DETERMINAN PRAKTIK PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA SISWI KELAS XI SMU NEGERI 3 KARAWANG BREAST SELF EXAMINATION PRACTICE DETERMINANTS ( BSE ) TO STUDENT IN CLASS XI PUBLIC SENIOR HIGH SCHOOL 3 KARAWANG
1Rohani Siregar
1 Rohani Siregar, SST, Mkes :Prodi Sarjana dan pendidikan Profesi Kebidanan, Institut Medika Drg Suherman; Jalan Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka, Cikarang Utara Bekasi,
Jawa Barat – 17530
E-mail: [email protected] Abstrak
Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu langkah deteksi dini untuk menemukan kanker payudara stadium awal. Pemeriksaan Payudara sejak dini memiliki manfaat dan berperan penting untuk menurunkan mortalitas sebesar 25-30%. Hasil studi pendahuluan dari 10 siswi terdapat 7 orang siswi tidak pernah mengaplikasikan metode SADARI dengan rutin setelah haid. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Determinan Praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Siswi Kelas XI Di SMU Negeri 3 Karawang. Jenis penelitian ini adalah survey kuantitatif, dengan desain non eksperimental dan pengumpulan data dilakukan secara cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh Siswi Kelas XI SMU Negeri 3 Karawang. Pengambilan sampel dilakukan secara total populasi dengan jumlah sampel 320 responden. Pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner. Analisis statistik dalam penelitian ini mengunakan distribusi frekuensi, chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75,6 % responden tidak pernah mengaplikasikan praktik SADARI. Variabel yang signifikan adalah sikap, riwayat keluarga, informasi media.
Kata kunci : Determinan, Praktik, SADARI, Siswi
Abstract
Breast Self-Examination (BSE) is one of the early detection steps to find early-stage breast cancer. Breast examination early has benefits and plays an important role in reducing mortality by 25-30%. The results of a preliminary study of 10 female students, there were 7 female students who never applied the BSE method routinely after menstruation. The study aims to determine the Determinant of Breast Self-Examination Practices (BSE) in Class XI Students in State High School 3 Karawang. This type of research is a quantitative survey, with non- experimental design and data collection is done by cross sectional. The population of this research is all students of Class XI 3 Public High School Karawang. Sampling was done in total population with a total sample of 320 respondents. Data collection by distributing questionnaires. Statistical analysis in this study uses the frequency distribution, chi square and logistic regression. The results showed that 75.6% of respondents had never applied BSE practice. Significant variables are attitude, family history, media information.
Keywords: Determinants, Practices, BSE, Schoolgirl
PENDAHULUAN
Derajat Kesehatan di Indonesia memiliki tujuan untuk melakukan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat secara menyeluruh. Indikator yang berperan penting dalam keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia dapat diukur dengan cara meningkatkan umur harapan hidup rata- rata 45 tahun di tahun 1971 menjadi 63 tahun di tahun 1991. Hal tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan jumlah
penduduk usia lanjut, selain itu juga adanya peran serta industrialisasi dan perpindahan penduduk yang memberikan dampak adanya sebaran penyakit, serta terjadinya penurunan angka kejadian penyakit infeksi yang disertai dengan peningkatan penyakit kronis degeneratif, salah satu contohnya adalah kanker (Bustan, 2007).
Penyakit Kanker masuk kedalam empat besar penyakit utama pada masyarakat modern. Keempat penyakit utama tersebut adalah penyakit jantung
koroner, penyakit kanker, gangguan jiwa dan kecelakaan (lalu lintas). Akan tetapi empat penyakit tersebut meningkat menjadi lima besar dan yang menjadi salah satu penyumbang penyakit tambahan kelima adalah HIV/AIDS (Hawari, 2004)
Kanker payudara adalah kanker yang berada pada tingkatan kedua setelah kanker leher rahim yang menyerang perempuan. Di Amerika, yang menjadi peringkat tertinggi penyakit kronis adalah kanker payudara diantara kanker yang lainnya. Hasil penelitian mengemukakan bahwa dari tahun ke tahun kejadian kanker payudara mengalami peningkatan di Indonesia serta di Amerika Serikat (Hawari, 2004).
Beradasarkan data Globocan, (IARC) International Agency Research on Cancer, kejadian penyakit kronis yang tertinggi yaitu kanker payudara dengan angka kejadian sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata angka mortalitas sebesar 17 per 100.000. Adapun kejadian kanker leher rahim terjadi sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata angka mortalitas sebesar 13,9 per 100.000 penduduk (Depkes 2018)
Data dari Badan Register Kanker Dokter Ahli Indonesia (IAPI) tahun 1998 pada perempuan kejadian kanker payudara menempati peringkat kedua terbanyak dari keseluruhan kasus kanker dengan presentase sebesar 12,2%. Berdasarkan data Sistem
Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010, kejadian kanker payudara yang tersebar di seluruh RS di Indonesia terdapat 28% kasus yang kejadiannya terjadi sebesar 12.014 kasus per 100.000 perempuan. Angka ini cenderung mengalami peningkatan dibandingkan data SIRS di Indonesia tahun 2007, yaitu sebesar 24,3% (Depkes, 2014).
Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta tahun 2016 kanker payudara merupakan urutan pertama dari 10 tahun terakhir, kejadian kanker tersebut terjadi sekitar 40% dari keseluruhan kejadian kanker (Kemenkes RI,2016)
Berdasarkan hasil informasi yang ada, kejadian kanker payudara sebesar 0,3 per 10.000 atau dengan estimasi adalah 6.701 kasus (Pusdatin Kemenkes, 2013). Di Kabupaten Karawang yang termasuk dalam Provinsi Jawa Barat, tahun 2018 diperoleh informasi wanita yang terdapat benjolan pada payudaranya, pada wanita umur 20-29 tahun sebanyak 35 orang, wanita umur 30- 50 tahun sebanyak 62 orang, dan umur > 50 tahun sebanyak 10 orang. Dari wanita yang diperiksa tersebut, sebanyak 3 orang positif terdiagnosis kanker payudara (Dinkes Kabupaten Karawang, 2018).
Pada era masa kini banyak ditemukan penderita kanker payudara yang menyerang golongan usia muda, bahkan penyakit berbahaya tersebut sudah banyak dialami oleh remaja putri usia empat belas
tahun. penyakit tumor tersebut bahkan dapat berubah menjadi penyakit kanker yang sangat berbahaya, apabila tidak adanya deteksi sejak dini. Walaupun tidak semuanya penyakit tersebut berbahaya, akan tetapi adanya kasus penyakit tersebut memberikan gambaran bahwa adanya gejala kanker payudara yang semakin meningkat pada usia remaja (Yunus, 2013).
Upaya yang dilakukan dalam pengaplikasian metode deteksi dini Kanker payudara dapat diterapkan dengan cara melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (pemeriksaan payudara secara klinis) melalui pemeriksaan mamografi.
SADARI merupakan suatu metode deteksi dini kanker payudara yang paling sederhana dan mudah dilakukan, pemeriksaan tersebut dapat dilakukan secara singkat yang hanya memerlukan jari-jari tangan dengan sedikit menekan seluruh permukaan payudara yang dapat di aplikasikan secara rutin setelah selesai masa menstruasi (Saryono dan Pramitasari, 2009).
Pemeriksaan Payudara sejak dini memiliki manfaat dan berperan penting untuk menurunkan mortalitas sebesar 25- 30%. Salah satu faktor yang menyebabkan derajat kelangsungan hidup negara maju yang masih rendah adalah kurangnya program deteksi dini. Tinggi nya proporsi wanita yang mengalami penyakit kanker
payudara disebabkan oleh kurangnya fasilitas kesehatan dan penghobatan yang kurang memadai. Metode SADARI yang dapat dilakukan secara teratur, mampu menjadi salah satu metode yang efektif untuk melakukan deteksi dini kanker payudara (Taufan, 2010).
SMU Negeri 3 Karawang yang merupakan salah satu SMU favorit yang berada di Kabupaten Karawang, diperoleh informasi di sekolah tersebut belum ada mata pelajaran tentang Kesehatan Reproduksi maupun SADARI. Sejauh ini, pihak Puskesmas juga belum pernah memberikan penyuluhan khusus tentang SADARI, mereka hanya melakukan penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi secara umum. Dari hasil wawancara dan studi pendahuluan dengan 10 orang siswi kelas XI, terdapat 7 orang diantaranya tidak pernah melakukan SADARI.
Kondisi tersebut menggambarkan bahwa para siswi sepenuhnya kurang mengetahui tentang informasi kesehatan reproduksi khususnya SADARI. Padahal berkaitan dengan perilaku SADARI yang menjadi salah satu hal penting yang harus dipahami dan dipraktikkan oleh para remaja putri, harus didukung oleh adanya informasi dan dukungan yang baik.
METODE
Desain Penelitian berupa survei kuantitatif non eksperimental dimana
datadikumpulkan secara cross sectional.
Unit penelitian ini adalah siswi kelas XI SMU Negeri 3 Karawang tahun 2018.
Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah keseluruhan siswi kelas XI SMU Negeri 3 yang berjumlah 320 orang. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yaitu seluruh Siswi Kelas XI SMA Negeri 3 Karawang sejumlah 320 orang.
Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisikan pertanyaan tertutup. Pertanyaan dalam kuesioner yang digunakan meliputi:
Pertanyaan tentang praktik SADARI, terdiri dari lima pertanyaan, dengan jawaban ya atau tidak. sikap tentang praktik SADARI terdiri dari 40 pernyataan dengan pilihan jawaban sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), setuju (S), sangat setuju (SS), pertanyaan tentang riwayat keluarga meliputi ada atau tidak keluarga yang menderita penyakit kanker. pertanyaan tentang sumber informasi media massa yang ada dimasyarakat terdiri dari 6 pilihan yaitu informasi dari televisi, radio, internet, buku, majalah, poster.
Analisis univariat yang digunakan untuk mendapatkan gambaran distribusi responden atau variasi dari variabel yang diteliti. Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan variabel dependen dan independen dengan cara membuat tabel distribusi frekuensi
Analisis bivariat yang dilakukan berupa tabulasi silang antar dua variabel yaitu variabel dependen dengan independen.
Analisis bivariat yang digunakan adalah dengan menggunakan uji Kai Kuadrat (chi square test) tujuan ingin membuktikan ada tidaknya hubungan antara variabel independen dan dependen yang diteliti.
HASIL PENELITIAN Praktik SADARI
Tabel 1.
Distribusi Responden Terhadap Praktik SADARI Pada Siswi Kelas XI Di SMUN 3
Karawang Tahun 2018
Praktik SADARI Jumlah Persentase Tidak
Ya
242 78
75,6 24,4
Jumlah 320 100
Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa dari 320 siswi yang diteliti terdapat sebanyak 242 siswi (75,6 %), yang tidak melakukan SADARI, Sedangkan yang melakukan SADARI sebanyak 78 siswi (24,4 %).
Sikap
Tabel 2.
Distribusi Responden Menurut Sikap Terhadap Praktik SADARI Pada Siswi Kelas XI Di SMUN 3 Karawang Tahun
2018
Sikap Jumlah Persentase
Negatif Positif
154 166
48,1 51,9
Jumlah 320 100
Berdasarkan tabel. 2 diketahui bahwa dari 320 siswi yang diteliti sebanyak 166 siswi (51,9 %), yang mempunyai sikap
positif terhadap praktik SADARI, sedangkan siswi yang mempunyai sikap negatif terhadap praktik SADARI, sebanyak 154 siswi (48,1 %).
Riwayat Keluarga Tabel 3
Distribusi Responden Menurut Riwayat Keluarga Terhadap Praktik SADARI Pada
Siswi Kelas XI Di SMUN 3 Karawang Tahun 2018
Riwayat Keluarga Jumlah Persentase Tidak ada riwayat
Ada riwayat
260 60
81,2 18,8
Jumlah 320 100
Berdasarkan tabel. 3 diketahui bahwa dari 320 siswi yang tidak ada riwayat keluarga terdapat sebanyak 260 responden
(81,2 %), sedangkan siswi yang ada riwayat keluarga sebanyak 60 siswi (18,8 %).
Informasi Media Massa Tentang Praktik SADARI
Tabel 4
Distribusi Responden Menurut Informasi Media Massa Tentang Praktik SADARI
Pada Siswi Kelas XI Di SMUN 3 Karawang Tahun 2018
Informasi media Jumlah Persentase Tidak terpapar
Terpapar
234 86
73,1 26,9
Jumlah 320 100
Berdasarkan tabel. 4 diketahui bahwa dari 320 siswi yang diteliti terdapat sebanyak 234 siswi (73,1 %) yang tidak terpapar informasi media massa dan sedangkan siswi yang terpapar informasi media sebanyak 86 siswi (26,9%).
Tabel 5. Hubungan variabel independen dengan praktik sadari
Variabel Value Sig Ket
Sikap 0,45 0,004 Signifikan
Riwayat Keluarga 2,79 0,001 Signifikan
Informasi media massa 41.7 0.000 Signifikan
Berdasarkan analisis bivariat diketahui sebagai berikut:Terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan SADARI P value = 0,004, OR=0,45(95% CI:0,27-0,77) dan riwayat keluarga dengan praktik SADARI P value =0,001, OR=2,79(95%
CI:1,52-5,06) dan Informasi media dengan praktik SADARI P value = 0.000, OR=
41,7(95% CI: 5,6 -305).
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah (75,6 %)
siswi yang tidak melakukan periksa payudara sendiri (SADARI).
Secara umum perilaku merupakan segala perlakuan atau tindakan yang dilakukan oleh organisme atau mahluk hidup. Perilaku dapat diartikan sebagai suatu respon/reaksi individu terhadap rangsangan yang berasal dari eksternal maupun dari dalam dirinya atau internal (Notoatmodjo, 2012). Sedangkan menurut Sunaryo (2006), perilaku merupakan tindakan yang muncul akibat adanya rangsangan dan respon yang
mampu diamati secara langsung ataupun tidak langsung.
Praktik SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri yang mudah diaplikasikan oleh semua wanita untuk mendeteksi dini adanya benjolan yang kemungkinan dicurigai kanker payudara (Yuni, 2009). SADARI harus dilakukan secara teratur dan benar, waktu yang benar untuk melakukan pemeriksaan SADARI yaitu pada hari ke-5 sampai dengan ke-7 setelah selesainya masa haid, ketika payudara mereka sedang mengalami pengenduran dan terasa tidak keras atau lunak. SADARI dapat dilakukan dengan cara melihat payudara, memijat payudara dan meraba payudara (Hawari, 2009).
Metode Deteksi dini SADARI tersebut dapat menurunkan angka mortalitas sebesar 25-30%. Tingkat kelangsungan hidup di negara maju yang masih rendah disebabkan oleh kurangnya pengaplikasiaan dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini, sehingga angka kejadian kanker payudara yang menyerang wanita dengan penyakit stadium akhir meningkat karena kurangnya diagnosis dan pengobatan fasilitas yang memadai (Taufan, 2010).
Hubungan antara sikap dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) Berdasarkan hasil penelitian mengemukakan bahwa lebih dari setengah (51,9%), siswi yang memiliki sikap positif
terhadap periksa payudara sendiri (SADARI), hasil uji statistic chi square diperoleh nilai p value = 0.004, karena nilai p < 0,05 maka dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara sikap remaja putri mengenai kanker payudara dengan prilaku pemeriksaan payudara sendiri. Hasil analisis diketahui nilai OR= 0,45 (95% CI:
0,27 – 0,77), artinya siswi yang memiliki sikap positif mempunyai peluang 0,45 kali untuk mampu melakukan SADARI dibandingkan dengan siswi yang mempunyai sikap negatif.
Hubungan antara Riwayat keluarga dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
Berdasarkan hasil penelitian mengemukakan bahwa lebih dari setengah (81,2%) siswi yang tidak ada riwayat keluarga, hasil uji statistic chi square diperoleh nilai p value = 0.001, karena nilai p < 0,05 maka dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan pemeriksaan payudara sendiri. Dari hasil analisis diketahui nilai OR= 2,79 (95% CI: 1,52-5,06), artinya siswi yang tidak mempunyai riwayat keluarga mempunyai peluang 2,79 kali untuk tidak mau melakukan pemeriksaan payudara sendiri dibandingkan dengan siswi yang ada riwayat keluarga.
Hubungan antara Informasi media dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
Berdasarkan hasil penelitian mengemukakan bahwa lebih dari setengah (73,1%) yang tidak mendapat informasi media. Hasil uji statistic chi square diperoleh nilai p value = 0.000, karena nilai p < 0,05 maka dapat dihasilkan ada hubungan signifikan antara informasi media dengan pemeriksaan payudara sendiri. Dari hasil analisis diketahui pula nilai OR= 41,7 (95% CI: 5,6 – 305), artinya siswi yang tidak mendapat informasi media mempunyai peluang 41,7. kali untuk tidak mengaplikasikan SADARI dibandingkan dengan siswi yang mendapat informasi media.
Sumber informasi kesehatan reproduksi wanita sangat efektif pada masa remaja puteri karena masa remaja merupakan masa transisi untuk menemukan identitas diri sehingga mudah di pengaruhi.
Memberikan informasi tentang kesehatan khususnya tentang kanker payudara sangat bagus pada masa remaja, sumber informasi yang didapatkan bisa melalui tenaga kesehatan, keluarga, teman dan media masa maupun eletronik.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan
yang bermakna antara sikap dengan Praktik SADARI, adanya hubungan yang bermakna antara riwayat keluarga dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), ada hubungan yang bermakna antara informasi media massa dengan praktik SADARI.
REFERENSI
1. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta: Jakarta
2. Azwar, S. 2009. Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Penerbit : Pustaka Pelajar, Jakarta
3. Alimul Hidayat. 2007. Metode Penelitian Kebidanan Dan Tehnik Analisis Data. Surabaya: Salemba 4. Bustan, M.N., 2007. Epidemiologi
Penyakit Tidak Menular. Cetakan 2 Rineka Cipta, . Jakarta
5. Diananda , R, 2009. Mengenal Seluk Beluk Kanker. Katahati, Jogjakarta 6. Depkes RI, 2018, Deteksi Kanker
Rahim Dan Kanker Payudara.
7. ________ , 2014, Data Sistem Informasi Rumah Sakit
8. Dinkes Kabupaten Karawang, 2018, Laporan bulanan Benjolan dan Kanker Payudara.
9. Green, LW, 1980. Health Education Planning. A Diagnostic Approach.
Mafield Publishing Company, Palo Arto. California
10. Hawari, D, 2004. Kanker Payudara.
Dalam : Kanker Payudara Dimensi Psikorelogi . Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
11. ___________, 2013. Profil Kesehatan Indonesia 2011, (Kemenkes Pusdakes), Jakarta.
12. Hidrah. 2008. Deteksi Dini Kanker Payudara. Jakarta : Ganesha
13. Harianto, Rina, M, dan Hery, S 2005.
Risiko penggunaan pil kontrasepsi kombinasi terhadap kejadian kanker payudara pada reseptor KB di Perjan RS Dr. CiptoMangunkusumo, Jakarta:
Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. 2, No.1, hh. 84-99.
14. International Agency for Research on Cancer (IARC) / WHO. (2018).
GLOBOCAN 2018: Estimated cancer incidence, mortality, and prevalence world wide in 2018..
15. KEMENKES. Buletin Kanker. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI 2016.
16. Mahardika, (2015). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Mahasiswa Kebidanan Dan Keperawatan Tingkat I STIKes Medika Cikarang Tahun 2015, Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKes Medika Cikarang 2015 – Vol. 5, No. 1
17. Nearendra, Moersintowarti B. Tumbang Anak Dan Remaja. Jakarta: CV Sagung Seto. 2002
18. Notoatmodjo, S, 2003 Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
19. Nugroho, T , 2010. Kesehatan Wanita, Gender Dan Permasalahannya.
Yogyakarta : Nuha Medika
20. Rianti, 2011. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Resiko Kanker Payudara Wanita.Jurnal Health Quality Vol.3 No.1,Nop 2012
21. Sandler, 2012. National Institute of Environmental Health Sciences Research, American Journal of Epidemiology.
22. Sabri & Hastono, 2008. Statistik Kesehatan. Edisi Revisi.Penerbit PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
23. Saryono, dan Pramitasari, 2009.
Perawatan Payudara. Jogjakarta : Mitra Cendikia Offset, 57-78.
24. Sunaryo, 2006. Psikologi untuk Keperawatan. EGC: Buku Kedokteran.
25. Sumiati, dkk, 2009. Kesehatan Jiwa Remaja dan Konseling. Penerit Trans Info Media. Jakarta.
26. Tanjung, M, 2012. Gambaran Perilaku Siswi Dalam Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Di SMA Plus Safiyyatul Amaliyyah Medan Tahun 2012. Jurnal Fakultas Kesehatan
Masyarakat. Universitas Sumatera Utara. Medan
27. Trisnadewi, 2014. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Tentang Kanker Payudara Dengan Perilaku Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri. KMB, Maternitas, Anak dan Kritis Desember Vol. 1 No. 2 2014.
28. Tjindarbumi, 2004. Penanganan kanker payudara masa kini dengan berbagai macam issue di indonesia. Dalam : Indonesian issues on breast cancer, Surabaya.
29. Tapan, E. 2005. Kanker , Antioksidan, Dan Terapi Komplementer. Jakarta : Elex Media Komputindo
30. Prawirohardjo, S. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
31. Winarni, 2012. Faktor-faktor yang berhubungan dengan praktek Sadari sebagai upaya untuk deteksi dini kanker payudara
32. Yunus, 2013. Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Di Sma Negeri 4 Gorontalo.
33. Yuni, 2009. Kenali Payudara dengan Sadari Kanker. Diakses tanggal 16 Mei 2010. http://bidandesa.com/kenali- kanker-payudara.