KEHAMILAN pada REMAJA
Dian Kholika Hamal
Sesi 3
CPL 1. Mahasiswa mampu menjelaskan defenisi kehamilan pd remaja
2. Mahasiswa mampu menjelaskan kebutuhan gizi masa kehamilan
3. Mahasiswa mampu menjelaskan masalah kehamilan pada remaja
4. Mahasiswa mampu menjelaskan solusi masalah gizi remaja
5. Mahasiswa mampu menjelaskan intervensi masalah gizi
remaja
DEFENISI KEHAMILAN REMAJA
• WHO (2014) Kehamilan remaja (Adolescence Pregnancy) berarti kehamilan pada wanita usia 10-19 tahun
• Depkes RI (2007) Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada usia remaja (kurang dari 20 tahun)
• Pudiastuti (2011) Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada wanita usia antara
14-19 tahun yang merupakan akibat perilaku seksual baik sengaja maupun tidak disengaja.
Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan (Per orang Perhari) pada
kehamilan Remaja
Keterangan :
= zat gizi yang tidak termasuk zat gizi tambahan pada masa kehamilan
= golongan vitamin
= golongan mineral
KEBUTUHAN
GIZI MASA
KEHAMILAN
Sumber :
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2019 TENTANG ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN UNTUK MASYARAKAT INDONESIA
ZAT GIZI TAMBAHAN yang DIPERLUKAN
1. Protein
Protein merupakan komponen yang penting untuk pembentukan sel-sel tubuh, pengembangan jaringan, termasuk untuk pembentukan plasenta. Jenis protein yang dikonsumsi seperlimanya sebaiknya berasal dari protein hewani, seperti daging, ikan, telur, susu, yogurt, dan selebihnya berasal dari protein nabati, seperti tahu, tempe, kacang- kacangan, dan lainlain.
2. Lemak
Lemak merupakan zat gizi penting yang berperan pada perkembangan
janin dan pertumbuhan awal pascalahir. Termasuk Asam lemak omega-
3 DHA dan omega 6 penting untuk perkembangan dan fungsi saraf janin
selama kehamilan.
ZAT GIZI TAMBAHAN yang DIPERLUKAN
3. Karbohidrat
Pemenuhan kebutuhan energi yang berasal dari karbohidrat dianjurkan sebesar 50—60% dari total energi yang dibutuhkan, terutama yang berasal dari karbohidrat pati dan serat, seperti nasi, sereal, roti, dan pasta, juga jagung, sagu, singkong, dan ubi jalar.
Jumlah Konsumsi karbohidrat pada kehamilan remaja lebih sedikit dibandingkan dengan konsumsi karbohidrat pada masa kehamilan usia dewasa.
Wanita usia dewasa biasanya aktifitasnya meningkat dibandingan remaja (10-19th) oleh karena itu kebutuhan karbohidrat yang diperlukan wanita usia dewasa lebih banyak dibandingkan remaja.
4. Air
• Pada masa kehamilan disarankan untuk menambah asupan cairannya sebanyak 300 ml/hari dari kebutuhan pada umumnya minimal 2 liter/hari atau setara 8 gelas/hari.
• Kebutuhan pada ibu hamil lebih banyak lagi
karena perlu memperhitungkan kebutuhan
janin dan metabolisme yang lebih tinggi
menjadi 10—13 gelas/hari.
5. Vitamin dan Mineral
• Ibu hamil membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibandingkan dengan ibu yang tidak hamil. Vitamin membantu berbagai proses dalam tubuh seperti pembelahan dan pembentukan sel baru.
• vitamin A untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan sel serta jaringan janin;
• vitamin B seperti B1 (tiamin), B2 (riboflavin), dan B3 (niasin) untuk membantu metabolisme energi,
• vitamin B6 (Piridoksin) untuk membantu protein membentuk sel-sel baru,
• Asam folat membantu dalam perkembangan susunan saraf pusat (idealnya dikonsumsi sebelum mengalami masa kehamilan),
• Kolin membantu dalam perkembangan otak hingga fungsi sistem saraf. ;
• vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi yang berasal dari bahan makanan nabati; dan
• vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium.
• Mineral yang dibutuhkan sebagai zat tambahan pada masa kehamilan (Besi, Yodium, Seng, Mangan, Kromium, Tembaga) berperan dalam berbagai tahap proses metabolisme dalam tubuh. Seperti pembentukan sel darah merah (Besi), dalam pertumbuhan (Yodium dan seng), pembentukan tulang dan jaringan ikat (Mangan), membantu sistem kekebalan tubuh (Selenium), serta pertumbuhan tulang dan gigi (Kalsium).
MASALAH KEHAMILAN PADA REMAJA
1. Belum siap secara psikis 2. Belum siap secara fisik
Mengalami gejala kecemasan Kekurangan Energi Kronik (KEK)
Anemia
1. Gangguan fisiologis 2. Gangguan perilaku 3. Gangguan kognitif
MAMASALAH KEHAMILAN PADA REMAJA MASALAH KEHAMILAN PADA REMAJA
1. Kekurangan Energi Kronik (KEK)
Timbulnya KEK pada ibu hamil disebabkan karena dalam jangka waktu yang lama asupan energi (karbohidrat dan lemak) tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Ibu hamil KEK akan berdampak pada janin, dan anak yang akan berlanjut sampai pada usia dewasa, antara lain:
1)Gangguan pertumbuhan janin (Intrauterine Growth Retardation) 2)Risiko bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
3)Risiko bayi lahir dengan kelainan kongenital (Defect Neural Tube, bibir sumbing, celah langit-langit dll)
4)Risiko bayi lahir stunting sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular (PTM) pada usia dewasa seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, Jantung Koroner.
5)Gangguan Pertumbuhan dan perkembangan sel otak yang akan berpengaruh pada kecerdasan anak
MASALAH KEHAMILAN PADA REMAJA
2. Anemia
• Anemia pada ibu hamil adalah suatu keadaan ketika sel darah merah atau Hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal (<11 g/dl).
• Kekurangan zat besi menyebabkan pembentukkan sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh, terutama pada kondisi hamil dimana banyak terjadi perubahan fisiologis tubuh.
• Penyebab timbulnya anemia pada ibu hamil antara lain:
1) Makanan yang dikonsumsi kurang mengandung protein, zat besi, vitamin B12 dan asam folat.
2) Meningkatnya kebutuhan tubuh selama hamil akan zat-zat gizi karena perubahan fisiologis ibu hamil dan pertumbuhan serta perkembangan janin.
3) Ibu hamil KEK (kurang energi kronik), dll.
3. Gangguan fisiologis, gangguan perilaku dan gangguan kognitif
Gangguan fisiologis
• Gangguan saraf simpatis
Pada daerah wajah : muka memerah, muka tegang, suka berkedut, mulut terasa kering, pembesaran pada pupil mata, suara gemetar
Pada anggota ektremitas : tangan gemetar (tremor), reflek meningkat
Pada daerah dada : pernapasan menjadi cepat, terasa sulit bernafas, denyut nadi cepat, jantung berdebar keras,tekanan darah naik
Seluruh badan terasa lemah dan tidak ada napsu makan
• Gangguan saraf parasimpatis
Pada nggota ekstrimitas tangan, kaki terasa gatal
Tekanan darah menurun, nadi turun
Pada daerah abdomen, terasa mual, nyeri abdomen, diare
Desakan untuk kencing, sering kencing, mudah lelah dan gangguan tidur
Gangguan perilaku
• Produktivitas kerja menurun, tidak percaya diri, banyak keluhan
• Kontak mata waktu berbicara sering menghindar, resah dan gelisah dan insomnia
• Sikap sering menyesal, mudah tersinggunng, mudah takut
Gangguan kognitif
• sering merasa bingung dalam kegiatan sehari-hari
• Sering melamun atau merenungkan sesuatu
• Mudah lupa, perhatiannya terganggu dan halangan untuk berfikir
• Cenderung menyalahkan orang lain, sulit
berkomunikasi
4. Belum siap secara fisik dan Psikis
• Belum siap secara fisik organ-organ internal dan eksternal reproduksi belum matang jika terjadi pembuahan
• Belum siap secara psikis belum siap menjalankan perannya sebagai seorang ibu, sehingga ibu merasa stres, cemas dan depresi selama kehamilan sampai proses persalinan dan masa nifas dan dapat menyebabkan timbulnya gejala depresi post partum (baby blues)
5. Mengalami gejala kecemasan
• Kehamilan usia remaja (15-19 tahun) ini berkontribusi 3 kali lebih besar dalam penyebab kematian ibu.
• Keadaan ini akan memperparah keadaan ibu, jika
selama kehamilan mengalami kecemasan yang tidak
segera ditanggulangi dapat mengakibatkan partus lama,
dan BBLR yang merupakan penyebab tidak langsung
kematian ibu dan bayi.
SOLUSI
Content Here
Content Here
Content Here Edukasi kesehatan
reproduksi, dampak kehamilan remaja
Memfasilitasi siswa untuk konsultasi terkait kesehatan remaja dengan konseling tatap muka, media sosial, sms atau pun telpon
Membuat kebijakan program PKPR ( Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) serta GenRe ( Generasi Berencana)
Content Here
Content Here Pemberian makanan tambahan protein (PMT-P) untuk mencegah terjadinya KEK.
Rutin Mengkonsumsi tablet FE untuk mengatasi dan mencegah terjadinya Anemia
Kemenkes Ri melalui Program Kesehatan Remaja di Indonesia dengan pendekatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) sejak tahun 2003. untuk remaja berusia 10 sampai 19 tahun, tanpa memandang status pernikahan termasuk remaja yang mengalami kehamilan.
Salah satu indikator Program Kesehatan Masyarakat adalah kejadian KEK pada Ibu hamil.
Adapaun kegiatan yang dilakukan untuk masalah KEK pada ibu hamil antara lain ,
Intervensi
Program Pelayanan Kesehatan Peduli
Remaja (PKPr)
02
Program Kesehatan Masyarakat
01
meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang harus diberikan secara komprehensif di semua tempat yang akan melakukan pelayanan remaja dengan pendekatan PKPR. Intervensi pada program ini terkait dengan masalah pada kehamilan remaja antara lain meliputi Pelayanan kesehatan reproduksi remaja , penanggulangan kehamilan pada remaja, dan Pelayanan gizi (anemia, kekurangan dan kelebihan gizi) termasuk konseling dan edukasi.
Pemantauan status gizi, kegiatan kelas ibu hamil yang diiselenggarakan di Puskesmas, dan Penyelenggaraan kegiatan pelayanan antenatal di puskesmas (ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal minimal 4 kali), pada kegiatan ini diharapkan ibu hamil dapat dideteksi secara dini adanya masalah, gangguan atau kelainan dalam kehamilannya, dan dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.
INTERVENSI
KEMENKES RI. 2017. LAPORAN KINERJA DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN MASYARAKAT. Jakarta
KEMENKES RI. 2014. PEDOMAN STANDAR NASIONAL PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR). Jakarta