• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERMOHONAN DAN PELAPORAN PERIZINAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERMOHONAN DAN PELAPORAN PERIZINAN"

Copied!
163
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN I

SURAT EDARAN BANK INDONESIA

NOMOR 14/15/DPM TANGGAL 10 MEI 2012 PERIHAL

PERIZINAN, PENGAWASAN, PELAPORAN, DAN PENGENAAN SANKSI BAGI PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK

PERMOHONAN DAN PELAPORAN PERIZINAN

Lampiran I.A. : Permohonan Izin Usaha Sebagai Pedagang Valuta Asing (PVA) Bukan Bank

Lampiran I.B. : Surat Pernyataan untuk Pemegang Saham

Lampiran I.C. : Surat Pernyataan untuk Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi

Lampiran I.D. : Wilayah Kerja Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri

Lampiran I.E. : Surat Kuasa untuk Pengambilan Dokumen Lampiran I.F. : Permohonan Pembukaan Kantor Cabang Lampiran I.G. : Pembukaan Gerai (Counter)

Lampiran I.H. : Permohonan Pemindahan Alamat Kantor (Pusat/Cabang) Lampiran I.I. : Permohonan Persetujuan Perubahan Pemegang Saham,

Anggota Dewan Komisaris dan/atau Anggota Direksi Lampiran I.J. : Laporan Perubahan Pemegang Saham, Pengangkatan

Anggota Dewan Komisaris dan/atau Anggota DireksiYang Telah Disetujui Bank Indonesia

Lampiran I.K. : Laporan Perubahan Nama Perseroan Terbatas (PT)

Lampiran I.L. : Laporan Perubahan Modal Dasar dan/atau Modal Disetor Lampiran I.M. : Laporan Penghentian Sementara Kegiatan Usaha Bagi

Kantor (Pusat/Cabang) PVA Bukan Bank

Lampiran I.N. : Laporan Pembukaan Kembali Kantor (Pusat/Cabang) PVA Bukan Bank dari Penghentian Sementara Kegiatan Usaha Lampiran I.O. : Laporan Perpanjangan Penghentian Sementara Kegiatan

Usaha Kantor (Pusat/Cabang) PVA Bukan Bank

Lampiran I.P. : Laporan Penghentian Permanen Kegiatan Usaha Kantor Pusat

Lampiran I.Q. : Laporan Penghentian Permanen Kegiatan Usaha Kantor

(2)

Lampiran I.A. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) No. :

Lamp.:

Kepada

Bank Indonesia/Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri 1) Di...

Perihal : Permohonan Izin Usaha Sebagai Pedagang Valuta Asing (PVA) Bukan Bank

Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk memperoleh izin usaha sebagai PVA Bukan Bank dengan data sebagai berikut:

Nama perusahaan : PT ...

Alamat perusahaan : ...

No.telepon/faksimili : ...

Sehubungan dengan permohonan tersebut di atas, terlampir kami sampaikan dokumen-dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan sebagai berikut:

1. fotokopi akta pendirian badan hukum perseroan terbatas yang memuat anggaran dasar beserta perubahan-perubahannya, dengan maksud dan tujuan perseroan adalah melakukan kegiatan jual beli Uang Kertas Asing (UKA) dan pembelian Traveller’s Cheque (TC);

2. fotokopi pengesahan sebagai badan hukum perseroan terbatas dari instansi yang berwenang;

3. dokumen pendukung masing-masing pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi berupa :

a) 1 (satu) lembar pas foto terbaru ukuran 4 x 6 cm;

b) fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku; dan c) daftar riwayat hidup (curriculum vitae) yang ditandatangani oleh yang

bersangkutan.

4. surat pernyataan pribadi bermeterai cukup dari masing-masing pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi 2); 5. bukti setoran modal yang berupa fotokopi rekening giro atau rekening

Lampiran I.A.

(3)

Lampiran I.A. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

atau surat perjanjian sewa atau bentuk lainnya atas penggunaan tempat usaha;

8. fotokopi surat keterangan domisili tempat usaha dari instansi pemerintah yang berwenang;

9. laporan keuangan berupa neraca perusahaan yang ditandatangani oleh Direktur;

10. struktur organisasi kantor pusat;

11. fotokopi akta pendirian badan hukum, yang memuat anggaran dasar beserta perubahan-perubahannya yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi yang berwenang3);

12. izin usaha badan hukum yang bersangkutan3);

13. fotokopi KTP dari Direksi atau pengurus yang berwenang bertindak untuk dan atas nama badan hukum yang bersangkutan3); dan

14. surat pernyataan dari Direksi atau pengurus yang berwenang bertindak untuk dan atas nama badan hukum yang bersangkutan, yang menyatakan bahwa3):

a. badan hukum tersebut tidak tercatat dalam daftar hitam nasional penarik cek dan/atau bilyet giro kosong;

b. badan hukum tersebut tidak memiliki kredit macet yang tercatat pada Bank Indonesia; dan

c. komitmen badan hukum tersebut untuk mematuhi peraturan yang mengatur mengenai pedagang valuta asing dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.

Demikian permohonan kami.

Hormat kami,

PT...

Ttd./Cap Perusahaan

Nama Jelas (Direksi)

1) sesuai wilayah kerja sebagaimana Lampiran I.D.

2) surat pernyataan pribadi bermeterai cukup sebagaimana Lampiran I.B dan Lampiran I.C.

3) dalam hal pemegang saham adalah badan hukum.

Proses Perizinan Tidak Dipungut Biaya

(4)

Lampiran I.B. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 mei 2012

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :

Tempat/Tanggal Lahir :

Alamat :

dengan ini menyatakan bahwa Saya selaku ”Pemegang Saham” PT ... :

1. tidak tercatat dalam daftar hitam nasional penarik cek dan/atau bilyet giro kosong;

2. tidak tercantum dalam kredit macet yang ditatausahakan dalam sistem informasi kredit pada Bank Indonesia;

3. tidak pernah dihukum karena terbukti melakukan tindak pidana di bidang perbankan, keuangan dan/atau pencucian uang dalam 2 (dua) tahun terakhir berdasarkan keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;

4. sumber dana yang digunakan dalam rangka kepemilikan perusahaan tidak berasal dari dan untuk tujuan pencucian uang (money laundering);

5. berkomitmen untuk mematuhi peraturan yang mengatur mengenai pedagang valuta asing dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila di kemudian hari diketahui ternyata pernyataan Saya tidak benar, maka Saya bersedia menerima risiko dan akibat dari tindakan yang diambil oleh Bank Indonesia.

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) Yang membuat pernyataan,

(Meterai Rp6000)

Lampiran I.B.

Surat Peryataan untuk Pemegang Saham

(5)

Lampiran I.C. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :

Tempat/Tanggal Lahir :

Alamat :

dengan ini menyatakan bahwa Saya selaku ”Komisaris/Direktur Utama/Direktur1)” PT ... :

1. tidak tercatat dalam daftar hitam nasional penarik cek dan/atau bilyet giro kosong;

2. tidak tercantum dalam kredit macet yang ditatausahakan dalam sistem informasi kredit pada Bank Indonesia;

3. tidak pernah dihukum karena terbukti melakukan tindak pidana di bidang perbankan, keuangan dan/atau pencucian uang dalam 2 (dua) tahun terakhir berdasarkan keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;

4. tidak pernah menjadi pemegang saham, anggota Dewan Komisaris atau anggota Direksi dari suatu perseroan terbatas dengan kegiatan usaha PVA yang dicabut izin usaha oleh Bank Indonesia karena pelanggaran dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sebelum tanggal pengajuan permohonan; dan

5. berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan kewajiban dalam menjalankan kegiatan usaha berdasarkan ketentuan mengenai pedagang valuta asing dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila di kemudian hari diketahui ternyata pernyataan Saya tidak benar, maka Saya bersedia menerima risiko dan akibat dari tindakan yang diambil oleh Bank Indonesia.

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) Yang membuat pernyataan, (Meterai Rp6000)

Nama Jelas

1) Pilih salah satu

Lampiran I.C.

Surat Peryataan untuk Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi

(6)

Lampiran I.D. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN

KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA DALAM NEGERI

No Nama Kantor Alamat Kantor Wilayah Kerja

1 Kantor Pusat di Jakarta

Jl. MH. Thamrin No.2, Jakarta 10350

DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kotamadya Bekasi, Kotamadya Bogor, Kotamadya Depok

2 KPw BI Provinsi Maluku

Jl. Raya Pattimura No. 7, Ambon 97124

Provinsi Maluku

3 KPw BI Balikpapan

Jl. Jend. Sudirman No.

20, Balikpapan,

Kalimantan Timur 76111

Kota Balikpapan, Kabupaten Pasir, dan Kabupaten Penajam Paser Utara

4 KPw BI Provinsi Aceh

Jl. Cut Meutia No.15, Banda Aceh 23243

Nanggroe Aceh Darussalam dikurangi wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe, yaitu meliputi Kota Banda Aceh, Kota Sabang,

Kabupaten Aceh Besar,

Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Simeulu, Kabupaten Aceh Selatan

5 KPw BI Provinsi Lampung

Jl. Hasanuddin No.38, Bandar Lampung 35211

Provinsi Lampung

6 KPw BI Wilayah VI (Jawa Barat &

Banten)

Jl. Braga No. 108, Bandung, Jawa Barat 40111

Provinsi Jawa Barat dikurangi wilayah kerja Kantor Pusat, KPw BI Cirebon, KPw BI Tasikmalaya, yaitu meliputi Kabupaten & Kota Bandung, Kabupaten Cianjur,

Lampiran I.D.

(7)

Lampiran I.D. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

No Nama Kantor Alamat Kantor Wilayah Kerja

7 KPw BI Wilayah II (Kalimantan)

Jl. Lambung Mangkurat No. 15, Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70111

Provinsi Kalimantan Selatan

8 KPw BI Batam Jl. Engku Putri Batam Centre, Batam 29432

Provinsi Kepulauan Riau

9 KPw BI Provinsi Bengkulu

Jl. Jend. Ahmad Yani No.

1, Bengkulu 38116

Provinsi Bengkulu

10 KPw BI Cirebon Jl. Yos Sudarso No. 5-7, Cirebon, Jawa Barat 45111

Kabupaten & Kota Cirebon,

Kabupaten Indramayu,

Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka

11 KPw BI Wilayah III (Bali dan Nusa Tenggara)

Jl. Letda Tantular No.4, Renon, Denpasar 80234

Provinsi Bali

12 KPw BI Provinsi Gorontalo

Jl. H. Nani Wartabone No.35 Gorontalo 96115

Provinsi Gorontalo

13 KPw BI Provinsi Jambi

Jl. Jend. Ahmad Yani No.14, Telanaipura, Jambi 36122

Provinsi Jambi

14 KPw BI Provinsi Papua dan Papua Barat

Jl. Dr. Sam Satulangi No.

9, Jayapura, Papua 99112

Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat

15 KPw BI Jember Jl. Gajah Mada No. 224, Jember, Jawa Timur 62133

Kabupaten Banyuwangi,

Kabupaten Bondowoso,

Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo

16 KPw BI Kediri Jl. Brawijaya No.2, Kediri, Jawa Timur 64123

Kabupaten/Kota Blitar,

Kabupaten/ Kota Kediri, Kabupaten/ Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung

(8)

Lampiran I.D. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

No Nama Kantor Alamat Kantor Wilayah Kerja

Sulawesi Tenggara No.150, Kendari, Sulawesi Tenggara 93122

18 KPw BI Provinsi Nusa Tenggara Timur

Jl. Tom Pello No.2, Kupang, Nusa Tenggara Timur 85225

Provinsi Nusa Tenggara Timur

19 KPw BI

Lhokseumawe

Jl. Merdeka No. 1, Lhokseumawe 24312

Kota Lhokseumawe, Kota Langsa,

Kabupaten Aceh Utara,

Kabupaten Aceh Jeumpa, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah,

Kabupaten Gayo Luwes,

Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Tamiang

20 KPw BI Wilayah I (Sulawesi, Maluku dan Papua)

Jl. Jend. Sudirman No. 3, Makassar, Sulawesi Selatan 90133

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

21 KPw BI Malang Jl. Merdeka Utara No. 7, Malang, Jawa Timur 65119

Kabupaten Lumajang, Kabupaten

& Kota Malang, Kabupaten & Kota Pasuruan, Kabupaten & Kota Probolinggo, dan Kota Batu

22 KPw BI Provinsi Nusa Tenggara Barat

Jl. Pejanggik No. 2

Mataram, Nusa Tenggara Barat 83126

Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa)

23 KPw BI Wilayah IX (Sumatera Utara dan Aceh)

Jl. Balai Kota No. 4, Medan, Sumatera Utara 20111

Provinsi Sumatera Utara dikurangi wilayah kerja KPw BI

Sibolga dan KPw BI

Pematangsiantar, yaitu meliputi Kabupaten Dairi, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Karo, Kabupaten Langkat, Kabupaten Pakpak Barat, Kabupaten Serdang

(9)

Lampiran I.D. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

No Nama Kantor Alamat Kantor Wilayah Kerja

25 KPw BI Wilayah VIII (Sumatera Barat, Riau, Kep Riau & Jambi)

Jl. Jend. Sudirman No.

22, Padang, Sumatera Barat 25128

Provinsi Sumatera Barat

26 KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah

Jl. Diponogoro No. 17, Palangkaraya, Kalimantan Tengah 73111

Provinsi Kalimantan Tengah

27 KPw BI Wilayah VII (Sumatera Selatan, Kep Bangka Belitung, Bengkulu &

Lampung)

Jl. Jend. Sudirman No.

510, Palembang,

Sumatera Selatan 30126

Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

28 KPw BI Provinsi Sulawesi Tengah

Jl. Sam Ratulangi No. 23, Palu, Sulawesi Tengah 94111

Provinsi Sulawesi Tengah

29 KPw BI Provinsi Riau

Jl. Jend. Sudirman No.

464, Pekan Baru 28126

Provinsi Riau

30 KPw BI

Pematangsiantar

Jl. Adam Malik No.1 Pematangsiantar 21116

Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Pematangsiantar, Kota Tanjungbalai

31 KPw BI Provinsi Kalimantan Barat

Jl. Jend A Yani No. 2, Pontianak, Kalimantan Barat 78124

Provinsi Kalimantan Barat

32 KPw BI Purwokerto

Jl. Jend. Gatot Subroto No. 98, Purwokerto, Jawa Tengah 53116

Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga 33 KPw BI Provinsi

Kalimantan Timur

Jl. Gajah Mada No.1, Samarinda, Kalimantan Timur 75122

Provinsi Kalimantan Timur dikurangi wilayah kerja KPw BI Balikpapan, yaitu meliputi Kota Samarinda, Kota Tarakan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat,

(10)

Lampiran I.D. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

No Nama Kantor Alamat Kantor Wilayah Kerja

Bulungan, Kabupaten Bulungan Utara (Nunukan) dan Kabupaten Bulungan Selatan (Malinau).

34 KPw BI Wilayah V (Jawa Tengah &

Yogyakarta)

Jl. Imam Bardjo SH No. 4, Semarang, Jawa Tengah 50241

Provinsi Jawa Tengah dikurangi wilayah kerja KPw BI Purwokerto, KPw BI Solo dan KPw BI Tegal yaitu meliputi Kabupaten Blora, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Jepara, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Kendal, Kabupaten Kudus, Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Pati, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Rembang, Kabupaten/Kota Semarang,

Kabupaten Temanggung,

Kabupaten Wonosobo, Kota Salatiga

35 KPw BI Provinsi Banten

Jl. Yusuf Martadilaga No.

12, Serang, Banten 42117

Propinsi Banten

36 KPw BI Sibolga Jl. Kapten Maruli Sitorus No. 8, Sibolga, Sumatera Utara 22513

Kabupaten Humbang

Hasundutan, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Samosir, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba Samosir, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas, dan Kabupaten Padang Lawas Utara, Kota Gunung sitoli dan Kota Padang Sidimpuan

(11)

Lampiran I.D. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

No Nama Kantor Alamat Kantor Wilayah Kerja

38 KPw BI Wilayah IV (Jawa Timur)

Jl. Pahlawan No.105, Surabaya, Jawa Timur 60174

Provinsi Jawa Timur dikurangi wilayah kerja KPw BI Jember, KPw BI Kediri, dan KPw BI Malang, yaitu meliputi Kabupaten

Bangkalan, Kabupaten

Bojonegoro, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten/ Kota

Mojokerto, Kabupaten

Pamekasan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Tuban, Kota Surabaya

39 KPw BI Tasikmalaya

Jl. Sutisna Senjaya No.

19, Tasikmalaya, Jawa Barat 46112

Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kota Banjar

40 KPw BI Tegal Jl. Dr. Sutomo No.55 Tegal 52113

Kabupaten Batang, Kabupaten Brebes, Kabupaten/ Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten/Kota Tegal

41 KPw BI Provinsi Maluku Utara

Jl. Jos Sudarso No. 1, Ternate, Maluku 97711

Provinsi Maluku Utara

42 KPw BI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Jl. Panembahan Senopati No. 4-6, Yogyakarta 55121

Daerah Istimewa Yogyakarta

(12)

Lampiran I.E. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012 Lampiran I.E.

SURAT KUASA Yang bertandatangan di bawah ini:

... (Nama), ... (Jabatan), bertempat tinggal di ... (kota), dalam hal ini bertindak dalam jabatannya mewakili Direksi 1) PT. ... berdasarkan Anggaran Dasar yang dimuat dalam Akta ... tanggal ... dan dengan demikian mewakili PT. ... (selanjutnya disebut “Pemberi Kuasa”), dengan ini memberikan kuasa kepada :

1. ... (Nama), ... (Jabatan), bertempat tinggal di ... (kota), 2. dst.

selanjutnya disebut “Penerima Kuasa”,

Untuk dan atas nama Direksi PT. ... melakukan pengambilan dokumen ... 2) (misal : KPmIU, Sertifikat Kantor Pusat/Cabang dan/atau Surat Persetujuan Pembukaan Kantor Cabang, Sandi Pelapor berikut User ID dan Password LKPBU).

Demikian surat kuasa ini dibuat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

(Kota), (tanggal, bulan, tahun)

Penerima Kuasa, Pemberi Kuasa,

Ttd (Meterai Rp6000) (...) Nama Jelas (Direksi)

Surat Kuasa untuk Pengambilan Dokumen

(13)

Lampiran I.G. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

Lampiran I.F.

(Kota), (tanggal, bulan, tahun)

No. : Lamp.:

Kepada

Bank Indonesia/Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri 1) Di...

Perihal : Permohonan Pembukaan Kantor Cabang

Dengan ini kami mengajukan permohonan pembukaan kantor cabang (KC) dengan data sebagai berikut :

Nama PVA : ...

Nomor dan tanggal KPmIU : ...

Alamat KC yang akan dibuka : ...

No.telepon/faksimili KC : ...

Jumlah & alamat KC yang telah dimiliki/disetujui : ...

- ...

- ...

Untuk melengkapi permohonan dimaksud, sebagai bahan pertimbangan terlampir kami sampaikan :

1. fotokopi bukti kepemilikan tempat usaha sebagai kantor cabang atas nama perusahaan, pemegang saham, anggota Dewan Komisaris, dan/atau anggota Direksi, atau surat perjanjian sewa menyewa atau bentuk lainnya atas penggunaan tempat usaha sebagai kantor cabang;

2. surat pernyataan bermeterai cukup dari anggota Direksi bahwa kantor cabang yang direncanakan merupakan unit kegiatan usaha yang tidak terpisahkan dari kegiatan usaha kantor pusat PVA Bukan Bank;

3. fotokopi surat keterangan domisili tempat usaha dari instansi pemerintah yang berwenang untuk setiap kantor cabang; dan

4. struktur organisasi kantor cabang.

Demikian permohonan kami.

Hormat kami,

PT...

Ttd./Cap Perusahaan Nama Jelas (Direksi)

1) sesuai wilayah kerja sebagaimana Lampiran I.D.

Proses Permohonan Tidak Dipungut Biaya

(14)

Lampiran I.G. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

Lampiran I.G.

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) No. :

Lamp. :

Kepada

Bank Indonesia/Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri 1) Di...

Perihal : Pembukaan Gerai (Counter)

Dengan ini kami sampaikan rencana pembukaan gerai (counter) PVA Bukan Bank yang beralamat di ... selama 1 (satu) bulan, terhitung mulai tanggal ……… dengan alasan pembukaan gerai (counter) yaitu...

Demikian agar maklum.

Hormat kami,

PT...

Ttd./Cap Perusahaan

Nama Jelas (Direksi)

(15)

Lampiran I.I. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

Lampiran I.H.

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) No. :

Lamp. : Kepada

Bank Indonesia/ Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri 1) Di...

Perihal : Permohonan Pemindahan Alamat Kantor (Pusat/Cabang)2)

Dengan ini kami mengajukan permohonan pemindahan alamat kantor (Pusat/Cabang)2) yang semula beralamat di ...

Telepon/Faksimili ... menjadi beralamat di ...

Telepon/Faksimili ... dengan alasan ...

Untuk melengkapi permohonan dimaksud, sebagai bahan pertimbangan terlampir kami sampaikan :

1. fotokopi surat keterangan domisili perusahaan dari instansi pemerintah yang berwenang;

2. fotokopi bukti kepemilikan tempat usaha atas nama perusahaan, pemegang saham, anggota Dewan Komisaris, dan/atau anggota Direksi, atau surat perjanjian sewa menyewa atau bentuk lainnya atas penggunaan tempat usaha yang baru;

3. fotokopi akta perubahan anggaran dasar3);

4. fotokopi persetujuan perubahan Anggaran Dasar dari instansi yang berwenang3);

Demikian permohonan kami.

Hormat kami,

PT...

Ttd./Cap Perusahaan

Nama Jelas (Direksi)

1) sesuai wilayah kerja sebagaimana Lampiran I.D.

2) pilih sesuai perubahan yang dilakukan

3) menyampaikan fotokopi dokumen sebagaimana dimaksud pada angka 3 dan 4, dalam hal pemindahan alamat kantor pusat PVA Bukan Bank menyebabkan perubahan tempat kedudukan perseroan.

Proses Permohonan Tidak Dipungut Biaya

(16)

Lampiran I.I. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

Lampiran I.I.

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) No. :

Lamp. : Kepada

Bank Indonesia/ Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri1) Di...

Perihal : Permohonan Persetujuan Perubahan Pemegang Saham, Anggota Dewan Komisaris dan/atau Anggota Direksi2)

Dengan ini kami mengajukan calon pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi PVA Bukan Bank1) sebagai berikut:

Nama Jabatan Nama Jabatan

1. ... ... menggantikan ... ...

2. ... ... menggantikan ... ...

Sehubungan dengan permohonan tersebut di atas, terlampir kami sampaikan dokumen-dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan sebagai berikut :

1. fotokopi risalah hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS); dan

2. dokumen pendukung masing-masing calon pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi2) berupa :

a. 1 (satu) lembar pas foto terbaru ukuran 4 x 6 cm;

b. fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku; dan c. daftar riwayat hidup (curriculum vitae) yang ditandatangani oleh

yang bersangkutan.

3. surat pernyataan pribadi bermeterai cukup dari masing-masing calon pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi yang diusulkan3).

Demikian permohonan kami.

Hormat kami,

PT...

Ttd./Cap Perusahaan Nama Jelas (Direksi)

(17)

Lampiran I.L. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

Lampiran I.J.

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) No. :

Lamp. : Kepada

Bank Indonesia/Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri1) Di...

Perihal : Laporan Perubahan Pemegang Saham, Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris dan/atau Anggota Direksi2) Yang Telah Disetujui Bank Indonesia

Dengan ini kami beritahukan bahwa berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham, dengan ini kami sampaikan perubahan pemegang saham, pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi2) yang telah disetujui Bank Indonesia sebagai berikut:

1. ...(Nama) ...(Jabatan) 2. ...(Nama) ...(Jabatan)

Sehubungan dengan permohonan tersebut di atas, terlampir kami sampaikan dokumen-dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan sebagai berikut :

1. fotokopi akta perubahan anggaran dasar/notulen rapat perubahan anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi3); dan

2. fotokopi bukti penerimaan pemberitahuan atau pengesahan perubahan anggaran dasar dari instansi yang berwenang3).

Demikian agar maklum.

Hormat kami,

PT...

Ttd./Cap Perusahaan Nama Jelas (Direksi)

1) sesuai wilayah kerja sebagaimana Lampiran I.D.

2) pilih sesuai dengan perubahan yang dilakukan

3) apabila perubahan pemegang saham, Dewan Komisaris dan/atau Direksi wajib dituangkan dalam akta perubahan anggaran dasar

(18)

Lampiran I.L. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

Lampiran I.K.

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) No. :

Lamp. : Kepada

Bank Indonesia/Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri1) Di...

Perihal : Laporan Perubahan Nama Perseroan Terbatas (PT)

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham dengan nomor akta………..tanggal……….., yang telah memperoleh persetujan perubahan anggaran dasar dengan nomor…………. tanggal………, dengan ini kami beritahukan perubahan nama perseroan terbatas dari semula bernama………..berubah menjadi………

Untuk melengkapi pemberitahuan dimaksud, terlampir kami sampaikan dokumen-dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan sebagai berikut:

1. fotokopi akta perubahan Anggaran Dasar;

2. fotokopi persetujuan perubahan Anggaran Dasar dari instansi yang berwenang; dan

3. asli sertifikat izin usaha sebagai PVA Bukan Bank dan sertifikat kantor cabang yang dimiliki.

Demikian agar maklum.

Hormat kami,

PT...

Ttd./Cap Perusahaan

Nama Jelas (Direksi)

(19)

Lampiran I.L. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) No. :

Lamp. : Kepada

Bank Indonesia/Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri1) Di...

Perihal : Laporan Perubahan Modal Dasar dan/atau Modal Disetor2)

Dengan ini kami beritahukan bahwa berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham dengan nomor akta ………. tanggal …………, telah dilakukan perubahan modal dasar dan/atau modal disetor sebagai berikut:

1. Modal dasar semula Rp……… menjadi Rp………..;

2. Modal disetor : No Pemegang

Saham Lama Modal Disetor Pemegang

Saham Baru Modal Disetor

Untuk melengkapi pemberitahuan dimaksud, terlampir kami sampaikan dokumen-dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan sebagai berikut:

a. fotokopi akta perubahan Anggaran Dasar3);

b. fotokopi persetujuan perubahan Anggaran Dasar dari instansi yang berwenang3);

c. Fotokopi akta atau risalah RUPS tentang perubahan modal disetor4); d. fotokopi penerimaan pemberitahuan dari instansi yang berwenang4); e. fotokopi bukti setoran modal yang berupa fotokopi rekening giro atau

tabungan atas nama perusahaan di bank4). Demikian agar maklum.

Hormat kami,

PT...

Ttd./Cap Perusahaan Nama Jelas (Direksi)

1) sesuai wilayah kerja sebagaimana Lampiran I.D.

2) pilih sesuai dengan perubahan yang dilakukan

3) dalam hal perubahan modal dasar, maka menyampaikan dokumen pada huruf a dan huruf b

4) dalam hal perubahan modal disetor, maka menyampaikan dokumen pada huruf c dan huruf d

Lampiran I.L.

(20)

Lampiran I.M. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

(Kota), (tanggal, bulan,tahun) No. :

Lamp.:

Kepada

Bank Indonesia/Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri1) Di...

Perihal : Laporan Penghentian Sementara Kegiatan Usaha Bagi Kantor (Pusat/Cabang)2) PVA Bukan Bank

Dengan ini kami beritahukan penghentian sementara kegiatan usaha bagi Kantor (Pusat/Cabang)2) selama 6 (enam)3) bulan terhitung mulai tanggal

……… dengan alasan penghentian sementara kegiatan usaha dimaksud adalah ………..

Berikut data terkait Kantor (Pusat/Cabang)2) yang kami hentikan sementara kegiatan usaha :

1. Kantor Pusat2)

Nama PVA : ...

Nomor dan tanggal KPmIU : ...

Alamat PVA : ...

No. Telepon/Faksimili PVA : ...

Surat Persetujuan Pembukaan KC : ...

Alamat KC yang dimiliki : ...

No. Telepon/Faksimili KC : ...

2. Kantor Cabang2)

Nama KC : ...

Surat Persetujuan Pembukaan KC : ...

Alamat KC : ...

No. Telepon/Faksimili KC : ...

Demikian agar maklum.

Hormat kami, PT...

Ttd./Cap Perusahaan Lampiran I.M.

(21)

Lampiran I.N. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) No. :

Lamp. : Kepada

Bank Indonesia/ Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri1) Di...

Perihal : Laporan Pembukaan Kembali Kantor (Pusat/Cabang)2) PVA Bukan Bank dari Penghentian Sementara Kegiatan Usaha Menunjuk surat Bank Indonesia No… tanggal….. perihal Penghentian Sementara Kegiatan Usaha Kantor (Pusat/Cabang)2) PVA Bukan Bank, dengan ini kami melaporkan pembukaan kembali Kantor (Pusat/Cabang)2) yang telah dibuka3)/akan dibuka4) pada tanggal...

Demikian agar maklum.

Hormat kami,

PT...

Ttd./Cap Perusahaan

Nama Jelas (Direktur)

1) sesuai wilayah kerja sebagaimana Lampiran I.D.

2) pilih sesuai penghentian sementara kantor yang dilakukan

3) dalam hal PVA Bukan Bank melakukan pembukaan kembali kegiatan usaha kantor (pusat/cabang) setelah berakhirnya jangka waktu penghentian sementara kegiatan usaha, maka pilih ”....yang telah dibuka....”

4) dalam hal PVA Bukan Bank melakukan pembukaan kembali kegiatan usaha kantor (pusat/cabang) sebelum berakhirnya jangka waktu penghentian sementara kegiatan usaha, maka pilih ”....yang akan dibuka....”

Lampiran I.N

(22)

Lampiran I.P. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

Lampiran I.O.

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) No. :

Lamp. : Kepada

Bank Indonesia/ Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri1) Di...

Perihal : Laporan Perpanjangan Penghentian Sementara Kegiatan Usaha Kantor (Pusat/Cabang)2) PVA Bukan Bank

Menunjuk surat kami No. … tanggal ….. perihal Laporan Penghentian Sementara Kegiatan Usaha Bagi Kantor (Pusat/Cabang)2) PVA Bukan Bank, dengan ini kami melaporkan tambahan waktu untuk penghentian sementara kegiatan usaha selama... (....) bulan3) terhitung sejak tanggal ...

(tanggal berakhirnya penghentian sementara kegiatan usaha Kantor (Pusat/Cabang)2)).

Demikian agar maklum.

Hormat kami,

PT...

Ttd./Cap Perusahaan

Nama Jelas (Direktur)

(23)

Lampiran I.P. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) No. :

Lamp. : Kepada

Bank Indonesia/ Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri1) Di...

Perihal: Laporan Penghentian Permanen Kegiatan Usaha Kantor Pusat

Dengan ini kami beritahukan penghentian permanen kegiatan usaha bagi Kantor Pusat kami, yang telah kami hentikan kegiatan usahanya pada tanggal….…… dengan alasan penghentian …………. Adapun data terkait penghentian permanen kegiatan usaha dimaksud adalah sebagai berikut:

Nama PVA : ...

Nomor dan tanggal KPmIU : ...

Alamat Kantor Pusat : ...

No. Telepon/Faksimili Kantor Pusat : ...

Jumlah Kantor Cabang yang dimiliki : ...

Sehubungan dengan pemberitahuan tersebut di atas, terlampir kami sampaikan dokumen-dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan sebagai berikut :

1. asli KPmIU;

2. asli surat persetujuan pembukaan kantor cabang 2);

3. asli sertifikat izin usaha (kantor pusat/kantor pusat maupun kantor cabang3));

4. asli logo PVA Berizin yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (logo PVA Berizin kantor pusat/kantor pusat maupun kantor cabang3));

5. fotokopi risalah RUPS mengenai penghentian kegiatan usaha PVA Bukan Bank; dan

6. surat pernyataan bermeterai cukup dari pemegang saham bahwa langkah-langkah penyelesaian kewajiban yang terkait dengan kegiatan PVA Bukan Bank telah diselesaikan dan apabila terdapat tuntutan di kemudian hari menjadi tanggung jawab pemegang saham.

Demikian agar maklum.

Hormat kami, PT...

Ttd./Cap Perusahaan Nama Jelas (Direksi)

Lampiran I.P.

(24)

Lampiran I.Q. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

Lampiran I.Q.

(Kota), (tanggal, bulan, tahun) No. :

Lamp. : Kepada

Bank Indonesia/ Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri1) Di...

Perihal : Laporan Penghentian Permanen Kegiatan Usaha Kantor Cabang Dengan ini kami melaporkan penghentian permanen kegiatan usaha bagi Kantor Cabang kami terhitung sejak tanggal………dengan alasan penghentian ……….

Adapun data terkait penghentian permanen kegiatan usaha dimaksud adalah sebagai berikut:

Nama PVA : ...

Nomor Surat Persetujuan Pembukaan KC : ...

Alamat KC : ...

No. Telepon/Faksimili KC : ...

Sehubungan dengan pemberitahuan tersebut di atas, terlampir kami sampaikan dokumen-dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan sebagai berikut:

1. asli surat persetujuan pembukaan kantor cabang;

2. asli sertifikat kantor cabang; dan

3. asli logo PVA berizin bagi kantor cabang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Demikian agar maklum.

Hormat kami, PT...

Ttd./Cap Perusahaan

Nama Jelas (Direksi)

(25)

LAMPIRAN II

SURAT EDARAN BANK INDONESIA

NOMOR 14/15/DPM TANGGAL 10 MEI 2012 PERIHAL

PERIZINAN, PENGAWASAN, PELAPORAN, DAN PENGENAAN SANKSI BAGI PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK

Pedoman Pembukuan dan Penyusunan Laporan Berkala PVA Bukan Bank

Lampiran II.A. Contoh Laporan Kegiatan Usaha Lampiran II.B. Contoh Laporan Keuangan

Lampiran II.C. Pedoman Pembukuan dan Penyusunan Laporan Berkala PVA Bukan Bank

(26)

Lampiran II.A. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

CONTOH LAPORAN KEGIATAN USAHA

Keterangan:

1) LKU UKA untuk Laporan transaksi pembelian dan penjualan UKA.

LKU TC untuk Laporan transaksi pembelian dan pencairan TC.

2) Jenis Valuta : Diisi sesuai dengan jenis valuta yang ditransaksikan.

3) Saldo Awal dalam UKA/TC: Jumlah saldo awal transaksi Uang Kertas Asing (UKA) bulan yang bersangkutan berasal dari saldo akhir transaksi UKA bulan lalu.

4) Saldo Awal UKA/TC dalam Rupiah : Jumlah saldo awal UKA dalam Rupiah bulan yang bersangkutan berasal dari saldo akhir UKA dalam Rupiah bulan lalu.

5) Pembelian UKA/TC dalam UKA : Total pembelian UKA yang ditransaksikan pada bulan yang bersangkutan.

6) Pembelian UKA/TC dalam Rupiah : Total pembelian UKA dalam Rupiah yang ditransaksikan pada bulan yang bersangkutan (dengan menggunakan kurs riil transaksi PVA).

7) Penjualan UKA/TC dalam UKA : Total penjualan UKA yang ditransaksikan pada bulan yang bersangkutan.

Untuk Pencairan TC dalam UKA : Total pencairan TC yang sudah

PT.……… (NAMA PERUSAHAAN (PVA) LAPORAN KEGIATAN USAHA TRANSAKSI JUAL BELI UKA/TC1)

PERIODE ………

SANDI PERUSAHAAN (PVA): ……

No Jenis Valuta 2)

Saldo Awal

UKA (A) Pembelian (B) Penjualan (C) Saldo Akhir UKA (D)

Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah

UKA9)

Kurs Tengah10)

Jumlah Rp11) UKA3) Rp4) UKA5) Rp6) UKA7) Rp8)

1 AUD

2 USD

3 JPY

4 HKD

5 CNY

6 MYR

7 EUR

8 GBP

9 HKD

10 JPY

11 KRW

12 dst

13 dst

14 dst

15 dst

TOTAL

Lampiran II.A.

(27)

Lampiran II.A. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

9) Saldo Akhir UKA/TC : Jumlah saldo akhir UKA bulan yang bersangkutan yang merupakan perhitungan:

10) Kurs Tengah : Kurs yang berasal dari Kurs Transaksi Bank Indonesia dengan perhitungan sebagai berikut :

Jika mata uang yang bersangkutan tidak ada pada daftar kurs transaksi BI, maka kurs tengah untuk mata uang tersebut menggunakan kurs riil transaksi PVA Bukan Bank.

Penyajian untuk mata uang JPY pada website Bank Indonesia (www.bi.go.id) dalam satuan nilai 100 sehingga kurs tengah transaksi untuk mata uang JPY akan bernilai 100. Nilai tersebut yang akan digunakan dalam penyusunan LKU.

Jumlah saldo akhir UKA/TC dalam Rupiah untuk mata uang JPY yang bernilai 100 tersebut akan terbagi secara otomatis menjadi bernilai 1.

11) Saldo Akhir UKA/TC dalam Rupiah : jumlah UKA dalam Rupiah pada akhir bulan yang bersangkutan setelah dikonversikan dengan kurs tengah transaksi.

Saldo Akhir UKA = Saldo Awal UKA+Pembelian UKA – Penjualan UKA

Kurs tengah transaksi = (kurs transaksi jual BI + kurs transaksi beli BI)

2

Saldo Akhir TC = Saldo Awal TC +Pembelian TC – Penjualan TC

(28)

Lampiran II.B. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

Lampiran II.B.

CONTOH LAPORAN KEUANGAN A. Laporan Laba Rugi

LAPORAN LABA/(RUGI)

PT...

Periode 1 Januari s.d. 31 Desember 200X

SANDI PERUSAHAAN (PVA): ... (dalam Rupiah)

Pendapatan dan Beban Operasional

Pendapatan Operasional

Penjualan UKA Rp -

Pencairan TC Rp -

Rp -

Harga Pokok Penjualan

Saldo Awal UKA dan TC Rp -

Pembelian UKA dan TC Rp -

Saldo Akhir UKA dan TC (-/-) Rp -

Rp -

Pendapatan/(Rugi) Operasional Kotor UKA-TC Rp -

Pendapatan Pengiriman Uang Rp -

Pendapatan/(Rugi) Operasional Kotor Rp -

Beban Operasional

Gaji, Upah, dan Tunjangan Rp -

Sewa Rp -

Iklan dan promosi Rp -

Air, Listrik, dan Telepon Rp - Transportasi dan Perjalanan Rp - Pemeliharaan kendaraan Rp - Penyusutan Aktiva Tetap Rp -

Asuransi Rp -

Lain-lain*) Rp -

Rp -

Pendapatan/(Rugi) Operasional Bersih Rp -

Pendapatan/(Beban) Lain-lain

Pendapatan Bunga Bank Rp - Biaya Administrasi Bank Rp - Biaya Bunga Pinjaman Rp -

Laba/(Rugi) Penjualan Asset Tetap (net)

- Laba Rp -

- Rugi (-/-) Rp -

Laba/(Rugi) Selisih Kurs (net)

- Laba Rp -

- Rugi (-/-) Rp -

Lain-Lain (net)

- Pendapatan Rp -

- Beban (-/-) Rp -

Rp -

(29)

Lampiran II.B. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

B. Neraca

NERACA

PT...

Per 31 Desember 200X

SANDI PERUSAHAAN :... (dalam Rupiah)

ASSET KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Kas dan Bank dalam Rp KEWAJIBAN

Kas Rp - Pinjaman yang diterima

Bank Rp - Dalam Rupiah Rp -

Rp - Dalam UKA Rp -

Rp -

Kas dan Bank dalam UKA

Kas Rp - Hutang Sewa Rp -

Bank Rp - Kewajiban Pengiriman Uang Rp -

Rp - Kewajiban Lain-Lain Rp -

EKUITAS

Piutang TC Rp -

Piutang Lain-Lain Rp - Modal Disetor Rp -

Sewa dibayar dimuka Rp - Laba ditahan/(akum. rugi) - net

Asuransi dibayar dimuka Rp - - Laba Rp -

- Rugi (-/-) Rp -

Asset Tetap Rp -

Harga Perolehan Rp - Akum.Penyusutan(-/-) Rp -

Rp -

Asset Lain-lain Rp -

Jumlah Asset Rp - Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp -

*) Isi di salah satu sub-akun sesuai dengan saldo netto akun

(30)

Lampiran II.B. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

C. Perubahan Ekuitas

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS PT...

Periode ...

SANDI PERUSAHAAN :... (dalam Rupiah)

Keterangan Modal

disetor

Laba ditahan/

(akumulasi rugi)

Jumlah

Saldo per tanggal 31 Desember XX Rp -

- Saldo Positif Rp - Rp -

- Saldo Negatif Rp - Rp -

Laba/(Rugi) periode berjalan Rp -

- Laba Rp -

- Rugi (-/-) Rp -

Pembagian deviden (-/-) Rp - Rp -

Lain-lain Rp -

- Menambah Ekuitas Rp -

- Mengurangi Ekuitas (-/-) Rp -

Saldo per tanggal 31 Desember XX+1 Rp - Rp - Rp -

(31)

Lampiran II.C. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/ /DPM tanggal

Lampiran II.C.

PEDOMAN PEMBUKUAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN BERKALA

PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK

DEPARTEMEN PENGELOLAAN MONETER BANK INDONESIA

(32)

Lampiran II.C. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012

DAFTAR ISI

Hal BAB 1 UMUM

A. Tujuan Penyusunan Pedoman………... .. 1 B. Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan……… 1 BAB 2 KONSEP DASAR PEDOMAN PEMBUKUAN

DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PVA BUKAN BANK

Standar Keuangan, Perundangan dan Peraturan yang

Mendasari………..……… 2 BAB 3 AKUNTANSI ASET

A. Pengertian dan Dasar Pencatatan Aset..………... 3 B. Kas dan Bank…..………... 3 C. Piutang TC……….. 4 D. Piutang Lain-Lain ……….. 4 E. Sewa Dibayar Di muka ………. 4 F. Asuransi Dibayar Di muka ………... 4 G. Aset Tetap...……… 4 H. Aset Lain-Lain………... 5 BAB 4 AKUNTANSI KEWAJIBAN (LIABILITAS)

A. Pengertian dan Dasar Pencatatan Kewajiban….…..………. 6 B. Pinjaman Yang Diterima...………. 6 C. Hutang Sewa ……….. 6 D. Kewajiban Pengiriman Uang (Money Remittance) ……… 7 E. Kewajiban Lain-Lain………..………. 7 BAB 5 AKUNTANSI EKUITAS

A. Pengertian dan Dasar Pencatatan Ekuitas…..………..………. 8 B. Modal Disetor………..……… 8 C. Saldo Laba Rugi ………. 8 BAB 6 AKUNTANSI PENDAPATAN DAN BEBAN

A. Prinsip Pengakuan Pendapatan dan Beban..………...……….. 9 B. Pendapatan Operasional………..……….…... 9 C. Beban Operasional...……….……..……….………….. 9 D. Pendapatan dan Beban Lain-Lain……….. 10 BAB 7 AKUNTANSI PERPAJAKAN ……….. 11

(33)

BAB 1 U M U M

A. Tujuan Penyusunan Pedoman

• Menghimpun prinsip dan praktek akuntansi yang relevan dengan kegiatan – kegiatan Pedagang Valuta Asing (PVA) Bukan Bank sebagaimana diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang PVA.

• Menciptakan keseragaman penerapan perlakuan akuntansi dan penyajian laporan keuangan sehingga meningkatkan daya banding atas laporan keuangan tersebut.

• Mempermudah PVA Bukan Bank dalam menyusun Laporan Berkala (Laporan Kegiatan Usaha UKA dan TC, dan Laporan Keuangan)

• Meningkatkan daya verifikasi atas suatu transaksi sehingga dapat diketahui kewajarannya.

B. Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan

• Merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang meliputi laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca dan catatan penjelasan yang menjadi bagian dari laporan keuangan. Laporan keuangan disusun dan disajikan secara konsolidasi paling kurang setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

• Memberikan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja perusahaan serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai laporan di dalam mengambil keputusan.

• Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktivitas kegiatan usaha dan perubahan aset netto suatu PVA Bukan Bank yang timbul dari kegiatan transaksi penukaran valuta asing (valas).

Contoh dan Lampiran di dalam Buku Pedoman Penyusunan Pembukuan dan Laporan Keuangan untuk PVA Bukan Bank (Buku Pedoman) ini hanya sebagai ilustrasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing PVA Bukan Bank agar tercapai penyajian laporan keuangan secara wajar.

(34)

BAB 2

KONSEP DASAR PENYUSUNAN PEDOMAN PEMBUKUAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PVA BUKAN BANK

Penyusunan Buku Pedoman ini berdasarkan prinsip – prinsip akuntansi pada umumnya sebagaimana diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Indonesia dan Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang PVA yang berlaku.

(35)

BAB 3 AKUNTANSI ASET

A. Pengertian dan Dasar Pencatatan Aset

Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan.

Aset diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa manfaat ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan aset tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.

Aset tidak diakui dalam neraca kalau pengeluaran telah terjadi dan manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin mengalir ke dalam perusahaan setelah periode akuntansi berjalan. Sebagai alternatif transaksi semacam itu menimbulkan pengakuan beban dalam laporan laba rugi.

Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset adalah potensi dari aset tersebut untuk memberikan sumbangan baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset yang dapat mengalir ke dalam perusahaan dengan beberapa cara, misalnya:

a. digunakan baik sendiri maupun bersama aset lain dalam produksi barang dan jasa yang dijual oleh perusahaan;

b. dipertukarkan dengan aset lain;

c. digunakan untuk menyelesaikan kewajiban; atau d. dibagikan kepada para pemilik perusahaan.

B. Kas dan Bank

Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.

Dalam kaitannya dengan PVA Bukan Bank perkiraan Kas dalam UKA meliputi saldo berbagai jenis Uang Kertas Asing (UKA) yang tersedia untuk diperjualbelikan yang disetarakan dalam Rupiah menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada periode Laporan Keuangan.

Bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.

Perkiraan Bank dalam UKA meliputi saldo berbagai jenis Uang Kertas Asing (UKA) yang tersisa di rekening giro perusahaan yang disetarakan dalam Rupiah menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada periode Laporan Keuangan.

(36)

C. Piutang TC

Piutang TC adalah piutang yang timbul atas pembelian TC dari nasabah yang belum dicairkan menjadi kas atau bank. Piutang TC meliputi TC yang sudah dan belum ditagih ke bank atau lembaga penerbit.

D. Piutang Lain-Lain

Piutang lain-lain adalah piutang yang terjadi selain dari piutang TC yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Contohnya Piutang Karyawan yang diharapkan dapat tertagih dalam satu tahun atau siklus usaha normal dengan catatan atas laporan keuangan.

E. Sewa Dibayar Di Muka

Sewa dibayar dimuka adalah biaya yang telah terjadi untuk aktivitas perusahaan yang akan datang. Sewa di bayar dimuka diklasifikasikan sebagai biaya dibayar dimuka dalam kelompok aktiva lancar yang direalisasikan dalam satu tahun atau dalam siklus operasi normal perusahaan dengan catatan atas laporan keuangan.

F. Asuransi Dibayar Di Muka

Asuransi dibayar dimuka adalah biaya yang telah terjadi untuk aktivitas perusahaan yang akan datang. Asuransi di bayar dimuka diklasifikasikan sebagai biaya dibayar dimuka dalam kelompok aktiva lancar yang direalisasikan dalam satu tahun atau dalam siklus operasi normal perusahaan.

G. Aset Tetap

Aset tetap adalah aset berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasional perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

Aset tetap disajikan berdasarkan nilai perolehan aset tersebut dikurangi akumulasi penyusutan.

Penyusutan adalah alokasi sistematik jumlah yang dapat disusutkan (depreciable) dari suatu aset sepanjang masa manfaat.

Masa manfaat adalah :

(a) periode suatu aset diharapkan digunakan oleh perusahaan, atau

(b) jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan diperoleh dari aset oleh perusahaan.

Penyusutan untuk periode akuntansi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi untuk periode akuntansi yang bersangkutan.

(37)

H. Aset Lain-Lain

Aset lain-lain adalah pos-pos yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai aset lancar atau aset tetap dan tidak cukup material untuk disajikan dalam pos tersendiri.

Contoh aset lain-lain dalam PVA Bukan Bank adalah amortisasi dan sebagainya.

(38)

BAB 4

AKUNTANSI KEWAJIBAN (LIABILITAS)

A. Pengertian dan Dasar Pencatatan Kewajiban (Liabilitas)

Kewajiban (Liabilitas) adalah merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.

Penyelesaian kewajiban dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya : (a) Pembayaran kas

(b) Penyerahan aset lain

(c) Penggantian kewajiban tersebut dengan kewajiban lain; atau (d) Konversi kewajiban menjadi ekuitas

Kewajiban diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang memiliki manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban sekarang dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal.

Semua kewajiban yang diketahui harus dicatat. Untuk kewajiban yang ada tetapi besarnya tergantung pada kejadian dimasa yang akan datang, jumlahnya harus ditaksir. Bila jumlah tersebut tidak dapat ditaksir dengan wajar, maka kewajiban tersebut harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.

B. Pinjaman Yang Diterima

Pinjaman yang diterima adalah fasilitas pinjaman yang diterima dari bank atau pihak lain, termasuk dari pemegang saham, baik dalam Rupiah maupun dalam mata uang asing, dan harus dibayar bila telah jatuh tempo.

Dalam pengertian pinjaman yang diterima tidak termasuk modal disetor dimuka.

Pinjaman yang diterima disajikan sebesar saldo pinjaman yang diterima PVA Bukan Bank pada tanggal laporan.

C. Hutang Sewa

Hutang sewa merupakan kewajiban perusahaan masa kini akibat penggunaaan aset tetap yang penyelesaiannya pada pihak lain belum terpenuhi pada tanggal

(39)

D. Kewajiban (Liabilitas) Pengiriman Uang/Money Remittance

Kewajiban (Liabilitas) Money Remittance merupakan hutang perusahaan masa kini akibat transaksi pengiriman uang yang penyelesaiannya pada pihak lain belum terpenuhi pada tanggal neraca.

E. Kewajiban (Liabilitas) Lain-lain

Kewajiban (Liabilitas) lain-lain adalah pos-pos yang tidak dapat diklasifikasikan dalam salah satu rekening kewajiban dan tidak cukup material untuk disajikan dalam pos tersendiri.

Kewajiban lain-lain disajikan sebesar jumlah kewajiban PVA Bukan Bank kepada pihak lain pada tanggal laporan.

Contoh kewajiban lain-lain pada PVA Bukan Bank adalah biaya sewa, biaya gaji, dan biaya-biaya lainnya yang masih harus dibayar dan sebagainya.

(40)

BAB 5

AKUNTANSI EKUITAS

A. Pengertian dan Dasar Pencatatan Ekuitas

Ekuitas adalah merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aset dan kewajiban (liabilitas) yang ada dan dengan demikian tidak merupakan ukuran nilai jual perusahaan tersebut.

Pada dasarnya ekuitas berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha perusahaan.

Ekuitas terutama dapat bertambah atau berkurang dengan adanya penambahan modal disetor atau ditarik kembali oleh pemilik, laba atau rugi usaha, dan pembagian keuntungan.

Ekuitas sebagai bagian hak pemilik dalam perusahaan harus dilaporkan sedemikian rupa sehingga memberikan informasi mengenai sumbernya secara jelas dan disajikan sesuai dengan peraturan perundangan dan akta pendirian yang berlaku.

Pada pokoknya pengungkapan unsur ekuitas diharapkan secara jelas mengelompokkan modal disetor, dan saldo laba rugi.

Pengertian dan dasar pencatatan ekuitas bagi PVA Bukan Bank adalah sama dengan pengertian dan dasar pencatatan ekuitas pada perusahaan umumnya sebagaimana diatur dalam PSAK.

B. Modal Disetor

Modal disetor adalah merupakan jumlah modal yang telah disetorkan oleh pemilik perusahaan sesuai dengan akta pendirian dan perubahannya.

C. Saldo Laba Rugi

Saldo laba menunjukkan akumulasi hasil usaha periodik setelah memperhitungkan pembagian dividen dan koreksi laba-rugi periode lalu. Seluruh saldo laba dapat dibagikan sebagai dividen, kecuali jika dicadangkan untuk operasional perusahaan dengan syarat telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham serta tak bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku.

(41)

BAB 6

AKUNTANSI PENDAPATAN DAN BEBAN

A. Prinsip Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan, beban, laba dan rugi wajib diperhitungkan sedemikian rupa agar memberikan gambaran yang layak mengenai hasil usaha perusahaan untuk periode tertentu.

Pendapatan diakui dalam laporan laba rugi kalau kenaikan manfaat ekonomi dimasa depan yang berkaitan dengan peningkatan aset atau penurunan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal yang timbul dari penyerahan barang atau jasa atau aktivitas usaha lainnya di dalam suatu periode.

Beban diakui dalam laporan laba rugi kalau penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau peningkatan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal.

Ini berarti pengakuan beban terjadi bersamaan dengan pengakuan kenaikan kewajiban atau penurunan aset.

Beban segera diakui dalam laporan laba rugi kalau pengeluaran tidak menghasilkan manfaat ekonomi masa depan atau tidak lagi memenuhi syarat, sebagai aset untuk diakui dalam neraca.

B. Pendapatan Operasional

Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

Pendapatan operasional PVA Bukan Bank diperoleh dari kegiatan pokok perusahaan yaitu Penjualan UKA dan Pencairan TC berdasarkan kurs transaksi yang dilandasi dengan penerbitan nota transaksi serta Pendapatan Money Remittance yang diperoleh dari jasa pengiriman/penerimaan uang (jika PVA Bukan Bank mempunyai izin untuk menyelenggarakan kegiatan usaha pengiriman uang).

C. Beban Operasional

Beban operasional adalah merupakan beban-beban yang timbul dalam rangka kegiatan pokok perusahaan.

Pada PVA Bukan Bank, beban operasional meliputi gaji, upah dan tunjangan karyawan, beban iklan dan promosi, beban sewa kantor, beban rekening air/listrik/telepon, beban transportasi dan perjalanan, beban pemeliharaan

(42)

kendaraan, beban penyusutan aset tetap, beban asuransi dan beban operasional lainnya.

D. Pendapatan dan Beban Lain-Lain

Pendapatan dan beban lain-lain merupakan macam-macam pendapatan dan beban yang timbul di luar kegiatan pokok perusahaan seperti pendapatan atau beban bunga, laba rugi atas penjualan aset tetap, laba rugi atas selisih kurs serta pendapatan dan beban lainnya.

Selisih kurs (exchange difference) adalah selisih yang dihasilkan dari pelaporan jumlah unit mata uang asing yang sama dalam mata uang pelaporan pada kurs yang berbeda.

Setiap akhir periode harus dihitung selisih kurs untuk simpanan atau hutang dalam mata uang asing. Selisih kurs yang timbul sebagai akibat perbedaan antara kurs tanggal neraca dengan kurs tunai pada saat terjadinya transaksi diakui sebagai keuntungan atau kerugian kurs periode berjalan.

Selain itu penggunaan kurs yang berbeda antara saldo UKA pada laporan laba rugi yang disetarakan dalam Rupiah menggunakan kurs transaksi PVA dengan saldo UKA pada neraca yang disetarakan dalam Rupiah menggunakan kurs Bank Indonesia akhir periode Laporan Keuangan juga diakui sebagai keuntungan atau kerugian kurs periode berjalan.

(43)

BAB 7

AKUNTANSI PERPAJAKAN

Semua perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability). Pajak tangguhan diukur dengan tarif pajak yang berlaku saat ini.

Perbedaan temporer dapat berupa:

1. Perbedaan temporer kena pajak yaitu perbedaan temporer yang menimbulkan suatu jumlah kena pajak dalam penghitungan laba fiskal periode mendatang pada saat nilai tercatat aset dipulihkan atau nilai tercatat kewajiban tersebut dilunasi atau;

2. Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan yaitu perbedaan temporer yang menimbulkan suatu jumlah yang boleh dikurangkan dalam penghitungan laba fiskal periode mendatang pada saat nilai tercatat aset dipulihkan atau nilai tercatat kewajiban tersebut dilunasi.

Dasar pengenaan pajak aset atau kewajiban adalah nilai aset atau kewajiban yang diakui oleh Direktorat Jendral Pajak dalam penghitungan laba fiskal.

Akuntansi pajak penghasilan dengan metode kewajiban ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material.

Referensi

Dokumen terkait

Barang Terjual = Saldo Awal + Pembelian yang dilakukan dalam periode berjalan - Sisa barang yang ada pada akhir periode Sedangkan HPP (Harga Pokok Penjualan) adalah nilai

ini menyediakan fasilitas seperti entri jurnal, laporan penjualan dan pembelian, daftar dan buat invoice baru, jurnal umum, buku besar, neraca saldo, laporan laba rugi, neraca

Nasabah dengan ini setuju dan menyatakan bahwa apabila ia memberikan instruksi kepada CIMB untuk melaksanakan transaksi pembelian/penjualan efek (selanjutnya disebut