P
ada fase grup, Indonesia
mengawalinya dengan kekalahan 2-4 dari tim kuat Asia Tenggara, Thailand. Pada pertandingan kedua, giliran tuan rumah Filipina yang memaksakan skor imbang 2-2. Boaz Solossa dkk lalu bangkit dengan mengalahkan Singapura secara dramatis pada
pertandingan terakhir. Lalu, pada semifinal giliran Vietnam yang dipermalukan.
“Selamat untuk Timnas
Indonesia yang sukses menembus babak final Piala AFF 2016. Terus berprestasi untuk merah putih -Jkw,” kicau orang nomor satu di Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo, melalui akun resmi jejaring sosial Twitter miliknya, @jokowi, pada 7 Desember 2016.
Tidak banyak yang menduga Indonesia bisa melangkah jauh di kompetisi paling bergengsi di
Asia Tenggara tersebut. Bahkan, para pemain ternyata juga tidak menduga bisa tampil di
pertandingan puncak. Sebab, sejak awal, mereka hanya memasang target tampil sebaik-baiknya.
Hasil ini membuat Stefano Lilipaly percaya diri. Gelandang berdarah Belanda ini menegaskan Indonesia punya potensi untuk mengalahkan siapa pun lawan mereka pada laga puncak nanti yang akan berlangsung dua leg, kandang dan tandang.
“Seperti yang kalian (media) lihat, kami bisa mengalahkan siapa pun. Kami sekarang berada di final. Jadi, kami ingin menang di final. Hal terpenting adalah
kami terus bertarung. Kami tahu Vietnam bagus, tapi kami bertahan dengan baik dan kemudian unggul 1-0. Itu sangat baik. Setelah itu, Vietnam makin kuat, tapi pada akhirnya Indonesia lolos,” ujar Lilipaly.
Artinya, para pemain kini harus segera berbenah karena final sudah ada di depan mata. Sejarah mencatat, Indonesia memiliki catatan buruk ketika harus tampil pada final Piala AFF. Tim Garuda sering menjadi runner-up.
“Kaget juga (lolos ke final) karena kemarin kami lolos ke semifinal saja luar biasa, kalau melihat tim-tim di grup kita kayak gitu. Di final pasti lawan kami akan
lebih berat dari sebelumnya. Karena itu, konsentrasi harus kami tambah lagi,” kata
Fachruddin seusai
pertandingan di area Stadion My Dinh, Hanoi. (anda)
Tertatih-tatih sejak awal turnamen, bahkan penuh masalah ketika
masa pembentukan skuad, Timnas Indonesia akhirnya akan tampil di
final Piala AFF 2016. Kemenangan 2-1 dan skor imbang 2-2 atas
Vietnam membuat Tim Merah Putih kembali ke pertandingan puncak
setelah absen pada 2012 dan 2014.
JALAN TERJAL
TIM GARUDA
Keberhasilan lolos ke final Piala AFF 2016
memunculkan kembali euforia yang sempat hilang
akibat sanksi FIFA. Pasalnya, meski jarang juara,
sepak bola di Indonesia sudah menjadi olahraga
yang paling banyak digemari. Tak heran, laga sepak
bola di level klub hingga timnas selalu dibanjiri
penonton. Ribuan orang rela berdesak-desakan
untuk bisa berada langsung di stadion menyaksikan
22 orang bertarung di lapangan memperebutkan
sebuah bola.
TIMNAS INDONESIA
DALAM ANGKA
179
7-1
4
1
37
PERINGKAT FIFA
Peringkat FIFA terbaru Indonesia,
yaitu pada November 2016. Sejarah
mencatat peringkat tertinggi Tim
Garuda adalah 91, yaitu pada
Sep-tember 1998 dan yang terendah
191 pada Juli-Agustus 2016.
PERTANDINGAN
PERDANA
Skor pada pertandingan pertama
Indonesia dengan nama Hindia Belanda,
yaitu versus Jepang pada 13 Mei 1934 di
Manila. Dengan nama Indonesia, laga
pertama berlangsung 5 Maret 1951 di
New Delhi melawan India. Indonesia
kalah 0-3.
PIALA ASIA
Penampilan Indonesia di Piala
Asia. Debut Tim Garuda pada
kompetisi antarnegara paling
bergengsi di Benua Kuning itu
terjadi pada 1996. Setelah itu,
Indonesia ikut pada 2000,
2004, 2007.
PIALA DUNIA
Keikutsertaan Indonesia di Piala
Dunia. Kejadian itu ada pada
1938 ketika kompetisi digelar di
Prancis. Namun, pada masa
tersebut Indonesia masih
menggunakan nama Hindia
Belanda dengan materi pemain
campuran orang Belanda dan
pribumi.
TOP SKOR
Jumlah terbanyak pemain Indonesia yang pernah mencetak
gol bagi timnas. Orang yang dimaksud adalah Bambang
Pamungkas. BP juga menjadi pengoleksi caps terbanyak
dengan 85.
Sumber: Daily Mail, Soccerway, The Guardian, BBC Sport.
Menghadapi Tottenham Hotspur, kondisi Manchester
United tidak terlalu bagus. Selain hasil laga yang
mengecewakan, tenaga mereka juga terkuras karena
bermain di Liga Europa. Karena itu, banyak yang
menyarankan agar Jose Mourinho menampilkan
kembali Bastian Schweinsteiger. Gelandang asal
Jerman itu menuai pujian saat
tampil untuk pertama
kalinya membela United,
yaitu pada Piala Liga
Inggris kontra West
Ham United,
30 November 2016.
Schweini tampil sebagai
pemain pengganti pada
menit ke-86 dalam laga
yang dimenangkan
United 4-1.
SAATNYA
SCHWEINI BERMAIN
MICHAEL CARRICK
“Kembalinya Schweini mendapatkan sambutan yang luar
biasa. Fans merindukan dia. Orang-orang ingin melihat
dia bermain di lapangan lagi. Saya senang karena dia
adalah pemain penting. Dia seorang juara yang memliki
mentalitas pantang menyerah. Saya harap dia akan terus
mendapatkan kesempatan bermain.”
ZLATAN IBRAHIMOVIC
“Saya senang melihat Schweini kembali ke lapangan. Ini
situasi yang tidak mudah baginya. Dia telah bekerja keras.
Dia terus bersabar. Hal itu tentu saja tidak mudah tanpa
mentalitas yang baik. Saya yakin dia akan bisa membantu
kami melewati masa-masa sulit jika terus diberi
kesempatan bermain.”
HENRIKH MKHITARYAN
“Kami belum menyerah di Premier League. Kami tidak
pernah mengatakan telah keluar dari persaingan. Masih
banyak laga yang harus dijalani dan kami akan melakukan
yang terbaik agar bisa finish di posisi empat besar. Kami
masih masuk dalam persaingan. Karena itu, kami
membutuhkan semua pemain
kami. Saya senang ketika
pelatih memberi
Schweini kesempatan
bermain. Semoga dia
terus bermain
bagus.”
PAUL POGBA
“Saya mengenal Schweini sebagai pemain yang
memiliki mental baja. Dia juara sejati. Dia
telah membuktikannya bersama Jerman dan
klub lamanya (Bayern Muenchen). Saya harap
pelatih mempertimbangkan memainkan dia
untuk membantu klub ini kembali ke jalan
yang benar.”
GNÉGNÉRI YAYA TOURÉ lahir 13 Mei 1983. Gelandang Timnas Pantai Gading itu saat ini membela Manchester City. Musim lalu dia adalah salah satu pemain kunci The Citizens. Namun, saat Josep Guardiola mengambil alih tongkat kepelatihan, nama Toure justru dicoret. Karena itu, saat 10 Desember 2016 City bertemu Leicester City, banyak yang meminta Toure dimainkan. Pasalnya, City sedang membutuhkan poin agar bisa bersaing dengan Chelsea, Arsenal, serta Liverpool.
TRAGEDI SUPERGA
Kejadian : 4 Mei 1949
Lokasi
: Torino, Italia
Korban : 31 orang (27 penumpang,
4 awak kabin)
Penumpang pesawat adalah para pemain
Torino FC. Akibat cuaca buruk, pesawat
menabrak bukit tempat Basilica Superga
berada. Tragedi itu menjadi duka seluruh
Italia karena pada masa tersebut Il Toro
memiliki julukan Il Grande Torino.
Mereka adalah klub terbaik Italia.
Bahkan, 7 pemain Gli Azzurri berasal
dari Torino. Salah satunya maskot dan
kapten tim, Valentino Mazzola. Dia ayah
dari legenda Internazionale Milano,
Sandro Mazzola.
TREAGEDI MUENCHEN
Kejadian : 6 Februari 1958
Lokasi
: Muenchen, Jerman
Korban : 23 meninggal, 21 selamat
Penumpang pesawat adalah skuad Manchester United yang
saat itu dikenal sebagai The Busby Babes. Pesawat itu gagal
lepas landas di Bandara Muenchen akibat cuaca buruk. Saat itu,
United dalam perjalan pulang ke Inggris setelah bertanding
melawan Red Star Belgrade. Salah satu korban selamat adalah
Sir Bobby Charlton, yang pada 1966 membantu Inggris juara
Piala Dunia.
TRAGEDI ALIANZA LIMA
Kejadian : 8 Desember 1987
Lokasi
: Ventanilla, Peru
Korban : 43 orang meninggal,
1 selamat (pilot)
TRAGEDI TIMNAS ZAMBIA
Kejadian : 27 April 1993
Lokasi
: lepas pantai Gabon
Korban : 30 orang meninggal
(25 penumpang,
5 awak kabin)
TRAGEDI DNIPRODZERZHYNSK
Kejadian : 11 Agustus 1979
Lokasi
: Dniprodzerzhynsk, Ukraina
Korban : 178 orang meninggal
Penumpang pesawat adalah 17 pemain dan staf Pakhtakor Tashkent (Uzbekistan). Ini adalah
tabrakan pesawat komersial di udara yang melibatkan Tupolev Tu-134AK, nomor registrasi
CCCP-65735, tujuan Donetsk–Minsk dengan Tupolev Tu-134A, nomor registrasi
СССР-65816, tujuan Chelyabinsk–Voronezh–Kishinev. Akibat tragedi itu, Pakhtakor tidak lagi
memiliki pemain untuk menyelesaikan kompetisi.
Penumpang pesawat carteran Fokker F27-400M milik Angkatan
Laut Peru adalah skuad klub elite Liga Peru, Alianza Lima.
Mereka baru kembali dari pertandingan tandang melawan
Deportivo Pucallpa (Alianza unggul 1-0). Malang bagi mereka
karena 12 km sebelum mendarat pesawat menghujam ke
Samudera Pasifik.
Penumpang pesawat adalah 18 pemain
Zambia yang bertanding melawan
Senegal di Dakar pada pertandingan
Kualifikasi Piala Dunia 1994 Zona
Afrika. Pesawat milik Angkatan Udara
Zambia itu sebenarnya berencana
mengisi bahan bakar di tiga tempat:
Brazzaville (Kongo), Libreville (Gabon),
dan Abidjan (Pantai Gading). Sayang,
akibat kerusakan mesin, pesawat terjun
bebas ke laut hanya beberapa menit
sebelum tiba di Libreville. Uniknya,
19 tahun setelah tragedi itu, Zambia
menjadi juara Piala Afrika yang digelar
di Gabon.
KECELAKAAN PESAWAT
DI SEPAK BOLA
Akhir bulan lalu ditutup dengan berita
mengejutkan dari Amerika Selatan.
Rombongan pemain dari klub anggota Liga
Brasil, Chapecoense, yang akan menghadapi
Leg I Final Copa Sudamericana versus
Atletico Nacional de Medellin dari
Kolombia mengalami kecelakaan. Pesawat
sewaan milik salah satu maskapai dari
Bolivia itu mengangkut 77 orang yang terdiri
dari skuad Chape, reporter, serta 9 awak
kabin. Akibatnya, 72 orang meninggal dan
5 lainnya selamat dalam kondisi kritis.
Sumber: Football Italia.
S
iapakah Locatelli? Dia adalah wakil kapten Milan Primavera saat dilatih Cristian Brocchi. Turnamen uji coba Trofeo San Nicola 2015, yang juga diikuti Internazionale Milano dan AC Bari, menjadi
kesempatan
perdana Locatelli membela tim senior I Rossoneri. Dia tidak menyia-nyikan kesempatan emas tersebut.
“Saya mengapresiasi kualitas Locatelli. Saya ingin melihatnya. Ajang ini adalah kesempatan pertamanya. Dia sedikit malu. Dia
perlu lebih sering
mengalirkan bola secara vertikal. Namun, saya menyukainya. Dia tampil
bagus,” ujar pelatih Milan saat itu, Sinisa Mihajlovic.
Kapala tim pemandu bakat I Rossoneri, Mauro Bianchessi, bahkan dengan tegas menyebut Locatelli sebagai hasil persilangan Pirlo dan Montolivo. Komentar Bianchessi didasarkan pada gaya permainan Locatelli di lapangan tengah. Sama seperti Pirlo dan Montolivo, dia dalah sutradara di lapangan tengah Milan.
“Saya rasa Locatelli bisa menjadi kapten
masa depan Milan. Dia memiliki masa depan yang sangat cerah. Menurut pengamatan pribadi saya, gayanya bermain
mengingatkan orang pada pada Pirlo. Saya rasa dia juga seperti Montolivo,” kata Bianchessi.
Jika tidak ada hambatan berarti, Locatelli kemungkinan besar bermain ketika Milan menghadapi AS Roma di Stadio Olimpico, Roma, 12 Desember 2016. Ini pertandingan penting karena Milan dan Roma sama-sama membayangi Juventus. Dengan 32 poin, keduanya tertinggal 4 poin dari sang juara bertahan Serie A tersebut.
(anda)
Manuel Locatelli musim ini menjadi pembicaraan di Italia. Gol ke
gawang Juventus pada 22 Oktober 2016 membuat pemuda
kelahiran 8 Januari 1988 ini menjadi pemain yang diprediksi akan
menjadi masa depan AC Milan. Banyak yang menyebut dirinya
sebagai hasil kloning Andrea Pirlo dan Riccardo Montolivo.
DANIELE DE ROSSI lahir 24 Juli 1983. Gelandang Timnas Italia itu adalah wakil kapten AS Roma ketika Francesco Totti berhalangan hadir. Dalam dua musim terakhir peran De Rossi semakin vital karena Totti lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan. Karena itu, saat 12 Desember 2016 Roma menjamu
AC Milan di Stadio Olimpico, Roma, De Rossi akan menjadi salah satu pemain kunci guna mendapatkan 3 poin pada pertandingan yang diprediksi ketat itu.
Sumber: BWF World Super Series.
P
ada nomor ganda campuran, Indonesia meloloskan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto. duet Tontowi/Liliyana berada di posisi 5, sedangkan Praveen/ Debby menempati posisi 6. Peringkat teratas ditempati pasangan terbaik Korea Selatan: Ko Sung-hyun/Kim Ha-na.
Untuk nomor ganda putra, Indonesia juga layak berbangga
hati dengan meloloskan dua pasangan, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi. Kevin/Marcus bercokol di peringkat 4,
sedangkan Angga/Ricky satu tingkat ada dibawahnya. Untuk posisi teratas ditempati pasangan Jepang: Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.
Kegemilangan sektor ganda
berlanjut ke nomor ganda putri. Indonesia juga punya wakil pada sektor ini melalui Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Keduanya ada di peringkat 6. Untuk posisi paling puncak ditempati pasangan putri terbaik Jepang: Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dari Jepang.
Sayang, kegemilangan para pemain ganda tidak terjadi di sektor tunggal. Indonesia gagal meloloskan satu pun wakil pada nomor tunggal putra maupun putri. Untuk tunggal putri, Tai Tzu Ying dari Taiwan menjadi unggulan utama diikuti Akane Yamaguchi (Jepang). Sementara pada tunggal
putra, Jan O Jorgensen (Denmark) ada di atas diikuti Son Wan-ho (Korea Selatan). Ada lagi Chen Long (China) yang mendapatkan wild card sebagai juara Olimpiade Rio de Janeiro.
Sialnya, kabar terbaru menyebut Greysia/Nitya
dipastikan absen. Pasangan peraih emas Asian Games 2014 itu mundur karena Nitya harus menjalani operasi pemulihan cedera lutut kanan.
“Cedera tidak juga membaik sehingga opsi operasi diambil dengan harapan kondisi Nitya akan jauh lebih baik setelahnya,” ujar Eng Hiang. (anda)
Turnamen terakhir dalam kalender BWF World Super Series akan
digelar Hamdan Sports Complex, Dubai, 14-18 Desember 2016. Pada
ajang dengan total hadiah USD1 juta (Rp13,5 miliar) itu, Indonesia
sebenarnya mengirimkan 5 wakil dari dari tiga nomor ganda.
Batal Tampil
KARENA NITYA CEDERA
Sumber: BBC Sport.
S
ebelum bertanding di hari terakhir, Argentina sebenarnya tertinggal 1-2. Namun, Del Potro dan Federico Delbonis menjadi pahlawan
kemenangan tim asal Amerika Selatan itu setelah memenangi
pertempuran di nomor tunggal. Tanpa ragu sedikit pun mereka bisa mengatasi tekanan
pendukung Kroasia yang memadati arena pertempuran.
“Kami melakukan apa yang bisa kami lakukan. Kita bisa kalah, tapi dua petenis ini tampil
menakjubkan hari ini. Del Potro memenangkan pertandingan luar biasa dan Delbonis memainkan pertandingan terbaik dalam
hidupnya. Saya bermimpi banyak untuk mendapatkan
ini. Saya pikir kami layak mendapatkannya,” kata kapten tim Argentina,
Daniel Orsanic.
Faktanya, Del Potro
harus bekerja keras saat menghadapi Marin Cilic. Beruntung, fisiknya lebih bagus ketimbang petenis tuan rumah setelah bermain lima set dan meraih kemenangan 6-7, 2-6, 7-5, 6-4, 6-3. Hebatnya, Del Potro meraih dua set terakhir atau membalikan keadaan menjadi yang pertama dalam karier.
Sebaliknya bagi Cilic, ini
menjadi ketiga kalinya melepaskan keunggulan pada tahun ini.
Sebelumnya, dia juga kalah dari Jack Sock di Piala Davis dan Roger Federer di perempat final
Wimbledon. “Ini pertandingan yang emosional, melelahkan, dan salah satu kemenangan terbesar dalam karier saya. Terima kasih kepada semua orang yang meminta saya untuk menunda pensiun” ucap Del Potro.
Bukan hanya Del Potro. Delbonis juga menuai pujian. Dia turun pada partai terakhir dan berhasil menyelesaikan tugas berat dengan menyingkirkan Ivo Karlovic 6-3, 6-4, 6-2.
Keberhasilan itu membuat fans Argentina merayakan dengan penuh sukacita. Sebab, gelar ini sudah sangat ditunggu setelah empat final sebelumnya (1981, 2006, 2008, 2011) selalu kandas.
Sementara bagi Kroasia, hasil ini mengecewakan. Selain kandas di depan pendukung, mereka juga gagal mempertahankan keungulan. Bahkan, Cilic mengakui kekalahan ini merupakan yang terburuk selama kariernya. Kegagalan ini membuat Kroasia gagal mengulang sukses 2005.
“Sulit untuk kalah di pertandingan yang penting ini. Setelah kalah pada set ketiga, saya tampak yakin bisa menang dan melihat dia (Del Potro) lelah. Saya mulai mendorong terlalu keras dan menyerahan kesempatan untuk comeback,” ucap Cilic.
(anda)
Kehadiran Diego Maradona di Zagreb Arena, Zagreb, pada final Piala
Davis 2016 ternyata mampu menaikkan semangat tempur para petenis
terbaik Argentina saat bersua kontra Kroasia. Hasilnya, secara dramatis,
Juan Martin del Potro dkk sukses mengalahkan tuan rumah 3-2.
PERSEMBAHAN
UNTUK NEGARA
JUAN MARTIN DEL POTRO
ika melihat ke klasemen sementara, La Vecchia Signora tentu saja lebih diunggulkan. Juventus kini kokoh di puncak, sedangkan Il Toro terseok-seok di papan tengah. Dalam 21 pertemuan terkini, Torino FC juga hanya mampu menang 1 kali dan 4 kali memaksakan skor imbang. Sisanya, menjadi milik Juventus.
Meski Juventus
diunggulkan, bukan berarti tensi dingin tercipta. Pasalnya, sejarah Derby della Mole menunjukkan hal menarik. Posisi di klasemen tidak pernah bisa diprediksi. Stadion akan selalu penuh dan para pemain kedua kubu sangat bersemangat menyongsong pertandingan. Contohnya terlihat pada Serie A 2001/2002. Ketika Torino FC berstatus tuan rumah, muncul kejadian yang berada di luar dugaan. Pada pertandingan itu Juventus unggul 1-0 dulu lewat
David Trezeguet. Lalu, Marco Ferrante menyamakan
kedudukan pada babak kedua. Dia merayakan gol dengan meletakkan dua jari telunjuk di kepala seolah-olah banteng yang mengamuk (banteng adalah simbol Torino FC). Gol Ferrante membuat tuan rumah bergairah karena gol kedua muncul lewat Benoit Cauet. Il Toro unggul 2-1 dan suporter dilanda euforia.
Saat Torino FC sudah merasa mendapatkan 3 poin, Juventus bangkit. Lewat Enzo Maresca di injury time, skor akhirnya 2-2. Fans Torino FC kecewa. Mereka semakin marah karena menganggap Maresca melakukan
penghinaan dengan meniru selebrasi gol Ferrante. Kemarahan berlanjut karena beberapa hari kemudian Maresca mendapatkan ancaman pembunuhan. Karena takut, pada akhirnya dia meminta maaf.
Kasus Maresca itu membuktikan Derby della Mole bukan pertandingan biasa. Juventus boleh saja
menyandang status klub terbaik Italia dengan sejumlah gelar Serie A dan Eropa. Namun, ketika bertanding melawan Torino FC, atmosfernya akan berbeda. Bisa dipastikan laga akan berlangsung ketat dengan perkelahian antarpemain bisa meletus sewaktu-waktu.
(anda)
FITRIANDI, IGN ADE GUNAWAN
REDAKSI
ANDRI, IWAN
PENERBIT
PT. GORILA
ALAMAT
GEDUNG GRAHA ANTERO LT. 5, JL. TOMANG RAYA NO 27,
JAKARTA
IKLAN
021-56958919, 021-5635574
Skor Derby della
Mole perdana.
Kemenangan untuk
Torino FC itu tercipta
pada 10 Januari
1909, yaitu pada La
Prima Categoria
Campionato Italiano
di Calcio 1907
(sekarang Serie A).
3-2
Pertemuan Juventus dengan
Torino FC atau yang terkenal
dengan istilah Derby della Mole
selalu menghadirkan atmosfer
panas, tidak terkecuali musim
ini. Menurut jadwal, keduanya
akan bertemu di Stadio
Olimpico Grande Torino pada
11 Desember 2016.
J
Sumber: Daily Mail.
SELALU
PANAS
Sumber: Forza Italian Football, Sky Sports Italia.