor
Output Tersedianya alat tulis kantor
30 Jenis 30 Jenis 30 Jenis 30 Jenis 1 30 Jenis 90 3
Outcome Terpenuhinya alat tulis kantor
30 Jenis 30 Jenis 30 Jenis 30 Jenis 1 30 Jenis 90 3
1.05.1.05.0 2.01.11
Penyediaan barang cetakan dan
penggandaan
Output Tersedianya barang cetakan dan penggandaan
8 Jenis 60.000 lembar
8 Jenis 60.000 lembar
8 Jenis 60.000 lembar
8 Jenis 60.000 lembar
1 8 Jenis
60.000 lembar
24 Jenis 180.000 lembar Outcome Terpenuhinya
kebutuhan blangko cetakan dan penggandaan
8 Jenis 60.000 lembar
8 Jenis 60.000 lembar
8 Jenis 60.000 lembar
8 Jenis 60.000 lembar
1 8 Jenis
60.000 lembar
24 Jenis 180.000 lembar
1.05.1.05.0 2.01.12
Penyediaan
komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
Output Tersedianya komponen instalasi listrik/penerangan
14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 1 14 Jenis 42 3
Outcome Terpenuhinya kebutuhan komponen instalasi
listrik/penerangan
14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 1 14 Jenis 42 3
1.05.1.05.0 2.01.13
Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor
Output Tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor
14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 1 14 Jenis 42 3
Outcome Terpenuhinya kebutuhan peralatan dan perlengkapan kantor
14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 14 Jenis 1 14 Jenis 42 3
1.05.1.05.0 2.01.15
Penyediaan bahan bacaan dan
perundang- undangan
Output Bahan bacaan dan perundang-undangan
6.000 Exp 6.000 Exp 6.000 Exp
6.000 Exp 1 6.000 Exp 18.000 3
Outcome Terpenuhinya kebutuhan bahan bacaan dan
perundang-undangan
6.000 Exp 6.000 Exp 6.000 Exp
6.000 Exp 1 6.000 Exp 18.000 3
1.05.1.05.0 2.01.16
Penyediaan bahan logistik kantor
Output Tersedianya bahan logistik kantor
2 unit 4 jenis
2 unit 4 jenis
2 unit 4 jenis
2 unit 4 jenis
0 2 unit
4 jenis 6 12 Outcome Terpenuhinya
kebutuhan bahan logistik kantor
2 unit 4 jenis
2 unit 4 jenis
2 unit 4 jenis
2 unit 4 jenis
0 2 unit
4 jenis 6 12
1.05.1.05.0 2.01.17
Penyediaan makanan dan minuman
Output Tersedianya makanan dan minuman
5000 kotak 5000 kotak 5000 kotak
5000 kotak 1 5000 kotak
15.000 3
Outcome Terpenuhinya kebutuhan makanan dan minuman
5000 kotak 5000 kotak 5000 kotak
5000 kotak 1 5000 kotak
15.000 3
1.05.1.05.0 2.01.18
Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah
output Terlaksananya koordinasi dan konsultasi ke luar daerah
120 Orang 120 Orang 120 Orang
120 Orang 1 120 Orang 360 3
Outcome Terpenuhinya kebutuhan informasi bagi pemangku kepentingan
120 Orang 120 Orang 120 Orang
120 Orang 1 120 Orang 360 3
1.05.1.05.0 2.01.19
Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah
Output Terlaksananya koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah
768 Orang 768 Orang 768 Orang
768 Orang 1 768 Orang 2.304 3
Outcome Terlaksananya kebutuhan bagi pemangku
kepentingan
768 Orang 768 Orang 768 Orang
768 Orang 1 768 Orang 2.304 3
1.05.1.05.0 2.01.20
Penyediaan jasa pegawai tidak tetap
Output Tersedianya jasa keamanan dan ketertiban kantor
241 Orang 241 Orang 241 Orang
241 Orang 1 241 Orang 723 3
Outcome Terpenuhinya jasa keamanan dan ketertiban kantor
241 Orang 241 Orang 241 Orang
241 Orang 1 241 Orang 723 3
1.05.1.05.0 2.02
Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur
Outcome Tingkat kesediaan sarana dan prasarana aparatur
66 Unit 66 Unit 66 Unit 66 Unit 1 66 Unit 198 3
1.05.1.05.0 2.02.03
Pembangunan Gedung Kantor
Output Gedung kantor yang dibangun
1 Gedung 1 Gedung 1 Gedung 1 Gedung 1 1 Gedung 3 3
Outcome Gedung kantor berfungsi dengan baik
8 Gedung 8 Gedung 8 Gedung 8 Gedung 1 8 Gedung 24 3
1.05.1.05.02.
02.24 Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Dinas/
Operasional
Output Kendaraan dinas yang dipelihara
49 Unit 49 Unit 49 Unit 49 Unit 1 49 Unit 147 3
Outcome Kendaraan dinas berfungsi dengan baik
49 Unit 49 Unit 49 Unit 49 Unit 1 49 Unit 147 3
1.05.1.05.02.
02.42 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung
Output Gedung dinas yang dipelihara
8 Gedung 8 Gedung 8 Gedung 8 Gedung 1 8 Gedung 24 3
Outcome Gedung dinas berfungsi dengan baik
8 Gedung 8 Gedung 8 Gedung 8 Gedung 1 8 Gedung 24 3
1.05.1.05.0 2.06
Program peningkatan pengembangan sistim pelaporan capaian
kinerja dan keuangan
Outcome Laporan keuangan dan kinerja yang
disampaikan tepat waktu
6 Laporan 6 Laporan 6 Laporan
6 Laporan 1 6
Laporan
18 3
1.05.1.05.0 Penyusunan laporan
Output Laporan capaian kinerja dan keuangan1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
1 Laporan 1 1
Laporan
3 1
2.06.01 capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
outcome Terpenuhinya kebutuhan pelaporan keuangan dan kinerja SKPD
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
1 Laporan 1 1
Laporan
3 1
1.05.1.05.0 2.06.04
Penyusunan laporan akhir tahun
Output Laporan keuangan SKPD (neraca, LRA, Calk akhir tahun
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
1 Laporan 1 1
Laporan
3 1,5
Outcome Terpenuhinya kebutuhan pelaporan akhir tahun SKPD
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
1 Laporan 1 1
Laporan
3 1,5
1.05.1.05.02.
22
Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam
Outcome Tingkat Pencegahan dini dan
Penanggulangan Korban Bencana Alam
1Laporan 1 Laporan 1 Laporan
1 Laporan 1 1
Laporan
3 3
Belanja Modal Alat Perlindungan
Output Alat Perlindungan yang di beli
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
1 Laporan 1 1
Laporan
3 1
outcome Terpenuhinya Alat Perlindungan
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
1 Laporan 1 1
Laporan
3 1
1.05.01.05.
02.06.07
Penyusunan RKA SKPD
Output Laporan RKA SKPD 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
1 Laporan 1 1
Laporan
3 1,5
Outcome Terpenuhinya kebutuhan laporan RKA SKPD
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
1 Laporan 1 1
Laporan
3 1,5
1.05.1.05.0 2.06.12
Evaluasi DPA dan DPPA dalam rangka Penyusunan
Anggaran Kas
Output Laporan evaluasi DPA dan DPPA
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
1 Laporan 1 1
Laporan
3 1,5
Outcome Terpenuhinya kebutuhan laporan DPA dan DPPA
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
1 Laporan 1 1
Laporan
3 1,5
1.05.1.05.0 2.03
Program peningkatan disiplin aparatur
Outcome Tingkat disiplin aparatur
600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 Stel 1 600 Stel 1.800 3
1.04.1.04.0 2.03.02
Pengadaan pakaian dinas beserta
kelengkapannya
Output Tersedianya pakaian dinas
600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 Stel 1 600 Stel 1.800 3
Outcome Terpenuhinya kebutuhan pakaian dinas
600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 Stel 1 600 Stel 1.800 3
1.04.1.04.02.
03.02 Pengadaan Pakaian Dinas Upacara
Output Tersedianya pakaian dinas
600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 Stel 1 600 Stel 1.800 3
Outcome Terpenuhinya kebutuhan pakaian dinas
600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 Stel 1 600 Stel 1.800 3
1.05.1.05.0 2.03.03
Pengadaan pakaian kerja lapangan
Output Tersedianya pakaian kerja lapangan
600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 600 Stel
Outcome Tepenuhinya kebutuhan pakaian kerja lapangan
600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 Stel 600 600 Stel
Data tersebut telah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 Perubahan Program dan Kegiatan sebelumnya terdapat pada Halaman Lampiran yang merupakan perubahan terhadap pelaksanaan Rencana Kerja DPK-PB Kota Palembang dan Rencana Strategis (Renstra) DPK-PB Kota Palembang Tahun Sebelumnya adalah sebagai berikut :
1. Evaluasi Rencana Kerja (Renja) DPK-PB Kota Palembang.
- Evaluasi terhadap pencapaian target
Dari tabel 2.1 dapat diketahui bahwa dalam rangka pencapaian rencana target yang ditetapkan Rencana kerja DPK-PB Kota Palembang Tahun 2020 dilaksanakan program/kegiatan sebanyak 6 program 35 kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2020 dengan reliasasi pelaksanaan pencapaian kegiatan mencapai 91,46 % secara rincian realisasi pelaksanaan pencapaian target kegiatan adalah 3 kegiatan mencapai 100 %
- Evaluasi terhadap kinerja keuangan
Dalam tahun anggaran 2020 aspek dukungan dana yang digunakan dalam memperlancar tugas dan kegiatan operasional DPK-PB Kota Palembang sebesar Rp. 49.837.683.650,00 yang terdiri dari belanja langsung sebesar Rp.20.763.643.350,00 dan belanja tidak langsung sebesar Rp.29.074.040.300,00 dan direalisasi untuk belanja langsung sebesar Rp.18.988.541.560,00 dan belanja tidak langsung sebesar Rp.28.670.398.506,00
Tabel 2.2
LAPORAN REALISASI DPK-PB KOTA PALEMBANG TAHUN 2020
No Program / Kegiatan Anggaran Realisasi Anggaran Sisa Anggaran
(Rp) (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5
I Belanja tidak langsung 29.074.040.300,00 28.670.398.506,00 403.641.794,00
II Belanja Langsung 20.763.643.350,00 18.988.541.560,00 1.775.101.790,00
A Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
12.978.980.000,00 12.456.270.946,00 522.709.054,00
1 Kegiatan : Penyediaan jasa surat menyurat 96.900.000,00 70.000.000,00 26.900.000,00 2 Kegiatan : Penyediaan jasa komunikasi, sumber
daya air & listrik 287.000.000,00 235.437.149,00 51.562.851,00
3 Kegiatan : Penyediaan Jasa Jaminan
Pemeliharaan Kesehatan 150.000.000,00 71.517.095,00 78’482.905,00
4
Kegiatan : Penyediaan Jasa Jaminan Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional
23.500.000,00 18.492.000,00 5.008.000,00 5 Kegiatan : Penyediaan Jasa Administrasi
Keuangan 117.456.000,00 106.296.000,00 11.160.000,00
6 Kegiatan : Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 129.600.000,00 120.000.000,00 9.600.000,00
No Program / Kegiatan Anggaran Realisasi Anggaran Sisa Anggaran
7 Kegiatan : Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja
22.199.000,00 5.600.500,00 16.598.500,00
8 Kegiatan : Penyediaan Alat Tulis Kantor 40.000.000,00 40.000.000,00 40.000.000,00 9 Kegiatan : Penyediaan Barang Cetakan dan
Penggandaan 83.600.000,00 72.000.000,00 11.600.000,00
10 Kegiatan : Penyediaan Komponen Instalasi
Listrik/Penerangan Bangunan 20.000.000,00 18.500.000,00 1.500.000,00
11 Kegiatan : Penyediaan Peralatan dan
Perlengkapan Kantor 309.000.000,00 294.596.000,00 14.404.000,00
12 Kegiatan : Penyediaan Bahan Bacaan dan
Peraturan Perundang-undangan 15.000.000,00 14.850.000,00 150.000,00
13 Kegiatan : Penyediaan Bahan Logistik Kantor
420.000.000,00 407.698.500,00 12.301.500,00 14 Kegiatan : Penyediaan makanan dan Minuman
40.000.000,00 10.550.000,00 29.450.000,00 5 Kegiatan : Rapat-rapat Koordinasi & Konsultasi
ke1 Luar Daerah 225.000.000,00 156.837.202,00 68.162.798,00
16 Kegiatan : Rapat-rapat Koordinasi & Konsultasi
di dalam Daerah 2.550.100.000,00 2.479.580.000.,00 70.520.000,00
17
Kegiatan : Penyediaan Jasa Tenaga Pegawai
Tidak Tetap 8.449.625.000,00 8.334.316.500,00 115.308.500,00
B Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
4.198.113.350,00 3.122.949.914,00 1.075.163.436,00
1 Kegiatan : Pembangunan Gedung Kantor 275.000.000,00 - 275.000.000,00
2 Kegiatan: Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
2.723.113.350,00 1.932.980.914,00 790.132.436,00 3 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung 1.200.000.000,00 1.189.969.000,00 10.031.000,00 C Program Peningkatan Disiplin Aparatur 672.000.000,00 664.915.000,00 7.085.000,00 1 Kegiatan : Pengadaan pakaian dinas beserta
kelengkapannya 199.500.000,00 197.715.000,00 1.785.000,00
2 Kegiatan : Pengadaan Pakaian Dinas Upacara 22.500.000,00 22.500.000,00 -
3 Kegiatan : Pengadaan pakaian kerja lapangan 450.000.000,00 444.700.000,00 5.300.000,00
D Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
5.000.000,00 - 5.000.000,00
1 Kegiatan : Penyusunan laporan capaian kinerja dan Ikhtiar realisasi kinerja SKPD
2.000.000,00 - 2.000.000,00
2 Kegiatan : Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun
1.000.000,00 - 1.000.000,00
3 Kegiatan : Penyusunan RKA SKPD 1.000.000,00 - 1.000.000,00
4
Kegiatan : Evaluasi DPA dan DPPA dalam
rangka penyusunan Anggaran Kas 1.000.000,00 - 1.000.000,00
No Program / Kegiatan Anggaran Realisasi Anggaran Sisa Anggaran
E Program Pencegahan Dini dan penganggulangan
Korban Bencana Alam 25.000.000,00 25.000.000,00 -
1 Program : Belanja Modal Alat Perlindungan 25.000.000,00 25.000.000,00 -
F Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran
2.884.550.000,00 2.719.605.700,00 164.944.300,00
1
Kegiatan : Sosialisasi norma, standard, prosedur
dan manual pencegahan bahaya kebakaran - - -
2 Kegiatan : Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan
Pencegahan Kebakaran 9.000.000,00 - 9.000.000,00-
3
Kegiatan : Pendidikan dan pelatihan pertolongan
dan pencegahan kebakaran 28.050.000,00 28.050.000,00 -
4
Kegiatan : Pengadaan Sarana & Prasarana
Pencegahan Bahaya Kebakaran 2.660.000.000,00 2.578.500.000- 81.500.000,00 5
Kegiatan :Pencegahan dan Pengendalian bahaya
kebakaran 187.500.000,00 113.055.700,00 74.444.300,00
Dari data tersebut realisasi keuangan dalam pelaksanaan program/kegiatan pembangunan DPK-PB Kota Palembang adalah sebesar Rp.20.760.643.350,00 dari rencana alokasi anggaran sebesar Rp. 18.988.541.560,00 atau sebesar 91 %.
2. Evaluasi Rencana Strategis (Renstra) DPK-PB Kota Palembang sampai dengan tahun 2019
Evaluasi terhadap Rencana Strategis (Renstra) DPK-PB Kota Palembang sampai dengan tahun 2020 seluruh program/kegiatan yang rencana akan dicapai pada Rencana Strategis (Renstra) DPK-PB Kota Palembang Tahun 2013-2020 sampai dengan tahun 2020 telah dapat dilaksanakan 27 kegiatan dari 35 kegiatan yang terdapat di Renstra DPK-PB Kota Palembang atau sebesar 91,46%.
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD
Penyelanggaraan pelayanan DPK-PB adalah melaksanakan fungsi sebagai Badan Penanggulangan Bencana Daerah, yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya berdasarkan pada peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 5 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Keraja Lembaga Teknis Daerah Kota Palembang.
Tugas dan Fungsi
Tugas Pokok Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembangadalah :
a. Menetapkan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanganan darurat, rehabilitasi serta rekonstruksi secara adil dan setara;
b. Menetapkan standarisasi serta kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. Menyusun, menetapkan dan menginformasikan peta rawan bencana;
d. Menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana;
e. Melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada Walikota setiap sebulan sekali dalam kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi darurat bencana;
f. Mengendalikan pengumpulan dan penyaluran bantuan bencana berupa uang dan barang;
g. Mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran yang diterima dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
h. Menyiapkan tenaga penanggulangan bencana yang berbasiskan masyarakat;
i. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan peratutran perundang-undangan yang berlaku;
Untuk melaksanakan tugas pokoknya, DPK dan PB mempunyai fungsi :
a. Perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat, efektif dan efisien;
b. Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran secara terencana, terpadu dan menyeluruh;
c. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Susunan organisasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang terdiri dari :
1. Kepala DPK dan PB yang secara ex-officio dijabat oleh Sekretaris Daerah;
2. Unsur Pengarah yang terdiri dari:
a. Pejabat pemerintah daerah terkait
b. Anggota masyarakat profesional, ahli dan tokoh masyarakat 3. Unsur Pelaksana yang terdiri dari
a. Kepala Dinas b. Sekretariat
c. Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan d. Bidang Kedaruratan dan Logistik e. Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi:
f. Bidang Sarana dan Prasarana g. Kelompok Jabatan Fungsional
Kepala Dinas
Kepala Dinas mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran secara terpadu dengan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplikasi dan keamanan.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Kepala Dinas mempunyai fungsi : a. Penyusunan program pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana;
b. Penyelenggaraan pelaksanaan pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana;
c. Pelaksanaan koordinasi pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana;
d. Pelaksanaan administrasi pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana;
e. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana;
f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi kepada semua unsur dalam DPK dan PB mengkoordinasikan perencanaan, pembinaan dan pengendalian terhadap program administrasi dan sumber daya serta kerja sama.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Sekretariat mempunyai fungsi:
a. Pengkoordinasian sinkronisasi dan integrasi program perencanaan dan perumusan kebijakan di lingkungan DPK dan PB
b. Pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan, hukum dan peraturan perundang – undangan, organisasi, tatalaksana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kepegawaian, keuangan, persandian, perlengkapan, dan rumah tangga DPK dan PB ;
c. Pembinaan dan pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol;
d. Fasilitas pelaksanaan tugas dan fungsi unsur pengarah penanggulangan bencana;
e. Pengumpulan data dan informasi kebencanaan diwilayahnya;
f. Pengkoordinasian dalam penyusunan laporan DPK dan PB ;
g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Sekretariat, terdiri dari:
1. Subbag Perencanaan dan Pelaporan;
2. Subbag Keuangan;
3. Subbag Umum dan Kepegawaian.
(1) Subbagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas menyusun dan program kerja dan kegiatan, evaluasi dan pelaporan;
(2) Subbagian Keuangan, mempunyai tugas melaksanakan administrasi keuangan;
(3) Subbagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, perlengkapan, rumah tangga dan kepegawaian.
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas mengkoordinasi dan melaksanakan kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada prabencana meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan serta pemberdayaan masyarakat.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan mempunyai fungsi:
a. Bidang perumusan kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada prabencana serta pemberdayaan masyarakat;
b. Pengkoordinasian dan pelaksanaan kebijakan dibidang penanggulangan bencana pada prabencana serta pemberdayaan masyarakat;
c. Pelaksanaan hubungan kerja dengan instansi atau lembaga terkait dibidang penanggulangan bencana pada prabencana serta pemberdayaan masyarakat;
d. Pemantauan, evaluasi dan analisis pelaporan tentang pelaksanaan kebijakan dibidang penanggulangan bencana pada prabencana serta pemberdayaan masyarakat;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pencegahan dan Kesiapsiagaan terdiri dari : a. Seksi Pencegahan;
b. Seksi Kesiapsiagaan.
(1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas bidang pencegahan dan kesiapsiagaan melalui kegiatan untuk mengurangi atau menghilangkan resiko bencana, baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun pengurangan kerentaan pihak yang terancam bencana
(2) Seksi Kesiapsiagaan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas bidang pencegahan dan kesiapsiagaan melalui kegiatan untuk antisipasi bencana melalui pengorganisasian serta langkah yang tepat guna dan berdayaguna.
Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi kepada semua unsur dalam DPK dan PB mengkoordinasikan perencanaan, pembinaan dan pengendalian terhadap program administrasi dan sumber daya serta kerja sama.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Sekretariat mempunyai fungsi:
h. Pengkoordinasian sinkronisasi dan integrasi program perencanaan dan perumusan kebijakan di lingkungan DPK dan PB ;
i. Pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan, hukum dan peraturan perundang – undangan, organisasi, tatalaksana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kepegawaian, keuangan, persandian, perlengkapan, dan rumah tangga DPK dan PB ;
j. Pembinaan dan pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol;
k. Fasilitas pelaksanaan tugas dan fungsi unsur pengarah penanggulangan bencana;
l. Pengumpulan data dan informasi kebencanaan diwilayahnya;
m. Pengkoordinasian dalam penyusunan laporan DPK dan PB ;
n. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Sekretariat, terdiri dari:
4. Subbag Perencanaan dan Pelaporan;
5. Subbag Keuangan;
6. Subbag Umum dan Kepegawaian;
(4) Subbagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas menyusun dan program kerja dan kegiatan, evaluasi dan pelaporan;
(5) Subbagian Keuangan, mempunyai tugas melaksanakan administrasi keuangan;
(6) Subbagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, perlengkapan, rumah tangga dan kepegawaian.
Bidang Pencegahan Kebakaran dan Retribusi
Bidang Pencegahan Kebakaran dan Retribusi mempunyai tugas mengkoordinasi dan melaksanakan kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada prabencana meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan serta pemberdayaan masyarakat.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Pencegahan Kebakaran dan Retribusi mempunyai fungsi:
(1) Bidang Pencegahan Kebakaran dan Retribusi, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas di bidang pencegahan kebakaran dan retribusi serta rekomendasi/ perizinan di bidang pemadam kebakaran.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Bidang Pencegahan Kebakaran dan Retribusi mempunyai fungsi:
a. penyusun kebijakan teknis pelaksanaan upaya pencegahan kebakaran;
b. pemberian pelayanan teknik pencegahan kebakaran pada masyarakat;
c. pengawasan dan pengendalian terhadap bangunan, pergudangan, penggunaan dan pengangkutan bahan berbahaya serta penarikan retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran terhadapobjek retribusi pada bangunan, pergudangan dan penggunaan dan pengangkutan bahan berbahaya;
d. pemberian bimbingan, konsultasi, monitoring dan evaluasi pemenuhan persyaratan teknis terkait keselamatan bangunan gedung, angkutan dan pergudangan bahan berbahaya dari bahaya kebakaran;
e. pemberian persyaratan dan ketentuan teknis dalam berita acara pemeriksaan guna pembuatan surat rekomendasi terhadap pembangunan gedung, pergudangan, penggunaan dan pengangkutan bahan berbahaya sehubungan
Izin Mendirikan Bangunan, Izin Penggunaan Bangunan dan hal-hal lain bersifat teknis terhadap keselamatan bagunan gedung, pergudangan, penggunaan dan pengangkutan bahan berbahaya dari ancaman bahaya kebakaran;
f. pelaksanaan registrasi pengkaji teknis keselamatan kebakaran;
g. penyiapan bahan laporan Dinas yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Bidang Pencegahan Kebakaran dan retribusi serta rekomendasi/perizinan di bidang pemadam kebakaran;
h. pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi bidang pencegahan kebakaran dan retribusi.
i. penyusunan kebijakan teknis pelaksanaan pembinaan danpengembangan peran masyarakat dalam pencegahan kebakaran;
j. penyusunan pedoman/petunjuk teknis/petunjuk pelaksanaan kegiatan publikasi upaya pencegahan kebakaran bagi masyarakat;
k. pelaksanaan upaya peningkatan ketahanan masyarakat lingkungan terhadap ancaman bahaya kebakaran melalui penyuluhan tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran;
l. pelaksanaan publikasi upaya pencegahan kebakaran dan penanggulangan bencana;
m. penyediaan, pembinaan dan pendayagunaan Barisan Sukarelawan Kebakaran;
n. pelayanan, analisis dan pelaksanaan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang kebakaran;
o. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait;
p. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas; dan q. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas
dan fungsinya.
Pencegahan dan Kesiapsiagaan terdiri dari : a. Seksi Pencegahan Kebakaran;
b. Seksi Seksi Penyuluhan dan Partisipasi Masyarakat;
c. Seksi Data dan Retribusi;
Bidang Operasional Pemadaman
Bidang Operasional Pemadaman mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas di bidang operasional pemadaman kebakaran, penyelamatan dan pertolongan keadaan darurat.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Operasional Pemadaman mempunyai fungsi:
a. penyusunan pedoman pengendalian operasi pemadaman kebakaran, penyelamatan dan pertolongan keadaan darurat;
b. penyiapan dukungan operasi pemadaman pemadaman kebakaran, penyelamatan dan pertolongan keadaan darurat;
c. pengelolaan sistim informasi pemadaman kebakaran, penyelamatan dan pertolongan keadaan darurat;
d. Pengendalian dan pengkoordinasian operasi pemadaman kebakaran yang dilaksanakan oleh personil regu piket di Unit Pelaksana Teknis pemadam Kebakaran Kecamatan/Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran Perairan (Fire Boat);
e. Pengendalian operasi penyelamatan dan pertolongan
(rescue)
pada kejadian/insiden darurat, kecelakaan kerja, bangunan runtuh, bahan berbahaya dan beracun serta ancaman dari bahaya binatang buas;f. Pemberian informasi, saran tindakan, taktik dan strategi operasi pemadaman kebakaran kepada Kepala Dinas pada saat operasi pemadaman kebakaran ataupun pada saat penyelamatan dan pertolongan keadaan darurat;
g. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait di bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan;
h. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas; dan
i. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bidang Operasional Pemadaman terdiri atas:
a. Seksi Pemadaman;
b. Seksi Penyelamatan;
c. Seksi Pengawasan, Pengendalian Operasi dan Personil;
Bidang Penanggulangan Bencana
Bidang Penanggulangan Bencana mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan kebijakan dibidang penanggulangan bencana pada pasca bencana.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Penanggulangan Bencana mempunyai fungsi:
a. penyusunan kebijakan teknis penanggulangan bencana Kota;
b. penyusunan pedoman/petunjuk teknis/petunjuk pelaksanaan kegiatan koordinasi penanggulangan bencana Kota;
c. pengkoordinasian penyusunan peta rawan bencana Kota;
d. penyusunan prosedur penyelamatan diri dan pelaksanaan uji coba prosedur tetap penanganan bencana;
e. pengkoordinasian pengerahan sumber daya manusia, peralatan dan logistik dari Satuan Kerja Perangkat Daerah, Unit Kerja Perangkat Daerah dan/atau instansi pemerintah/swasta/masyarakat dalam penanggulangan bencana;