• Tidak ada hasil yang ditemukan

(ABSTRAK) STUDI KASUS TENTANG MOTIVASI BELAJAR RENDAH PADA SISWA KELAS IX MELALUI KONSELING INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN REALITAS DI SMP N 2 REMBANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "(ABSTRAK) STUDI KASUS TENTANG MOTIVASI BELAJAR RENDAH PADA SISWA KELAS IX MELALUI KONSELING INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN REALITAS DI SMP N 2 REMBANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI KASUS TENTANG MOTIVASI BELAJAR

RENDAH PADA SISWA KELAS IX MELALUI

KONSELING INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN

REALITAS

DI SMP N 2 REMBANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Skripsi

disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan Bimbingan dan Konseling

oleh

Rivian Susanti Baktiningtyas 1301406012

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

(2)

vii

ABSTRAK

Baktiningtyas, Rivian Susanti. 2011. Studi Kasus tentang Motivasi Belajar Rendah pada Siswa Kelas IX melalui Konseling Individual dengan Pendekatan Realitas di SMP N 2 Rembang Tahun Pelajaran 2010/2011. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing I Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd., Kons dan Dosen Pembimbing II Dra. Sinta Saraswati, M.Pd., Kons.

Kata Kunci : motivasi belajar, konseling individual pendekatan realitas Penelitian ini berdasarkan atas fenomena yang terjadi di lapangan yang menunjukkan gejala-gejala motivasi belajar yang rendah pada siswa kelas IX SMP N 2 Rembang. Siswa yang memiliki motivasi belajar rendah merupakan siswa yang kurang memiliki dorongan untuk belajar sehingga dapat mengganggu proses belajarnya di sekolah. Tujuan dari penelitan ini adalah mengetahui gambaran motivasi belajar yang rendah pada siswa kelas IX dan mengetahui upaya mengatasi motivasi belajar yang rendah pada siswa kelas IX melalui konseling individual dengan pendekatan realitas.

Jenis penelitian adalah penelitian studi kasus dan digunakan untuk mengungkap data individu. Subjek yang diteliti sejumlah 3 siswa diambil dari siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dengan faktor penyebab yang berbeda dari setiap klien. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan teknik analisis konten dan analisis komparatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga klien sebelum dilakukan konseling individual dengan pendekatan realitas memiliki kecenderungan motivasi belajar rendah pada beberapa aspek yaitu (a) ketekunan menghadapi tugas, (b) kepercayaan pada hal yang diyakini, (c) kesenangan mencari dan memecahkan soal-soal, (d) hasrat dan keinginan berhasil, (e) dorongan dan kebutuhan dalam belajar, (f) lingkungan belajar. Setelah diberikan layanan konseling individual dengan pendekatan realitas yang berprinsip pada 3R yaitu right, responsibility, reality, masalahnya dapat teratasi dan memiliki tanggung jawab dalam belajar dan menyikapi tugas-tugas sekolah secara positif. BN dapat menumbuhkan tanggung jawab sebagai seorang pelajar dan membagi waktu antara belajar dengan kegiatan, HS dapat menerima kenyataan tentang sikap orang tua yang merupakan wujud dari perhatian, dapat konsentrasi belajar serta menumbuhkan tanggung jawabnya dalam belajar dan Si bersikap lebih positif dalam menghadapi kegagalan dan lebih termotivasi dalam belajar.

Referensi

Dokumen terkait

berbagai macam pendekatan. Pelaksanaan treatment dengan menerapkan konseling individual dengan pendekatan behavior teknik kontrak perilaku ini diawali dengan pembentukan

Saran yang dapat diberikan (1) Siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, hendaknya mengikuti layanan konseling kelompok (2) Guru Bimbingan Konseling hendaknya

Agus Ria Haniati. Mengentaskan Masalah Orientasi Tujuan Penguasaan Rendah Menggunakan Layanan Konseling Individu Melalui Pendekatan Konseling Realita Pada Siswa Kelas

Nur Anggraeni, Yulia. 2012. Upaya Mengatasi Self Disclosure Rendah pada Siswa  yang  Orang  Tuanya  Broken­Home  melalui  Konseling  Individual  menggunakan 

Setelah diberikan layanan konseling individual dengan pendekatan realita, MA dapat memahami dan menerima kondisi keluargannya yang belum mengetahui kejelasan ayahnya, tidak

Berdasarkan hasil analisis dapat diambil simpulan bahwa terdapat hubungan persepsi siswa dan peran bimbingan konseling terhadap minat memasuki SMK Negeri 2 Surakarta

10 Bidang Bimbingan Pribadi dan sosial 11 Tujuan a.Tujuan umum Agar dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui layanan konseling individual dengan pendekatan Behavioristik

Kedua, bimbingan konseling individual tersebut dianggap dapat mengatasi kesulitan belajar serta memotivasi siswa dalam proses pembelajaran di Madrasah Miftahul Ulum Suren, akan tetapi