PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN UKURAN POLYBAG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN SAYUR
SAWI
Piya Vagga Ayu W (7101417033) [email protected]
ABSTRAK
Tanaman sayur sawi merupakan komoditas yang banyak dimanfaatkan sebagai sayuran di Indonesia, Pertumbuhan tanaman sawi menginginkan tanah yang gembur, subur serta media tanam yang tepat sebagai upaya meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan membuktikan komposisi media tanam dan ukuran polybag yang dapat memberikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman sayur sawi. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang merupakan campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang yang terdiri dari tiga aras yakni 1:2:3, 2:1:3 dan 3:2:1 . Faktor yang kedua adalah ukuran polybag yang terdiri dari tiga aras yakni 15 x 20 cm, 20 x 20 cm dan 20 x 25 cm.
Kata Kunci : Komposisi Media Tanam, Polybag dan Tanaman Sayur Sawi.
I. PENDAHULUAN
Peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat sayuran di tengah pandemi seperti ini semakin hari semakin meningkat. Salah satunya sayuran sawi hampir semua masyarakat menyukai sawi karena sayuran sawi memiliki harga yang ekonomis dan gampang didapatkan serta rasanya yang segar dan banyak mengandung vitamin A,B dan C yang baik untuk kesehatan tubuh.
Saat ini kebutuhan masyarakat akan sayuran sawi semakin hari semakin meningkat tidak berbanding lurus dengan produksi tanaman sawi, Hal tersebut di pengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah keterbatasan media tumbuh dan keberagaman komoditi dalam areal sempit,. Keterbatasan media tanam yang berupa tanah dapat diantisipasi dengan memanfaatkan media tanam lainnya. Alternatif pemecahan masalah yaitu dengan mencari bahan- bahan selain tanah dan tanpa membutuhkan lahan yang luas untuk bercocok tanam.
Berbagai bahan media tanam yang digunakan harus tetap mendukung pertumbuhan dan
perkembangan tanaman sehingga produktivitasnya dapat menjadi lebih baik.
Menurut Wuryaningsih (2008) media tanam adalah media yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman, tempat akar atau bakal akar akan tumbuh dan berkembang, media tanam juga digunakan tanaman sebagai tempat berpegangnya akar, agar tajuk tanaman dapat tegak kokoh berdiri di atas media tersebut dan sebagai sarana untuk menghidupi tanaman.
Sejalan dengan pendapat Agoes (1994), menyatakan bahwa media tanam berfungsi sebagai tempat melekatnya akar, juga sebagai penyedia hara bagi tanaman. Campuran beberapa bahan untuk media tanam harus menghasilkan struktur yang sesuai karena setiap jenis media mempunyai pengaruh yang berbeda bagi tanaman. Media tanam yang baik harus memenuhi persyaratan tertentu seperti tidak mengandung bibit hama dan penyakit, bebas gulma, mampu menampung air, tetapi juga mampu membuang atau mengalirkan kelebihan air, remah dan porous sehingga akar bisa tumbuh dan berkembang menembus media tanam dengan mudah dan derajat keasaman (pH) antara 6-6,5 (Anonim, 2007).
Tanah yang berstruktur remah sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena di dalamnya mengandung bahan organik yang merupakan sumber ketersediaan hara bagi tanaman (Dwidjoseputro, 1998). Sedangkan menurut Osman (1996) menyatakan bahwa tanah dengan keadaan tekstur dan struktur yang baik sangat menunjang keberhasilan usaha pertanian, struktur tanah yang dikehendaki tanaman adalah struktur tanah yang gembur mempunyai ruang pori yang berisi air dan udara sehingga penyerapan unsur hara dapat berjalan optimal. Arang sekam padi juga dapat digunakan sebagai bahan media tanam, menurut Rifai dan Subroto (1982) sekam padi merupakan hasil sampingan dari sisa-sisa pembakaran. Unsur hara yang terkandung dalan sekam padi dapat meningkatkan pH tanah. Menurut Prihmantoro dan Indriani (2003) arang sekam mempunyai sifat yang mudah mengikat air, tidak mudah menggumpal, harganya relatif murah, bahannya mudah didapat, ringan, steril dan mempunyai porositas yang baik. Kemudian ada pupuk kandang mengandung hara yang lebih sedikit dibandingkan dengan pupuk kimia buatan, akan tetapi memiliki kelebihan dapat mempertinggi humus, memperbaiki struktur tanah dan mendorong populasi mikroba di dalam tanah.
Selain komposisi media tanam, volume media juga merupakan faktor penentu keberhasilan
produksi tanaman. Volume media yang baik untuk budidaya tanaman adalah volume media
yang mampu menunjang pertumbuhan dan perkembangan akar serta mencukupi kebutuhan
tanaman akan air dan unsur hara. Volume media tanam ini berhubungan langsung dengan
ukuran polybag yang digunakan dalam budidaya tanaman, namun permasalahannya adalah
belum diketahui komposisi media tanam dan ukuran polybag yang dapat menunjang
pertumbuhan sayuran sawi agar dapat berproduksi secara maksimal, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh komposisi media tanam dan ukuran polybag terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman sayur sawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan membuktikan komposisi media tanam dan ukuran polybag yang dapat memberikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman sayur sawi.
II. PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan ukuran polybag terhadap sayuran sawi. Langkah kerja yang ditempuh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Persiapan media tanam dan polybag, media tanam yang digunakan adalah tanah, arang sekam dan pupuk kandang. Sedangkan untuk polybag menggunakan 3 ukuran, yaitu 15 x 20 cm, 20 x 20 cm dan 20 x 25 cm. Dengan demikian media tanam dan polybag siap ditanami bibit sawi.
2. Penanaman, benih sawi yang lolos seleksi ditanam pada polybag masing – masing 5 benih dengan 3 komposisi media tanaman.
3. Pemeliharaan, Pemeliharaan bertujuan supaya pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawi optimal.
4. Pengamatan, dilakukan setiap minggu setelah dua minggu penanaman bibit sawi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan media campuran bahan organik cenderung memiliki pertumbuhan yang paling baik dibanding perlakuan tanpa campuran bahan organik. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel. 1 Pengaruh Komposisi Media Terhadap Tinggi Tanaman (cm) pada tanaman sawi
WaktuPengamatan Perlakuan Ukuran Polybag
15 x 20 20 x 20 20 x 25 14 HST
K1 K2 K3
8 ,5 6,5 4,7
5,5 5,7 6,5
2,5 5,4 5,6
28 HST
K1 K2 K3
11 8,5 9,7
9,3 11 12,5
10 15,8 13
42 HST
K1 K2 K3
27,8 25 22
30,1 31,6 28,3
16,3 28,1 30