RESIRKULASI
Dr. Ir. M. FADJAR. M.Sc.
MAKANAN
TERBUANG
FAECES
HASIL EKSKRESI LAIN
UNIT RESIRKULASI
UNIT BUDIDAYA (P)
UNIT TREATMENT (R) QT
QE
QT QE
QR
DIMANA
• QT = QR + QE = aliran total yg melewati unit budidaya (m3/hari)
• QT ~ QR
• QT = P/C
• QR = aliran resirkulasi (m3/hari)
• QE = aliran air pengganti (m3/hari)
• P = produksi bahan buangan (g/hari)
• R = bahan buangan yg diubah (g/hari)
• C = Cout – Cin = C max – Cin = selisih konsentrasi bahan buangan (g/m3)
Effisiensi Purifikasi
• Untuk menghitung seberapa effektif filter berfungsi dan untuk membandingkan sistem filter
Ce = ((Cin- Cout)/Cin) X 100 Ce = effisiensi (%)
Cin = konsentrasi substansi memasuki filter Cout = konsentrasi substansi keluar dari filter
Tergantung pada konsentrasi partikel dan karakteristik air yg difilter
Pada akuakultur pengurangan TSS berkisar dari 30 – 80
%, pada water re-use system nilainya lebih rendah
PERSENTASI RESIRKULASI
• R% = QR/QT = QT-QE
_________
QT
DEBIT
• QR = k R/C Ci = 0 Dimana :
k = safety factor
k untuk O2 = 1,5
k untuk padatan terlarut = 1,5 k untuk NH4-N = 2
Kegunaan resikulasi
• Menghemat air dan energi
• Mempermudah pengontrolan lingkungan budidaya
BAGIAN RESIRKULASI
• 1. FILTER MEKANIS (Mechanical treatment)
• 2. PERLAKUAN FISIK (Physical treatment) - Sedimentasi
- Adsorbsi
- Pembentukan busa
• 3. FILTER BIOLOGI
Hubungan besarnya biaya & bahan
buangan yg diubah
FILTER MEKANIS
Tujuan:
• Menyingkirkan partikel dengan cara menyaring sejumlah bagian partikel dari aliran air
• Tergantung : desain dan fungsi filter
• Effesiensi tergantung :
1. Ukuran dan penyebaran bhn filter 2. Kemiringan
3. Detritus
UKURAN PARTIKEL
• TSS (Total Suspended Solid)
:jumlah partikel yang dihentikan oleh filter khusus fibreglass dengan ukuran pori2 0,45 µm
• TS (Total Solid)
:Jumlah total partikel dalam air
Total Dry Matter (DM)
KLASIFIKASI UKURAN
• < 0,001 µm : soluble / larut
• 0,001 – 1 µm : koloidal
• 1 – 100 µm : superkoloidal
• > 100 µm : endapan
• Menghilangkan partikel = mengurangi nutrien dan mikoorganisme
KARAKTERISASI AIR
• Untuk memilih filter yg akan digunakan
• Dari akuakultur harus memperhatikan:
species, komposisi pakan dan penggunaan, FCR dan jumlah air
• Langkah awal : optimal feed
• Ukuran partikel dr outlet akuakultur: 30-40 µm
• Densitas faeces > 1, dari 1,005 sampai 1,2 tenggelam.
contoh
• 1. Pemasangan saringan air
• 2. Filter pasir ukuran 2 – 0,02 mm
• Gravity Sand Filter
• Pressure sand Filter
Gravity Sand Filter
Pressure sand filter
Back-flushing system
Depth filtration/ Sand filter
• Menghilangkan partikel ketika air dialirkan melalui permukaan suatu bahan dengan
partikel (granular filter medium) dengan berbagai ukuran dan ketebalan
biasanya pasir
• Laju aliran ditentukan oleh:
1. ukuran medium filter
2. karakteristik bahan terlarut dalam air yg akan dimurnikan
Gravity Sand Filter
• Debit
V = K h/d dimana :
V = velositas aliran rata2 (m/detik) K = konstanta permeabilitas (
m3/det/luas permukaan) h = head (m)
d = kedalaman filter (m)
• Sedangkan
Q = A. V dimana
Q = debit (m3/detik)
A = luas permukaan filter (m2) V = velositas rata2 (m/detik)
• Sehingga
Q = A.K.h/d
Sand filter
pasir
ijuk kerikil
ijuk
kerakal
Klasifikasi depth filter
• 1. Up-flowing filter
air mengalir melalui media filter 2. Down-flowing filter
air mengalir dari bagian bawah
Depth filter bertekanan dengan back
flushing
Settling/ Gravity filter
• Prinsip: partikelyang memiliki densitas relatif lebih besar daripada air (1,005-1,2 dibandingkan 1 untuk air) akan tenggelam.
• Untuk partikel kecil (0,1- 1 mm) kecepatan mengendap partikel adalah (hukum Stoke):
Vs= g(ρy- ρw) d2p 18µ
dimana: Vs = kecepatan mengendap
ρy = densitas partikel , ρw = densitas air, g = gravitasi, dp = diameter partikel,
µ = kecepatan dinamis air
• Untuk mengendap
Vs > Q/A
dimana Vs= kecepatan mengendap partikel ( m/jam)
Q = air yang mengalir (m3/jam) A = luas permukaan area dasar
(m2)
Q/A= surface load / laju aliran untuk tangki pengendapan
Pada budidaya ikan surface load antara 1 dan 5 m/jam (m3/m2/jam)
Kedalaman yg biasa digunakan 1m dan
perbandingan panjang dan lebar berkisar 1:4 sampai 1:8
Perlakuan fisik
perlakuan thd air yg mengandung bhn buangan dgn memanfaatkan sifat2 fisik air melalui sedimentasi, adsorpsi dan pembentukan busa
• SEDIMENTASI
Lamanya pemyimpanan air di dasar pd unit sedimentasi
t = V/Q V = volume
Q = debit aliran air t = 15-60 menit
Bagian dr sedimentasi
Simple Gravity Settling Tank
Simple Classifier
Spitzkasten Chamber
Thickeners
Kecepatan mengendap ke dasar
• Vc = h/t = h Q/V
= h ____Q_____
p l t
= h Q/A
Beberapa macam cara sedimentasi
• Conventional Settling Basin
Swirl separators, hydrocyclones
• Prinsip: selain densitas partikel juga kekuatan sentrifugal sebagai tambahan
• Filter disebut juga tea-cup settler
• Kelebihan sistem ini konstruksinya sederhana tanpa bagian yg bisa dipindahkan
• Kekurangannya membutuhkan debit air yg seragam untuk mencapai effisiensi optimal
Swirl separators, hydrocyclones
Plate separator
• Dimana ;
α = sudut kemiringan separator 30-60 o
= jarak antara plat separator 3 – 5 cm Partikel dpt dibuang 100% bila
Vc/cos α > Vc
Luas permukaan effektif Ac = A cosα
= Q/Vc
A= jumlah luas permukaan semua plat
= Q/Vc cos α
FILTER BIOLOGI
• MINERALISASI
Bahan Organik dekomposisi protein & asam nukleat
as amino & dasar bhn organik nitrogen (sbg energi sel)
• DEAMINISASI:
proses minera lisasi dimana sekelompok asam amino membentuk amonia
Medium Filter
• V = A/a
V = volume medium filter
A = luas total permukaan filter biologi a = luas permukaan medium filter
OKSIDASI BIOLOGI
Bahan organik
O2
Bakteri
*Laju pertumbuhan ↑
*Kebutuhan O2 ↑
Bahan Energi Sel
CO2
Ammonium Nitrifikasi
Ammonium NH4+
O2 CO2
Bakteri
(Nitrosomonas)
Bahan Energi Sel
Nitri (NO2-)
Bakteri
(Nitrobacter) O2
CO2 Bahan
Energi Sel
Nitrat (NO3-)
REAKSI
• NH4+ + 1,5 O2 2H+ + H2O + NO2-
• NO3- + 0,5 O2 NO3-
• NH4- + 2O2 NO3- + 2H+ + H2O
NITRIFIKASI
oksidasi biologi amonia menjadi nitrit dan nitrat
• Oleh bakteri autotrof
• Dpt menggunakan karbon anorganik sbg sumber karbon seluler
FILTER BIOLOGI
A = k (p/r)
A= luas total permukaan filter biologi (m2) k = safety factor (1<k<3)
P = bahan buangan (NH4+-N) (g/hari)
r = laju perubahan spesifik (gN/m2/hari) Misalnya:
r max = 0,55 g/m2/hr pd 25o air tawar r max = 0,25 g/m2/hr pd 15o air tawar r max = 0,25 g/m2/hr pd 25o air laut
TRICKLING FILTER
MEDIUM FILTER
Medium Biofilter
Keuntungan Biofilter
• 1. Remove ammonia
• 2. Remove nitrites
• 3. Remove dissolved organic solids
• 4. Add oxygen
• 5. Remove carbon dioxide
• 6. Remove excess nitrogen and other dissolved gasses
• 7. Remove suspended solids
Nitrat yg msh terdpt dlm air dpt dirubah melalui pergantian air
• Debit :
QE = P NO3 – N C NO3 – N
QE = laju aliran yang diperlukan untuk mengubah NO3--
N (m3/hari)
P NO3- -N = produksi bahan buangan NO3 - -N (g/hari) C NO3- -N = konsentrasi maksimum NO3- -N (g/m3)
• Nitrat yg masih terdapat dalam air hasil
resirkulasi dapat diubah melalui pergantian air, dgn besar aliran:
QE = P NO3 - N C NO3 - N Dimana:
QE = laju aliran yg diperlukan untuk mengubah NO3- -N (m3/hari)
Effisiensi proses nitrifikasi
• 1. Adanya bhn2 beracun dlm air
• 2. pH, oksidasi amonia terhambat pd pH rendah
• 3. Kandungan O2 terlarut
• 4. Salinitas
• 5. Luas permukaan
• 6. Bahan organik
• 7. Bakteri autotrof dan heterotrof
Denitrifikasi
atau respirasi nitrat bekerja melalui cara yg berlawanan melalui reduksi produk akhir nitrifikasi ke tingkat/bag yg lebih rendah dr oksidasi
• Q = P/C
• A = P/r
P = produksi bhn buangan (g/hari) C = Cout – Cin = Cmax – C min = g/m3 r = kapasitas perubahan spesifik A = luas total permukaan (m2)
Luas Total Filter Biologi
• A = k (p/r)
A = luas total permukaan (m2) k = safety factor (1<k<3)
P = bahan buangan (Nh4+-N) (g/hari)
r = laju perubahan spesifik (gN/m2/hari)
Ground Filtration System
• Terdiri dari kolam terbuka
• Medium filternya: tanah (on-site system)
Integrated treatment system
Constructed wet land
• Digunakan untuk berbagai tipe air yg terpolusi
• Buangan RT, industri dan akuakultur
• Laju perubahan :
padatan sekitar 98 % amonia diatas 84 %
biodegradable organics dan phosphorus diatas 90 %
Beberapa hal penting
1. Kualitas air (Cmax. Cmin)
2. Jumlah ikan dan feeding level 3. Produksi bahan buangan (P) 4. Suspended solid removal (A) 5. Laju aliran Q=k P/r
6. Oksidasi biologi A = k (P/r) 7. Aerasi/Oksigenasi
• Beberapa keuntungan menggunakan system
Recirculation Aquaculture system (RAS) dibandingkan dengan budidaya ikan secara konvensional atau
tradisional adalah:
1. Kebutuhan air yang minim. Sarana budidaya yang dirancang dan dioperasikan dapat mengurangi
kebutuhan air lebih dari 5% setiap hari.
2. Membutuhkan sedikit lahan : Pada wilayah potensial yang memiiki harga tanah mahal, system RAS dapat memproduksi ikan budidaya lebih banyakpada area yang sempit. Kebutuhan lokasi kurang dari 1/20
dibanding dengan kebutuhan untuk tambak tradisional.
Integrated treatment system
• 3 sistem yg dpt dipergunakan pada kolam tanah akuakultur
1. Ground filtration
2. Constructed wet land 3. Ponds system
Local ecological solution
Latihan soal
• 200 kg ikan Mas dipelihara pada suhu 25oC diberi pakan buatan dengan feeding level 2%
• Diketahui Cmax/min untuk O2 = 3
padatan terlarut (SS)= 25 NH4-N = 9
Konsentrasi kejenuhan (Cs) = 7,5
- Makanan yg diberikan : 200 kg X 2%= 4 kg
• Jika P O2 = -300 g/kg makanan/hari SS = 400 g/kg makanan/hari
NH4-N = 35 g/kg makanan/hari Maka produksi buangan untuk:
O2 = -300 X 4 = - 1200 g/hari SS = 400 X 4 = 1600 g/hari NH4-N= 35 X 4 = 140 g/hari
• Debit air yg dibutuhkan, jika safety factor (k) untuk:
O2 = 1,5 SS=1,5 N=2
Debit air (Q) O2 = 1,5 (1200/7,5-3)
= 400 m3/hari SS = 1,5 (1600/25)
= 96 m3/hari N = 2 (140/9)
= 31 m3/hari QR = 400 m3/hari