• Tidak ada hasil yang ditemukan

Katalog Dalam Terbitan (KDT)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Katalog Dalam Terbitan (KDT)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

959.8 I. Judul

1. Indonesia -- Sejarah--Studi dan Pengajaran II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sejarah Indonesia/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Jakarta:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015.

viii, 232 hlm. : ilus. ; 25 cm.

Untuk SMP/MTS Kelas VII

ISBN 978-602-282-107-6 (jilid lengkap)

Hak Cipta © 2015 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Kontributor Naskah : Abdurakhman, Arif Pradono, Linda Sunarti dan Susanto Zuhdi Penelaah : Baha Uddin, Hariyono, dan Joko Sayono

Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Cetakan Ke-1, 2015

Disusun dengan huruf Times New Roman, 12 pt.

(3)

Sejarah Indonesia

Kata Pengantar

Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

Pembelajaran Sejarah Indonesia untuk Kelas VII jenjang Pendidikan Menengah yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut.

Sejarah Indonesia bukan berisi materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi pengetahuan siswa. Sejarah Indonesia adalah mata pelajaran yang membekali siswa dengan pengetahuan tentang dimensi ruang-waktu perjalanan sejarah Indonesia, keterampilan dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak, serta sikap menghargai jasa para pahlawan yang telah meletakkan pondasi bangunan negara Indonesia beserta segala bentuk warisan sejarah, baik benda maupun takbenda. Sehingga terbentuk pola pikir siswa yang sadar sejarah.

Sebagai pelajaran wajib yang harus diambil oleh semua siswa yang belum tentu berminat dalam bidang sejarah, buku ini disusun menggunakan pendekatan regresif yang lebih populer. Melalui pengamatan terhadap kondisi sosial-budaya dan sejumlah warisan sejarah yang bisa dijumpai saat ini, siswa diajak mengarungi garis waktu mundur ke masa lampau saat terjadinya peristiwa yang melandasi terbentuknya peradaban yang melatar-belakangi kondisi sosial-budaya dan warisan sejarah tersebut. Pembahasan dilanjutkan dengan peristiwa-peristiwa berikutnya yang menyebabkan berkembang atau menyusutnya peradaban tersebut sehingga menjadi yang tersisa saat ini.

Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

(4)

Sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka terhadap masukan dan akan terus diperbaiki untuk penyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengundang para pembaca untuk memberikan kritik, saran dan masukan guna perbaikan dan penyempurnaan edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

Jakarta, Januari 2015

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

(5)

Sejarah Indonesia

SISTEM EKONOMI INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN (MASA PENJAJAHAN KOLONIAL)

Pada tahun 1870, pemerintah Hindia Belanda mulai menjalankan politik Pintu Terbuka, yaitu Indonesia terbuka bagi para pengusaha swasta (kapitalis) atau pemilik modal dapat menanamkan modalnya untuk usaha di bidang perkebunan, pertambangan, perindustrian, dan perdagangan. Para pengusaha diberi kesempatan untuk menyewa tanah dalam kurun waktu yang cukup lama.

Antara tahun 1870 hingga tahun 1900 dan periode ini disebut sebagai zaman berpaham kebebasan (liberalisme). Pada kurun waktu itu, kaum liberal yang kebanyakan terdiri atas pengusaha swasta, mendapat kesempatan untuk menanamkan modal usahanya di Indonesia secara besar-besaran. Usaha yang dilaksanakan di bidang perkebunan antara lain mengusahakan tanaman kopi, teh, kina, kelapa, cokelat, tembakau, dan kelapa sawit. Adapun usaha di bidang industri antara lain mendirikan pabrik rokok, pabrik gula, pabrik cokelat, pabrik teh, dan pabrik karet.

SISTEM EKONOMI INDONESIA PADA AWAL KEMERDEKAAN: Ekonomi Kapitalis

Pemikiran ekonomi pada masa ini merupakan upaya mengembangkan struktur perekonomian kolonial menjadi perekonomian nasional. Warisan ekonomi kolonial membawa dampak perekonomian Indonesia banyak didominasi oleh perusahaan asing dan ditopang oleh kelompok etnis Cina sebagai penggerak perekonomian Indonesia. Kondisi inilah yang ingin diubah oleh para pemikir ekonomi nasional di setiap kabinet di era demokrasi parlementer, Kabinet Natsir.

Soemitro Djojohadikusumo berpendapat bahwa pembangunan ekonomi Indonesia pada hakekatnya adalah pembangunan ekonomi baru dan pembangunan ekonomi nasional membutuhkan dukungan dari kelas ekonomi menengah pribumi yang kuat yang disebut juga dengan Plan Soemitro sehingga pemerintah membantu dengan suntikan modal.

Upaya pembangunan ekonomi nasional juga diwujudkan melalui :

• Program pembangunan rencana lima tahun, 1956-1960 yang pertama kali dijalankan pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II. Tujuan dari Rencana Lima Tahun adalah mendorong munculnya industri besar, munculnya perusahaan-perusahaan yang melayani kepentingan umum dan jasa pada sektor publik yang hasilnya diharapkan mampu

mendorong penanaman modal dalam sektor swasta (Kapitalisme).

• Usaha pembangunan ekonomi nasional lainnya dijalankan dengan kebijakan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing. Nasionalisasi ini berupa tindakan pencabutan hak milik Belanda atau asing yang

kemudian diambil alih atau ditetapkan statusnya sebagai milik

pemerintah Republik Indonesia. Pengalihan hak milik modal asing sudah

(6)

dilakukan sejak pengakuan kedaulatan pada tahun 1949.

• Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.

• Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara

pengusaha cina dan pengusaha pribumi.

SISTEM EKONOMI INDONESIA PADA MASA ORDE LAMA (DEMOKRASI TERPIMPIN):

Ekonomi Sosialis (1959-1966)

Kondisi ekonomi pada masa awal Demokrasi Terpimpin sangat terpuruk akibat pemberontakan-pemberontakan yang terjadi dan untuk membiayai proyek mercusuar. Untuk mengatasi keadaan ekonomi pada masa ini, sistem ekonomi berjalan dengan sistem komando (sistem ekonomi sosialis), di mana alat-alat produksi dan distribusi yang vital harus dimiliki dan dikuasai negara atau minimal di bawah pengawasan negara.

Upaya pembangunan ekonomi nasional juga diwujudkan melalui :

• Pembentukan Dewan Perancang Nasional (Depernas) dan Badan Perancangan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin Moh. Yamin. Dapernas kemudian menyusun program kerjanya berupa pola pembangunan nasional yang disebut sebagai Pola Pembangunan Semesta Berencana dengan

mempertimbangkan faktor pembiayaan dan waktu pelaksanaan pembangunan.

Pola Pembangunan Semesta dan Berencana terdiri atas Blueprint tripola yaitu proyek pembangunan, pola penjelasan pembangunan dan pola pembiayaan pembangunan.

• Untuk membendung inflasi dan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat, pada tanggal 25 Agustus 1950 pemerintah mengumumkan penurunan nilai uang. Uang kertas pecahan Rp500 nilainya akan berubah menjadi Rp50 begitu seterusnya. Selain itu, semua simpanan di bank yang melebihi Rp25.000 akan dibekukan.

• Melaksanakan Deklarasi Ekonomi (Dekon), Pada tanggal 28 Maret 1963 dikeluarkan landasan baru bagi perbaikan ekonomi secara menyeluruh yaitu Deklarasi Ekonomi (Dekon). Tujuan dibentuknya Dekon adalah untuk

menciptakan ekonomi yang bersifat nasional, demokratis, dan bebas dari imperialisme. Meski begitu, dalam pelaksanaannya Dekon tidak mampu

mengatasi kesulitan ekonomi dan masalah inflasi, Dekon justru mengakibatkan perekonomian Indonesia stagnan. Masalah perekonomian diatur atau dipegang oleh pemerintah sedangkan prinsip-prinsip dasar ekonomi banyak diabaikan.

(7)

Sejarah Indonesia

SISTEM EKONOMI INDONESIA PADA MASA ORDE BARU : SISTEM EKONOMI PANCASILA (1966-1998)

Sistem perekonomian yang diterapkan oleh Indonesia adalah sistem perekonomian pancasila. Maka, secara normatif pancasila dan UUD 1945 adalah landasaan idiil sistem perekonomian di Indonesia. Dasar politik perekonomian ini diatur dalam UUD 1945 pasal 33

Pemerintahan orde baru memiliki slogan yang menunjukkan fokus utama mereka dalam memberlakukan kebijakan ekonomi karena Indonesia mengalami inflasi yang sangat tinggi pada awal tahun 1966, kurang lebih sebesar 650% setahun. Nah, beberapa kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pada masa orde baru adalah:

• Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang bertujuan untuk

meningkatkan sarana ekonomi, kegiatan ekonomi serta kebutuhan sandang dan pangan. Repelita ini akan dievaluasi selama lima tahun sekali.

• Revolusi Hijau yang pada dasarnya adalah suatu perubahan cara bercocok tanam dari cara tradisional (peasant) ke cara modern (farmers). Untuk meningkatkan produksi pertanian umumnya dilakukan empat usaha pokok, yang terdiri dari:

o Intensifikasi, yaitu penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi pertanian untuk memanfaatkan lahan yang ada guna memperoleh hasil yang optimal; Perubahan ini dilakukan melalui program Panca Usaha Tani yang terdiri dari:

o Ekstentifikasi, yaitu perluasan lahan pertanian untuk memperoleh hasil pertanian yang lebih optimal;

o Diversifikasi (keanekaragaman usaha tani);

o Rehabilitasi (pemulihan daya produktivitas sumber daya pertanian yang sudah kritis).

SISTEM EKONOMI INDONESIA PADA MASA REFORMASI : 1999-SEKARANG

Karena pada masa orde baru itu Indonesia mengalami krisis yang cukup parah, akhirnya muncullah gerakan-gerakan mahasiswa dan masyarakat lainnya yang meminta Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya.

Reformasi lahir setelah negara kita ini mengalami krisis yang melanda berbagai aspek, mulai dari kehidupan, ekonomi, politik, hukum, kepercayaan, dan yang parahnya lagi adalah krisis kebutuhan pokok.

(8)

Berbagai kebijakan ekonomi dilakukan oleh pemerintahan Habibie sampai dengan Jokowi dengan kebijakan-kebijakan berikut :

Kebijakan Ekonomi oleh Pemerintahan Habibie

• merekapitulasi perbankan dan menurunkan inflasi,

• merekonstruksi perekonomian nasional,

• melikuidasi bank-bank bermasalah,

• membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional

• menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga dibawah Rp 10.000,-

• mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli atau persaingan tidak sehat

• mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen

Kebijakan Ekonomi oleh Pemerintahan Gusdur

• Gus Dur menerapkan kebijakan desentralisasi fiskal dan otonomi daerah. Pemerintah membagi dana secara berimbang antara pusat dan daerah.

Kebijakan Ekonomi oleh Pemerintahan Megawati

• Perbaikan yang dilakukan pemerintah saat itu yakni menjaga sektor perbankan lebih ketat hingga menerbitkan surat utang atau obligasi secara langsung.

Kebijakan Ekonomi oleh Pemerintahan SBY

• Meningkatkan angka ekspor Kebijakan Ekonomi oleh Pemerintahan Jokowi

• Merombak struktur APBN dengan lebih mendorong investasi, pembangunan infrastruktur, dan melakukan efisiensi agar Indonesia lebih berdaya saing.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas produk, harga, lokasi, dimensi kualitas pelayanan (bukti fisik, kehandalan, daya tanggap,

Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan menentukan jarak antara titik dan

Pengembangan media pembelajaran fisika pembelajaran berbasis multimedia interaktif terintegrasi dengan lembar kerja siswa dibuat dengan mengikuti langkah yang

Selain membangun kedua DBMS tersebut, pada tahap ini dibangun pula perangkat lunak yang akan digunakan sebagai tools untuk membandingkan performansi sistem dari

Sekunder. Rekapitulasi output hasil analisis yang berkaitan dengan pengaruh secara parsial pada model II adalah sebagai berikut:.. Artinya, setiap peningkatan Konsumsi Rumah

Dengan cara inilah penulis akan berusaha membuat sebuah kecerdasan buatan untuk permainan catur jawa, yang lagi, memiliki karakteristik yang sama dengan permainan yang

Dan semua pengetahuan didasarkan pada tiga sumber yaitu; alam (physical universe), manusia (constitution of the human mind) dan sejarah (the historical study of