• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG NOMOR : 1 TAHUN 1989 SERI : D 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG NOMOR : 1 TAHUN 1989 SERI : D 1"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG

NOMOR : 1 TAHUN 1989 SERI : D 1

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG

NOMOR 10 TAHUN 1988

TENTANG

PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA DAERAH RUMAH SAKIT UMUM

KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPALA DAERAH TINGKAT II SUMEDANG

Menimbang : a. bahwa Rumah Sakit Umum Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang yang selama ini mempunyai kelas D dan merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan, Susunan Organisasi dan Tata Kerjanya diatur dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sumedang No 441.6/SK.145-Ks/1983 tanggal 4 Juni 1983 ;

b. bahwa berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 105/Men.Kes/SK/II/1988 tanggal 15 Pebruari 1988, Rumah Sakit Umum Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang telah mengalami peningkatan menjadi Kelas C dan akan ditingkatkan menjadi Unit Pelaksana Daerah, sehingga Susunan Organisasinya harus disesuaikan dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 060/SK/1798-Ortak/82 tentang Pedoman Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah di Jawa Barat ;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada butir a dan b diatas maka perlu dituangkan dalam Peraturan Daerah.

(2)

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di daerah ;

2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah- daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Barat ;

3. Undang-undang Nomor 9 Tahun 1960 tentang Pokok-pokok Kesehatan ;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1987 tentang Penyerahan sebagian Urusan Pemerintahan dalam bidang kesehatan kepada Daerah ;

5. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 134/MenKes/SK/IV/1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum ;

6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 51/Men.Kes/SK/II/79 tentang Penetapan kelas Rumah Sakit Umum Pemerintah ;

7. Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 48/Men.Kes/SKB/II/88

10 Tahun 1988

tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1987 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintahan Dalam Bidang Kesehatan kepada Daerah ;

8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 105/Menkes/SK/II/1988 tentang Penetapan Peningkatan Kelas beberapa Rumah Sakit Umum Pemerintah kelas D menjadi Rumah Sakit Umum Pemerintah kelas C ; 9. Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor

060/SK/1789-Ortak/82 tentang Pedoman Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Jawa Barat.

DENGAN PERSETUJUAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG

(3)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA DAERAH RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :

a. “Daerah” adalah Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang ;

b. “Pemerintah Daerah” adalah Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang ; c. “Bupati Kepala Daerah” adalah Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sumedang ;

d. “DPRD” adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang ;

e. “Kantor Wilayah” adalah Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Propinsi Jawa Barat ;

f. “Kepala Kantor Wilayah” adalah Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Kabupaten Sumedang ;

g. “Kantor Departemen” adalah Kantor Departemen Kesehatan Kabupaten Sumedang ; h. “Kepala Kantor Departemen” adalah Kepala Kantor Departemen Kesehatan

Kabupaten Sumedang;

i. “Rumah Sakit Umum” adalah Rumah Sakit Umum Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang ;

j. “Direktur”adalah Direktur Rumah Sakit Umum Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang ;

(4)

BAB II PEMBENTUKAN

Pasal 2

Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Unit Pelaksanaan Daerah Rumah Sakit Umum Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang.

BAB III

KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN PUNGSI Bagian Pertama

KEDUDUKAN Pasal

(1) Rumah Sakit Umum adalah Unit Pelaksana Daerah dilingkungan Pemerintahan Daerah dibidang Pelayanan Kesehatan yang secara teknis administratif dan teknis operasional berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Kepala Daerah dan medis teknis bertanggung jawab kepada Kantor Wilayah melalui Kantor Departemen ;

(2) Rumah Sakit Umum dipimpin oleh seorang Kepala dengan sebutan Direktur.

Bagian Kedua TUGAS POKOK

Pasal 4 Tugas Pokok Rumah Sakit Umum adalah :

a. Melaksanakan sebagian urusan Rumah Tangga Daerah berdasarkan penyerahan hak dalam rangka Otonomi Daerah dibidang kesehatan yang meliputi pelayanan kesehatan terutama penyembuhan penderita terutama penyembuhan penderita serta pemulihan keadaan cacad badan dan jiwa sesuai dengan jiwa perundang-undangan yang berlaku;

b. Melaksanakan tugas pembantuan yang diserahkan kepada oleh Bupati Kepala Daerah.

(5)

Bagian Ketiga FUNGSI

Pasal 5

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 Peraturan Daerah ini, Rumah Sakit Umum mempunyai fungsi :

a. Melaksanakan Usaha pelayanan medis ; b. Melaksanakan Usaha rehabilitasi medis ;

c. Melaksanakan Usaha pencegahan akibat penyakit dan pemulihan kesehatan ; d. Melaksanakan Usaha perawatan ;

e. Melaksanakan kegiatan sebagai tempat usaha pendidikan dan latihan medis dan paramedis ;

f. Melaksanakan sistem rujukan (referal system) ; g. Melaksanakan kegiatan sebagai tempat penelitian.

BAB IV ORGANISASI Bagian Pertama Unsur-unsur Organisai

Pasal 6 Rumah Sakit Umum terdiri dari unsur-unsur : a. Pimpinan adalah Direktur ;

b. Pembantu Pimpinan dibidang administrasi umum adalah Sub Bagian Tata Usaha ; c. Pembantu Pimpinan dibidang medis teknis adalah Seksi-seksi ;

d. Pelaksana adalah Unit Pelaksana Fungsional dan Instalasi.

Bagian Kedua Susunan Organisasi

Pasal 7

(1) Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum adalah sebagai berikut : a. Direktur ;

b. Sub Bagian Tata Usaha terdiri dari :

(6)

1. Urusan Penyusunan Program dan Laporan ; 2. Urusan Umum ;

3. Urusan Kepegawaian ; 4. Urusan Pencatatan Medis ; 5. Urusan Rumah Tangga.

c. Seksi Penunjang dan Pelayanan Medis terdiri dari : 1. Sub Seksi Medis I ;

2. Sub Seksi Medis II ; d. Seksi Perawatan terdiri dari :

1. Sub Seksi Perawatan I ; 2. Sub Seksi Perawatan II ; e. Seksi Seksi Keuangan terdiri dari :

1. Sub Seksi Perbendaharaan ;

2. Sub Seksi Pengelolaan Dana Intern ; f. Unit Pelaksana Fungsional terdiri dari :

1. Unit Rawat Jalan ;

2. Unit Pelayanan Darurat Medik ; 3. Unit Radiologi ;

4. Unit Rehabilitasi ; 5. Unit Penyakit Dalam ; 6. Unit Penyakit Anak ; 7. Unit Bedah ;

8. Unit Kebidanan dan Penyakit Kandungan ; 9. Unit Penyakit Mata ;

10. Unit Telingan, Hidung dan Tenggorokan ; 11. Unit Gigi dan Mulut

g. Instalasi terdiri dari : 1. Instalasi Farmasi ;

2. Instalasi Laboratorium Klinik ; 3. Instalasi Gizi ;

4. Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit.

(7)

(2) Bagan Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Daerah ini.

Bagian Ketiga

Bidang Tugas Unsur-unsur Rumah Sakit Umum Paragraf 1

Direktur Pasal 8 Direktur mempunyai tugas :

a. Membantu Bupati Kepala Daerah dalam melaksanakan tugasnya dibidang pelayanan kesehatan dalam merencanakan maupun perumusan kebijakan ;

b. Memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan serta mengawasi semua kegiatan Ruma Sakit Umum ;

c. Memberikan informasi mengenai usaha pelayanan kesehatan, saran dan pertimbangan kepada Bupati Kepala Daerah sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan atau membuat keputusan ;

d. Mempersiapkan bahan bahan bagi penetapan dibidang kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

e. Mempertanggung jawabkan tugas-tugas Rumah Sakit Umum secara teknis administratif dan teknis operasional kepada Bupati Kepala Daerah serta secara medis teknis kepada Kantor Departemen/Kantor Wilayah ;

f. Mengangkat/menunjuk pegawai-pegawai Rumah Sakit dalam jabatan-jabatan tertentu dilingkungan Rumah Sakit Umum ;

g. Mengadakan hubungan kerja sama dengan semua Instansi baik Pemerintah maupun Swasta untuk kepentingan Pelaksanaan tugasnya ;

h. Menyusun program kerja dalam rangka pelaksanaan tugasnya.

(8)

Paragraf 2 Sub Bagian Tata Usaha

Pasal 9

(1) Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang administrasi umum ; b. Mempersiapkan dan menyusun rencana anggaran ;

c. Mempersiapkan dan menyusun petunjuk tata laksana administrasi umum ;

d. Menyelenggarakan pengelolaan dan bimbingan administrasi kepegawaian, administrasi umum serta melakukan pengurusan kegiatan pendidikan, latihan dan kegiatan rumah tangga ;

e. Mempersiapkan rancangan keputusan serta melaksanakan penilaian atas pelaksanaan keputusan yang berhubungan dengan bidang tugasnya ;

f. Memberikan saran dan atau pertimbangan kepada Direktur mengenai hal-hal yang ada hubungannya dengan masalah yang timbul sebagai akibat pelaksanaan tugas Rumah Sakit ;

g. Mengumpulkan dan mengolah bahan/informasi serta mengajukan pemecahan masalah dan pertimbangan kepada Direktur untuk dijadikan pegangan dalam rangka melaksanakan kebijakan ;

h. Melakukan pengurusan dan mengadakan perlengkapan medis, penunjang medis dan Kantor ;

i. Melakukan pengurusan kendaraan ;

j. Melakukan pengurusan Rumah Tangga Rumah Sakit Umum ;

k. Mempersiapkan bahan-bahan dalam rangka menyusun rencana kerja dibidang tugasnya ;

l. Mengusahakan tercapainya tertib administrasi, tertib organisasi dan tertib kerja bagi seluruh satuan organisasi Rumah Sakit Umum ;

m. Mengkoordinir pelaksanaan pendidikan tenaga non medis dan paramedis serta membimbing siswa yang praktek lapangan ;

n. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi pegawai dilingkungannya.

(9)

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini Kepala Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Bagian Tata Usaha dibantu oleh :

a. Urusan Penyusunan Program dan Laporan ; b. Urusan Umum ;

c. Urusan Kepegawaian ; d. Urusan Pencatatan Medis ; e. Urusan Rumah Tangga.

Pasal 10

(1) Urusan Penyusunan Program dan Laporan, mempunyai tugas mempersiapkan, mengolah dan menyusun program kegiatan semua usnur dilingkungan Rumah Sakit Umum dan menyusun laporan Rumah Sakit ;

(2) Urusan Umum, mempunyai tugas melaksanakan kegiatan Tata Usaha Rumah Sakit Umum, mengelola protokoler, perpustakaan, kendaraan dan penyelenggara barang ; (3) Urusan Kepegawaian, mempunyai tugas melaksanakan pengurusan kepegawaian dan

kepengurusan dan latihan ;

(4) Urusan Pencatatan Medis, mempunyai tugas mengatur pelaksanaan kegiatan pencatatan medis ;

(5) Urusan Rumah Tangga, mempunyai tugas melaksanakan kegiatan Rumah Tangga Rumah Sakit Umum, laundry, ketertiban dan pemeliharaan Rumah Sakit Umum.

Paragraf 3

Seksi Penunjang dan Pelayanan Medis Pasal 11

(1) Seksi Penunjang dan Pelayanan Medis dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal : a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatam dalam bidang tugasnya ;

b. Mempersiapkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan rencana kerja/penyusunan Daftar Usulan Proyek dalam bidang tugasnya ;

(10)

c. Memberikan saran, pertimbangan dan informasi kepada Direktur mengenai penetapan garis-garis kebijakan umum dibidang perlengkapan medis dan penunjang medis ;

d. Mengkoordinasikan perencanaan pengadaan perlengkapan penunjang medis bagi Rumah Sakit Umum ;

e. Mengkoordinir pelaksanaan pendidikan medis ;

f. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya;

g. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestas pegawai dilingkungannya ;

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimakusd dalam ayat (1) pasal ini Kepala Seksi Penunjang dan Pelayanan Medis dibantu oleh :

a. Sub Seksi Medis I ; b. Sub Seksi Medis II;

Pasal 12

(1) Sub Seksi Medis I mempunyai tugas mengkoordinasikan seluruh kebutuhan Unit termasuk unit pelayanan Darurat Medik, Unit Radiologi, Unit Rehabilitasi, Instalasi Farmasi, Instalasi Laboratorium Klinik, Instalasi Gizi dan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit Umum ;

(2) Sub Seksi Medis II mempunyai tugas mengkoordinasikan seluruh kebutuhan Unit Penyakit Dalam, Unit Penyakit Anak, Unit Bedah, Unit Kebidanan dan Penyakit Kandungan,Unit Penyakit Mata, Unit Telinga Hidung Tenggorokan, Unit Gigi dan Mulut dan Unit Rawat Jalan.

Paragraf 4 Pasal 14

(1) Sub Seksi Perawatan I mempunyai tugas mengkoordinasikan kegiatan pelayanan Perawatan pada Unit Penyakit Dalam, Unit Penyakit Anak, Unit Penyakit Mata dan Unit Penyakit Telinga Hidung dan Tenggorokan.

(11)

(2) Sub Seksi Perawatan II mempunyai tugas mengkoordinasikan kegiatan pelayanan perawatan pada Unit Bedah, Unit Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Unit Penyakit Gigi dan Mulut, Unit Darurat Medik dan Unit Rawat Jalan.

Paragraf 5 Seksi Keuangan

Pasal 15

(1) Seksi Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang keuangan dan akuntansi Rumah Sakit Umum ;

b. Mempersiapkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan rencana kerja/penyusunan Daftar Usulan Proyek dalam bidang tugasnya ;

c. Mengatur dan mengendalikan kegiatan keuangan dalam rangka pelaksanaan tugas keuangan ;

d. Mengkoordinasikan penyusunan anggaran Rutin dan Anggaran Pembangunan Rumah Sakit Umum ;

e. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya;

f. Memberikan saran, pertimbangan dan informasi kepada Direktur mengenai penetapan garis-garis kebijakan umum dibidang keuangan ;

g. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi pegawai dilingkungannya ;

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaiman dimaksud dalam ayat (1) pasal ini Kepala Seksi Keuangan dibantu oleh :

a. Sub Seksi Perbendaharaan ;

b. Sub Seksi Pengelolaan Dana Intern.

Pasal 16

(1) Sub Seksi Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan Tata Usaha Keuangan dan Pengelolaan Perbendaharaan Rumah Sakit Umum ;

(12)

(2) Sub Seksi Pengelolaan Dana Intern mempunyai tugas melakukan penerimaan pembukuan, penyetoran ke Kas Daerah dan bertanggung jawab keuangan yang diperoleh dari Pelayanan Rumah Sakit.

Paragraf 6

Unit Pelaksana Fungsional Pasal 17

(1) Unit Pelaksana Fungsional adalah unsur pelaksana yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur ;

(2) Unit Pelaksana Fungsional terdiri dari tenaga-tenaga medis dan paramedis dalam jabatan fungsional ;

(3) Unit Pelaksana Fungsional dipimpin oleh seorang Pejabat Fungsional selaku Kepala Unit yang ditunjuk diantara Pejabat Fungsional yang senior dilingkungan Rumah Sakit Umum.

Unit Rawat Jalan Pasal 18

Unit Rawat Jalan adalah Unit Pelaksana Fungsional dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal : a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang perawatan Rawat Jalan ; b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya c. Melaksanakan diagnose pengobatan,perawatan,pencegahan dan peningkatkan serta

penelitian untuk penderita rawat jalan ;

d. Melaksanakan hubungan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi di lingkungan Rumah Sakit Umum ;

Unit Darurat Medik.

Pasal 19

Unit Darurat Medik adalah Unit Pelaksana Fungsional dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

(13)

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang Perawatan Darurat Medik;

b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan di bidang tugasnya ; c. Melaksanakan pelayanan Darurat Medik termasuk diagnose, pengobatan, perawatan,

pencegahan akibat penyakit dan peningkatan pemeliharaan Kesehatan dan Rehabilitas ;

d. Melaksanakan hubungn kerja yang sebaik-baiknya dengan semua organisasi di lingkungan Rumah Sakit Umum ;

e. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya.;

Unit Radiologi.

Pasal 20.

a. Memimpin dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya ; b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya;

c. Melaksanakan kegiatan rehabilitasi medis yang meliputi fisioterapi, alat pembantu buatan dan latihan kerja, perawatan, pengobatan, pendidikan, pencegahan akibat penyakit dan peningkatan kesehatan ;

d. Melaksanakan hubungan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi dilingkungan Rumah Sakit Umum ;

e. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya.

Unit Penyakit Dalam Pasal 22

Unit Penyakit Dalam adalah Unit Pelaksana Fungsional dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang penyakit dalam ; b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya ; c. Melaksanakan diagnose, pengobatan, perawatan, rehabilitasi, pencegahan, akibat

penyakit dan peningkatan pemulihan kesehatan dibidang tugasnya ;

(14)

d. Membina dan memelihra terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya ;

e. Melaksanakan hubungan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi dilingkungan Rumah Sakit Umum.

Unit Penyakit Anak Pasal 23

Unit Penyakit Anak adalah Unit Pelaksana Fungsional dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang Penyakit Anak ; b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya ; c. Melaksanakan diagnose, pengobatan, perawatan, rehabilitasi, pencegahan akibat

penyakit dan peningkatan pemulihan kesehatan dibidang tugasnya ;

d. Melaksanakan hubungan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi dilingkungan Rumah Sakit Umum ;

e. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya.

Unit Bedah Pasal 24

Unit Bedah adalah Unit Pelaksana Fungsional dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang Bedah;

b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya ; c. Melaksanakan diagnose, pengobatan, perawatan, rehabilitasi, pencegahan akibat

penyakit dan peningkatan pemulihan kesehatan dibidang Bedah;

d. Melaksanakan hubungan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi dilingkungan Rumah Sakit Umum ;

e. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya.

(15)

Unit Kebidanan dan Penyakit Kandungan Pasal 25

Unit Kebidanan dan Penyakit Kandungan adalah Unit Pelaksana Fungsional dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang Kebidanan dan Penyakit Kandungan;

b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya ; c. Melaksanakan diagnose, pengobatan, perawatan, rehabilitasi, pencegahan akibat

penyakit dan peningkatan pemulihan kesehatan dibidang Kebidanan dan Penyakit Kandungan;

d. Melaksanakan hubungan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi dilingkungan Rumah Sakit Umum ;

e. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya.

Unit Telinga, Hidung dan Tenggorokan Pasal 26

Unit Telinga, Hidung dan Tenggorokan adalah Unit Pelaksana Fungsional dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang Telinga, Hidung dan Tenggorokan;

b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya ; c. Melaksanakan diagnose, pengobatan, perawatan, rehabilitasi, pencegahan akibat

penyakit dan peningkatan pemulihan kesehatan dibidang Telinga, Hidung dan Tenggorokan;

d. Melaksanakan hubungan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi dilingkungan Rumah Sakit Umum ;

e. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya.

(16)

Unit Gigi dan Mulut Pasal 27

Unit Gigi dan Mulut adalah Unit Pelaksana Fungsional dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang Gigi dan Mulut;

b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya ; c. Melaksanakan diagnose, pengobatan, perawatan, rehabilitasi, pencegahan akibat

penyakit dan peningkatan pemulihan kesehatan dibidang Gigi dan Mulut;

d. Melaksanakan hubungan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi dilingkungan Rumah Sakit Umum ;

e. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya.

Unit Penyakit Mata Pasal 28

Unit Penyakit Mata adalah Unit Pelaksana Fungsional dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal : a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang Penyakit Mata;

b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya ; c. Melaksanakan diagnose, pengobatan, perawatan, rehabilitasi, pencegahan akibat

penyakit dan peningkatan pemulihan kesehatan dibidang Penyakit Mata;

d. Melaksanakan hubungan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi dilingkungan Rumah Sakit Umum ;

e. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya.

(17)

Paragraf 7 Instalasi Pasal 29

(1) Instalasi adalah saran penunjang kegiatan Unit Pelaksana Fungsional yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur ;

(2) Besar kecilnya suatu Instalasi ditentukan berdasarkan beban kerja ; (3) Instalasi dipimpin oleh seorang Kepala.

Instalasi Farmasi Pasal 30

Instalasi Farmasi dipimpin oleh seorang Kepala Instalasi yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang Farmasi ;

b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang Farmasi ; c. Melaksanakan kegiatan peracikan, penyimpanan dan penyaluran obat-obatan, gas

medis, serta bahan kimia, penyimpanan dan penyaluran alat kedokteran alat perawatan dan alat kesehatan yang dilakukan oleh tenaga/pegawai dalam jabatan fungsional ;

d. Melaksanakan hubungan kerjasama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi dilingkungan Rumah Sakit Umum ;

e. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya.

Instalasi Laboratorium Klinik Pasal 31

Instalasi Laboratorium Klinik dipimpin oleh seorang Kepala Instalasi yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang Laboratorium Klinik;

b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang Farmasi ;

(18)

c. Melaksanakan kegiatan pemeriksaan dibidang Laboratorium Klinik untuk keperluan diagnose dan kegiatan transfusi yang dilakukan oleh tenaga/pegawai dalam jabatan fungsional ;

d. Melaksanakan hubungan kerjasama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi dilingkungan Rumah Sakit Umum ;

e. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya.

Instalasi Gizi Pasal 32

Instalasi Gizi dipimpin oleh seorang Kepala Instalasi yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal :

a. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ;

b. Mengumpulkan dan mengolah data serta menyajikan laporan dibidang tugasnya ; c. Melaksanakan pemeliharaan instalasi air minum, air panas,listrik, gas medis

pembuangan sampah dan cairan, elektromedis, pencucian dan pemeliharaan alat-alat kedokteran dan alat kesehatan yang dilakukan oleh tenaga/pegawai dalam jabatan fungsional ;

d. Melaksanakan hubungan kerjasama yang sebaik-baiknya dengan semua satuan organisasi dilingkungan Rumah Sakit Umum ;

e. Membina dan memelihara terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dilingkungannya.

Paragraf 8 Urusan dan Sub Seksi

Pasal 34

(1) Urusan dan Sub Seksi dalam lingkungan Rumah Sakit Umum masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Urusan dan Kepala Sub Seksi ;

(2) Pengaturan lebih lanjut tentang tata kerja Urusan Sub Seksi dilingkungan Rumah Sakit Umum, ditetapkan lebih lanjut dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah.

(19)

BAB V TATA KERJA Bagian Pertama

UMUM Pasal 35

(1) Dalam melaksanakan tugasnya Direktur, Kepala Sub Bagian Kepala Seksi, Kepala Unit Pelaksana Fungsional dan Kepala Instalasi wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing, maupun dengan satuan organisasi dalam lingkungan Departemen Kesehatan serta Instansi Pemerintah lainnya ;

(2) Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Rumah Sakit Umum bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing membimbing serta memberikan petunjuk-petunjuk bagi pelaksana tugas bawahan ; (3) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan memenuhi petunjuk-petunjuk

dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing;

(4) Hal-hal yang menjadi tugas Rumah Sakit Umum merupakan suatu kebulatan yang satu sama lain tidak dapat dipisah-pisahkan.

Bagian Kedua Pelaporan

Pasal 36

(1) Direktur memberikan laporan tentang pelaksanaan tugasnya secara teratur, jelas serta tepat pada waktunya kepada Bupati Kepala Daerah;

(2) Pengaturan mengenai jelas laporan dan cara penyampaiannya ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku;

(3) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya;

(4) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahan.

(20)

(5) Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lainnya yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

B A B VI KEPEGAWAIAN

Pasal 37

(1) Direktur bertanggung jawab dalam mempersiapkan bahan-bahan bagi penentuan kebijakan Bupati Kepala Daerah dibidang kepegawaian dan memelihara administrasi kepegawaian;

(2) Direktur bertanggung jawab dalam hal perencanaan, pengelolaan dan pembinaan dibidang kepegawaian;

(3) Direktur wajib membuat daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan dan daftar urut kepangkatan pegawai bawahannya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(4) Direktur wajib memperhatikan pelaksanaan kenaikan pangkat dan gaji pegawai bawahannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(5) Direktur mempersiapkan dan menyusun daftar pegawai yang akan dididik didalam maupun diluar Negeri untuk disampaikan kepada Bupati Kepala Daerah dan Kepala Kantor Kepala Wilayah;

(6) Direktur memberikan bahan-bahan untuk keperluan daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan bagi dokter ahli yang dipekerjakan atau ditempatkan pada Rumah Sakit Umum.

B A B VII HAL MEWAKILI

Pasal 38

(1) Kepala Sub Bagian Tata Usaha mewakili Direktur apabila Direktur berhalangan menjalankan tugas dibidang Administrasi ;

(21)

(2) Apabila Kepada Sub Basgian Tata Usaha berhalangan pula menjalankan tugasnya maka Direktur menunjuk/menetapkan salah seorang Kepala Seksi dengan memperhatikan Senioritas Kepangkatan ;

B A B VII.

KETENTUAN LAIN DAN PENUTUP.

Pasal 39.

Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka segala ketentuan yang mengatur Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum yang bertentangan dengan Peraturan Daerah ini dinyatakan tidak berlaku lagi.

Pasal 40

Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaan akan ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah.

Pasal 41

Peraturan Daerah ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.

Sumedang, 3 Mei 1988

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH BUPATI KEPALA DAERAH

TINGKAT II SUMEDANG TINGKAT II SUMEDANG

KETUA,

ttd ttd

(OMO RACHMAT ) (Drs. H. SUTARDJA)

Peraturan Daerah ini disyahkan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat dengan Surat Keputusan tanggal 10 Januari 1989 Nomor : 188.342/SK.22-Huk/89, Seri D1

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT

Ttd

(H.R MOH. YOGIE S.M)

(22)

Diundangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang Tanggal 17 Januari 1988 Nomor 1 Tahun 1989 Seri : D.1

SEKRETARIS WILAYAH/DAERAH,

ttd

(Drs. DENNY SUGANDI)

NIP. 480 051 782

(23)

PENJELASAN : ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG NOMOR 10 TAHUN 1988, TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI, DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA DAERAH RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG.

I. PENJELASAN UMUM :

Rumah Sakit Umum semula termasuk klasifikasi Kelas D dengan Status sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas dibawah Dinas Kesehatan Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang, maka sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 105/MENKES/SK/II/1988, statusnya dinaikan menjadi Klasifikasi Kelas C sehingga statusnyapun berubah menjadi Unit Pelaksana Daerah.

Semula Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja UPTD Rumah Sakit Umum didasarkan kepada Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Nomor 441.6/SK.145.Ks/1983, tanggal 4 Juli 1983, maka setelah menjadi Unit Pelaksana Daerah pengaturannya dituangkan dalam Peraturan Daerah.

Rumah Sakit Umum adalah Unit Pelaksana Daerah di Lingkungan Pemerintah Daerah dibidang pelayanan Kesehatan yang secara Teknis Administratif dan Teknis Operasionalnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Kepala Daerah dan Teknis Medis bertanggung jawab kepada Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Propinsi Jawa Barat melalui Kantor Departemen Kesehatan Kabupaten Sumedang.

Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Kelas C berpedoman kepada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 134/MENKES/SK/IV/78 tanggal 28 April 1978.

II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL : Cukup jelas

(24)
(25)

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PELAKSANA DAERAH (UPTD) LAMPIRAN : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KELAS C KABUPATEN

TINGKAT II SUMEDANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG NOMOR 10 TAHUN 1988 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA DAERAH RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN DATI II SUMEDANG

D I R E K T U R

INSTALANSI FARMASI

INSTALANSI LABORATORIUM

KLINIK INSTALANSI

GIZI

INSTALANSI PEMELIHARAAN

RUMAH SAKIT

SEKSI PERAWATAN I

SUB SEKSI PERAWATAN I

SUB SEKSI PERAWATAN II

SEKSI PENUNJANG &

PELAYANAN MEDIS SUB SEKSI

MEDIS I

SUB SEKSI MEDIS II

SUB BAG TATA USAHA

URUSAN

U M U M URUSAN

KEPEGAWAIAN URUSAN PENCATATAN URUSAN

PENYUSUNAN PROG & PELAP

SEKSI KEUANGAN

SUB SEKSI PERBENDAHARAAN

SUB SEKSI PENGELOLAAN

INS

UPF DARURAT

MEDIK

UPF REHABILI

TASI

UPF

RADIOLOGI UPF

DALAM UPF

BEDAH UPF

KEBIDANAN KANDUNG

UPF

MATA UPF

ANAK UPF

THT UPF

GIGI &

MULUT UPF

RAWAT JALAN

URUSAN RUMAH TANGGA

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN DAERAH

TINGKAT II SUMEDANG Ketua,

Ttd

OMO RACHMAT

BUPATI KEPALA DAERAH

TINGKAT II SUMEDANG Ttd

Drs. H. S U T A R D J A

Referensi

Dokumen terkait

below detection limit  (b.d) untuk seluruh area sehingga dapat disimpulkan bahwa kandungan Cd untuk air permukaan masih dalam kondisi baik, sedangkan pada sedimen sungai

Universitas Negeri

Balma schubungm dengm hal terscbut pertu diteqkm dengm Surat Peogadaao Barag Dat Jasa / Pelelangan Daerah Bidmg Bina Mrga Dar Bagian Selsretsrid Dilingkurgm KEhpatm

Berdasarkan Penetapan Pemenang Seleksi Sederhana Nomor : 100/31/PP/01/ULP/IX/2013 , kami Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pokja Jasa Konsultansi dan Jasa Lainnya Kabupaten Sukamara

Mengacu pada berbagai penelitian yang telah dilakukan, maka penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak pemecahan saham terhadap harga saham yang difokuskan pada perubahan

Dari perhitungan analisis korelasi untuk mengukur besarnya hubungan antara strategi pengembagan kemasan produk dengan tingkat volume penjualan yang dicapai oleh

Hasil pemeriksaan kadar timbal (Pb) pada siput langkitang yang terbuka.. dapat dilihat pada tabel dibawah