WALIKOTA MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH
BERITA DAERAH KOTA MAGELANG TAHUN 2020 NOMOR
PERATURAN WALIKOTA MAGELANG NOMOR 25 TAHUN 2020
TENTANG
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA MAGELANG TAHUN 2021
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA MAGELANG,
Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 26 ayat (2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Magelang Tahun 2021;
Mengingat : 1. Undang - Undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Kecil dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat;
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4287);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);
5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4700);
6. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4725);
7. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5049);
8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4725) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6398);
9. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah
diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
10. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi COVID-19 Dan/Atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional Dan/Atau Stabilitas Sistem Keuangan menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6516);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4614);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4664);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5887) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 187, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6402);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6178);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6322);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang
Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019
Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6323);
17. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan;
18. Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal – Semarang – Semarang – Salatiga – Demak – Grobogan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, dan Kawasan Brebes – Tegal – Pemalang (Lembaran Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 224);
19. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2020- 2024 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 10);
20. Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 57)
21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005–2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 Nomor 3 Seri E Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9);
22. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa tengah Tahun 2009-2029 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 28);
23. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 110 );
24. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 2 Tahun 2009
tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
(Lembaran Daerah Kota Magelang Tahun 2009 Nomor 3);
25. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Magelang Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kota Magelang Tahun 2009 Nomor 4);
26. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Magelang Tahun 2011-2031 (Lembaran Daerah Kota Magelang Tahun 2012 Nomor 4);
27. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Magelang Tahun 2016-2021 (Lembaran Daerah Kota Magelang Tahun 2016 Nomor 1);
28. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Magelang Tahun 2016 Nomor 7, Tambahan Lembaran Kota Magelang Daerah Nomor 55);
29. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Lembaran Daerah Kota Magelang Tahun 2019 Nomor 7, Tambahan Lembaran Kota Magelang Daerah Nomor 94);
30. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);
31. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 139);
32. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019
tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1114);
33. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1447;
34. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 Dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 377);
35. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2021 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 590);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA MAGELANG TAHUN 2021.
Pasal 1
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Magelang Tahun 2021 merupakan acuan resmi bagi Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam rangka menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) yang didahului dengan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA), serta penentuan Prioritas dan Pagu Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2021.
Pasal 2
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Magelang
Tahun 2021 digunakan sebagai pedoman Penyusunan
Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Tahun 2021.
Pasal 3
Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Magelang Tahun 2021 disusun dalam 2 (dua) buku yang terdiri atas:
a. BUKU I, yang memuat RKPD 2021 dengan sistematika, sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN.
BAB II : GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH.
BAB III : KERANGKA EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH.
BAB IV : SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH.
BAB V : RENCANA KERJA DAN PENDANAAN DAERAH.
BAB VI : KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH.
BAB VII : PENUTUP.
b. Buku II memuat Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019 dan Realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sampai dengan Tahun 2019.
Pasal 4
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Magelang
Tahun 2021 beserta pemetaan kegiatan dan subkegiatan
sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90
Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur
Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah tercantum
dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Peraturan Walikota ini.
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1-1 1.1 LATAR BELAKANG ... 1-1
1.1.1 Proses Penyusunan ... 1-2 1.1.2 Prinsip dan Pendekatan Penyusunan ... 1-3 1.2 LANDASAN HUKUM ... 1-4 1.3 HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN ... 1-6 1.3.1 RPJM Nasional... 1-7 1.3.2 Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021 ... 1-7 1.3.3 RPJM Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023 ... 1-7 1.3.4 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah... 1-8 1.3.4.1 Kebijakan Umum Perencanaan Pembangunan Daerah ... 1-9 1.3.4.2 Isu Strategis Pembangunan Jawa Tengah ... 1-10 1.3.4.3 Prioritas Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2021 ... 1-10 1.3.4.4 Sasaran Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 ... 1-12 1.3.4.5 Pembangunan kewilayahan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 ... 1-12 1.3.5 RTRW Kota Magelang Tahun 2011-2031 ... 1-13 1.3.6 RPJMD Kota Magelang ... 1-13 1.3.7 Rencana Pembangunan Sektoral ... 1-14 1.3.8 Rencana Kerja Perangkat Daerah ... 1-14 1.4 MAKSUD DAN TUJUAN ... 1-14
1.4.1 Maksud ... 1-14 1.4.2 Tujuan ... 1-14 1.5 SISTEMATIKA RKPD ... 1-14 BAB 2 GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH ... 2-1
2.1 KONDISI UMUM DAERAH ... 2-1 2.1.1 Aspek Geografi... 2-1
2.1.1.1 Letak, Luas dan Batas Wilayah ... 2-1 2.1.1.2 Topografi ... 2-4 2.1.1.3 Geologi ... 2-6 2.1.1.4 Hidrologi ... 2-6 2.1.1.5 Klimatologi ... 2-7 2.1.1.6 Penggunaan Lahan ... 2-8 2.1.1.7 Potensi Pengembangan Wilayah ... 2-9 2.1.1.8 Wilayah Rawan Bencana ... 2-11 2.1.2 Aspek Demografi ... 2-13 2.1.3 Aspek Kesejahteraan Masyarakat... 2-16 2.1.3.1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi ... 2-16 2.1.3.2 Fokus Kesejahteraan Sosial ... 2-29 2.1.3.3 Fokus Seni Budaya dan Olahraga ... 2-35 2.1.4 Aspek Layanan Umum ... 2-37 2.1.4.1 Fokus Urusan Pelayanan Wajib Pelayanan Dasar ... 2-37 2.1.4.2 Fokus Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar ... 2-60 2.1.4.3 Fokus Urusan Pilihan ... 2-78 2.1.4.4 Fokus Penunjang Urusan Pemerintahan ... 2-84 2.1.5 Aspek Daya Saing Daerah ... 2-93 2.1.5.1 Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah ... 2-93 2.1.5.2 Fokus Fasilitas Wilayah / Infrastuktur ... 2-94 2.1.5.3 Fokus Iklim Berinvestasi ... 2-102 2.1.5.4 Fokus Sumber Daya Manusia ... 2-105 2.2 EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN RKPD SAMPAI TAHUN BERJALAN
DAN REALISASI RPJMD ... 2-106 2.3 PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAERAH ... 2-107 2.3.1 Permasalahan Daerah yang Berhubungan Dengan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah... 2-107 2.3.2 Permasalahan Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah ... 2-107
BAB 3 RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN
KEUANGAN DAERAH TAHUN 2021 ... 3-1 3.1 ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH ... 3-1
3.1.1 Kondisi Perekonomian Nasional ... 3-1 3.1.2 Kondisi Perekonomian Jawa Tengah ... 3-2 3.1.3 Kondisi Perekonomian Kota Magelang ... 3-3 3.1.3.1 Pemerataan Pendapatan ... 3-3 3.1.3.2 Perkembangan Harga ... 3-3 3.1.3.3 Net Ekspor dan Investasi ... 3-4 3.1.4 Tantangan dan Prospek Perekonomian Kota Magelang tahun 2021... 3-4 3.1.4.1 Tantangan Perekonomian Daerah Tahun 2021 ... 3-4 3.1.4.2 Prospek Perekonomian Daerah Tahun 2021 ... 3-5 3.2 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH ... 3-6
3.2.1 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah ... 3-6 3.2.2 Arah Kebijakan Belanja Daerah ... 3-8 3.2.3 Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah ... 3-10
BAB 4 SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH ... 4-1 4.1 TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN ... 4-1
4.1.1 Visi dan Misi RPJMD Kota Magelang 2016-2021 ... 4-1 4.1.2 Tujuan dan Sasaran RPJMD Kota Magelang 2016-2021 ... 4-2 4.2 PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN TAHUN 2021 ... 4-4
4.2.1 Tema Pembangunan Tahun 2021... 4-4 4.2.2 Prioritas Pembangunan Tahun 2021... 4-6 4.2.2.1 Isu strategis dan Prioritas RKPD Kota Magelang Tahun 2021 ... 4-6 4.2.2.2 Program Unggulan Daerah ... 4-8 4.2.2.3 Program Prioritas ... 4-12 4.3 ARAH PENGEMBANGAN WILAYAH TERPADU KOTA MAGELANG ... 4-17
4.3.1 Arah Pengembangan Eksternal Wilayah... 4-17 4.3.1.1 Dukungan terhadap program kewilayahan Provinsi Jawa Tengah ... 4-20
BAB 5 RENCANA KERJA DAN PENDANAAN DAERAH ... 5-1 5.1 RENCANA KERJA ... 5-1
5.1.1 Program Prioritas I ... 5-1 5.1.1.1 Program Prioritas ... 5-1 5.1.1.2 Akomodasi Hasil Musrenbang ... 5-2 5.1.1.3 Telaahan terhadap Pokok Pokok Pikiran DPRD Paragraf 11 permendagri 86 tahun 2017. ... 5-2 5.1.1.4 Program Prioritas Hasil FGD ... 5-2 5.1.2 Program Prioritas II ... 5-2 5.1.3 Program Prioritas III ... 5-3 5.2 RENCANA KEGIATAN RIIL ... 5-3
5.2.1 Isu Strategis dan Fokus Prioritas ... 5-3 5.2.2 Tanggap Pandemi Covid-19... 5-4 5.3 PENDANAAN DAERAH... 5-5 5.4 Pendanaan Daerah ... 5-9 BAB 6 KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH ... 6-1
BAB 7 PENUTUP ... 7-1
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
RKPD Kota Magelang Tahun 2021 mempunyai nilai yang sangat strategis dalam melandasi pelaksanaan pembangunan di Kota Magelang tahun 2021, karena tahun tersebut merupakan masa transisi pergantian kepemimpinan kepala daerah dan memasuki periode ke empat tahapan lima tahunan RPJPD Kota Magelang 2005- 2025, sehingga bertepatan pula dengan penyusunan Rancangan RPJMD 2021-2025 yang harus ditetapkan sebagai Peraturan Daerah. Sedangkan dari sudut pandang perencanaan, prioritasi RKPD 2021anyak diberikan untuk mengakomodasi akselerasi pencapaian target-target RPJMD 2016-2021.
Dalam penyusunannya, harus mempedomani RPJMD, RKP 2021, Program Strategis Nasional, dan RKPD Provinsi Jawa Tengah. Oleh akrena itu, RKPD Kota Magelang tahun 2021 harus memperhatikan dan mempertimbangkan dokumen perencanaan tingkat Pusat dan Provinsi sehingga harus memperhatikan 5 (lima) arahan Presiden Republik Indonesia yang dijabarkan menjadi 7 (tujuh) agenda pembangunan serta sasaran pembangunan jangka menengah, terkait Fokus Rancangan Akhir RPJMN Tahun 2020-2024, dan memperhatikan arah kebijakan pengembangan wilayah kabupaten/kota sebagaimana tertuang dalam RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021.
Tahun 2021 peran dan fungsi Magelang sebagai kota jasa harus muncul, sehingga fokus kinerja yang ingin dicapai adalah meneruskan dan memantapkan capaian kinerja pembangunan yang mengindikasikan Magelang sebagai kota jasa maju, modern, cerdas, berbasis masyarakat sejahtera dan religius. Tema “Kompetitif Bersama Mitra” akan menjadi landasan dalam memantapkan pembangunan secara menyeluruh, untuk mewujudkan tercapainya perekonomian daerah yang berdaya saing tinggi, berlandaskan budaya yang unggul, sumber daya manusia yang berkualitas dan mandiri; serta mewujudkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat madani.
Dalam perjalanan Penyusunan RKPD Kota Magelang Tahun 2021, Indonesia mengalami bencana non alam yang juga menjadi bencana global yaitu pandemi corona virus disease atau yang lebih dikenal sebagai COVID-19. Pandemi ini membawa dampak terutama dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi yang sangat berdampak pada upaya pencapaian target pembangunan yang telah direncanakan. Upaya mencapai target indikator makro tentu akan mengalami kesulitan mengingat sudah mulai tergambar dengan jelas penduduk yang kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan dan daya beli masyarakat akibat penurunan aktifitas ekonomi. Pendapatan asli daerah terproyeksikan mengalami penurunan karena melemahnya kekuatan para pengusaha dan perusahaan dari berbagai sektor seperti perhotelan,rumah makan/restauran serta sumber pajak daerah lainnya, ditambah lagi dengan penurunan kemampuan keuangan yang bersumber dari dana transfer pusat ke daerah karena kebutuhan dana pemerintah pusat yang harus dipenuhi untuk menangani pandemi nasional COVID-19 ini.
Dokumen perencanaan yang harus sejalan dengan arah kebijakan yang tertuang dalam dokumen perencanaan baik pusat maupun daerah, menjadikan tema pembangunan dan substansi rencana pembangunan, permasalahan, strategi, arah kebijakan, dan target pembangunan juga mengalami pergeseran sebagaimana terjadi pada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Tema pembangunan nasional tahun 2021 mengalami perubahan yang semula
“Meningkatkan Industri, Pariwisata dan Investasi di Berbagai Wilayah Didukung oleh SDM, dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan Berkualitas” berubah menjadi “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial”, sedangkan tema pembangunan tahun 2021 Provinsi Jawa Tengah yang semula “Peningkatan Kesejahteraan dan Perekonomian Masyarakat Didukung Penguatan Daya Saing SDM” berubah menjadi “Percepatan Pemulihan Perekonomian Dan Kesejahteraan Masyarakat Didukung Penguatan Daya Saing SDM”.
Secara nasional tahun 2021 diprediksi masih akan diprioritaskan pada pemulihan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi covid-19, sedangkan prioritas Provinsi Jawa Tengah antara lain fokus pada akses pengurangan beban pengeluaran kebutuhan dasar, peningkatan sektor unggulan daerah, serta kondusivitas wilayah. Oleh karena itu, fokus pembangunan Kota Magelang tahun 2021 akan mengalami pergeseran dari skenario yang sudah direncanakan dalam RPJMD Kota Magelang 2016-2021. Fokus pembangunan diselaraskan untuk diprioritaskan dalam upaya penanganan dampak pandemi covid, disamping tetap fokus pada upaya pencapaian Visi Kepala Daerah di akhir masa RPJMD tahun 2016-2021.
Sebagai salah satu fungsi pembangunan daerah, perencanaan memiliki peran vital dalam memastikan keberhasilan kinerja pembangunan daerah, sehingga dalam proses penyusunan perencanaan dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan yang mengatur tentang prinsip-prinsip perumusan serta pendekatan perencanaan. Setiap tahapan dari
proses penyusunan dokumen perencanaan ini melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat sebagai pijakan dalam menentukan fokus prioritas pembangunan melalui pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai pentahapan dokumen perencanaan tahunan terakhir RPJMD 2016-2021, RKPD Kota Magelang tahun 2021 adalah dokumen perencanaan pembangunan tahunan yang disusun tahun 2020 untuk dilaksanakan di tahun 2021.
Peraturan Walikota tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Magelang Tahun 2021 akan menjadi pedoman penyusunan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Magelang yang selanjutnya akan menjadi landasan dalam penyusunan rancangan APBD.
1.1.1 Proses Penyusunan
RKPD Kota Magelang Tahun 2021 ini merupakan perencanaan yang disusun tahun 2020 dan melandasi pelaksanaan pembangunan tahun ke-lima RPJMD 2016-2021. Proses penyusunan dokumen ini dilaksanakan melalui tahapan sebagaimana telah diatur dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
Penyusunan dilaksanakan secara runtut dalam 6 (enam) tahapan yaitu: persiapan penyusunan RKPD; penyusunan rancangan awal RKPD; penyusunan rancangan RKPD, pelaksanaan musrenbang RKPD, perumusan rancangan akhir RKPD, dan penetapan RKPD. Tahap pertama yang dilakukan adalah tahap persiapan penyusunan yang meliputi pembentukan Tim Penyusun RKPD, orientasi mengenai RKPD, penyusunan agenda kerja Tim Penyusun RKPD, serta penyiapan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah.
Penyusunan RKPD 2021 menerapkan pendekatan perencanaan baik yang berorientasi pada proses maupun yang berorientasi pada substansi, dilaksanakan dengan pentahapan sebagai berikut:
1. Perumusan Rancangan Awal RKPD, yang proses penyusunannya sudah dimulai pada bulan Desember 2019 dengan agenda orientasi RKPD 2021, serta penyiapan data dan informasi melalui verifikasi capaian kinerja perencanaan pembangunan tahun 2019
2. Perumusan Rancangan RKPD 2021, yang pada dasarnya memadukan materi pokok yang telah disusun dalam rancangan awal dengan isu isu strategis, prioritas kebijakan nasional dan provinsi, program program prioritas serta penelaahan terhadap Rancangan Renja Perangkat Daerah, yang didukung dengan pelaksanaan Konsultasi Publik, Focus Group Discussion, Forum Perangkat Daerah, dan Musrenbang yang dilaksanakan di Kelurahan dan Kecamatan.
Tahapan pelaksanaan Forum Perangkat Daerah dilaksanakan dengan mengkombinasikan hasil Musrenbang Kecamatan sesuai Berita Acara Hasil Musrenbang, mengkonfirmasi hasil FGD yang diakomodir oleh Perangkat Daerah, serta terhadap hasil telaahan pokok pokok pikiran DPRD. Langkah selanjutnya adalah Verifikasi Rencana Kerja Perangkat Daerah untuk memastikan kesamaan materi antara program dan kegiatan prioritas pada rancangan RKPD telah sama dengan muatan nama program dan kegiatan prioritas tiap-tiap Perangkat Daerah, termasuk konfirmasi tentang indikator kinerjanya, serta untuk memastikan agar program dan kegiatan prioritas telah sepenuhnya tercantum dalam rancangan Renja Perangkat Daerah terkait. Dokumen rancangan RKPD ini menjadi bagian dari materi Musrenbang tingkat Kota Magelang yang merupakan forum konfirmasi atas keseluruhan hasil Musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan serta hasil rancangan Renja OPD yang telah terverifikasi.
3. Berdasarkan Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang kemudian dilakukan penyelarasan Rancangan Akhir RKPD dengan memperhatikan Rancangan RKPD Provinsi Jawa Tengah dan Rancangan RKP pada saat Musrenbang Nasional dan hasil konsultasi serta evaluasi dengan Bappeda Provinsi Jawa Tengah. Hasil Penyelarasan Akhir ini dikonsultasikan kepada TAPD sebelum ditetapkan dengan Peraturan Walikota.
Proses perumusan RKPD Kota Magelang Tahun 2021 dapat dilihat sebagaimana gambar bagan sebagai berikut:
Gambar 1.1
Bagan Alir Tahapan Penyusunan RKPD Kota Magelang
1.1.2 Prinsip dan Pendekatan Penyusunan
Proses penyusunan RKPD Kota Magelang tahun 2021 dilaksanakan sesuai regulasi dan ketentuan yang berlaku, yang disusun dengan memperhatikan hasil evaluasi kinerja RKPD periode sebelumnya yaitu tahun 2019 (tahun n-1) yang selanjutnya akan menjadi Rancangan Kebijakan Umum (KUA) serta Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Magelang.
Untuk memastikan bahwa output hasil penyusunan RKPD berkualitas, taat regulasi dan operasional, maka pendekatan penyusunan dokumen RKPD Kota Magelang Tahun 2021 menerapkan prinsip sebagai berikut:
Tabel 1.1
Prinsip Penyusunan RKPD Kota Magelang
PRINSIP URAIAN
Merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional
Selaras dengan perencanaan pembangunan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jawa Tengah
Dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan
berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing
Melibatkan masyarakat, stake holder, dan perangkat daerah melalui forum musrenbang, FGD, dan konsultasi publik untuk menggali data, informasi, saran, masukan, dalam rangka perencanaan program dan kegiatan prioritas yang dituangkan dalam rencana kerja perangkat daerah
Mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah
Arah pengembangan wilayah menyesuaikan struktur dan pola ruang sebagaimana perda Kota Magelang tentang RTRW
Dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki sesuai dinamika perkembangan daerah, provinsi dan nasional
Memperhatikan sumber daya yang dimiliki untuk mengatasi permasalahan dan isu strategis termasuk isu global, nasional, dan regional
Dalam aspek lain penyusunan RKPD Kota Magelang Tahun 2021 dilakukan dengan pendekatan yang berorientasi pada proses dan pendekatan yang berorientasi pada substansi dengan detail sebagaimana tabel berikut:
Tabel 1.2
Pendekatan Penyusunan RKPD Kota Magelang
KRITERIA PARAMETER
PENDEKATAN BERORIENTASI PADA PROSES Dari Bawah
(Bottom-Up)
1. Usulan dari Musrenbang berjenjang dari tingkat Kelurahan dan tingkat Kecamatan dalam penyusunan RKPD Kota Magelang Tahun 2021.
2. Partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam penyusunan RKPD Kota Magelang Tahun 2021.
Dari Atas (Top- Down)
3. Sinkronisasi Prioritas Daerah dalam RKPD Kota Magelang Tahun 2021 dan Prioritas Nasional dalam RKP 2021.
4. Sinergitas program dan kegiatan dalam RKPD Kota Magelang Tahun 2021, RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 dan RKP Tahun 2021.
5. Dilaksanakan dengan menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan Daerah.
Teknokratik 6. Ketersediaan dan kelengkapan sumber data dan informasi dalam penyusunan RKPD Kota Magelang Tahun 2021.
7. Kapasitas Perencana Daerah dalam Penyiapan RKPD Kota Magelang Tahun 2021.
8. Mendasarkan pada hasil evaluasi kinerja RKPD periode tahun 2019.
Partisipatif 9. Dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
10. Dilaksanakan dengan menerjemahkan visi dan misi kepala Daerah terpilih yang dijabarkan dalam dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah yang dibahas bersama dengan DPRD.
Politik 11. Mempertimbangan dan Pendapat berupa pokok-pokok pikiran DPRD Kota Magelang dalam penyusunan RKPD Kota Magelang Tahun 2021.
12. Konsultasi Publik dalam penyusunan RKPD Kota Magelang Tahun 2021.
PENDEKATAN BERORIENTASI PADA SUBSTANSI HOLISTIK-
TEMATIK
Dilaksanakan dengan mempertimbangkan keseluruhan unsur/bagian/kegiatan pembangunan sebagai satu kesatuan faktor potensi, tantangan, hambatan dan/atau permasalahan yang saling berkaitan satu dengan lainnya
INTEGRATIF Menyatukan beberapa kewenangan kedalam satu proses terpadu dan fokus yang jelas dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan Daerah
SPASIAL Dilaksanakan dengan mempertimbangkan dimensi keruangan dalam perencanaan
1.2 LANDASAN HUKUM
Landasan hukum yang digunakan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Magelang Tahun 2021 ini adalah:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kota Kecil Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat;
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;
5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;
6. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
7. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan kedua atas Undang –undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
8. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Dan/Atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/Atau Stabilitas Sistem Keuangan Menjadi Undang-Undang;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
17. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-Undangan;
18. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020–2024;
19. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2015 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan;
20. Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal- Semarang-Slatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung, dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang
21. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan Yang Berkeadilan;
22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Jo Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Jo Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2011 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
24. Permendagri 130 tahun 2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah;
26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;
27. Permendagri nomor 40 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2021 28. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005–2025;
29. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah tahun 2018-2023;
30. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
31. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Magelang Tahun 2005-2025;
32. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangungan Jangka Menengah Daerah Kota Magelang Tahun 2016-2021;
33. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;
34. Surat Gubernur Jawa Tengah Nomor 050/0000549 Tanggal 15 Januari 2020 perihal Arah Kebijakan dan Prioritas Pembangunan serta Pedoman Penyelenggaraan Musrenbang RKPD Tahun 2021.
1.3 HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN
RKPD Kota Magelang Tahun 2021 yang disusun dengan tema tahun perencanaan 2020 yaitu Kompetitif Bersama Mitra yang merupakan penjabaran dari RPJMD Kota Magelang 2016-2021. Dalam melaksanakan pembangunan daerah, didahului dengan perencanaan pembangunan daerah yang menghasilkan rencana pembangunan daerah dan rencana perangkat daerah. Rencana pembangunan daerah meliputi rencana jangka panjang, menengah dan tahunan.
Sedangkan rencana perangkat daerah terdiri dari rencana strategis (renstra) perangkat daerah dan rencana kerja (renja) perangkat daerah. Skema hubungan antar dokumen bisa dilihat pada Gambar 1-2 di bawah.
Gambar 1.2
Hubungan Antar Dokumen Perencanaan dan Penganggaran lainnya Sumber: UU No 25 Tahun 2004
Sebagai pengejawantahan dari pendekatan perencanaan secara substansi, maka pertimbangan aspek spasial menjadi utama, oleh karena itu sebagai acuan yang digunakan adalah dokumen penataan ruang daerah yang berupa Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Magelang Tahun 2011-2031. Skema kedudukan RKPD terhadap RTRWK tertuang dalam Gambar 1-3.
Gambar 1.3
Kedudukan Dokumen RKPD Kota Magelang dengan Dokumen Perencanaan dan Spasial
Secara lengkap penjelasan masing masing dokumen yang terkait dengan penyusunan RKPD Kota Magelang Tahun 2021 adalah sebagai berikut:
1.3.1 RPJM Nasional
Benang merah perencanaan pembangunan Pusat dan Daerah untuk mewujudkan sinergitas dengan perencanaan pembangunan Nasional adalah dengan merujuk pada RPJMN 2020-2024 dengan VISI Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong. RPJMN 2020-2024 merupakan pentahapan ke-empat RPJPN 2005-2025, dengan sasaran pokok jangka panjang nasional pembangunannya adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Visi tersebut diwujudkan melalui 9 (sembilan) Misi yang dikenal sebagai Nawacita Kedua, yang dilaksanakan dengan 5 (lima) arahan utama Presiden RI terkait fokus Pembangunan RPJMN Tahun 2020-2024 yaitu pembangunan Sumber Daya Manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi dan transformasi ekonomi. Yang selanjutnya diterjemahkan ke dalam 7 (tujuh) Agenda Pembangunan RPJMN 2020-2024.
1.3.2 Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021
RKPD Kota Magelang Tahun 2021 juga merujuk pada RKP Tahun 2021. Hal ini merupakan manifestasi dari upaya mewujudkan sinergitas kebijakan dan dukungan pembangunan daerah Kota Magelang kepada kebijakan nasional.
Pemerintah Kota Magelang berupaya semaksimal mungkin mendorong agar target target pembangunan nasional dapat tercapai dengan kontribusi yang diberikan dari pembangunan di Kota Magelang Tahun 2021 sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN tahun 2020-2024.
1.3.3 RPJM Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023
Dokumen perencanaan pembangunan tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipedomani dalam menyusun RKPD Kota Magelang Tahun 2021 adalah Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023. Pembangunan Jawa Tengah tahun 2021 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Tahun 2018-2023 dengan arah kebijakan “Peningkatan
Kedudukan Dokumen RKPD Kota Magelang
PROVINSINASIONALKOTA MAGELANG
Undang-undang No.25 Tahun 2004
RKP RPJP RPJM RTRW
RKP NASIONAL
RPJP
RPJMN
RTRW
NASIONAL PERATURAN LAIN
YANG BERSIFAT UMUM
RKPD PROVINSI
RPJPD PROVINSI
RPJMD PROVINSI
RKPD
RPJP KOTA MAGELANG
RPJMD KOTA MAGELANG
RTRW PROV JATENG
RTRW KOTA MAGELANG
KAWASAN RDTR KAWASAN
PERATURAN DAERAH PROVINSI
YANG BERSIFAT UMUM
PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG YANG
BERSIFAT UMUM
Kesejahteraan dan Perekonomian Masyarakat Didukung Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia”.
Prioritas daerah diarahkan pada :
1. Peningkatan percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran;
2. Peningkatan kualitas hidup dan kapasitas sumber daya manusia Jawa Tengah menuju SDM Jawa Tengah berdaya saing;
3. Penguatan kapasitas dan daya saing ekonomi rakyat dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup dan resiko bencana;
4. Pemantapan tata kelola pemerintahan dan kondusivitas wilayah serta peningkatan kapasitas fiskal daerah 1.3.4 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah
Sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 050/0000549 tanggal 15 Januari 2020 tentang Arahan Kebijakan dan Prioritas Pembangunan Serta Pedoman Penyelenggaraan Musrenbang RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021, maka pokok-pokok kebijakan dan prioritas pembangunan RKPD Jawa Tengah Tahun 2021 adalah sebagai berikut:
1. Memperhatikan 5 (lima) arahan utama Presiden RI terkait Fokus Pembangunan Rancangan Akhir RPJMN Tahun 2020-2024, yaitu Pembangunan Sumber Daya Manusia, Pembangunan Infrastruktur, penyederhanaan Regulasi, Penyederhanaan Biokrasi, dan Transformasi Ekonomi.
2. Mengimplementsikan Prioritas Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2021 meliputi : a. Peningkatan percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran;
b. Peningkatan kualitas hidup dan kapasitas sumberdaya manusia Jawa Tengah menuju SDM Jawa Tengah Berdaya Saing;
c. Peningkatan kapasitas dan daya saing ekonomi rakyat dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup dan resiko bencana;
d. Pemantapan tata kelola pemerintahan dan kondusivitas wilayah serta peningkatan kapasitas fiskal daerah
3. Meningkatkan pemerataan pembangunan wilayah untuk mewujudkan ruang wilayah yang berdaya saing berbasis pertanian, industri dan pariwisata, harmonisasi rencana target capaian indikator makro pembangunan nasional, provinsi dan kabupaten/kota, memperhatikan kabupaten/kota dengan kondisi indikator kemiskinan di bawah rata-rata Nasional dan Provinsi; serta wilayah/kawasan dengan tingkat kerawanan bencana alam tinggi
4. Menyusun kebijakan dan program/kegiatan pembangunan daerah dengan memperhatikan arahan Gubernur / Wakil Gubernur, masukan Reses dan Aspirasi DPRD, Program Unggulan Daerah serta Usulan Masyarakat Jawa Tengah
5. Melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo- MagelangTemanggung, dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang, melalui koordinasi secara intensif sesuai kewenangannya dengan Kementerian/Lembaga terkait.
6. Menerapkan Permendagri 70 tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah secara bertahap sambil menunggu arahan pelaksanaan lebih lanjut dari Pemerintah
7. Mendorong pembiayaan pembangunan dari sumber-sumber Non Pemerintah (di antaranya kerjasama / kemitraan / keperantaraan dengan pihak swasta, BUMN, BUMD, masyarkat, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha atau Lembaga Pendanaan lainnya)
8. Substansi RKPD disusun secara Tematik, Holistik, Integratif dan Spasial (THIS) serta dirumuskan secara transparan, responsif, efisien, efektif, terukur, akuntabel, berbasis kinerja dengan pendekatan money follow programme priority untuk pencapaian sasaran yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, mendukung prioritas/program strategis Nasional dan Provinsi, inovatif dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan pembangunan, serta berorientasi pada output, outpucome, benefit dan impact yang terukur.
9. Penyelenggaraan Forum-Forum Perencanaan agar dilakukan tepat waktu melalui proses dan penyusunan substansi yang melibatkan seluruh stakeholder termasuk di antaranya keterwakilan partai politik, kelompok peduli lingkungan serta kelompok rentan seperti kelompok perempuan, anak, disabilitas dan lansia.
10. Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mempedomani Surat Edaran Gubernur ini sebagai satu kesatuan sistem perencanaan dan pencapaian target pembangunan daerah.
1.3.4.1 Kebijakan Umum Perencanaan Pembangunan Daerah
Kebijakan umum perencanaan pembangunan daerah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2021 sebagai berikut:
1. Mempedomani Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
2. Mempedomani Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
3. Melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang- Temanggung, dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang, maka Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota perlu:
a. Berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian/Lembaga terkait.
b. Melakukan validasi kesiapan pelaksanaan masing-masing proyek antara lain ketersediaan dokumen pendukung, lahan, dan lain-lain.
c. Menyiapkan alokasi penganggaran pada kegiatan yang memerlukan sharing pendanaan.
4. Mempedomani Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Jangka Menengah Daerah serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
5. Menerapkan Permendagri 70 tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah secara bertahap sambil menunggu arahan pelaksanaan lebih lanjut dari Pemerintah.
6. Mempedomani Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta memperhatikan berbagai dokumen perencanaan pembangunan sektoral nasional maupun daerah, diantaranya Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025, Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah, Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) / Sustainable Development Goals (SDGs) dan RAD Pangan dan Gizi termasuk peraturan perundangan mengenai SPM.
7. Menyusun kebijakan dan program/kegiatan pembangunan daerah dengan memperhatikan arahan Gubernur/
Wakil Gubernur, masukan Reses dan Aspirasi DPRD, Program Unggulan Daerah serta Usulan Masyarakat.
8. Rencana program/kegiatan/sub kegiatan berikut pengalokasian pagu indikatif pada masingmasing kegiata disusun berbasis kinerja dan money follow programme priority, memiliki output dan outcome yang jelas dan terukur, terpadu lintas sektor serta melakukan upaya terobosan baru yang efektif untuk pencapaian target sasaran, penyelesaian permasalahan, dan isu-isu strategis pembangunan termasuk upaya implementasi Program Unggulan dalam RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023.
9. Pemerintah Kabupaten/Kota agar memetakan peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia dalam rangka mengantisipasi bonus demografi yang terjadi akibat perubahan struktur penduduk di Jawa Tengah melalui perbaikan kebijakan dan program di sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
1.3.4.2 Isu Strategis Pembangunan Jawa Tengah
Mendasarkan capaian pembangunan sampai dengan Triwulan IV Tahun 2019, maka isu strategis pembangunan Jawa Tengah Tahun 2021 adalah sebagai berikut:
1. Penanggulangan Kemiskinan, terutama menyangkut penyediaan kebutuhan dasar dan pendapatan masyarakat yang relatif rendah, perilaku dan budaya masyarakat, akses terhadap program penanggulangan kemiskinan, serta data kemiskinan yang masih belum sesuai dengan dinamika perkembangan kondisi di lapangan.
2. Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumberdaya Manusia, era bonus demografi dengan perubahan struktur demografi dengan usia produktif yang lebih besar dari non produktif akan menjadi masalah apabila kualitas SDM tidak dapat terserap dalam lapangan kerja dan kompetensinya tidak sesuai untuk memasuki lapangan kerja. Kualitas pendidikan, kesehatan, dan tingkat pendapatan masyarakat penting diperhatikan untuk peningkatan kualitas dan daya saing SDM yang secara agregat ditunjukkan oleh perbaikan capaian IPM. Permasalahan bidang kesehatan adalah masih belum optimalnya cakupan layanan kesehatan termasuk bagi masyarakat miskin, perbaikan kesehatan ibu-bayi-anak, stunting, penyakit menular serta masih rendahnya kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat. Dari sisi pendapatan, permasalahan terkait rendahnya kualitas dan prosuktifitas tenaga kerja, rendahnya entrepreneurship serta terbatasnya daya saing dan inovasi.
3. Daya saing ekonomi dan peningkatan kesempatan berusaha. Terbitnya Perpres Nomor 79 Tahun 2019 merupakan pendorong upaya pencapaian target pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang lebih tinggi.
Penegasan Presiden agar percepatan pembangunan di Jawa Tengah sebagai provinsi penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional diharapkan dapat diakselerasi melalui pengembangan ekonomi Kawasan di Jawa Tengah.
4. Keberlanjutan Pembangunan Dengan Memperhatikan Daya Dukung Lingkungan dan Kelestarian Sumber Daya Alam. Permasalah utamanya antara lain adalah pencemaran air di sebagian wilayah sungai di Jawa Tengah masih tinggi, berkurangnya tutupan lahan hutan dan keanekaragaman hayati, kerusakan sumberdaya pesisir dan tingginya intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta tingginya resiko bencana.
5. Kedaulatan pangan dan energi. Masih belum stabilnya harga dan stok pangan strategis, masih belum beragamnya konsumsi masyarakat dan rendahnya produksi komoditas pertanian terutama kedelai dan tebu.
Terkait kedaulatan energi, ke depan perlu dikembangkan sumber-sumber energi baru terbarukan.
6. Kesenjangan Wilayah. Meskipun ketimpangan antar wilayah di Jawa Tengah semakin menurun, namun perlu ditangani kesenjangan akses antara desa-kota maupun antara kota-kota dan antar wilayah, dan integrasi antar moda transportasi serta distribusi barang-jasa yang memadai.
7. Tata Kelola Pemerintahan. Permasalahan yang perlu diperhatikan diantaranya adalah belum optimalnya penerapan sistem merit dalam manajemen ASN, manajemen sumber daya aparatur belum berfokus pada standar kompetensi, pelayanan publik yang belum sepenuhnya menjalankan standar pelayanan, belum optimalnya pengelolaan sistem penanganan gratifikasi dan penataan kelembagaan sesuai kewenangan serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendorong pelayanan yang efektif dan efisien.
1.3.4.3 Prioritas Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2021
Arah kebijakan dan prioritas pembangunan Jawa Tengah Tahun 2021 ditujukan untuk “Percepatan Pemulihan Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat Didukung Penguatan Daya Saing SDM”, yang dijabarkan dalam prioritas meliputi:
1. Peningkatan pertumbuhan dan ketahanan ekonomi daerah dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup
Kebijakan pemulihan dan penguatan perekonomian daerah ini menjadi prioritas pembangunan di tahun 2021 terutama untuk memulihkan perekonomian daerah yang melambat akibat pandemi Covid-19. Kebijakan ini diarahkan pada strategi mendorong peningkatan produksi sektor-sektor yang menjadi unggulan Jawa Tengah seperti pertanian (yang cukup tahan dari dampak pandemi), industri pengolahan, perdagangan, pariwisata.
Selain itu juga diarahkan pada pemulihan iklim investasi untuk mendorong masuknya kembali investasi di Jawa Tengah. Upaya mendorong ekspor juga mulai dilakukan kembali, dan mendorong juga upaya substitusi bahan baku impor guna menekan impor di Jawa Tengah. Inflasi juga terus dikendalikan untuk tetap menjaga
harga barang di pasar sehingga konsumsi masyarakat tetap terjaga. Pemberdayaan UKM juga dilakukan dengan berbagai strategi antara lain pelatihan, fasilitasi modal dan pasar, dan lainnya. Roda perekonomian daerah akan bergerak kembali dengan didukung oleh infrastruktur sebagai instrumen distribusi barang dan jasa, seperti jalan, transportasi, air bersih, listrik, dan lainnya.
Kebijakan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam upaya pemulihan perekonomian daerah tetap juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup. Dampak positif yang bisa dirasakan dalam masa pandemi Covid-19 antara lain adalah membaiknya kondisi lingkungan karena kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat dan work from home. Untuk itu kebijakan penguatan keberlanjutan lingkungan hidup di tahun 2021 tetap diarahkan pada perbaikan kerusakan sumberdaya alam, pengurangan pencemaran lingkungan hidup, serta penurunan emisi GRK sejalan dengan masa pemulihan perekonomian daerah.
2. Percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran
Kebijakan pengurangan kemiskinan dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pemenuhan basic life access untuk mengurangi beban pengeluaran, dan sustainable livelihood untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Sasaran kebijakan ini terutama adalah untuk penduduk miskin dan rentan miskin, serta penduduk terdampak Covid-19 secara sosial dan ekonomi. Sedangkan kebijakan penurunan pengangguran diarahkan pada perluasan lapangan pekerjaan, peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja, serta perlindungan bagi pekerja dan pencari kerja yang terdampak pandemi Covid-19.
3. Pemulihan dan peningkatan kualitas hidup dan kapasitas sumberdaya manusia menuju SDM berdaya saing Kebijakan ini diarahkan pada peningkatan pelayanan pendidikan terutama adaptasi terhadap perubahan akibat pandemi Covid-19 dengan penyediaan atau pengembangan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran virtual, dengan tetap melakukan pemerataan layanan pendidikan yang baik; penguatan health security, peningkatan pelayanan kesehatan, serta pemerataan layanan kesehatan.
4. Penguatan ketahanan bencana
Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dan daerah dalam menghadapi bencana alam dan non alam melalui penguatan mitigasi, adaptasi, kedaruratan, dan pemulihan dampak bencana.
Ketahanan bencana dibangun dari dukungan berbagai sektor seperti kesehatan, pangan, transportasi, perdagangan, pariwisata, dan lain-lainnya.
5. Pemantapan tata kelola pemerintahan dan kondisivitas wilayah serta peningkatan kapasitas dan ketahanan fiskal daerah
Kebijakan tata kelola pemerintahan diarahkan pada penguatan kapasitas, pola kerja birokrasi, dan reformasi birokrasi yang lebih adaptif terhadap segala dinamika yang terjadi seperti saat terjadinya pandemi Covid-19.
Kebijakan kondusivitas wilayah diarahkan pada penguatan kebersamaan, dan gotong royong dalam masa pemulihan Covid-19 untuk menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat. Sedangkan kebijakan peningkatan kapasitas dan ketahanan fiskal daerah diarahkan pada peningkatan pendapatan asli daerah dengan pemanfaatan aset agar lebih produktif, ditengah melambatkan sumber-sumber pendapatan yang berasal dari pajak.
Gambar 1.4
Tema, Prioritas dan Fokus Pembangunan Jawa Tengah
1.3.4.4 Sasaran Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021
Target sasaran makro dan merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 yaitu:
1. Persentase penurunan konflik SARA sebesar 15%
2. Indek Reformasi Birokrasi sebesar 78 3. Pertumbuhan ekonomi antara 3,80 – 4,80 % 4. PDRB per kapita sebesar Rp. 41,87 juta 5. Inflasi pada angka 3,0 ± 1 persen
6. Angka Kemiskinan menjadi 11,94 – 11,02 %
7. Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,94 – 5,67%
8. Indeks Pembangunan Manusia sebesar 72,59 9. Indeks Gini sebesar 0,365
10. Indeks Pembangunan Gender sebesar 92,12 11. Indeks Williamson sebesar 0,595
12. Nilai Tukar Petani (NTP) 103,00
13. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 67,02
1.3.4.5 Pembangunan kewilayahan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021
Dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan, pengembangan wilayah Jawa Tengah tahun 2021 ditujukan untuk mewujudkan ruang wilayah yang berdaya saing berbasis pertanian, industri, dan pariwisata melalui keterpaduan, integrasi dan sinergi lokasi rencana program/kegiatan dengan memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah.
Rancangan dukungan Kabupaten/Kota di wilayah pengembangan Purwomanggung terhadap pencapaian target sasaran makro Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 adalah sebagaimana tabel berikut:
Tabel 1.3
Dukungan Kabupaten/Kota terhadap Pencapaian Target Makro Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021
No. Kab/Kota Pertumbuhan Ekonomi Angka Kemiskinan TPT IPM
1 Kab. Purworejo 4,31 12,42 6,30 72,40
No. Kab/Kota Pertumbuhan Ekonomi Angka Kemiskinan TPT IPM
2 Kab. Wonosobo 4,21 18,02 6,30 68,23
3 Kab. Magelang 3,81 11,61 5,80 69,58
4 Kab. Temanggung 3,81 10,36 5,80 69,84
5 Kota Magelang 3,81 8,71 5,80 78,45
Rata-rata Wilayah Purwomanggung 3,99 12,22 6,00 71,80
Dalam rangka meningkatkan keserasian pembangunan antar wilayah, maka Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah kepada Kabupaten/Kota diarahkan pada kegiatan yang dapat mendorong perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
1.3.5 RTRW Kota Magelang Tahun 2011-2031
Sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, bahwa dalam pendekatan penyusunan RKPD yang berorientasi pada substansi, salah satunya adalah melalui pendekatan spasial yaitu dengan mempertimbangkan dimensi keruangan dalam perencanaan. Oleh karena itu penyusunan RKPD Kota Magelang Tahun 2021 secara konsisten memperhatikan RTRW Kota Magelang Tahun 2011-2031 guna mewujudkan pembangunan yang komprehensif, berwawasan lingkungan dengan ketaatan terhadap struktur dan pola ruang sehingga pemanfaatan ruang dalam pelaksanaan pembangunan dapat sesuai dengan perencanaan tata ruang.
Dengan demikian, pemanfaatan ruang konsisten dengan perencanaan tata ruang, tertib tata ruang, sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan melalui pengendalian pemanfaatan ruang dan pengawasan penataan ruang. Pada akhirnya tujuan-tujuan pembangunan daerah dapat tercapai, kesenjangan antar wilayah terkurangi, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, namun sesuai dengan tata kelola fungsi keruangan wilayah.
Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berpedoman pada dokumen penataan ruang akan mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, keseimbangan, dan perkembangan antar wilayah serta keserasian antar sektor.
1.3.6 RPJMD Kota Magelang
Tema Tahun Perencanaan 2020 yang diimplementasikan di tahun 2021 yang merupakan tahun ke lima RPJMD Kota Magelang adalah Kompetitif Bersama Mitra. Tema pembangunan ini merupakan kelanjutan tema sebelumnya dengan tekanan pada perluasan kemitraan antar pelaku pembangunan guna menyiapkan Kota Magelang sebagai Kota Jasa Modern dan Cerdas yang dilandai masyarakat yang sejahtera dan religius. Fokus kinerja yang ingin dicapai adalah perluasan pasar produk dan citra kota dan meningkatnya indikasi daya saing daerah, minimal di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Nasional. Guna mencapai kondisi tersebut, diasumsikan pada tahun 2019-2020 di Kota Magelang sudah tercapai hal-hal berikut:
1. Kota Magelang sudah menampakkan ciri modern, maju, cerdas dan religius dalam tata kota dan pola kehidupan masyarakatnya.
2. Kota Magelang semakin mapan dengan budaya pembangunan partisipatif, demokratis, bermitra dengan forum warga dan dunia usaha.
3. Daya serap Peluang kerja untuk masyarakat dan peningkatan pendapatan masyarakat semakin tinggi dnegan pengembangan model ekonomi cerdas (smart economy).
4. pengelolaan lingkungan secara smart berkembang baik (smart environment).
5. Ketegasan regulasi mengusung konsep infrastruktur yang berkeadilan bagi semua golongan.
6. Pelayanan pemerintahan dan pelayanan publik semakin mantap berbasis teknologi informasi.
Berdasarkan pada kondisi yang diasumsikan sudah tercipta tersebut, maka telah ditetapkan fokus prioritas tahun 2021, yang ditindaklanjuti dengan arah kebijakan, prioritas urusan serta program unggulan. Namun demikian, sehubungan dengan adanya bencana non alam berupa pandemi COVID-19, maka dampak yang ditimbulkan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kegiatan perekonomian, maupun kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan sehingga berpengaruh besar pada situasi ekonomi makro ke depan sementara tahun 2021 merupakan tahun terakhir RPJMD 2016-2021 dengan target-target yang diupayakan pencapaiannya. Sebagai langkah tindak lanjutnya adalah dengan
menyesuaikan tema pembangunan yang seterusnya disesuaikan pula arah kebijakan, prioritas urusan, serta program unggulan yang akan dilaksanakan di 2021.
1.3.7 Rencana Pembangunan Sektoral
Penyusunan RKPD Kota Magelang Tahun 2021 juga memperhatikan beberapa dokumen pembangunan sektoral baik di tingkat nasional, provinsi maupun Kota Magelang. Beberapa dokumen rencana pembangunan sektoral di maksud antara lain: Masterplan Magelang Kota Sejuta Bunga, Dokumen monitoring dan Evaluasi SDGS, RAD KLA, RAD HAM, Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan, Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum, Master Plan Kampung Tematik, Masterplan Kebun Raya Gunung Tidar, Masterplan Aloon Aloon, Masterplan Pemberdayaan Masyarakat, Strategi Penanggulangan Kemiskinan, RAD Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Provinsi Jawa Tengah, RAD Pengurangan Resiko Bencana dan Pedoman PUG di Jawa Tengah.
1.3.8 Rencana Kerja Perangkat Daerah
Dokumen perencanaan periode 1 (satu) tahunan di tingkat OPD, adalah Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja OPD) yang memuat program, kegiatan, lokasi, dan kelompok sasaran yang disertai indikator kinerja dan pendanaan sesuai dengan tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah, yang disusun berpedoman kepada Renstra Perangkat Daerah dan RKPD, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
Dalam menyusun Renja OPD, Rancangan awalnya dibahas bersama dengan pemangku kepentingan dan forum perangkat daerah untuk mendapatkan saran dan pertimbangan. Perangkat Daerah melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan Bappeda untuk menjaga sinergitas substansinya dengan RKPD. Bappeda menindaklanjuti dengan verifikasi Renja OPD untuk memastikan kesesuaian rancangan awal Renja OPD dengan rancangan awal RKPD.
Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra OPD) yang merupakan perencanaan pembangunan perangkat daerah periode waktu 5 (lima) tahun, yang telah ditetapkan dengan peraturan kepala daerah menjadi pedoman kepala Perangkat Daerah dalam menyusun Renja Perangkat Daerah dan digunakan sebagai bahan penyusunan rancangan RKPD.
Penyusunan rancangan Renja OPD merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum disempurnakan menjadi dokumen Renja OPD yang definitif. Rencana Kerja (Renja) OPD Tahun 2021 sebagai bahan untuk penyusunan RKPD Kota Magelang Tahun 2021 yang selanjutnya menjadi pedoman dalam penyusunan rancangan KUA-PPAS yang merupakan tahapan awal penyusunan APBD Kota Magelang tahun 2021.
1.4 MAKSUD DAN TUJUAN
1.4.1 Maksud
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Magelang Tahun 2021 disusun dengan maksud untuk:
1. Menyediakan acuan resmi bagi Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam rangka menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) yang didahului dengan penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA), serta penentuan Prioritas dan Pagu Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2021.
2. Sebagai pedoman Penyusunan Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD) Tahun 2021.
1.4.2 Tujuan
Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kota Magelang Tahun 2021 adalah untuk menciptakan sinergisitas pelaksanaan pembangunan daerah antar wilayah, antar sektor pembangunan dan antar tingkat pemerintahan serta menciptakan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah.
1.5 SISTEMATIKA RKPD
Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Magelang Tahun 2021 terdiri dari 2 buku yang terdiri dari:
1. Buku I, yang dituangkan dalam sistematika sebagai berikut:
PERATURAN WALIKOTA DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
Pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum penyusunan rancangan awal RKPD 2021 yang memuat latar belakang penyusunan RKPD, landasan hukum, hubungan antar dokumen, maksud dan tujuan penyusunan, serta sistematika dokumen perencanaan RKPD, agar urgensitas dan kepentingan penyusunan serta sinergitas antar bab dapat dengan mudah dipahami.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
Menyajikan gambaran umum kondisi daerah tentang aspek geografi dan demografi, aspek kesejahteraan masyarakat, aspek layanan umum, dan aspek daya saing daerah; Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD yang menguraikan tentang hasil evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD tahun 2019 dengan memperhatikan dokumen RPJMD 2016-2021 dan dokumen RKPD tahun 2020, dan gambaran permasalahan pembangunan daerah yang disajikan menurut urusan.
BAB III KERANGKA EKONOMI DAN KEUANGAN KEUANGAN DAERAH
Memuat penjelasan tentang realisasi dan prediksi capaian indikator makro, kondisi ekonomi tahun 2019, prediksi 2021, yang antara lain mencakup indikator pertumbuhan ekonomi daerah;
tantangan dan prospek perekonomian daerah; sumber-sumber pendapatan dan arah kebijakan keuangan daerah yang mencakup pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah yang diperlukan dalam pembangunan perekonomian daerah
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
Mengemukakan perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah berdasarkan hasil analisis terhadap hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun 2019 dan capaian kinerja yang direncanakan, identifikasi isu strategis dan masalah mendesak di tingkat daerah dan nasional, rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan, serta persandingan tema dan arah kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota Magelang.
BAB V RENCANA KERJA DAN PENDANAAN DAERAH
Menyajikan rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana (RKPD) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD.
BAB VI KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH
Menyajikan indikator kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk memberi panduan dalam pencapaian kinerja tahunan yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun Indikator Kinerja Kunci (IKK) pada akhir tahun perencanaan.
BAB VII PENUTUP
Berisi penegasan bahwa dalam melaksanakan RKPD Kota Magelang Tahun 2021 diperlukan sinergisitas yang kokoh dan terpadu di jajaran pemerintah Kota Magelang, DPRD, pihak swasta dan seluruh lapisan masyarakat.
2. Buku II, yang memuat Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD 2019 dan Realisasi RPJMD sampai dengan tahun 2019.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1 KONDISI UMUM DAERAH
Kota Magelang merupakan salah satu kota yang berada di Propinsi Jawa Tengah yang letaknya secara geografis berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Magelang. Posisi Kota Magelang yang strategis di jalur persilangan lalu lintas ekonomi dan transportasi antara Semarang-Magelang-Yogyakarta dan Purworejo-Temanggung dan pada persimpangan jalur wisata lokal dan regional antara Yogyakarta-Borobudur-Kopeng-Ketep Pass-Dataran Tinggi Dieng menjadikannya sebagai kota kecil dengan nilai strategis dalam kategori sebagai Pusat Pelayanan Kegiatan Wilayah (PKW) yaitu sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Kawasan Purwo-manggung (Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang) dalam Rencana Tata Ruang Nasional dan Rencana Tata Ruang Provinsi. Kawasan ini memiliki potensi unggulan utama meliputi industri besar, menengah dan kecil yang menghasilkan berbagai produk; pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan dan jasa, termasuk perguruan tinggi dan simpul pariwisata. Dengan ditetapkannya Kota Magelang dalam katagori sebagai Pusat Pelayanan Kegiatan Wilayah (PKW) maka memerlukan keadaan-keadaan yang memerlukan perhatian. Adapun gambaran mengenai kondisi Kota Magelang akan dijelaskan dalam uraian di bawah ini.
2.1.1 Aspek Geografi
Analisis aspek geografi di Kota Magelang dilakukan agar karakateristik sebuah wilayah dapat diketahui serta dapat memperdalam aspek pemanfaatan ruang geografi. Adapun Analisis terhadap aspek demografi juga dilakukan untuk mengetahui struktur dari suatu masyarakat dan untuk menentukan jenis pendekatan yang dilakukan untuk berinteraksi dalam sebuah populasi masyarakat.
2.1.1.1 Letak, Luas dan Batas Wilayah
Wilayah Kota Magelang tidaklah terlalu luas dibandingkan wilayah di sekitarnya. Berdasarkan Permendagri Nomor 64 Tahun 2017 tentang Batas Wilayah Kabupaten Magelang dengan Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah, maka wilayah Kota Magelang mendapat luasan wilayah terkait dengan perluasan batas wilayah Kota Magelang seluas 41,64 km².
Jadi total Kota Magelang memiliki luas wilayah 1.853,64 Ha atau 18,54 km². Luas wilayah Kota Magelang dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Gambar 2.1
Peta Administrasi Kota Magelang Sumber : RTRW Kota Magelang 2011 – 2031
Kota Magelang secara administratif terbagi menjadi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Magelang Utara, Kecamatan Magelang Tengah, dan Kecamatan Magelang Selatan serta 17 (tujuh belas) kelurahan yang masing-masing kelurahan memiliki luas wilayah rata-rata tidak lebih dari 2 km². Gambaran secara rinci luas tiap kecamatan/kelurahan di Kota Magelang sesuai dengan Permendagri Nomor 64 Tahun 2017, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.1
Luas Kecamatan dan Kelurahan di Kota Magelang
No. Kecamatan dan Kelurahan Luas / Area (Km2) Persentase (%)
01. KEC. MAGELANG SELATAN 713.15 38,47
1. Kel. Jurangombo Utara 65.66 3.54
2. Kel. Jurangombo Selatan 212.07 11.44
3. Kel. Magersari 156.49 8.44