• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP. revolusi 1952 dalam novel al-lish-shu wal-kila b karya Najib Machfuzh, maka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V PENUTUP. revolusi 1952 dalam novel al-lish-shu wal-kila b karya Najib Machfuzh, maka"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

100 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang telah diuraikan dan dijabarkan, dalam kaitannya dengan kemiskinan dan pertentangan kelas masayarakat Mesir pasca revolusi 1952 dalam novel al-Lish-shu wal-Kilāb karya Najib Machfuzh, maka dapat dsisimpulkan sebagai berikut:

Pertama, Mayoritas masyarakat Mesir pasca revolusi 1952 hidup dalam kemiskinan material. Kekayaan material hanya dikuasai oleh beberapa kelompok masyarakat saja. Segelintir kecil masyarakat Mesir menguasai sebagian besar kekayaan dalam negara tersebut. Sejumlah kelompok menguasai banyak aset tanah dalam bentuk pertanian dan perkebunan. Sebagian lagi menguasai aset media dan pemerintahan. Sebagian besar rakyat biasa Mesir lainnya, hanya bekerja sebagai buruh dan pekerja kasar yang mempunyai penghasilan sedikit. Kepemilikan aset yang tidak merata mengakibatkan kesenjangan di berbagai segi kehidupan; pangan, tempat tinggal, keamanan, kesehatan, pendidikan hingga hak dalam mendapatkan perlakuan publik.

Kedua, Kemiskinan material yang dialami mayoritas masyarakat Mesir, melahirkan kemiskinan moral pada berbagai lapisan masyarakat. Perbuatan amoral tersebar di masyarakat seperti penyakit menular yang sulit dihentikan.

Berbagai masalah yang disebabkan oleh kemiskinan bermunculan pada berbagai lingkup masyarakat, dimulai dari keluarga, tetangga, masyarakat wilayah dan negara. Maraknya tindak kejahatan tidak pernah lepas dari faktor pendukung tindak kejahatan tersebut. Penyebab terkuat dari tindak kejahatan dan diulanginya tindak kejahatan lebih dari sekali adalah karena tekanan ekonomi yang didukung

(2)

oleh keadaan lingkungan yang rawan dan memungkinkan bagi seorang individu untuk berbuat kejahatan.

Ditemukan hubungan antara keadaan negatif ekonomi dan tindak kriminal atau amoral. Terutama mengenai kejahatan atau perilaku amoral yang berupa pencurian. Kenaikan harga yang tidak terjangkau oleh masyarakat lapis bawah, juga dapat memicu naiknya tindak pencurian. Tingkat kejahatan dan kriminalitas adalah konsekuensi dari masyarakat kapitalis akibat dari sistem ekonomi yang diwarnai penindasan, sehingga menciptakan faktor-faktor yang dapat mendukung berbagai tindak kejahatan.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan serta merta menurunkan perbuatan kriminal. Secara umum keadaan ekonomi sebagus apapun tetap saja tidak bisa menghilangkan perbuatan amoral atau kriminal, karena perbuatan amoral bukan melulu disebabkan alasan ekonomi. Akan tetapi, bila memang ekonomi menjadi persoalan utama di balik meningkatnya perbuatan kriminal, maka kontrol terhadap perbuatan kriminal menjadi semakin sulit jika unsur ekonominya tidak ditangani. Sementara kaum elit dan kaya, melakukan tindakan amoral karena kerakusan dan keserakahannya tidak ingin asetnya berkurang apalagi hilang darinya.

Ketiga, gambaran-gambaran pertentangan antara kelas masyarakat miskin dan masyarakat kaya yang dipaparkan dalam novel al-Lish-shu wal-Kilāb, merupakan simbol pertentangan antara kaum sosialis dan kaum kapitalis. Apa yang diajarkan oleh Rouf kepada Said Mahran, sejalan dengan prinsip yang dipegang oleh kaum sosialis. Ketika manusia dalam keadaan miskin dan kehilangan moral, maka mencuri, merampok, membunuh itu dibolehkan dan bukan merupakan suatu tindak kejahatan, apalagi bila yang dijadikan sasaran

(3)

adalah kaum kapitalis atau orang kaya. Ketika suatu saat seseorang menjadi kaya raya, maka penilaiannya berubah 180 derajat. Saat itu, mencuri merampok dan membunuh itu adalah perbuatan terlarang, menentang hukum dan kesalahan besar. Hal itu terjadi pada diri Rouf yang dulu mengajarkan mencuri boleh, kini mencuri adalah kesalahan besar saat dia sudah menjadi orang kaya. Perubahan cara penilaian itu bukanlah disebabkan adanya proses perubahan dalam strata kelas dari miskin ke kaya. Perubahan itu dikarenakan suatu upaya perlindungan diri, takut nanti si miskin menjadikannya sasaran.

Dari segi kebendaan, ada pertemuan antara kapitalisme dan sosialisme. Kaum kapitalisme mencela kaum sosialisme karena sosialisme suka menghasut dan menimbulkan kerusuhan di mana-mana. Begitu juga dengan sebaliknya, kaum sosialisme mencaci-maki habis-habisan kaum kapitasis dengan tuduhan menghisap darah kaum kecil. Keserakahan antara keduanya adalah sama. Dari segi moral, asas kedua ideologi ini jelas menyalahi hakikat manusia. Kapitalisme menganggap bahwa manusia itu adalah kawan kerjasama yang diperlukan tenanganya untuk menumpuk dan mempertahankan kapital. Maka bila manusia tidak dianggap akan mampu menghasilkan keuntungan, ia tidak akan menerima dekat dengan manusia itu. Sedangkan sosialisme menganggap manusia adalah unsur-unsur kekuatan yang diperlukan untuk memrebut kekuasaan, karena kekuasaan berarti kekayaan. Esensi dari kedua ajaran tersebut jelas mendehumanisasi nilai-nilai kemanusiaan, karena menempatkan nilai manusia hanya sebagai alat untuk menumpuk harta dan mendapatkan kekuasaan. Menurut kaum sosialis, dalam mencapai kekuasaan pembunuhan dan apa saja yang dilakukan dalam mencapai tujuan, bukanlah merupakan suatu kejahatan.

(4)

5.2 Saran

Pandangan yang dimiliki peneliti, penanggulangan kemiskinan dapat bermula dari pekerjaan amal yang berdasarkan kepada upaya untuk meringankan beban orang lain yang menderita, dengan cara memberikan bantuan menurut kemampuan yang memberi. Hal ini berlandaskan ikut merasakan penderitaan yang dirasakan oleh orang lain, pemberian bantuan yang semula awalnya dilakukan secara individual, bisa dikembangkan dan diorganisir melalui badan-badan amal atau badan-badan sosial yang mendapatkan sumber dana dari masayarakat dengan kemampuan ekonomi yang lebih baik. Dalam konsep ini, sangat dekat dengan konsep sedekah atau zakat dalam agama Islam.

Untuk menghindari kemiskinan, negara harus memperhatikan komponen-komponen utama yang harus menjadi dasar pembangunan masyarakat: a). Pemenuhan dan pemuasan kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar ini dibedakan lagi ke dalam kebutuhan material dan kebutuhan non-material. Kebutuhan dasar material sesungguhnya berhubungan kemampuan dalam mempertahankan diri untuk hidup, sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar material berarti juga kesulitan untuk mempertahankan diri untuk hidup. Aspek ini mencakup pemenuhan kebutuhan pangan, pelayanan kesehatan, papan dan pakaian. Seseorang masuk ke dalam kategori miskin, bila umumnya aspek-aspek itu belum dapat dipenuhi secara wajar. Bila kebutuhan-kebutuhan yang disebut di atas sudah dapat dipenuhi walaupun masih dalam kadar minimal, maka pada tahap berikutnya pemenuhan kebutuhan lahir dari kesempatan seseorang untuk bekerja. Artinya tiap orang mempunyai kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan memungkinkan untuk meningkatkan kualitas pemenuhan berbagai kebutuhan dasarnya dari sisi material. Kebutuhan dasar non-material yang paling

(5)

penting dan utama adalah pendidikan. Baik itu dalam arti pendidikan praktikal, yaitu untuk mencapai kesehatan yang baik, perumahan yang manusiawi maupun dalam arti membina kehidupan mental dan spiritual. Dalam arti kuantitatif, pendidikan harus dikembangkan sebagai hak dari orang banyak dan bukan hak kalangan tertentu saja yang mendapatkannya. Dalam arti kualitatif, pendidikan harus diadaptasikan pada budaya setempat dan sasaran sosial ekonomi masyarakat tersebut di masa depan. Warga yang belum dapat menikmati pendidikan dalam arti kuantitatif dan kualitatif, dapat dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Masalah yang terjadi dalam kehidupan sosial manusia seperti buruknya pemerataan kekayaan, buruknya pengaturan keseimbangan kerja dan upah kerja hingga melahirkan kesenjangan kelas sosial, kesempatan kerja yang tidak memadai dan lemahnya produksi. Islam menyelesaikan itu semua dengan konsep yang tidak merugikan semua pihak. Islam mengajarkan pemerataan dengan zakat, shadaqah dan qurban. Kesenjangan kelas sosial diaatasi Islam oleh pengakuan kesamaan kedudukan manusia. Perbedaan manusia yang satu dengan yang lainnya adalah tingkat kualitas ketaqwaannya kepada Allah. Sehingga miskin kaya tidak dibedakan perlakuannya, tetap mendapatkan pelayanan dan perhatian yang baik dimasyarakat. Islam menyatakan bahwa tatanannya adalah lebih adil, lebih bersih atau suci dan lebih lengkap dari komunisme. Lebih adil karena Islam tidak menyentuh harta pribadi kecuali untuk kepentingannya, lebih bersih karena menjamin apa yang dikeluarkan dari harta adalah untuk hal yang produktif, lebih luas cakupannya karena memberdayakan individu untuk masyarakat dan memberdayakan masyarakat untuk idividu.

Pertentangan yang terjadi antara sejumlah kepentingan yang dimiliki oleh seorang individu antasa satu dan yang lainnya harus menggunakan pemecahan

(6)

moral. Pemecahan ini perlu dilakukan dalam rangka memaksimumkan ssesuatu yang dinilai sebagai baik, manfaat, kebahagiaan, efisiensi dan kepuasan. Ini berbeda dengan menghormati hak, hak bukanlah sesuatu untuk dimaksimumkan dalam pengertian yang serupa dengan memaksimumkan kepentingan. Dasar-dasar moral yang paling bisa dipercaya yang perlu kita pakai sebagai landasan untuk menilai kepentingan adalah dasar-dasar moral yang mengatakan bahwa setiap keputusan atau pengaturan perlu menimbulkan kebaikan yang terbesar.

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan Pelaporan Laporan Keuangan Semester I DIPA BUA (005 01) Tahun Anggaran 2017 , bersama ini dengan hormat diminta kepada Saudara untuk.. menugaskan

Dari tabel 3, dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Y = 8,067 + 0,838 X, hal ini berarti bahwa yang terjadi pengaruh pada variabel terikat (kepuasan nasabah)

Saat ini sudah banyak software untuk membuat game salah satunya adalah Adobe Flash CS3, Adobe Flash merupakan sebuah perangkat lunak yang umumnya digunakan

Dalam pelaksanaan kegiatan ini! )*N terlebih dahulu berkonsultasi dengan mentor  tentang tindakan "ang akan dilaksanakan dan tingkat kecocokan media "ang akan

Untuk menja"ab soal ini kita harus menari berapa panjang ka"at yang diperlukan untuk  membuat sebuah model kerangka

Pada abad ke-7 Islam sudah masuk ke Indonesia dan telah dianut sebagian besar orang Indonesia, baik sebagai agama maupun sebagai hokum.. Hal ini terjadi

Badan Pertanahan Nasional mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pertanahan secara nasional, regional, dan sektoral. Dalam melaksanakan tugas Badan

Estrogen memegang peranan penting untuk terjadinya mioma uteri, hal ini dikaitkan dengan: mioma tidak pernah ditemukan sebelum menarche , banyak ditemukan pada masa