• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA KENDARI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA KENDARI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

 Inflasi Kota Kendari bulan Desember tahun 2016, tercatat sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 121,68. Secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi, 78 kota tercatat inflasi dan 4 kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Lhokseumawe (Provinsi Aceh) 2,25 persen dan inflasi terendah tercatat di Padangsidempuan (Provinsi Sumatera Utara) dan Tembilahan (Provinsi Riau) masing-masing 0,02 persen. Sementara itu deflasi terbesar tercatat di Manado (Provinsi Sulawesi Utara) 1,52 persen dan deflasi terendah di Tegal (Provinsi Jawa Tengah) 0,09 persen.

 Inflasi yang terjadi di Kota Kendari tercatat disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,21 persen; kesehatan 1,05 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,06 persen; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 serta pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen. Sementara kelompok yang tercatat negatif yaitu sandang 0,62 persen dan bahan makanan 0,59 persen.

 Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah angkutan udara; tarip pulsa ponsel; kol putih/kubis; obat dengan resep; jantung pisang; bawang merah; teluar ayam ras; bawang putih; cumi-cumi serta daging ayam ras.

 Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah kangkung; rambe; tembang; tomat sayur; kacang panjang; bayam; cabai rawit; bandeng/bolu; sawi hijau serta layang/benggol.

 Dari sebelas kota di Pulau Sulawesi, sepuluh kota tercatat inflasi dan satu kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Palu (Provinsi Sulawesi Tengah) 1,15 persen dengan IHK 127,09, sedang inflasi terendah tercatat di Kendari (Provinsi Sulawesi Tenggara) 0,13 persen dengan IHK 121,68. Sementara deflasi tercatat di Manado (Provinsi Sulawesi Utara) 1,52 dengan IHK 125,64 persen .

 Tingkat inflasi Kota Kendari tahun kalender (Januari-Desember) 2016 tercatat 3,07 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) 3,07 persen.

 Laju inflasi periode yang sama tahun kalender (Januari-Desember) 2015 1,64 persen dan laju inflasi year on year (Desember 2015 terhadap Desember 2014) tercatat sebesar 1,64 persen.

 Nasional Desember 2016 tercatat inflasi 0,42 persen, laju inflasi (Januari – Desember 2016) tercatat 3,02 dan laju inflasi year on year (Desember 2016 terhadap Desember 2015) tercatat 3,02 persen.

No. 01/01/Th. XX, 3 Januari 2017

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA KENDARI

(2)

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

Paket komoditas nasional hasil SBH 2012 terdiri dari 862 komoditas. Paket komoditas terbanyak ada di Jakarta yaitu 462 komoditas, dan yang palling sedikit di Singaraja sebanyak 225 komoditas.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Kendari pada Desember 2016 tercatat inflasi sebesar 0,13 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 121,65 pada November 2016 menjadi 121,68 pada Desember 2016. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2016 3,07 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 3,07 persen.

Inflasi yang terjadi di Kota Kendari tercatat disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,21 persen; kesehatan 1,05 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,06 persen; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 serta pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen. Sementara kelompok yang tercatat negatif yaitu sandang 0,62 persen dan bahan makanan 0,59 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2016 antara lain: kol putih/kubis; kacang mete; angkutan udara; jeruk; daun kacang panjang muda; jantung pisang; bawang putih; bola lampu; daging ayam ras serta obat dengan resep.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah kemeja pendek katun pria; kangkung; tomat sayur; tembang; sawi hijau; wortel; daun kelor; kacang panjang; dain paku/pakis serta rambe.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Desember 2016, yaitu: kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,252 persen; kelompok kesehatan 0,049 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,013 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,007 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,001. Sedang kelompok yang memberikan andil deflasi yaitu kelompok bahan makanan 0,146 persen serta kelompok sandang 0,044 persen.

(3)

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Kendari Desember 2016, Tahun Kalender 2016, dan Tahun ke Tahun 2016, Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran

IHK Inflasi Bulan Desember 2016 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2016 2) Inflasi Tahun Ke Tahun 3) Desember 2015 Desember 2016 (1) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 118,06 121,68 0,13 3,07 3,07 1 Bahan Makanan 121,01 125,29 -0,59 3,54 3,54

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok & Tembakau 119,95 129,37 0,06 7,85 7,85

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 122,93 123,63 0,05 0,57 0,57

4 Sandang 98,16 103,38 -0,62 5,32 5,32

5 Kesehatan 113,66 121,62 1,05 7,00 7,00

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 105,92 114,51 0,02 8,11 8,11

7 Transpor & Komunikasi dan Jasa Keuangan 121,39 121,68 1,21 0,24 0,24

1) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 3) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015

Gambar 1

Perkembangan Inflasi/Deflasi Kota Kendari (2012=100), Desember 2015 – Desember 2016

(4)

Tabel 2

Perkembangan Inflasi dan Laju Inflasi Kota Kendari dan Nasional Bulan Januari 2015 – Desember 2016 (2012 = 100,00)

B u l a n Inflasi (%) Laju Inflasi (%)

Kota Kendari Nasional Kota Kendari Nasional

(1) (2) (3) (4) (5) Januari -0,96 -0,24 -0,96 -0,25 Februari -0,91 -0,36 -1,86 -0,61 Maret 0,57 -0,17 -1,30 -0,43 April -0,03 0,36 -1,33 -0,08 Mei 0,64 0,50 -0,70 0,42 Juni 0,28 0,54 -0,42 0,96 Juli 0,75 0,93 0,33 1,90 Agustus 0,64 0,39 0,97 2,29 September 0,61 -0,05 1,58 2,24 Oktober -0,36 -0,08 1,22 2,16 November -0,10 0,21 1,12 2,37 Desember 0,51 0,96 1,64 3,35 Januari 1,49 0,51 1,49 0,51 Februari 0,07 -0,09 1,56 0,42 Maret 0,23 0,19 1,80 0,62 April -0,62 -0,45 1,16 0,16 Mei 0,15 0,24 1,31 0,40 Juni 0,93 0,66 2,25 1,06 Juli 0,77 0,69 3,04 1,76 Agustus 0,01 -0,02 3,05 1,74 September -0,01 0,23 3,04 1,97 Oktober 0,12 0,14 3,16 2,11 November -0,22 0,47 2,93 2,59 Desember 0,13 0,42 3,07 3,02

(5)

Tabel 3

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi di Kota Kendari November 2016 dan Desember 2016 (2012=100)

No. Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%)

November Desember

(1) (2) (3)

U M U M -0,22 0,13

1. Bahan Makanan -0,20 -0,15

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,05 0,01

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,001 0,013

4. Sandang -0,02 -0,04

5. Kesehatan 0,01 0,05

6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,002 0,001

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan -0,06 0,25

Gambar 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Kendari (2012=100) Desember 2016 (Persen)

(6)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Desember 2016 tercatat deflasi 0,59 persen atau terjadi penurunan indeks dari 126,03 pada November 2016 menjadi 125,29 pada Desember 2016.

Dari sebelas subkelompok bahan makanan, tercatat enam subkelompok diantaranya inflasi dan lima subkelompok tercatat deflasi. Subkelompok yang tercatat inflasi adalah subkelompok daging dan hasil-hasilnya 1,17; telur, susu dan hasil-hasilnya 1,08; kacang-kacangan 0,97; lemak dan minyak 0,96; bumbu-bumbuan 0,56 serta bahan makanan lainnya 0,27. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi adalah sayur-sayuran 3,24; ikan diawetkan 2,32; ikan segar 1,37; buah-buahan 0,18 serta padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,01.

Kelompok ini pada Desember 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,146 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: kangkung 0,047persen; rambe 0,038 persen; tembang 0,035 persen serta tomat sayur 0,031 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada Desember 2016 tercatat inflasi 0,06 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 129,29 pada November 2016 menjadi 129,37 pada Desember 2016.

Semua subkelompok tercatat inflasi pada Desember 2016 yaitu tembakau dan minuman beralkohol 0,12 persen; makanan jadi 0,06 persen serta subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,02 persen.

Kelompok ini pada Desember 2016 keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,007 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu air kemasan 0,006 persen; ayam goreng dan rokok putih 0,002 persen serta rokok kretek filter, kopi bubuk wafer dan biscuit masing-masing 0,001 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Desember 2016 mencatat inflasi sebesar 0,05 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 123,57 pada November 2016 menjadi 123,63 pada Desember 2016.

Dari empat subkelompok, tiga subkelompok tercatat inflasi yaitu subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,46 persen serta subkelompok bahan bakar penerangan dan air 0,07 persen. Sementara subkelompok yang tercatat deflasi yaitu subkelompok perlengkapan rumahtangga 0,04 persen. Subkelompok biaya tempat tinggal tidak mengalami perubahan .

Pada Desember 2016 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,013 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu tarif listrik 0,012 persen; upah pembantu rumahtangga 0,006 persen; seng 0,003 persen serta sabun cream deterjen dan bola lampu masing-masing 0,002 persen.

(7)

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Desember 2016 tercatat deflasi sebesar 0,62 persen atau terjadi penurunan indeks dari 104,03 pada November 2016 menjadi 103,38 pada Desember 2016.

Tiga subkelompok tercatat deflasi pada Desember 2016 yaitu subkelompok sandang wanita 1,15 persen; barang pribadi dan sandang lainnya 0,86 serta sandang laki-laki 0,45 persen. Sementara subkelompok sandang anak-anak tercatat inflasi 0,01 persen.

Kelompok ini pada Desember 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil deflasi sebesar 0,044 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan negatif yaitu baju muslim wanita 0,017 persen; emas perhiasan 0,015 persen; kemeja pendek katun pria 0,008 persen serta celana panjang jeans wanita 0,003 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Desember 2016 tercatat inflasi 1,05 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 120,36 November 2016 menjadi 121,62 pada Desember 2016.

Subkelompok yang tercatat inflasi pada Desember 2016 yaitu subkelompok obat-obatan 3,03 persen serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetik 0,90 persen. Sementara subkelompok jasa kesehatan dan jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan atau relatif stabil.

Kelompok ini pada Desember 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,049 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan positif yaitu obat dengan resep 0,028 persen; pasta gigi 0,012 persen; handbody lotion 0,004 persen serta sabun mandi cair 0,003 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Desember 2016 tercatat inflasi 0,02 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 114,49 pada November 2016 menjadi 114,51 pada Desember 2016.

Subkelompok yang tercatat inflasi adalah subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,05 persen serta rekreasi 0,02 persen. Sementara subkelompok pendidikan, kursus-kursus/pelatihan serta olahraga tidak mengalami perubahan atau relatif stabil.

Kelompok ini pada Desember 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,001 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan positif, yaitu personal computer/desktop 0,001persen dan flash disk 0,0003 persen sedang komoditas yang lain tidak mengalami perubahan.

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Desember 2016 tercatat inflasi 1,21 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 120,23 pada November 2016 menjadi 121,68 pada Desember 2016.

Subkelompok yang tercatat inflasi adalah subkelompok komunikasi dan pengiriman 1,49 persen serta transport 1,25 persen. Sementara subkelompok sarana dan penunjang transpor serta jasa keuangan tidak mengalami perubahan atau relatif stabil.

(8)

Secara keseluruhan kelompok ini pada Desember 2016 memberikan sumbangan inflasi 0,252 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan/andil positif adalah angkutan udara 0,176 persen; tarip pulsa ponsel 0,070 persen serta angkutan antar kota 0,004 persen; bensin 0,002 persen serta telepon seluler 0,004 persen. Sedang komoditas yang lain tidak mengalami perubahan.

(9)

Tabel 3

IHK dan Inflasi Kota Kendari Menurut Kelompok dan Sub Kelompok Bulan Desember 2016 (2012 = 100,00)

No. Kelompok/Sub kelompok IHK Inflasi %

(1) (2) (3)

A U M U M 121,68 0,13

I BAHAN MAKANAN 125,29 -0,59

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 123,12 -0,01

Daging dan Hasil-hasilnya 118,95 1,17

Ikan Segar 125,90 -1,37

Ikan Diawetkan 140,20 -2,32

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 124,94 1,08

Sayur-sayuran 116,13 -3,24

Kacang – kacangan 112,16 0,97

Buah – buahan 118,14 -0,18

Bumbu – bumbuan 158,13 0,56

Lemak dan Minyak 127,02 0,96

Bahan Makanan Lainnya 121,68 0,27

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN TEMBAKAU 129,37 0,06

Makanan Jadi 125,73 0,06

Minuman yang Tidak Beralkohol 119,36 0,02

Tembakau dan Minuman Beralkohol 146,42 0,12

III PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN BAHAN BAKAR 123,63 0,05

Biaya Tempat Tinggal 112,06 0,00

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 162,90 0,07

Perlengkapan Rumahtangga 109,66 -0,04 Penyelenggaraan Rumahtangga 123,20 0,46 IV SANDANG 103,38 -0,62 Sandang Laki-laki 100,56 -0,45 Sandang Wanita 105,62 -1,15 Sandang Anak-anak 115,15 0,01

Barang Pribadi dan Sandang Lain 94,54 -0,86

V KESEHATAN 121,62 1,05

Jasa Kesehatan 114,48 0,00

Obat-obatan 112,79 3,03

Jasa Perawatan Jasmani 118,06 0,00

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 131,15 0,90

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 114,51 0,02

Pendidikan 113,79 0,00

Kursus-kursus / Pelatihan 148,24 0,00

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 106,07 0,05

Rekreasi 111,58 0,02

Olahraga 105,16 0,00

VII TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 121,68 1,21

Transpor 131,32 1,25

Komunikasi Dan Pengiriman 100,14 1,49

Sarana dan Penunjang Transpor 117,96 0,00

(10)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Inflasi Kota Kendari Desember 2016 tercatat 0,13 persen dan tahun kalender (Januari - Desember) 2016 tercatat 3,07 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) tercatat 3,07 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama Desember 2015 tercatat 0,51 persen, tahun kalender (Januari – Desember) 2015 sebesar 1,64 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Desember 2015 terhadap Desember 2014 tercatat 1,64 persen.

Tabel 4

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Tahun ke Tahun, 2014- 2016

Inflasi 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Desember -0,05 3,27 0,51 0,13

2. (Januari - Desember) tahun kalender 5,92 7,40 1,64 3,07

3. Desember terhadap Desember (year on year)

(tahun n) (tahun n-1)

5,92 7,40 1,64 3,07

PERBANDINGAN ANTAR KOTA

Pada Desember 2016 di Kota Kendari tercatat inflasi sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,68. Dari 82 kota IHK 78 kota tercatat inflasi dan 4 kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Lhokseumawe 2,25 persen dengan IHK 124,94 sedang inflasi terendah tercatat di Padangsidempuan dan Tembilahan 0,02 persen dengan IHK masing-masing 125,36 dan 129,89.

Perandingan Antarkota di Pulau Sumatera

Kota-kota IHK diwilayah Pulau Sumatera yang berjumlah 23 kota. Pada Desember 2016, 21 kota tercatat inflasi dan 2 kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Lhokseumawe 2,25 persen dengan IHK 124,94 dan inflasi terendah tercatat di Padangsidempuan danTembilahan 0,02 persen dengan masing-masing IHK 125,36 dan 129,89 (lihat Tabel 5).

(11)

Tabel 5

Perbandingan Indeks dan Inflasi Desember 2016 Kota-Kota di Pulau Sumatera dengan Nasional

(2012=100) K O T A Desember IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1. Meulaboh 125,83 0,31 2. Banda Aceh 119,94 0,71 3. Lhoksemawe 124,94 2,25 4. Sibolga 132,51 0,29 5. Pematang Siantar 132,07 0,54 6. Medan 132,93 0,16 7. Padangsidempuan 125,36 0,02 8. Padang 133,48 0,07 9. Bukittinggi 126,29 -0,57 10. Tembilahan 129,89 0,02 11. Pekanbaru 127,95 0,27 12. Dumai 127,63 0,07 13. Bungo 124,35 -0,11 14. Jambi 127,21 0,36 15. Palembang 124,96 0,67 16. Lubuklinggau 123,81 0,11 17. Bengkulu 135,03 0,14 18. Bandar Lampung 127,31 0,70 19. Metro 134,08 0,13 20. Tanjung Pandan 134,23 0,90 21. Pangkal Pinang 133,40 1,95 22. Batam 126,96 0,26 23. Tanjung Pinang 126,01 0,21 NASIONAL 126,71 0,42

(12)

Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa

Pada Desember 2016 kota-kota IHK di wilayah Pulau Jawa 25 kota tercatat inflasi dan 1 kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Cilegon 0,94 persen dengan IHK 130,99 dan terendah tercatat di Cirebon 0,06 persen dengan IHK 121,16 sedang deflasi tercatat di Tegal 0,09 persen dengan IHK 122,49 (lihat Tabel 6).

Tabel 6

Perbandingan Indeks dan Inflasi Desember 2016 Kota-Kota di Pulau Jawa dengan Nasional

(2012=100) K O T A Desember IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1. DKI Jakarta 126,27 0,27 2. Bogor 126,07 0,16 3. Sukabumi 125,09 0,45 4. Bandung 125,28 0,63 5. Cirebon 121,16 0,06 6. Bekasi 123,07 0,27 7. Depok 124,35 0,18 8. Tasikmalaya 124,43 0,48 9. Cilacap 127,81 0,09 10. Purwokerto 123,23 0,37 11. Kudus 131,20 0,30 12. Surakarta 122,41 0,30 13. Semarang 124,59 0,20 14, Tegal 122,49 -0,09 15. Yogyakarta 123,21 0,35 16. Jember 122,56 0,93 17. Banyuwangi 122,50 0,47 18. Sumenep 123,01 0,53 19. Kediri 122,56 0,36 20. Malang 126,35 0,58 21. Probolinggo 123,08 0,38 22. Madiun 122,74 0,45 23. Surabaya 125,77 0,56 24. Tangerang 133,61 0,66 25. Cilegon 130,99 0,94 26. Serang 133,02 0,12 NASIONAL 126,71 0,42

(13)

Perbandingan Antarkota di Pulau Sulawesi

Pada Desember 2016 kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi 10 kota tercatat inflasi dan 1 kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Palu 1,15 persen dengan IHK 127,09, inflasi terendah tercatat di Kendari 0,13 persen dengan IHK 121,68. Kota yang tercatat deflasi adalah Manado 1,52 persen dengan IHK 125,64 (lihat Tabel 8).

Tabel 8

Perbandingan Indeks dan Inflasi Desember 2016 Kota-Kota di Pulau Sulawesi dengan Nasional

(2012=100) Desember IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1. Manado 125,64 -1,52 2. Palu 127,09 1,15 3. Bulukumba 130,24 0,30 4. Watampone 120,27 0,24 5. Makassar 126,44 0,29 6. Pare-Pare 122,09 0,53 7. Palopo 123,78 0,27 8. Kendari 121,68 0,13 9. Baubau 128,87 0,59 10. Gorontalo 121,78 0,47 11. Mamuju 125,52 0,98 NASIONAL 126,71 0,42

(14)

Perbandingan Antarkota Wilayah Luar Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi

Pada Desember 2016 dari kota-kota IHK di wilayah luar Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi semua tercatat inflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kupang 1,96 persen dengan IHK 129,07 sedang inflasi terendah tercatat di Merauke 0,24 persen dengan IHK 132,12 (lihat Tabel 7).

Tabel 7

Perbandingan Indeks dan Inflasi Desember 2016

Kota-Kota di Luar Pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi dengan Nasional (2012=100) K O T A Desember IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1. Singaraja 135,10 0,63 2. Denpasar 123,10 0,69 3. Mataram 124,29 0,75 4. Bima 129,11 0,26 5. Maumere 121,86 1,65 6. Kupang 129,07 1,96 7. Pontianak 134,80 0,93 8. Singkawang 125,54 0,83 9. Sampit 126,99 1,30 10. Palangkaraya 123,35 1,28 11. Tanjung 127,47 1,02 12. Banjarmasin 126,28 0,82 13. Balikpapan 131,58 1,26 14. Samarinda 128,83 0,87 15. Tarakan 136,60 0,41 16. Ambon 125,85 0,53 17. Tual 140,13 1,70 18. Ternate 130,27 0,32 19. Manokwari 122,35 1,18 20. Sorong 126,84 0,45 21. Merauke 132,12 0,24 22. Jayapura 128,65 1,76 NASIONAL 126,71 0,42

(15)

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara

Email: [email protected] Informasi lebih lanjut hubungi:

Ir. Surianti Toar, MS

Referensi

Dokumen terkait

Pabrik Kediri: Produksi makanan olahan (Nata de coco, jelly, ice bon-bon, lidah buaya, bekicot kaleng, bekicot beku, jagung manis, dan jagung muda).. 17 Juni 2011 16

Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu USU Medan tepat pada waktunya, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan program Strata 1 Program Studi Administrasi Bisnis

Ber- dasarkan nilai keteguhan lentur, secara keseluruh- an BBL 3 lapis yang dibuat dari susunan bilah bambu andong secara tegak dan direkat meng- gunakan perekat

Kantor Urusan Agama Kecamatan Ciomas memiliki tujuan yakni melaksanakan sebagian tugas pokok pemerintahan dalam bidang agama, dimana kantor tersebut berhadapan

Dan karena editor sudah membuat halaman baru dan ingin menambahkannya ke dalam menu maka yang perlu dicentang adalah judul halaman baru tersebut, contohnya

Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dibahas pada bab IV dan V di atas, maka dapat disimpulkan bahawa kemampuan siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 2

Dengan penambahan tersebut, total kapasitas produksi perseroan akan menjadi 425 ton per jam dari sebelumnya 405 ton per jam dari 11 pabrik yang dimiliki.. Perseroan juga

Unit kompetensi ini menggambarkan ruang lingkup pengetahuan, keterampilan serta sikap kerja yang diperlukan untuk membaca dan menterjemahkan gambar kerja dan