• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBUATAN GITAR BASS ELEKTRIK DI JALAN GATOT SUBROTO MEDAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBUATAN GITAR BASS ELEKTRIK DI JALAN GATOT SUBROTO MEDAN."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBUATAN GITAR BASS ELEKTRIK

DI JALAN GATOT SUBROTO MEDAN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

IMMANUEL P SINAGA

071222510090

JURUSAN SENDRATASIK

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk berkat dan kasihNya kepada

penulis dan senantiasa melindungi dan memberikan berkat yang melimpah, sehingga penulis

mampu menyelesaikan skripsi ini.

Skripsi ini berjudul, PEMBUATAN GITAR BASS ELEKTRIK DI JALAN GATOT SUBROTO MEDAN yang bertujuan sebagai salah satu syarat untuk memporoleh gelar Sarjana Pendidikan di Jurusan Sendratasik Program Studi Seni Musik Fakultas dan Seni

Universitas Negeri Medan.

Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan pengetahuan, penulis menyadari skripsi

ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi penulisan maupun dari segi penyampaian ide

penulis. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat

membangun untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Dalam penyampaian tugas akhir ini, penulis juga mengalami berbagai kesulitan.

Namun , berkat doa dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat menyelesaikan

skripsi ini. Disini penulis dengan segala kerendahan hati mengucapkan sebesar-besarnya

kepada:

1. Bapak Prof.Dr.Ibnu Hajar Damanik, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Ibu Dr. Isda Pramuniati, M.Hum selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan.

3. Ibu Dra. Tuty Rahayu, M.Si selaku ketua jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan

Seni Universitas Negeri Medan.

4. Bapak Panji Suroso, M.Si selaku ketua program studi seni musik Fakultas Bahasa

dan Seni Universitas Negeri Medan, sekaligus Dosen Pembimbing yang telah

banyak memberikan arahan bimbingan, saran dan kritikan kepada penulis selama

penyusunan skripsi.

5. Ibu Dra.Pita HD Silitonga, M.Pd selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak

memberikan arahan bimbingan, saran dan kritikan kepada penulis selama

(6)

6. Abangnda Muklis Hasbulah M.Sn, ibu Uyuni Widiastuti M.Pd dan seluruh Bapak

dan Ibu Dosen Sendratasik FBS Unimed yang telah memberikan sejuta ilmu

kepada saya sehingga mampu menyelesaikan skripsi ini.

7. Teristimewa buat Ayahanda (+) Pdt E.M Sinaga dan Ibunda Lindawaty Nadeak

yang sangat saya sayangi yang tiada lelah memberikan Doa, semangat,

mengingatkan saya untuk terus berusaha dan pantang menyerah dalam

menyelesaikan Skripsi saya ini.

8. Buat abang, kakak dan adik saya Joshua Roni Tua Sinaga, Rachel Panjaitan,

Sharon Sinaga, Grace Evelin Sinaga, Risya Yoela Sinaga yang selalu memberikan

dorongan doa dan dukungan hingga saya dapat menyelesaikan studi saya ini.

10. Buat seluruh teman-teman stambuk 2007 yang memberikan dukungan dan motivasi

kepada saya.

Akhir kata penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang turut

membantu, dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Maret 2013

Penulis,

\

(7)

DAFTAR ISI

BAB II LANDASAN TEORETIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL ... 7

A. Landasan Teoritis ... 7

1. Pengertian Pembuatan ... 8

a. Pemilihan Bahan Baku ... 9

b. Alat – Alat yang Digunakan ... 12

2. Pengertian Gitar Bass Elektrik... 16

3. Pengertian Akustik Organologi ... 23

B. Kerangka Konseptual ... 24

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 25

A. Metode Penelitian ... 25

B. Lokasi Dan Waktu Penelitian... 26

(8)

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 34

A. Usaha Home Industri Dedek Craft ... 34

B. Struktur Organologis Gitar Bass Elektrik ... 36

C. Pembuatan Body Gitar Bass Elektrik Model Musicman ... 37

D. Pembuatan Neck Gitar Bass Elektrik Model Musicman ... 42

E. Proses Finishig ... 50

F. Elektronik ... 53

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 55

A. Kesimpulan ... 55

B. Saran ... 56

C. Penutup ... 57

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 ... 43

(10)

2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam membawakan berbagai aliran musik, otomatis memerlukan alat

musik didalamnya. Alat musik merupakan instrument yang dipakai dalam

membawakan suatu karya musik. Pada prinsipnya, segala sesuatu yang

memproduksi suara, dan dengan cara tertentu yang dapat diatur musisi, dapat

disebut alat musik.

Kemajuan industri alat musik dewasa ini sangatlah mempengaruhi

perkembangan musik di tanah air. Oleh karena itu banyak konsumen alat

musik yang ingin mendapatkan produk alat musik yang sesuai dengan

kebutuhannya. Gitar bass elektrik menjadi salah satu pilihan alternatif bagi

para pemain musik, karena gitar bass elektrik peranannya menentukan

pergerakan akord lagu dalam komposisi lagu, begitu juga perananya dalam

irama/rhythm sangatlah penting selain mengisi keharmonisan komposisi lagu,

gitar bass elektrik juga dapat menentukan alur atau jenis lagu swing dengan

ayunannya, bebop dengan fast swing nya, bosa dengan keromantisannya.

Setiap konsumen tentu memiliki ciri khas dalam permainan ataupun alat yang

dipakainya. Itulah salah satu faktor mengapa seorang konsumen ingin

memiliki memiliki karekternya sendiri. Hal tersebut memicu berkembangnya

usaha pembuatan gitar bass elektrik untuk memenuhi kebutuhan konsumen

(11)

3

Melalui ketekunan dan pengetahuan yang dimilikinya, seorang

pengerajin di Medan-Sumatera Utara mampu membuka usaha industri sendiri

dengan membuat gitar bass elektrik. Dikediamannya yang beralamat di jalan

Gatot Subroto gang Johar No 2a Medan.

Ketika berbicara tentang selera yang sesuai dengan konsumen,

pembuat menyerahkan sepenuhnya kriteria gitar bass elektrik yang akan

dibuat mulai dari kayu, fret pada neck gitar bass elektrik, penggunaan

pick-ups, bridge, tone control, nut, head stock, tuning pegs, tidak sedikit konsumen

yang membuat namanya di tuliskan di gitar bass tersebut, sehingga dapat

disimpulkan 100% hasil jadi gitar bass elektrik tersebut adalah sesuai dengan

keinginan konsumen.

Banyaknya beraneka macam merek gitar bass elektik dan

kemampuannya, sehingga konsumen pun selektif dalam memilih model gitar

bass elektrik yang sesuai dengan karakter permainan konsumen, Dapat

dikatakan bahwa dalam proses pembuatan gitar bass elektrik, bahan-bahan

yang digunakan harus diproses dengan sangat mendetail untuk menghasilkan

kualitas yang baik. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas terhadap

produk yang akan dipasarkan, terutama pemasaran yang dilakukan di kota

Medan sebagai tempat usaha industri ini berproduksi.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa perkembangan

musik harus sejalan dengan perkembangan alat musik, dan pada umumnya

(12)

4

yang akan dimainkannya. Setelah mengamati dan mengkaji masalah tersebut,

timbul ide penulis untuk mendeskripsikan proses “Pembuatan Gitar Bass

Elektrik di Jalan Gatot Subroto Medan”.

B. Identifikasi Masalah

Tujuan dari pada identifikasi masalah adalah agar penelitian yang

dilakukan menjadi terarah serta masalah yang dibahas tidak terlalu luas. Hal

ini sejalan dengan pendapat Ali (1984:49) bahwa:

“untuk kepentingan karya ilmiah, sesuatu yang perlu

diperhatikan adalah masalah penelitian sedapat mungkin diusahakan tidak terlalu luas. Masalah yang luas akan menghasikan analisis yang sempit dan sebaliknya bila ruang lingkup dipersempit maka dapat diharapkan analisis

secara luas”.

Sesuai pendapat tersebut dan dari uraian yang terdapat pada latar

belakang masalah, maka permasalahan penelitian ini dapat diidentifikasikan

sebagai berikut:

1. Bagaimana sejarah gitar bass elektrik ?

2. Bagaimana keberadaan instrumen musik gitar bass elektrik?

3. Bagaimana teknik memainkan instrumen musik gitar bass elektrik?

4. Bagaimana struktur organologis instrumen musik gitar bass elektrik?

5. Bagaimana mekanisme pembuatan instrumen musik gitar bass

(13)

5

C. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah ialah usaha untuk menetapkan batasan masalah

dari penelitian yang akan diteliti. Batasan masalah ini berguna untuk

mengidentifikasikan faktor mana saja yang termasuk dalam ruang lingkup

masalah penelitian dan faktor mana yang tidak termasuk dalam ruang lingkup

penelitian.

Mengingat luasnya cakupan-cakupan masalah dan untuk mempersingkat

cakupan, keterbatasan waktu, dana, kemampuan penulis, maka penulis

mengadakan pembatasan masalah untuk memudahkan memecahkan masalah

yang dihadapi dalam penelitian ini. Pembatasan masalah tersebut sesuai

dengan pendapat sukardi (2003:30) yang mengatakan bahwa:

Dalam merumuskan ataupun membatasi permasalahan dalam suatu penelitian sangatlah bervariasi dan tergantung pada kesenangan peneliti. Oleh karena itu perlu hati-hati dan jeli dalam mengevaluasi rumusan permasalahan penelitian, dan dirangkum kedalam beberapa pertanyaan yang jelas.

Berdasarkan pendapat tersebut, penulis membatasi masalah penelitian

sebagai berikut:

1. Bagaimana struktur organologis instrumen musik gitar bass elektrik?

(14)

6

D. Perumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan suatu titik focus dari sebuah penelitian

yang hendak dilakukan, sebuah penelitian berupaya untuk menemukan

jawaban pertanyaan, maka dari itu perlu dirumuskan dengan baik sehingga

dapat mendukung untuk menemukan jawaban pertanyaan.

Berdasarkan pendapat di atas, hal tersebut sangat selaras dengan

pendapat Maryeani (2005:14), yang mengatakan bahwa :

Rumusan masalah merupakan jabaran detail focus penelitian yang akan digarap. Rumusan masalah menjadi semacam kontrak bagi peneliti karena penelitian merupakan upaya untuk menemukan jawaban pertanyaan sebagaiman terpapar pada rumusan masalahnya. Rumusan masalah juga bisa disikapi sebagai jabaran senantiasa berfokus pada butir-butir masalah sebagaimana dirumuskan.

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah yang dikemukakan,

maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: ”Bagaimana

Proses Pembuatan Gitar Bass Elektrik di Jalan Gatot Subroto Gg Johar No.2a

Medan?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam

penelitian. Tanpa adanya tujuan yang jelas, maka arah kegiatan yang

dilakukan tidak terarah karena tidak tahu apa yang akan dicapai dalam

kegiatan tersebut. Hal ini diperkuat pendapat Ali (1987:9) yang mengatakan

bahwa:

”Kegiatan seseorang dalam merumuskan tujuan penelitian

(15)

7

dilaksanakan, karena penelitian pada dasarnya merupakan titik anjak dari titik tuju yang akan dicapai seseorang kegiatan penelitian yang dilakukan.” Itu sebabnya tujuan penelitian harus mempunyai rumusan yang tegas, jelas, dan oprasional

berdasarkan berdasarkan pendapat tersebut.”

Maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui struktur organologis instrumen musik gitar bass

elektrik.

2. Mengetahui mekanisme pembuatan instrumen musik gitar bass elektrik.

F. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai

berikut:

1. Sebagai bahan masukan bagi penulis dalam menambah pengetahuan

dan wawasan mengenai pembuatan gitar bass elektrik untuk usaha

industri.

2. Memberi informasi bagi pembaca tentang proses pembuatan gitar

elektrik.

3. Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti berikutnya, yang relevan

dengan topik penelitian ini.

4. Sebagai bahan masukan bagi masyarakat umumnya, dan UNIMED

khususnya.

5. Memperkenalkan mekanisme pembuatan gitar bass elektrik hasil

kerajinan masyarakat Jalan gatot subroto Gg Johar No.2a.

(16)
(17)

55 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang terdapat pada Bab IV, yang

telah di lakukan di jalan Gatot Subroto Gg Johar Medan, maka penulis membuat

beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Pembuatan gitar bass elektrik yang mulai beroprasi pada tahun 1990 yang di

dirikan oleh pengerajin sekaligus pemilik usaha industri yang bernama lengkap

Ahmad Asri S.P yang beralamat di jalan Gatot Subroto Gg Johar No 2a Medan.

2. Gitar bass elektrik terdiri dari head neck dan body dimana setiap bagian

mempunyai tehnik pembuatan tersendiri

3. Alat – alat yang digunakan dalam pembuatan gitar bass elektrik ini antara lain :

Bandsaw, Router Table, Kompresor, Spray Gan, Alat Sablon, Perkakas.

4. Kayu merupakan bahan utama dalam pembuatan gitar bass elektrik, banyak

jenis kayu tetapi tidak semua bisa dijadikan bahan baku untuk pembutan gitar

bass elektrik, disini pengrajin menggunakan kayu sesuai permintaan konsumen,

kayu yang digunakan dalam pembuatan gitar bass ini adalah kayu mahogany

dan Veneer untuk body, maple untuk neck dan rosewood untuk fretboard.

5. Neck pada gitar bass elektrik terbagi 3 : neck-thru, bold-on, dan set-neck. Dari

(18)

57

memilih atau memesan gitar bass elektrik harus disesuaikan dengan jenis musik

yang dimainkan, karena tiap-tiap jenis gitar bass elektrik sangat berpengaruh

terhadap karakter suara yang akan dihasilkan.

6. Pembutan body dan neck gitar bass elektrik mulai dari pemilihan kayu sampai

ke bagian elektronik semua diserahkan ke konsumen sesuai dengan kriteria

konsumen, hal ini dimaksudkan kepuasan konsumen diutamakan.

7. Usaha ini memberikan dampak positif bagi para musisi medan yang telah

mengerti dan mengenal pentingnya kenyamanan dalam bermain bukan

tergantung dari merek atau brand

B. Saran

Berdasarkan beberapa kesimpulan yang telah di uraikan di atas, maka penulis

mengajukan beberapa saran kepada Pengrajin diantaranya adalah:

1. Menambah jumlah pengrajin dalam menunjang peningkatan usaha.

2. Mempatenkan haki atas hasil kreasi pembuatan gitar bass elektrik

(19)

57

C. Penutup

Usaha Dedek Craft merupakan salah satu dari tempat pembuatan gitar bass

elektrik di Medan yang dapat memberikan bagi para musisi kota Medan gitar bass

elektrik yang dapat diakui kualitasnya karena usaha Dedek Craft ini mempunyai

motto Kenyamanan konsumen nomer 1,

Dengan penulisan sekripsi ini, penulis berharap kiranya tulisan ini membawa

manfaat bagi semua pihak, khusus nya pihak yang berkompeten mengangkat nama

Dedek Craft. Penulis berharap kiranya kritik yang membangun dalam

menyempurnakan skripsi ini, karna skripsi ini tidak lah sempurna. Bagi yang ingin

melanjutkan dengan judul yang berkaitan dengan Pembuatan gitar bass elektrik agar

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. (2002). Prosedur Penulisan suatu Pendekatan Praktik, Jakarta : Rineka Cipta

Aziz Alimut Hidayat. (2007). Metode Penulisan Kebinaan dan Teknik Analisa Data. Surabaya : Salemba Media.

Chaplin, CP. 1989. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta : Rajaw ali.

Chulaifah dan VB. Suparlan. 1993. Studi kasus Pengamen di Yogyakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan Sosial, Yogyakarta.

Daminto.2004. Kerangka Teoritis Penelitian. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Hadeli. 2006. Metode Penelitian Kependidikan. Padang: Quantum Teaching.

Maryaeni, 2005; “Metode Penelitian Kebudayaan”, Jakarta, Bumi Aksara

Pusat Pembinaan Bahasa (1990). Kamus besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Soeharto, M. (1992). Kamus Musik. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sugiyono. 2008. Metode Penulisan Kuantitatif Kualitatif. Bandung. Alfabeta.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung. Alfabeta,

Sukardi. 2004. Metodologi Penelitian Kependidikan, Yogyakarta: Bumi Aksara.

Suragin. 2001. Kamus Musik. Jakarta : Gramedia Widya Sarana Indonesia.

(21)

http://www.reviewbagus.com/sejarah-revolusi-evolusi/perkembangan-sejarah-bass-di-periode-1930-1950

hirangputihhabang.wordpress.com/2012/12/30/taufik-aryo-winarko-membuat-gitar-bass

Gambar

Tabel 1 ......................................................................................................

Referensi

Dokumen terkait