305
Desain Tempat Tidur untuk Rumah Susun
Aditya Putra Alviansyah, Hamdan Bahalwan, S.T., M.Ds.
Jurusan Desain Produk Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
e-mail: [email protected]
ABSTRACT
Flat is an alternative solution to the problem of housing and residential needs. For the facilities available when renting a flat, is a room with a size of 3x7m. the residents of the apartment have difficulty in utilizing the remaining space capacity. The average room capacity of these flats is filled with cabinets and beds. There is also one resident of the apartment who does not use a bed, but only uses his mattress to reduce excessive capacity use. With the above problems, a bed that has a system with storage is needed that can take advantage of the remaining space capacity. The method used by researchers is to use qualitative and quantitative methods, or what is called the Mix Method. For qualitative methods, researchers used data based on facts in the field. As for the quantitative method, researchers used calculations through data from questionnaires. The purpose of this method is to design bunk beds. Observations and interviews were carried out in two places, namely the Penjaringan Sari Flat, Surabaya, and the Menanggal Hamlet Flat, Surabaya. For analysis using needs analysis, material analysis, product dimension analysis, anthropometric and ergonomic analysis, material analysis, system analysis, color analysis, finishing analysis and placement analysis. Then there are conclusions and suggestions for better reporting.
Keywords: Design, Space, House, Apartment ABSTRAK
Rumah susun merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah kebutuhan perumahan dan pemukiman. Untuk fasilitas yang di dapat saat menyewa rumah susun, adalah kamar dengan ukuran 3x7m. penghuni rumah susun kesulitan untuk memanfaatkan kapasitas ruang yang tersisa. Rata-rata kapasitas kamar dari rumah susun tersebut sudah terisi penuh dengan lemari dan tempat tidur. Terdapat juga salah satu penghuni rumah susun tidak memakai tempat tidur, namun hanya memakai kasurnya saja untuk mengurangi penggunaan kapasitas berlebihan. Dengan permasalahan di atas maka di butuhkan tempat tidur yang memiliki sistem dengan penyimpanan yang dapat memanfaatkan kapasitas ruang yang tersisa. Metode yang di gunakan oleh peneliti adalah menggunakan metode kualitatif serta kuantitatif, atau yang di sebut dengan Mix Method. Untuk metode kualitatif peneliti menggunakan data berdasarkan fakta di lapangan. Sedangkan untuk metode kuantitatif peneliti menggunakan perhitungan melalui data dari kuisioner. Tujuan dari metode ini adalah untuk mendesain tempat tidur rumah susun. Observasi serta wawancara di lakukan pada dua tempat, yaitu Rumah susun Penjaringan Sari, Surabaya, serta Rumah susun Dukuh Menanggal, Surabaya. Untuk analisis menggunakan analisis kebutuhan, analisis material, analisis dimensi produk, analisis antropometri dan ergonomi, analisis material, analisis sistem, analisis warna, analisis finishing serta analisis penempatan. Kemudian ada kesimpulan dan saran untuk lebih baik dalam pembuatanh laporan.
Kata kunci : Desain, Ruang, Rumah, Susun
PENDAHULUAN
Pembangunan rumah susun merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah kebutuhan perumahan dan pemukiman, terutama di daerah perkotaan yang jumlah penduduknya terus meningkat karena, pembangunan rumah susun dapat mengurangi penggunaan tanah, membuat ruang-ruang terbuka kota yang lebih lega dan dapat digunakan sebagai suatu cara untuk peremajaan kota bagi daerah yang kumuh.
Rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama (UUD Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun).
Saat ini Indonesia telah memiliki peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai rumah susun, yaitu Undang-Undang Nomor 16 tahun 1985 tentang Rumah Susun. Definisi rumah susun menurut Pasal 1 angka 1 adalah
“bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan, yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama”.
306
Di Kota Surabaya sendiri saat ini memiliki total lebih dari 15 rumah susun di setiap wilayah yang terdapat di Kota Surabaya, dengan total penghuni rumah susun lebih dari 1.500 penduduk, dan yang mendaftar untuk berpenghuni di rumah susun terdapat 1.000 penduduk.
Menurut salah satu warga yang berpenghuni di salah satu Rumah susun yang terdapat di kota Surabaya, mengungkapkan tentang kamar yang terdapat di salah satu rumah susun di Surabaya yaitu dengan ukuran 3x6 meter kurang cukup untuk beristirahat, karena harus berdempetan dengan barang lain seperti halnya tempat tidur serta lemari.
Dari observasi yang di lakukan oleh peneliti terhadap warga yang menempati salah satu rumah susun di kota Surabaya, maka peneliti mendesain tempat tidur untuk rumah susun, yang nantinya tempat tidur tersebut bergabung dengan lemari dan tidak terlalu memakan ruang banyak, sehingga penghuni rumah susun tersebut dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk keperluan yang lainnya.
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Judul
Definisi dari “DESAIN TEMPAT TIDUR UNTUK RUMAH SUSUN” adalah suatu perancangan yang di gunakan untuk membantu pemilik kamar pada rumah susun untuk dapat memanfaatkan ruang kamar di rumah susun. Definisi Desain
Definisi desain adalah membentuk atau memberikan atribut pada suatu produk sehingga dapat menjadi ciri khas pada suatu merk, ciri khas pada suatu produk tersebut pada akhirnya akan dapat membedakannya dengan produk produk sejenis merk lain dari pesaing. (asshidieq, dkk, 2012)
Definisi Tempat Tidur
Adalah ranjang, yang biasanya terbuat dari besi. Definisi Rumah Susun
Rumah susun adalah bangunan yang bertingkat yang di bangun dalam suatu lingkungan, terbagi dalam bagian bagian yang di strukturkan secara fungsional dalam arah horisontal maupun vertikal, dan merupakan satuan satuan yang masing masing dapat dimiliki dan di gunakan secara terpisah. Terutama untuk tempat hunian yang di lengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama.
METODE Metode Penelitian
Pada penelitian ini, metode yang di guakan oleh peneliti, adalah metode campuran atau mix method, yakni metode kualitatif, dan kuantitatif, untuk metode kualitatif, yaitu metode bersifat deskriptif, peneliti menggunakan data berdasarkan di lapangan, sedangkan untuk metode kuantitatif, peneliti menghunakan hitungan secara sistematis melalui data dari kuesioner.
Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang di lakukan peneliti, yaitu dengan dua data, data primer dan data sekunder. Data primer yaitu pengumpulan data yang berdasarkan fakta yang terdapat di lapangan, seperti observasi, wawancara serta melakukan dokumentasi. Untuk data sekunder, adalah data yang sudah ada yang di jadikan kajian pustaka sesuai kebutuhan untuk mendapatkan data yang di butuhkan dalam penelitian.
Data Prmier
Data primer yang di gunakan peneliti adalah dengan observasi secara langsung ke 2 rumah susun yang terdapat di Surabaya, yaitu, Rumah susun Penjaringan Sari, Surabaya, dan Rumah susun, Dukuh menanggal , Surabaya. Observasi di lakukan untuk mencari data tentang kebutuhan ruang, kondisi ruangan, dan juga aktivitas yang di lakukan. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap beberapa warga yang menempati rumah susun tersebut tentang kondisi, dan aktivitas di rumah susun.
Data Sekunder
Data sekunder yang di gunakan peneliti adalah data literatur yang di ambil dari media online, yaitu internet, serta media cetak, yaitu seperti buku, jurnal dan media cetak lainnya. Data tersebut guna mendukung apa saja yang di butuhkan oleh peneliti dalam perancangan desain tempat tidur untuk rumah susun.
Pengolahan Data
Pengolahan data di lakukan pada data primer dan sekunder, yang bertujuan untuk menjadi refernsi untuk melanjutkan perancangan desain tempat tidur untuk rumah susun.
307
Analisis yang di gunakan peneliti untuk mengetahui kebutuhan desain tempat tidur untuk rumah susun, adalah : A. Analisis Aktivitas
Peneliti menganilisis aktivitas untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang di butuhkan saat melakukan aktivitas di kamar rumah susun tersebut.
B. Analisis Dimensi Produk
Peneliti menganilisis dimensi produk untuk mengetahui ukuran produk tempat tidur yang di gunakan untuk rumah susun.
C. Analisis Material
Peneliti melakukan analisis material, untuk mengetahui material yang akan di gunakan sebagai material utama, serta material pendukung.
D. Analisis Bentuk
Peneliti melakukan analisis bentuk untuk mengetahui bentuk apa yang akan di gunakan sebagai acuan produk tempat tidur rumah susun.
E. Analisis Warna
Peneliti melakukan analisis warna, untuk mengetahui warna yang akan di gunakan untuk produk tempat tidur rumah susun berdasarkan teori warna yang di ambil, yaitu ketenangan, dan kedamaian.
F. Analisis Finishing
Peneliti melakukan analisis finshing untuk mengetahui finishing yang akan di gunakan untuk produk tempat tidur rumah susun.
G. Analisis Ergonomi
Peneliti melakukan analisis ergonomi, untuk mengetahui point penting yang harus di perhatikan dalam membuat produk tempat tidur rumah susun.
H. Analisis Antropometri
Peneliti melakukan analisis antropometri, untuk mengetahui dimensi atau ukuran produk yang sesuai dengan warga yang menempati rumah susun tersebut.
I. Analisis Penempatan
Peneliti melakukan analisis penempatan, untuk mengetahui penempatan apa saja yang di butuhkan untuk tempat tidur rumah susun.
J. Analisis Layout
Peneliti melakukan analisis layout, untuk mengetahui ukuran tempat tidur dengan ukuran ruangan yang terdapat di kamar rumah susun tersebut.
K. Analisis Kompetitor
Peneliti melakukan analisis kompetitor untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan dari kompetitor yang nantinya akan di gunakan sebagai pembanding dari desain tempat tidur untuk rumah susun.
Proses Desain dan Pengembangan A. Sketsa awal
Membuat sketsa awal yang di gunakan melalui data data yang di ambil pada saat observasi di lapangan B. Alternatif Desain
Membuat pengembangan dari sketsa awal menjadi alternatif desain yang nantinya akan di pilih menjadi final desain C. Final Desain
Desain yang sudah di pilih dari tahap alternatif desain yang nantinya akan di jadikan produk. Bagan Penelitian
Adalah alur dari penelitian yang telah di lakukan. Dari awal sampai dengan proses produksi Bagan 3.1 Alur Penelitian
308
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari pembahasan yang telah di lakukan peneliti. Telah menjadi desain alternatif, terdapat beberapa desain alternatif, yang nantinya akan di pilih menjadi desain final, melalui metode visual kuesioner terhadap 30 responden. Berikut adalah desain alternatif.
A. Desain Alternatif 1
Gambar 1. Desain alternatif 1 (Sumber : Data Pribadi) B. Desain Alternatif 2
Gambar 2. Desain alternatif 2 (Sumber : Data Pribadi) C. Desain Alternatif 3
Gambar 3. Desain alternatif 3 (Sumber : Data Pribadi) D. Desain Alternatif 4
Gambar 4. Desain alternatif 4 (Sumber : Data Pribadi) E. Desain Alternatif 5
Gambar 5. Desain alternatif 5 (Sumber : Data Pribadi)
309
Pembahasan Data II
Setelah di lakukan pemilihan dari desain alternatif yang di lakukan melalui metode visual kuesioner ke 30 responden. Hasil dari visual kuesioner yaitu, sebanyak 18 responden memilih desain alternatif ke 5, 7 responden memilih desain alternatif ke 2, dan 5 responden memilih desain alternatif ke 3, dari hasil tersebut, desain yang produksi, adalah desain alternatif ke 5.
Gambar Final Desain Sumber : Data Pribadi
KESIMPULAN
Berdasarkan tahap penelitian yang telah di lakukan, dapat di simpulkan bahwa desain tempat tidur untuk rumah susun sangat di perlukan oleh warga yang bertempat tinggal di rumah susun, karena dapat memanfaatkan ruang di kamar pada rumah susun tersebut. Sehingga desain tempat tidur untuk rumah susun yang akan di buat ini di harapkan dapat menjadi solusi yang bermanfaaat.
DAFTAR PUSTAKA [1] asshidieq, dkk, 2012.
[2] Fatimah, Dina, dkk (2014), Analisis penerapan gaya desain dan eksplorasi bentuk yang digunakan mahasiswa pada
mata kuliah desain mabel | fakultas ekonomi desain unikom.
[3] Bahrudin, ahmad (2011), “Kriya Seni, Kelahiran dan Eksistensinya”, Kriya Seni, Kelahiran dan Eksistensinya. [4] https://bit.ly/2xPbnFv di akses 13 Maret 2020, pukul 10:40.
[5] https://bit.ly/33xMcD, di akses 12 Maret 2020, pukul 3:20. [6] https://bit.ly/2TGj4Xe , di akses 12 Maret 2020, pukul 3:37