• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 5.2 Pola Aktivitas Pengunjung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Tabel 5.2 Pola Aktivitas Pengunjung"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

60

Universitas Kristen Petra

5. PROGRAM PERANCANGAN

5.1 Pola Aktivitas Pengguna dan Kebutuhan Ruang

Pengguna bangunan ini dapat dibagi menjadi 3 kategori, yaitu: seniman tradisional Suku Dayak, pengunjung atau wisatawan, serta staff pengelola. Pada kategori seniman tradisional terdapat performer tari serta musik dan seniman yang menjadi pengajar pada workshop. Kategori pengunjung terbagi menjadi pengunjung galeri dan peserta workshop dan studio. Sedangkan pada kategori staff pengelola terdapat direktur, manager, karyawan penjaga, dan cleaning service.

5.1.1 Pola Aktivitas Seniman

5.1.2 Pola Aktivitas Pengunjung

Tabel 5.1 Pola Aktivitas Seniman

Tabel 5.2 Pola Aktivitas Pengunjung

(2)

61

Universitas Kristen Petra

5.1.3 Pola Aktivitas Staff Pengelola

5.2 Kebutuhan Ruang

Dari pola aktivitas pengguna di atas dapat disimpulkan kebutuhan ruang dalam perancangan ini adalah sebagai berikut

Tabel 5.3 Pola Aktivitas Staff Pengelola

Tabel 5.4 Kebutuhan Ruang

(3)

62

Universitas Kristen Petra

5.3 Pola Hubungan Antar Ruang

Berangkat dari aktivitas pengguna serta kebutuhan ruang pada analisa sebelumnya dapat dibuat sebuah pola berdasarkan hubungan antar ruang. Pola yang digunakan adalah hubungan ruang secara langsung dan tidak langsung.

Area yang berhubungan langsung adalah area yang memiliki aktivitas yang terkait, dimana aktivitas di ruang yang satu diperlukan untuk melengkapi ruangan lainnya. Ruang yang saling berhubungan tidak langsung memiliki aktivitas yang terkait namun tidak secara langsung sehingga tidak diperlukan hubungan langsung antar ruang. Sedangkan ruang yang tidak berhubungan merupakan ruangan yang mewadahi aktivitas yang sama sekali tidak terkait.

5.4 Jumlah Kapasitas Pengguna

Pada perancangan Pusat Kesenian Suku Dayak di Kota Samarinda ini, jumlah dan kapasitas pengguna yang akan ditampung adalah sebagai berikut:

a. Penonton pertunjukan seni: 187 orang b. Performer pertunjukan seni: 30 orang c. Pengguna studio tari: 30 orang d. Pengguna workshop: 56 orang e. Pengunjung café: 46 orang f. Staff operasional: 8 orang

Sedangkan pada karya seni yang akan ditampung pada galeri adalah sebagai berikut:

a. Karya manik-manik: 8 buah

Tabel 5.5 Pola Hubungan Antar Ruang

(4)

63

Universitas Kristen Petra

b. Karya kriya: 10 buah

c. Karya tenun Ulap Doyo: 4 lembar d. Karya Anyaman Rotan: 5 buah e. Karya Miniatur Arsitektur: 4 buah f. Alat Musik dan Tari: 4 buah g. Karya fotografi: 16 lembar

5.5 Besaran Ruang

Tabel 5.6 Besaran Ruang

Nama Ruang

Kebutuhan Perabot Besaran

Perabot Luasan (m2)

Total (m2)

Total + sirkulasi Jml Perabot P(m) L 40%

(m)

Auditorium 187 Kursi Penonton 0.8 0.8 0.64 119.7 167.55

Backstage

4 Locker (16 pintu) 1 0.6 0.60 2.4 3.36

10 Pos rias 0.9 0.9 0.81 8.1 11.34

30 Area tunggu

performer 0.6 0.6 0.36 10.8 15.12 1 Storage Room 10.35 8 82.80 82.8 115.92 10 Area kerja rias 1 1 1.00 10.00 14.00 Dressing

Room 5 Booth ganti baju 1.7 1.7 2.89 14.45 20.23

Stage 30 Area

performer/orang 1.8 1.8 3.24 97.2 136.08 Area

Operator 1 Meja 1.2 0.8 0.96 0.96 1.34

Area

tunggu 4 Sofa 4 2 8.00 32 44.80

TOTAL 529.75

Galeri 8 Area pengamat

karya manik 0.7 0.7 0.49 3.92 5.488 8 Display Manik 0.8 0.5 0.40 3.2 4.48

(5)

64

Universitas Kristen Petra 4 Area pengamat

arsitektur 0.7 0.7 0.49 1.96 2.744

4 Display Maket 0.8 0.5 0.40 1.6 2.24

5 Area pengamat

karya manik 0.7 0.7 0.49 2.45 3.43

5 Display

Anyaman 0.8 0.8 0.64 3.2 4.48

10 Area pengamat

karya 3D 0.7 0.7 0.49 4.9 6.86

10 Karya 3D 1 1 1.00 10 14

4 Area pengamat

tenun 0.7 0.7 0.49 1.96 2.744

4 Display Tenun 1 1 1.00 4 5.6

1 Koleksi Alat

Tenun 1.5 1 1.50 1.5 2.1

4 Area pengamat

galeri musik tari 0.7 0.7 0.49 1.96 2.744

4 Display galeri

musik tari 0.8 0.8 0.64 2.56 3.584 16 Display karya

fotografi 1 1 1.00 16 22.4

1 LED Screen 4.5 0.8 3.60 3.6 5.04

3 Area Aktivitas

LED Screen 0.8 0.8 0.64 1.92 2.688 16 Digital Station 1.5 1 1.50 24 33.6

TOTAL 124.222

Studio Tari dan Musik

30 Area

performer/orang 1.6 1.72 2.75 82.56 115.58

2 Bench 2 0.6 1.20 2.4 3.36

8 Locker (4 pintu) 0.25 0.52 0.13 1.04 1.46

Workshop/

Kelas Besar

1 Meja 0.8 1.2 0.96 0.96 1.34

1 Lemari 3.5 0.4 1.40 1.4 1.96

32 Kursi 0.6 0.6 0.36 11.52 16.13

(6)

65

Universitas Kristen Petra Workshop

Privat

24 Meja 0.6 1.2 0.72 17.28 24.19

24 Kursi 0.6 0.6 0.36 8.64 12.10

2 Lemari 4 0.4 1.60 3.2 4.48

TOTAL 180.60

Lobby

1 Area Resepsionis 1.9 1.4 2.66 2.66 3.72

1 Divo 1 0.5 0.50 0.5 0.70

1 Backdrop

Resepsionis 4.5 0.8 3.60 3.6 5.04

3 Set Coffeetable

dan 2 Sofa 3 seat 2.4 2.1 5.04 15.12 21.17

TOTAL 30.63

Café

6 Set Meja dan 4

kursi 1.5 2 3.00 18 25.2

1 Set Meja dan 6

kursi 1.5 3 4.50 4.5 6.3

1 Set Meja dan 8

kursi 1.5 3.6 5.40 5.4 7.56

1 Meja Kasir 1.5 0.6 0.90 0.9 1.26

1 Kursi Kasir 0.6 0.6 0.36 0.36 0.50

Dapur

5 Area Kerja

Dapur 1 1 1.00 5 7.00

10 Kabinet Dapur 0.8 0.8 0.64 6.4 8.96 TOTAL 56.78

Gift Store

5 Display Store 1.2 1 1.20 6 8.4

2 Storage 1.2 0.6 0.72 1.44 2.016

1 Meja Kasir 1 0.6 0.60 0.6 0.84

1 Kursi Kasir 0.6 0.6 0.36 0.36 0.50 TOTAL 11.76

Ruang Direktur

1 Meja Kerja 0.8 1.2 0.96 0.96 1.34 1 Kursi Kerja 0.6 0.6 0.36 0.36 0.50

1 Set Coffeetable

dan 2 Sofa 2 seat 1.5 2.1 3.15 3.15 4.41

1 Filing Cabinet 0.6 0.45 0.27 0.27 0.38 TOTAL 6.64

Ruang 3 Meja Kerja 0.8 1.2 0.96 2.88 4.03

(7)

66

Universitas Kristen Petra Manager 3 Kursi Kerja 0.6 0.6 0.36 1.08 1.51

3 Filing Cabinet 0.6 0.45 0.27 0.81 1.13 TOTAL 6.68 Ruang

Staff 4 Cubicle 1.5 1.5 2.25 9 12.6

TOTAL 12.6 Ruang

Rapat

1 Meja Rapat 4 1.4 5.60 5.6 7.84

1 Lemari 3 0.3 0.90 0.9 1.26

6 Kursi rapat 0.6 0.3 0.18 1.08 1.51 TOTAL 10.61

Area Istirahat

3 Set Meja Makan

(4 kursi) 1.2 1.2 1.44 4.32 6.05

4 Kabinet Dapur 0.8 0.6 0.48 1.92 2.69 TOTAL 8.74

Toilet Wanita

5 Cubicle Wanita 0.85 1.5 1.28 6.375 8.93

1 Cubicle Disabled 1.5 1.5 2.25 6.75 9.45

3 Washtafel 0.9 0.5 0.45 1.35 1.89

Toilet Pria

3 Cubicle Pria 0.85 1.5 1.28 3.83 5.36 1 Cubicle Disabled 1.5 1.5 2.25 6.75 9.45

3 Washtafel 0.9 0.5 0.45 1.35 1.89

5 Urinoir 0.4 0.3 0.12 0.6 0.84

Area Panel Listrik

2 Meja Komputer

CCTV 1.5 0.7 1.05 2.1 2.94

2 Ruang MSB 1.5 6 9.00 18 25.20

Area

Janitor 2 Storage Room 1.5 1.5 2.25 4.5 6.30 TOTAL 72.24 TOTAL KESELURUHAN 1051.25

5.6 Karakteristik Ruangan

Selain besaran ruang, karakteristik ruang juga dibutuhkan sebagai pertimbangan zoning dan grouping agar fasilitas yang ada dapat menyesuaikan kondisi lapangan.

(8)

67

Universitas Kristen Petra

Tabel 5.7 Karakteristik Ruangan

(9)

68

Universitas Kristen Petra

5.7 Framework

Tabel 5.8 Framework Form and Function

(10)

69

Universitas Kristen Petra

Tabel 5.9 Framework Economy and Time

(11)

70

Universitas Kristen Petra

5.8 Zoning

5.8.1 Zoning Alternatif 1

Area publik (hijau) adalah area yang dapat diakses oleh masyarakat umum secara bebas tanpa perlu memiliki izin khusus dari pihak pengelola. Area semi pirvat (kuning) merupakan area yang dapat diakses oleh pengguna fasilitas yang terdaftar oleh pihak pengelola. Area privat (merah) merupakan area dengan akses

Gambar 5.1 Zoning alternatif 1

Gambar 5.2 Zoning alternatif 1

(12)

71

Universitas Kristen Petra

terbatas kepada staf operasional dan performer yang memiliki kepentingan tertentu. Pada zoning ini terdapat beberapa kelebihan yang menjadi pertimbangan, diantaranya:

-Area Publik mudah diakses pengunjung

-Area publik dapat diakses tanpa melalui area privat dan semi privat -Area publik dapat terekspos keluar sehingga dapat menarik pengunjung -Area Privat terletak di area belakang memiliki privasi yang lebih baik

-Area Privat lt.1 dekat dengan pintu belakang sehingga akses ke area privat dapat tidak melalui pintu utama (depan)

-Area Semi Privat berada di area belakang sehingga memiliki privasi yang cukup namun tetap dapat terlihat dari luar ruangan.

Pada zoning ini juga terdapat kekurangan yaitu area privat dan area semi privat tidak mendapat pencahayaan alami.

5.8.2 Zoning Alternatif 2

Gambar 5.3 Zoning alternatif 2

Gambar 5.4 Zoning alternatif 2

(13)

72

Universitas Kristen Petra

Pada alternatif 2 terdapat beberapa kelebihan yang dapat menjadi pertimbangan, diantaranya:

- Area semi privat dan privat pada lantai 1 dekat dengan pintu belakang sehingga memudahkan akses dan loading barang

- Area publik dapat diakses tanpa melalui area privat dan semi privat - Area publik dapat terekspos keluar sehingga dapat menarik pengunjung - Area Privat terletak di area belakang memiliki privasi yang lebih baik.

- Terdapat juga beberapa kekurangan pada zoning ini, diantaranya:

- Area privat berdekatan langsung dengan area publik sehingga dapat terlihat dari area public

- Area privat terlalu luas

- Area semi privat terlalu sempit

5.9 Grouping

5.9.1 Grouping Alternatif 1

Kelebihan:

-Lobby mudah diakses serta mendapat pencahayaan alami -Cafe dapat terlihat dan mudah diakses dari luar

Gambar 5.5 Grouping alternatif 1

(14)

73

Universitas Kristen Petra

-Galeri dapat mudah diakses namun juga memiliki barrier Lobby sehingga karya koleksi galeri lebih aman.

-Galeri memiliki akses langsung ke pintu belakang sehingga memudahkan loading barang.

-Workshop berada di area belakang tetap dapat terlihat dari area galeri sehingga kegiatan didalamnya dapat dilihat

-Workshop dengan dengan pintu belakang sehingga memudahkan loading barang keperluan workshop.

-Kantor dekat dengan pintu belakang sehingga akses ke area privat dapat tidak melalui pintu utama (depan)

Kekurangan:

-Kantor dan workshop tidak mendapat cahaya alami.

Kelebihan:

-Auditorium, backstage, dan studio tari merupakan ruangan dengan jadwal pemakaian tentative berada dilantai 2 sehingga pencahayaan dan penghawaan buatan dapat dihemat saat tidak digunakan

-Auditorium dapat langsung diakses dari area lobby sehingga tidak menimbulkan kerumunan di area galeri

Gambar 5.6 Grouping alternatif 1

(15)

74

Universitas Kristen Petra

-Backstage dapat mengakses auditorium dan studio tari sehingga penari yang menunggu perform dapat berlatih di studio tari.

Kekurangan:

- Auditorium, backstage, dan studio tari tidak mendapat cahaya alami.

5.9.2 Grouping Alternatif 2

Kelebihan:

- Lobby mudah diakses serta mendapat pencahayaan alami - Cafe dapat terlihat dan mudah diakses dari luar

- Galeri dapat mudah diakses namun juga memiliki barrier lobby sehingga karya koleksi galeri lebih aman.

- Galeri memiliki akses langsung ke pintu belakang sehingga memudahkan loading barang.

- Workshop dengan dengan pintu belakang sehingga memudahkan loading barang keperluan workshop.

- Kantor dekat dengan pintu belakang sehingga akses ke area privat dapat tidak melalui pintu utama (depan)

Kekurangan:

- Kantor operasional dan workshop tidak mendapat cahaya alami - Kantor operasional dapat terlihat dari area galeri

Gambar 5.7 Grouping alternatif 2

(16)

75

Universitas Kristen Petra

- Area workshop tidak dapat terlihat aktivitasnya dari arah galeri - Pembagian ruang workshop tidak efisien

Kelebihan:

- Auditorium, backstage, dan studio tari merupakan ruangan dengan jadwal pemakaian tentative berada dilantai 2 sehingga pencahayaan dan penghawaan buatan dapat dihemat saat tidak digunakan

- Auditorium dapat langsung diakses dari area lobby sehingga tidak menimbulkan kerumunan di area galeri

Kekurangan:

- Area backstage dan auditorium terpisah

- Area backstage, studio tari, dan auditorium tidak mendapatkan cahaya alami - Bentuk ruangan studio tari tidak eifisien untuk beraktivitas.

5.10 Kesimpulan Zoning dan Grouping

Berdasarkan kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada kedua alternatif, zoning dan grouping alternatif pertama yang terpilih karena alternatif pertama memiliki lebih sedikit kekurangan serta memiliki organisasi dan sirkulasi ruang yang lebih efisien.

Gambar 5.8 Grouping alternatif 2

Gambar

Tabel 5.1 Pola Aktivitas Seniman
Tabel 5.3 Pola Aktivitas Staff Pengelola
Tabel 5.5 Pola Hubungan Antar Ruang
Tabel 5.6 Besaran Ruang
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini menjadi salah satu tolak ukur efektif tidakya penghimpunan dana tersebut, meskipun terjadi peningkatan pada penghimpunan dana zakat namun kenyataanya

Pemberdayaan masyarakat terutama dibidang peningkatan ekonomi melalui kegiatan koperasi simpat pinjam, usaha kecil dan menengah (UKM) Perencanaan dan penerapan sistem

Hasil dari penerapan metode Fuzzy Inference System terbukti dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan untuk menentukan jumlah pembelian produk agar persediaan sesuai

Pada 6 Februari 2013, MPAG, Tim P4KKP, dan Pemerintah Provinsi NTT melaksanakan diskusi dengan Badan Koordinasi Perencanaan Ruang Nasional (BKPRN) tentang kemungkinan

Berpijak dari hal-hal tersebut, maka diperlukan proses-proses perencanaan pembangunan di tingkat desa yang melibatkan partisipasi langsung warga masyarakat.RPJM Desa

mengadakan evaluasi tentang pembayaran uang muka dan biaya proses yang dibagi dalam empat macam altematif, yaitu jika penerimaan uang muka dan biaya proses terjadi pada angsuran

Paragraf pertama : mendekati bulan suci ramadan yang tinggal hitungan hari, pd persatuan wanita republik indonesia (perwari) kalsel menggelar kegiatan bakti

Setelah perendaman selama 30 hari (gambar 7), korosi baja tulangan dalam larutan pori beton artifisial terkontaminasi dapat diinterpretasikan oleh model 6 yang