• Tidak ada hasil yang ditemukan

Memahami Pendidikan Kebangsaan, Demokrasi, Dan Hak Asasi Manusia (Kadeham)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Memahami Pendidikan Kebangsaan, Demokrasi, Dan Hak Asasi Manusia (Kadeham)"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

 MEMAHAMI PENDIDIKAN KEBANGSAAN, DEMOKRASI,

 MEMAHAMI PENDIDIKAN KEBANGSAAN, DEMOKRASI,

DAN HAK ASASI MANUSIA (KADEHAM)

DAN HAK ASASI MANUSIA (KADEHAM)

Disusun Oleh:

Disusun Oleh:

Kadek Elda Primadistya (022125003)

Kadek Elda Primadistya (022125003)

Della Vionita Minagi

Della Vionita Minagi (022125001)

(022125001)

Ning Ayu

Ning Ayu Khuthrunnad

Khuthrunnada (022125002)

a (022125002)

Dosen Pengajar:

Dosen Pengajar:

Ahmad Cholil

Ahmad Cholil

FAKULTAS EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS TRISAKTI

UNIVERSITAS TRISAKTI

2012

2012

(2)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah KADEHAM yang berjudul MEMAHAMI PENDIDIKAN hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah KADEHAM yang berjudul MEMAHAMI PENDIDIKAN KEBANGSAAN, DEMOKRASI, DAN HAK ASASI MANUSIA ini dengan baik. Penulis juga ingin mengucapkan KEBANGSAAN, DEMOKRASI, DAN HAK ASASI MANUSIA ini dengan baik. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak Ahmad Cholil selaku dosen mata kuliah KADEHAM yang telah memberikan terima kasih kepada bapak Ahmad Cholil selaku dosen mata kuliah KADEHAM yang telah memberikan bimbingannya, dan kepada teman-teman yang telah

bimbingannya, dan kepada teman-teman yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Saran dan kritik yang membangun, sangat diharapkan agar kelak dapat memberikan karya yang Saran dan kritik yang membangun, sangat diharapkan agar kelak dapat memberikan karya yang lebih baik lagi.

lebih baik lagi.

Akhir kata, semoga makalah ini berguna bagi

Akhir kata, semoga makalah ini berguna bagi penulis pada umumnya, dan bagi penulis pada umumnya, dan bagi para pembaca padapara pembaca pada khususnya. Semoga setiap tingkah laku kita dilindungi oleh

khususnya. Semoga setiap tingkah laku kita dilindungi oleh Tuhan yang Maha Esa.Tuhan yang Maha Esa.

Jakarta, Maret 2013 Jakarta, Maret 2013 Penulis

(3)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI Hal Hal Kata Pengantar Kata Pengantar ………. i………. i Daftar Isi Daftar Isi ……….. ii……….. ii BAB

BAB I I PENDAHULUANPENDAHULUAN

A.

A. Latar BelakangLatar Belakang………. 1………. 1

B.

B. Rumusan Masalah ………... 1Rumusan Masalah ………... 1

C.

C. Manfaat dan Tujuan Makalah ……….. 1Manfaat dan Tujuan Makalah ……….. 1

D.

D. Metode Penelitian ……….. 1Metode Penelitian ……….. 1-2-2

BAB

BAB II II MASALAHMASALAH

A.

A. Pentingnya Mempelajari KADEHAM ………... 3Pentingnya Mempelajari KADEHAM ………... 3 BAB

BAB III III PEMBAHASANPEMBAHASAN

A.

A. Landasan Pendidikan KADEHAM ……….. 4Landasan Pendidikan KADEHAM ……….. 4-5-5 1.

1. Landasan Hukum ………. 4Landasan Hukum ………. 4-5-5 2.

2. Landasan Konseptual ……… 5Landasan Konseptual ……… 5

B.

B. Pendidikan KADEHAM dan Visi Indonesia 2030 ………. 5Pendidikan KADEHAM dan Visi Indonesia 2030 ………. 5-7-7 C.

C. Hakikat Visi dan Misi Pendidikan KADEHAM ………. 7Hakikat Visi dan Misi Pendidikan KADEHAM ………. 7

1.

1. Hakikat Pendidikan KADEHAM ……….. 7Hakikat Pendidikan KADEHAM ……….. 7

2.

2. Visi, Misi, TujuanVisi, Misi, TujuanPendidikan KADEHAM ………. 7Pendidikan KADEHAM ………. 7

D.

D. Tujuan Pendidikan KADEHAM ……….……… 7Tujuan Pendidikan KADEHAM ……….……… 7-8-8 E.

E. Kompetensi Pendidikan KADEHAM ………. 8Kompetensi Pendidikan KADEHAM ………. 8-9-9 F.

F. Penyelenggaraan Pendidikan KADEHAM ………. 9Penyelenggaraan Pendidikan KADEHAM ………. 9-10-10

BAB IV

BAB IV KESIMPULAN DAN KESIMPULAN DAN SARANSARAN

A.

A. Kesimpulan ………. 11Kesimpulan ………. 11

B.

B. Saran ……….………. 11Saran ……….………. 11 BAB

BAB V V PENUTUPPENUTUP ………..……… 12………..……… 12

DAFTAR

(4)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Ancaman yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia 2030 yang Ancaman yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia 2030 yang lebih mengarah pada tantangan non fisik, kondisi ini menuntut bela Negara dalam berbagai lebih mengarah pada tantangan non fisik, kondisi ini menuntut bela Negara dalam berbagai aspek. Untuk itulah bangsa Indonesia harus menyusun rumusan/konsep bela Negara yang aspek. Untuk itulah bangsa Indonesia harus menyusun rumusan/konsep bela Negara yang dikaitkan dengan lingkungan strategi yaitu pemahaman tentang wilayah Negara yang berada dikaitkan dengan lingkungan strategi yaitu pemahaman tentang wilayah Negara yang berada dalam kesatuan dan persatuan pedidikan kewarganegaraan. Pendidikan KADEHAM pada dalam kesatuan dan persatuan pedidikan kewarganegaraan. Pendidikan KADEHAM pada hakikatnya adalah pendidikan kewarganegaraan dalam arti luas, dan pendidikan hakikatnya adalah pendidikan kewarganegaraan dalam arti luas, dan pendidikan kewarganegaraan merupakan mata kuliah wajib disemua jenjang perguruan tinggi maka dari itu kewarganegaraan merupakan mata kuliah wajib disemua jenjang perguruan tinggi maka dari itu pendidikan KADEHAM merupakan pendidikan yang wajib diberikan bagi mahasiswa di lingkup pendidikan KADEHAM merupakan pendidikan yang wajib diberikan bagi mahasiswa di lingkup TRISAKTI, hal ini tertuang dalam UU lama, yaitu UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem TRISAKTI, hal ini tertuang dalam UU lama, yaitu UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan selanjutnya tetap dipertahankan sebagai pendidikan wajib menurut Pendidikan Nasional dan selanjutnya tetap dipertahankan sebagai pendidikan wajib menurut ketentuan baru UU system pendidikan nasional, yaitu UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem ketentuan baru UU system pendidikan nasional, yaitu UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pendidikan Nasional.

B.

B. Rumusan MasalahRumusan Masalah

1.

1. Apa landasan hukum pendidikan KADEHAM di Indonesia?Apa landasan hukum pendidikan KADEHAM di Indonesia? 2.

2. Apa itu pendidikan KADEHAM?Apa itu pendidikan KADEHAM? 3.

3. Apa yang menjadi tujuan dari pendidikan KADEHAM?Apa yang menjadi tujuan dari pendidikan KADEHAM? 4.

4. Bagaimana penyelenggaraBagaimana penyelenggaraan KADEHAM di an KADEHAM di Indonesia?Indonesia?

C.

C. Manfaat dan Tujuan MakalahManfaat dan Tujuan Makalah

1.

1. Mengetahui landasan pendidikan KADEHAMMengetahui landasan pendidikan KADEHAM 2.

2. Mengetahui hakikat, visi, misi pendidikan KADEHAMMengetahui hakikat, visi, misi pendidikan KADEHAM 3.

3. Tahu tujuan dari adanya Tahu tujuan dari adanya pendidikan KADEHApendidikan KADEHAMM

D.

D. Metode PenulisanMetode Penulisan

Dalam penyusunan dari makalah ini, penulis menggunakan metode, yaitu Metode Dalam penyusunan dari makalah ini, penulis menggunakan metode, yaitu Metode Kepustakaan :

(5)

Dalam metode ini pen

Dalam metode ini penulis menggunakan beberapulis menggunakan beberapa buku, internet serta sumber a buku, internet serta sumber sumber lainsumber lain yang berkaitan dengan judul karya tulis ini agar dapat membantu penulis dalam penyusunan yang berkaitan dengan judul karya tulis ini agar dapat membantu penulis dalam penyusunan karya tulis ini.

(6)

BAB II BAB II

MASALAH MASALAH

A.

A. Pentingnya Mempelajari KADEHAMPentingnya Mempelajari KADEHAM

Sebuah bangsa selalalu dipahami sebagai sebuah solidaritas yang mendalam dan Sebuah bangsa selalalu dipahami sebagai sebuah solidaritas yang mendalam dan komprehensif. Solidaritas dan persaudaraan sebuah bangsa dapat berupa kesamaan etnis, komprehensif. Solidaritas dan persaudaraan sebuah bangsa dapat berupa kesamaan etnis, kepercayaan, agama, sejarah,kepenting

kepercayaan, agama, sejarah,kepentingan, dan an, dan hubungan darah.hubungan darah.

Pencapaian cita-cita nasional harus didukung oleh kemampuan manusia indonesia yang Pencapaian cita-cita nasional harus didukung oleh kemampuan manusia indonesia yang profesional dan berkualitas moral kebangsaan yang mewujudkan dalam sikap

profesional dan berkualitas moral kebangsaan yang mewujudkan dalam sikap dan perilaku cintadan perilaku cinta tanah air dan

tanah air dan yakin akan perjuangan menuju cita-cita nasional.yakin akan perjuangan menuju cita-cita nasional.

Pendidikan Kadeham dalam arti luas merupakan proses yang berkaitan dengan upaya Pendidikan Kadeham dalam arti luas merupakan proses yang berkaitan dengan upaya pengembangan diri seseorang pada tiga aspek kehidupannya. Ketiga aspek tersebut meliputi pengembangan diri seseorang pada tiga aspek kehidupannya. Ketiga aspek tersebut meliputi pandangan hidup, sikap hidup, dan ketrampilan hidup. Upaya untuk mengembangkan ketiga pandangan hidup, sikap hidup, dan ketrampilan hidup. Upaya untuk mengembangkan ketiga aspek tersebut dilaksanakan dengan bentuk

aspek tersebut dilaksanakan dengan bentuk formal dalam sistem perkuliahan.formal dalam sistem perkuliahan. Untuk mewujudkan masyarakat

Untuk mewujudkan masyarakat demokratisdemokratis yang santun diperlukan Pendidikan KADEHAMyang santun diperlukan Pendidikan KADEHAM agar peserta didik sebagai warga negara tidak

agar peserta didik sebagai warga negara tidak sekedar mampu membaca dan berhitung. Pesertasekedar mampu membaca dan berhitung. Peserta didik sebagai warganegara perlu memahami fungsi pemerintahan yang

didik sebagai warganegara perlu memahami fungsi pemerintahan yang demokratisdemokratis sebagaisebagai konstitusi (UUD 1945

konstitusi (UUD 1945) dan memahami konsep operasional secara bebas. Hal ) dan memahami konsep operasional secara bebas. Hal ini karena kekuatanini karena kekuatan suatu bangsa terletak pada kemampuan warganegara untuk mengambil keputusan secara suatu bangsa terletak pada kemampuan warganegara untuk mengambil keputusan secara rasional. Selanjutnya Pendidikan Kadeham juga tidak hanya penting bagi negara-negara yang rasional. Selanjutnya Pendidikan Kadeham juga tidak hanya penting bagi negara-negara yang sedang dalam transisi menuju demokrasi seperti indonesia, tetapi juga bagi negara-negara yang sedang dalam transisi menuju demokrasi seperti indonesia, tetapi juga bagi negara-negara yang telah mapan

(7)

BAB III BAB III PEMBAHASAN PEMBAHASAN

A.

A. Landasan Pendidikan KADEHAMLandasan Pendidikan KADEHAM 1.

1. Landasan HukumLandasan Hukum

 Pasal 27 ayat 3: “setiap warga negara berhak danPasal 27 ayat 3: “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upayawajib ikut serta dalam upaya

pembelaan negara” pembelaan negara”

 PasPasal 30 ayat 1: “tiapal 30 ayat 1: “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam

usaha pertahanan keamanan negara” usaha pertahanan keamanan negara”

 Undang-Undang Nomor: 20/1982 tentang Pokok-Pokok PenyelenggaraanUndang-Undang Nomor: 20/1982 tentang Pokok-Pokok Penyelenggaraan Pertahanan Keamanan Negara

Pertahanan Keamanan Negara

 Pendidikan Kewiraan berdasarkan SK Bersama Menteri Pertahanan danPendidikan Kewiraan berdasarkan SK Bersama Menteri Pertahanan dan Keamanan,dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1973

Keamanan,dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1973

 Undang-Undang Nomor: 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)Undang-Undang Nomor: 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)

 Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi (SK Dirjen Dikti) 1993 menyatakanSurat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi (SK Dirjen Dikti) 1993 menyatakan bahwa Pendidikan Kewiraan termasuk Mata Kuliah Dasar Umum

bahwa Pendidikan Kewiraan termasuk Mata Kuliah Dasar Umum

 Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 1994; menyatakan bahwaKeputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 1994; menyatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata kuliah umum bersama dengan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata kuliah umum bersama dengan Pendidikan Agama dan Pendidikan Pancasila

Pendidikan Agama dan Pendidikan Pancasila

 Keputusan Dirjen Dikti Nomor: 19/1997 menyatakan bahwa PendidikanKeputusan Dirjen Dikti Nomor: 19/1997 menyatakan bahwa Pendidikan Kewiraan termasuk muatan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan Kewiraan termasuk muatan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan komponen mata kuliah umum di PT yang wajib ditempuh oleh mahasiswa

komponen mata kuliah umum di PT yang wajib ditempuh oleh mahasiswa

 SK Dirjen Dikti Nomor: 151/2000 menyatakan bahwa Pendidikan KewiraanSK Dirjen Dikti Nomor: 151/2000 menyatakan bahwa Pendidikan Kewiraan bermuatan Pendidikan Kewarganegaraan termasuk Mata Kuliah

bermuatan Pendidikan Kewarganegaraan termasuk Mata Kuliah PengembangPengembanganan Kepribadian (MPK), wajib ditempuh oleh mahasiswa

Kepribadian (MPK), wajib ditempuh oleh mahasiswa

 SK SK Dirjen Dirjen Dikti Dikti Nomor: Nomor: 267/2000 267/2000 menyatakan menyatakan bahwa bahwa PendidikanPendidikan Kewarganegaraan dan PPBN termasuk MPK yang merupakan kurikulum inti di Kewarganegaraan dan PPBN termasuk MPK yang merupakan kurikulum inti di PT serta wajib diikuti oleh setiap mahasiswa

PT serta wajib diikuti oleh setiap mahasiswa

 SK Dirjen Dikti Nomor: 232/2000 tentang Pedoman Penyusuna KurikulumSK Dirjen Dikti Nomor: 232/2000 tentang Pedoman Penyusuna Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil

Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar MahasiswaBelajar Mahasiswa

 Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen PendidikanSurat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik

Nasional Republik Indonesia Nomor: Indonesia Nomor: 38/DIKTI38/DIKTI/Kep/20/Kep/2002 02 tentang Rambu-Rambutentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi

Tinggi

 Undang-Undang Nomor: 20/2003 tentang Sistem Pendidikan NasionalUndang-Undang Nomor: 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa kurikulum wajib di PT ialah Pendidikan menyatakan bahwa kurikulum wajib di PT ialah Pendidikan Bahasa,Agama,Kewarganegaraan.

(8)

 Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen PendidikanSurat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik

Nasional Republik Indonesia Nomor: Indonesia Nomor: 43/DIKTI43/DIKTI/Kep/20/Kep/2006 06 tentang Rambu-Rambutentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi

Tinggi

2.

2. Landasan KonseptualLandasan Konseptual

Pendidikan KADEHAM tidak sekedar untuk mengantar peserta didik untuk Pendidikan KADEHAM tidak sekedar untuk mengantar peserta didik untuk memahami keragaman budaya, tetapi sekaligus mengantarkan mereka untuk memahami keragaman budaya, tetapi sekaligus mengantarkan mereka untuk menghayati nilai-nilai bersama yang bisa

di-menghayati nilai-nilai bersama yang bisa di-sharingsharing sebagai dasar dan pandangansebagai dasar dan pandangan hidup bersama. Dengan pendidikan KADEHAM, beragam keyakinan, tradisi, adat, hidup bersama. Dengan pendidikan KADEHAM, beragam keyakinan, tradisi, adat, dan budaya akan memperoleh tempat dan posisinya secara wajar. Sikap simpati, dan budaya akan memperoleh tempat dan posisinya secara wajar. Sikap simpati, apresiasi, dan empati terhadap budaya yang berbeda akan tertanam. Hal ini bisa apresiasi, dan empati terhadap budaya yang berbeda akan tertanam. Hal ini bisa terjadi karena pendidikan

terjadi karena pendidikan KADEHAKADEHAM memang menolak M memang menolak dominasi-hegemoni budayadominasi-hegemoni budaya yang berujung pada

yang berujung pada terbangunterbangunnya kultur monolik.nya kultur monolik.

Orientasi pada tumbuh-kembangnya kesadaran budaya hendaknya dimaknai Orientasi pada tumbuh-kembangnya kesadaran budaya hendaknya dimaknai sebagai situasi

sebagai situasi biophily biophily , yakni perasaan cinta kepada segala sesuatu yang bukannya, yakni perasaan cinta kepada segala sesuatu yang bukannya situasi

situasi necrophily,necrophily, yakni perasaan cinta kepada materi atau kebendaan belaka.yakni perasaan cinta kepada materi atau kebendaan belaka. Dengan demikian, pengkajian muatan local dalam Pendidikan KADEHAM akan Dengan demikian, pengkajian muatan local dalam Pendidikan KADEHAM akan menjadi

menjadi subversive-force,subversive-force, yang mengubah dan memperbaharui keadaan, sekaligusyang mengubah dan memperbaharui keadaan, sekaligus menyadarkan dan memberdayakan manusia Indonesia sesuai

menyadarkan dan memberdayakan manusia Indonesia sesuai dengan visi Indonesiadengan visi Indonesia 2030.

2030.

B.

B. Pendidikan KADEHAM dan Visi Indonesia 2030Pendidikan KADEHAM dan Visi Indonesia 2030

Setiap bangsa memerlukan sebuah pernyataan visi yang jelas dengan perpaduan Setiap bangsa memerlukan sebuah pernyataan visi yang jelas dengan perpaduan antara fakta dan kempuan yang ada dengan imajinasi dimasa yang akan dating guna antara fakta dan kempuan yang ada dengan imajinasi dimasa yang akan dating guna mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja dan berusaha lebih keras lagi mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja dan berusaha lebih keras lagi daridari saat ini. Hal ini sangatlah penting dalam membangun konsensus politik dalam satu saat ini. Hal ini sangatlah penting dalam membangun konsensus politik dalam satu strategi pengembangan nasional, yang meliputi

strategi pengembangan nasional, yang meliputi interdepeninterdependensi, peranan dan densi, peranan dan tanggungtanggung  jawab

 jawab dari dari berbagai berbagai institusi institusi terkait terkait dengan dengan korporasi korporasi di di sektor sektor privat, privat, sektor sektor usahausaha menengah dan kecil, organisasi masyarakat, dan

menengah dan kecil, organisasi masyarakat, dan lain sebagainya.lain sebagainya.

Indonesia yang berpenduduk kurang lebih 220 juta jiwa dengan mendiami sekitar Indonesia yang berpenduduk kurang lebih 220 juta jiwa dengan mendiami sekitar 11.000 pulau dari 17.504 pulau di seluruh nusantara, tidak bisa

11.000 pulau dari 17.504 pulau di seluruh nusantara, tidak bisa tidak harus memiliki visitidak harus memiliki visi Bangsa yang jelas jika ingin keluar dari krisis multidimensi yang berkecamuk sejak akhir Bangsa yang jelas jika ingin keluar dari krisis multidimensi yang berkecamuk sejak akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Negara-negara di tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Negara-negara di asia. Meskipun kaya dengan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih asia. Meskipun kaya dengan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah yang besar di bidang kemiskinan, pendidikan, pengangguran, menghadapi masalah yang besar di bidang kemiskinan, pendidikan, pengangguran, kependudukan, korupsi dan lain sebagainya. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh kependudukan, korupsi dan lain sebagainya. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh beberapa organisasi dunia telah menunjukkan posisi Indonesia yang sangat tertinggal beberapa organisasi dunia telah menunjukkan posisi Indonesia yang sangat tertinggal dari Negara-negara lainnya (Cris Verdiansyah, 2007), khususnya dalam

dari Negara-negara lainnya (Cris Verdiansyah, 2007), khususnya dalam hal berikut:hal berikut: 1.

1. Indeks Pembangunan ManusiaIndeks Pembangunan Manusia (United Nations)(United Nations): Peringkat 108 dari 177: Peringkat 108 dari 177 2.

(9)

3.

3. Indeks Kebebasan EkonomiIndeks Kebebasan Ekonomi (Heritage Foundation/The Wall Street Journal)(Heritage Foundation/The Wall Street Journal):: Peringkat 110 dari 157

Peringkat 110 dari 157 4.

4. Indeks Persepsi KorupsiIndeks Persepsi Korupsi (Transparancy International)(Transparancy International): Peringkat 130 dari 163: Peringkat 130 dari 163

Guna mengatasi masalah tersebut diatas, pada tanggal 22 Maret 2007 yang lalu, Guna mengatasi masalah tersebut diatas, pada tanggal 22 Maret 2007 yang lalu, Pemerintah Indonesia dibawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Pemerintah Indonesia dibawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan sebuah visi bangsa yang disebut dengan

mencanangkan sebuah visi bangsa yang disebut denganVisi Indonesia 2030Visi Indonesia 2030 atauatau VisiVisi 2030

2030 yang diprakarsai oleh Yayasan Indonesia Forum (YIP). Empat target utamanya,yang diprakarsai oleh Yayasan Indonesia Forum (YIP). Empat target utamanya, yaitu:

yaitu: 1.

1. Pada tahun 2030, dengan jumlah penduduk sekitar 285 juta jiwa,Pada tahun 2030, dengan jumlah penduduk sekitar 285 juta jiwa, Product Domestik Product Domestik  Bruto

Bruto (PDB) Indonesia akan mencapai US$ 5,1 triliun atau bila hitung dengan(PDB) Indonesia akan mencapai US$ 5,1 triliun atau bila hitung dengan formulasi pendapatan perkapita mencapai US$ 18.000 per tahun (Rp 13.500.000 per formulasi pendapatan perkapita mencapai US$ 18.000 per tahun (Rp 13.500.000 per bulan). Dengan pencapaian tersebut Indonesia diperkirakan berada pada posisi bulan). Dengan pencapaian tersebut Indonesia diperkirakan berada pada posisi kelima ekonomis terbesar setelah China, India, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. kelima ekonomis terbesar setelah China, India, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. 2.

2. Terciptanya pengelolaan kekayaan alam yang Terciptanya pengelolaan kekayaan alam yang berkelanjutberkelanjutan;an; 3.

3. Terwujudnya kualitas hidup modern dan Terwujudnya kualitas hidup modern dan merata;merata; 4.

4. Mengantarkan sedikitnya 30 perusahaan Indonesia masuk dalam daftarMengantarkan sedikitnya 30 perusahaan Indonesia masuk dalam daftar “Fortune“Fortune 500 Companies”.

500 Companies”.

Sebelumnya, sebagai salah satu solusi, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Sebelumnya, sebagai salah satu solusi, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dengan TAP MPR Nomor VII/MPR/2001 tentang Visi Indonesia yang religious, dengan TAP MPR Nomor VII/MPR/2001 tentang Visi Indonesia yang religious, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan Negara. Adapun indicator keberhasilan ketetapan tersebut dalam penyelenggaraan Negara. Adapun indicator keberhasilan ketetapan tersebut antara lain:

antara lain: 1.

1. Penghormatan terhadap kemanusiaan;Penghormatan terhadap kemanusiaan; 2.

2. Meningkatkan semangat persatuan dan kerukunan bangsa, toleransi, kepedulian,Meningkatkan semangat persatuan dan kerukunan bangsa, toleransi, kepedulian, dan tanggung jawab social;

dan tanggung jawab social; 3.

3. Berkembangnya budaya dan perilaku sportif serta menghargai dan menerimaBerkembangnya budaya dan perilaku sportif serta menghargai dan menerima perbedaan dalam k

perbedaan dalam kemajememajemukan;ukan; 4.

4. Menguatnya partisipasi politik sebagai perwujudan kedaulatan rakyat dan controlMenguatnya partisipasi politik sebagai perwujudan kedaulatan rakyat dan control social masyarakat;

social masyarakat; 5.

5. BerkembangnBerkembangnya organisasi social, ya organisasi social, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi politikorganisasi kemasyarakatan, dan organisasi politik yang bersifat terbuka;

yang bersifat terbuka; 6.

6. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia sehingga mampu bekerja sama danMeningkatnya kualitas sumber daya manusia sehingga mampu bekerja sama dan bersaing dalam era global;

bersaing dalam era global; 7.

7. Memiliki kemampuan dan ketangguhan dalam menyelenggarakan kehidupanMemiliki kemampuan dan ketangguhan dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara ditengah pergaulan antar

berbangsa dan bernegara ditengah pergaulan antar bangsa-bangsa lain;bangsa-bangsa lain; 8.

8. Terwujudnya penyelenggaraan Negara yang professional, transparan, akuntabel,Terwujudnya penyelenggaraan Negara yang professional, transparan, akuntabel, memiliki kredibilitas, serta bebas dari kolusi,

(10)

Salah satu indicator keberhasilan dituangkan dalam UU Nomor: 20/2003 tentang Salah satu indicator keberhasilan dituangkan dalam UU Nomor: 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional melalui Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian, Sistem Pendidikan Nasional melalui Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian, khususnya Pendidikan Kewarganegaraan yang bertujuan membentuk peserta didik khususnya Pendidikan Kewarganegaraan yang bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Rasa kebangsaan menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Rasa kebangsaan diperlukan untuk:

diperlukan untuk: 1.

1. Menyatukan tekad menjadi bangsa yang kuat, dihormati, dan disegani olehMenyatukan tekad menjadi bangsa yang kuat, dihormati, dan disegani oleh bangsa lain.

bangsa lain. 2.

2. Mempererat persatuan dan kesatuan, baik dalam arti spirit maupun geografiMempererat persatuan dan kesatuan, baik dalam arti spirit maupun geografi sehingga dapat meniadakan

sehingga dapat meniadakan frontier  frontier ..

C.

C. HAKIKAT, VISI, DAN MISI, PEDIDIKAN KADEHAMHAKIKAT, VISI, DAN MISI, PEDIDIKAN KADEHAM 1.

1. Hakikat Pendidikan KADEHAMHakikat Pendidikan KADEHAM

Pendidikan adalah proses perubahan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak Pendidikan adalah proses perubahan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak kearah yang dikehendaki. Tujuan pendidikan nasional, yaitu mewujudkan pribadi kearah yang dikehendaki. Tujuan pendidikan nasional, yaitu mewujudkan pribadi anggota masyarakat madani yang

anggota masyarakat madani yang bercirikan demokratibercirikan demokratis, kepastian s, kepastian hukum, egalitor,hukum, egalitor, penghargaan tinggi terhadap

penghargaan tinggi terhadap human dignity human dignity , kemajuan budaya dan bangsa dalam, kemajuan budaya dan bangsa dalam suatu kesatuan, dan

suatu kesatuan, dan religious.religious.

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

kehidupan bangsa.

Hakikat pendidikan KADEHAM bertujuan membekali dan memantapkan peserta Hakikat pendidikan KADEHAM bertujuan membekali dan memantapkan peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar hubungan warga Negara didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar hubungan warga Negara Indonesia yang pancasilais dengan Negara dan sesame warga Negara. Dengan Indonesia yang pancasilais dengan Negara dan sesame warga Negara. Dengan kemampuan dasar, diharapkan mahasiswa mampu menerapkan nilai-nilai

kemampuan dasar, diharapkan mahasiswa mampu menerapkan nilai-nilai pancasilapancasila dalam kehidupan sehari-hari, memiliki kepribadian yang mantap, berpikir kritis, dalam kehidupan sehari-hari, memiliki kepribadian yang mantap, berpikir kritis, bersikap rasional, etis, estetis, dan dinamis; berpandangan luas; bersikap bersikap rasional, etis, estetis, dan dinamis; berpandangan luas; bersikap demokratis dan berkeadaban.

demokratis dan berkeadaban.

2.

2. Visi, Misi, Tujuan Pendidikan KADEHAMVisi, Misi, Tujuan Pendidikan KADEHAM Visi

Visi

Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan dan pengembangan Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan dan pengembangan program studi dalam mengantarkan peserta didik memantapkan kepribadiannya program studi dalam mengantarkan peserta didik memantapkan kepribadiannya sebagai manusia Indonesia Visi 2030

sebagai manusia Indonesia Visi 2030

Misi Misi

Membantu peserta didik memantapkan kepribadiannya agar secara konsisiten Membantu peserta didik memantapkan kepribadiannya agar secara konsisiten mampu mewujudkan nilai-nil

mampu mewujudkan nilai-nilai dasar pancasila, rasa kebangsaan dan ai dasar pancasila, rasa kebangsaan dan cinta tanah aircinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan, dan mengembangkan ilmu sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan rasa

pengetahuan, teknologi, dan seni dengan rasa tanggung jawab.tanggung jawab.

D.

(11)

Secara umum tujuan pendidikan KADEHAM adalah agar pesera didik memiliki Secara umum tujuan pendidikan KADEHAM adalah agar pesera didik memiliki motivasi bahwa pendidikan KADEHAM yang diberikan kepada mereka berkaitan erat motivasi bahwa pendidikan KADEHAM yang diberikan kepada mereka berkaitan erat dengan peranan dan kedudukan individu, anggota keluarga, anggota masyarakat, dan dengan peranan dan kedudukan individu, anggota keluarga, anggota masyarakat, dan sebagai warga Negara Indonesia yang terdidik, serta bertekad dan bersedia untuk sebagai warga Negara Indonesia yang terdidik, serta bertekad dan bersedia untuk mewujudkannya. Sedangkan secara khusus pendidikan KADEHAM bertujuan, sebagai mewujudkannya. Sedangkan secara khusus pendidikan KADEHAM bertujuan, sebagai berikut:

berikut:

Pertama,

Pertama,membentuk kecakapan partisipatif yang bermutu dan bertanggung jawabmembentuk kecakapan partisipatif yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara baik ditingkat local, nasional, regional, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara baik ditingkat local, nasional, regional, maupun global;

maupun global;

Kedua,

Kedua, memberdayakan warga masyarakat yang baik dan mampu menjagamemberdayakan warga masyarakat yang baik dan mampu menjaga persatuan dan integritas bangsa guna mewujudkan Indonesia yang kuat, sejahtera, dan persatuan dan integritas bangsa guna mewujudkan Indonesia yang kuat, sejahtera, dan demokratis serta menegakkan etika

demokratis serta menegakkan etika kemajemukan;kemajemukan;

Ketiga,

Ketiga,menghasilkan peserta didik yang menghasilkan peserta didik yang berpikir komprehensif, analitis, kritis, sertaberpikir komprehensif, analitis, kritis, serta bangga terhadap bangsa dan

bangga terhadap bangsa dan Negara, bertindak demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-Negara, bertindak demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM dengan berpegangan teguh pada ideology pancasila dan UUD

nilai HAM dengan berpegangan teguh pada ideology pancasila dan UUD 1945;1945;

Keempat,

Keempat, mengembangkan budaya dan peliku demokratis, yaitu kebebasan,mengembangkan budaya dan peliku demokratis, yaitu kebebasan, persamaan, kemerdekaan, toleransi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan persamaan, kemerdekaan, toleransi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan melakukan dialog, negosiasi, mampu mengambil keputusan secara tepat dan bijak, melakukan dialog, negosiasi, mampu mengambil keputusan secara tepat dan bijak, kemampuan menyelesaikan konflik serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemampuan menyelesaikan konflik serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan menyelengg

menyelenggarakan arakan Negara;Negara;

Kelima,

Kelima, mampu membentuk peserta didik menjadimampu membentuk peserta didik menjadi good and responsible citizengood and responsible citizen (warga Negara yang baik dan bertanggung jawab) melalui penanaman moral dan (warga Negara yang baik dan bertanggung jawab) melalui penanaman moral dan keterampilan social (

keterampilan social ( social skills)social skills), sehingga kelak mereka mampu memahami dan, sehingga kelak mereka mampu memahami dan memecahkan persoalan-persoalan actual yang dihadapi oleh bangsa dan Negara memecahkan persoalan-persoalan actual yang dihadapi oleh bangsa dan Negara Indonesia, seperti bangga kepada bangsa Indonesia, memiliki wawasan kebangsaan Indonesia, seperti bangga kepada bangsa Indonesia, memiliki wawasan kebangsaan yang memadai, bersikap toleransi, menghargai perbedaan pendapat, bersikap empati, yang memadai, bersikap toleransi, menghargai perbedaan pendapat, bersikap empati, menghargai pluralitas, kesadaran huku dan kritik social, menjunjung tinggi HAM, menghargai pluralitas, kesadaran huku dan kritik social, menjunjung tinggi HAM, mengemban

mengembangkan demokratisasi dalam berbagai kehipan social gkan demokratisasi dalam berbagai kehipan social dan menghargai kearifandan menghargai kearifan lingkungan.

lingkungan.

E.

E. KOMPETENSI PENDIDIKAN KADEHAMKOMPETENSI PENDIDIKAN KADEHAM

Kompetensi merupakan kemampuan dan kecakapan yang terukur setelah peserta Kompetensi merupakan kemampuan dan kecakapan yang terukur setelah peserta didik mengikuti proses pembelajaran secara keseluruhan yang meliputi kemampuan didik mengikuti proses pembelajaran secara keseluruhan yang meliputi kemampuan akademik, sikap dan keterampilan. Dalam pembelajaran Pendidikan KADEHAM, akademik, sikap dan keterampilan. Dalam pembelajaran Pendidikan KADEHAM, kompetensi dasar atau yang sering disebut kopetensi minimal terdiri atas tiga jenis. kompetensi dasar atau yang sering disebut kopetensi minimal terdiri atas tiga jenis.

Pertama,

Pertama,kecakapan dan kecakapan dan kemampuan penguasaan pengetahuan kewarganegarakemampuan penguasaan pengetahuan kewarganegaraan (an (civiccivic knowledge

knowledge) yang terkait dalam materi inti Pendidikan KADEHAM () yang terkait dalam materi inti Pendidikan KADEHAM (Civic EducationCivic Education), yaitu), yaitu kebangsaan, demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM).

kebangsaan, demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM). Kedua,Kedua, kecakapan dankecakapan dan kemampuan sikap kewarganegaraan (

kemampuan sikap kewarganegaraan (Civic DispositionCivic Disposition)) , , antara lain pengakuanantara lain pengakuan kesetaraan, toleransi, kebersamaan, pengakuan kemajemukan, kepekaan, dan kesetaraan, toleransi, kebersamaan, pengakuan kemajemukan, kepekaan, dan pemberdayaan warganegara terhadap masalah berbangsa dan bernegara, antara lain pemberdayaan warganegara terhadap masalah berbangsa dan bernegara, antara lain

(12)

masalah kebangsaan, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).

masalah kebangsaan, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM). Ketiga,Ketiga, kecakapan dankecakapan dan kemampuan berpartisipasi dalam proses penataan berbangsa dan bernegara, kemampuan berpartisipasi dalam proses penataan berbangsa dan bernegara, kemampuan melakukan control terhadap penyelenggaraan Negara dan pemerintahan, kemampuan melakukan control terhadap penyelenggaraan Negara dan pemerintahan, dan pemberdayaan warganegara dalam menjaga integritas wilayah Negara Kesatuan dan pemberdayaan warganegara dalam menjaga integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Republik Indonesia. Standar kompetensi 

Standar kompetensi  yang wajib dikuasai peserta didik adalah mampu berpikiryang wajib dikuasai peserta didik adalah mampu berpikir rasional, bersikap dewasa dan dinamis, berpandangan luas, dan bersikap demokratis rasional, bersikap dewasa dan dinamis, berpandangan luas, dan bersikap demokratis yang berkeadaban sebagai warga

yang berkeadaban sebagai warga Negara Indonesia.Negara Indonesia.

Pendidikan KADEHAM yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas Pendidikan KADEHAM yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas dan penuh rasa

dan penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap tersebut antara lain:tanggung jawab dari peserta didik. Sikap tersebut antara lain: 1.

1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan menghayati nilai-nilaiBeriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan menghayati nilai-nilai falsafah bangsa;

falsafah bangsa; 2.

2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam masyarakat, berbangsa, dan Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam masyarakat, berbangsa, dan bernegara;bernegara; 3.

3. Rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga NegaraRasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga Negara Indonesia;

Indonesia; 4.

4. Bersifat professional yang dijiwai oleh kesadaran bela Negara;Bersifat professional yang dijiwai oleh kesadaran bela Negara; 5.

5. Aktif memanfaatkan iptek serta seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa, danAktif memanfaatkan iptek serta seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa, dan Negara.

Negara.

F.

F. PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KADEHAMPENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KADEHAM

Pendidikan kewarganegaraan mulai diselenggarakan tahun 1973/1974 merupakan Pendidikan kewarganegaraan mulai diselenggarakan tahun 1973/1974 merupakan kurikulum nasional dalam bentuk pendidikan

kurikulum nasional dalam bentuk pendidikan tahap awal tahap awal  yang diselenggarakan diyang diselenggarakan di tingkat pendidikan dasar dan menengah dan

tingkat pendidikan dasar dan menengah dan tahap lanjut tahap lanjut  berbentuk Pendidikanberbentuk Pendidikan Kewiraan di Pendidikan Tinggi (PT).

Kewiraan di Pendidikan Tinggi (PT).

Materi Pendidikan Kewarganegaraan juga berkembang sesuai dengan dinamika Materi Pendidikan Kewarganegaraan juga berkembang sesuai dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai

kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai berikut:berikut: 1.

1. Awal tahun 1979 bernama pendidikan kewiraan; materi disusun oleh lembagaAwal tahun 1979 bernama pendidikan kewiraan; materi disusun oleh lembaga pertahanan nasional (LEMHANNAS) dan Dirjen Dikti yang berintikan wawasan pertahanan nasional (LEMHANNAS) dan Dirjen Dikti yang berintikan wawasan nusantara, ketahanan nasional, politik dan strategi nasional, politik dan strategi nusantara, ketahanan nasional, politik dan strategi nasional, politik dan strategi pertahanan keamanan, dan system keamanan

pertahanan keamanan, dan system keamanan rakyat semesta.rakyat semesta. 2.

2. Tahun 1985 terdapat penambahan materi, yaitu pengar meliputi pengetahuanTahun 1985 terdapat penambahan materi, yaitu pengar meliputi pengetahuan pendidikan kewiraan dan hubungannya mata kuliah lain.

pendidikan kewiraan dan hubungannya mata kuliah lain. 3.

3. Tahun 1995 nama mata kuliah berubah menjadi pendidikan kewarganegaraan;Tahun 1995 nama mata kuliah berubah menjadi pendidikan kewarganegaraan; dengan materi yang kurang lebih sama.

dengan materi yang kurang lebih sama. 4.

4. Tahun 2001 terdapat penambahan materi, yaitu hak asasi manusia, demokrasi,Tahun 2001 terdapat penambahan materi, yaitu hak asasi manusia, demokrasi, otonomi daerah, lingkungan hidup, bela Negara, wawasan nusantara, ketahanan otonomi daerah, lingkungan hidup, bela Negara, wawasan nusantara, ketahanan nasional, politik dan strategi nasional.

nasional, politik dan strategi nasional. 5.

5. Tahun 2002 keputusan Dirjen Dikti No:38/DIKTI/kep/2002, dengan materiTahun 2002 keputusan Dirjen Dikti No:38/DIKTI/kep/2002, dengan materi demokrasi, HAM, hak dan kewajiban warga Negara, bela Negara, otonomi daerah, demokrasi, HAM, hak dan kewajiban warga Negara, bela Negara, otonomi daerah, wawasan nusantara, ketahanan nasional, politik

(13)

6.

6. Tahun 2006 keputusan Dirjen Dikti No:42/DIKTI/kep/2006 dengan materi filsafatTahun 2006 keputusan Dirjen Dikti No:42/DIKTI/kep/2006 dengan materi filsafat pancasila, identitas nasional, politik dan strategi nasional, demokrasi Indonesia, pancasila, identitas nasional, politik dan strategi nasional, demokrasi Indonesia, HAM dan

HAM dan role of law role of law , hak dan kewajiban warga Negara Indonesia, geopolitik,, hak dan kewajiban warga Negara Indonesia, geopolitik, geostrategic Indonesia.

geostrategic Indonesia.

Secara keseluruhan buku pendidikan KADEHAM berisikan materi-materi yang jauh Secara keseluruhan buku pendidikan KADEHAM berisikan materi-materi yang jauh lebih luas dan mendalam mengenai pendidikan kewarganegaraan, yang ditujukan untuk lebih luas dan mendalam mengenai pendidikan kewarganegaraan, yang ditujukan untuk mengantarkan peserta didik agar memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara secara mengantarkan peserta didik agar memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara secara mendalam, dan mempunyai pola sikap dan perilaku yang komprehensif dan integral mendalam, dan mempunyai pola sikap dan perilaku yang komprehensif dan integral untuk cinta tanah air. Dengan demikian keberadaan buku ini dapat dipandang sebagai untuk cinta tanah air. Dengan demikian keberadaan buku ini dapat dipandang sebagai realisasi konkret dari kebijakan pemerintah sebagaimana yang digariskan oleh realisasi konkret dari kebijakan pemerintah sebagaimana yang digariskan oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengenai mata kuliah Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengenai mata kuliah pengembang

pengembangan kepribadian, khususnya an kepribadian, khususnya substansi materi pendidikan substansi materi pendidikan kewarganekewarganegaraan.garaan. Buku pendidikan KADEHAM terdiri atas tiga materi pokok (

Buku pendidikan KADEHAM terdiri atas tiga materi pokok (core materialscore materials), yaitu), yaitu kebangsaan, demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM). Ketiga materi inti tersebut kebangsaan, demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM). Ketiga materi inti tersebut kemudian dijabarkan menjadi beberapa materi yang menjadi bahan kajian dalam kemudian dijabarkan menjadi beberapa materi yang menjadi bahan kajian dalam pembelajaran pendidikan KADEHAM yaitu:

pembelajaran pendidikan KADEHAM yaitu: 1.

1. Kebangsaan;Kebangsaan; 2.

2. Demokrasi;Demokrasi; 3.

3. Hak Asasi Manusia Hak Asasi Manusia (HAM);(HAM); 4.

4. Geopolitik dan geostrategic (wawasan nusantara dan Geopolitik dan geostrategic (wawasan nusantara dan ketahanan nasional);ketahanan nasional); 5.

5. Negara hukum;Negara hukum; 6.

(14)

BAB IV BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN DAN SARAN

A.

A. KesimpulanKesimpulan

Pendidikan KADEHAM merupakan proses yang berkaitan dengqn upaya pengembangan diri Pendidikan KADEHAM merupakan proses yang berkaitan dengqn upaya pengembangan diri seseorang pada tiga aspek dalam kehidupannya. Ketiga aspek tersebut meliputi pandangan seseorang pada tiga aspek dalam kehidupannya. Ketiga aspek tersebut meliputi pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup. Upaya pengembangan ketiga aspek tersebut hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup. Upaya pengembangan ketiga aspek tersebut dilaksanakan dengan bentuk formal

dilaksanakan dengan bentuk formal dalam system perkuliahan.dalam system perkuliahan.

Untuk mewujudkan masyarakat demokratis yang santun diperlukan pendidikan KADEHAM Untuk mewujudkan masyarakat demokratis yang santun diperlukan pendidikan KADEHAM agar peserta didik sebagai warganegara tidak sekedar mampu membaca dan berhitung. Peserta agar peserta didik sebagai warganegara tidak sekedar mampu membaca dan berhitung. Peserta didik sebagai warganegara perlu memahami fungsi pemerintahan yang demokratis sesuai didik sebagai warganegara perlu memahami fungsi pemerintahan yang demokratis sesuai dengan konstitusi (UUD 1945) dan memahami konsep operasional secara bebas. Hal ini karena dengan konstitusi (UUD 1945) dan memahami konsep operasional secara bebas. Hal ini karena kekuatan suatu bangsa terletak pada kemampuan warganegara untuk mengambil keputusan kekuatan suatu bangsa terletak pada kemampuan warganegara untuk mengambil keputusan secara rasional. Kadar pemahaman warganegara atas fungsi pemerintahan menentukan derajat secara rasional. Kadar pemahaman warganegara atas fungsi pemerintahan menentukan derajat rasionalitas keputusan yang diambil.

rasionalitas keputusan yang diambil.

B.

B. SaranSaran

Berdasarkan uraian diatas kiranya kita dapat menyadari bahwa pendidikan KADEHAM Berdasarkan uraian diatas kiranya kita dapat menyadari bahwa pendidikan KADEHAM sangatlah penting diterapkan pada pendidikan formal. Karena pendidikan KADEHAM merupakan sangatlah penting diterapkan pada pendidikan formal. Karena pendidikan KADEHAM merupakan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup dari individu.

(15)

BAB V BAB V

PENUTUP PENUTUP

Dengan demikian kami membahas materi yang menjadi pokok bahasan

Dengan demikian kami membahas materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunyadalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul serta

atau referensi yang ada hubungannya dengan judul serta pembahasan makalah ini.pembahasan makalah ini.

Kami banyak berharap teman-teman dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada Kami banyak berharap teman-teman dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. kami demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini

(16)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

 Prayitno, H.A., Trubus P Rahardiansyah. Pendidikan KADEHAM Kebangsaan, Demokrasi dan HakPrayitno, H.A., Trubus P Rahardiansyah. Pendidikan KADEHAM Kebangsaan, Demokrasi dan Hak

Asasi Manusia; UNIVERSITAS TRISAKTI. Asasi Manusia; UNIVERSITAS TRISAKTI.

Referensi

Dokumen terkait

• Kewajiban dan Tanggung Jawab Manusia • HAM dalam Konstitusi-Konstitusi Indonesia • HAM dalam Instrumen Hukum Lain.. • Warga Negara

untuk dapat mewujudkan budaya hak asasi manusia yang tercermin dari sikap. dan perilaku setiap individu dalam

Perkembangan konsepsi yang terakhir ini dapat disebut sebagai perkembangan konsepsi hak asasi manusia generasi kelima dengan ciri pokok yang terletak dalam pemahaman

Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas. bantuan dari pihak yang telah berkontribusi

agama; sila “Kemanusiaan yang adil dan beradab” menjadi landasan politik hukum yang menghargai dan melindungi hak-hak asasi manusia yang nondiskriminatif; sila

Untuk itu, kebijakan untuk menjalankan program pendidikan agama berbasis hak asasi manusia, hanya akan dapat dilaksanakan jika telah memenuhi lima strategi utama, yaitu:

Jurnal Pendidikan Tambusai 10162 Termasuk juga hak seorang anak, ini semua telah di atur di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Pasal 28B ayat 2 yang

Pembahasan Isi Jurnal Berdasarkan kedua jurnal yang telah di review maka, Hak Asasi manusia adalah hak dasar atau kewarganegaraan yang melekat pada individu sejak ia lahir secara