Aulia Febriyanti
5207100022
Tugas Akhir
[KS-091336]
Dosen Pembimbing
Abtrak
Manajemen resiko adalah proses pengelolaan resiko yang mencakup
identifikasi, evaluasi, dan pengendalian resiko yang dapat mengancam kelangsungan aktivtias usaha. Resiko operasional sebagai salah satu elemen resiko sangat mempengaruhi kinerja perusahaan. Resiko merupakan salah satu penghambat dalam pencapaian suatu tujuan, baik dilihat secara individu maupun organisasi dalam suatu perusahaan. Oleh sebab itu perlu melihat proses bisnis yang terjadi pada divisi perusahaan dilakukan asesmen resiko.
Berdasarkan hasil tugas akhir ini adalah menangani setiap
permasalahan resiko dengan proses pengolahan data perusahaan PT.Petrokimia Gresik. Dengan demikian tugas akhir ini dapat memberi manfaat bagi perusahaan dalam mengeloladata.
Struktur Organisasi Departemen
Tekinfo
Bagian Pengembangan Aplikasi
Pengembangan aplikasi bertanggung jawab atas terselenggaranya
kegiatan pemeliharaan, evaluasi dan pengembangan sistem perangkat lunak
Bagian Teknik dan Operasi
Bagian teknik dan operasi bertanggung jawab atas terselenggaranya kegiatan pemeliharaan perangkat keras (hardware) dan jaringan komunikasi komputer di lingkungan perusahaan serta pengolahan
Penerapan ERP-IFS
Hardware
PT. Petrokimia Gresik mengimplementasikan software
ERP-IFS dengan menggunakan server IBM AIX Power
750 sebagai pusat penyimpanan data seluruh
perusahaan.
Personal computer (PC) yang digunakan oleh
karyawan mempunyai spesifikasi stproviderr dan
terintegrasi dengan server pusat yaitu IBM AIX Power
750.
Penerapan ERP-IFS (cont)
Sofware
a. Aplikasi Akuntasi dan Keuangan
b. Aplikasi Distribusi
c. Aplikasi Enterprise Assets Management
(EAM)
Fokus Pengendalian.
Pengelolaan Keamanan TI
Meliputi kebijakan perusahaan terkait dengan bagaimana perusahaan mengamankan aset-aset TI dari bencana, gangguan dari dalam dan dari luar.
Keamanan Hak Akses
Penerapan sistem keamanan aplikasi dilakukan dengan cara
membatasi pengguna dalam menerima otorisasinya berdasarkan role.
Role yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna sesuai
Keamanan Perangkat Keras
Bencana mungkin akan menyebabkan kerusakan di beberapa peralatan komputer. Untuk itu perlu dilakukan jalinan kerjasama dengan pihak penyedia perangkat keras, agar dalam waktu singkat dapat melakukan perbaikan, penggantian atau setidaknya peminjaman perangkat sejenis atau setidaknya berfungsi sama, dengan peralatan yang mengalami kerusakan tersebut.
Mendefinisikan Insiden Kemanan
Secara jelas mendefinisikan dan mengkomunikasikan
karakteristik dari insiden keamanan yang potensial sehingga
dapat diklasifikasikan secara benar dan ditangani oleh proses
pengelolaan insiden dan permasalahan.
Memastikan Keamanan TI dari Virus
kejahatan komputer yan paling merusak melibatkan pembuatan
virus komputer . Dalam hal ini, terkait dengan kebijakan
perusahaan untuk menggunakan anti virus yang dapat
mendeteksi dan mencegah perkembangan virus, karena
virus-virus komputer jika tidak dapat dihilangkan dari komputer,
maka akan berakibat fatal, virus tersebut akan masuk lebih
dalam ke dalam aplikasi komputer sehingga dapat menyebabkan
aplikasi akan error
Proses pengolahan data
Start
Data sumberdaya manusia
Analisis Data karyawan dan keluarganya Stop Y T
Data sumberdaya manusia
Data inputnya adalah data
karyawan yang ada di PT.
Petrokimia Gresik dijadikan satu
didalam database karyawan.
Start Analisis Laporan Keuangan Stop Y T Data Finance
Data Finance (Akuntansi dan Keuangan) Data inputnya adalah transaksi yang berkatian dengan hutang dan piutang perusahaan kemudian dijadikan satu menjadi laporan posisi hutang
dan piutang per pemasok dan umur saat jatuh tempo
Data tersebut yang ada di PT. Petrokimia Gresik diolah menjadi informasi dan digunakan untuk operasional dan pengambilan keputusan. Data yang paling penting adalah data Finance (Akuntasi dan Keuangan) karena data tersebut untuk mengetahui laba dan rugi perusahaan.
Identifikasi resiko
Kebakaran Petir yang menyambar
Terjadinya hubungan arus pendek
Tidak ada larangan bebas merokok
Tidak adanya alat pemadam kebakaran Dapat merugikan
Identifikasi resiko
Human eror Kesalahan entry data
Penyalahgunaan hak akses
Personil yang tidak terampil Ketergantungan pada
personil tertentu Kinerja personil rendah
Kerusakan data dalam media penyimpanan
Penilaian risiko
Resiko Kebakaran Probabiltias kejadian 1
Dampak kejadian 5
Nilai resiko 5
Kategori resiko: SEDANG
Resiko Human eror Probabiltias kejadian 2
Dampak kejadian 3
Nilai resiko 6
Strategi Metigasi
Resiko Kebakaran
Strategi metigasi
Membuat disaster recovery plan.
Membangun Data Center Disaster Recovery Center yang kuat dan tahan terhadap bencana alam. Melakukan backup dan restorasi data.
Tindakan perbaikan
Melakukan pend efinisian dan pendokumentasian prosedur sebagai acuan dalam melakukan aktivtias penting dalam pengelolaan data, terutama dalam prosedur backup dan restorasi data.
Mulai melaksanakan pelatihan formal bagi karyawan dalam pemahaman pengelolaan data terutama backup dan restorasi data serta penerapan prosedur.
Strategi Metigasi
Resiko Human eror
Strategi metigasi
Melakukan pelatihan kepada pegawai.
Membuat pembatasan hak akses sesuai dengan tingkat kepentingannya.
Melalukan pengawasan secara internal terhadap apa yang dikerjakan.
Tindakan perbaikan bagi Bidang Pengembangan TI
Mengkomunikasikan tanggung jawab perawatan peralatan dalam institusi.
Menjalankan pelatihan formal dan knowledge sharing bagi seluruh karyawan terkati perawatan peralatan.
Melakukan sosialisasi mengenai berbagai hal yang berkatian dengan perawatan peralatan.
Mendefinisikan tanggungjawab dan tugas masing-masing tapi karyawan secara jelas.
Menumbuhkan budaya memberikan penghargaan bagi pengemban peran yang berprestasi sebagai upaya untuk memotivasi.
Kesimpulan
Resiko yang ada dalam proses pengelolaan data sistem informasi
adalah sebagai berikut: kebakaran, gangguan fasiltias umum,
kerusakan peralatan, virus, human eror, hacking, dan remote control.
Metode pengelolaan resiko yang dtierapkan di Bidang Pengembangan
TI dilakukan pada ancaman yang mempunyai penilaian Tinggi – Ekstrim. Hal ini dikarenakan sumberdaya yang tersedia di
departemen teknologi informasi tidak mencukupi untuk melakukan penanganan resiko terhadap semua resiko yang muncul. Sedangkan untuk resiko yang berkategori Tidak berpengaruh – Sedang disusun
sebuah tindakan perbaikan yang dapat dengan segera diimplementasikan di institusi tersebut.