RISIKO EKSTERNAL
PADA PELAKSANA PROYEK KONSTRUKSI DI PROVINSI ACEH
Mubarak1, Saiful Husin2 dan Syarafina3
1,2,3Jurusan Teknik Sipil, Universitas Syiah Kuala, Jl.Syekh Abdurrauf No. 10 Banda Aceh 23111 Email: 1[email protected], 2[email protected] dan 3[email protected]
ABSTRAK
Risiko merupakan peluang terjadinya kejadian yang merugikan akibat adanya ketidakpastian. Risiko eksternal merupakan risiko yang bersumber dari luar proyek dan berada di luar kendali pelaksana proyek. Potensi risiko yang mungkin timbul dapat memiliki pola yang yang berbeda, salah satunya ditentukan oleh kondisi suatu daerah. Kondisi di Provinsi Aceh dalam kurun waktu 15 tahun terakhir dapat dikelompokkan dalam tiga periode kondisi, yaitu periode konflik bersenjata (2000-2004), periode rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab/rekon) pasca bencana gempa bumi dan tsunami (2005- 2009), serta periode pembangunan pasca rehabilitasi dan rekonstruksi (2010-2015). Dengan memperhatikan perbedaan kondisi tersebut, diperlukan sebuah kajian yang secara spesifik mengidentifikasi besar kecilnya potensi risiko yang muncul di tiap periode. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang dominan dari eksternal proyek pada ketiga periode tersebut. Data diperoleh dari penyebaran kuisioner pada 15 perusahaan kontraktor berkualifikasi besar di Provinsi Aceh. Kuisioner berisikan sejumlah pertanyaan menggunakan faktor serta variabel terkait kondisi sosial politik, kebijakan pemerintah, bencana alam, dan moneter. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada periode konflik, faktor sosial politik merupakan faktor yang dominan muncul dengan variabel masalah sosial/lingkungan sekitar (K5) terindikasi memiliki nilai Frequency Index (FI) tertinggi. Secara umum, terlihat adanya penurunan jumlah variabel risiko dengan klasifikasi frekuensi tinggi dari periode konflik ke periode rehab/rekon dan pasca rehab/rekon.
Analisis varian yang dilakukan pada 26 variabel risiko dan 3 periode tinjauan mengindikasikan bahwa ada pengaruh nyata dari variabel dan periode tersebut terhadap peluang munculnya risiko bagi kontraktor pelaksana proyek.
Kata kunci: risiko, eksternal, pelaksana proyek, konstruksi, Aceh 1. PENDAHULUAN
Penyedia jasa konstruksi di Aceh saat ini mengalami pertumbuhan yang signifikan. Kondisi ini terlihat dari munculnya sejumlah perusahaan penyedia jasa konstruksi, baik konsultan maupun kontraktor (Anonim, 2016).
Perkembangan tersebut dengan sendirinya akan memunculkan tingkat persaingan yang semakin tinggi. Pelaku usaha jasa konstruksi dituntut untuk meningkatkan kinerjanya, mengingat tingkat persaingan dari banyaknya pesaing yang ada, baik dari perusahaan lokal maupun dari luar daerah dengan beragam keunggulan yang dimilikinya.
Meningkatkan daya saing dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya melalui upaya untuk mengenali potensi risiko yang muncul pada pelaksanaan sebuah proyek di suatu wilayah.
Risiko merupakan peluang terjadinya kejadian yang merugikan akibat adanya ketidakpastian (Anonim, 2008).
Risiko berdasarkan sumber/penyebab timbulnya pada sebuah proyek konstruksi dapat berasal dari faktor internal maupun faktor eksternal (Kountur, 2008). Pada faktor eksternal, risiko bersumber dari luar proyek dan berada di luar kendali pengelola proyek. Sejumlah penelitian telah dilakukan oleh sejumlah peneliti seperti Labombang (2011), Sangari (2011), Nurisra (2012), Sukaarta (2012), Azhari,dkk (2014), Lestari (2014), Sigmund and Radujkovic (2014), Silva and Crispim (2014), Dharmika (2015), Khodeir and Mohamed (2015).
Berbagai usaha dilakukan oleh penyedia jasa untuk dapat menghindari atau mengurangi risiko yang terjadi.
Kontraktor sebagai salah satu pihak penyedia jasa konstruksi juga menjadi pihak yang akan menghadapi faktor- faktor risiko tersebut. Kondisi ini tentu dapat menghambat kesuksesan pada pencapaian proyek dan akan berpengaruh langsung terhadap kinerja kontraktor itu sendiri. Agar tetap dapat terus bersaing dalam dunia konstruksi, perlu perhatian khusus terutama dalam upaya mengidentifikasi dan menganalisa berbagai faktor risiko yang terjadi pada proyek. Upaya tersebut diperlukan agar faktor dan variabel yang menjadi sumber risiko dapat dikenali sejak dini dan dapat direncanakan pola penanganannya.
Terkait dengan kondisi di Provinsi Aceh dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, pelaksana konstruksi telah melalui periode konflik bersenjata (2000-2004), rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab/rekon) pasca bencana gempa bumi dan tsunami (2005-2009), serta pembangunan pasca rehabilitasi dan rekonstruksi (2010-2015). Secara langsung atau tidak langsung, ketiga kondisi tentunya akan memberikan peluang kemunculan risiko yang berbeda bila dikaji berdasarkan faktor penyebabnya. Beranjak dari latar belakang dan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor serta variabel risiko yang berasal dari eksternal proyek, sekaligus melihat ada atau tidak adanya pengaruh dari faktor dan periode kajian tersebut terhadap peluang munculnya risiko bagi kontraktor pelaksana proyek. Kajian dilakukan secara spesifik dalam perspektif penyedia jasa berkualifikasi besar di Provinsi Aceh.
2. METODE PENELITIAN Objek penelitian
Objek dari penelitian yang dikaji terkait dengan faktor dan variabel risiko eksternal di Provinsi Aceh. Kajian dilakukan pada 3 periode terkait kondisi wilayah yaitu, pada periode konflik dalam kurun waktu 2000-2004, periode rehabilitasi dan rekonstruksi dalam kurun waktu 2005-2009, dan periode pasca rehabilitasi dan rekonstruksi dalam kurun waktu 2010-2015.
Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuisioner. Kuisioner yang digunakan adalah kuisioner tertutup. Penyebaran kuisioner dilakukan secara langsung kepada responden yang ditunjuk oleh perusahaan.
Penelitian ini melibatkan responden dari 15 kontraktor berkualifikasi besar yang sudah berdiri sebelum tahun 2004 dengan wilayah domisili tersebar di 8 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Kuisioner pada penelitian ini terbagi atas dua bagian yaitu bagian 1 berupa pertanyaan terkait karakteristik responden dan perusahaan, sedangkan bagian 2 berupa pertanyaan terkait faktor dan variabel risiko proyek. Jawaban kuisioner diukur dengan menggunakan skala likert. Kategori penilaian yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Skala Penilaian (Clayton, 2011)
Bobot Skala Kemungkinan Terjadi Risiko (%)
5 Sangat tinggi > 33 %
4 Tinggi 11-33 %
3 Sedang 4-10 %
2 Rendah 1-3 %
1 Sangat rendah < 1%
Uji Instrumen
Pengujian instrument kuisioner dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Validitas adalah tingkat kesahihan alat ukur yang digunakan (Sugiyono, 2007). Validitas kuisioner ditentukan dengan menghitung korelasi antar data pada masing-masing pernyataan dengan skor total, memakai rumus korelasi Pearson Product Moment. Validitas dianalisis dengan Persamaan 1 dan kriteria valid suatu instrument adalah sebagai berikut :
- Jika rhitung > rtabel maka instrumen berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).
- Jika rhitung < rtabel maka instrumen tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).
} ) y ( y n }{
) x ( x {n
) y ( ) x ( - ) xy r n(
2 2
2 hitung 2
(1)
Di mana : x skor pertanyaan tiap nomor, y jumlah skor total pertanyaan, dan n jumlah responden.
Reliabilitas merujuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data (Sugiyono, 2007). Analisis reliabilitas yang umum digunakan adalah analisa Cronbach’s Alpha (c-alpha). Pengujian reliabilitas dilakukan dengan Persamaan 2 sampai dengan 4.
21 2b
) 1 1 k ( r k
(2)
b 2 2
n JKs n JKi
(3)
2 2 2
21
n ) xt ( n
xt
(4) Dimana: r reliabilitas instrument, k banyaknya butir pertanyaan,
2b varians butir,
21 varians total, JKi jumlah kuadrat seluruh butir, dan JKs jumlah kuadrat subjek.Analisis
Analisis Frequency Index (FI) digunakan untuk menunjukan indeks frekuensi setiap variabel dari faktor risiko eksternal. Analisa FI dilakukan menggunakan rumus pada persamaan berikut (Sugiyono, 2007) :
N 5
n a FI
5
1 i
i
i
(5) Dimana : i merupakan indeks kategori respon, ai bobot yang dihubungkan dengan nilai respon ke-i, ni frekuensi dari respon ke-i sebagai persentase dari total responden untuk setiap faktor, dan N jumlah total responden. Klasifikasi dari skala penilaian ditunjukkan dalam Tabel 2.
Tabel 2. Klasifikasi dari skala penilaian FI (Riduan, 2007)
Respon ke-i Bobot Penilaian risiko
1 0,000 ≤ FI ≤ 0,125 Sangat Rendah (SR)
2 0,125 ≤ FI ≤ 0,375 Rendah (R)
3 0,375 ≤ FI ≤ 0,625 Sedang (S)
4 0,625 ≤ FI ≤ 0,875 Tinggi (T)
5 0,875 ≤ FI ≤ 1,000 Sangat Tinggi (ST)
Analysis of Variance (Anova) merupakan salah satu uji statistika terhadap interaksi antara dua faktor dalam suatu percobaan dengan membandingkan rata-rata dari lebih dua sampel untuk mengetahui interaksi antar variabel dan pengaruhnya terhadap suatu perlakuan (Sugiyono, 2007). Penelitian ini menggunakan Anova dua arah karena ada permasalahan/kasus melibatkan dua faktor. Analisis variansi ditujukan untuk mengetahui ada tidaknya efek atau pengaruh variabel risiko eksternal dan periode kajian terhadap peluang munculnya risiko bagi kontraktor pelaksana proyek. Hipotesis awal dinyatakan dengan tidak ada pengaruh nyata antara variabel dan periode konstruksi di Aceh terhadap kemungkinan/peluang terjadinya risiko. Analisis dilakukan sesuai langkah analisis pada Tabel 3.
Tabel 3. Analisis varian klasifikasi dua arah (Sugiyono,2007)
Sumber Keragaman Jumlah Kuadrat Derajat Bebas Kuadrat Tengah F Hitung
Nilai Tengah Baris JKB r – 1 s12 =
1 r JKB
f1= 2
2
3 s
1 s
Nilai Tengah Kolom JKK k – 1 s22 =
1 k JKK
f2= 2
2
3 s
2 s
Galat (Error) JKG (r - 1)(k - 1) s32 =
) 1 k )(
1 r (
JKG
Total JKT rk – 1
Dimana : JKK jumlah kuadrat kolom (periode), JKB jumlah kuadrat baris (variabel risiko), JKT jumlah kuadrat total, JKG jumlah kuadrat galat, k jumlah periode kajian, r jumlah variabel risiko, s kuadrat tengah untuk periode/variabel risiko/galat, dan f frekuensi hitung.
3. HASIL DAN DISKUSI Karakteristik responden
Karakteristik responden pada penelitian ini merupakan gambaran dari pihak kontraktor yang terlibat dalam pengumpulan data penelitian. Karakteristik tersebut terdeskripsi dalam Tabel 4.
Tabel 4. Karakteristik responden
Karakteristik Kategori Pengukuran Jumlah %
Jabatan Responden
Direktur 5 33,33
Manager 7 46,67
Lain-lain 3 20,00
Jenis Kelamin Pria 15 100
Wanita - -
Umur 20-30 Tahun - -
> 30 Tahun 15 100
Pendidikan Terakhir
SMA 3 13,33
Diploma 2 13,33
Sarjana (S1) 9 60,00
Pasca Sarjana (S2/S3) 1 6,67
Pengalaman Kerja Responden
> 2-4 tahun 1 6,67
> 4-7 tahun 1 6,67
> 7 tahun 13 86,67
Pengalaman Perusahaan
> 10-15 tahun 1 6,67
> 15 tahun 14 93,33
Jumlah Proyek Konstruksi yang Pernah Ditangani
Konflik
1-3 3 20,00
> 3-6 5 33,33
> 6-10 4 26,67
> 10 3 20,00
Rehabilitasi dan Rekonstruksi
1-3 1 6,67
> 3-6 5 33,33
> 6-10 3 20,00
> 10 6 40,00
Pasca Rehabilitasi dan Rekonstruksi
1-3 2 13,33
> 3-6 2 13,33
> 6-10 5 33,33
> 10 6 40,00
Rata-Rata Nilai Proyek yang Dikerjakan Tiap Tahun
< Rp.10.000.000.000 - -
> Rp.10.000.000.000- Rp.50.000.000 8 53,33
> Rp.50.000.000.000- Rp.100.000.000 2 13,33
> Rp.100.000.000.000 3 20,00
Responden yang terlibat dalam penelitian secara umum memiliki jabatan sebagai pimpinan perusahaan (direktur atau manajer) dan berusia di atas 30 tahun. Responden umumnya memiliki tingkat pendidikan sarjana dengan pengalaman kerja di atas 7 tahun. Perusahaan yang menjadi target penelitian merupakan perusahaan dengan kualifikasi besar dan memiliki pengalaman di atas 15 tahun. Perusahaan tersebut umumnya melaksanakan proyek senilai 10 – 50 miliar rupiah pertahunnya. Bila dilihat dari jumlah proyek yang telah dilaksanakan, pada periode konflik umumnya berjumlah kurang dari 6 proyek. Ada kecenderungan peningkatan yang timbul pada periode rehab/rekon dan pasca rehab/rekon. Umumnya perusahaan tersebut memperoleh lebih dari 10 proyek.
Uji Validitas dan Realibilitas
Uji validitas dilakukan terhadap 26 variabel risiko dan ketiga periode kajian. Hasil uji mengidintifikasikan bahwa variabel dan periode kajian yang digunakan pada kuesioner valid. Identifikasi tersebut dapat dilihat pada nilai rhitung
> rtabel. Hasil uji validitas ditunjukkan pada Tabel 5. Hasil uji realibilitas dilakukan juga terhadap variabel dan periode sebagaimana pada uji validitas. Hasil uji mengindifikasikan bahwa nilai Cronbach’s Alpha melebihi nilai 0,6. Hasil uji reliabilitas ditunjukkan pada Tabel 6.
Tabel 5. Hasil Uji Validitas Kode Var. Rentang Nilai r hitung Per Periode
rtabel Keterangan
Konflik Rehab/rekon Pasca Rehab/rekon
K1 – K7 0,58 - 1,21 1,33 – 2,09 1,47 – 2,13 0,51 Valid
L1 – L5 1,31 - 2,60 0,88 – 2,43 0,64 - 1,43 0,51 Valid
M1 – M9 1,98 - 4,34 1,98 - 4,34 1,04 – 1,53 0,51 Valid
N1 – N5 1,73 - 1,39 1,55 - 1,65 1,40 – 1,79 0,51 Valid
Tabel 6. Hasil Uji Realibilitas Kode Var. Nilai Cronbach’s Alpha Per Periode
r Keterangan
Konflik Rehab/rekon Pasca Rehab/rekon
K1 – K7 0,83 0,84 0,85 0,6 Realibilitas
L1 – L5 0,80 0,79 0,77 0,6 Realibilitas
M1 – M9 0,88 0,86 0,89 0,6 Realibilitas
N1 – N5 0,76 0,79 0,79 0,6 Realibilitas
Faktor Risiko Eksternal Dominan
Risiko eksternal yang dikaji dalam penelitian ini terdiri dari 4 faktor dan 26 variabel. Faktor dan variabel dominan ditentukan berdasarkan hasil analisis Frequency Index (FI). Hasil analisis ini memberikan gambaran indeks dari tiap variabel dengan rentang 0 sampai dengan 1. Semakin tinggi nilai indeks maka semakin besar frekuensi atau peluang munculnya suatu risiko pada pelaksanaan proyek. Hasil analisis FI diperlihatkan dalam Tabel 7.
Nilai FI mengindikasikan bahwa frekuensi risiko tinggi terlihat pada 7 variabel risiko di periode konflik, 3 variabel di periode rehab/rekon, dan 4 variabel di periode pasca rehab/rekon. Pola frekuensi risiko pada tiap periode : a. Kondisi pada periode konflik, frekuensi risiko muncul pada faktor sosial politik dengan nilai frekuensi risiko
tertinggi terjadi pada variabel masalah sosial/lingkungan sekitar (K5). Potensi risiko tinggi juga terlihat muncul pada enam faktor lainnya. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa pada periode ini ada banyak hal yang perlu diperhatikan bagi pelaksana proyek dalam penyelesaian pekerjaan.
b. Kondisi pada periode rehab/rekon mengindikasikan penurunan yang cukup signifikan pada variabel yang berpotensi risiko tinggi. Frekuensi risiko tertinggi terlihat pada faktor kebijakan pemerintah terkait dengan kenaikan harga BBM (L4). Nilai frekuensi risiko tinggi juga masih terlihat muncul pada dua faktor lainnya.
c. Kondisi pada periode pasca rehab/rekon secara umum hampir serupa dengan kondisi pada periode rehab/rekon, namun frekuensi risiko tertinggi telah bergeser pada faktor bencana alam terkait dengan keadaan cuaca yang tidak menentu (M1). Sebaran variabel dengan frekuensi risiko tinggi terlihat muncul pada tiga faktor lainnya seperti terlihat di periode rehab/rekon.
Tabel 7. Frequency Index (FI) untuk faktor dan variabel risiko eksternal Faktor
Risiko
Kode
Var. Variabel Konflik Rehab/Rekon Pasca
Rehab/Rekon
FI Frek. FI Frek. FI Frek.
Sosial Politik
K1 Terjadinya hurahara/kerusuhan 0,640 Tinggi 0,533 Sedang 0,347 Rendah K2 Adanya sabotase fasilitas/bahan 0,360 Rendah 0,333 Rendah 0,307 Rendah K3 Demonstrasi di lokasi proyek 0,360 Rendah 0,293 Rendah 0,360 Rendah K4 Kondisi budaya dan adat istiadat
masyarakat sekitar lokasi proyek 0,720 Tinggi 0,587 Sedang 0,560 Sedang K5 Masalah sosial (lingkungan
sekitar) 0,853 Tinggi 0,667 Tinggi 0,627 Tinggi
K6 Konflik dengan para pemegang
kepentingan proyek 0,307 Rendah 0,347 Rendah 0,347 Rendah K7 Hari libur keagamaan atau hari
libur lainnya 0,587 Sedang 0,453 Sedang 0,440 Sedang
Faktor Risiko
Kode
Var. Variabel Konflik Rehab/Rekon Pasca
Rehab/Rekon
FI Frek. FI Frek. FI Frek.
Kebijakan Pemerintah L1
Perubahan/pembaruan kebijakan pemerintah menyebabkan terhentinya proyek
0,587 Sedang 0,613 Sedang 0,507 Sedang L2 Perubahan peraturan Pemerintah 0,480 Sedang 0,507 Sedang 0,440 Sedang L3 Perubahan metode konstruksi 0,547 Sedang 0,493 Sedang 0,440 Sedang L4 Kenaikan harga BBM 0,840 Tinggi 0,813 Tinggi 0,627 Tinggi L5 Pembatalan proyek oleh
pemerintah 0,347 Rendah 0,400 Sedang 0,360 Rendah
Bencana Alam
M1 Keadaan cuaca tidak menentu 0,800 Tinggi 0,693 Tinggi 0,653 Tinggi M2 Ketidakpastian kondisi di
lapangan 0,413 Sedang 0,373 Rendah 0,347 Rendah
M3 Peperangan 0,627 Tinggi 0,280 Rendah 0,240 Rendah
M4 Revolusi 0,320 Rendah 0,267 Rendah 0,267 Rendah
M5 Kebakaran 0,333 Rendah 0,320 Rendah 0,347 Rendah
M6 Pencemaran Lingkungan 0,360 Rendah 0,280 Rendah 0,280 Rendah
M7 Wabah penyakit 0,347 Rendah 0,293 Rendah 0,293 Rendah
M8 Terjadinya banjir 0,400 Sedang 0,560 Sedang 0,627 Tinggi
M9 Terjadinya gempa 0,320 Rendah 0,547 Sedang 0,307 Rendah
Moneter
N1 Ketidakstabilan moneter 0,360 Rendah 0,307 Rendah 0,280 Rendah N2 Fluktuasi suku bunga pinjaman
di bank 0,427 Sedang 0,440 Sedang 0,400 Sedang
N3 Inflasi, deflasi dan devaluasi 0,467 Sedang 0,427 Sedang 0,413 Sedang N4 Fluktuasi nilai mata uang 0,427 Sedang 0,440 Sedang 0,400 Sedang
N5 Krisis ekonomi 0,680 Tinggi 0,373 Rendah 0,480 Sedang
Bila dianalisis berdasarkan variabel risiko, frekuensi risiko tinggi yang konsisten muncul pada ketiga periode adalah variabel masalah sosial/lingkungan sekitar (K5), kenaikan harga BBM (L4), dan keadaan cuaca tidak menentu (M1).
Ketiga variabel tersebut perlu mendapat perhatian karena tetap berpotensi tinggi bagi kemunculan risiko tanpa dipengaruhi kondisi pada wilayah proyek. Kondisi variabel risiko ditunjukkan dalam Gambar 1.
Gambar 1. Sebaran klasifikasi frekuensi variabel risiko berdasarkan faktor risiko eksternal
Secara umum, terlihat adanya penurunan jumlah variabel risiko dengan klasifikasi frekuensi tinggi dari periode konflik ke periode rehab/rekon dan pasca rehab/rekon. Pada sebagian besar variabel, variabel risiko dengan klasifikasi frekuensi tinggi bergeser ke klasifikasi frekuensi sedang, bahkan pada sejumlah variabel bergeser ke klasifikasi frekuensi rendah. Sebagai contoh, variabel terjadinya hurahara/kerusuhan (K1), pada periode konflik memiliki frekuensi kejadian tinggi kemudian turun ke frekuensi kejadian sedang dan rendah pada periode berikutnya.
Analysis of Varians (Anova)
Pada penelitian ini terdapat 26 variabel risiko eksternal dan 3 periode kajian yang dianalisis pengaruhnya terhadap peluang munculnya risiko bagi kontraktor pelaksana proyek. Hasil analisis ditunjukkan dalam Tabel 8.
Tabel 8. Hasil Analysis of Varians (Anova)
Sumber Keragaman Jumlah Kuadrat Derajat Bebas Kuadrat Tengah F hitung P-value F tabel
Variabel risiko 568,3 25 22,73367521 17,10688058 4,46E-62 1,516127
Periode kajian 516,8 44 11,74467754 8,837761355 3,31E-47 1,386076
Error 1462 1100 1,328919969
Total 2547 1169
Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 8, F hitung > F tabel dan P-value < α (0,05), maka hipotesis awal dinyatakan ditolak. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh nyata antara variabel risiko dan periode pelaksanaan konstruksi di Aceh terhadap kemungkinan/peluang terjadinya risiko. Dengan kata lain, variabel risiko dari faktor sosial politik, kebijakan pemerintah, bencana alam, moneter serta periode kajian (periode konflik, rehab/rekon, dan pasca rehab/rekon) memberi pengaruh terhadap kemungkinan/peluang terjadinya risiko pada pelaksanaan proyek.
4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi yang telah dilakukan pada bagian terdahulu, maka dapat disimpulkan beberapa hal berikut :
a. Frekuensi risiko tinggi terlihat pada 7 variabel risiko di periode konflik, 3 variabel di periode rehab/rekon, dan 4 variabel di periode pasca rehab/rekon;
b. Frekuensi risiko tinggi yang konsisten muncul pada ketiga periode kajian adalah variabel masalah sosial/lingkungan sekitar (K5), kenaikan harga BBM (L4), dan keadaan cuaca tidak menentu (M1);
c. Secara umum, terlihat adanya penurunan jumlah variabel risiko dengan klasifikasi frekuensi tinggi dari periode konflik ke periode rehab/rekon dan pasca rehab/rekon.
d. Variabel risiko dari faktor sosial politik, kebijakan pemerintah, bencana alam, moneter serta periode kajian (periode konflik, rehab/rekon, dan pasca rehab/rekon) memberi pengaruh nyata terhadap kemungkinan/peluang terjadinya risiko pada pelaksanaan proyek di Aceh.
e. Kajian lebih lanjut diperlukan dalam upaya menganalisis dampak risiko sekaligus upaya penanganan yang sesuai dengan tiap risiko.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2008, A Guide to Project Management Body of Knowledege (PMBOK Guide), 4th edition, Project Manegement Institute, Inc., Pennsylvania.
Anonim, 2016, Status Registrasi Badan Usaha Penyedia Jasa Konstruksi Provinsi Aceh, http://lpjk.net/status- proses-registrasi-badan-usaha-kbli-lpjk, diakses pada 25 Pebruari 2016.
Azhari, Aulia, TB, dan Majid, IA, 2014, ‘Faktor-faktor Risiko yang Mempengaruhi Kinerja Kontraktor pada Pelaksanaan Proyek Infrastruktur di Kabupaten Aceh Jaya’, Jurnal Teknik Sipil, Vol. 3, No. 1, Hal. 1- 14.Dharmika, KY, Dharmayanti, C, dan Purbawijaya, 2015, ‘Manajemen Resiko pada Pembangunan Pengembangan Hotel yang Sedang Beroperasi’, Jurnal Spektran, Vol. 3, 47-56.
Clayton, M, 2011, Risk Happens, Marshall Cavendish, United Kingdom.
Kountur, R, 2008, Mudah Memahami Manajemen Risiko Perusahaan, PPM, Jakarta.
Khodeir, LM, and Mohamed, AHM, 2015, ‘Identifying the latest risk probabilities affecting construction projects in Egypt according to political and economic variabels’, HBRC Journal, Vol. 11, 129-135.
Labombang, M, 2011, ‘Manajemen Resiko Dalam Proyek Konstruksi’, Jurnal SMARTek, Vol.9, 39-46.
Lestari, NI, 2014, Analisis Risiko konstruksi dan dampaknya Terhadap Kinerja Waktu Pelaksanaan Pada Proyek Gedung Pusat Perbelanjaan Modern/Mall Banda Aceh, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Nurisra, 2012, ‘The Key Risk Factors in Pidie District Construction Projects : Contractor’s Perspective’, Proc. of International Seminar on REDSTAR.
Riduwan, 2003, Dasar-Dasar Statistika, Penerbit CV. Alfabeta, Bandung.
Sangari, F, 2011, ‘Analisis Resiko pada Proyek Konstruksi Perumahan di Kota Manado’, Jurnal Ilmiah Media Engineering, Vol.1, 29-37.
Sigmund, Z, and Radujkovic, M, 2014, ‘Risk Breakdown Structure for Construction Projects on Existing Buildings’, Procedia - Sosial and Behavioral Sciences, Vol. 119, 894-901.
Silva, LHR, and Crispim, JA, 2014, ‘The project risk management process, a preliminary study’, Procedia Technology, Vol. 16, 943 – 949.
Sugiyono, 2015, Statiska untuk Penelitian, Penerbit CV. Alfabeta, Bandung.
Sukaarta, 2012, ‘Analisis Risiko Proyek Pembangunan Dermaga Studi kasus Dermaga Pehe di Kecamatan Siau Barat Kabupaten Kepulauan Sitaro’, Jurnal Ilmiah Media Engineering, Vol. 2, 257-266.