• Tidak ada hasil yang ditemukan

Katalog Dalam Terbitan (KDT)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Katalog Dalam Terbitan (KDT)"

Copied!
244
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

i (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) Hak Cipta © 2016 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat PKLK Dikmen

Dilindungi Undang-undang

Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 yang telah direvisi. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Kontributor Naskah : Sri Satata

Penelaah : Dr. Isah Cahyani, MPd.

Penyelia Penerbitan : Puskurbuk, Balitbang, Kemendikbud Cetakan Ke-1, 2016

Disusun dengan huruf Bookman Old Style,12 pt MILIK NEGARA

TIDAK DIPERDAGANGKAN

Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Buku Guru Bahasa Indonesia Wahana Ekspresi Siswa/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.

XI, 235 hlm. ; ilus; 25 cm

Untuk SMALB Tunadaksa Kelas XI ISBN 978-602-358-538-0 (jilid lengkap) ISBN 978-602-358-540-3 (jilid 2)

I. Bahasa Indonesia – Wahana Ekspresi Siswa II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(4)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) ii

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat, hidayah, dan karunia-Nyalah akhirnya penulis bisa menyelesaikan “Buku Guru Bahasa Indonesia, Wahana Ekspresi Siswa” sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Buku Guru Bahasa Indonesia untuk jenjang Pendidikan Menengah Kelas XI ini disusun sebagai pedoman bagi para guru dalam mengampu pembelajaran di kelas. Beberapa hal yang perlu dipahami oleh para guru, bahwa dalam kurikulum 2013 ini, guru lebih berperan sebagai fasilitator, motivator, dan problem solver.

Sebagai bagian dari Kurikulum 2013 yang menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran dimulai dengan hal-hal yang berkenaan dengan aspek pengetahuan. Selanjutnya pengetahuan-pengetahuan tersebut harus bermanfaat untuk menghasilkan sesuatu (keterampilan). Akhirnya pembelajaran bermuara dalam perubahan sikap. Semakin pandai siswa, semakin banyak keterampilan yang dimilikinya, seharusnya semakin baik sikapnya.

Buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, penulis mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, penulis mengucapkan terima kasih. Akhirnya penulis berharap semoga buku ini memberikan hikmah yang tersendiri di tengah belantara ilmu dan pengetahuan yang senantiasa berkembang. Semoga kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan. Amien…

(5)

iii (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……… DAFTAR ISI ………. ii iii Bagian I Petunjuk Umum ……….… 1

A. Pembelajaran Bahasa Indonesia …………..…………

1) Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia ……….. 2) Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia ………… 3) Materi Pelajaran Bahasa Indonesia ………. 4) Pengalaman Pembelajaran ……….. 5) Langkah-langkah Pembelajaran ………

B. Penilaian Pembelajaran ………

1) Konsep Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia ……….. 2) Karakteristik Penilaian Pembelajaran Bahasa Indonesia ……….. 3) Teknik dan Instrumen Penilaian Bahasa Indonesia……… 4) Pengolahan Hasil Penilaian dan Pelaporan……..

C. Remedial ……….……… 1) Prinsip-prinsip Remedial………. 2) Pembelajaran Remedial……… D. Pengayaan ……….. 1) Prinsip-prinsip Pengayaan……….. 2) Pembelajaran Pengayaan……….

E. Interaksi dengan Orangtua……….

1 6 9 10 10 11 13 13 16 16 19 24 24 25 26 26 27 27

(6)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) iv

Bab I Cerpen Sebuah Cermin Kehidupan………

A. Kegiatan 1 Memahami Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Menginterpretasi makna Teks Cerita Pendek……… B. Kegiatan 2 Membandingkan dan

Memproduksi Teks Cerita Pendek ………. C. Kegiatan 3 Menganalisis dan Menyunting Teks Cerita Pendek……… D. Kegiatan 4 Menilai dan Menyusun Kembali Teks Cerita Pendek………

29

30 39 48 57

Bab II Mari Berpantun ……….

A. Kegiatan 1 Memahami Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Menginterpretasi makna Teks Pantun………. B. Kegiatan 2 Membandingkan dan

Memproduksi Teks Pantun……… C. Kegiatan 3 Menganalisis dan Menyunting Teks Pantun………. D. Kegiatan 4 Menilai dan Menyusun Kembali Teks Panunt………. 66 67 76 85 94

Bab III Mari Menulis Cerita Ulang Biografi Pahlawan Nasional……….

A. Kegiatan 1 Memahami Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Menginterpretasi makna Teks Cerita Ulang……….. B. Kegiatan 2 Membandingkan dan

Memproduksi Teks Cerita Ulang………. C. Kegiatan 3 Menganalisis dan Menyunting

103

104 113

(7)

v (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

Teks Cerita Ulang……….. D. Kegiatan 4 Menilai dan Menyusun Kembali Teks Cerita Ulang………

122 131

Bab IV Teks Eksplanasi ………

A. Kegiatan 1 Memahami Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Menginterpretasi makna Teks Eksplanasi……….. B. Kegiatan 2 Membandingkan dan

Memproduksi Teks Eksplanasi ……….. C. Kegiatan 3 Menganalisis dan Menyunting Teks Eksplanasi ……….… D. Kegiatan 4 Menilai dan Menyusun Kembali Teks Eksplanasi……….. 140 141 150 159 169

Bab V Mari Mengulas Film/ drama ………

A. Kegiatan 1 Memahami Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Menginterpretasi makna Teks Eksplanasi……….. B. Kegiatan 2 Membandingkan dan

Memproduksi Teks Eksplanasi ……….. C. Kegiatan 3 Menganalisis dan Menyunting Teks Eksplanasi ……….… D. Kegiatan 4 Menilai dan Menyusun Kembali Teks Eksplanasi……….. 178 179 188 197 207

KUNCI JAWABAN BUKU SISWA………. GLOSARIUM……… DAFTAR PUSTAKA……… BIODATA PENULIS……….. 216 226 233 234

(8)
(9)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 1

BAGIAN I

PETUNJUK UMUM

A. Pembelajaran Bahasa Indonesia

Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan sintesis dari tiga pendekatan, yaitu pedagogi genre, saintifik, dan Content and Language IntegratedLearning

(CLIL). Alur utama model adalah pedagogi genre dengan

4M (Membangun konteks, Menelaah Model, Mengonstruksi Terbimbing, dan Mengonstruksi Mandiri). Kegiatan mendapatkan pengetahuan (KD-3) dilakukan dengan pendekatan saintifik 5M (Mengamati, Mempertanyakan, Mengumpulkan Informasi, Menalar, dan Mengomunikasikan). Pengembangan keterampilan (KD-4) dilanjutkan dengan langkah mengonstruksi terbimbing dan mengonstruksi mandiri. Pendekatan CLIL digunakan untuk memperkaya pembelajaran dengan prinsip: (1) isi [konten] teks—berupa model atau tugas--bermuatan karakter dan pengembangan wawasan serta kepedulian sebagai warganegara dan sebagai warga dunia; (2) unsur kebahasaan [komunikasi] menjadi unsur penting untuk menyatakan berbagai tujuan berbahasa dalam kehidupan; (3) setiap jenis teks memiliki struktur berpikir [kognisi] yang berbeda-beda yang harus disadari agar komunikasi lebih efektif; dan (4) budaya [kultur], berbahasa, berkomunikasi yang berhasil harus melibatkan etika,

(10)

2 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

kesantunan berbahasa, budaya (antarbangsa, nasional, dan lokal). Pembelajaran bahasa Indonesia ini dapat digambarkan dalam model sebagai berikut:

Prinsip umum pembelajaran di antaranya adalah sebagai berikut:

1. s i s w a difasilitasi untuk belajar mencari tahu secara mandiri;

2. s i s w a belajar dari berbagai sumber belajar;

3. proses pembelajaran dapat menggunakan berbagai pendekatan untuk mencapai tujuan pembelajaran; 4. pembelajaran berbasis kompetensi;

5. pembelajaran terpadu;

6. pembelajaran menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi;

7. pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;

(11)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 3

keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills;

9. pembelajaranmengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat;

10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ingngarsosung tulodo), membangunkemauan(ing madyomangun karso), dan mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran (tutwurihandayani);

11. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;

12. pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa; dan

13. suasana belajar menyenangkan dan menantang.

Prinsip khusus pembelajaran bahasa Indonesia 1. Bahasa merupakan kegiatan sosial. Setiap

komunikasi dalam kegiatan sosial memiliki tujuan, konteks, dan audiens tertentu yang memerlukan pemilihan aspek kebahasaan (tata bahasa dan kosa kata) yang tepat; serta cara mengungkapkan dengan strukur yang sesuai agar mudah dipahami.

2. Bahan pembelajaran bahasa yang digunakan wajib bersifat otentik. Pengembangan bahan otentik didapat dari media massa (cetak dan elektronik); tulisan guru di kelas, produksi lisan dan tulis oleh siswa. Semua

(12)

4 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

bahan dikelola guru untuk keberhasilan pembelajaran.

3. Proses pembelajaran menekankan aktivitas siswa yang bermakna. Inti dari siswa aktif adalah siswa mengalami proses belajar yang efesien dan efektif secara mental dan eksperiensial.

4. Dalam pembelajaran berbahasa dan bersastra, dikembangkan budaya membaca dan menulis secara terpadu. Dalam satu tahun pelajaran siswa dimotivasi agar dapat membaca paling sedikit 6 buku (3 buku sastra dan 3 buku nonsastra) sehingga setelah siswa menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMA/MA membaca paling sedikit 18 judul buku.

Implementasi model pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dibagankan sebagai berikut.

(13)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 5 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

LINGKUP KOMPETENSI DAN MATERI PENGALAMAN BELAJAR DAN PENILAIAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KI 1 KI 2 KI 3 KD 3: PENGETAHUAN KI 4 KD 4: kETERAMPILAN

(14)

6 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

1) Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia Kelas XI Tunadaksa

KOMPETENSI INTI 3

(PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN) 3. Memahami dan

menerapkan pengetahu-an (faktual, konseptual, dan prosedural)

berdasarkan rasa ingin tahu tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian nyata dalam kehidupan.

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. KOMPETENSI DASAR

3.1 Memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek, baik melalui lisan maupun tulis.

4.1 Menginterpretasikan makna teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu

film/drama sederhana, baik secara lisan maupun tulis. 3.2 Membandingkan teks

cerita pendek baik melalui lisan maupun tulis.

4.2 Memproduksi teks cerita pendek, yang sesuai dengan karakteristik yang dibuat, baik secara lisan maupun tulis. 3.3 Menganalisis teks cerita

pendek, baik melalui lisan maupun tulis.

4.3 Menyunting teks cerita pendek, sesuai dengan struktur dan kaidah, baik secara lisan maupun tulis. 3.4 Menilai teks cerita

pendek, berdasarkan struktur dan kaidah-kaidah, baik melalui lisan maupun tulis.

4.4 Menyusun kembali teks cerita pendek ke dalam bentuk lain sesuai dengan struktur dan kaidah, baik secara lisan maupun tulis.

(15)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 7 3.5 Memahami struktur dan

kaidah teks pantun baik melalui lisan maupun tulis.

4.5 Menginterpretasikan makna teks pantun baik secara lisan maupun tulis. 3.6 Membandingkan teks

pantun, baik melalui lisan maupun tulis.

4.6 Memproduksi teks pantun yang sesuai dengan karakteristik yang dibuat, baik secara lisan maupun tulis.

3.7 Menganalisis teks pantun, baik melalui lisan maupun tulis.

4.7 Menyunting teks pantun sesuai dengan struktur dan kaidah, baik secara lisan maupun tulis. 3.8 Menilai teks pantun

berdasarkan struktur dan kaidah-kaidah, baik melalui lisan maupun tulis.

4.8 Menyusun kembali teks pantun ke dalam bentuk lain sesuai dengan struktur dan kaidah, baik secara lisan maupun tulis. 3.9 Memahami struktur dan

kaidah teks cerita

ulang, baik melalui lisan maupun tulis.

4.9 Menginterpretasikan makna teks cerita ulang, baik secara lisan maupun tulis. 3.10 Membandingkan teks

cerita ulang, baik melalui lisan maupun tulis.

4.10 Memproduksi teks cerita ulang yang sesuai dengan karakteristik yang dibuat, baik secara lisan maupun tulis.

3.11 Menganalisis teks, cerita ulang, baik melalui lisan maupun tulis.

4.11 Menyunting teks cerita ulang sesuai dengan struktur dan kaidah, baik secara lisan maupun tulis. 3.12 Menilai teks cerita

ulang, berdasarkan struktur dan kaidah-kaidah, baik melalui lisan maupun tulis.

4.12 Menyusun kembali teks cerita ulang ke dalam bentuk lain sesuai dengan struktur dan kaidah, baik secara lisan maupun tulis. 3.13 Menemukan butir-butir

penting dari dua buku pengayaan (fiksi) yang dibaca.

4.13 Menulis resensi dari dua buku pengayaan (fiksi) yang dibaca. 3.14 Memahami struktur dan

(16)

8 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) baik melalui lisan

maupun tulis. baik secara lisan maupun tulis. 3.15 Membandingkan teks

eksplanasi, baik melalui lisan maupun tulis.

4.15 Memproduksi teks eksplanasi yang sesuai dengan karakteristik yang dibuat, baik secara lisan maupun tulis.

3.16 Menganalisis teks eksplanasi, baik melalui lisan maupun tulis.

4.16 Menyunting teks eksplanasi sesuai dengan struktur dan kaidah, baik secara lisan maupun tulis. 3.17 Menilai teks eksplanasi

berdasarkan struktur dan kaidah-kaidah, baik melalui lisan maupun tulis.

4.17 Menyusun kembali teks eksplanasi ke dalam bentuk lain sesuai dengan struktur dan kaidah, baik secara lisan maupun tulis. 3.18 Memahami struktur dan

kaidah teks ulasan/reviu

film/drama sederhana, baik melalui lisan maupun tulis.

4.18 Menginterpretasikan makna teks

ulasan/reviu

film/drama sederhana, baik secara lisan maupun tulis. 3.19 Membandingkan teks

ulasan/reviu

film/drama sederhana, baik melalui lisan maupun tulis.

4.19 Memproduksi teks ulasan/reviu

film/drama sederhana yang sesuai dengan karakteristik yang dibuat, baik secara lisan maupun tulis. 3.20 Menganalisis teks

ulasan/reviu

film/drama sederhana, baik melalui lisan maupun tulis.

4.20 Menyunting teks ulasan/reviu

film/drama sederhana sesuai dengan struktur dan kaidah, baik secara lisan maupun tulis.

3.21 Menilai teks ulasan/reviu

film/drama sederhana berdasarkan struktur dan kaidah-kaidah, baik melalui lisan maupun tulis.

4.21 Menyusun kembali teks ulasan/reviu film/drama sederhana ke dalam bentuk lain sesuai dengan struktur dan kaidah, baik secara lisan maupun tulis. 3.22 Menganalisis isi dari satu

(17)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 9

dibaca buku nonfiksi yang

dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan.

2) Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut.

a) Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan, tulis, maupun dalam bentuk isyarat.

b) Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.

c) Memahami bahasa Indonesia dan

menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.

d) Menggunakan bahasa Indonesia untuk

meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.

e) Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.

f) Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

(18)

10 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

3) Materi Pelajaran Bahasa Indonesia

Ruang lingkup materi mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI terdiri dari berbagai genre teks, yaitu:

a) Teks Cerita Pendek b) Teks Pantun

c) Teks Cerita Ulang d) Teks Eksplanasi

e) Teks Reviu/Ulasan Film/Drama

4) Pengalaman Pembelajaran

Pendekatan pengalaman berbahasa adalah sistem pembelajaran bahasa dalam bidang membaca dengan menggunakan wacana yang dikembangkan bersama-sama dengan siswa.

Dalam Pendekatan Pengalaman Berbahasa guru merangsang anak-anak untuk berpikir tentang pengalaman masing-masing. Guru memberikan dorongan kepada anak-anak untuk bercerita. Rekaman guru yang menggunakan huruf-huruf yang jelas itu harus dilakukan di depan anak supaya anak-anak sadar bahwa bahasa lisan itu bisa diubah menjadi bahasa tulisan.

Keunggulan Pengalaman Pembelajaran Berbahasa

a) Sifat Pengalaman Pembelajaran Berbahasa dapat meningkatkan minat baca anak;

(19)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 11

b) Untuk menjembatani ke dunia anak-anak dalam upaya mengenali lebih baik keperluan, keinginan dan minat anak;

c) Tidak memerlukan biaya yang banyak, cukup dengan kertas, papan tulis, pensil dan kapur.

Kelemahan Pengalaman Pembelajaran Berbahasa

a) Sifat Pengalaman Pembelajaran Berbahasa yang hanya digunakan pada pembelajaran membaca tingkat awal;

b) Pengalaman Pembelajaran Berbahasa menuntut waktu yang lebih banyak dibandingkan pendekatan-pendekatan lain;

c) Pengalaman Pembelajaran Berbahasa harus memperkenalkan kata-kata yang harus dipelajari oleh siswa.

Langkah-langkah pembelajaran dengan Pengalaman Pembelajaran Berbahasa

a) Guru mengembangkan wacana bersama siswa dengan menyuruh siswa memikirkan hal-hal yang menjadi kesukaannnya;

b) Guru berupaya untuk mendengarkan sebaik-baiknya dan mengarahkan percakapan yang berlangsung antara murid-muridnya;

c) Menuliskan hal-hal yang disampaikan oleh murid. Biasanya guru memberikan petunjuk/contoh

(20)

12 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

kepada murid supaya yang dikemukakan itu berupa sebuah cerita;

d) Guru mendengar bacaan muridnya,

memperhatikan katanya dan mencatat kata-kata yang tidak ada dalam wacana;

e) Penggunaan wacana dalam pembelajaran membaca. Guru harus memanfaatkan pengetahuan yang diperolehnya dari bacaan murid-muridnya. Kalau guru tahu bahwa siswanya tidak dapat membaca kata tertentu yang ada dalam wacana yang digunakan, dia harus mengajarkan dengan cara memisahkan kata tertentu dari wacana.

Contoh pembelajaran dengan Pengalaman Pembelajaran Berbahasa

a) Guru bercerita tetang momen yang liburan yang paling disukainya, seperti dia suka berlibur di desa karena lingkungannya masih sejuk. Lalu guru menangankan kepada siswa, siswa senang berlibur kemana?

b) Setelah siswa kesenangan siswa telah terpancing, guru meminta siswa untuk membuat suatu tulisan yang berdasarkan pada pengalamannya;

c) Setelah itu, guru mendengarkan apa yang dibacakan siswa;

d) Kemudian, guru mencatat hal-hal yang mungkin sulit dimengerti oleh siswa lainnya dan

(21)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 13

B. Penilaian Pembelajaran

1) Konsep Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Hal yang paling utama dalam penilaian adalah guru harus menciptakan instrument dan suasana penilaian yang menghindarkan siswa dari ketidakjujuran dan plagiarisme siswa dalam berkarya/berteks. Oleh sebab itu, penilaian proses menjadi sangat penting. Sedapat mungkin siswa lebih banyak mengerjakan tugas di sekolah, bukan menjadi pekerjaan rumah (PR).

Penilaian di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia secara umum untuk:

(1) mengetahui ketercapaian kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap berbahasa Indonesia siswa;

(2) mengetahui kemampuan siswa di dalam KD tertentu;

(3) memberikan umpan balik bagi kegiatan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia; dan

(4) memberikan motivasi belajar bagi siswa dan motivasi berprestasi bagi siswa dan guru.

Penilaian merupakan sebuah proses yang meliputi tahapan: (1) perencanaan, (2) pengumpulan data, (3) pengolahan data, (4) penafsiran, dan (5) penggunaan hasil penilaian.

(22)

14 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

Secara umum teknik penilaian pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu teknik tes dan teknik nontes.Instrumen penilaian yang akan dipergunakan harus dikembangkan oleh guru. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam mengembangkan instrumen penilaian adalah sebagai berikut: (1) kompetensi yang dinilai, (2)penyusunan kisi-kisi, (3) perumusan indikator pencapaian, dan (4) penyusunan instrumen.

Pengembangan Penilaian Mapel Bahasa Indonesia Berbasis Genre

(23)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 15

Penilaian untuk mengetahui keberhasilan kompetensi pengetahuan (misalnya tentang struktur teks dan kebahasaan) digunakan tes tulis dan tes lisan. Sedangkan untk penilaian kompetensi keterampilan diukur keberhasilannya dengan tes kinerja, penugasan (lisan, tulis, proyek, atau multimodal) dan/atau portofolio. Pelaksanaan penilaian sikap dilakukan dengan lembar pengamatan, lembar penilaian diri, lembar penilaian antarteman, dan jurnal.

Hasil penilaian yang dilakukan oleh guru harus diolah terlebih dahulu sebelum diputuskan sebagai laporan hasil pencapaian kompetensi siswa.

Penilaian merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu pembelajaran. Artinya, penilaian harus selalu dilakukan oleh pendidik sebagai bagian dari profesinya. Berdasarkan hasil penilaian inilah, pendidik akan selalu kreatif untuk mencari berbagai strategi baru didalam tindakan mengajarnya. Oleh karena itu, pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang berangkat dari hasil penilaian sebelumnya--sebagai pengalaman awal siswa--bukan dari apa yang seharusnya dipelajari siswa.

Penilaian mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Penilaian Hasil Belajar oleh pendidik yang berlaku.

(24)

16 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

2) Karakteristik Penilaian Pembelajaran Bahasa Indonesia

Hal yang paling utama dalam penilaian adalah guru harus menciptakan instrument dan suasana penilaian yang menghindarkan siswa dari ketidakjujuran dan plagiarisme siswa dalam berkarya/berteks. Oleh sebab itu, penilaian proses menjadi sangat penting. Sedapat mungkin siswa lebih banyak mengerjakan tugas di sekolah, bukan menjadi pekerjaan rumah (PR).

Penilaian di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia secara umum untuk:

(1) mengetahui ketercapaian kompetensi

pengetahuan, keterampilan, dan sikap berbahasa Indonesia siswa;

(2) mengetahui kemampuan siswa di dalam KD tertentu;

(3) memberikan umpan balik bagi kegiatan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia; dan

(4) memberikan motivasi belajar bagi siswa dan motivasi berprestasi bagi siswa dan guru.

3) Teknik dan Instrumen Penilaian Bahasa Indonesia a. Penilaian Sikap

Pelaksanaan penilaian sikap spiritual dilakukan setiap hari selama pembelajaran satu semester.

(25)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 17

Penilaian dilakukan oleh wali kelas, guru BK, guru mata pelajaran dan siswa. Penilaian sikap spiritual di dalam kelas dilakukan oleh guru mata pelajaran. Selama proses pembelajaran guru mengamati dan mencatat perilaku siswa yang sangat baik atau kurang baik dalam jurnal segera setelah perilaku tersebut teramati atau menerima laporan tentang perilaku tersebut. Perilaku yang diamati bisa berupa kedisiplinan, tanggungjawab, kejujuran, kepedulian, responsif dan pro-aktif. Misalnya, saat diskusi kelompok mau pun diskusi kelas guru mengamati beberapa siswa terlihat sangat menonjol dalam keaktifan bertanya dan atau memberi tanggapan maka guru dapat mencatat dalam jurnal tentang sikap responsif dan pro-aktif mereka. Demikian juga sebaliknya, seorang siswa dalam kelompok tidak aktif malah mengerjakan yang lain, guru juga mencatat perilaku siswa tersebut dalam jurnal.

b. Penilaian Pengetahuan

Penilaian kompetensi pengetahuan sudah direncanakan dalam RPP. Karena penilaian kompetensi pengetahuan harus dilaksanakan untuk setiap IPK. IPK tersebut dijabarkan dalam indikator soal yang menggambarkan kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS) dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Contoh penilaian

(26)

18 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

untuk KD 3.2 Menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi dan KD 4.2 Mengonstruksi teks laporan hasil observasi dengan memerhatikan isi dan aspek kebahasaan.Guru merancang penilaian untuk setiap indikator yang dikembangkan, sebagai contoh berikut.

Langkah yang harus dilakukan: (1) Menyusun kisi kisi soal;

(2) Mengembangkan soal sesuai kisi kisi;

(3) Membuat pedoman penskoran dan kunci jawaban, dan

(4) Menganalisis soal secara kualitatif

Penilaian pengetahuan dilakukan untuk menilai proses dan hasil belajarsiswa. Penilaian proses dilakukan dalam bentukpenilaian harian melalui testertulis, tes lisan, maupun penugasan. Cakupan penilaian harian meliputi seluruh indikator dari satu kompetensi dasar atau lebih sedangkan

cakupan penugasandisesuaikan dengan

karakteristik kompetensi dasar.

c. Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik antara lain penilaian praktik/ kinerja, proyek, dan portofolio. Teknik

(27)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 19

penilaian lain dapat digunakan sesuai dengan karakteristik kompetensi mata pelajaran yang akan diukur. Instrumen yang digunakan dapat berupa daftar cek atau skala penilaian yang dilengkapi rubrik.

Kegiatan yang dilakukan pada persiapan pelaksanaan penilaian keterampilan adalah:

Mencermati kompetensi yang dituntut dalam KD dari KI-4 melalui IPK yang dikembangkan.

Pelaksanaan penilaian keterampilan dilakukan untuk menilai proses dan hasil belajarsiswa. Penilaian proses dilakukan melalui

penilaian praktik/kinerja selama

prosespembelajaran. Sedangkan penilaian hasil dilakukan melalui penilaian produk, penilaian proyek, dan penilaian portofolio yang diberikan setelah pembelajaran.

Kinerja siswa dalam kelompok dicermati guru dengan menggunakan lembar pengamatan seperti contoh berikut.

4) Pengolahan Hasil Penilaian dan Pelaporan. Pengolahan Hasil Penilaian

Kegiatan akhir setelah melakukan penilaian adalah melakukan pengolahan penilaian dan melakukan pelaporan hasil belajar. Tujuan pengolahan penilaian hasil belajar baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan yang dilakukan dengan berbagai teknik

(28)

20 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran adalah untuk mengetahui kompetensi akhir hasil belajar pada setiap mata pelajaran dalam kurun waktu satu semester.

Nilai Sikap Spiritual dan Sikap Sosial

Berikut disajikan langkah-langkah untuk melakukan rekapitulasi dan membuat deskripsi pencapaian sikap selama satu semester.

a) Guru mengelompokkan atau menandai catatan-catatan sikap siswa yang memperlihatkan perilaku sangat baik (SB) dan atau perilaku perlu bimbingan (PB) yang dituliskan dalam jurnal baik sikap spiritual maupun sikap sosial.

b) Guru membuat rekapitulasi sikap dalam jangka waktu satu semester.

c) Guru membuat rumusan deskripsi singkat sikap spiritual dan sikap sosial berdasarkan catatan-catatan jurnal untuk setiap siswa.

d) Wali kelas mengumpulkan deskripsi singkat sikap dari guru mata pelajaran dan guru BK. Kemudian, dengan memperhatikan deskripsi singkat sikap spiritual dan sosial, wali kelas menyimpulkan rumusan deskripsi pencapaian sikap spiritual dan sosial setiap siswa.

e) Kesimpulan sikap spiritual dari guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti menjadi acuan utama dan didukung oleh kesimpulan sikap spiritual dari guru

(29)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 21

mata pelajaran lain dan guru BK dengan deskripsi menggunakan kalimat mencerminkan perilaku sikap spiritual yang menonjol positif dan sikap yang perlu bimbingan. Selanjutnya, kesimpulan sikap sosial dari guru PPKn menjadi acuan utama dan didukung oleh kesimpulan sikap sosial dari guru mata pelajaran lain, guru BK dengan deskripsi menggunakan kalimat mencerminkan perilaku sikap sosial yang menonjol positif dan sikap yang perlu bimbingan

Nilai Pengetahuan

Nilai kompetensi pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian selama satu semester untuk mengetahui pencapaian kompetensi pada setiap KD pada KI-3. Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan oleh guru dengan berbagai teknik penilaian dalam satu semester direkap dan didokumentasikan pada tabel pengolahan nilai sesuai dengan KD yang dinilai. Jika dalam satu KD dilakukan penilaian lebih dari satu kali maka nilai akhir KD tersebut merupakan nilai rerata. Nilai akhir pencapaian pengetahuan mata pelajaran tersebut diperoleh dengan cara merata-ratakan hasil pencapaian kompetensi setiap KD selama satu semester. Nilai akhir pengetahuan selama satu semester pada rapor mempertimbangkan penilaian hasil belajar oleh guru dalam bentuk penilaian harian

(30)

22 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

dan penilaian oleh satuan pendidikan dalam bentuk penilaian akhir. Nilai akhir tersebut ditulis dalam bentuk angka pada skala 0 – 100 dan predikat (D - A) serta dilengkapi dengan deskripsi singkat kompetensi yang menonjol berdasarkan pencapaian KD selama satu semester.

Nilai Keterampilan

Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian unjuk kerja/kinerja/praktik, proyek, produk, portofolio, dan bentuk lain sesuai karakteristik KD mata pelajaran. Hasil penilaian pada setiap KD pada KI-4 adalah nilai optimal jika penilaian dilakukan dengan teknik yang sama dan objek KD yang sama. Penilaian KD yang sama yang dilakukan dengan proyek dan produkatau praktik dan produk, maka hasil akhir penilaian KD tersebut dirata-ratakan. Untuk memperoleh nilai akhir keterampilan pada setiap mata pelajaran adalah rerata dari semua nilai KD pada KI-4 dalam satu semester. Selanjutnya, penulisan capaian keterampilan pada rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 dan predikat (D – A) serta dilengkapi dengan deskripsi singkat capaian kompetensi.

Pelaporan Hasil Belajar

Hasil penilaian oleh guru meliputi pencapaian kompetensi siswa pada sikap spiritual, sikap sosial,

(31)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 23

pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara terpisah karena karakternya berbeda.Laporan hasil penilaian sikap berupa deskripsi yang menggambarkan sikap yang menonjol dalam satu semester.

Berikut contoh kesimpulan hasil deskripsi sikap spiritual oleh wali kelas.

Agus: (Sikap Spiritual)

Predikat Deskripsi

Baik Selalu bersyukur dan berdoa

sebelum melakukan kegiatan serta memiliki toleran pada agama yang berbeda; ketaatan beribadah mulai berkembang

Agus: (Sikap Sosial)

Predikat Deskripsi

Baik Memiliki sikap santun, disiplin,

dan tanggung jawab yang baik, responsif dalam pergaulan; sikap kepedulian mulai meningkat

Selanjutnya, hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keterampilan dilaporkan dalam bentuk bilangan bulat (skala 0 – 100) dan predikat (D – A) serta dilengkapi dengan deskripsi singkat yang menggambarkan capaian kompetensi yang menonjol dalam satu semester.

Konsekuensi dari sistem Paket adalah kenaikan kelas. Berkaitan hal tersebut di atas, maka setiap sekolah wajib memilki kriteria kenaikan kelas yang mengacu kepada Panduan Penilaian yang diterbitkan Ditjen Dikdasmen dan disesuaikan dengan karakteristik

(32)

24 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

sekolah. Salah satu syarat kenaikan kelas adalah bahwa siswa tidak memiliki lebih dari 2 (dua) mata pelajaran yang masing-masing nilai pengetahuan dan/atau keterampilan di bawah KKM. Apabila ada mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar pada semester ganjil dan/atau semester genap, nilai akhir diambil dari rerata semester ganjil dan genap pada mata pelajaran yang sama pada tahun pelajaran tersebut.

C. Remedial

Program Remedial adalah program pembelajaran yang diberikan kepada siswa yang belum mencapai kompentensi minimalnya dalam satu kompetensi dasar tertentu. Metode yang digunakan dapat bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakang kesulitan belajar yang dialami siswa dan tujuan pembelajarannya pun dirumuskan sesuai dengan kesulitan yang dialami siswa.

Pada program pembelajaran remedial, media belajar harus betul-betul disiapkan guru agar dapat mempermudah siswa dalam memahami pelajaran yang dirasa sulit. Alat evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran remedial pun perlu disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dialami siswa.

1) Prinsip-prinsip Remedial

Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain:

(33)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 25

a. Adaptif. Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan daya tangkap, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing.

b. Interaktif. Pembelajaran remedial hendaknya melibatkan keaktifan guru untuk secara intensif berinteraksi dengan siswa dan selalu memberikan monitoring dan pengawasan agar mengetahui kemajuan belajar siswanya.

c. Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian. Pembelajaran remedial perlu menggunakan berbagai metode pembelajaran dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik siswa.

d. Pemberian umpan balik sesegera mungkin. Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada siswa mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin agar dapat menghindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut. e. Pelayanan sepanjang waktu. Pembelajaran remedial

harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat siswa dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing.

2) Pembelajaran Remedial

Remedial bukan mengulang tes (ulangan harian) dengan materi yang sama, tetapi guru memberikan perbaikan pembelajaran pada KD yang

(34)

26 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

belum dikuasai oleh siswa melalui upaya tertentu. Setelah perbaikan pembelajaran dilakukan, guru melakukan tes untuk mengetahui apakah siswa telah memenuhi kompetensi minimal dari KD yang diremedialkan.

D. Pengayaan

1) Prinsip-prinsip Pengayaan

Prinsip-prinsip program pengayaan yang perlu diperhatikan dalam mengonsep program pengayaan

a. Inovasi.

Guru perlu menyesuaikan program yang diterapkannya dengan kekhasan siswa, karakteristik kelas serta lingkungan hidup dan budaya siswa.

b. Keluasan

Dalam menyusun materi dan mendisain pembelajaran pengayaan, kembangkan dengan kegiatan yang menyenangkan, membangkitkan minat, merangsang pertanyaan, dan sumber-sumber yang bervariasi dan memperkaya.

c. Metodologi

Merencanakan metodologi yang luas dan metode yang lebih bervariasi. Misalnya dengan memberikan project, pengembangan minat dan aktivitas-akitivitas menggugah (playful). Menerapkan

(35)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 27

informasi terbaru, hasil-hasil penelitian atau kemajuan program-program pendidikan terkini.

2) Pembelajaran Pengayaan

Siswa yang telah mencapai kompetensi lebih cepat darisiswa lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan.

Pembelajaran pengayaan dapat diartikan sebagai suatu pengalaman ataukegiatan siswa yang telah melampaui persyaratan minimal (KKM) yang ditentukan oleh Satuan Pendidikan dan tidak semua siswa dapat melakukannya.

Pembelajaran pengayaan memberikan

kesempatan bagi siswa yangmemiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya.

Pengayaan merupakan penguatan pada

Kompetensi Dasar tertentu dengan memberi tugas membaca, tutor sebaya, diskusi, dan lain-lain.

E. Interaksi dengan Orangtua

Proses pendidikan tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan dan bantuan dari orang tua. Oleh karena itu hubungan baik antara sekolah, guru dengan orang tua mutlak diperlukan. Pendidikan yang berlangsung di sekolah relatif lebih sedikit jika

(36)

28 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan siswa dalam keluarga. Pada saat siswa di rumah tanggung jawab pendidikan sepenuhnya di tangan orang tua. Berkaitan dengan pengembangan potensi siswa maka guru harus senantiasa menjalin interaksi dengan orang tua. Sebagai contoh tugas-tugas pekerjaan rumah dari guru di sekolah harus dikontrol oleh orang tua. Orangtua harus memberikan arahan, bimbingan, dan mengecek sejauh mana putra-putrinya telah mengerjakan tugas.

Untuk mengendalikan kegiatan interaksi antara guru dan orang tua tersebut biasanya mengguanakan buku penghubung. Buku ini sangat bermanfaat untuk menjalin komunikasi antara orangtua dengan guru tanpa harus bertemu langsung, karena disadari bahwa masing-masing banyak kesibukan. Media interaksi dengan buku hanyalah sebuah contoh. Dewasa ini dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih interaksi guru dengan orang tua dapat di jalin melalui telepon, HP, internet, dll.

(37)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 29

BAGIAN II

PETUNJUK KHUSUS PEMBELAJARAN

Cerpen: sebuah

cermin kehidupan

Sumber: https://www.google.co.id/search?q=cermin+kehidupan&biw)

Teks Cerita Pendek Memahami Membandingkan Menganalisis Menilai Menginterpretasi Memproduksi Menyunting Menyusun

Peta Konsep

(38)

30 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

1) Kompetensi Dasar

3.1 Memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek baik melalui lisan maupun tulis.

4.1 Menginterpretasikan makna teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama sederhana, baik secara lisan maupun tulis.

2) Indikator

3.1.1 Menjelaskan pengertian struktur teks cerita pendek.

3.1.2 Menyebutkan bagian-bagian dari struktur teks cerita pendek.

3.1.3 Menyebutkan majas (gaya bahasa) dalam teks cerita pendek.

4.1.1 Men

jelaskan

unsur intrinsik teks cerita pendek. 4.1.2 Menguaikan unsur ekstrinsik teks cerita pendek. 4.1.3 Menafsirkan pesan moral dalam teks cerita

pendek.

Kegiatan 1

Memahami Struktur, Kaidah

Kebahasaan, dan Mengintrepretasikan

Makna Teks Cerita Pendek

(39)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 31

3) Pengalaman Belajar

Pengalaman belajar yang akan ditumbuhkan kepada para siswa adalah:

a. Pengembangan sikap teliti, kerja keras, kerja sama, dan toleransi.

b. Pengembangan kemampuan dan ketrampilan dalam mengamati, menanya, mendiskusikan, dan mengomunikasikan hal-hal yang telah dipelajari dari teks cerita pendek.

4) Media dan Sumber Belajar

Dalam pembelajaran teks cerita pendek ini guru harus berusaha menggunakan media pembelajaran yang bersifat visual baik manual maupun berbasis teknologi agar siswa lebih tertarik dan lebih termotivasi untuk belajar lebih aktif. Sumber belajar yang dapat digunakan diberdayakan seperti buku-buku kumpulan cerita pendek, media massa yang memuat teks cerita pendek, perpustakaan, internet dan sebagainya.

5) Langkah-langkah Pembelajaran A. Kegiatan awal

(1) Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.

(2) Siswa bersama guru secara klasikal berdoa sebelum memulai pembelajaran.

(40)

32 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

(3) Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

(4) Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

(5) Siswa menerima pengarahan bahwa melalui

tema pembelajaran ini agar dapat

mengembangkan sikap santun, jujur, kerjasama, tanggung jawab, dan cinta damai.

B. Kegiatan Inti

(1) Siswa membaca contoh teks cerita pendek. (2) Siswa secara kelompok mencermati uraian yang

berkaitan dengan struktur teks cerita pendek (abstrak, orientasi, krisis, respon, coda).

(3) Siswa mencermati ciri-ciri teks cerita pendek berdasarkan isi dan strukturnya.

(4) Siswa menjawab latihan pertanyaan yang beruhungan dengan teks cerita pendek yang telah dibaca yang berjudul ―Warna-warni Pelangi‖, karya Linarista

(5) Siswa secara kelompok berdiskusi untuk mencari pesan-pesan moral yang terdapat dalam teks cerita pendek berjudul ―Warna-warni Pelangi‖ tersebut!

(41)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 33

(6) Siswa secara kelompok berdiskusi untuk hal-hal yang tidak masuk akal dalam cerita pendek berjudul ―Warna-warni Pelangi‖.

(7) Siswa secara kelompok berdiskusi untuk menyimpulkan sudut pandang yang digunakan pengarang dalam cerita pendek berjudul ―Warna-warni Pelangi‖ .

(8) Siswa secara kelompok berdiskusi untuk menyimpulkan alur yang digunakan pengarang dalam teks cerita pendek berjudul ―Warna-warni Pelangi‖.

(9) Siswa secara kelompok mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tentang struktur dan majas dalam teks cerita pendek berjudul ―Warna-wani Pelangi‖.

C. Kegiatan Penutup

(1) Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran terkait dengan teks cerita pendek. (2) Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan

yang sudah dilakukan.

(3) Siswa menjawab pertanyaan tentang teks cerita pendek yang diberikan oleh guru.

(4) Siswa mengerjakan tugas-tugas tambahan terkait dengan teks cerita pendek yang diberikan oleh guru. (Pekerjaan Rumah)

(5) Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran.

(42)

34 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

1) Penilaian

Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan di akhir satu kegiatan. Penilaian dalam proses, guru melakukan pengamatan perkembangan sikap yang secara tidak langsung ditumbuhkan pada setiap aktivitas pembelajaran. Contoh dalam kegiatan mencermati gambar atau teks, guru menumbuhkan sikap teliti dan berani. Penilaian dalam proses juga harus dilakukan dalam bentuk catatan harian guru (jurnal). Guru harus melakukan pencatatan perkembangan kemampuan spontan yang muncul pada setiap aktivitas siswa.

Penilaian Pengetahuan

Pada akhir kegiatan, siswa diberikan tugas tes tulis dengan instrumen soal seperti berikut.

1) Jelaskan pengertian struktur pada teks cerita pendek!

2) Sebutkan bagian-bagian struktur dalam teks cerita pendek.

3) Apa yang dimaksud dengan majas personifikasi dalam teks cerita pendek?

4) Apa yang dimaksud dengan majas metafora dalam teks cerita pendek?

(43)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 35

5) Apa yang dimaksud dengan majas hiperbola dalam teks cerita pendek?

Rubrik Penilaian Pengetahuan:

1) Jawaban yang benar nilainya 20.

2) Jawaban yang kurang lengkap tetapi benar, nilainya 10.

3) Jawaban yang salah nilainya 0.

4) Nilai keseluruhan adalah total nilai dari seluruh jawaban siswa.

Penilaian Keterampilan

1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik dalam teks cerita pendek?

2) Jelaskan tema dalam teks cerita pendek berjudul ―Warna-warni Pelangi‖ karya Linarista!

3) Tulislah struktur teks cerita pendek berjudul ―Warna-warni Pelangi‖ karya Linarista!tersebut!

4) Bagaimana watak para pelaku dalam teks cerita pendek berjudul ―Warna-warni Pelangi‖ karya Linarista! Tersebut!

5) Gaya bahasa apa saja yang terdapat dalam teks cerita pendek berjudul ―Warna-warni Pelangi‖ karya Linarista tersebut? Jelaskan!

Rubrik Penilaian Keterampilan:

(44)

36 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

2) Jawaban yang kurang lengkap tetapi benar, nilainya 10.

3) Jawaban yang salah nilainya 0.

4) Nilai keseluruhan adalah total nilai dari seluruh jawaban siswa.

2) Tindak Lanjut a) Remedial

Guru perlu mengingat kembali tentang konsep ketuntasan belajar siswa. Pada prinsipnya semua siswa mampu menuntaskan belajarnya, mereka hanya membutuhkan waktu yang berbeda-beda, ada yang cepat ada pula yang lambat.

Siswa yang lambat menuntaskan belajarnya wajib mendapatkan perlakuan khusus berupa remedial. Remedial dalam konsep ini harus dilakukan secara individual seduai dengan kadar kompetensi dasar dan indikator yang belum dituntaskan oleh siswa. Jadi tidak dibenarkan perlakuan yang hanya memberikan tes ulang. Seharusnya mereka mendapat pembelajaran ulang sesuai dengan pendekatan saintifik.

b) Pengayaan

Kurikulum 2013 sangat menghargai perbedaan kompetensi individual siswa dalam kelas klasikal. Pada prinsipnya semua siswa akan mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal

(45)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 37

(KKM) yang dipersyaratkan. Akan tetapi hampir setiap siswa membutuhkan waktu yang berbeda dalam pencapaian ini, ada yang cepat dan ada yang lambat. Siswa yang lebih cepat dalam mencapai ketuntasan belajar harus difasilitasi agar mereka tidak jenuh dalam pembelajaran.

Siswa dengan kompetensi istimewa tersebut

hendaklah diberikan pengayaan dalam

pembelajaran. Materi pengayaan bisa berupa pendalaman danperluasan materi. Teknik penyampaiannya bisa melalui penugasan dan portopolio.

Proses pendidikan tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan dan bantuan dari orang tua. Oleh karena itu hubungan baik antara sekolah, guru dengan orang tua mutlak diperlukan. Pendidikan yang berlangsung di sekolah relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan siswa dalam keluarga. Pada saat siswa di rumah tanggung jawab pendidikan sepenuhnya di tangan orang tua. Berkaitan dengan pengembangan potensi siswa maka guru harus senantiasa menjalin interaksi dengan orang tua. Sebagai contoh tugas-tugas pekerjaan

(46)

38 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

rumah dari guru di sekolah harus dikontrol oleh orang tua. Orangtua harus memberikan arahan, bimbingan, dan mengecek sejauh mana putra-putrinya telah mengerjakan tugas.

Untuk mengendalikan kegiatan interaksi antara guru dan orang tua tersebut biasanya mengguanakan buku penghubung. Buku ini sangat bermanfaat untuk menjalin komunikasi antara orangtua dengan guru tanpa harus bertemu langsung, karena disadari bahwa masing-masing banyak kesibukan. Media interaksi dengan buku hanyalah sebuah contoh. Dewasa ini dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih interaksi guru dengan orang tua dapat di jalin melalui telepon, HP, internet, dll.

(47)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 39

1) Kompetensi Dasar

3.2 Membandingkan teks cerita pendek baik melalui lisan maupun tulis.

4.2 Memproduksi teks cerita pendek, yang sesuai dengan karakteristik yang dibuat, baik secara lisan maupun tulis.

2) Indikator

3.2.1 Menjelaskan kekurangan-kekurangan dalam teks cerita pendek berjudul ―Nasihat Ayah‖ karya Muhammad Khalif dan teks cerita pendek berjudul ―Nasihat Ayah‖ karya Nizahsy Lubis!

3.2.2 Menjelaskan kelebihan-kelebihan dalam teks cerita pendek berjudul ―Nasihat Ayah‖ karya Muhammad Khalif dan teks cerita pendek berjudul ―Nasihat Ayah‖ karya Nizahsy Lubis! 3.2.3 Menjelaskan persamaan-persamaan dalam

teks cerita pendek berjudul ―Nasihat Ayah‖

A. Pembelajaran

Kegiatan 2

Membandingkan dan Memproduksi

Teks Cerita Pendek

(48)

40 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

karya Muhammad Khalif dan teks cerita pendek berjudul ―Nasihat Ayah‖ karya Nizahsy Lubis!

3.2.4 Menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam teks cerita pendek berjudul ―Nasihat Ayah‖ karya Muhammad Khalif dan teks cerita pendek berjudul ―Nasihat Ayah‖ karya Nizahsy Lubis! 4.2.1 Memilih tema untuk dikembangkan menjadi

teks cerita pendek.

4.2.2 Mengembangkan tema menjadi kerangka teks cerita pendek.

4.2.3 Mengembangkan kerangka teks cerita pendek menjadi teks cerita pendek yang baik.

3) Pengalaman Belajar

Pengalaman belajar yang akan ditumbuhkan kepada para siswa adalah:

a. Pengembangan sikap kreatif, teliti, kerja keras, kerja sama, dan toleransi.

b. Pengembangan kemampuan dan ketrampilan dalam mengamati, menanya, mendiskusikan, dan mengomunikasikan hal-hal yang telah dipelajari dari teks cerita pendek.

4) Media dan Sumber Belajar

Dalam pembelajaran teks cerita pendek ini guru harus berusaha menggunakan media pembelajaran yang bersifat visual baik manual maupun berbasis teknologi

(49)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 41

agar siswa lebih tertarik dan lebih termotivasi untuk belajar lebih aktif. Sumber belajar yang dapat digunakan diberdayakan seperti buku-buku kumpulan cerita pendek, media massa yang memuat teks cerita pendek, perpustakaan, internet dan sebagainya.

5) Langkah-langkah Pembelajaran A. Kegiatan awal

(1) Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.

(2) Siswa bersama guru secara klasikal berdoa sebelum memulai pembelajaran.

(3) Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

(4) Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

(5) Siswa menerima pengarahan bahwa melalui

tema pembelajaran ini agar dapat

mengembangkan sikap santun, jujur, kerjasama, tanggung jawab, dan cinta damai.

B. Kegiatan Inti

(1) Siswa membaca contoh beberapa teks cerita pendek.

(50)

42 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

(2) Siswa secara kelompok membandingkan dua buah teks cerita pendek, ‖Nasihat Ayah‖ karya Muhammad Khalif dengan ‖Nasihat Ayah‖ karya Nizahsy Lubis.

(3) Siswa secara kelompok berdiskusi untuk mencari persamaan dan perbedaan antara dua buah teks cerita pendek, ‖Nasihat Ayah‖ karya Muhammad Khalif dengan ‖Nasihat Ayah‖ karya Nizahsy Lubis.

(4) Siswa memilih dan menentukan tema untuk menulis teks cerita pendek.

(5) Siswa Siswa mengembangkan tema menjadi kerangka teks cerita pendek.

(6) Siswa mengembangkan kerangka teks cerita pendek menjadi teks cerita pendek yang baik.

C. Kegiatan Penutup

(1) Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran terkait dengan teks cerita pendek. (2) Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan

yang sudah dilakukan.

(3) Siswa menjawab pertanyaan tentang teks cerita pendek yang diberikan oleh guru.

(4) Siswa mengerjakan tugas-tugas tambahan terkait dengan teks cerita pendek yang diberikan oleh guru. (Pekerjaan Rumah)

(51)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 43

(5) Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran.

1) Penilaian

Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan di akhir satu kegiatan. Penilaian dalam proses, guru melakukan pengamatan perkembangan sikap yang secara tidak langsung ditumbuhkan pada setiap aktivitas pembelajaran. Contoh dalam kegiatan mencermati gambar atau teks, guru menumbuhkan sikap teliti dan berani. Penilaian dalam proses juga harus dilakukan dalam bentuk catatan harian guru (jurnal). Guru harus melakukan pencatatan perkembangan kemampuan spontan yang muncul pada setiap aktivitas siswa.

Penilaian Pengetahuan

Pada akhir kegiatan, siswa diberikan tugas tes tulis dengan instrumen soal seperti berikut.

Bacalah dan bandingkan dua buah teks cerita pendek berjudul ―Nasihat Ayah‖ karya Muhammad Khalif dengan teks cerita pendek berjudul ―Nasihat Ayah‖ karya Nizahsy Lubis.

(52)

44 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

1) Jelaskan persamaan antara kedua buah teks cerita pendek tersebut!

2) Jelaskan perbedaan antara kedua buah teks cerita pendek tersebut!

3) Jelaskan perbandingan tema dalam kedua buah teks cerita pendek tersebut!

4) Jelaskan perbandingan amanat (pesan moral) dalam kedua buah teks cerita pendek tersebut!

5) Jelaskan perbandingan latar dalam kedua buah teks cerita pendek tersebut!

Rubrik Penilaian Pengetahuan:

1) Jawaban yang benar nilainya 20.

2) Jawaban yang kurang lengkap tetapi benar, nilainya 10.

3) Jawaban yang salah nilainya 0.

4) Nilai keseluruhan adalah total nilai dari seluruh jawaban siswa, dalam rentang 0 – 100.

Penilaian Keterampilan

1) Pilihlah sebuah tema yang cocok dan bagus untuk dikembangkan menjadi sebuah teks cerita pendek! 2) Buatlah kerangka karangan berdasarkan tema yang

telah kalian pilih!

3) Buatlah judul yang singkat, padat, jelas, menarik, dan menimbulkan rasa ingin tahu!

4) Kembangkanlah kerangka karangan tersebut menjadi sebuah teks cerita pendek yang bagus dan menarik!

(53)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 45

Rubrik Penilaian Keterampilan:

1) Jawaban yang benar nilainya 25.

2) Jawaban yang kurang lengkap tetapi benar, nilainya berkisar antara 10 - 15.

3) Jawaban yang salah nilainya 0.

4) Nilai keseluruhan adalah total nilai dari seluruh jawaban siswa, dalam rentang 0 – 100.

2) Tindak Lanjut a) Remedial

Guru perlu mengingat kembali tentang konsep ketuntasan belajar siswa. Pada prinsipnya semua siswa mampu menuntaskan belajarnya, mereka hanya membutuhkan waktu yang berbeda-beda, ada yang cepat ada pula yang lambat.

Siswa yang lambat menuntaskan belajarnya wajib mendapatkan perlakuan khusus berupa remedial. Remedial dalam konsep ini harus dilakukan secara individual seduai dengan kadar kompetensi dasar dan indikator yang belum dituntaskan oleh siswa. Jadi tidak dibenarkan perlakuan yang hanya memberikan tes ulang. Seharusnya mereka mendapat pembelajaran ulang sesuai dengan pendekatan saintifik.

(54)

46 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

b) Pengayaan

Kurikulum 2013 sangat menghargai perbedaan kompetensi individual siswa dalam kelas klasikal. Pada prinsipnya semua siswa akan mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang dipersyaratkan. Akan tetapi hampir setiap siswa membutuhkan waktu yang berbeda dalam pencapaian ini, ada yang cepat dan ada yang lambat. Siswa yang lebih cepat dalam mencapai ketuntasan belajar harus difasilitasi agar mereka tidak jenuh dalam pembelajaran.

Siswa dengan kompetensi istimewa tersebut

hendaklah diberikan pengayaan dalam

pembelajaran. Materi pengayaan bisa berupa pendalaman danperluasan materi. Teknik penyampaiannya bisa melalui penugasan dan portopolio.

1. Interaksi secara Langsung

Guru harus mengusahakan adanya interaksi langsung dengan orangtua untuk membahas berbagai hal terkait dengan kemajuan belajar anaknya. Interakasi langsung ini bisa dalam bentuk pertemuan langsung baik di sekolah, di rumah, atau di tempat lain.

(55)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 47

Interaksi langsung juga dapat dilakukan melalui pembicaraan lewat telepon.

2. Interaksi secara Tidak Langsung

Dalam keadaan tertentu guru mengalami kesulitan interaksi langsung denganorangtua, guru juga dapat melakukan intaraksi tidak langsung. Interaksi tidak langsung dapat dilakukan melalui surat, SMS, BBM, WA, email, saudara atau pembantunya. Kelemahanya pada interaksi tidak langsung ini selain merasa kurang puas, kadang-kadang informasi yang disampaikan berkurang, bertambah, salah penafsiran, salah paham, tidak tersampaikan karena lupa, dll. Resikonya permasalahan yang sedang dialami oleh guru dan siswa tidak dapat dipecahkan secara tuntas.

(56)

48 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

1) Kompetensi Dasar

3.3 Menganalisis teks cerita pendek, baik melalui lisan maupun tulis.

4.3 Menyunting teks cerita pendek, sesuai dengan struktur dan kaidah, baik secara lisan maupun tulis.

2) Indikator

3.3.1 Memahami isi teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia

3.3.2 Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia.

3.3.3 Menjelaskan unsur-unsur ekstrinsik dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia

4.3.1 Membetulkan kaidah tanda baca dalam teks cerita pendek berjudul ―Hadiah dari Kakek‖ karya Dwiyanto Susilo.

A. Pembelajaran

Kegiatan 3

Menganalisis dan Menyunting

Teks Cerita Pendek

(57)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 49

4.3.2 Membetulkan kaidah ejaan dalam teks cerita pendek berjudul ―Hadiah dari Kakek‖ karya Dwiyanto Susilo.

4.3.3 Membetulkan kaidah diksi dalam teks cerita pendek berjudul ―Hadiah dari Kakek‖ karya Dwiyanto Susilo.

3) Pengalaman Belajar

Pengalaman belajar yang akan ditumbuhkan kepada para siswa adalah:

a. Pengembangan sikap kreatif, teliti, kerja keras, kerja sama, dan toleransi.

b. Pengembangan kemampuan dan ketrampilan dalam mengamati, menanya, mendiskusikan, dan mengomunikasikan hal-hal yang telah dipelajari dari teks cerita pendek.

4) Media dan Sumber Belajar

Dalam pembelajaran teks cerita pendek ini guru harus berusaha menggunakan media pembelajaran yang bersifat visual baik manual maupun berbasis teknologi agar siswa lebih tertarik dan lebih termotivasi untuk belajar lebih aktif. Sumber belajar yang dapat digunakan diberdayakan seperti buku-buku kumpulan cerita pendek, media massa yang memuat teks cerita pendek, perpustakaan, internet dan sebagainya.

(58)

50 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

5) Langkah-langkah Pembelajaran A. Kegiatan awal

(1) Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.

(2) Siswa bersama guru secara klasikal berdoa sebelum memulai pembelajaran.

(3) Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

(4) Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

(5) Siswa menerima pengarahan bahwa melalui

tema pembelajaran ini agar dapat

mengembangkan sikap santun, jujur, kerjasama, tanggung jawab, dan cinta damai.

B. Kegiatan Inti

(1) Siswa mendengarkan pembacaan teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia.

(2) Siswa membuat pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia.

(59)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 51

(3) Siswa secara kelompok berdiskusi untuk merumuskan unsure intrinsik dan ekstrinsik dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia..

(4) Siswa secara berkelompok menyunting kesalahan-kesalahan ejaan dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia.

(5) Siswa secara berkelompok menyunting kesalahan-kesalahan tanda baca dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia.

(6) Siswa secara berkelompok menyunting kesalahan-kesalahan diksi dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia.

C. Kegiatan Penutup

(1) Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran terkait denganmenganalisis dan menyunting teks cerita pendek.

(2) Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan.

(3) Siswa menjawab pertanyaan tentang teks cerita pendek yang diberikan oleh guru.

(60)

52 (Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa)

(4) Siswa mengerjakan tugas-tugas tambahan terkait dengan teks cerita pendek yang diberikan oleh guru. (Pekerjaan Rumah)

(5) Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran.

1) Penilaian

Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan di akhir satu kegiatan. Penilaian dalam proses, guru melakukan pengamatan perkembangan sikap yang secara tidak langsung ditumbuhkan pada setiap aktivitas pembelajaran. Contoh dalam kegiatan mencermati gambar atau teks, guru menumbuhkan sikap teliti dan berani. Penilaian dalam proses juga harus dilakukan dalam bentuk catatan harian guru (jurnal). Guru harus melakukan pencatatan perkembangan kemampuan spontan yang muncul pada setiap aktivitas siswa.

Penilaian Pengetahuan

Pada akhir kegiatan, siswa diberikan tes tulis dengan instrumen soal seperti berikut.

1) Jelaskan tema dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia.

(61)

(Buku Guru | Bahasa Indonesia Kelas XI, Wahana Ekspresi Siswa) 53

2) Jelaskan karakter tokoh Eyang dan Nduk dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia.

3) Jelaskan amanat (pesan moral) dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia!

4) Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur intrinsik dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia!

5) Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur ekstrinsik dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia!

Rubrik Penilaian Pengetahuan:

1) Jawaban yang benar nilainya 20.

2) Jawaban yang kurang lengkap tetapi benar, nilainya 10.

3) Jawaban yang salah nilainya 0.

4) Nilai keseluruhan adalah total nilai dari seluruh jawaban siswa, dalam rentang 0 – 100.

Penilaian Keterampilan

1) Suntinglah penggunaan tanda baca dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia!

2) Suntinglah penulisan ejaan dalam teks cerita pendek berjudul ―Pelukan Senja Terakhir‖ karya Via Aulia!

Referensi

Dokumen terkait

Siswa mampu menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan teman di kelas dengan arahan dari guru lebih dari satu kali.. Siswa belum mampu menyebutkan nama lengkap dan nama

Di dalam suatu ekosistem, setiap komponen biotik memiliki cara hidup berbeda dengan komponen biotik yang lainnya sehingga interaksi yang terjadi dapat menghasilkan berbagai

Setelah matahari yang satu tenggelam yang lain terbit, dunia merasakan terik matahari tanpa henti, tetapi tidak ada dewa yang mengatur matahari pada waktu kehancuran kappa

Pembelajaran matematika yang diharapkan dalam praktek pembelajaran di kelas adalah (1) pembelajaran berpusat pada aktivitas siswa, (2) siswa diberi kebebasan berpikir memahami

Dengan demikian buku ini mengarahkan yang harus dilakukan siswa bersama guru dan teman-temannya untuk mencapai kompetensi tertentu; buku yang pemanfaatannya adalah dengan

Jika siswa sudah bisa menentukan kata sapaan pada dongeng, maka guru dapat memberikan penugasan membaca buku lain yang sesuai dengan tema atau materi.. Jika siswa sudah bisa

c) Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasanya sedikit ada kekurangan, skor 80. 2) Tugas

• Setelah menyaksikan semua penampilan tari, siswa menulis penjelasan tentang makna nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tarian masing- masing kelompok. • Siswa dapat