• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan pada perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI ) yang diakses melalui www.idx.co.id.

Penelitian ini dimulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2015.

B. Desain Penelitian

Penelitain ini menggunakan metode kuantitatif yang menekankan pada pengujian teori melalui pengukukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik. Data penelitian yang meliputi laporan keuangan yang telah dipublikasikan dan diambil dari data base Bursa Efek Indonesia. Dalam penelitian ini mengetahui pengaruh 4 variabel independen yaitu, ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas, komisaris independen terhadap variabel dependen yaitu intellectual capital disclosure.

C. Defenisi dan Operasionalisasi Variabel

Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk

apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh

informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Secara teoritis

variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau objek yang mempunyai

variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain

( Hatch dan Forhady, 1981). Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian

(2)

yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel Dependen dan variabel Independen.Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Intellectual Capital Disclosure dan Variabel Independen dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan,leverage,profitabilitas dan komisaris independen.

1. Variabel dependen pada penelitian ini adalah intellectual capital disclosure, dimana variabel ini dapat dicari dengan angka ( ICDindex). Index pengungkapan merupakan suatu metode untuk membuat angka pengungkapan informasi tertentu yang menggunakan 1 untuk yang melakukan pengungkapan atau 0 untuk yang tidak mengungkapkan pada masing – masing item ( Istanti : 2007 ). Persentase dari index pengungkapan sebagai total dihitung menurut rumusan sebagai berikut:

Score = ( Sdi/M ) x 100%

Keterangan :

Score = Variabel dependen index pengungkapan modal intelektual ( ICDIndex) Di = 1 jika suatu diungkapkan dalam laporan tahunan

0 = jika suatu diungkapkan dalam laporan tahunan M = Total jumlah item yang diukur ( 61 item )

2. Variabel Independen

Variabel Inependen / bebas yaitu variabel yang mempengaruhi variabel

terikat, entah secara positif maupun negatif ( Sekaran, 2006 : 117). Didalam

penelitian ini variabel yang digunakan adalah ukuran perusahaan, leverage,

profitabilitas dan komisaris independen. Pada penelitian ini dihitung dengan

menggunakan rumus :

(3)

a. Ukuran Perusahaan

Diukur dengan Log Total Aset Tetap Perusahaan b. Leverage

Diukur berdasarkan rasio liabilities terhadap total aset.

c. ROA

Diukur berdasarkan ROA perusahaan, dengan membagi laba setelah pajak dengan total aset.

d. Komisaris Independen

Diukur berdasarkan Dewan komisaris Independen = ( Jumlah komisaris independen / jumlah seluruh komisaris di perusahaan ).

3. Skala Pengukuran Variabel

Menurut Djali (2008), pengukuran dalam bahasa inggris dikenal dengan

istilah measurement yang artinya adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk

mengukur dalam arti memberi angka terhadap sesuatu yang disebut objek

pengukuran sedangkan untuk skala pengukuran merupakan seperangkat aturan

yang diperlukan mengkuantitafkan data pengukuran dari suatu variabel. Skala

pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala rasio. Menurut

Bambang Jatmiko (2008 : 41 ), rasio adalah skala pengukuran yang sudah dapat

digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan dan jarak interval antar

tingkatan sudah jelas dan memiliki (0) yang mutlak. Skala pengukuran dalam

penelitian ini dapat dilihat sebagaimana tercakup dalam table 3. 1 sebagai berikut

(4)

Tebel 3. 1 Skala Pengukuran

No. Variabel IndikatorUkuran Skala

Pengukuran

1 Pengungkapan Intellectual Capital ( Y)

ICD = Persentase pengungkapan modal intelektual

DItem = Total skor pengungkapan modal intelektual

ADItem = Total jumlah yang diukur (61 item ) Sumber : Suwardjono ( 2006 )

Rasio

2 Ukuran

Perusahaan (X1)

Log ( Total aset tetap perusahaan ) Sumber : Ghozali ( 2006)

Rasio

3 Leverage (X2) Lev = Total Liabilities / Total Aset Sumber : Widayanti, dkk ( 2010 )

Rasio

4 ROA (X3) ROA = EAT / Total Aset Sumber : Li, et al ( 2008 )

Rasio 5 Komisaris

Independen (X4) Ind = Komisaris Independen / Dewan Komisaris Sumber : White ( 2007 )

Rasio

D. Populasi dan Sample Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Perusahaan pertambangan

yang terdaftar di BEI pada tahun 2011 – 2014.Data yang digunakan untuk

penelitian ini merupakan data sekunder dan diambil dari laporan keuangan

perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Pengambilan

sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling.Teknik

purposive sampling menurut (Hartono, 2005) adalah pengambilan sampel yang

(5)

dilakukan dengan mengambil sampel berdasarkan kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian.Kriteria dalam pengambilan sampel penelitian ini dapat dilihat sebagaimana tercakup dalam table 3.2 sebagai berikut :

Tabel 3.2 Kriteria Sampel

No Kriteria Sampel / Penelitian Jumlah

1. Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011 – 2015

41

2. Perusahaan Pertambangan tidak konsisten dan mengalami kerugian masuk ke dalam Bursa Efek Indonesia periode 2011 – 2015

37

3. Jumlah Perusahaan Pertambangan yang menjadi sampel 14

4. Tahun Penelitian 5

5 Jumlah data penelitian 70

Sumber :www.idx.co.id

Danberikutadalah14 (empat belas )sampelperusahaan yang akandigunakandalampenelitianini.

TABEL 3. 3

DAFTAR NAMA PERUSAHAAN SAMPEL PENELITIAN

NO KODE NAMA PERUSAHAAN

1 ADARO PT. ADARO ENERGY, Tbk 2 ARII PT. ATLAS RESOURCES, Tbk 3 GEMS PT. GOLDEN ENERGY MINES, Tbk 4 ITMG PT. INDO TAMBANGRAYA MEGAH,Tbk 5 KKGI PT.RESOURCE ALAM INDONESIA,Tbk

(6)

6 MBAP PT MITRABARA ADIPERDNA,Tbk.

7 MYOH PT. SAMINDO RESOURCES, Tbk

8 PTBA PT. TAMBANG BATU BARA BUKIT ASEM, Tbk 9 PTRO PT. PETROSEA, Tbk

10 TOBA PT. TOBA BARA SEJAHTERA, Tbk 11 ARTI PT. RATU PRABU ENERGI, Tbk 12 ESSA PT.SURYA ESA PERKASA,Tbk 13 INCO PT. VALE INDONESIA, Tbk 14 CTTH PT. CITATAH, Tbk

Sumber : Data diolah dari www.bei.co.id, 2016

E. Tehnik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan suatu proses pengadaan data primer yang diperlukan dalam melakukan penelitian (Nazir, 2005). Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode Studi Pustaka (Library Research) dimana data – data yang dibutuhkan dalam penelitian ini seperti laporan keuangan perusahaan Pertambangan diambil dari website Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id .

E. Metode Analisis Data 1. Analisis Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan transformasi data mentah ke dalam bentuk

yang akan memberikan informasi untuk menjelaskan sekumpulan faktor

dalam suatu situasi. Analisis statistik deskriptif dilakukan dengan cara

mengurutkan dan mengolah data mentah yang diperoleh, dan untuk

mengetahui nilai rata – rata, nilai minimu, nilai maksimum, standar deviasi,

(7)

varian, sum, range, kurtosis, skewness ( kemencengan distribusi ) dari sampel data perusahaan yang ingin diteliti.

2. Uji Asumsi Klasik

Model regresi linier dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi beberapa asumsi yang kemudian disebut dengan asumsi klasik.

Asumsi klasik yang harus terpenuhi dalam model regresi linier yaitu residual terdistribusi normal, tidak ada multikolinearitas, tidak adanya heteroskedastis, dan tidak adanya autokorelasi pada model regresi. Harus terpenuhinya asumsi klasik ditujukan untuk memperoleh model regresi dengan estimasi yang tidak bias dan pengujian dapat dipercaya. Untuk menguji kesalahan model regresi yang digunakan dalam penelitian, maka harus dilakukan pengujian asumsi klasik, yaitu :

a. Normalitas Data

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2013).Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen memiliki distrubusi normal.Pengujian ini menggunakan Uji Statistik Kolmogorov – Smirnov.

b. Uji Multikolonieritas

Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) (Ghozali,

2013).Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara

variabel independen.Jika variabel independen saling berkorelasi, maka

(8)

variabel – variabel ini tidak ortogonal. Uji ini dapat dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF), nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukan adanya multikolonieritas adalah nilai Tolerance

≤ 0.10 atau sama dengan nilai VIF ≥10.

c. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali, 2013).Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Untuk menguji peneliti menggunakan uji Durbin – Watson (DW Test).

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi

terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan yang lain (Ghozali, 2013). Untuk mendeteksi ada atau

tidaknya Heteroskedastisitas dapat menggunakan pola grafik Plot, dengan

cara melihat grafik scatterplot dimana jika ada pola tertentu, seperti titik –

titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang,

melebar kemudian meyempit) maka mengindikasikan telah terjadi

heteroskedastisitas.

(9)

3. Uji Hipotesis

a. Uji Koefisien Determinasi (Uji R2)

Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2013:97). Nilai R2 adjusted besarnya berkisar antara lebih besar sama dengan 0 dan lebih kecil sama dengan 1. Jika semakin mendekati 1 maka model semakin baik karena apabila R2 adjusted sama dengan 1 berarti variabel independen berpengaruh sempurna terhadap variabel dependen.

b. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Uji statistik F digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan secara bersama-sama (simultan) variabel independen terhadap variabel dependen dengan derajat kepercayaan 0,05 (Ghozali, 2013:98).

Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

1. Quick look: jika nilai F lebih besar dari pada 4 pada derajat kepercayaan 5%, maka Ho ditolak atau Ha diterima.

2. Membandingkannilai F hitung dengan nilai F tabel. Jika nilai F

hitung lebih besar daripada F tabel, maka Ho ditolak atau Ha

diterima.

(10)

c. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik t)

Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam merangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2013:98). Pengujian ini juga dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen, dengan asumsi variabel lainnya konstan. Jika p-value lebih kecil dari level of significant yang ditentukan atau t-hitung lebih besar dari t-tabel berarti variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan pengujian dua arah sebagai berikut:

1. Membandingkan antara variabel t tabel dan t hitung

a. Bila t hitung > t tabel, maka Ho ditolak atau variabel independen mempengaruhi variabel dependen.

b. Bila t hitung < t tabel, maka Ho diterima atau variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen.

2. Bila nilai Sig < 0,05 maka variabel bebas secara individu tidak berpengaruh terhadap efektifitas manajemen pajak dan sebaliknya jika nilai Sig > 0,05 maka variabel bebas secara individu berpengaruh terhadap efektifitas manajemen pajak.

d. Analisis Regresi Linear Berganda

Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi linier

berganda. Metode regresi linier berganda menghubungkan satu variabel

(11)

dependen dengan beberapa variabel independen dalam suatu model

prediktif tunggal. Metode regresi liniear berganda bertujuan untuk

mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen yaitu Ukuran

Perrusahaan (X1), Leverage (X2), ROA (X3), Komisaris Indepen (X4)

terhadap variabel dependen yaitu Intellectual Capital Disclosure (Y).

Gambar

Tabel 3.2  Kriteria Sampel

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, adanya sertifikasi profesi keinformatikaan tersebut akan membantu perusahaan dalam merekrut para tenaga ahli informatika yang sesuai dengan standar nasional..

Puri merupakan tempat tinggal untuk kasta Ksatria yang memegang pemerintahan Umumnya menempati bagian kaja kangin di sudut pempatan agung di pusat desa.. Puri umumnya

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi diri terhadap pengambilan keputusan dalam menentukan tujuan studi pada

Gambar IV.6 dapat dijelaskan bahwa proses Activity Diagram halaman admin mengelola data konsultasi online atau pesan, dimulai dari admin melakukan login terlebih

Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan prilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan,ada kecenderungan

Dalam memperoleh kompetensi tersebut para Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) wajib mengikuti proses pembentukan kompetensi melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan

Pemeriksaan variasi periode kawin pertama postpartus dikumpulkan dari data reproduksi sapi FH dara dan induk di kedua lokasi yang dikumpulkan oleh stasiun bibit BPTU

54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di Lingkungan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi