Prepared by : M. Mustafid A
PPh Badan
OVERVIEW PPh
Penghasilan
Non Obyek Pasal 4 (3)
Obyek Pasal 4 (1) Pengenaan PPh Dalam Tahun Berjalan
PPh Dipotong Pihak Lain Ps.21,22,23,15,4(2)
PPh Bayar Sendiri Ps.25
Final Tidak Final
Tidak Dipotong Tidak Bayar
Sendiri
Hitung Di SPT Tahunan
-Penentuan Pengh Netto -Penentuan Pengh Kena Pajak -Penghitungan PPh Terutang & PPh Kurang (Lebih) Bayar -Penghitungan PPh ps.25 tahun berikutnya Kredit Pajak
Lapor Di SPT Tahunan
Active Income Pekerjaan, Jasa
& Kegiatan
WP OP
PPh ps.21
WP Badan
PPh ps.23
Pasive Income Bunga,Dividen, Royalti,Sewa,
Undian
WP OP &
Badan
PPh ps.23 PPh
ps.4(2)
OVERVIEW PEMOTONGAN PPh
PENENTUAN PENGHASILAN NETO
Umum
• Pengh Bruto
•
-/-
• Biaya 3M (ps.6 (1))
Pegawai Tetap
ps.21 (3)
• Pengh Bruto
•
-/-
• By jabatan
• Iuran Pensiun
Pensiun Bulanan
ps. 21 (3)
• Pengh Bruto
•
-/-
• By Pensiun
Usaha / Pekerjaan
Bebas
• Pembukuan
• Pencatatan
-/-
Zakat & Sumbangan Keagamaan Wajib
Yg Dibayarkan Ke Lembaga Yg Dibentuk/Disahkan Pemerintah
PP No.60 Tahun 2010; PMK 245/PMK.03/2010; PER 6/PJ/2011 PER 33/PJ/2011 jo PER 15/PJ/2012 jo PER 11/PJ/2017
-Mendapatkan -Menagih -Memelihara
PENCATATAN PEMBUKUAN
suatu proses pencatatan yg dilakukan scr teratur utk mengumpulkan data & info keuangan yg meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan & biaya, serta jumlah harga perolehan & penyerahan barang/jasa, yg ditutup dgn menyusun lapkeu : neraca, &
laporan RL utk periode Tahun Pajak tsb.
ps.1 UU KUP
terdiri atas data yg dikumpulkan scr teratur ttg peredaran/penerimaan bruto dan/atau penghasilan bruto sbg dasar utk menghitung jumlah pajak yg terutang, termasuk
penghasilan yg bukan objek pajak dan/atau yg dikenai pajak yg bersifat final.
ps.28 (9) UU KUP
RL Komersial +/- Korfis Pengh Netto Peredaran Bruto x % Norma WP Wajib Pembukuan
-WP Badan -WP OP dgn Peredaran bruto ≥ Rp.4,8 M
WP Boleh Norma
-WP OP dgn Peredaran bruto < Rp.4,8 M
Ketentuan Pencatatan & Norma
-ps.14, PER17/PJ/2015, PER 4/PJ/2009 -pemberitahuan paling lambat 3 bln awal
tahun, jika tdk → dianggap pembukuan -3 kel wilayah norma
> 10 ibu kota Prop (BJDS2M3P2)
> ibu kota prop lain
> daerah lain
-penerapan sesuai wilayah & jenis usaha Ketentuan Pembukuan
-memperhatikan itikat baik &
mencerminkan keadaan sebenarnya -angka arab, huruf latif, bhs Indonesia,
Rupiah (Inggris & USD dgn izin) -taat asas (metode penyusutan dll) -akrual atau kas basis (kec utk penjualan,
HPP, penyusutan & amortisasi) -disimpan 10 tahun
Uraian RL Komersial
Koreksi Positif
Koreksi Negatif
RL Fiskal
Penjualan 10,000 10,000
HPP -4,000 -4,000
Laba Kotor 6,000 6,000
Biaya Usaha
-Biaya Penjualan -2,000 300 -1,700
-Biaya Umum Adm -1,000 500 -500
Laba Usaha 3,000 3,800
Pengh (Biaya) Lain 2,000 400 1,600
Laba Sebelum Bunga 5,000 5,400
Biaya Bunga 500 500
Laba Bersih Sebelum Pajak 4,500 800 400 4,900 Kompensasi Rugi -1,400 Koreksi + → Laba Tambah/Rugi Kurang Pengh Kena Pajak 3,500 Koreksi - → Laba Kurang/Rugi Tambah PPh Terutang 875
R E K O N S I L I A S I
F I S K A L
Koreksi Fiskal
-Penerapan standar akuntansi yg berbeda dgn peraturan pajak -Biaya yg tdk dapat dibebankan
-Penghasilan yg bukan oby pajak
-Penghasilan yg telah dikenakan PPh final
OVERVIEW BIAYA VS PENGHASILAN
Ps. 6 (1) : Deductible
Ps. 9 (1) : Non Deductible
Ps. 4 (1) : Oby-Taxable
Ps. 4 (3) : Non Oby-Non Taxable
Biaya Penghasilan
Kerugian Keuntungan
Deductible Taxable
Non Deductible Non Taxable Deductible Non Taxable Non Deductible Taxable
Gaji, Bunga, Sewa
Natura, Sumbangan
Natura/Sumbangan tertentu Dividen
BIAYA DEDUCTIBLE-Ps. 6 (1)
Besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi WP dalam negeri & BUT, ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi biaya utk
mendapatkan , menagih , & memelihara penghasilan, termasuk :
a. Biaya yg secara langsung/tdk langsung berkaitan dgn kegiatan usaha, antara lain : a.1. Biaya pembelian bahan a.2. Biaya berkenaan dgn pekerjaan atau jasa
termasuk upah, gaji, honorarium, bonus, gratifikasi, & tunjangan
yang diberikan dalam bentuk uang
a.3. Bunga, Sewa & Royalti
a.4. Biaya perjalanan
BIAYA DEDUCTIBLE-Ps. 6 (1)
a.5. Biaya pengolahan limbah a.6. Premi asuransi
-Premi Asuransi gedung perusahaan, mobil operasional perusahaan dll -Premi asuransi kesehatan, jiwa, kecelakaan pegawai
a.7. Biaya Promosi & Penjualan
yg diatur dgn PMKPMK 02/PMK.03/2010; SE 9/PJ/2010
bagian dari biaya penjualan yg dikeluarkan oleh WP dlm rangka memperkenalkan dan/atau menganjurkan pemakaian suatu produk baik langsung/tidak langsung utk mempertahankan dan/atau meningkatkan penjualan Periklanan
Pameran Produk Sampel Produk Sponsorship
a.8. Biaya administrasi a.9. Pajak, kecuali PPh
Entertainment SE 27/PJ.22/1986
SE 01/PJ.42/2002-PBB & BPHTB SE 02/PJ.42/2002-Pajak Daerah
BIAYA DEDUCTIBLE-Ps. 6 (1)
b. penyusutan atas pengeluaran utk memperoleh harta berwujud & amortisasi atas pengeluaran utk memperoleh hak & atas biaya lain yg mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun sebagaimana dimaksud dlm Pasal 11 dan Pasal 11A
c. iuran kepada dana pensiun yg pendiriannya telah disahkan oleh Menkeu d. kerugian karena penjualan/pengalihan harta yg
dimiliki & digunakan dlm perusahaan/yg dimiliki untuk mendapatkan, menagih, & memelihara penghasilan
Harga Jual/Harga Wajar 1,000 Harga Perolehan/Nilai Buku 1,100
Rugi Penjualan Harta 100
Keuntungan penjualan/pengalihan harta → ps.4 (1)
Pengalihan harta yg dikenakan PPh final : -Tanah/Bangunan
-Investasi saham di bursa efek Harga Wajar → transaksi hub istimewa
Harta tdk utk usaha/3M → rugi non deductible
BIAYA DEDUCTIBLE-Ps. 6 (1)
e. Kerugian selisih kurs mata uang asing
Keuntungan & kerugian selisih kurs diakui sesuai SAK yg berlaku PSAK 10 ttg Pengaruh Perubahan Nilai Tukar
(ps.9 PP No.94 tahun 2010) Pembukuan awal
Realisasi Neraca Realisasi Neraca 20X1
20X2
= kurs a
= kurs b
= kurs c
= kurs d
= kurs e
a vs b a vs c c vs d c vs e
LABA RUGI SELISIH KURS
Laba selisih kurs → ps.4 ayat 1
f. biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia
Biaya dalam jumlah yang wajar utk menemukan teknologi/sistem baru bagi pengembangan perusahaan. Misalnya : biaya utk pengembangan produksi (product development), serta biaya utk meningkatkan efisiensi perusahaan termasuk teknologi utk pengembangan proses (process technology)
BIAYA DEDUCTIBLE-Ps. 6 (1)
g. biaya bea siswa, magang, dan pelatihan
termasuk beasiswa kpd pelajar, mahasiswa & pihak lain
biaya latihan
Biaya utk memberikan latihan kepada karyawan, baik yg diselenggarakan oleh WP/yg diselenggarakan oleh pihak lain, baik dalam/di luar negeri
KMK 770/KMK.04/1990
biaya penyelenggaraan program pemagangan
Biaya utk penyelenggaraan pemagangan baik dlm rangka penerimaan tenaga baru (recruitment)/dlm rangka memenuhi anjuran Pemerintah untuk melaksanakan program pemagangan
biaya pemberian beasiswa
Biaya yg dikeluarkan WP utk memberikan tugas belajar kpd karyawan &
calon karyawan yg diikat dgn kontrak kerja dgn WP pada semua jenjang pendidikan di bidang pendidikan umum, kejuruan & profesional di dalam/luar negeri
BIAYA DEDUCTIBLE-Ps. 6 (1)
h. Piutang yg nyata2 tdk dapat ditagih,
dgn syarat1. telah dibebankan sbg biaya dlm lap RL komersial;
2. WP harus menyerahkan daftar piutang yg tdk dapat ditagih kpd DJP;
dan
3. telah diserahkan perkara penagihannya kpd Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yg menangani piutang negara;
atau
adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang antara kreditur & debitur yg bersangkutan;atau
telah dipublikasikan dlm penerbitan umum/khusus;atau
adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah dihapuskan utk jml utang tertentu 4. Syarat pada angka 3 tdk berlaku utk penghapusan piutang tak tertagih debitur kecil yg dimaksud ps. 4 ayat (1) huruf k
PMK 105/PMK.03/2009 PMK 57/PMK.03/2010 PMK 207/PMK.010/2015 WP Pembukuan
→
→
Nama, NPWP, alamat, plafond, piutang yg dihapus. NPWP tdk berlaku utk
plafond s.d Rp.50 jt
→ FC penyerahan perkara ke PN/Instansi
→ FC perjanjian yg dilegalisir notaris
→ FC bukti publikasi penerbitan umum skala nasional atau penerbitan khusus asosiasi
→ Surat pengakuan debitur yg disetujui kreditur
→ Debitur kecil : piutang ≤ Rp.100 jt dari kredit kecil kebijakan BI (KUK, KUT dll)
→ Debitur kecil lain : piutang ≤ Rp.5 jt
BIAYA DEDUCTIBLE-Ps. 6 (1)
i. sumbangan dlm rangka penanggulangan bencana nasional j. sumbangan dlm rangka litbang yg dilakukan di Indonesia k. biaya pembangunan infrastuktur sosial l. Sumbangan fasilitas pendidikan m. sumbangan dlm rangka pembinaan olahraga
Syarat :
1. WP mempunyai pengh neto fiskal berdasarkan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak sebelumnya 2. pemberian sumbangan dan/atau biaya tdk menyebabkan rugi pada Tahun Pajak
sumbangan diberikan 3. didukung oleh bukti yang sah dan 4. lembaga yg menerima sumbangan dan/atau biaya memiliki NPWP, kecuali badan yg
dikecualikan sebagai subjek pajak PP No.93 & PMK 76/PMK.03/2011
-Lembaga penerima sumbangan -sumbangan uang atau barang
-nilai barang (harga perolehan/Nilai buku/HPP) -Prosedur pemberi & penerima
-Max sumbangan : 5% x Pengh Neto fiskal tahun sebelumnya -sumbangan ke pihak hub istimewa → non deductible
BIAYA NON DEDUCTIBLE-Ps. 9 (1)
a. pembagian laba dgn nama & dlm bentuk apapun seperti dividen, termasuk dividen yg dibayarkan oleh perusahaan asuransi kpd
pemegang polis, & pembagian SHU koperasi
b. biaya yg dibebankan/dikeluarkan utk kepentingan pribadi
pemegang saham, sekutu, atau anggota
f. jumlah yg melebihi kewajaran yg dibayarkan kpd pemegang saham/kpd pihak yg mempunyai hubungan istimewa sbg imbalan sehubungan dgn pekerjaan yg dilakukan -pembagian laba merupakan bagian dari penghasilan WP badan
yg akan dikenai PPh -bagian laba dibebankan ke Laba Ditahan
Termasuk dividen
- pemberian saham bonus tanpa setoran - pembayaran likuidasi > modal disetor
- biaya perush utk pribadi pemegang saham - imbalan bunga > kewajaran kpd pemegang
saham
Tdk termasuk dividen :
- Saham bonus dari kapitalisasi agio saham
- Saham bonus dari kapitalisasi surplus revaluasi aset tetap
BIAYA NON DEDUCTIBLE-Ps. 9 (1)
c. pembentukan/pemupukan dana cadangan, kecuali : 1. cadangan piutang tak tertagih utk usaha bank & badan usaha lain yg menyalurkan kredit, sewa guna usaha dgn hak opsi,
perusahaan pembiayaan konsumen, & perusahaan anjak piutang;
2. cadangan utk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yg dibentuk oleh BPJS;
3. cadangan penjaminan utk Lembaga Penjamin Simpanan;
4. cadangan biaya reklamasi utk usaha pertambangan;
5. cadangan biaya penanaman kembali utk usaha kehutanan; &
6. cadangan biaya penutupan & pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri utk usaha pengolahan limbah industri D
E D U C T I B L E
PMK 81/PMK.03/2009 jo PMK 219/PMK.011/2012
SE 97/PJ/2011
BIAYA NON DEDUCTIBLE-Ps. 9 (1)
d. premi asuransi kesehatan / kecelakaan / jiwa / dwiguna, & asuransi bea siswa, yg dibayar oleh WP orang pribadi, kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja & premi tersebut dihitung sbg penghasilan bagi WP yg bersangkutan
e. penggantian/imbalan sehubungan dgn pekerjaan/jasa yg diberikan dlm bentuk natura & kenikmatan, kecuali :
-penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai, serta -penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu, dan -yang berkaitan dengan pelaksanaan
pekerjaan yang ditetapkan dgn PMK 83/PMK.03/2009
& PER 51/PJ/2009
→
→
→
-berkaitan dgn pelaksanaan pekerjaan -di tempat kerja/kupon utk peg dinas luar -daerah terpencil
-pakaian keselamatan kerja, seragam satpam, antar jemput pegawai dll
BIAYA NON DEDUCTIBLE-Ps. 9 (1)
g. harta yg dihibahkan, bantuan/sumbangan &
warisan, yg dimaksud dlm Pasal 4 ayat (3.a) &
(3.b), kecuali :
sumbangan yg dimaksud dlm Pasal 6 ayat (1) huruf i s.d. huruf m serta
zakat atau sumbangan keagamaan yg sifatnya wajib bagi pemeluk agama yg diakui di Indonesia, yg ketentuannya diatur dengan
PP No.60 Tahun 2010; PMK 245/PMK.03/2010; PER 6/PJ/2011
yg diterima oleh badan amil zakat/lembaga amil
zakat/lembaga keagamaan yg dibentuk atau disahkan oleh
pemerintah
PER 33/PJ/2011 jo PER 15/PJ/2012 jo PER 11/PJ/2017
h. Pajak Penghasilan
PPh yg terutang bagi WP ybs
BIAYA NON DEDUCTIBLE-Ps. 9 (1)
i. biaya yg dibebankan/dikeluarkan utk kepentingan pribadi WP atau orang yg menjadi tanggungannya
j. gaji yg dibayarkan kpd anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer yg modalnya tidak terbagi atas saham
CV Bag Laba Anggota CV
Non Oby Pajak Laba CV
Oby Pajak
Satu kesatuan
Biaya Gaji → Bag Laba/Prive : Non Deductible
k. sanksi administrasi berupa bunga, denda, & kenaikan
serta sanksi pidana berupa denda yg berkenaan dgn
pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan.
BIAYA NON DEDUCTIBLE-Ps.13 PP No.94 Tahun 2010
PPh yg ditanggung
Pemberi Penghasilan
Biaya 3M
Penghasilan yg bukan Obyek
Penghasilan yg Dikenakan PPh Final Penghasilan yg Dikenakan PPh
berdasarkan Norma (ps.14 & ps.15)
→ Non Deductible bagi penanggung
KAPITALISASI BIAYA-Ps. 9 ayat 2
Pengeluaran utk 3M penghasilan yg mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun tdk dibolehkan utk dibebankan sekaligus, melainkan dibebankan melalui penyusutan (ps.11)
atau amortisasi (ps.11A)
biaya yg dikeluarkan dlm rangka memperoleh harta, seperti bea masuk, biaya pengangkutan & biaya pemasangan-penjelasan ps.10 ayat 1 PPN Masukan yg tdk dpt dikreditkan & dpt dibiayakan, jika berhubungan dgn perolehan harta berwujud dan/atau harta tidak berwujud ,harus dikapitalisasi &
dibebankan melalui penyusutan atau amortisasi-ps.10 PP No.94 tahun 2010 BPHTB atas tanah yg dimiliki/digunakan utk 3M penghasilan, dpt dikurangkan sbg biaya melalui amortisasi hak atas tanah sepanjang dpt diamortisasi sesuai ps.11A
BPHTB atas bangunan yg dimiliki/digunakan utk 3M penghasilan, dpt dikurangkan sbg biaya melalui penyusutan-SE 01/PJ.42/2002 Biaya bunga & overhead pembangunan bangunan yg timbul selama konstruksi harus dikapitalisir ke dlm harga perolehan bangunan & dibebankan melalui penyusutan-SE 22/PJ.42/1999 Beberapa penerapan
Hak-hak atas tanah yg pertama kali harus dikapitalisasi ke dlm nilai perolehan tanah-penjelasan ps.11
Apabila penghasilan bruto setelah pengurangan sesuai ps.6 ayat 1 didapat kerugian, kerugian tersebut dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai
dengan 5 (lima) tahun
KOMPENSASI RUGI-Ps. 6 (2)
2010 : (10.000) 10.000 2011 : (5.000)
2012 : 1.500 (1.500) 8.500 2013 : 2.200 (2.200)
6.300 2014 : 3.000 (3.000)
3.300 2015 : 2.750 (2.750)
550 2016 : 3.000
5.000
(3.000) 2.000
1 2
3 4 5
1 2
3 4 5
PENILAIAN HARTA-Ps. 10
Harga beli & biaya yg dikeluarkan dlm rangka memperoleh harta, seperti bea masuk, biaya angkut & biaya pasang
Harga Perolehan
Harga Jual Beli / Pengalihan
Harga seharusnya diterima/dibayar
(Harga pasar)
Harga sesungguhnya diterima/dibayar
PT. A
Harga Jual 1,000 Nilai Buku 1,100
Rugi -100
PT.B
Nilai Mesin 1.000
PT.A Jual Mesin ke PT. B. Harga Jual Rp.1.000; Harga Pasar Rp.1.200 PT. A
Harga Pasar 1,200 Nilai Buku 1,100
Laba 100
PT.B
Nilai Mesin 1.200 Penggantian
Asuransi
Penarikan VS
Nilai Buku = LABA (RUGI)
PENILAIAN HARTA-Ps. 10
Harga seharusnya diterima/dibayar (Harga pasar)
Terima Cash → -Laba tambah -Rugi kurang Bayar Cash → -Laba kurang -Rugi tambah PT.A : Mesin A PT.B : Mesin B
Nilai Buku 1,000 Nilai Buku 1,150 Harga Pasar 1,100 Harga Pasar 1,110 Nilai Mesin B 1,110Nilai Mesin A 1,100
Laba 110Rugi -50
Likuidasi,Penggabungan,Peleburan, Pemekaran,Pemecahan,Penggabungan Usaha
PT.A PT.B PT.A
PT.A PT.B PT.C
PT.A PT.A PT.B
Penggabungan
Peleburan
Pemekaran
Harga seharusnya diterima/dibayar (Harga pasar)
PT.A
+
PT.B=
PT.C Nilai Buku 1,000 2,000Harga Pasar 1,100
+
2,200 Nilai Harta 3,300Laba 100 200
Penggunaan nilai buku dgn izin Menkeu -PMK 43/PMK.03/2008; PER 28/PJ/2008
PENILAIAN HARTA-Ps. 10
Warisan
Non taxable ps.4 ayat 3.b
Hibah & Sumbangan
Non taxable dgn syarat ps.4 ayat 3.a
Memenuhi Tdk memenuhi Nilai Buku Harga Pasar Bagi Penerima
Bagi Pemberi Non deductible-ps.9 ayat 1.g
Harta sbg setoran modal
Non Taxable ps.4 ayat 3.c
Harga Pasar Bagi Penerima
&
PT.A : Mesin A
Nilai Buku 25,000 Harga Pasar 40,000
Sbg Setoran Modal PT.B Nilai Saham 20,000
PT.A
Nilai Investasi 40,000 Nilai Buku 25,000
Laba 15,000
PT.B
Modal Saham 20,000 Agio Saham 20,000
40,000
PENILAIAN HARTA-Ps. 10 Persediaan
FIFO LIFO AVERAGE
Pembelian Pembelian Pembelian
-Tgl 1 1 2,600 -Tgl 1 1 2,600 -Tgl 1 1 2,600 -Tgl 10 1 2,750 -Tgl 10 1 2,750 -Tgl 10 1 2,750 -Tgl 15 1 2,800 -Tgl 15 1 2,800 -Tgl 15 1 2,800 Penjualan 1 3,000 Penjualan 1 3,000 Penjualan 1 3,000 Persediaan 2 5,550 Persediaan 2 5,350 Persediaan 2 5,433
LABA RUGI LABA RUGI LABA RUGI
Penjualan 3,000 Penjualan 3,000 Penjualan 3,000
HPP -2,600 HPP -2,800 HPP -2,717
Laba Kotor 400 Laba Kotor 200 Laba Kotor 283
PENILAIAN HARTA-Ps.10
Keuntungan pengalihan harta kpd pemegang saham, sekutu, anggota yg diperoleh perseroan, persekutuan & badan lain-
Taxable ps.4 ayat 1.dHarga pengalihan : harga pasar
PT. A jual mobil ke pemegang saham. NB Rp.50 jt; harga jual Rp.60 jt; harga pasar Rp.65 jt PT. A
Harga Pasar 65,000 Nilai Buku 50,000
Laba 15,000
Pemegang Saham
Harga Pasar 65,000 Harga Beli 60,000
Laba 5,000
Pengalihan harta kpd pegawai-
ps.3 PP No.94 tahun 2010Harga pengalihan : harga pasar
PT. A
Harga Pasar 65,000 Nilai Buku 50,000
Laba 15,000
Pegawai
Nilai Mobil 60,000
PENYUSUTAN-Ps.11
atas pengeluaran utk pembelian, pendirian, penambahan, perbaikan, atau perubahan harta berwujud (kecuali tanah yg berstatus hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, & hak pakai), yg dimiliki & digunakan utk 3M penghasilan yg mempunyai
masa manfaat > 1 tahun
Kelompok Harta
Masa Manfaat
Garis Lurus
Saldo Menurun Non Bangunan
-Kelompok 1 4 thn 25% 50%
-Kelompok 2 8 thn 12,5% 25%
-Kelompok 3 16 thn 6,25% 12,5%
-Kelompok 4 20 thn 5% 10%
Bangunan
-Permanen 20 thn 5% -
-Tidak Permanen 10 thn 10% - Dasar
Penyusutan Harga
Perolehan
Nilai Buku Awal
Kelompok masa manfaat PMK 96/PMK.03/2009
Penyusutan mulai pada bulan perolehan atau bulan selesai dikerjakan Penyusutan mulai pada bulan
digunakan atau bulan menghasilkan, dgn ijin DJP (PER 10/PJ/2014) Penetapan masa manfaat
PER 20/PJ/2014
Di akhir masa manfaat, disusutkan sekaligus → tdk ada
nilai residu Diatur penyusutan industri
tertentu
AMORTISASI-Ps.11A
atas pengeluaran utk memperoleh harta tak berwujud &
pengeluaran lain (termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai, goodwill, biaya pendirian, perluasan modal & pra operasi), yg dimiliki & digunakan utk 3M penghasilan yg
mempunyai masa manfaat > 1 tahun
Kelompok Harta
Masa Manfaat
Garis Lurus
Saldo Menurun -Kelompok 1 4 thn 25% 50%
-Kelompok 2 8 thn 12,5% 25%
-Kelompok 3 16 thn 6,25% 12,5%
-Kelompok 4 20 thn 5% 10%
Dasar Amortisasi
Harga Perolehan
Nilai Buku Awal
Kelompok masa manfaat → gunakan masa manfaat terdekat Amortisasi mulai pada bulan pengeluaran Di akhir masa manfaat,
diamortisasi sekaligus Diatur amortisasi industri / harta tertentu
Hak Penambangan Metode Satuan Produksi Migas Realisasi Produksi
Est Total Produksi Non Migas
HPH dll Selain Migas : Max 20%
Nilai hak tambang migas Rp.500 M Estimasi produksi 100 jt barrel Realisasi produksi thn-I 25 jt barrel
25 jt/100 jt x Rp.500 M
25%
PASAL 17 ayat 1 & 2a
PASAL 31E
PP 46 TAHUN 2013
PASAL 17 ayat 2b
-ayat 1 huruf b : Tarif pajak yg diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi WP badan dalam negeri & bentuk usaha tetap adalah sebesar 28%
-ayat 2a : Tarif sesuai pada ayat 1 huruf b menjadi 25% yg mulai berlaku sejak tahun pajak 2010 WP badan dalam negeri dgn peredaran bruto s.d. Rp.50 M mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif sesuai Pasal 17 ayat 1 huruf b &
ayat 2a, yg dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto s.d. Rp.4,8 M PPh final 1% dari peredaran bruto bagi WP orang pribadi/WP badan (tdk termasuk
bentuk usaha tetap) & menerima penghasilan dari usaha, tdk termasuk penghasilan dari jasa pekerjaan bebas, dgn peredaran bruto ≤ Rp4,8 M dlm 1 Tahun Pajak WP badan dalam negeri yg berbentuk perseroan terbuka yg paling sedikit 40%
dari jumlah seluruh saham yg disetor diperdagangkan di bursa efek di Indonesia
& memenuhi syarat lain dpt memperoleh tarif sebesar 5% lebih rendah daripada tarif pada ayat 1 huruf b & ayat 2a yg diatur dgn PP No.77 tahun 2013 jo PP No.56 tahun 2015
TARIF PPh
PENERAPAN PASAL 31E
WP badan dalam negeri dgn peredaran bruto s.d. Rp.50 M mendapat fasilitas pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif Pasal 17 ayat 1 huruf b & ayat 2a, yg dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto s.d. Rp.4,8 M Peredaran bruto : Semua penghasilan yg diterima/diperoleh dari kegiatan usaha & dari luar kegiatan usaha, setelah dikurangi retur & pengurangan penjualan serta potongan tunai dlm tahun pajak bersangkutan, sebelum dikurangi biaya utk 3M penghasilan baik
yg berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, meliputi : Penghasilan yg dikenai PPh final, tidak final & yg bukan obyek PPh
→
s.d. 4,8 M→
s.d. 50 MPeredaran Bruto-SPT 1771-I
-Peredaran Usaha 1.a 25,000,000,000 -Penghasilan Dari Luar Usaha 1.e 4,000,000,000 -Penghasilan Luar Negeri 2 1,000,000,000 30,000,000,000 Penghasilan Kena Pajak-SPT 1771
-Penghasilan Kena Pajak 3 3,000,000,000
→
30 M3 M
X
Tdk dpt diskon
X = Rp.4,8 M x Pengh Kena Pajak = Rp.480 jt Peredaran Bruto
dpt diskon Tdk dpt
diskon
PPh Terutang-SPT 1771
-Rp.480 jt x 25% x 50% 60,000,000
-Rp.2.520 jt x 25% 630,000,000
4.c 690,000,000 Dpt diskon
sebagian
-Dpt diskon semua -PP 46 (sejak 1/7/13)
Peredaran Bruto
Pengh Kena Pajak
Imbalan Cash vs Natura/Kenikmatan
Pasal 4 (1)-Taxable
a. Penggantian/imbalan berkenaan dgn pekerjaan/jasa yg diterima/diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau imbalan dlm bentuk lain, kecuali ditentukan lain dlm UU ini
Pasal 4 (3)-Non Taxable
d. Imbalan sehubungan dgn pekerjaan atau jasa dalam bentuk natura dan atau kenikmatan yg diberikan WP atau Pemerintah, kecuali yg diberikan oleh
-bukan WP -WP yg dikenakan PPh final - WP yg menggunakan norma khusus (deemed
profit)-ps.15
Pemberi Penerima
Imbalan Cash Natura
Deductible Non Deductible
Taxable Non Taxable
Komersial Korfis Fiskal Penjualan 1,000 1,000
Biaya2 (600) (600)
Natura (50) 50 0
Laba 350 400
WP Final Komersial Korfis Fiskal Penjualan 1,000 -1,000 0
Biaya2 (600) 600 0
Natura (50) 50 0
Laba 350 0
Natura o/ WP final dll Non Deductible Taxable Penyediaan makan dll Deductible Non Taxable
Penyediaan makan dll
o/ WP final dll Non Deductible Taxable
Pensiun vs Asuransi
Pasal 4 (1)-Taxable
a. Penggantian/imbalan berkenaan dgn pekerjaan/jasa yg diterima/diperoleh termasuk …., uang pensiun, atau imbalan dlm bentuk lain, kecuali ditentukan lain dlm UU ini
Pasal 4 (3)-Non Taxable
e. pembayaran dari perusahaan asuransi kpd orang pribadi sehub dengan asuransi kesehatan,
kecelakaan, jiwa, dwiguna, & bea siswa Pengh Bruto Sebulan :
-Gaji dll Rp6,912,250
-Premi Asuransi dibyr Perush Rp500,000 -Iuran Pensiun dibyr Perush Rp200,000 Rp7,412,250 Pengurangan :
-By Jabatan -Rp370,613
-Premi Asuransi dibyr Pegawai -Rp200,000 -Iuran Pensiun dibyr Pegawai -Rp100,000 -Rp470,613 Pengh Neto Sebulan Rp6,941,638
PPh ps.21 Sebulan Rp122,079
Dana Pensiun
Investasi tertentu
Perush
Asuransi Investasi
Iuran=non oby Investasi Hasil=non oby Uang Pensiun=oby
Premi=oby Investasi
Hasil=oby Klaim Asuransi=non oby
Pasal 4 (3)-Non Taxable
g. iuran yang diterima/diperoleh dana pensiun yg pendiriannya telah disahkan Menkeu, baik yg dibayar oleh pemberi kerja maupun pegawai h. Penghasilan dari modal yg ditanamkan oleh dana pensiun pada huruf g, dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan PMK
Hubungan Istimewa (Kepemilikan)-Ps.18 ayat 4.a
HUBUNGAN KEPEMILIKAN
WP mempunyai penyertaan modal langsung atau tidak langsung paling rendah 25% pada WP lain;
hubungan antara WP dgn penyertaan paling rendah 25% pada dua Wajib Pajak atau lebih; atau hubungan antara dua WP atau lebih yang disebut terakhir
PT A
atau
Tn A
PT B PT C PT D
50% 50%
25%
A & B Hub Langsung B & C Hub Langsung A & C Hub Tdk Langsung
A & D Hub Langsung
B,C & D Hub karena A
Hubungan Istimewa (Penguasaan)-Ps.18 ayat 4.b
HUBUNGAN PENGUASAAN
WP menguasai Wajib Pajak lainnya atau dua atau lebih WP berada di bawah penguasaan yg sama baik langsung maupun tdk langsung
PT X
Tn A DIrektur
Tn B Direktur
Tn C Komisaris
PT Y
Tn C Direktur
Tn F Direktur
Tn B Komisaris
PT Z
Tn B Jr Direktur
Tn G Direktur
Tn E Komisaris
PT.X & PT.Y ada hub penguasaan manajemen secara langsung karena Tn.B
& Tn.C
PT. X/PT.Y & PT.Z ada hub penguasaan manajemen secara langsung karena Tn.B
& Tn.B Jr hubungan penguasaan manajemen hanya terjadi antara entitas yg
pengurusnya sama/memiliki hubungan keluarga. Sedangkan antara pengurus dlm entitas tersebut tdk memilki hubungan penguasaan
Hubungan Istimewa (Keluarga)-Ps.18 ayat 4.c
HUBUNGAN KELUARGA
Terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan/atau ke samping satu derajat
Ortu Mertua
Anak Anak
Tiri
WP Isteri
Kakak
Adik Ipar
Seme nd
Sedaraha Semenda
Usaha Kehutanan, Perkebunan Tanaman Keras &
Peternakan –
PMK 249/PMK.03/2008 jo PMK 126/PMK.011/2012Kehutanan
Usaha yg tanamannya/ternaknya dpt berproduksi berkali2 & baru menghasilkan setelah ditanam/dipelihara > 1 tahun
Kel 1
x
Harga Perolehan
Pengeluaran utk memperoleh harta termasuk biaya pembelian bibit, biaya utk membesarkan &
memelihara bibit, tetapi tdk termasuk biaya tenaga kerja
Perkebunan
Tanaman Keras Peternakan
Harta :
Meliputi tanaman kehutanan
Harta :
Termasuk tanaman rempah
& penyegar
Harta :
Meliputi ternak, termasuk ternak pejantan
Kel 4 Kel 4
GARIS LURUS
TANAMAN INDUSTRI & TERNAK – Sekali Produksi
Ps.11 PP No.94 Tahun 2010
Tanaman Indutri
Biaya pengembangan/Pemeliharaan yg berumur > 1 tahun & hanya 1 kali memberikan hasil, dikapitalisasi selama periode pengembangan/pemeliharaan &merupakan bagian dari HPP pada saat dijual
Ternak
SOFTWARE KOMPUTER- KEP 316/PJ/2002
Software Umum
program yg dpt digunakan oleh pengguna umum utk memproses berbagai pekerjaan dgn komputer
Software Khusus
program yg dirancang khusus utk otomatisasi sistem administrasi,
pekerjaan atau usaha tertentu, seperti di bidang perbankan, RS dll
Amortisasi Kel 1 Nilai Buku
Up Grade Amortisasi Kel 1
Manfaat penuh
Beban Sekaligus
Mulai bulan perolehan/upgrade
Perlakuan PPh :
Cadangan/Penghapusan Piutang
BANK UMUM KONVENSIONAL
1. Besarnya cadangan piutang tak tertagih untuk bank umum yg melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional ditetapkan sbb
a. 1% dari piutang dengan kualitas yg digolongkan lancar, tidak termasuk Sertifikat Bank Indonesia dan Surat Utang Negara;
b. 5% dari piutang dengan kualitas yg digolongkan dalam perhatian khusus setelah dikurangi nilai agunan;
c. 15% dari piutang dengan kualitas yg digolongkan kurang lancar setelah dikurangi dengan nilai agunan;
d. 50% dari piutang dengan kualitas yg digolongkan diragukan setelah dikurangi dengan nilai agunan;
dan
e. 100% dari piutang dengan kualitas yng digolongkan macetsetelah dikurangi dengan nilai agunan 2. Besarnya nilai agunan yang dapat diperhitungkan sebagai pengurang pada cadangan paling tinggi
adalah :
a. 100% dari nilai agunan yang bersifat likuid; dan
b. 75% dari nilai agunan lainnya atau sebesar nilai yang ditetapkan perusahaan penilai.
3. Jumlah piutang yang digunakan sebagai dasar untuk membentuk dana cadangan adalah pokok pinjaman yang diberikan oleh bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional.
4. Kerugian yang berasal dari piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dibebankan pada perkiraan cadangan piutang tak tertagih.
5. Dalam hal jumlah cadangan piutang tak tertagih seluruhnya atau sebagian tidak dipakai untuk menutup kerugian, jumlah kelebihan cadangan tersebut diperhitungkan sebagai penghasilan.
6. Dalam hal jumlah cadangan piutang tak tertagih dipakai untuk menutup kerugian namun tidak mencukupi, jumlah kekurangan cadangan tersebut diperhitungkan sebagai kerugian
ILUSTRASI 1-Penghapusan memenuhi syarat…(a)
2015
Pokok
Kredit Agunan 75% Agunan Setelah Agunan Cadangan
a b c=b*75% d=a-c e f=d*e
Lancar 5.600.000 - - 5.600.000 1% 56.000
Dalam Perhatian Khusus 98.000 72.000 54.000 44.000 5% 2.200
Kurang Lancar 7.000 2.400 1.800 5.200 15% 780
Diragukan 28.000 16.200 12.150 15.850 50% 7.925
Macet 158.000 75.000 56.250 101.750 100% 101.750
Total 5.891.000 165.600 124.200 5.766.800 - 168.655
Akt Fiskal Korfis
Saldo Awal Cadangan 0
Pinjaman Yg Dihapuskan 0
Cadangan Tidak terpakai 0
Pembentukan Cadangan Tahun Berjalan 168.655 168.655
Saldo Akhir Cadangan 168.655 168.655
168.655 168.655 -
Asumsi : Cadangan akuntansi = fiskal
ILUSTRASI 1-Penghapusan memenuhi syarat…(b)
2016 Pokok Kredit Agunan 75% Agunan Setelah Agunan Cadangan
a b c=b*75% d=a-c e f=d*e
Lancar 6.700.000 - - 6.700.000 1% 67.000
Dalam Perhatian Khusus 91.000 36.000 27.000 64.000 5% 3.200
Kurang Lancar 9.800 3.400 2.550 7.250 15% 1.088
Diragukan 12.800 5.000 3.750 9.050 50% 4.525
Macet 212.000 56.000 42.000 170.000 100% 170.000
Total 7.025.600 100.400 75.300 6.950.300 - 245.813
Akt Fiskal Korfis
Saldo Awal Cadangan 168.655
Pinjaman Yg Dihapuskan -75.000
Cadangan Tidak terpakai 93.655 -93.655
Pembentukan Cadangan Tahun Berjalan 152.158 152.158
Saldo Akhir Cadangan 245.813 245.813
152.158 152.158 -
ILUSTRASI 1-Penghapusan memenuhi syarat…(c)
2017 Pokok Kredit Agunan 75% Agunan Setelah Agunan Cadangan
a b c=b*75% d=a-c e f=d*e
Lancar 7.000.000 - - 7.000.000 1% 70.000
Dalam Perhatian Khusus 100.000 40.000 30.000 70.000 5% 3.500
Kurang Lancar 10.000 3.500 2.625 7.375 15% 1.106
Diragukan 13.000 5.000 3.750 9.250 50% 4.625
Macet 220.000 60.000 45.000 175.000 100% 175.000
Total 7.343.000 108.500 81.375 7.261.625 - 254.231
Akt Fiskal Korfis
Saldo Awal Cadangan 245.813
Pinjaman Yg Dihapuskan -250.000
Kekurangan Cadangan -4.188 4.188
Pembentukan Cadangan Tahun Berjalan 258.419 258.419
Saldo Akhir Cadangan 254.231 254.231
258.419 258.419 -
Ilustrasi 2-Hapus Buku vs Hapus Tagih
2015 Akt Fiskal Korfis
Saldo Awal Cadangan 0
Pinjaman Yg Dihapuskan 0
Pembentukan Cadangan Tahun Berjalan 168.655 168.655
Saldo Akhir Cadangan 168.655 168.655
168.655 168.655 - Hapus Buku : 75.000; Hapus Tagih : 0
2016 Akt Fiskal Korfis
Saldo Awal Cadangan 168.655
Pinjaman Yg Dihapuskan -75.000
Cadangan Tidak terpakai -168.655
Pembentukan Cadangan Tahun Berjalan 152.158 152.158
Saldo Akhir Cadangan 245.813 245.813
152.158 77.158 75.000 Hapus Buku : 250.000; Hapus Tagih : 75.000
2017 Akt Fiskal Korfis
Saldo Awal Cadangan 245.813
Pinjaman Yg Dihapuskan -250.000
Cadangan Tidak terpakai -170.813
Pembentukan Cadangan Tahun Berjalan 258.419 258.419
Saldo Akhir Cadangan 254.231 254.231
258.419 83.419 175.000