• Tidak ada hasil yang ditemukan

Harmiati SMP Negeri 11 Parepare Keywords: Image and Text Assisted Mind Mapping Report in English.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Harmiati SMP Negeri 11 Parepare Keywords: Image and Text Assisted Mind Mapping Report in English."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS REPORT

BAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS IX.2 SMP NEGERI 11 PAREPARE TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Harmiati

SMP Negeri 11 Parepare Email: [email protected]

ABSTRACT

This research is motivated by the number of students as many as 20 class IX.2 SMP Negeri 11 Parepare in English lessons in writing report texts, the number of students who have not fulfilled the KKM is 14 people (80%). This is still under the Minimum Completeness Criteria (KKM) set by the school, namely 73. Improved learning needs to be done in an effort to improve the ability of students to write report texts for English subjects by replacing conventional learning models with learning mind mapping models (mind maps). The formulation of the problem is as follows, namely, "Is it possible to improve the ability of students in class IX.2 of SMP Negeri 11 Parepare in writing report text through the mind mapping learning model for the 2016/2017 academic year?". This study aims to describe the application of the mind mapping learning model in improving the ability of class IX.2 students of SMP Negeri 11 Parepare in the 2016/2017 academic year in writing report texts.

The study used a Classroom Action Research approach which was carried out in class IX.2 SMP Negeri 11 Parepare in the 2016/2017 academic year with 20 students and assisted by research partners.

This CAR includes two cycles, namely Cycle I and Cycle II. One of the performance indicators that is used as a reference in determining the success of each CAR Cycle is the minimum completeness criteria (KKM) which is set with a value of 73. A learning process is successful if the number of students who at least meet the KKM is at least 75% of all students. Another indicator is an increase in the performance of the learning process with an increasing mind mapping model, which is assessed by research partners and students who behave better in each cycle.

The results of the research from this CAR shows the hypothesis in this CAR, namely: "The use of Mind Mapping Learning Models Can Improve the Ability in Writing English Report Texts in Class IX.2 Students of SMP Negeri 11 Parepare in the 2016/2017 Academic Year, in writing English report texts" acceptable.

The number of students who met the pre-cycle KKM 4% the remaining 80% did not meet the KKM. In Cycle I it becomes 30% of students who meet the KKM and the remaining 70% have not met the KKM. In Cycle II it becomes 90% (18 students) of the number of students who meet the KKM who have not met the KKM 10%. (2 students) of the number who meet the KKM in Cycle II have reached 75% as the standard of success for each cycle.

Keywords: Image and Text Assisted Mind Mapping Report in English.

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh jumlah peserta didik sebanyak 20 orang kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare pada pelajaran Bahasa Inggris dalam menulis teks report, jumlah peserta didik yang belum memenuhi KKM sebanyak 14 orang (80%). Hal ini masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 73. Perbaikan pembelajaran perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan Kemampuan peserta didik menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris dengan mengganti model pembelajaran konvensional dengan pembelajaran model mind mapping (peta pikiran). Rumusan masalahnya adalah sebagai berikut, yakni “Apakah melalui model pembelajaran mind mapping kemampuan peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam menulis teks report dapat ditingkatkan?”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran mind mapping dalam meningktkan kemampuan peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam menulis teks report.

Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan jumlah peserta didik 20 orang dan

(2)

dibantu oleh mitra peneliti. PTK ini meliputi dua siklus yaitu Siklus I dan Siklus II. Salah satu indikator kinerja yang dijadikan acuan dalam menentukan keberhasilan setiap Siklus PTK adalah Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan dengan nilai 73. Suatu proses pembelajaran berhasil apabila jumlah peserta didik yang yang minimal memenuhi KKM minimal 75% dari keseluruh peserta didik. Indikator lainya adalah peningkatan kinerja proses pembelajaran dengan model mind mapping yang semakin meningkat, yang dinilai oleh mitra peneliti dan peserta didik berperilaku yang semakin baik dalam setiap siklusnya.

Hasil penenelitian dari PTK ini menunjukkan hipotesis dalam PTK ini yakni : “Penggunaa Model Pembelajaran Mind Mapping Dapat Meningkatkan Kemampuan Dalam Menulis Teks Report Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017, dalam menulis teks report Bahasa Inggris” dapat diterima. Jumlah peserta didik yang memenuhi KKM pra siklus 4% sisanya 80% belum memenuhi KKM. Pada Siklus I menjadi 30% jumlah peserta didik yang memenuhi KKM sisanya 70% belum memenuhi KKM. Pada Siklus II menjadi 90% (18 Siswa) dari jumlah peserta didik yang memenuhi KKM yang belum memenuhi KKM 10%. (2 siswa) dari Jumlah yang memenuhi KKM pada Siklus II telah mencapai jumlah 75% sebagai standar keberhasilan tiap siklus.

Kata kunci : Mind Mapping Berbantuan Media Gambar dan Teks Report Bahasa Inggris.

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang sangat penting di dunia, dan sangat penting untuk dipelajari di era global seperti sekarang ini. Bahasa Inggris adalah bahasa yang dibutuhkan untuk dipelajari di antara para pelajar bukan hanya di Indonesia akan tetapi juga di semua negara di dunia agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global.

Penguasaan kemampuan Bahasa Inggris (language skill) merupakan sebuah syarat mutlak yang harus dimiliki di era komunikasi dan globalisasi saat ini.

Pembelajaran Bahasa Inggris (Language Learning) di jenjang SMP/MTs merupakan materi pokok sebagai bagian dari fungsi pengembangan diri siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan, teknologi dan seni yang diharapkan setelah menamatkan studi, Mereka mampu tumbuh dan berkembang menjadi individu yang cerdas, terampil dan berkepribadian sebagai bekal hidup di masa mendatang. Namun kenyataan pembelajaran Bahasa Inggris merupakan salah satu pelajaran yang kurang diminati oleh siswa, khususnya siswa kelas IX.2 SMPN 11 Parepare, karena mata pelajaran Bahasa Inggris dianggap sulit dan kurang menarik, sehingga membawa dampak terhadap rendahnya hasil belajar siswa kelas IX.2.

Perlu diketahui bahwa mata pelajaran Bahasa Inggris adalah program untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai berbahasa

Inggris pada siswa. Kemampuan akan berbahasa Inggris sangat berguna bagi setiap siswa dalam era globalisasi ini. Bahasa Inggris diajarkan sampai di perguruan tinggi, sehingga bukan alasan untuk tidak memahami Bahasa Inggris, oleh karena itu diperlukan penguasaan dan pemahaman yang cukup dalam menekuni mata pelajaran Bahasa Inggris.

Materi pelajaran Bahasa Inggris pada kelas IX SMP Negeri 11 Parepare diantaranya adalah teks report. Materi ini memiliki tujuan agar peserta didik dapat mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esei pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan dapat berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk procedure dan report.

Pada saat ini dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris pada kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare menggunakan model konvensional dengan ceramah dalam pembelajaran membuat teks report. Metode ceramah adalah metode yang dilakukan guru dalam menyampaikan bahan pelajaran di dalam kelas secara lisan kepada sejumlah murid yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Dalam metode ini yang mempunyai peran utama adalah guru. Hasil nilai test pembelajaran dengan metode ceramah menunjukkan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai 73, semua peserta didik sebanyak 20 orang masih di bawah KKM, seperti tabel berikut :

(3)

Tabel 1. Rekapitulasi Nilai Pra Siklus PTK

Uraian Jumlah %

Jumlah peserta didik memenuhi KKM

4 Peserta didik 20%

Jumlah peserta didik tidak memenuhi KKM

16 Peserta didik 80%

Jumlah peserta didik 20 Peserta didik 100%

Rata-Rata Nilai 59.1

Sumber : Nilai ulangan harian

Dari jumlah peserta didik sebanyak 20 orang kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare pada pelajaran Bahasa Inggris Menulis teks report, jumlah peserta didik yang memenuhi KKM sebanyak 4 orang (20%), jumlah peserta didik yang belum memenuhi KKM sebanyak 16 orang (80%). Dengan demikian bagian terbesar dari peserta didik dari kelas IX.2 SMPN 11 Parepare pada pelajaran Bahasa Inggris masih di bawah KKM.

Berdasarkan data tersebut, perbaikan strategi pembelajaran perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan keterampilan menulis teks report Bahasa Inggris untuk menunjang penguasaan berbahasa Ingris di tingkat SMP. Upaya meningkatkan kemampuan menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX.2 SMPN 11 Parepare.

Tahun Pelajaran 2016/2017 penulis mencoba menggunakan model mind mapping. Caroline Edward mengatakan, metoda mind mapping adalah cara paling efektif dan efisien untuk memasukan, menyimpan dan mengeluarkan data dari atau ke otak. Sistem ini bekerja sesuai cara kerja alami otak kita, sehingga dapat mengoptimalkan seluruh potensi dan kapasitas otak manusia (Caroline Edward:

2009; 64). Model ini yaitu model yang berlangsung melalui proses a) Kegiatan Pendahuluan; b) Kegiatan Inti; dan c) Kegiatan Penutup. Untuk dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi menulis teks report dibutuhkan tindakan tertentu. Tindakan itu adalah penggunaan model mind mapping.

Ketepatan metode mind mapping berbantuan gambar dalam pembelajaran pelajaran Bahasa Inggris dapat meningkatkan kemampuan peserta didik menulis Teks Report dapat ditingkatkan. Penggunaan metode ini diharapkan proses pembelajaran meniulis teks

report berbahasa Inggris di kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare meningkat sehingga KKM tercapai dengan baik. Model ini merupakan model yang diciptakan oleh Tony Buzan.

Model ini bertujuan membantu kita untuk belajar, mengatur dan menyimpan sebanyak mungkin informasi yang diinginkan, serta mengelompokkan informasi tersebut sehingga memudahkan untuk mendapatkan kembali informasi atas segala hal yang dibutuhkan.

mind mapping juga merupakan cerminan dari kemampuan dan proses berpikir alami otak yang sarat dengan gambar. Dengan cara mengungkapkan ide seperti ini, kita melatih otak untuk berpikir secara teratur dan seimbang dengan menggunakan fungsi otak kiri dan kanan. mind map seperti halnya peta jalan yang memberi ringkasan atas sesuatu ide yang luas, mengumpulkan data dan informasi di suatu tempat, menyajikannya dalam bentuk yang menyenangkan untuk dilihat, dibaca dan tentu saja diingat.

Metode mind mapping berbantuan media gambar ini tepat digunakan dalam pembelajaran menulis teks report Bahasa Inggris untuk peserta didik di SMP/MTs.

Oleh karena itu metoda peta pikiran (mind mapping) ini akan sangat membantu memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran terutama digunakan dalam menulis narasi. Metoda peta pikiran (mind mapping) akan menambah pengetahuan peserta didik untuk mencari urutan kronologis suatu peristiwa, kejadian, dan masalah yang diharapkan. Peserta didik akan lebih mudah jika dalam pembelajaran menulis narasi mengangkat tema dari kehidupan peserta didik sehari-hari atau pengalaman-pengalamannya.

Melalui bimbingan guru, pengalaman pengalaman tersebut dituangkan melalui peta pikiran (mind mapping) berbantuan media gambar.

Peneliti memilih model mind mapping berbantuan media gambar, karena model mind mapping dapat meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran yang variatif. Mind mapping mampu meningkatkan aktivitas siswa karena siswa dituntut untuk memunculkan ide-idenya membuat mind mapping mereka sendiri. Mind mapping mampu mengasah kemampuan kerja otak siswa karena mapping penuh dengan unsur kreativitas. Melalui model pembelajaran mind mapping siswa dapat mencatat dengan cara yang lebih kreatif sehingga dengan sendirinya

(4)

materi yang mereka catat akan terekam dalam ingatan siswa.

Ketepatan metoda mind mapping berbantuan media gambar dalam pembelajaran Bahasa Inggris dapat meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks report. Kemampuan yang rendah dari peserta didik dalam menulis teks report dapat ditingkatkan dengan menggunakan metoda mind mapping. Penggunaan metode ini diharapkan proses pembelajaran menulis teks report berbahasa Inggris di Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017 meningkat sehingga KKM tercapai dengan baik.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dirumuskan fokus penelitian ini rumusan masalahnya berikut ini, yakni

“Apakah melalui penggunaan model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar kemampuan peserta didik kelas IX.1 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam menulis teks report dapat ditingkatkan?”. Adapun sub rumusan masalah sesuai rumusan berikut ini :

1. Bagaimanakah merencanakan penggunaan model mind mapping berbantuan media gambar dalam meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017?

2. Bagaimana melaksanakan penggunaan model mind mapping berbantuan media gambar dalam meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017?

3. Bagaimana hasil penggunaan model mind mapping berbantuan media gambar dalam meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017?

C. Tujuan dan Manfaat Hasil Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Fokus utama penelitian ini bertujuan membuktikan upaya meningkatkan kemampuan peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam menulis teks report Bahasa Inggris dengan menggunakan proses

pembelajaran dengan model mind mapping berbantuan media gambar .

Adapun sub tujuan PTK ini adalah untuk mengetahui:

1. Untuk mengetahui Perencanaan penggunaan model mind mapping berbantuan media gambar dalam meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017.

2. Untuk mengetahui Pelaksanakan penggunaan model mind mapping berbantuan media gambar dalam meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017.

3. Untuk mengetahui Hasil penggunaan model mind mapping dalam meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017.

2. Manfaat hasil Penelitian

a. Manfaat bagi siswa: memberikan manfaat bagi peserta didik meningkatkan keterampilan menulis teks report Bahasa Inggris. Selain itu peserta didik akan memperoleh tambahan pengetahuan dalam pemahaman teks report sehingga hasil belajar mata pelajaran Bahasa Ingris dapat ditingkatkan

b. Manfaat bagi guru: memberikan manfaat berupa guru akan memperoleh suatu model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks report Bahasa Inggris dengan menggunakan proses pembelajaran dengan model Mind Maping berbantuan media gambar .

c. Manfaat bagi sekolah: memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran Bahasa Inggris di samping metoda lainnya serta memberikan bahan untuk rekan guru melakukan penelitian lanjutan.

KAJIAN TEORI A. Mind Mapping

1. Pengertian Mind Mapping

(5)

Mapping disebut juga dengan mind mapping. Mapping adalah teknik pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan (Swadarma, 2013: 2). Mapping adalah cara mencatat yang efektif, efisien, kreatif, menarik, mudah dan berdaya guna karena dilakukan dengan cara memetakan pikiran – pikiran kita. Selanjutnya, mapping juga dapat dijelaskan sebagai sistem berpikir yang terpencar (radiant thinking) sehingga dapat mengembangkan ide dan pemikiran ke segala arah, divergen, dan melihatnya secara utuh dalam berbagai sudut pandang. Menurut Olivia (2014: X) dengan menggunakan mind mapping penulisan catatan akan lebih menarik secara visual sehingga bisa membantu kita mengelola informasi saat kita terima, bisa menambahkan kaitan dan asosiasi baru, serta menjadikan informasi lebih lama bertahan dalam ingatan.

Menurut Swadarma (2013:2) mapping adalah teknik pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan. Mapping dapat diterapkan pada setiap aspek kehidupan dimana peningkatan belajar dan berpikir lebih jelas akan meningkatkan kinerja manusia. Selanjutnya dijelaskan pula oleh Swadarma (2013:3) mapping adalah cara mencatat yang efektif, efisien, kreatif, menarik, mudah dan berdaya guna karena dilakukan dengan cara memetakan pikiran – pikiran kita.

Pemetaan konsep menurut Martin (1994) (dalam Trianto, 2007: 157), merupakan inovasi baru yang penting untuk membantu anak menghasilkan pembelajaran bermakna dalam kelas. peta konsep (mind mapping) menyediakan bantuan visual konkret untuk membantu mengorganisasikan informasi sebelum informasi tersebut dipelajari. peta konsep membantu guru memahami macam- macam konsep yang ditanamkan di topik lebih besar yang diajarkan. Pemahaman ini akan memperbaiki perencanaan dan instruksi guru.

Edward (2009: 64) menjelaskan bahwa peta pikiran (mind mapping) adalah cara paling efektif dan efisien untuk memasukkan, menyimpan dan mengeluarkan data dari atau ke otak. Peta pikiran (Mind mapping) merupakan salah satu cara mencatat materi pelajaran yang memudahkan peserta didik untuk belajar. Peta pikiran (mind mapping) bisa juga dikategorikan sebagai teknik mencatat kreatif. Dikategorikan ke

dalam teknik kreatif karena pembuatan peta pikiran (mind mapping) ini membutuhkan pemanfaatan imajinasi dari si pembuatnya.

Metoda ini pertama kali diperkenalkan oleh Buzan pada awal 1970-an. Hingga saat ini metoda yang merupakan implementasi dari radiant thinking adalah metoda belajar yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

2. Kegunaan Model Pembelajaran Mind Mapping

Menurut Swadarma (2013:8) mind mapping memiliki beberapa kegunaan antara lain:

a. Membuat banyak pilihan dari berbagai rute keputusan yang mungkin.

b. Dapat melihat gambaran besar dari suatu gagasan, sehingga membantu otak bekerja terhadap gagasan tersebut.

c. menyederhanakan struktur ide dan gagasan yang semula rumit, panjang dan tak mudah dilihat menjadi lebih mudah.

d. mempercepat dan menambah pemahaman pada saat pembelajaran karena dapat melihat keterkaitan antar topik yang satu dengan yang lainnya.

e. mengasah kemampuan kerja otak karena mapping penuh dengan unsur kreativitas.

f. memudahkan untuk melihat kembali sekaligus mengulang – ulang ide dan gagasan

Dari beberapa kegunaan model pembelajaran mind mapping tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran mind mapping mampu mengasah kemampuan berpikir siswa serta mengasah kreativitas siswa. Melalui mind mapping siswa akan mampu membuat catatan yang menarik sehingga minat belajar meningkat.

3. Kelebihan Model Pembelajaran Mind Mapping

Menurut Swadarma (2013:9) model pembelajaran mind mapping memiliki beberapa kelebihan antara lain: 1) Meningkatkan kinerja manajemen, 2) Memaksimalkan kinerja kerja otak, 3) Saling berhubungan satu sama lain sehingga makin banyak ide dan informasi yang dapat disajikan, 4) Memacu kreativitas, sederhana, dan mudah dikerjakan, 5) Sewaktu – waktu dapat me- recall data yang ada dengan mudah, 6) Menarik dan eye catching, 7) Dapat melihat sejumlah data dengan mudah.

Dari beberapa kelebihan model pembelajaran mind mapping tersebut dapat

(6)

disimpulkan bahwa model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan ketrampilan guru dan aktivitas siswa sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

B. Media Pembelajaran Gambar 1. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa Latin, yaitu medius yang secara harfiah berati tengah, perantara dan pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely dalam Hamdani (2011: 72) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangn kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. AECT (Association of Education and Communication Technology) mengatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa, yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Adapun media pembelajaran adalah media yang membawa pesan – pesan informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud – maksud pengajaran.

Media pembelajaran bisa dikatakan sebagai alat yang bisa merangsang siswa untuk terjadinya proses belajar. Hamdani (2011:244) manyatakan bahwa media pembelajaran meliputi perangkat keras yang dapat mengantarkan pesan dan perangkat lunak yang mengandung pesan. Media tidak hanya berupa alat atau bahan, tetapi juga hal – hal lain yang memungkinkan siswa untuk memperoleh pengetahuan. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa Media pembelajaran adalah alat yang berperan sebagai penyampai pesan atau inti pembelajaran kepada siswa dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan lebih baik dan sempurna.

2. Manfaat Media Pembelajaran

Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi siswa. Selain itu,

merangsang siswa mengingat apa yang sudah dipelajari, selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik akan mengaktifkan siswa dalam memberikan tanggapan, umpan balik, dan mendorong siswa untuk melakukan praktik – praktik yang benar.

Tiga kelebihan kemampuan media adalah sebagai berikut:

a. kemampuan fiksatif , artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, objek atau kejadian dapat digambarkan, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian disimpan, dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya.

b. kemampuan manipulatif , artinya media dapat menampilkan kembali objek atau kejadian dengan berbagai perubahan (manipulasi) sesuai keperluan, misalnya ukuran, kecepatan, warnanya diubah, serta dapat pula diulang – ulang penyajiannya.

c. kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau radio.

Kustandi & Sutjipto (2013: 23) menyimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar menurut beberapa ahli, antara lain (1) media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar serta meningkatkan proses dan hasil belajar, (2) media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung anatara siswa dan lingkungannya.

3. Kemampuan Menulis Teks Report

Akhmat Sudrajat menganalogikan kemampuan dengan kata kecakapan. Menurut Robbins dalam http://digilib.petra.ac.id,

“Kemampuan bisa merupakan kesanggupan bawaan sejak lahir, atau merupakan hasil latihan atau praktek”.

Dari pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan (ability) adalah kesanggupan atau kecakapan seseorang dalam menguasai suatu keahlian yang merupakan bawaan sejak lahir, hasil latihan, atau praktek dan digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang ditunjukkan melalui tindakannya.

(7)

C. Kerangka Berpikir

Mind mapping merupakan cara untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambilnya kembali ke luar otak. Bentuk mind mapping seperti peta sebuah jalan di kota yang mempunyai banyak cabang. Seperti halnya peta jalan kita bisa membuat pandangan secara menyeluruh tentang pokok masalah dalam suatu area yang sangat luas. Dengan sebuah peta mempermudah merencanakan sebuah rute yang tercepat dan tepat dan mengetahui kemana kita akan pergi dan di mana kita berada.

Perbaikan strategi pembelajaran perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan keterampilan menulis teks report untuk menunjang penguasaan Bahasa Inggris di tingkat SMP/MTs. Sebuah upaya meningkatkan kemampuan menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017 penulis lakukan dengan menggunakan model mind mapping. Dibawah ini secara rinci akan dipaparkan alur pembelajaran teman sebaya pada gambar berikut :

D. Hipotesis Tindakan

Memperhatikan landasan teori dan kerangka berfikir tersebut, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Penggunaan model pembelajaran Mind Mapping berbantuan media gambar dapat meningkatan kemampuan menulis teks report dalam Bahasa Inggris Pada siswa kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017

METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian

Alasan pemilihan tempat PTK ini adalah pemilihan SMP Negeri 11 Parepare ini didasarkan pada pertimbangan yaitu :

1. Peneliti melakukan penelitian di unit kerja sendiri, sehingga ada dua kegiatan yang dapat dilakukan pada saat yang bersamaan yaitu melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai guru mata pelajaran Bahasa Inggris sekaligus melaksanakan penelitian tindakan kelas.

2. Peneliti dapat melakukan kolaborasi dengan teman sejawat terutama agar dapat memperoleh masukan atau saran yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mata pelajaran Bahasa Inggris khususnya dalam membuat teks report.

Rincian kegiatan penelitian adalah sebagai berikut : persiapan penelitian, koordinasi persiapan tindakan, pelaksanaan (perencanaan, tindakan, monitoring, evaluasi, dan refleksi), penyusunan laporan penelitian, serta penggandaan, dan pengiriman laporan penelitian, sesuai agenda disajikan pada tabel pada halaman selanjutnya.

B. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah peserta didik dan guru yang terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran termasuk disertakannya adanya mitra peneliti yang bertindak sebagai observer.

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 11 Parepare. Peneliti berkolaborasi dengan teman sejawat. Teman sejawat sebagai pengamat (observer) yang akan memberikan masukan terhadap kekurangan selama dalam proses penelitian.

Berikut data subyek penelitian :

Jumlah Peserta didik : 20 orang Jumlah Peserta didik Pria : 12 orang Jumlah Peserta didik perempuan : 8 orang C. Data dan Sumber Data

Jenis alat data yang akan dikumpulkan akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan ketidakberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang dicobakan sesuai dengan fokus penelitian. Data pada penelitian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif (Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama, 2012:61).

Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini berasal sumber data tersebut adalah data absensi peserta didik, data nilai, data situasi proses pembelajaran berlangsung.

Data penelitian itu dikumpulkan dari berbagai sumber yang meliputi: Informan atau nara sumber : yaitu peserta didik dan mitra peniliti,

(8)

Peneliti pada saat berlangsung proses pembelajaran, dan dokumen atau arsip, antara lain : Kurikulum, Silabus , RPP dan buku penilaian peserta didik.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi observasi/ pengamatan, wawancara atau diskusi, kajian dokumen, angket, catatan lapangan dan tes yang yang digunakan untuk monitoring kemampuan peserta didik menulis teks report Bahasa Inggris dengan menggunakan model mind mapping di kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare. Observasi dilakukan untuk mengamati pelaksanaan tindakan peningkatan kemampuan menulis teks report Bahasa Inggris dengan menggunakan model mind mapping di kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare. Pengamatan dilakukan secara terbuka oleh observer dilakukan pada waktu proses pembelajaran secara langsung dengan tujuan untuk melihat peristiwa yang terjadi. Teknik observasi ini dilakukan secara terus menerus dalam setiap siklus.

Wawancara dilakukan dengan cara bertanya kepada mitra peneliti dan peserta didik mengenai proses pembelajaran menulis teks report Bahasa Inggris dengan menggunakan model mind mapping berbantuan gambar di kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare

E. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam PTK ini dilakukan sejak awal, artinya analisis data dilakukan tahap demi tahap atau siklus demi siklus dengan melakukan catatan refleksi, yakni pemikiran yang timbul pada saat mengamati dan merupakan hasil proses membandingkan, mengaitkan atau menghubungkan data yang ditampilkan dengan data sebelumnya.

F. Prosedur Penelitian

Karena penelitian ini merupakan penelitian tindakan maka pelaksanakan ini dilaksanakan secara siklus. Pelaksanaannya selama dua siklus. Siklus-siklus itu merupakan rangkaian yang saling berkelanjutan, maksudnya siklus kedua merupakan kelanjutan dari siklus pertama. Setiap siklusnya selalu ada persiapan tindakan, pelaksanaan tindakan, pemantauan dan evaluasi, dan refleksi.

Gambaran penelitan tindakan itu sebagai berikut.

G. Indikator Kinerja

Indikator kinerja dalam penelitian ini adalah penilaian proses akhir belajar mengajar. Kosadi Hidayat (1995:13) seperti dikutip Aina Mulyana (2008:13) menjelaskan bahwa:“Penilaian dalam proses belajar mengajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur tercapai-tidaknya tujuan pengajaran.

Melalui penilaian dapat ditetapkan apakah proses tersebut berhasil atau tidak. Kalau berhasil, guru dapat melanjutkan bahan pengajaran pada minggu atau pertemuan berikutnya, tetapi kalau belum berhasil bahan yang telah diberikan perlu pengulangan atau pemahaman kembali sampai peserta didik dapat menguasainya.”

Selanjutnya Kosadi Hidayat seperti dikutip Aina Mulyana (2008:13) juga menjelaskan, bahwa “peserta didik dikatakan telah berhasil dalam penilaian jika mencapai taraf penguasaan minimal 75% dari tujuan yang ingin dicapai”. Taraf penguasaan minimal yang dimaksud Hidayat sebenarnya sama dengan ketentuan BNSP tentang perlu adanya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Nana Sudjana seperti dikutip Aina Mulyana (2008:13) menjelaskan bahwa dalam penilaian yang disajikan pada akhir kegiatan pembelajaran terdapat dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu prosedur penilaian dan alat penilaian. Dengan penjelasan sebagai berikut “Prosedur penilaian artinya penetapan bagaimana cara penilaian akan dilakukan.

Apakah secara lisan, tertulis, atau tindakan.

Sedangkan alat penilaian berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada peserta didik”

Berdasarkan paparan di atas indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai KKM. Pada penelitian ini, suatu proses pembelajaran berhasil apabila jumlah peserta didik yang minimal memenuhi KKM minimal

(9)

75% dari keseluruh peserta didik. Jumlah peserta didik di kelas IX.2 SMP Negeri 11 berjumlah 20 orang, maka indikator yang digunakan setiap siklus, jumlah siswa yang memenuhi KKM berjumlah minimal : 75 % x 20 = 15 orang.

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran mind mapping menunjukkan mampu meningkatkan nilai peserta didik yang memenuhi KKM di atas 72% pada Siklus II di banding siklus sebelumnya.

Jumlah peserta didik yang memenuhi KKM pra siklus 20% sisanya 80% belum memenuhi KKM. Pada Siklus I menjadi 30%

jumlah peserta didik yang memenuhi KKM sisanya 70% belum memenuhi KKM. Pada Siklus II menjadi 90% jumlah peserta didik yang memenuhi KKM yang belum memenuhi KKM 10%. Jumlah yang memenuhi KKM pada Siklus II telah mencapai jumlah 75%

sebagai standar keberhasilan tiap Siklus.

Berdasarkan hasil pengamatan mitra peneliti terhadap perilaku peserta didik terhadap proses pembelajaran dengan mind mapping pada Siklus I masih terdapat penilaian yang kurang baik dari peserta didik.

Pada Siklus II semua aspek yang mendapat penilaian yang masih kurang dapat menjadi baik dari Siklus I ke Siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian ini maka dengan memperhatikan nilai tes Peserta didik Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare baik nilai pra siklus, Siklus I maupun Siklus II telah dapat membuktikan bahwa hipotesis dalam PTK ini yakni : “Penggunaan model pembelajaran Mind Mappingberbantuan media gambar dapat meningkatkan kemampuan dalam menulis Teks report Pada siswa kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017” dapat diterima.

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Dari hasil refleksi dan berdasarkan Dari hasil refleksi dan berdasarkan temuan penelitian mengenai implementasi upaya meningkatkan kemampuan peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam menulis teks report Bahasa Inggris dengan menggunakan proses pembelajaran dengan model mind mapping telah dapat membuktikan bahwa hipotesis

dalam PTK ini yakni : “Penggunaan model pembelajaran Mind Mapping berbantuan media gambar dapat meningkatkan kemampuan dalam menulis Teks report Pada siswa kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017” dapat diterima.

Jumlah peserta didik yang memenuhi KKM pra siklus 20% sisanya 80% belum memenuhi KKM. Pada Siklus I menjadi 30%

jumlah peserta didik yang memenuhi KKM sisanya 70% belum memenuhi KKM. Pada Siklus II menjadi 90% jumlah peserta didik yang memenuhi KKM yang belum memenuhi pada siklus II KKM 10%. Jumlah yang memenuhi KKM pada Siklus II telah mencapai jumlah 75% sebagai standar keberhasilan tiap siklus.

Hasil penelitian disimpulkan juga bahwa:

1. Perencanaan penggunaan model mind mapping dalam meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017, dilaksanakan dengan mempersiapkan Silabus, RPP, soal-soal tes, serta standar keberhasilan Siklus PTK.

2. Pelaksanakan penggunaan model mind mapping dalam meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017, dilaksaanakan dua Siklus. Siklus I belum dikatakan berhasil karena jumlah peserta didik yang memenuhi KKM di bawah 75%. Pada Siklus II sebagai siklus terakhir PTK proses pembelajaran dengan mind mapping dianggap berhasil sebab jumlah peserta sudah lebih dari 75% yang memenuhi KKM

3. Hasil penggunaan model mind mapping dalam meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX.2 SMP Negeri 11 Parepare Tahun Pelajaran 2016/2017, telah teruji untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris serta meningkatkan kualitas proses

(10)

pembelajaran menulis teks report mata pelajaran Bahasa Inggris.

B. Saran

1. Saran untuk Penelitian lebih lanjut Untuk menghindari hasil penelitian ini kurang validitasnya, diharapkan ada lagi guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 11 Parepare, untuk menguji model pembelajaran ini supaya dapat memperkuat hasil penelitian.

2. Saran untuk Penerapan Hasil Penelitian a. Bagi guru Bahasa Inggris tingkat

SMP/MTs proses pembelajaran model mind mapping dapat menjadi pilihan terutama dalam materi teks report untuk membantu peserta didik dalam menyusun karangan Bahasa Inggris.

b. Bagi peserta didik agar sering berlatih membuat gambar mind mapping untuk membiasakan dan akan mempermudah membuat suatu teks untuk pelajaran Bahasa Inggris.

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (PERMENDIKNAS) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Standar Isi.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan PERMENDIKNAS Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL (Standar Kompetensi Lulusan)

Abimanyu,Soli dkk. 2008. Strategi Pembelajaran 3 SKS. Jakarta:

Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Arikunto,Suharsimi.2014. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Buzan, Tony. 2008. Buku Pintar Mind Map.

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Edward, Caroline. 2009. Mind Mapping untuk anak sehat dan cerdas. Sakti:

Yogyakarta

Mulyana, Aina 2008. Efektivitas Upaya Penerapan Model Pembelajaran Questioning Dengan Variasi Media Pembelajaran Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Pkn : (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas VIII-A SMPN 1 Cadasari

dalam bahan ajar Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara). Karya tulis bertema

“Kreatifitas dan Inovasi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan” ini diajukan dalam rangka mengikuti pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Kab. Pandeglang Tahun 2008.

Petra Christian University. 2008.

Kajian Teori Kemampuan.

http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?p age=1&submit.x=0&submit.y=0&qu al=high&fname=/jiunkpe/s1/eman/20 08/jiunkpe-ns-s1 Di unduh 7 September 2014

Santosa, Puji dkk. 2008. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

St.Y. Slamet. 2007. Dasar-Dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.

Sudrajat, Akhmat 2008. Kecakapan (Kecerdasan dan Bakat) Individu.

http://akhmadsudrajat.wordpress.com /2008/01/25/kemampuan-individu/.

Diunduh, 26 Agustus 2014

Sulistiyaningsih, Eny (2010), “ Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi Dengan Metoda Peta Pikiran (Mind Mapping) Pada Peserta didik Kelas V SD Negeri Karangasem Iii Surakarta Tahun Pelajaran 2010/2011. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Suwandi,Sarwiji. 2013. Modul Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru (Plpg) : Penelitian Tindakan Kelas, Panitia Sertifikasi Guru Rayon 113 Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Tarigan, Henry Guntur 1993. Metodologi Pengajaran Bahasa 1. Bandung:

Angkasa.

Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama, 2012, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Indeks

Undang, G. Teknik Penelitian Tindakan Kelas.

Bandung . Sayagatama.2008.

(11)

Gambar

Tabel 1. Rekapitulasi  Nilai  Pra Siklus  PTK

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian, serta uji hipotesis yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara Kualitas Fasilitas dengan

Konflik yang ditemukan pada wilayah penelitian berdasarkan penyebab tidak langsungnya yaitu adanya proses penunjukan kawasan hutan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan

Antibiosis adalah salah satu mekanisme keta- hanan tanaman terhadap serangga yang dapat disebabkan oleh pengaruh fisiologis, akibat serangga makan tanaman, baik bersifat semen-

Untuk menentukan bobot masing-masing alternatif, ada dua metode yang biasa digunakan.Metode subjektif, yaitu pengambil keputusan menetapkan suatu nilai sebagai bobot sesuai

Sebuah bidang homogen A berupa persegi panjang terpotong oleh bidang segitiga B seperti pada gambar berikut ini... Letak titik berat bidang tersebut bila dihitung dari

Berdasarkan penelitian dalam skripsinya Yudistira Ardana tahun 2011 tentang keaktifan berorganisasi, dilakukan survey terhadap beberapa mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas

Sebagaimana telah tercantum juga dalam Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2009 subbab risiko fiskal, Pemerintah setidaknya dihadapkan pada sepuluh sumber risiko fiskal, yaitu:

jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagian besar adalah untuk pengobatan penyakit dalam yaitu seperti sakit perut, sakit kepala, sakit gigi, maag,