• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG CEK SEBAGAI JAMINAN UTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG CEK SEBAGAI JAMINAN UTANG"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

i

SKRIPSI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG CEK SEBAGAI JAMINAN UTANG

PUTU INDRA PRAMANA NIM. 1103005016

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2015

(2)

ii

SKRIPSI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG CEK SEBAGAI JAMINAN UTANG

Skripsi ini dibuat untuk memperoleh Gelar Sarjana Hukum

Pada Fakultas Hukum Universitas Udayana

PUTU INDRA PRAMANA

NIM. 1103005016

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2015

(3)

iii

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

SKRIPSI INI TELAH DISETUJUI PADA TANGGAL : 17 OKTOBER 2015

PEMBIMBING I

IDA BAGUS PUTRA ATMADJA, S.H., M.H NIP. 195412311983031018

PEMBIMBING II

DR. DEWA GEDE RUDY, SH., M.HUM NIP. 195901141986011001

(4)

iv

SKRIPSI INI TELAH DIUJI

PADA TANGGAL : 14 DESEMBER 2015

Panitia Penguji Skripsi

Berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana

Nomor : 503/UN14.1.11/PP.05.02/2015 Tanggal 7 Desember 2015

Ketua : Ida Bagus Putra Atmadja, SH., MH ( )

Sekretaris : Dr. Dewa Gde Rudy, SH., M.Hum ( )

Anggota : 1. I Gst Ayu Puspawati, SH., MH ( )

2. A.A. Sagung Wiratni Darmadi, SH., MH ( )

3. Dr. I Wayan Novy Purwanto, SH., M.Kn ( )

(5)

v

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul

“Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Cek Sebagai Jaminan Utang”.

Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat dan kewajiban terakhir dalam rangka menyelesaikan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan arahan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. I Gusti Ngurah Wairocana, S.H., M.H, Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana.

2. Bapak I Ketut Sudiarta, S.H., M.H, Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Udayana.

3. Bapak I Wayan Bela Siki Layang, S.H., M.H, Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Udayana.

4. Bapak I Wayan Suardana, S.H., M.H, Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Udayana.

5. Bapak Dr. I Wayan Wiryawan, S.H., M.H, Ketua Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Udayana.

6. Bapak I Made Dedy Priyanto, SH., M.Kn, Sekretaris Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Udayana.

(6)

vi

7. Bapak Ida Bagus Putra Atmadja, S.H., M,H, Dosen Pembimbing I yang dengan penuh kesabaran membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyusun skripsi ini.

8. Bapak Dr. Dewa Gde Rudy, S.H., M.H, Dosen Pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan dan memberi masukan hingga terselesainya skripsi ini.

9. Cok. Istri Anom Pemayun, S.H., M.H, selaku Pembimbing Akademik atas segala bantuannya selama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana.

10. Seluruh Dosen Pengajar di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Udayana yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis selama menempuh ilmu di Fakultas Hukum Universitas Udayana.

11. Seluruh Staf Tata Usaha Fakultas Hukum Universitas Udayana yang telah membantu dan memberikan kemudahan segala urusan administrasi selama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana.

12. Seluruh Staf Kepustakaan yang telah membantu dalam bidang literatur.

13. Orang Tua tercinta, Putu Putra Jaya, S.H dan Sang Ayu Kertiasih dan saudara-saudara tersayang, Yulita, dan Krisna yang telah memberikan dukungan serta doa demi kelancaran penulisan skripsi ini.

14. Sahabat-sahabat seperjuangan yang tersayang, Dewa Gede Agung, Adi Paramartha, dan Komang Suwidnyana, Bagus Gede Ari Rama yang telah memberi dukungan dan semangat dalam penulisan skripsi ini.

(7)

vii

15. Kepada Novita Diana Safitri, S.H yang selalu memberikan semangat dan motivasi dalam penyelesaian skripsi ini.

16. Seluruh teman-teman yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan dan mendoakan agar terselesainya skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, namun dengan keterbatasan kemampuan yang penulis miliki tentunya akan dengan senang hati menerima kritik dan saran terhadap kekurangan-kekurangan demi kesempurnaan yang diharapkan.

Besar harapan penulis semoga skripsi ini berguna dan bermanfaat bagi semua pihak terutama dalam perkembangan Ilmu Hukum.

Denpasar, 17 Oktober 2015

Penulis

(8)

viii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN

Dengan ini penulis menyatakan bahwa Karya Ilmiah/ Penulisan Hukum/

Skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis, tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi manapun, dan sepanjang pengetahuan penulis juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh penulis lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Apabila Karya Ilmiah/ Penulisan Hukum/ Skripsi ini terbukti merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain dan/atau dengan sengaja mengajukan karya atau pendapat yang merupakan hasil karya penulis lain, maka penulis bersedia menerima sanksi akademik dan/atau sanksi hukum yang berlaku.

Demikian surat pernyataan keaslian ini dibuat sebagai pertanggungjawaban ilmiah tanpa adanya paksaan maupun tekanan dari pihak manapun.

Denpasar, 17 Oktober 2015

Yang Menyatakan,

(Putu Indra Pramana) Nim. 1103005033

(9)

ix DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL DALAM ... i

HALAMAN PRASYARAT GELAR SARJANA HUKUM ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

HALAMAN PENGESAHAN PANITIA PENGUJI ... ... iv

HALAMAN KATA PENGANTAR ... v

HALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN ... viii

HALAMAN DAFTAR ISI ... ix

ABSTRAK ... xiii

ABSTRACT ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ……….. ... 4

1.3 Ruang Lingkup Masalah………. .... 4

1.4 Orisinalitas Penelitian ... 5

1.5 Tujuan Penelitian ... 8

1.5.1 Tujuan Umum ... 8

(10)

x

1.5.2 Tujuan Khusus ... 9

1.6 Manfaat Penelitian ... 9

1.6.1 Manfaat Teoritis ... 9

1.6.2 Manfaat Praktis ... 9

1.7 Landasan Teoritis ... 10

1.8 Metode Penelitian ... 16

1.8.1 Jenis Penelitian ... 16

1.8.2 Jenis Pendekatan ... 17

1.8.3 Sumber Bahan Hukum ... 18

1.8.4 Teknik Pengumpulan Bahan Hukum ... 19

1.8.5 Teknik Analisis Bahan Hukum ... 19

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM, CEK KOSONG, DAN JAMINAN 2.1 Perlindungan Hukum 2.1.1 Pengertian Perlindungan Hukum ………. 21

2.1.2 Prinsip–Prinsip Perlindungan Hukum ... 23

2.1.3 Bentuk Bentuk Perlindungan Hukum ... 24

2.2 Cek Kosong 2.2.1 Istilah Dan Pengertian Cek Kosong ... 26

2.2.2 Pihak–Pihak Dalam Penerbitan Cek ... 27

2.2.3 Klausula Dan Cara Peralihan Surat Cek ... 28

2.2.4 Syarat Formal Surat Cek ... 29

2.2.5 Jenis Dan Macam Cek ... 30

(11)

xi

2.2.6 Kewajiban Dan Tanggung Jawab Penerbit Menyediakan

Dana ... 32

2.3 Jaminan 2.3.1 Pengertian Jaminan ... 34

2.3.2 Objek Dan Ruang Lingkup Hukum Jaminan ... 36

2.3.3 Asas–Asas Hukum Jaminan ... 38

2.3.4 Syarat Dan Manfaat Benda Jaminan ... 39

BAB III PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG CEK YANG TERNYATA SETELAH DIAJUKAN CEKNYA KOSONG 3.1 Perjanjian Utang Piutang Dengan Jaminan Cek Kosong……….………. 41

3.2 Perlindungan Hukum Pemegang Cek Kosong Dalam Hal Terjadinya Wanprestasi ... 43

BAB IV UPAYA HUKUM YANG DAPAT DILAKUKAN PEMEGANG CEK YANG DIJADIKAN JAMINAN DALAM PERJANJIAN UTANG PIUTANG DALAM HAL CEKNYA KOSONG 4.1 Wanprestasi Dalam Perjanjian Utang Piutang Dengan Jaminan Cek Kosong ... 51

4.2 Upaya Hukum Yang Dapat Dilakukan Pemberi Pinjaman Dalam Hal Terjadinya Wanprestasi ... 53

(12)

xii BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan ... 61

5.2 Saran ... 62

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(13)

xiii ABSTRAK

Berbicara tentang utang piutang bukan hal yang asing di telinga semua orang, karena setiap hari selalu ada saja masalah yang satu ini. Dalam hal untuk mendapatkan pinjaman uang, pihak peminjam terkadang memberikan jaminan kebendaan guna mendapat kepercayaan lebih kepada pemberi pinjaman bahwa di kemudian hari si peminjam akan melunasi utangnya beserta besarnya bunga yang diperjanjikan. Penggunaan surat berharga sebagai benda jaminan sudah tidak asing lagi dalam mendapatkan suatu pinjaman uang, adapun surat berharga yang digunakan dapat berupa cek. Jika peminjam yang memberikan jaminan surat berharga kepada pemberi pinjaman berupa cek, maka pada saat peminjam wanprestasi atau tidak bisa membayar hutang-hutangnya maka pemberi pinjaman dapat mencairkan cek tersebut untuk pelunasan hutang peminjam. Tapi bagaimana jika cek yang akan dicairkan ternyata cek kosong? Permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini adalah bentuk perlindungan hukum dan upaya hukum yang dapat dilakukan pemberi pinjaman dalam hal peminjam wanprestasi.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Dalam penelitian hukum normatif, hukum dikonsepkan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan. Penelitian hukum normatif merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka.

Berdasarkan hasil yang dapat, bentuk perlindungan hukum pemegang cek kosong dalam hal peminjam wanprestasi adalah berupa hak regres yaitu hak menegur dan menuntut ganti rugi serta pembayaran oleh pemegang cek dan juga perlidungan hukum pemegang cek kosong sangat lemah karena cek tidak memenuhi syarat sebagai benda jaminan yang baik. Upaya hukum yang dapat dilakukan yaitu pengajuan gugatan ke pengadilan tetapi sebelum melakukan langkah ini, ada baiknya penyelesaian di selesaikan secara non litigasi.

Kata Kunci : Wanprestasi, Cek Kosong, Upaya Hukum.

(14)

xiv ABSTRACT

Talking about debts is nothing strange in the ears of everyone, because every day there's always a problem. In terms of borrowing money, the borrower sometimes provide material guarantees in order to get more confidence to the lender that the borrower at a later date will repay the debt as well as the amount of interest agreement. The use of securities as collateral object is not foreign in obtaining a loan of money, while the securities used may be a check. If the borrower gives a guarantee of securities to the lender in the form of a check, so when borrowers default or cannot pay its debts then the lender can cash the check for the repayment of debt the borrower. But what if a check to be cashed turns blank check? Issues raised in this paper are a form of legal protection and legal effort that can be done the lender in case the borrower defaults.

This type of research used in this study is a normative legal research. In a normative legal research, legal conceptualized as what is written in the legislation. Normative legal research is research done by examining library materials.

Based on the research, the form of legal protection the holder of a blank check in the event the borrower defaults is a form of recourse is right to rebuke and demand compensation and the payment by the holder of the check and also protection of the legal holder of the blank check is very weak because the check does not qualify as an object a good guarantee , Legal effort that can be done is filing a lawsuit to the court, but before doing this step, it's good to finish the settlement in non-litigation.

Keywords: Default, Blank Checks, Legal Effort.

Referensi

Dokumen terkait

PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN DI

Tiara Bunga Pertiwi. PRAKTIK PELAKSANAAN PERJANJIAN UTANG PIUTANG DENGAN PENGIKATAN JAMINAN KUASA MENJUAL DI WILAYAH KABUPATEN SUKOHARJO. Fakultas Hukum Universitas

Tanggung jawab pemberi fidusia sebagai debitur adalah merawat jaminan dalam hal ini piutang dan apabila pihak yang namanya tercantum dalam daftar piutang wanprestasi

Perlindungan hukum bagi pemega- ng fidusia diperlukan karena benda yang menjadi objek jaminan fidusia berada pada pihak pemberi fidusia, sehingga apabila ter-

Perlindungan hukum bagi pemega- ng fidusia diperlukan karena benda yang menjadi objek jaminan fidusia berada pada pihak pemberi fidusia, sehingga apabila ter-

Jaminan kebendaan dan jaminan perorangan timbul dari perjanjian yang bertujuan untuk adanya kepastian hukum bagi kreditor atas pelunasan utang atau

Tanggung jawab pemberi fidusia sebagai debitur adalah merawat jaminan dalam hal ini piutang dan apabila pihak yang namanya tercantum dalam daftar piutang wanprestasi

Ketiga, perjanjian utang piutang antara unit simpan pinjam tersebut dengan masyarakat peminjam uang, tidak dengan adanya jaminan secara khusus berupa harta benda milik debitur