• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dalam masyarakat modern saat ini, media massa merupakan bagian dari kebutuhan penting untuk menerima dan memperoleh berbagai jenis informasi. Media massa mencakup berbagai bentuk, termasuk televisi, radio, surat kabar, majalah, dan smartphone. Berdasarkan berbagai jenis media cetak atau media elektronik yang kita gunakan setiap hari, tidak dapat dipungkiri bahwa media dapat menyusup ke bagian mana pun dari kehidupan kita. Terlebih lagi televisi, media televisi menggabungkan suara dan gambar untuk membantu audiensnya menerima pesan dengan lebih mudah dan lengkap. Disadari atau tidak, komunikasi massa menimbulkan efek kognitif, afektif, dan perilaku.

Virus corona atau yang dikenal dengan Covid-19 kini berhasil mengejutkan dunia pasalnya wabah virus corona telah menjangkit hampir sebagian penduduk di dunia dengan kurun waktu yang cukup singkat, karena penyebaran yang sangat mudah menularkan melalui sentuhan maupun barang oleh orang yang terjangkit virus corona. Penyakit ini pertama kali terdeteksi kali pada Desember 2019 di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei China, dan sejak itu telah menyebar ke seluruh dunia, mengakibatkan pandemi virus corona. Menurut situs WHO (World Health Organization) (2020), virus corona dapat menimbulkan penyakit pada binatang bahkan manusia, diketahui menimbulkan efek gangguan pada pernapasan seperti flu biasa sampai penyakit yang lebih parah lagi seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Indonesia sebagai bagian dari populasi dan habitat dunia tentu tidak luput oleh paparan Covid19. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Indonesia (2020), pada Senin 2 Maret 2020 Indonesia digemparkan dengan diumumkannya dua warga negara republik Indonesia terjangkit virus corona, kemudian menyebar keseluruh daerah di Indonesia, termasuk ke provinsi Nusa Tenggara Barat. Kota mataram menjadi jumlah pasien terjangkit virus Covid-19 terbanyak dengan 1440 kasus pada tanggal 3 Januari 2021 yang dimana Kecamatan Ampenan dengan total kasus 117 kasus menjadi penyumbang terbanyak khususnya di wilayah lingkungan Kebun Roek (SATGAS COVID-19 NTB, 2021). Pada lingkungan tersebut terdapat pasar tradisional yang tetap beroperasi saat pandemi yang dapat menyebabkan virus corona mudah menular.

(2)

4

Adanya peristiwa tersebut, presiden Jokowi mengumumkan kepada seluruh masyarakat melalui media cetak ataupun massa untuk membantu memutus rantai persebaran virus corona.

Berbagai upaya dan kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah di tingkat pusat dan daerah untuk menanggulangi atau merespons hal tersebut, mulai dari anjuran pemeriksaan kesehatan, hingga pembatasan jarak (social distance), menghindari keramaian, mengedukasi masyarakat untuk selalu mencuci tangan dan memperbaiki pola hidup sehat, mengeluarkan surat edaran untuk menunda proses belajar mengajar di sekolah, proses pembelajaran di Perguruan Tinggi juga dilakukan secara online (e-learning) dan pimpinan instansi menerbitkan surat edaran mengenai tugas pekerja struktural untuk dikerjakan di rumah ( work from home), nasehat seruan para ulama untuk menggantikan shalat jumat dan shalat lima waktu berjamaah di rumah.

Pasar kebon roek merupakan salah satu pasar terbesar dan terlengkap di kota mataram yang menyebabkan kegiatan jual-beli di pasar ini sulit untuk di hentikan sementara jika mengacu pada himbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah ataupun menjauhi keramain. Kesadaran akan menjaga protocol kesehatan pun masih rendah dan bisa jadi akan menimbulkan klaster baru dari kegiatan di pasar tersebut. Pemerintah daerah pun juga juga terus menghimbau kepada masyarakat di lingkungan pasar terutama warga di lingkungan kebon roek untuk setidaknya mematuhi protocol kesehatan yang berlaku apabila harus tetap melakukan kegiatan di pasar kebon roek.

Himbauan tersebut ditujukan untuk menghindari jumlah pasien yang terus bertambah.

Cara ini dilakukan karena belum ditemukannya anti virus yang dapat digunakan sebagai vaksin (Gennaro et al., 2020). Pandemi Covid-19 juga berdampak dalam perekonomian di dalam negeri, bahkan investasi pun menjadi terhambat. Ini yang menjadikan beberapa masyarakat tetap melakukan kegiatan di luar rumah, karena jika hanya berdiam di dalam rumah mereka tidak akan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya. Contohnya juga masyarakat di lingkungan Kebon Roek, yang dimana mayoritas mata pencaharian warga disana dilakukan di luar rumah.

Respon maupun kesadaran masyarakat dalam merespon pemberitaan tentang virus corona bermacam-macam, ada yang merespon dengan positif, cuek, dan bisa dibilang reaktif bahkan lebih cenderung ke panik. Dalam berita yang dibawakan Ihsanudin (2020) melalui Kompas.com, presiden Jokowi memperingati bahwa pemberitaan di media akan sangat berdampak, terlebih

(3)

5

dalam bidang ekonomi yang saat ini tengah dihajar akibat pandemi. Jika penanganan Covid-19 bisa dilaporkan secara positif, maka tentu akan berdampak positif juga bagi perekonomian. Stres dan kecemasan juga meningkat pada pandemi karena disebabkan oleh media yang terus-menerus mendiskusikan status pandemi dan adanya informasi yang tidak akurat atau berlebihan dari media, sehingga dapat memengaruhi kesehatan dan menambah tingkat kecemasan dan mengakibatkan masyarakat merasa tertekan dan lelah secara emosional (Roy et al, 2020). Karena itu, dia meminta para menteri memperbaiki pola komunikasi dengan media. “Kami berharap nantinya dengan komunikasi yang baik, kepercayaan pasar dan kepercayaan dunia usaha dapat tercapai. kita berikan," Presiden Jokowi.

Berdasarkan pemberitaan tersebut diketahui bahwa dampak media massa sangat berpengaruh. Dampak yang terlihat, konsumsi media seakan memaksa konsumen media untuk mengkonstruksi realitas sesuai dengan konstruksi media. Media tersebut meliputi betapa bahayanya virus corona kepada masyarakat, sehingga membangun bahaya situasi sekarang dalam pemikiran orang-orang, sehingga apa yang harus disiapkan dalam kondisi berbahaya sekarang. Untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perubahan perilaku dalam beradaptasi dengan virus corona, penting untuk mengetahui cara yang tepat untuk mensosialisasikan media. Sumber informasi paling terpercaya saat ini tentang virus corona adalah media massa di televisi, disusul koran, radio, jejaring sosial, grup WhatsApp, media online,website, dan orang-orang terpercaya yang berada di lingkungan sekitar masyarakat tersebut.

Dalam berita di media massa atau media cetak bahasa dan teks mampu menentukan konteks, oleh karena itu melalui bahasa media yang digunakannya melalui pilihan kata dan cara penyajian media dapat mempengaruhi persepsi konsumen (Giles dan Weimann, 2020). Televisi sebagai salah satu bentuk media komunikasi menjadi pilihan produsen untuk mempromosikan produknya, karena televisi dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan dan mempengaruhi masyarakat dibandingkan dengan media lainnya.

Jika dihubungkan dengan target sampel dalam penelitian ini adalah warga lingkungan Kebon Roek, maka sumber informasi mayoritas warga disana adalah televisi. Dilihat dari kondisi dan kelas mayarakat disana yaitu kelas menengah yang mayoritasnya berdagang. Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti ditemukan sebagian besar bersumber dari tayangan TV dari saluran TV One, yang dimana hanya sebagian kecil masyarakat yang

(4)

6

mendapatkan informasi melalui media sosial (Facebook, Tiktok, Instagram, dan WhatsApp) dan tokoh masyarakat. Ini juga di pengaruhi oleh tersedianya saluran televisi disana, dimana rata-rata masyarakat disana menggunakan antena untuk menangkap sinyal. Jika menggunakan antena maka stasiun televisi yang mungkin tersedia hanya beberapa. Tidak selengkap munggunakan tv kabel bahkan indihome dan lainnya.

Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak konstruksi berita di media, khususnya dalam kasus virus corona di Lingkungan Kebun Roek yang megikuti berita nasional dan regional yang ada tentang perkembangan penyebaran virus. Selain itu, terdapatnya pasar tradisional yang menjadi pusat aktifitas pembelanjaan di lingkungan tersebut dan tetap berlangsung dengan kurangnya penerapan protocol kesehatan selama pandemic Covid-19 padahal lingkungan tersebut termasuk zona merah persebaran virus Covid-19 di Kota Mataram yang membuat peneliti ingin mengangkat judul:

Pengaruh Terpaan Berita Covid-19 di TV One terhadap Kesadaran Kesehatan Warga Kota Mataram (Survey pada Masyarakat di Lingkungan Kebon Roek Kota Mataram).

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dilakukan dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah terdapat pengaruh pemberitaan Covid-19 terhadap kesadaran kesehatan warga di lingkungan Kebun Roek?

2. Seberapa besar pengaruh pemberitaan Covid-19 terhadap kesadaran kesehatan warga di lingkungan Kebun Roek?

1.3 Tujuan

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui:

1. Pengaruh pemberitaan Covid-19 terhadap kesadaran kesehatan warga di lingkungan Kebun Roek

2. Seberapa besar pengaruh pemberitaan Covid-19 terhadap kesadaran kesehatan warga di lingkungan Kebun Roek

1.4 Manfaat Peneltian

Penelitian ini diharapkan dapat membantu untuk akademis maupun praktis dari penulis.

1.4.1 Akademis

(5)

7

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan informasi untuk permasalahan penelitian yang akan datang, dan juga untuk warga Lingkungan Kebun Roek dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemberitaan Covid-19 terhadap kesehatan warga.

1.4.2 Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan masukan yang jelas mengenai informasi pemberitaan Covid-19.

Referensi

Dokumen terkait

BILLY TANG ENTERPRISE PT 15944, BATU 7, JALAN BESAR KEPONG 52100 KUALA LUMPUR WILAYAH PERSEKUTUAN CENTRAL EZ JET STATION LOT PT 6559, SECTOR C7/R13, BANDAR BARU WANGSA MAJU 51750

Penelitian ini difokuskan pada karakteristik berupa lirik, laras/ tangganada, lagu serta dongkari/ ornamentasi yang digunakan dalam pupuh Kinanti Kawali dengan pendekatan

Dari hasil perhitungan back testing pada tabel tersebut tampak bahwa nilai LR lebih kecil dari critical value sehingga dapat disimpulkan bahwa model perhitungan OpVaR

Dari area bisnis yang ada, ditemukan beberapa hal menyangkut permasalahan yang ada, yaitu: (1) Pihak manajemen dalam melakukan perencanaan penjualan dan produksi memperoleh data dari

Hasil uji reliabilitas instrumen variabel motivasi belajar (Y) akan diukur tingkat reliabilitasnya berdasarkan interpretasi reliabilitas yang telah ditentukan pada

tidak dapat mengukur non-perform dari suatu kredit padahal terdapat variabel total loans dalam perhitungan efisiensi; investor di Indonesia masih berorientasi short term

Penelitian dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan mengikuti desain penelitian Kemmis dan Mc. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi

Bahan yang digunakan adalah data penggunaan antibiotik untuk pasien rawat jalan selama 1 Januari sampai 31 Desember 2012 dan 1 Januari sampai 31 Desember 2013 yang