• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bayu Setyatmoko (Administrator LPSE Pemkab Pati) Rakornas ke 8 LPSE Nasional di Jakarta Hotel Grand Cempaka, 10 Nopember 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bayu Setyatmoko (Administrator LPSE Pemkab Pati) Rakornas ke 8 LPSE Nasional di Jakarta Hotel Grand Cempaka, 10 Nopember 2012"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

Sharing Info Bandwidth

Sharing Info Bandwidth

LPSE

LPSE Pati

Pati ke

ke Publik

Publik

Bayu Setyatmoko (Administrator LPSE Pemkab Pati) Rakornas ke 8 LPSE Nasional di Jakarta Hotel Grand Cempaka, 10 Nopember 2012

(2)

“Building Trust”

Through Transparency

Through Transparency

(3)

Profil Singkat

Profil Singkat

LPSE Pemkab Pati

LPSE Pemkab Pati

(4)

Sekilas Info LPSE Pemkab Pati Sekilas Info LPSE Pemkab Pati

• LPSE Pati pada awal implementasinya memakai SPSE versi 3.2.5 dengan status agregasi aktif.

• LPSE Pati terdaftar secara resmi di Inaproc LKPP pada tanggal 19 Maret 2012.

• LPSE Pati sudah melelangkan sebanyak 246 paket (data terakhir tanggal 10 Nopember 2012).

terakhir tanggal 10 Nopember 2012).

• LPSE Pati terbentuk secara resmi berdasarkan SK Bupati Pati Nomor 048/040/2012.

Sumber :

http://lpsepati.jvnix.com/files/SK_Tim_LPSE_Pati_Th2012.pdf http://inaproc.lkpp.go.id/agregasi

(5)

Struktur Organisasi LPSE Pemkab Pati (1) Struktur Organisasi LPSE Pemkab Pati (1)

(6)

Struktur Organisasi LPSE Pemkab Pati (2) Struktur Organisasi LPSE Pemkab Pati (2)

1. Anggota Tim Sekretariat

Suharyadi (Staff Bagian Pembangunan Setda Pati)

Aris Amin Prasetyanti (Staff Bagian Pembangunan Setda Pati) Ahmad Legiyanto (Staff Bagian Pembangunan Setda Pati)

2. Anggota Tim Administrator

Arif Ariyanto, SKom (Staff Bagian Orpeg Setda Pati) Haris Mufti, Amd (Staff Dishubkominfo Pemkab Pati) Haris Mufti, Amd (Staff Dishubkominfo Pemkab Pati)

3. Anggota Tim Helpdesk

Irvan Vikadi, S.IP (Staff Bagian Humas Setda Pati)

Teguh Setiawan, SH (Staff Bagian Pembangunan Setda Pati) Biyanto Pamungkas, Amd (Staff Bagian Orpeg Setda Pati)

4. Anggota Tim Verifikator

Dwi Setyo Pebrianto, ST (Staff Bagian Pembangunan Setda Pati) Esti Widodo, SE (Staff DPPKAD Pemkab Pati)

(7)
(8)

Penjelasan Halaman “Kontak Kami” LPSE Pati Penjelasan Halaman “Kontak Kami” LPSE Pati

• Halaman “kontak kami “ website resmi LPSE Pati

(www.lpsepatikab.org) berisi mengenai alamat kantor, nomor telp/fax kantor, alamat email, nama serta nomor hp kontak person pengelola LPSE.

• Info kecepatan akses ke website LPSE Pati (waktu yang dibutuhkan untuk upload / download file) di sekretariat dibutuhkan untuk upload / download file) di sekretariat LPSE Pati, baik melalui LAN atau WLAN (hotspot setda pati). Karena trafik ke Internet dipisahkan dari trafik LAN / WLAN maka akses ke website selain LPSE Pati tidak secepat akses ke website LPSE Pati.

• URL / internet address website yang berisi info terbaru mengenai LPSE Pati (info gangguan, infrastruktur,

agenda maintenance server, trafik internet ISP dan trafik server produksi, dll).

(9)

Infrastruktur

Infrastruktur

LPSE Pemkab Pati

LPSE Pemkab Pati

(10)
(11)

Spesifikasi Teknis Server dan Router Spesifikasi Teknis Server dan Router

Server Produksi LPSE Pati Vendor : IBM Server X3500 M3

Processor : Intel Xeon E5645 12MB L3 Cache 6Core 2.4 GHz Memory : 2 x 4GB (Total 8GB)

Harddisk : 168 GB

PC Latihan LPSE Pati

Intel Core i3, Memory 4GB, Harddisk 500GB Router LPSE Pati

Router LPSE Pati

Vendor : Mikrotik RB 1100AH

Port :13 x Gigabit LAN (10/100/1000) Backup Power Supply

Vendor : UPS Eaton ENV 800H 2000W Backup Time : 45 Minute

ISP LPSE Pati

Vendor : IconPlus PLN Bandwidth : 1 MB (1:1)

(12)

Skema

Skema KonfigurasiKonfigurasi

Internet Corporate ICON+ Internet Corporate ICON+

(13)
(14)

Informasi Gangguan

Informasi Gangguan

LPSE Pemkab Pati

LPSE Pemkab Pati

(15)
(16)

Penjelasan Halaman “Info Gangguan” LPSE Pati Penjelasan Halaman “Info Gangguan” LPSE Pati

Saat terjadi gangguan (misal: kabel fiber optic isp putus) maka perlu kita cek dahulu kondisi peralatan jaringan kita (misal: kabel LAN

putus, ping server ke pc client, dll).

Jika kondisi jaringan lokal tidak ada masalah, baru kita cek kondisi trafik MRTG dari ISP (capture gambar grafik MRTG ISP inilah yang kita jadikan dasar permintaan berita acara gangguan dari ISP). Saat trafik dalam kondisi zero (kondisi tanpa trafik adalah tidak mungkin, karena minimal ada trafik ping / icmp dari router kita ke router ISP) karena minimal ada trafik ping / icmp dari router kita ke router ISP) artinya ada masalah di pihak ISP. Tahap selanjutnya kita telpon & email ISP untuk menanyakan penyebab terjadinya gangguan serta estimasi waktu penyelesaian.

Informasi inilah yang kita tampilkan di halaman “Info Gangguan” LPSE Pati (www.lpsepatikab.org/infolpse) sehinggga pihak panitia dan penyedia bisa tahu kondisi gangguan yang terjadi di LPSE Pati. Informasi gangguan bisa tampil, karena pengelolaan domain

lpsepatikab.org ditangani 100% oleh SDM PNS Pemkab Pati

(17)
(18)

Tampilan Berita Acara Gangguan dari ISP Icon+ PLN Tampilan Berita Acara Gangguan dari ISP Icon+ PLN

(19)

Monitoring Server Down

Monitoring Server Down

LPSE Pemkab Pati

LPSE Pemkab Pati

(20)

Monitoring Server Down dengan SiteUptime.com Monitoring Server Down dengan SiteUptime.com

(21)

Penjelasan Monitoring dengan SiteUptime.com Penjelasan Monitoring dengan SiteUptime.com

Kita mengetahui informasi bahwa server kita tidak dapat diakses (baik karena mati listrik, putus kabel fiber optik, domain lpse tidak bisa diakses, overload aplikasi java tomcat, dll) setelah mendapatkan “keluhan” dari panitia atau penyedia.

Jika kita bisa mendeteksi dini kondisi server lpse kita, maka akan dapat mengurangi banyaknya “keluhan”.

Salah satu cara mendeteksi dini kondisi website lpse kita apakah dapat diakses atau tidak yaitu dengan memakai layanan “siteuptime.com” yang akan memberi peringatan melalui email. Sayangnya peringatan melalui sms adalah layanan yang berbayar.

Sumber :

(22)

Monitoring Server Down dengan Aplikasi “HTTPMon” Monitoring Server Down dengan Aplikasi “HTTPMon”

(23)

Penjelasan Monitoring dengan “HTTPMon” Penjelasan Monitoring dengan “HTTPMon”

Salah satu aplikasi opensource untuk mendeteksi kondisi server kita yang tersedia secara “free” di Android Market adalah aplikasi “HTTPMon”.

Kelebihan aplikasi android “HTTPMon” adalah fasilitas

peringatan melalui sms ke HP kita, saat ada indikasi bahwa server / domain LPSE kita tidak bisa diakses.

Hasil percobaan penulis saat menjalankan aplikasi ini Hasil percobaan penulis saat menjalankan aplikasi ini (dengan periode pengecekan 30 menit) menghabiskan kuota pulsa HP sebesar 300MB per bulannnya (sekitar 10MB per harinya).

Sumber :

(24)

Sharing Info Bandwidth ke Publik

Sharing Info Bandwidth ke Publik

LPSE Pemkab Pati

LPSE Pemkab Pati

(25)

Trafik Internet LPSE Pati (http://isplpse.jvnix.com) Trafik Internet LPSE Pati (http://isplpse.jvnix.com)

(26)

Trafik Server LPSE Pati (http://svrlpse.jvnix.com) Trafik Server LPSE Pati (http://svrlpse.jvnix.com)

(27)

Penjelasan Sharing Trafik Internet & Server LPSE Pati Penjelasan Sharing Trafik Internet & Server LPSE Pati

Gambar screenshoot trafik internet lpse pati dan trafik server lpse pati diambil pada saat yang bersamaan (hari jumat

tanggal 9 Nopember 2012 pukul 14:51:47).

Jika kita analisa data kita (lihat pada sumbu horizontal /

sumbu waktu yang diberi “tanda warna merah”) maka pada saat sekitar pukul 11:00 siang ada trafik yang keluar dari server (kemungkinan trafik download data oleh penyedia / panitia / pemakai internet di sekretariat LPSE Pati) dengan kecepatan sekitar 225 Kbps.

kecepatan sekitar 225 Kbps.

Sedangkan pada pukul 12:00 siang, trafik tidak ada yang masuk / keluar server LPSE Pati. Jadi ini murni trafik dari pemakai internet di sekretariat LPSE Pati.

Adanya informasi real time trafik lpse yang di share ke publik, akan meningkatkan peluang keberhasilan upload data

penyedia dan dapat menghapuskan rasa curiga dari penyedia bahwa mereka dicurangi oleh pengelola lpse.

Sumber :

(28)

Penyedia Upload File Penawaran via Internet Penyedia Upload File Penawaran via Internet

(Upload File 100MB Butuh Waktu 30 menit) (Upload File 100MB Butuh Waktu 30 menit)

Catatan:

Bandwidth ISP Sebesar 1MBps (1:1) dipakai penuh oleh Penyedia, karena tidak ada pemakai internet di sekretariat LPSE Pati (kejadian rabu 30 mei 2012 pukul 07:00 pagi).

(29)

Panitia Download File RHS via LAN Panitia Download File RHS via LAN

(Download File 500MB Butuh Waktu 10 menit) (Download File 500MB Butuh Waktu 10 menit)

Catatan:

Bandwidth LAN Sebesar 10MBps dipakai penuh oleh

Panitia, karena router memisahkan antara trafik ke internet dan server (kejadian rabu 30 mei 2012 pukul 12:00 siang).

(30)

Pemisahan Trafik LAN

Pemisahan Trafik LAN -

- Internet

Internet

Serta Sharing Info Bandwith

Serta Sharing Info Bandwith

Serta Sharing Info Bandwith

Serta Sharing Info Bandwith

LPSE Pemkab Pati

LPSE Pemkab Pati

(31)

Pendahuluan Bandwith Management LPSE Pati

• Management bandwidth yang digunakan oleh LPSE Pati saat ini adalah memakai Router MikroTik. Namun prinsip rule-rule yang digunakan bisa diadaptasi ke router yang lain, sebab MikroTik Router O/S sendiri diturunkan dari O/S Linux Debian (memakai iptabel untuk definisi rule-rule firewallnya).

• Selain memakai router hardware kita dapat membuat sendiri router software. Yang cukup powerfull adalah memakai O/S OpenBSD (memakai pf untuk definisi rule-rule firewallnya). O/S OpenBSD (memakai pf untuk definisi rule-rule firewallnya). O/S OpenBSD sudah menerapkan konsep “exploit mitigation” yang digagas oleh Theo de Raadt (cuplikan presentasi lihat di lampiran).

• Sedangkan untuk sharing info bandwith pada mikrotik sudah

tersedia fungsi graphing yang dapat langsung kita aktifkan. Selain itu kita dapat juga menambahkan software monitoring seperti

MRTG, cacti, nagios, munin, dsb. Sumber:

(32)

/interface ethernet

• set 2 arp=enabled auto-negotiation=yes

bandwidth=unlimited/unlimited comment="Port GW

IconPlus LPSE" disabled=no full-duplex=yes l2mtu=1598 mac-address=00:0A:0B:0C:0D:0E master-port=none

mtu=1500 name=ispLPSE speed=1Gbps • set 4 arp=enabled auto-negotiation=yes

bandwidth=unlimited/unlimited comment="Port LAN" bandwidth=unlimited/unlimited comment="Port LAN"

disabled=no full-duplex=yes l2mtu=1598 mac-address= 00:0B:0C:0D:0E:0F master-port=none mtu=1500

name=LAN speed=1Gbps

• set 8 arp=enabled auto-negotiation=yes

bandwidth=unlimited/unlimited comment="Port LPSE” disabled=no full-duplex=yes l2mtu=1598

mac-address=00:0C:0D:0E:0F:0G master-port=none mtu=1500

(33)

/ip address

• add address=202.xxx.xxx.bb/yy comment="Port GW IconPlus LPSE" disabled=no interface=ispLPSE

network=202.xxx.xxx.aa

• add address=202.xxx.xxx.cc/yy disabled=no

interface=ispLPSE network=202.xxx.xxx.aa

• add address=192.168.1.1/24 comment="Port LAN” • add address=192.168.1.1/24 comment="Port LAN”

disabled=no interface=LAN network=192.168.1.0

• add address=192.168.99.1/30 comment="Port LPSE" disabled=no interface=svrLPSE network=192.168.99.0

(34)

/ip dns

• set allow-remote-requests=yes max-ttl=1w cache-size=2048KiB max-udp-packet-size=512 servers=

202.162.220.220, 202.162.220.110

/ip dns static

/ip dns static

• add address=192.168.99.2 disabled=no

name=lpsepatikab.org ttl=1d

• add address=192.168.99.2 disabled=no

(35)

/ip pool

• add name=pool_LAN ranges=192.168.1.2-192.168.1.200

/ip dhcp-server

• add address-pool=pool_LAN • add address-pool=pool_LAN authoritative=after-2sec-delay bootp-support=static disabled=no interface=LAN lease-time=1h name=dhcpLAN

(36)

/ip route

• add check-gateway=ping disabled=no distance=1 dst-address=0.0.0.0/0 gateway=202.xxx.xxx.bb scope=30 target-scope=10

/ip firewall nat

/ip firewall nat

• add action=masquerade chain=srcnat comment="Masq LAN" disabled=no src-address=192.168.1.0/24

• add action=dst-nat chain=dstnat

comment=Redirect_lpsepatikab.org disabled=no dst-address=202.xxx.xxx.bb to-addresses=192.168.99.2 • add action=src-nat chain=srcnat

comment=Src_NAT_lpsepatikab.org disabled=no src-address=192.168.99.2 to-addresses=202.xxx.xxx.bb

(37)

/ip firewall mangle (1)

• add action=mark-connection chain=prerouting

comment=pkt_LAN disabled=no in-interface=LAN

new-connection-mark=conn_LAN_up passthrough=yes

• add action=mark-connection chain=postrouting disabled=no

new-connection-mark=conn_LAN_down out-interface=LAN passthrough=yes

interface=LAN passthrough=yes

• add action=mark-packet chain=prerouting

connection-mark=conn_LAN_up disabled=no new-packet-mark=pkt_LAN_up passthrough=no

• add action=mark-packet chain=postrouting

connection-mark=conn_LAN_down disabled=no new-packet-mark=pkt_LAN_down passthrough=no

(38)

/ip firewall mangle (2)

• add action=mark-connection chain=prerouting

comment=pkt_LPSE disabled=no in-interface=svrLPSE

new-connection-mark=conn_LPSE_up passthrough=yes

• add action=mark-connection chain=postrouting disabled=no

new-connection-mark=conn_LPSE_down out-interface=svrLPSE passthrough=yes

• add action=mark-packet chain=prerouting

connection-mark=conn_LPSE_up disabled=no new-packet-mark=pkt_LPSE_up passthrough=no

• add action=mark-packet chain=postrouting

connection-mark=conn_LPSE_down disabled=no new-packet-mark=pkt_LPSE_down passthrough=no

(39)

/queue type

• add kind=pcq name=pcq_up burst-rate=0

pcq-burst-threshold=0 pcq-burst-time=10s pcq-classifier=src-address pcq-dst-pcq-classifier=src-address-mask=32 pcq-dst-pcq-classifier=src-address6- pcq-dst-address6-mask=64 pcq-limit=50 pcq-rate=0 pcq-src-address-mask=32 pcq-src-address6-mask=64

pcq-total-limit=2000 limit=2000

• add kind=pcq name=pcq_down burst-rate=0 pcq-burst-threshold=0 pcq-burst-time=10s pcq-classifier=dst-address pcq-dst-pcq-classifier=dst-address-mask=32 pcq-dst-pcq-classifier=dst-address6- pcq-dst-address6-mask=64 pcq-limit=50 pcq-rate=0 pcq-src-address-mask=32 pcq-src-address6-mask=64

(40)

/queue tree (1)

• add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s

disabled=no limit-at=0 max-limit=2G name=0_Limit_UP packet-mark="" parent=global-in priority=8

• add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 max-limit=2G

disabled=no limit-at=0 max-limit=2G

name=0_Limit_DOWN packet-mark="" parent=global-out priority=8

(41)

/queue tree (2)

• add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 max-limit=350k

name=1_Limit_LAN_up packet-mark=pkt_LAN_up parent=0_Limit_UP priority=2 queue=pcq_up

• add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s • add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s

disabled=no limit-at=0 max-limit=350k name=1_Limit_LAN_down

packet-mark=pkt_LAN_down parent=0_Limit_DOWN priority=2 queue=pcq_down

(42)

/queue tree (3)

• add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 max-limit=1G

name=1_Limit_LPSE_up packet-mark=pkt_LPSE_up parent=0_Limit_UP priority=1 queue=pcq_up

• add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s • add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s

disabled=no limit-at=0 max-limit=1G

name=1_Limit_LPSE_down

packet-mark=pkt_LPSE_down parent=0_Limit_DOWN priority=1 queue=pcq_down

(43)

/tool graphing

• set page-refresh=300 store-every=5min

/tool graphing interface

• add allow-address=0.0.0.0/0 disabled=no interface=ispLPSE store-on-disk=yes

• add allow-address=192.168.1.0/24 disabled=no interface=all • add allow-address=192.168.1.0/24 disabled=no interface=all

store-on-disk=yes

• add allow-address=0.0.0.0/0 disabled=no interface=svrLPSE store-on-disk=yes

Catatan:

Dengan mengaktifkan fasilitas graphing ini,

kita dapat mengakses info trafik melalui ip router kita, atau “add host” di dns kita misal: isplpse.jvnix.com.

(44)

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dan Saran

(45)

1. Pengelolaan SDM

Setelah 100% Indonesia Install LPSE, kemudian 100% Indonesia E-Proc, 100% standarisasi LPSE, lalu kemudian apa?

SDM tetap menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah sistem. Setelah banyak orang sudah mengikuti pelatihan konsultan pengadaan dan

upgrade kualitas administrator, maka perlu adanya kesinambungan ketersediaan sdm pengelola ULP dan LPSE. Akan menjadi daya tarik tersendiri jika jabatan fungsional di ULP dan LPSE dapat direalisasikan. Namun perlu diperhatikan ketentuan angka kredit jangan sesulit seperti jabatan fungsional pranata komputer (semoga selain ada jabatan

fungsional pranata ULP di bidang pengadaan, juga ada pranata LPSE di fungsional pranata ULP di bidang pengadaan, juga ada pranata LPSE di bidang TIK).

2. Keterpaduan Organisasi Pengelola TIK

Setelah organisasi LPSE atau ULP mewajibkan standarisasi yang baku (berlaku secara nasional) dalam pengelolaan TIK, maka harus diikuti pula keterpaduan organisasi pengelola TIK. Hal ini untuk mencegah “salah kelola” hanya karena pendekatan institusi mana yang berhak mengelola bukan pada kompetensinya.

Contoh standarisasi struktur organisasi pengelolaan TIK dapat dilihat pada lampiran dari presentasi ini.

(46)

3. Security By Process (Not a Product)

Faktor keamanan sistem adalah faktor penting yang tidak boleh diabaikan oleh LPSE sebagai sebuah layanan online. Namun keinginan agar aplikasi SPSE juga ikut mengamankan operating system akan membuat sebuah aplikasi menjadi “heavy” dan sumber dari “bug” yang komplek. Pendekatan KISS (Keep It Stupid and Simple) pada pembuatan aplikasi SPSE perlu dipertahankan, selain penerapan standart “secure coding”. Jadi yang perlu diupgrade disini adalah “skill dan mindset” seorang administrator LPSE agar selalu “proactive” mengamankan operating system yang menjadi tanggung jawabnya. Buat prosedur “disaster recocery” yang baik, baik itu meliputi backup data atau mekanisme virtualization (misal: dengan

meliputi backup data atau mekanisme virtualization (misal: dengan

proxmox). Menyerahkan penanganan security sepenuhnya kepada LKPP / Lemsaneg / Pihak Ketiga adalah langkah yang kurang tepat. Sebab

security bukan sebuah produk siap saji, melainkan sebuah proses “kerja smart” yang dilakukan secara terus-menerus oleh seorang Administrator.

4. SPSE Aplikasi Berbasis Open Source (Good Choice for Goverment)

Semangat pemakaian software open source di pemerintahan, perlu diikuti oleh semua pemkab, agar anggaran pemerintah tidak habis terserap untuk pembelian software, tapi untuk peningkatan SDM yang mampu membuat software sendiri.

(47)

Sekian

Sekian

Terimakasih

Terimakasih

(48)

Sumber Referensi (1)

Sumber Referensi (1)

http://lpsepatikab.org/infolpse

Informasi Gangguan LPSE Pati

http://www.facebook.com/LpsePati

Informasi Seputar LPSE Pati

http://isplpse.jvnix.com

Monitoring Trafik Internet LPSE Pati

http://svrlpse.jvnix.com http://svrlpse.jvnix.com

Monitoring Trafik Server LPSE Pati

http://lpsepati.jvnix.com

Arsip Dokumen & File LPSE Pati

http://lpsepatikab.org

Server Produksi LPSE Pati

http://latihan.lpsepatikab.org

(49)

Sumber Referensi (2)

Sumber Referensi (2)

http://inaproc.lkpp.go.id/agregasi

Daftar LPSE dengan agregasi aktif

http://lpsepati.jvnix.com/files/SK_Tim_LPSE_Pati_Th2012.pdf

SK Bupati Pati Tentang Pembentukan Tim LPSE Pati Tahun 2012

http://lpsepati.jvnix.com/files/why_lpsepatikab.pdf

Kenapa Memakai Domain lpsepatikab.org

http://lpsepati.jvnix.com/files/Panduan_Pengembangan_Website_ http://lpsepati.jvnix.com/files/Panduan_Pengembangan_Website_ Pemda_USDRP.pdf

Panduan Pengembangan Website Pemda (Peserta USDRP)

http://www.siteuptime.com

Website Monitoring with Email Notification

https://play.google.com/store/apps/details?id=org.jtb.httpmon

(50)

Sumber Referensi (3)

Sumber Referensi (3)

http://www.openbsd.org/papers/ven05-deraadt/index.html

OpenBSD Exploit Mitigation By Theo de Raadt

http://www.facebook.com/bayusetyatmoko

Email : [email protected]

Profil Penulis Materi “Sharing Info Bandwidth ke Publik” pada acara Rakornas ke-8 LSPE Nasional di Jakarta (9-11 Nop 2012).

http://rakor.eproc.lkpp.go.id/ http://rakor.eproc.lkpp.go.id/

Website Resmi Pertemuan Koordinasi ke 8 LPSE Nasional

http://lpsepati.jvnix.com/files/Sharing_Info_Bandwith_LPSE_Pati.pdf

Presentasi LPSE Pati Pada Rakornas ke 8 LPSE Nasional That’s All Folks ☺

(51)
(52)

Gambar

Gambar screenshoot trafik internet lpse pati dan trafik server  lpse pati diambil pada saat yang bersamaan (hari  jumat

Referensi

Dokumen terkait

m aka Pejabat Pengadaan Barang/ Jasa Dilingkungan Dinas Pekerjaan Um um Kot a Subulussalam Tahun Anggaran 2014 t elah m enet apkan sebagai “ PEM ENANG PENGADAAN LANGSUNG PEKERJAAN

[r]

bahwa untuk mempercepat pengadaan perumahan bagi masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan masyarakat Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara yang

Sesuai dengan fokus permasalahan dan tujuan penelitian di atas, maka metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Waktu dan Tempat Penelitian

[r]

[r]

The Impact of Social Media to Students' Critical Thinking Skills.. The Asian Conference

[r]