• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRICE EARNING RATIO DAN MOVING AVERAGE DALAM INVESTASI SAHAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PRICE EARNING RATIO DAN MOVING AVERAGE DALAM INVESTASI SAHAM"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

148

PRICE EARNING RATIO DAN MOVING AVERAGE DALAM INVESTASI SAHAM

Erma Yuliaty, Adiati Trihastuti Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Email : erma @untag-sby.ac.id

ABSTRAK

Dalam berinvestasi pada surat berharga saham seorang investor memerlukan dua alat analisa yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. Analisa fundamental digunakan untuk memilih saham yang berprospek. Pada salah satu analisa fundamental terdapat pendekatan Price Earning Ratio. Price Earning Ratio adalah perbandingan antara harga saham dengan laba per saham. Sedangkan analisa teknikal digunakan untuk mengambil keputusan kapan masuk dan kapan keluar dari pasar. Terdapat banyak ragam di dalam analisa teknikal, namun yang paling banyak digunakan oleh trader adalah Moving Average.

Hasil dari penelitian didapatkan hasil bahwa saham dengan PER rendah menghasilkan rata-rata return positif sebesar +39,72% dan menghasilkan rata-rata return negatif sebesar -21,49% sedangkan saham dengan PER tinggi menghasilkan rata-rata return positip sebesar +27,75% dan menghasilkan rata-rata return negatif sebesar -12,60% .

Kata kunci : Saham, Return, Price Earning Ratio (PER),dan Moving Average ABSTRACT

In investing in securities shares an investor needs two tools analysis that is fundamental and technical analysis. analysisFundamental analysis used to select berprospek. sharesAt one fundamental analysis is the price ratio. earningPrice ratio is earning comparisons between stock prices with earnings per share and technical analysis used to make decisions when in and when out of. marketThere are many and in, technical analysis the most widely used by traders. is moving averageThe results obtained from research shows that stock with a low yield the average return of positive + 39,72 % and produce an average return of negative - 21,49 % while stock with a high yield the average return of test + 27,75 % and produce an average return of -12,60. percent negative

Keyword : Stock, Return, Price Earning Ratio (PER),and Moving Average

PENDAHULUAN

Dalam proses pemilihan saham seorang investor pada dasarnya memerlukan dua alat

analisa yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. Dalam analisa fundamental terdapat

beberapa alat analisis yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pemilihan saham tersebut

(2)

149 antara lain melalui pendekatan Present Value dan pendekatan Price Earning Ratio (Rohana, 2014)

Di pasar terdapat saham yang mempunyai PER (Price Earning Ratio) tinggi dan saham dengan PER (Price Earning Ratio) rendah. PER akan meningkat apabila harga saham naik yaitu ketika siklus ekonomi recovery atau siklus expansion yang pada umumnya lebih tinggi daripada siklus recession dan depression (Samsul 2006 ; 170). Sehingga pada saat siklus ekonomi recovery PER perusahaan bisa jadi banyak yang mengalami peningkatan sehingga PER menjadi tinggi. Dengan demikian saham dengan PER yang tinggi dapat dipersepsikan bahwa kinerja saham tersebut memang baik demikian pula sebaliknya PER yang rendah bisa juga dipersepkan kinerja saham tersebut lagi menurun. Oleh karena itu pada penelitian ini akan diteliti saham dengan PER yang tinggi dan saham dengan PER yang rendah. Didalam penelitian ini PER hanya akan digunakan untuk memilih saham sedangkan untuk memutuskan keluar pasar dan masuk pasar serta untuk menghitung return investasi dengan menggunakan analisa teknikal Moving Average.

LANDASAN TEORI Pengertian Investasi

Investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu yang tertentu (Hartono 2012:5).

Tujuan Investasi

Setiap investor yang melakukan investasi saham memiliki tujuan yang sama yaitu

mendapatkan capital gain yaitu selisih positif antara harga jual dan harga beli saham dan

deviden tunai yang diterima dari emiten karena perusahaan memperoleh keuntungan

(Samsul, 2006:160). Oleh karena itu investor perlu menganalisa saham agar perusahaan atau

saham yang dipilih mampu menghasilkan keuntungan sehingga dapat meningkatkan harga

saham dan juga dapat memberikan deviden.

(3)

150 Price Earning Ratio (PER)

Ada beberapa cara untuk memilih saham yaitu dengan menggunakan analisa fundamental dan analisa teknikal analisa fundamental mencoba memperkirakan harga saham di masa yang akan datang dengan (i) mengestimasikan nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang ; (ii) menerapkan hubungan variabel- variabel tersebut sehingga diperoleh taksiran harga saham (Husnan, 2015 : 275). Dalam membuat model peramalan harga saham tersebut maka langkah yang penting adalah mengidentifikasikan faktor-faktor fundamental seperti penjualan, pertumbuhan penjualan, biaya, kebijakan deviden dan sebagainya yang diperkirakan akan mempengaruhi harga saham. Analisa fundamental sangat perlu untuk memilih saham yang bagus dan prospektif.

Salah satu cara untuk memilih saham yang prospektif adalah dengan PER (Price Earning Ratio). Teknik penggunaan PER adalah model kelipatan laba.

Faktor-faktor yang mempengaruhi PER

Analis sekuritas kadang-kadang menyukai penggunaan PER dalam menilai kewajaran harga saham. Saham yang mempunyai PER yang tinggi mungkin dicurigai telah terlalu tinggi harganya (Husnan, 2015:261) . Kalau PER dirumuskan sebagai Po/E

1

( ini berarti perbandingan harga saham saat ini dengan perkiraan laba pada tahun yang akan datang), maka rumus :

Po = D

1

/ (r – g) bisa dimodifikasikan sebagai : PER = Po/E

1

= [D

1

/(r - g)] /E

1

Karena D

1

= E

1

(1 - b) maka PER = [E

1

(1 - b) / (r –g )]/E

1

PER = (1 - b) / (r – g) (Husnan, 2015:298) b = proporsi laba yang ditahan.

Dengan demikian (1 – b) merupakan deviden payout ratio.

r = discount rate yang relevan

g = pertumbuhan deviden

(4)

151 Persamaan tersebut menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi PER adalah ; 1. Rasio laba yang dibayarkan sebagai dividen, atau payout ratio (yaitu (1 - b))

2. Tingkat keuntungan yang diisyaratkan oleh pemodal.

3. Pertumbuhan dividen (Husnan, 2015 : 261)

Analisis Teknikal-Moving Average

Sedangkan untuk trader atau investor jangka pendek adalah dengan menggunakan indikator trend harga saham yang merupakan analisa teknikal. Analisis teknikal pada dasarnya merupakan upaya untuk menentukan kapan akan membeli (masuk ke pasar) atau menjual saham (keluar dari pasar), dengan memanfaatkan indikator-indikator teknik ataupun menggunakan analisis grafis (Husnan, 2015: 306)

Kelemahan dari analisa teknikal klasik adalah bias yang bisa sangat tinggi karena adanya unsur subyektivitas yang membaurkan analisis kita dengan harapan akan saham tersebut (Prabowo, Santoso, 2019:110). Selama kita memiliki posisi pada suatu saham, maka kita akan lebih condong untuk menarik garis yang diharapkan bisa membuat kita profit besar.

Untuk itulah dibutuhkan sebuah indikator yang bisa menekan unsur subyektivitas tersebut.

Salah satu pilihan yang diharapkan bisa menjadi' wasit' yang obyektif antara kenyataan dengan angan-angan adalah computerized technical analysis (Prabowo, Santoso, 2019:110).

Orang sering menyebutnya juga sebagai modern technical analysis, kriteria nomor satunya adalah bisa diukur dengan pasti karena analisis teknikal modern ini hampir semuanya menggunakan rumus matematika yang hasilnya pasti. Sehingga tidak ada celah untuk memperdebatkan keobyektifan sinyal yang muncul, entah itu sesuai dengan harapan kita atau tidak.

Dari sekian banyak computerized technical analysis yang klasik, indikator Moving Average (MA) adalah indikator yang paling banyak digunakan oleh para pelaku pasar.

Karena banyak dipakai oleh pelaku pasar dalam menentukan harga (lewat pertempuran bull dan bear di pasar), maka Moving Average bisa menjadi senjata yang sangat powerfull.

Artinya adalah indikator ini bisa sangat membantu para trader apabila digunakan dengan

optimal dimana Moving Average ini sendiri seringkali digunakan untuk menentukan arah

tren yang sedang terjadi.

(5)

152 Strategi Menggunakan Moving Average (MA)

Sebelum membahas hal ini, perlu kita pahami terlebih dahulu model-model sederhana, model sinyal yang ditimbulkan oleh MA ada 2 macam, model sinyal pertama, yaitu breakout untuk sinyal buy yaitu barchart pada hari tersebut harga penutupannya (closing price) berada di atas nilai MA-nya ((Prabowo, Santoso, 2019:111-112). Untuk model breakout ini, biasanya periode MA yang digunakan sangat pendek. Bisa jadi hanya MA 5 hari atau 10 hari. Misal pada saham ABCD, nilai MA 5-nya adalah 1290. Maka untuk bisa dikatakan terjadi breakout, maka saham ABCD harus ditutup (close) di atas 1290. Minimal 1 fraksi (tick) diatasnya. Sedangkan breakout untuk sinyal sell adalah sebaliknya yaitu jika MA 5 nya 1290, maka saham ABCD harus close di bawah harga itu (Prabowo, Santoso, 2019:112).

Sinyal jenis kedua adalah perpotongan 2 garis MA. Sinyal bull didapat dari garis MA yang Iebih pendek memotong garis MA yang Iebih panjang dari bawah ke atas. Sebaliknya sinyal sell didapat dari garis MA yang pendek memotong garis MA yang Iebih panjang dari atas ke bawah. Sinyal buy biasa disebut dengan golden cross. Sedangkan sinyal sell banyak disebut sebagai death cross (Prabowo, Santoso, 2019:112).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dikarenakan bertujuan untuk mendeskripsikan suatu variabel mandiri yang dalam hal ini adalah return saham terhadap penggunaan analisa teknikal Moving Average (Sugiyono 2016:6).

Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dikarenakan data diambil secara acak terhadap 10 saham dengan PER (Price Earning Ratio) yang dipersepsikan tinggi dan 10 saham dengan PER (Price Earning Ratio) yang dipersepsikan rendah.

Batasan Penelitian

1. Investor berpedoman penuh pada indikator Moving Average.

(6)

153 2. Investor mengikuti sinyal yang ditimbulkan oleh Moving Average untuk keputusan Beli

dan Jual saham.

Sampel Penelitian

Berikut inisampel dari penelitian ini antara lain :

Tabel 1. Saham dengan PER (Price Earning Ratio) Tinggi

No Nama Saham PER

1 Indocement Tunggal Perkasa Tbk 84,71

2 Vale Indonesia Tbk 43,98

3 Unilever Indonesia Tbk 41,04

4 Barito Pacific Tbk 37,34

5 Hanajaya Mandala Sampoerna Tbk 34,95

6 Bumi Serpong Damai Tbk 32,5

7 Aneka Tambang Tbk 30

8 Kalbe Farma Tbk 29,71

9 Chandra Asri Petrochemical Tbk 29,36 10 Semen Indonesia Persero Tbk 27,52

Sumber : www.idx.co.id

Tabel 2. Saham dengan PER (Price Earning Ratio) Rendah

No Nama Saham PER

1 Indika Energy Tbk 4,97

2 Sri Redjeki Isman Tbk 4,99

3 Indah Kiat Pulp and Paper Tbk 5,99

4 Waskita Karya Persero Tbk 6,63

(7)

154

5 Indo Tambangraya Megah Tbk 6,73

6 Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 7,08

7 Adaro Energy Tbk 7,28

8 Erajaya Swasembada Tbk 7,74

9 Bank Tabungan Negara Tbk 8,48

10 Bukit Asam Tbk 8,92

Sumber : www.idx.co.id

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

Dari data yang telah didapat yaitu saham dengan PER rendah dan saham dengan PER tinggi kemudian diproses dengan menggunakan Analisa Teknikal Moving Average untuk mendapatkan informasi kapan waktu untuk menjual atau membeli saham dengan memanfaatkan indikator Golden Cross (informasi untuk membeli saham) yang merupakan perpotongan garis MA yang pendek memotong garis MA yang lebih panjang dari bawah ke atas sedangkan indikator Death Cross (menjual saham) yang merupakan perpotongan garis MA yang pendek memotong garis MA yang lebih panjang dari atas ke bawah. Hasil dari pemrosesan data didapatkan hasil sebagai berikut,

Tabel 3. Hasil Return transaksi Beli dan Jual saham dengan PER Rendah selama tahun 2020 dengan menggunakan Indikator Moving Average

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP), PER 5,99

Indikator Tanggal Harga Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Jual 05/02/2020 6.575

Beli 30/04/2020 5.550 +15,59% 84

Jual 12/10/2020 8.775 +58,11%

Beli 06/11/2020 9.700 - 165

Return +73,70% 125

Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) PER 4,99

Indikator Tanggal Harga

Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Jual 29/01/2020 238

Beli 27/05/2020 148 + 37,82% 118 Jual 28/09/2020 196 +32,43% 120 Beli 06/11/2020 218 - 39

Return +70,25% 92

(8)

155 Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM), PER 7,08

Indikator Tanggal Harga

Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Beli 24/06/2020 4.850

Jual 11/09/2020 6.150 +26,80% 79

Beli 11/11/2020 6.800 - 61

Return + 26,80% 70

Adaro Energy Tbk. (ADRO), PER 7,23

Indikator Tanggal Harga

Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Jual 30/01/2020 1.295

Beli 26/05/2020 1.000 +22,78%

Jual 02/11/2020 1.130 +13,00% 160 Beli 11/11/2020 1.205 - 78

Return +35,78% 119

Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PEER 6,63

Indikator Tanggal Harga Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Beli 07/01/2020 1.505

Jual 29/01/2020 1.305 -13,29% 22 Beli 20/05/2020 580

Jual 03/08/2020 585 +0,86% 75

Beli 22/10/2020 765 -

Return -12,43% 49

Indika Energy Tbk. (INDY), PER 4,97

Indikator Tanggal Harga

Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Beli 14/01/2020 1.245

Jual 21/01/2020 1.125 -9,64% 7

Beli 21/04/2020 740

Jual 08/06/2020 745 +0,68% 48

Beli 13/07/2020 930

Jual 22/09/2020 920 -1,08% 71

Beli 10/11/2020 975 - 83

Return -10,04% 52

Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), PER 7,74

Indikator Tanggal Harga

Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari)

Beli 02/01/2020 366

Jual 11/03/2020 296 -19,13% 68

Beli 15/05/2020 220

Jual 01/10/2020 304 +38,18% 139

Beli 03/11/2020 355 - 33

Return +19,05% 80

Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN)

Indikator Tanggal Harga

Saham Return

Waktu Eksekusi Jual Beli (rata-rata hari) Jual 27/01/2021 1.990

Beli 11/06/2020 1.025 +48,49% 135 Jual 25/09/2020 1.235 +20,49% 106 Beli 09/11/2020 1.565 - 45

Return + 68,98% 95

Bukit Asam Tbk. (PTBA), PER 8,92

Indikator Tanggal Harga

Saham Return

Waktu Eksekusi Jual Beli (rata-rata hari) Jual 30/01/2020 2.240

Beli 29/05/2020 1.945 +13,17% 118

Jual 16/07/2020 2.120 +9,00% 48

Beli 03/09/2020 2.140 12

Jual 15/09/2020 2.050 -4,21%

Beli 17/11/2020 2.110 - 94

Return +17,96% 68

Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), PER 6,76

Indikator Tanggal Harga

Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Beli 14/01/2020 13.300

Jual 11/02/2020 10.150 -23,68% 28 Beli 28/05/2020 8.200 Jual 02/07/2020 7.350 -10,37% 35 Beli 07/08/2020 7.850 Jual 06/10/2020 8.125 + 3,50% 60

Beli 11/11/2020 8.525 -

Return - 30,55% 41

(9)

156 Tabel 4. Rekapan Return dengan menggunakan MA tahun 2020 pada saham dengan

PER rendah

No Nama Saham Return

Positif

Return Negatif

Rata-rata waktu eksekusi

(hari)

1 Indika Energy Tbk -10,04% 52

2 Sri Redjeki Isma Tbk +70,25% 92

3 Indah Kiat Pulp and Paper Tbk +73,70% 125

4 Waskita Karya Tbk -12,43% 49

5 Indo Tambangraya Megah Tbk -30,55% 41

6 Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk +26,80% 70

7 Adaro Energy Tbk +35,78% 119

8 Erajaya Swasembada Tbk +19,05% 80

9 Bank Tabungan Negara Tbk +68,98% 95

10 Bukit Asam Tbk +17,96% 68

Total Return +312,52% -53,02% 791

Rata-rata Return +44,65% -17,67% 79

Menggunakan Analisa Teknikal Moving Average terhadap saham dengan PER (Price

Earning Ratio) rendah menunjukkan hasil yang efektif, dimana dari 10 saham yang diamati

7 saham mampu memberikan rata-rata return positip sebesar +44,65% dan terdapat 3 saham

yang menghasilkan rata-rata return negatip sebesar -17,67% yang mana investasi ini dapat

dilakukan dengan cara yang santai hanya dengan menunggu sinyal yang diberikan oleh

indikator Moving Average yang rata-rata setiap eksekusi Beli atau Jual saham menunjukkan

waktu informasi selama rata-rata 79 hari.

(10)

157 Tabel 5. Hasil Return Transaksi Beli dan Jual Saham dengan PER Tinggi selama

tahun 2020 dengan Moving Average

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) PER 84,71

Indikator Tanggal Harga Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Beli 03/06/2020 13.400

Jual 21/07/2020 12.300 -8,21% 48 Beli 12/08/2020 11.825 Jual 07/09/2020 11.975 +1,27% 26 Beli 02/11/2020 12.200 -

Return -6,94% 37

Vale Indonesia Tbk. (INCO), PER 43,98%

Indikator Tanggal Harga Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Beli 06/01/2020 3.530

Jual 05/02/2020 3.300 -6,52% 30 Beli 28/04/2020 2.350 Jual 09/10/2020 3.690 +57,02% 164 Beli 21/10/2020 4.280 -

Return +50,50% 97

Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) PER 34,95

Indikator Tanggal Harga Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Jual 11/02/2020 1.990

Beli 29/04/2020 1.570 +21,11% 78

Jual 03/07/2020 1.685 +7,32% 66

Beli 11/08/2020 1.705 39

Jual 18/08/2020 1.750 +2,64% 7

Beli 26/11/2020 1.585 100

Return +31,07% 58

Barito Pacific Tbk. (BRPT) PER 37,34

Indikator Tanggal Harga Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Jual 27/01/2020 1.315

Beli 23/04/2020 1.280 +2,66% 73

Jual 30/06/2020 1.160 -9,38% 68

Beli 21/10/2020 885 - 97

Return -6,72% 79

Aneka Tambang Tbk. (ANTM) PER 30

Indikator Tanggal Harga Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Beli 07/01/2020 875

Jual 30/01/2020 740 -15,43% 23 Beli 05/05/2020 500 Jual 01/10/2020 735 +47,00% 149

Beli 20/10/2020 1.035 - 19

Return +31,57% 64

Kalbe Farma Tbk. (KLBF) PER 29,71

Indikator Tanggal Harga Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Jual 31/01/2020 1.430

Beli 24/04/2020 1.255 +12,24% 83

Jual 22/09/2020 1.455 +15,94% 151

Beli 26/10/2020 1.545 34

Jual 03/11/2020 1.475 -4,53% 8

Return +23,65% 69

Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) PEER 29,36

Indikator Tanggal Harga

Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Jual 27/01/2020 9.000

Beli 28/04/2020 8.825 +0.83% 91

Jual 08/06/2020 6.950 -21,25% 41

Beli 24/07/2020 7.450 46

Jual 14/09/2020 6.875 -7,72% 48

Beli 07/10/2020 7.800 - 23

Return -28,14% 50

Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) PER 27,51

Indikator Tanggal Harga

Saham Return

Selisih Waktu Jual Beli (rata-rata hari) Beli 16/01/2020 12.450

Jual 14/02/2020 11.375 -8,63% 29

Beli 20/05/2020 8.525 95

Jual 03/08/2020 9.125 +7,04% 75

Beli 24/08/2020 9.700 21

Jual 25/09/2020 9.125 -5,93% 32

Beli 11/11/2020 11.200 - 16

Return -7,52% 42

(11)

158 Tabel 6. Rekapan Return dengan menggunakan MA tahun 2020 pada Saham dengan

PER Tinggi

No Nama Saham Return

Positif

Return Negatif

Rata-rata Waktu Eksekusi

(hari)

1 Indocement Tunggal Perkasa Tbk -6,94% 37

2 Vale Indonesia Tbk +50,50% 97

3 Unilever Indonesia Tbk +1,95 45

4 Barito Pacific Tbk -6,72% 79

5 Hanajaya Mandala Sampoerna Tbk +31,07% 58

6 Bumi Serpong Damai Tbk -12,80% 40

7 Aneka Tambang Tbk +31,57% 64

8 Kalbe Farma Tbk +23,65% 69

9 Chandra Asri Petrochemical Tbk -28,14% 50

10 Semen Indonesia Persero Tbk -7,52% 42

Total +138,74% -62,17% 581

Rata-rata return +27,75% -12,43% 58

Sedangkan Analisa Teknikal Moving Average ketika digunakan pada saham dengan PER (Price Earning Ratio) tinggi didapatkan hasil bahwa terdapat 5 saham yang menghasilkan return positip dengan rata-rata +27,75% dan 5 saham menghasilkan return negatip rata-rata sebesar -12,43%. Dengan rata-rata waktu eksekusi selama 58 hari.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Dengan menggunakan Analisis Teknikal Moving Average didapatkan hasil bahwa

saham dengan PER rendah menghasilkan return positif rata-rata sebesar +44,65% lebih

tinggi daripada saham dengan PER tinggi yang sebesar + 27,75% sedangkan saham dengan

(12)

159 PER rendah menghasilkan return negatif sebesar -17,67% yang lebih besar daripada return negatip saham dengan PER tinggi yang sebesar -12,43%.

Sedangkan waktu eksekusi untuk Beli atau Jual Saham pada saham dengan PER rendah memerlukan waktu rata-rata selama 79 hari sedangkan pada saham dengan PER tinggi memerlukan waktu rata-rata 58 hari.

Saran

Investor sebaiknya tidak mengandalkan Analisis Moving Average saja tetapi dipadu dengan teknik analisa yang lain misalnya Candle Stick sebab analisis ini tidak selalu menghasilkan return yang positif. Investor sebaiknya memilih saham dengan PER rendah sebab terbukti mampu menghasilkan return yang lebih besar daripada saham dengan PER tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Cahyani, Ni Nyoman Mira, dan Luh Putu Mahyuni. 2020. Akurasi Moving Average Dalam Prediksi Saham LQ 45 di Bursa Efek Indonesia, E-Jurnal Manajemen ,Vol.9, No.7,2020:2769-2789. DOI : http://doi.org/10.24843/EJMUNUD-2020.v09.i07:p15.

ISSN : 2302-8912.

Filbert, Ryan. 2021. Simple Trading Simple Investing. Jakarta : PT. Gramedia.

Filbert, Ryan. 2021. Workbook Analisis Teknikal. Jakarta : PT. Gramedia. Edisi Keempat.

Hartono, Jogiyanto. 2015. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta : BPFE.

Husnan Suad. 2015. Dasar-dasar Teori Portofolio & Analisis Sekuritas. Yogyakarta : UPP STIM YKPN. Edisi Kelima.

Prabowo, Julius Eko dan Edwin Santoso. 2019. Listening Market’s Heartbeat. Yogyakarta : Lautan Pustaka. Edisi 1.

Samsul, Mohamad. 2006. Pasar Modal & Manajemen Portofolio. Jakarta : Airlangga.

(13)

160 Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : CV.

Alfabeta. Cetakan ke-23.

Umam, Khaerul dan Herry Sutanto. 2017. Manajemen Investasi. Bandung : Pustaka Setia.

Gambar

Tabel 1. Saham dengan PER (Price Earning Ratio) Tinggi
Tabel 3. Hasil Return  transaksi Beli dan Jual  saham dengan PER Rendah selama tahun  2020 dengan menggunakan Indikator Moving Average

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, dari hasil interpretasi data kadar SGOT antar kelompok perlakuan kombucha (0,5 ml, 1 ml, 1,5 ml) diketahui dengan semakin meningkatnya pemberian dosis

Modifikasi dari pendapat Wallis (2016) tentang pengelolaan wilayah pesisir dengan pendekatan instrumen ekonomi berdasarkan jasa ekosistem yang sebaiknya untuk wilayah dengan

Berdasarkan hasil penelitian ini sebagaimana telah dideskripsikan di atas menemukan bahwa koordinasi Camat terhadap implementasi PNPM Mandiri dilaksanakan

Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Pengaruh Penambahan Polyethylene Fiber Dan Serat Sisal Dengan Konsentrasi 1,6% Berat Terhadap Kekuatan Fleksural Dan Impak

Eksistensi Pendidikan Islam Tradisional di Tengah Arus Modernisasi Pendidikan Studi Terhadap Kelangsungan Madrasah Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri Jawa Timur, dalam

Oleh karena hal tersebut dan karena tidak terjadi perubahan yang signifikan pada spektrum XRD hasil iradiasi hingga 50 kGy dibandingkan kontrol, hal ini mengindikasikan

Sedangkan paket bedah vaskuler untuk tindakan STSG Debridement sudah dapat dikatakan cukup efektif, dikarenakan pemakaian perbekalan farmasi oleh pasien di kamar

Sementara itu bukan masalah besar bagi hibrida hidrolik paralel , karena mesin mereka tidak mematikan ketika kendaraan berhenti , itu adalah masalah besar untuk seri hidrolik