• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISI BRAND AWARENESS PADA HARIAN SURAT KABAR SUARA MERDEKA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISI BRAND AWARENESS PADA HARIAN SURAT KABAR SUARA MERDEKA."

Copied!
73
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis ini membahas latar belakang masalah yang relevan dengan brand awareness Suara Merdeka di Surakarta, khususnya di kalangan mahasiswa Manajemen Pemasaran Universitas Sebelas Maret. Latar belakang menjelaskan pentingnya brand awareness dalam persaingan pasar yang semakin ketat, menghubungkan konsep tersebut dengan teori brand equity dan mengungkapkan pentingnya penelitian ini untuk memahami posisi Suara Merdeka di benak konsumen. Perumusan masalah difokuskan pada penentuan posisi Suara Merdeka berdasarkan Top of Mind, Brand Recall, Brand Recognition, dan Unwaree of Brand. Tujuan penelitian secara spesifik ingin mengukur posisi Suara Merdeka pada keempat aspek brand awareness tersebut. Manfaat penelitian diuraikan dari perspektif perusahaan, penulis, dan peneliti lain, menekankan nilai praktis dan akademis dari temuan yang diharapkan.

1.1 Latar Belakang Masalah

Bagian ini memaparkan konteks persaingan di industri media cetak dan peran brand awareness dalam mencapai keunggulan kompetitif. Diskusi ini menghubungkan teori-teori brand equity dan relevansinya dalam dunia jurnalistik. Penulis membahas bagaimana brand awareness Suara Merdeka dapat menjadi kunci keberhasilan dalam merebut pangsa pasar dan meningkatkan penjualan. Penelitian ini diposisikan sebagai upaya untuk mengukur efektivitas strategi branding Suara Merdeka dan memberikan rekomendasi perbaikan.

1.2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah diformulasikan secara singkat dan tepat, terfokus pada pertanyaan utama yang ingin dijawab dalam penelitian ini. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan pengukuran posisi Suara Merdeka pada empat tingkatan brand awareness: Top of Mind, Brand Recall, Brand Recognition, dan Unwaree of Brand. Rumusan masalah yang jelas ini menjadi landasan bagi metodologi penelitian dan analisis data yang akan dilakukan.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian secara eksplisit menyatakan keinginan untuk mengetahui posisi Harian Suara Merdeka dalam kesadaran merek (brand awareness) berdasarkan empat aspek yang telah dirumuskan sebelumnya. Tujuan penelitian yang spesifik dan terukur ini menjamin fokus penelitian dan memudahkan interpretasi hasil penelitian. Tujuan ini sejalan dengan kebutuhan perusahaan untuk evaluasi dan perbaikan strategi pemasaran.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dijelaskan dari tiga perspektif: bagi perusahaan (pemahaman posisi brand dan pengembangan strategi), bagi penulis (peningkatan wawasan tentang brand awareness dan aplikasi praktisnya), dan bagi peneliti lain (referensi dan pengembangan riset selanjutnya). Manfaat yang terstruktur dan komprehensif ini menekankan relevansi penelitian baik secara praktis maupun teoritis.

1.5 Metodologi Penelitian

Bagian ini menjelaskan desain penelitian, populasi, sampel, dan teknik pengambilan sampel (accidental sampling). Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi kuesioner, observasi, dan wawancara. Penjelasan rinci tentang metode analisis data deskriptif dan tahapan analisis brand awareness, termasuk perhitungan ukuran sampel, diberikan. Metodologi yang terstruktur ini memastikan validitas dan reliabilitas penelitian.

II. Tinjauan Pustaka

Bab ini menjabarkan landasan teori yang relevan dengan penelitian, mencakup definisi merek, peran merek, brand equity, dan brand awareness. Teori-teori yang digunakan dikutip dari berbagai sumber referensi akademik. Penulis menjelaskan berbagai aspek brand awareness, termasuk definisi, tingkatannya (Top of Mind, Brand Recall, Brand Recognition, Unwaree of Brand), serta bagaimana mencapai kesadaran merek yang tinggi. Bagian ini juga menyajikan kerangka berpikir yang mengilustrasikan bagaimana berbagai konsep saling berhubungan dan bagaimana penelitian ini akan menjawab pertanyaan penelitian.

2.1 Pengertian Merek

Definisi merek dijelaskan secara komprehensif dari berbagai perspektif, meliputi aspek hukum, pemasaran, dan psikologis. Penjelasan ini mencakup berbagai istilah terkait, seperti brand name, brand mark, trademark, dan copyright. Bagian ini memberikan pondasi pemahaman yang solid tentang konsep merek sebelum membahas brand awareness.

2.2 Peranan Merek

Bagian ini membahas peran penting merek dalam membangun hubungan dengan konsumen, mempengaruhi perilaku pembelian, dan menjadi aset berharga bagi perusahaan. Penulis menjelaskan bagaimana merek dapat menjadi alat komunikasi yang efektif dan membantu konsumen dalam pengambilan keputusan. Penjelasan ini menekankan pentingnya merek dalam strategi pemasaran yang berhasil.

2.3 Brand Equity (Ekuitas Merek)

Konsep brand equity dijelaskan secara detail, meliputi lima kategori utama menurut Aaker: Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, Brand Loyalty, dan Other Proprietary Brand Assets. Penjelasan ini menghubungkan brand awareness sebagai elemen kunci dari brand equity dan menunjukkan relevansinya dengan penelitian.

2.4 Pengertian Brand Awareness

Definisi brand awareness dijelaskan dari berbagai sumber dan perspektif, menekankan pentingnya kesadaran merek dalam kategori produk tertentu. Penulis menjelaskan perbedaan antara brand recognition, brand recall, dan top of mind. Bagian ini juga membahas bagaimana kesadaran merek menjadi tantangan utama bagi merek baru dan tugas penting bagi merek yang telah mapan.

2.5 Peranan Brand Awareness

Bagian ini menjelaskan bagaimana brand awareness berkontribusi pada brand equity. Penulis menjelaskan empat cara brand awareness menciptakan nilai, yaitu sebagai jangkar untuk asosiasi lain, menciptakan familiaritas dan kesukaan, menunjukkan komitmen dan substansi perusahaan, dan menjadi merek yang dipertimbangkan dalam keputusan pembelian. Penjelasan ini menghubungkan konsep teoritis dengan konteks penelitian.

2.6 Mencapai Kesadaran Merek Brand Awareness

Bagian ini memaparkan strategi-strategi untuk meningkatkan brand awareness, mencakup penggunaan pesan yang mudah diingat, slogan menarik, simbol yang relevan, perluasan nama merek, isyarat yang sesuai, dan pengulangan pesan. Penjelasan ini relevan dengan upaya Suara Merdeka dalam meningkatkan kesadaran merek di pasar.

2.7 Kerangka Pemikiran

Bagian ini menyajikan kerangka berpikir yang menggambarkan hubungan antara berbagai konsep yang dibahas dan bagaimana penelitian ini akan dijalankan. Kerangka berpikir menunjukkan alur logika penelitian, mulai dari pengukuran brand awareness pada berbagai tingkatan hingga penarikan kesimpulan. Kerangka berpikir ini memastikan struktur penelitian yang sistematis dan terarah.

III. Pembahasan

Bab ini menyajikan hasil penelitian dan analisis data, dimulai dengan gambaran umum perusahaan Suara Merdeka, termasuk sejarah, visi, misi, struktur organisasi, dan proses produksi. Selanjutnya, hasil analisis data kuesioner tentang brand awareness Suara Merdeka di kalangan responden (mahasiswa) diuraikan secara detail, berdasarkan empat tingkatan brand awareness. Interpretasi dan pembahasan hasil dihubungkan dengan teori-teori yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya.

3.1 Gambaran Umum Perusahaan

Bagian ini memberikan gambaran komprehensif tentang PT. Suara Merdeka, meliputi sejarah berdirinya kantor cabang Surakarta, visi dan misi perusahaan, struktur organisasi, jumlah karyawan, sistem pengupahan, proses produksi koran, dan strategi pemasaran yang diterapkan. Deskripsi yang komprehensif ini menyediakan konteks penting bagi interpretasi hasil penelitian.

3.2 Laporan Magang Kerja

Bagian ini menjelaskan pengalaman magang penulis di Suara Merdeka. Informasi ini meskipun tidak dijelaskan secara detail dalam fulltext, menunjukkan metode pengumpulan data observasi yang digunakan. Pengalaman magang ini penting karena memberikan wawasan tambahan dan konteks praktis bagi analisis hasil kuesioner.

3.3 Analisis dan Pembahasan Masalah

Bagian ini merupakan inti dari bab pembahasan. Data kuantitatif dari kuesioner dianalisis dan disajikan dalam tabel, menggambarkan distribusi responden berdasarkan jenis kelamin, usia, daerah tempat tinggal, dan angkatan. Hasil analisis Top of Mind, Brand Recall, dan Brand Recognition diuraikan secara detail, dengan interpretasi yang menghubungkan temuan dengan teori-teori yang telah dibahas. Pembahasan ini menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian.

IV. Kesimpulan dan Saran

Bab ini menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran berdasarkan hasil analisis. Kesimpulan dirumuskan secara ringkas dan menjawab pertanyaan penelitian. Saran diberikan kepada PT. Suara Merdeka untuk meningkatkan brand awareness dan daya saing di pasar Surakarta. Saran ini bersifat praktis dan didasarkan pada temuan penelitian.

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan penelitian dirumuskan secara ringkas dan jelas, menjawab pertanyaan penelitian tentang posisi Suara Merdeka berdasarkan empat tingkatan brand awareness. Kesimpulan disusun berdasarkan data dan analisis yang telah diuraikan pada bab sebelumnya. Kesimpulan ini menjadi inti dari seluruh penelitian.

4.2 Saran

Saran-saran diberikan kepada PT. Suara Merdeka untuk meningkatkan brand awareness berdasarkan temuan penelitian. Saran ini bersifat praktis dan dapat diimplementasikan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya. Saran juga dapat memberikan kontribusi pada pengembangan riset di masa mendatang.

Gambar

Struktur Organisasi PT. Suara Merdeka Kodya SurakartaGambar 3.1
Tabel distribusi jenis kelamin responden
Tabel Distribusi Berdasarkan Usia
Tabel Distribusi Daerah Tempat Tinggal
+3

Referensi

Dokumen terkait

Kajian selanjutnya, mengenai proses pembetulan ditemukan 1 data yang telah mengalami proses pembetulan pada bentuk pengulangan subjek, 1 data yang telah mengalami proses

Disebabkan tanda verbal dan tanda visual merupakan hal yang intensif untuk digunakan dalam iklan maka penulis meneliti iklan-iklan di harian Suara Merdeka edisi September

Permasalahan yang akan dikemukakan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah deskripsi penanda dan petanda dalam iklan mobil di surat kabar harian Suara

[r]

Berdasarkan hasil analisis wacana kritis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penulisan berita terkait kasus suap RAPBD 2012 yang melibatkan Soemarmo di koran

Tuturan tersebut terkait pemberitaan artis Rebecca yang diduga menerima mobil dari Wawan terkait kasus pencucian uang yang dilakukan olehnya... Tuturan tersebut mengenai di

Dewan Redaksi merupakan dewan atau forum yang dipimpin oleh pemred dengan angota-anggotanya terdiri dari wapemred, redaktur senior, redpel dan koordinator liputan

Penulis meneliti mengenai penghematan kata pada kolom Surat Pembaca surat kabar harian Suara Merdeka edisi Oktober 2013, yaitu bentuk penggunaan dan proses pembetulan