• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANDANGAN UMUM

FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

REPUBLIK INDONESIA

TERHADAP

RANCANGAN UNDANG-UNDANG

TENTANG

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

TAHUN ANGGARAN 2004

BESERTA

NOTAKEUANGANNYA

(2)

FRAKSIPARTAI

DEMOKRASIINDO~IAPERJUANGAN

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

Sekretariat : MPR I DPR - RI, Nusantara I, Lantai VI, Ruang 0608-10, JI. Jend. Gato! Subroto, Jakarta 10270

'a (~)5756187,5756100,5756162, Fax. 5756188, 5756181

PEMANDANGAN UMUM

FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

TERHADAP

RAPBN TAHON ANGGARAN 2004 BESERTA

NOTA KEUANGANNYA

Disampaikan oleh : Soekardjo Hardjosuwirjo, SH

Anggota Nomor : AA-97

i7ang terhormat Saudara Ketua,

i7ang terhormat Saudara Menteri Keuangan selaku wakil Pemerintah beserta Jajarannya,

i7ang terhormat Para Anggota Dewan, dan rladirin yang kami muliakan.

~ssalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. :)alam sejahtera bagi kita semua.

\IE RD EK A !!!

Pertama-tama kami mengajak hadirin untuk memanjatkan puji dan syukur <:epada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat dan hidayah-Nya kepada dta semua dan segenap bangsa Indonesia dengan terselenggaranya rapat paripurna )ewan pada hari ini guna menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi-fraksi tentang MPBN Tahun Anggaran 2004.

[. PENDAHULUAN.

Pada tanggal 15 Agustus 2003 Presiden telah menyampaikan keterangan Pemerintah kepada DPR Rancangan Undang-undang tentang APBN tahun 2004 beserta Nota Keuangannya, penyampaian tersebut adalah sebagai pelaksanaan Pasal 23 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Dengan demikian sewajarnyaJ.ah muatan RAPBN 2004 ini adalah untuk memenuhi hak-hak rakyat yang tercantum dalam Pasal 27 ayat (2) tentang hak setiap warganegara memperoleh pekerjaan

Pasal 31 ayat (1) hak setiap warganegara untuk memperoleh

pengajaran/pendidikan, Pasal 33 tentang pengelolaan bumi/tanah dan air dan

(3)

kekayaan alam yang terkandung didalamnya merupakan pokok-pokok kemakmuran rakyat, dan Pasal 34 UUD 1945 ayat (1) tentang Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

Dalam memenuhi harapan rakyat tersebut, kebijakan RAPBN seyognyalah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja dan

mengatasi kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5% sebagaimana

disampaikan oleh Presiden, adalah merupakan pencerminan dari kondisi-kondisi objektif yang dicapai selama ini, terutama apabila Pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mempercepat pertumbuhan sektor riil melalui penyaluran kredit perbankan. Kebijakan fiskal dan moneter yang saling mendukung akan dapat menggairahkan perekonomian, dengan jaminan yang akan memberi kepastian berusaha.

Dalam mewujudkan amanat UUD 1945 tersebut diatas sangat tergantung kepada sejauhmana pendapatan negara dan hibah yang dapat dihimpun dan kebjaksanaannya pengalokasiannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

. PENERIMAAN NEGARA DAN HIBAH

1. Perpajakan.

Berdasarkan UUD 1945 salah satu kewajiban warganegara yang terpenting adalah membayar pajak sebagaimana ditetapkan Pasal 23A .. Dengan demikian uang dari perpajakan adalah uang yang harus dikembalikan untuk kemakmuran rakyat. Di dalam RAPBN 2004 pendapatan negara dan hibah direncanakan sebesar Rp. 343,9 triliun dimana penerimaan dari perpajakan direncanakan sebesar Rp. 271,0 triliun atau 81 % dari keseluruhan rencana pendapatan negara tahun anggaran 2004.

Dengan PDB diperkirakan sebesar Rp. 2.000 triliun, maka Rp 271,0 triliun adalah 13,5% dari PDB.

Bila dibandingkan dengan tax ratio tahun anggaran 2003 ada kenaikan 0,2%. · Akan tetapi apabila dibandingkan dengan target dalam Propenas yang sebesar

16% tentunya tax ratio 13,5% itu adalah sangat terlalu rendah. Demikian juga apabila dibandingkan dengan negara-negara yang tergabung di dalam Asean, kecuali Vietnam, Miyanmar, Kamboja, dan Laos yang sekarang sedang bergerak dari tax ratio 16%-18% menuju kepada 20%, maka jelaslah bahwa tax ratio 13,5% itu sangat rendah. Rendahnya tax ratio ini adalah indikator dari kinerja aparatur pajak dan wajib pajak masih sangat merugikan rakyat banyak serta menimbulkan ketidak adilan sosial.

(4)

Ketidak adilan itu lebih terlihat lagi dimana 50, 1 % penerimaan perpajakan itu adalah berasal dari pajak tidak langsung, seperi PPN terhadap Barang dan Jasa .

.

Artinya rakyat banyak diwajibkan membayar pajak sementara ada segelintir orang ataupun badan dapat menghindari atau menyelundupkan pembayaran pajak. Struktur perpajakan yang berkeadilan sosial adalah apabila penerimaan perpajakan itu didominasi oleh penerimaan dari pajak langsung. Atas permasalahan yang kami utarakan diatas, harap Pemerintah dapat memberikan penjelasan.

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Penerimaan negara bukan pajak dalam RAPBN 2004 direncanakan Rp. 72,2 triliun atau mengalami penurunan sebesar Rp. 9,8 triliun bila dibandingkan dengan target APBN 2003. Penurunan itu terutama berasal dari penerimaan sumber daya alam dari Rp 59,4 triliun menjadi Rp. 44,8 triliun dibanding APBN 2003. Sementara itu akhir-akhir ini di dalam pemberitaan media massa masih terjadi praktek illegal lodging, penambangan liar, dan pencurian ikan yang mengakibatkan kerugian negara sebesar puluhan triliun rupiah.

Langkah-langkah kebijakan apa saja yang akan dilakukan oleh Pemerintah untuk mengatasi praktek-praktek illegal yang merugikan keuangan negara tersebut mulai tahun anggaran berjalan dan tahun anggaran 2004.

Ludara Ketua;

Ludara Menteri Keuangan, dan dang Dewan yang terhormat. :. BELANJA NEGARA

1. Subsidi.

Di dalam RAPBN 2004 direncanakan anggaran subsidi Rp. 22,3 triliun yang menurut keterangan Pemerintah alokasi dana subsidi tersebut untuk secara . · bertahap mengalihkan subsidi harga menjadi subsidi langsung kepada masyarakat kurang mampu. Akan tetapi dalam pelaksanaannya Pemerintah masih memberikan subsidi terhadap harga BBM dan harga Gas. Harap Pemerintah memberikan penjelasan dimana letak pengalihan dari subsidi harga ke subsidi langsung kepada masyarakat kurang mampu, seperti Pendidikan Sembilan tahun, dan Puskesmas yang diperoleh secara cuma-cuma.

(5)

2. Pengeluaran Rutin Lainnya

Fraksi PDI Perjuangan berpendapat agar pengeluaran rutin lainnya disediakan hanya sebesar yang diperkirakan untuk keperluan rehabilitasi akibat terjadinya bencana alam. Sedangkan untuk mengantisipasi tidak tercapainya sasaran ekonomi makro supaya diambilkan dari rekening sisa anggaran lebih

(SAL) dengan persetujuan DPR. Harap Pemerintah memberikan penjelasan.

3. Pengeluaran Pembangunan

Pengeluaran Pembangunan dalam RAPBN 2004 yang ·direncanakan sebesar Rp. 681 l triliun Fraksi PDI perjuangan mengharapkan agar pengeluaran tersebut dapat diuraikan sampai kepada Propinsi, dan Kabupaten/Kota. Hal ini menjadi perhatian yang sungguh-sungguh bagi Fraksi PDI Perjuangan oleh karena banyak Kabupaten/Kota yang tidak mengetahui ada alokasi anggaran pembangunan yang berasal dari dana dekonsentrasi di daerahnya masing-masing. Hal ini mengakibatkan kebijakan APBD Kabupaten/Kota tidak dapat di sinergikan dengan dana dekonsentrasi tersebut. Belum lagi dikaitkan dengan alokasi khusus yang juga tidak secara transparan sehingga terkesan penentuan Kabupaten/Kota yang memperoleh dana alokasi khusus itu dilakukan secara tertutup. Harap penjelasan Pemerintah untuk mengatasi persoalan yang kami utarakan diatas dengan baik.

audara Ketua;

audara Menteri Keuangan, dan idang Dewan yang terhormat.

7. DEFISIT ANGGARAN

Di dalam RAPBN 2004 defisit diperkirakan sebesar Rp. 24,9 triliun. Di dalam Propenas tahun 2000-2004 telah disepakati bahwa RAPBN 2004 sudah dalam posisi · berimbang atau surplus, dengan demikian Pemerintah tidak dapat melaksanakan amanat Propenas tersebut. Hal ini disebabkan target penerimaan perpajakan yang menurut Propenas untuk tahun anggaran 2004 adalah dengan

tax ratio 16%1 sedangkan di dalam RAPBN 2004 Pemerintah merencanakan tax

rationya 13,5%. Apabila tax ratio 16% sesuai dengan yang ditetapkan dalam Propenas, maka penerimaan perpajakan akan menjadi sebesar Rp. 320 triliun, sehingga ada peningkatan sebesar Rp. 49 triliun. Jadi apabila Pemerintah

(6)

melaksanakan ketetapan Propenas, ·maka akan terdapat surplus dalam APBN

•I••

2004 sebesar Rp. 24, 1 triliun.

Tentunya pencapaian target Propenas yang merupakan amanat rakyat yang harus

..

di realisasikan oleh Pemerintah.. Harap Pemerintah dapat memberikan penjelasan

...

belum tercapainya ·target RAPBN 2004 yang telah ditetapkan di. dalam Propenas terse but.

Saudara Ketua;

Saudara:Menteri ·xeuangan, .dan Sidang Dewan. ya:D'.g terhormat.

Demikian hal-hal diatas disampaikan, selanjutnya Fraksi PDI Perjuangan akan lebih i:nemerinci permasalah~ dan penilaian yang lebih seksama akan aktif mengikuti · tahap-tahap pembahasannya baik dalam Komisi-komisi maupun di Panitia Anggaran

..

bersama dengan · unsur Fraksi-fraksi serta pihak Pemerintah atas dasar musyawarah/ niufakat.

De~ikianlah Pemandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan. atas RAPBN Tahun . Anggaran 2004. Atas kesabaran dan perhatian hadirin kami mengucapkan terima kasih.

M ERD ~KA !!!

Jakarta, _2)_Agus!Us 2003 PIMPINAN FRAKSI

PARTAI ·DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

Ke~ u a,

TJAHJO KUMOLO, SH

1U-APBN 2004rrR.

.,

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil masyarakat commuter, hubungan sosial, dan aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat commuter di Dusun Sungai

Marx sangat penting dalam mewakili pemikiran Barat karena Marx adalah wakil dari pemikir Barat modern tentang transformasi sosial yang terpenting.. Setelah Marx, orang hanya

penelitian Santosa, Basuki, &amp; Puspita (2019) yang menyatakan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kreatifitas menulis

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka beberapa saran berikut dapat dijadikan pertimbangan untuk penelitian pengembangan selanjutnya dapat mengembangkan

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya telah memberi kemudahan dan juga kelancaran sehingga

Oleh karena itu kepuasan pelanggan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya faktor untuk menjelaskan peningkatan kinerja keuangan, pelaku bisnis juga perlu

Perubahan iklim pada dasarnya merupakan dampak dari pemanasan global akibat dari berbagai aktivitas manusia, Menghadapi perubahan iklim global, Pemerintah Indonesia telah

Pengumuman right issue yang dilakukan emiten di mana dana hasil right issue itu akan digunakan untuk membayar utang perusahaan membuat investor bereaksi negatif