1 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
BAB IV
ANALISA PERENCANAAN 4.1 ASPEK MANUSIA
Aspek manusia yang diterangkan adalah bagaimana merencanakan Anyer Resort yang nyaman dengan memperhatikan motivasi, pelaku, aktifitas, ruang, dan besaran luas ruang gerak manusia sebagai pengguna.
4.1.1 PENGGUNA
Pengguna yang dimaksud adalah pemakai jasa akomodasi, dan pengelola jasa akomodasi. Yang termasuk dalam pemakai jasa akomodasi adalah sebagai berikut :
Wisatawan
Wisatawan merupakan orang yang melakukan kegiatan wisata diluar tempat tinggalnya untuk memperoleh pengalaman kegiatan dari alam. Wisatawan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu wisatawan mancanegara dan wisatawan nasional.
Pengelola
Pengelola merupakan orang yang masuk ke dalam struktur organisasi dengan maksud menjalankan atau mengatur suatu badan usaha. Seperti general manager, bagian keuangan, administrasi.
4.1.2 DATA STATISTIK WISATAWAN TAHUN 2010 – 2011
Berdasarkan data statistik kunjungan wisatawan ke Provinsi Banten dilihat dari tahun kestabilan kunjungan relative tidak meningkat secara signifikan. Data statistik kunjungan wisatawan untuk tahun 2010 – 2011 adalah sebagai berikut18 :
Tahun Wisatawan Nasional Wisatawan
Mancanegara Total Presentase
2010 54.853 jiwa 1.059.999 jiwa 1.114.852 jiwa
2011 75.846 jiwa 1.098.241 jiwa 1.174.067 jiwa Naik 8 % Total 130.699 jiwa 2.158.240 jiwa 2.288.919 jiwa
Tahun 2010 – 2011 dikategorikan memiliki kenaikan yang tidak signifikan.
Kenaikan dari tahun 2011 – 2011 hanya berkisar 8 %. Karena jumlah wisatawan yang datang pada tahun 2010 berjumlah 1.114.852 sedangkan pada tahun 2011 berjumlah 1.174.067.
18. Badan Pusat Statistik Kota Serang Banten tahun 2011
20. idem 19
Tabel 4.1.1 Data Statistik Wisatawan Pantai Anyer
2 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
Perbandingan jumlah wisatan nasional dan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pantai anyer, banten, adalah 96 % : 4 %. Dari presentase tersebut dapat dianalisa bahwa wisata pantai anyer menjadi salah satu wisata yang diminati oleh wisatawan mancanegara. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan design resort untuk wisatawan mancanegara maupun wisatawan nasional. Serta dapat juga meningkatkan mutu, baik kualitas maupun kuantitas. Meningkatkan kualitas resort adalah hal yang perlu dilakukan, tetapi tidak mengurangi nilai – nilai arsitektur lokal atau arsitektur tradisional.
4.1.3 ANALISA KEGIATAN PENGGUNA
Pelaku Aktifitas / Kegiatan Secara Umum
Pengelola ( Resort Anyer ) Kegiatan administrasi dan manajemen
Pelayanan pengunjung / service
Operasional bangunan dan fasilitas
Perawatan bangunan dan fasilitas
Pelaku Aktifitas / Kegiatan Secara Umum Pengunjung Resort Anyer Datang
Check In / Check Out
Menginap / tidur, makan, minum, mandi
Istirahat dan bersantai
Menikmati fasilitas olahraga ( indoor )
Menikmati fasilitas olahraga pantai dan fasilitas tepi pantai
Berbelanja / membeli Souvenir
No Pengguna Jenis Kegiatan Sifat Kegiatan
1 Pengelola Hotel Resort Datang / parkir Nonformal
Kegiatan administrasi, manajemen Formal
Pelayanan Front Office Formal
Pelayanan tamu menginap Formal
Pelayanan fasilitas hotel Formal
Operasional bangunan hotel Formal
Operasional fasilitas hotel Formal
Perawatan bangunan hotel Formal
Perawatan fasilitas hotel Formal
Pengawasan keamanan tamu Nonformal
Pengawasan keamanan hotel Nonformal
Istirahat / pulang Nonformal
2 Pengunjung Hotel Resort
Datang / parkir Nonformal
Registrasi, check in Formal
Menginap Nonformal
Makan – minum Nonformal
Menghibur diri / keluarga Nonformal
Menikmati fasilitas hotel Formal
Menikmati fasilitas olahraga Nonformal Menikmati panorama alam(pantai) Nonformal Menikmati fasilitas pantai Nonformal Tabel 4.1.3.1 Analisa kegiatan pengguna pengelola resort anyer
Tabel 4.1.3.2 Analisa kegiatan pengguna pengunjung resort anyer
3 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
Melakukan ibadah Formal
Pulang / check out Nonformal
Klasifi-
kasi Sifat Fungsi Olahraga Jenis Kegiatan Fasilitas
Anak – anak
Main bersa- ma / hyper- aktif
Hanya kesenangan
Berlari – larian
Petak umpet
Bermain air
Naik turun tangga
Berenang
Taman bermain
Kolam air mancur
Kolam pasir
Perosotan
Ayunan
Kolam bola
Remaja Aktif
Meningkatkan kecintaan terhadap olahraga
Disiplin diri dan waktu
Meningkatkan
kesehatan & kreatifitas
Bersenang - senang
Berolahraga
Berwisata air
Bermain sepeda
Diving
Volley pantai
Berenang
Bermain futsal
Bertualang outbound pantai
Tempat olahraga
Ruang reservasi untuk diving tour
Penyewaan sepeda
Tempat penyewaan
Tempat outbound pantai
Ruang futsal dsb.
Dewa- sa
Kekelu- argaan /
santai
Penyaluran hobby
Jauh dari kota
Menikmati pantai
Berkumpul dengan keluarga
Bersantai
Istirahat
Diving bersama keluarga
Menikmati pantai
Berekreasi menikmati fasilitas hotel
Berekreasi di Anyer
Hotel resort
Fasilitas Olahraga
Toko & Gallery
Taman
Fasilitas pantai
Sarana kesehatan
Tua Tenang / santai
Memulihkan daya tubuh yang menurun
Meningkatkan semangat dan kreasi jiwa dan raga
Istirahat
Duduk – duduk dibawah pohon palm
Jalan – jalan
Menikmati panati yang indah & sejuk
Hotel resort
Fasilitas Olahraga
Club house
Toko & Gallery
Taman
Fasilitas pantai
Sarana kesehatan Tabel 4.1.3.4 Kebutuhan wisatawan berdasarkan karakteristik usia
19. Gerry, Hotel resort, Universitas Mercu Buana, 2010
Tabel 4.1.3.3 Detail Analisa kegiatan pengelola dan pengunjung resort anyer
19
4 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.1.4 SKEMA ALUR KEGIATAN PENGGUNA
Pengunjung Hotel Resort
Pengunjung Hotel Resort adalah tamu utama pada hotel ini yang kegiatannya tidak dibatasi sehingga bisa menikmati segala fasilitas yang ada dari hotel sendiri maupun dari fasilitas olahraga dan fasilitas pantainya.
Datang
Main Entrance Parkir
Lobby Ruang Pengelola
Taman Bermain ( Play Ground )
Sport Outdoor
Mini Resto Resort
Dermaga Marina
Menuju Pantai
Tabel 4.1.4.2 Skema Alur Kegiatan Pengunjung Hotel Resort
Lounge
Restoran Kolam Renang
5 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.1.5 PENGELOMPOKKAN KEGIATAN PENGGUNA
Pengelompokkan kegiatan berdasarkan urutan pengguna, kemudian pengelompokkan fasilitas, kegiatan yang dilakukan dan akan didapatkan kebutuhan ruang dan dikelompokkan ke dalam zona ruang.
a. Zona Publik : merupakan suatu zona dimana penghuni, pengelola, dan pengunjung dapat mencapai zona ini. Sehingga tidak ada batasan tempat.
b. Zona Service : merupakan suatu zona dimana hanya terdapat kegiatan – kegiatan service dan utilitas..
c. Zona Semi Privat : berupa Ruang Pengelola dan pelayanan.
d. Zona Privat : berupa Room Resort.
Pengguna & Fasilitas Zona
Pengunjung
- Resort Room - Function Room - Meeting Room - Kolam Renang - Kolam Renang - Ruang Loundry - Entrance - Vallet Parking - Pos Jaga - Lobby
- Restoran - Lounge - Taman - Toilet
PRIVATE
SEMI PRIVATE
PUBLIK
Pengelola
- R. Penerima Tamu - R. Owner - R. Gym - R. Sekretaris - R. Manager - R. Administrasi - R. Pemasaran - R. Keuangan - R. Staff Karyawan - R. Maintenance - Loading Dock - Ruang M & E - R. Pantry - R. Gudang
SEMI PRIVATE
SERVICE Tabel 4.1.5 Pengelompokan Ruang Berdasarkan Zona
6 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.2 ASPEK BANGUNAN
4.2.1 Bentuk dan Massa Bangunan
Bentuk yang akan dirancang adalah dampak dari beberapa faktor yang ada di pantai anyer, seperti :
Arsitektur Tropis dan sesuai kriteria sebagai “tropical resort”. Untuk atap menggunakan atap pelana dan perisai.
Mencirikan nilai – nilai arsitektur lokal ( arsitektur tradisional )
Bersahabat dengan alam dengan cara memberikan unsur alam dalam bangunan dan tapak seperti kolam dan tanaman hias
Berorientasi kepada view, sehingga memperoleh view yang maksimal.
Dengan menggunakan banyak bukaan, sehingga cahaya dan view tetap terjaga.
4.2.2 Sirkulasi Dalam Bangunan
Sirkulasi yang ada didalam resort ini terbagi menjadi 3 jenis, yaitu : Sirkulasi Pengguna
1. Sirkulasi pengunjung resort
- Akses yang mudah untuk mencapai bangunan resort
- Kejelasan pada sirkulasi menuju fasilitas atau tempat yang ingin dituju.
2. Sirkulasi Pengelola
- Kelancaran kegiatan pengelolaan dan pelayanan
- mempunyai akses sendiri dan terpisah dari sirkulasi pengunjung
Sirkulasi Kendaraan
- Pencapaian yang mudah dari main entrance menuju area parking maupun area resort
- Lebar jalan yang cukup, agar memberikan kenyamanan bagi pengendara kendaraan.
Sirkulasi Service
1. Sirkulasi kendaraan service
Loading dock, kendaraan sampah, kendaraan suplai logistik
7 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
2. Sirkulasi service bangunan
Sirkulasi karyawan, laundry, pantry, dapur dan pelayanan kebutuhan resort 4.2.3 Sistem Struktur Bangunan
Bangunan yang difungsikan untuk tempat penginapan, dalam perancangan ini lebih terarah kepada rancangan resort yang manawarkan tempat penginapan yang mendekati unsur rumah tinggal dengan menambahkan suasana alam atau suasana pantai.
Jadi, struktrur bangunan yang diterapkan ialah struktur yang tidak jauh berbeda dengan struktur rumah tinggal. Namun, tidak menutup kemungkinan menggunakan sistem struktur berbeda yang disebabkan kebutuhan dan fungsi ruang atas kegiatan yang tercipta. Adapun pembagian struktur bangunan resort antara lain :
Struktur Atas ( Upper Structure )
Bagian dari struktur yang berfungsi menyalurkan beban / gaya dari atasnya dan disalurkan ke kolom lalu di teruskan ke pondasi.
NO JENIS RANGKA
ATAP KEUNTUNGAN KERUGIAN
1 Kayu ( untuk bangunan resort )
Alami, estetika baik
Mudah dan murah didapat
Struktur ringan
Pengerjaan mudah
Daya pikul terbatas
Perlu perawatan intensif untuk menjaga keutuhannya
Bentangan terbatas
Mudah terbakar 2 Baja ( Untuk
bangunan dengn bentang lebar )
Daya pikul besar
Pelaksanaannya cepat
Dapat dipesan sesuai kebutuhan
Mampu menahan beban vertikal dan horizontal
Sulit didapat
Bahannya relatif mahal
Membutuhkan tenaga ahli dan alat berat dalam pengerjaannya
Tabel 4.2.3.1 sistem Struktur bangunan ( struktur atas )
Gambar 4.2.3.1 rangka atap kayu dan rangka atap baja
8 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
Dari analisa yang ada, maka struktur bangunan (atas) menggunakan sistem struktur rangka atap kayu. Dengan pertimbangan bahwa fungsi bangunan ini adalah resort, sehingga tidak memerlukan bentang yang lebar, terkecuali untuk beberapa fasilitas yang memerlukan bentangan, maka digunakan struktur baja.
Untuk struktur pondasi (bawah) menggunakan Pondasi plat Setempat, karena keadaan tanahnya yang tidak rata sehingga jika menggunakan pondasi selain pondasi setempat dikhawatirkan akan terjadi kegagalan struktur.
4.3 Aspek Lingkungan 4.3.1 Fisik
a) Data Teknis Tapak
Tapak berada pada Jl.Raya Anyer, cikoneng yang merupakan bagian dari kota wisata pantai, komersil, sosial dan budaya. Dengan peruntukannya sebagai kawasan wisata. Secara garis besar berdasarkan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), banten iklim daerah serang berkisar antara 22,1 ° C – 32,7 ° C dengan klasifikasi untuk bulan basah berkisar antara 4 – 6 bulan dan bulan kering berkisar 5 bulanan20.
Curah hujan 335 – 453 mm ( cukup tinggi ) Kecepatan angin 4 – 10 knot ( rendah ) Tinggi gelombang 0,5 – 1 m
b) Kondisi Eksisting Tapak
Gambar 4.3.1 Gambar Rencana Site Pembangunan
20. Tryas Ary Nugroho, Universitas Mercu Buana, 2010
Lebar Jalan Utama Anyer 7 meter
Sudut Kemiringan Pantai ± 6º
9 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.3.2 Analisa Potensi Tapak
Data eksisiting Tanggapan
Batas tapak Utara : Selat sunda
Selatan : Jalan raya Karang Bolong, Anyer Barat : Tanah kosong
Timur : Mercu Suar
Batas tapak utara berbatasan langsung dengan pesisir pantai, sehingga potensinya cocok untuk dijadikan view dari resort.
Batas sisi selatan dijadikan sebagai akses utama atau main entrance dari kendaraan yang melewati tapak ini.
Batas tapak barat adalah site kosong, sehingga cocok digunakan sebagai area outbond atau playground yang membutuhkan suara bising yang cukup tinggi.
Batas tapak sebelah selatan, dapat digunakan sebagai area parkir, serta memanfaatkan area yang tidak terpakai, difungsikan kembali agar tidak menjadi lokasi yang pasif.
Ruang luar
Tidak ada sirkulasi pejalan kaki pada Main Entrance sebagai pemisah antara pejalan kaki dengan kendaraan Pemukiman penduduk yang berjarak ± 30 m dari sisi terluar tapak.
Kurangnya pencahayaan pada jalan utama anyer, yang mengakibatkan kurang terlihatnya bangunan dari sisi luar tapak. Sehingga perlu pencahayaan yang cukup banyak dari dalam tapak.
Perlu adanya sirkulasi pejalan kaki agar memberikan keamanan dan kenyamanan dari pejalan kaki yang memasuki lokai tapak.
Dengan jarak ± 30 m dari pemukiman penduduk pengolahan bangunan sisi terdepan diusahakan tidak terlalu tinggi karena akan menimbulkan ketidak selarasan antar rancangan + pemukiman
Perlu ditambah penerangan pada lokasi tapak, agar memberikan keamanan di lokasi tersebut.
Karena minimnya pencahayaan yang berada diluar lokasi tapak.
10 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
Sirkulasi Kendaraan Analisa
Sirkulasi mempunyai satu jalur masuk mobil dan satu jalur untuk mobil keluar dengan lebar masing – masing 3 meter
Terdapat banyak pohon atau tanaman yang menghalangi pandangan dari luar menuju tapak pada batas tapak.
Tidak terdapat pedestrian untuk sirkulasi pejalan kaki. Pejalan kaki berjalan di jalur mobil
Kondisi jalan dalam tapak menggunakan aspal dengan kondisi yang masih baik.
Kurangnya penunjuk arah sehingga
pengunjung yang tidak tahu arah bisa berjalan berputar – putar.
Sirkulasi Kendaraan Tanggapan
Terdapat 2 buah sirkulasi untuk kendaraan pribadi, yaitu sirkulasi masuk dan keluar.
Selain itu juga harus terdapat sirkulasi untuk kendaraan service untuk loading dock Jalur mobil masuk, maupun yang keluar,
memiliki lebar yang cukup agar memberikan kenyamanan bagi kendaraan.
Terdapat pedestrian untuk sirkulasi pejalan kaki.
Tanaman atau pohon akan ditambahkan sehingga area hotel tidak akan terlihat gersang jika dilihat dari luar tapak, ini dikarenakan kondisi pantai yang pada siang hari terlihat terik atau kering karena banyak pasir pantai.
Akan diadakan pedestrian untuk jalur pejalan kaki.
Harus terdapat perabot jalan sebagai penunjuk arah, agar sirkulasi kendaraan dapat jelas arahnya.
Sirkulasi Kendaraan Pribadi Sirkulasi Kendaraan Service Sirkulasi Kendaraan Pribadi yang dijadikan juga sebagai sirkulasi Pejalan kaki
11 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
Sirkulasi Pejalan Kaki Analisa
Pedestrian terletak di pinggir sepanjang jalan raya karang bolong anyer
Pedestrian pejalan kaki, memiliki lebar 2 meter Pedestrian tersebut, dilalui 2 arah oleh pejalan
kaki tersebut
Tidak terdapatnya trotoar di pedestrian ersebut, sehingga pejalan kaki harus berhati – hati dengan kendaraan yang melewati jalan tersebut.
Akses memasuki lokasi resort menjadi satu dengan sirkulasi kendaraan
Sirkulasi Pejalan Kaki Tanggapan
Dibuatnya trotoar pada pedestrian pejalan kaki yang berada di luar tapak, agar memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki.
Dibuatnya entrance terpisah bagi pejalan kaki dari sirkulasi kendaraan agar lebih tertata rapih Di pedestrian atau trotoar yang berada di luar
lokasi tapak, harus di berikan pohon, agar menjadi buffer dari kendaraan yang melewati jalan raya tersebut.
12 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.3.3 Analisa Aksesbilitas Pada Tapak
Akses Entrance Analisa
Jalur masuk sebagai entrance bagi kendaraan terletak di sebelah selatan tapak atau berbatasan langsung dengan jalan raya karang bolong anyer.
Jalur kendaraan untuk masuk lokasi tapak, berasal dari 2 arah, yaitu dari arah serang dan dari arah merak.
Jalur ini mempunyai lebar 6 meter dan bisa dilalui dengan 2 kendaraan service.
Jalur ini dilalui dengan kendaraan pribadi, angkutan umum, dan kendaraan besar.
Kondisi jalan sudah memiliki aspal yang cukup baik, tetapi masih terdapat beberapa lobang di jalan raya tersebut.
Akses Entrance Tanggapan
Akses utama untuk entrance menuju lokasi akan tetap berada di sebelah selatan, karena arah ini memiliki potensi berdekatan langsung dengan jalan utama.
Untuk akses entrance service akan diletakkan pada area Barat Daya tapak yang jalurnya berbeda dari akses entrance utama.
Membuat perbedaan jalur mobil dengan motor untuk mencegah terjadi kemacetan.
1. dari arah merak 2. dari arah serang
1 2
1 2
1. dari arah merak 2. dari arah serang
13 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
Akses Exit Analisa
Akses exit diletakkan pada Selatan tapak.
Sebelum keluar dari tapak, kendaraan harus berhati – hati karena jalan raya utama banyak dilalui oleh kendaraan besar seperti bus dan truk serta angkutan umum berkecepatan tinggi.
Akses exit untuk mobil dan motor dijadikan satu sehingga kemacetan bisa timbul menuju lokasi maupun yang meninggalkan lokasi.
Akses exit untuk service disatukan dengan akses exit pengunjung dengan kendaraan pribadi.
Akses Exit Tanggapan
Akses exit akan tetap diletakan di sebelah selatan, karena memudahkan bagi pengunjung yang akan meninggalkan resort ke segala arah. Karena langsung berhadapan dengan jalan utama.
Akses exit mobil akan dirancang berbeda dengan sirkulasi motor.
Akses exit service akan dibedakan dengan akses exit kendaraan pribadi.
1 2
1 2
1. Menuju arah merak 2.Menuju arah serang 1. Menuju arah merak 2.Menuju arah serang
14 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.3.4 Analisa Pergerakan Arah Angin21
Pergerakan Angin Analisa
Pergerakan angin dan matahari
April – mei ( dari S)
Juni – Agustus ( dari TTG & T ) September – November ( dari U & T ) Desember – Februari ( dari B, BL, BD )
Berdasarkan analisa pergerakan angin persentase bulan dan arah angin banyak terjadi pada bulan juni – agustus; september – november dan desember – februari arah angin yang dilalui terjadi antara angin barat – timur.
Pergerakan angin memiliki arah yang sama dengan pergerakan matahari.
Untuk pembagian bulan Apri – mei angin bergerak memotong
pergerakan matahari.
Tanggapan
Untuk posisi massa bangunan diusahakan memotong pergerakan angin dan matahari untuk
memaksimalkan pergerakan angin.
Maka untuk beberapa aktifitas seperti olah raga tenis dan voley harus diposisikan melawan dari pergerakan angin, namun tidak menutup kemungkinan dengan pemecahan masalah yang lain seperti menggunakan penutup lapangan.
21. Tryas Ary Nugroho, Universitas Mercu Buana, 2010
15 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.3.5 ANALISA KEBISINGAN PADA TAPAK
Kebisingan pada tapak Analisa
Pada area no. 1 merupakan jalan raya utama yang banyak dilalui kendaraan, baik kendaraan pribadi, angkutan umum hingga truk besar pengangkut barang tingkat kebisingannya akan sangat tinggi.
Pada area no. 2 merupakan area dengan kebisingan yang juga cukup tinggi, tetapi bukan berasal dari kendaraan, melainkan berasal dari laut.
Pada area no. 3 dan no. 4 merupakan sumber tingkat kebisingan yang cukup rendah, karena arah tersebut berasal dari lahan kosong dan lahan mercu suar..
Tanggapan
Untuk area dengan kebisingan yang paling tinggi ( no. 1) dapat difungsikan untuk area parker, atau area lobby.
Untuk area yang berasal dari laut, dapat dimanfaatkan untuk sarana fasilitas dan resort, dengan pertimbangan view dari arah tersebut yang menuju pantai laut.
1
2 3
4
Area Parkir dan lobby Area Fasilitas dan Resort
16 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.3.6 Analisa Potensi Pantai
Bibir Pantai Analisa
Bibir pantai pada site ini terdapat banyak sekali karang, sehingga tidak memungkinkan .bagi para pengunjung untuk melakukan aktifitas berenang di area ini.
Area pantai memiliki kondisi yang cukup baik dalam hal kebersihan maupun view, karena langsung berhadapan dengan wisata anak gunung Krakatau.
Letak karang tidak disepanjang garis pantai, ada titik pantai dimana tidak terdapat karang.
Bibir Pantai Tanggapan
Potensi pantai dengan kondisi yang baik dalam hal kebersihan maupun view harus diberikan fasilitas yang berhubungan langsung dengan laut, contohnya dermaga laut yang berada di pantai ancol.
Area dermaga pantai sangat baikjika dimanfaatkan sebagai sarana hiburan laut. Seperti, jetski dan banana boat.
17 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.3.7 Analisa Potensi Dalam Tapak
Potensi Dalam Tapak Analisa
Area ini dulu digunakan sebagai tempat diskotik outdoor, tetapi sekarang sudah tidak memiliki fungsi dan dibiarkan kosong oleh pengelola resort.
Di area tersebut hanya terdapat batu – batu dan beberapa tiang yang dulu digunakan untuk bangunan diskotik.
Potensi Dalam Tapak Tanggapan
Area ini sangat disayangkan apabila tidak digunakan untuk suatu aktifitas. Area ini memiliki view yang sangat baik. Karena berbatasan langsung dengan laut. Tempat ini bisa digunakan sebagai tempat duduk santai dengan pemandangan alam laut. Selain itu bisa menuju dermaga.
18 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.3.8 Analisa Arah Hadap Massa Bangunan
Arah Hadap Bangunan Analisa & Tanggapan Arah hadap bangunan
dipertimbangkan dari arah datangnya sudut datang matahari.
Arah datang sudut sinar matahari, tegak lurus dengan view terbaik dari lokasi site.
Arah hadap bangunan
dipertimbangkan dari view terbaik, yaitu arah hadap menuju laut.
Jika arah hadap bangunan menuju view laut, maka bangunan akan tegak lurus dari sinar matahari.
4.3.9 Penzoningan dalam Tapak
Penzoningan Dalam Tapak Analisa & Tanggapan
Area Publik. Dapat di fungsikan untuk bangunan seperti, Lobby, Lounge, receptionist, drop off
Area Semi Publik. Dapat difungsikan untuk bangunan seperti Loundry, Kolam renang, ataupun fasilitas penunjang
Area Service. Digunakan untuk bangunan service seperti, Panel, Pompa, dan M.E
Area Private. Dapat difungsikan untuk bangunan resort yang diposisikan dekat dengan bibir pantai
Zona Publik Zona Semi Publik
Zona Service Zona Private
19 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.4 Pengelompokan Kebutuhan Ruang dan Besaran Ruang 4.4.1 Pengelompokan kebutuhan Resort
No Jenis
Ruang Sub Ruang Kapasitas Dimensi Luas Total Sumber
1 Standart Room
Kamar tidur 2 org 4m x 4m 16 m²
30 m² SB
Km. Mandi 1 unit 4m x 2m 8 m²
Teras balkon 2 org 4m x 1.5m 6 m²
Total Unit (20 kamar) 600 m²
2 Deluxe
Room
Kamar tidur 3 org 4m x 4m 16 m²
57 m² SB
Km. Mandi 1 unit 2m x 4m 8 m²
R. Duduk 3 org 4m x 4m 16 m²
Pantry 3 org 4m x 2m 8 m²
Teras 2 org 6m x 1.5m 9 m²
Total Unit (12 kamar) 684 m²
3 Suite
Room
Kamar 5org/3ka
mar 4m x 4m 48 m²
106 m² SB
Km. Mandi 2 unit 2m x 4m 16 m²
R. Duduk 5 org 4m x 4m 16 m²
Pantry 2 org 4m x 2m 8 m²
Teras 2 org 1.5m x 12m 18 m²
Total Unit (36 kamar) 3816 m² Total 1+2+3 5400 m² Sirkulasi 20% 1080 m² Sub Total 6480 m²
4.4.2 Pengelompokan Kebutuhan fasilitas Penunjang No Jenis Ruang Sub Ruang Kapasitas Unit
Dimensi Luas Total Ket
1 Jogging Jogging
Track
2 Fitness R. Senam 60 org 1 unit 25m x 15m 375 m² 375 m² NAD
R. Alat 10 org 1 unit 8m x 8m 64 m² 64 m² NAD
R. Admin
+tunggu 10 org 1 unit
3m x 2m 6 m² 6 m² NAD
R. P3K 10 org 1 unit 5m x 5m 25 m² 25 m² NAD
R. Ganti ♂ 1 org 5 unit 1m x 1m 1 m² 5 m² PHD
R. Ganti ♀ 1 org 5 unit 1m x 1m 1 m² 5 m² PHD
Toilet ♂ 1 org 5 unit 1.5m x 1m 1.5 m² 7.5 m² PHD
Urinoar 1 org 3 unit 1m x 1m 1 m² 3 m² PHD
Washtafel ♂ 1 org 3 unit 1m x 1m 1 m² 3 m² PHD
Toilet ♀ 1 org 6 unit 1.5m x 1m 1.5 m² 9 m² PHD
Washtafel ♀ 1 org 4 unit 1m x 1m 1 m² 4 m² PHD
Locker ♂ 1 org 5 unit 1m x 1m 1 m² 5 m² NAD
Locker ♀ 1 org 5 unit 1m x 1m 1 m² 5 m² NAD
Janitor 3 org 1 unit 3m x 3m 9 m² 9m² NAD
Volley Beach 12 org 2 unit 7m x 5m 35 m² 70 m² SB Tennis 2 org 2 unit 15m x 10m 150 m² 300 m² SB
Basket 2 unit 15m x 10m 150 m² 300 m² SB
Mini Soccer 1 unit 13.5m x 6.5m 87.75 m² 87.75 m² SB Kolam Utama 20 org 1 unit 25m x 10m 250 m² 250 m² NAD
20 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
Kolam Anak 10 org 1 unit 10m x 10m 100 m² 100 m² NAD Pool deck
keliling kolam
10 org 1 unit 15m x 10m 150 m² 150 m² NAD R. Pompa &
Filter Air 4 org 1 unit 4m x 2m 8 m² 8 m² NAD
R. Sewa+
Locker 10 org 2 unit 10m x 3m 30 m² 60 m² NAD
R. Ganti ♂ 1 org 5 unit 1m x 1m 1 m2 5 m2 PHD
R. Ganti ♀ 1 org 5 unit 1m x 1m 1 m2 5 m2 PHD
Toilet ♂ 1 org 5 unit 1.5mx1m 1.5m2 7.5m2 PHD
Urinoar 1 org 3 unit 1m x1m 1 m2 3m2 PHD
Washtafel ♂ 1 org 3 unit 1m x 1m 1 m2 3 m2 PHD
Toilet ♀ 1 org 6 unit 1.5m x 1m 1.5 m2 9 m2 PHD
Washtafel♀ 1 org 4 unit 1m x 1m 1 m2 4 m2 PHD
Janitor 3 org 1 unit 3m x 3m 9 m2 9 m2 NAD
Total 1896.75 m2
Sirkulasi 20% 379.35 m2 Sub Total 2259.1 m2
4.4.3 Pengelompokan Kegiatan Ruang Serba Guna
No Jenis Ruang Sub Ruang Kapasitas Unit
Dimensi Luas Total Ket 1 Conference
Room (rapat, seminar)
R. Rapat 100 org 1 unit 20m x 20m 400 m2 400 m2 TSS
Pantry 7 org 1 unit 5m x 5m 25 m2 25 m2 PHD
Toilet ♂ 1 org 5 unit 1.5m x 1m 1.5 m2 7.5 m2 PHD
Urinoar 1 org 3 unit 1m x 1m 1 m2 3 m2 PHD
Washtafel ♂ 1 org 3 unit 1m x 1m 1 m2 3 m2 PHD Toilet ♀ 1 org 6 unit 1.5m x 1m 1.5 m2 9 m2 PHD Washtafel♀ 1 org 4 unit 1m x 1m 1 m2 4 m2 PHD
Janitor 3 org 1 unit 3m x 3m 9 m2 9 m2 PHD
Gudang 3 org 1 unit 2m x 2m 4 m2 4 m2 PHD
Total 464.5
m2 Sirkulasi 20% 92.9 m2
Sub Total 557.4 m2
4.4.4 Pengelompokan Kebutuhan Ruang Makan & Minum
No Jenis Ruang Sub Ruang Kapasitas Unit Perhitungan Luas Total Ket 1 Lounge Bar
Bar Counter 20 org 2 unit
9.3mx2.5m 23.25
m2 46.5m2 PHD R. Duduk 100 org 1 unit 14mx12m 168m2 168m2 PHD Pantry 10 org 2 unit 7.6mx7m 53.2m2 106.4m2 PHD
2 Restoran R. Makan 100 org 2 unit 15mx12m 180m2 360m2 TSS
Dapur 6 org 6 unit 6mx6m 36m2 216m2 NAD
Gudang 5 org 2 unit 3mx2m 6m2 12m2 NAD
Toilet ♂ 10 org 1 unit 13.5
m2 13.5m2 PHD
Toilet ♀ 10 org 1 unit 13 m2 13m2 PHD
Janitor 3 org 1 unit
3mx3m 9m2 9m2 PHD
21 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
3 Mini
Restoran
R. Makan 40 org 1 unit 10mx8m 80m2 80m2 TSS
R. Duduk 30 org 1 unit 8.5mx7m 59.5m2 59.5m2 TSS
dapur 5 org 1 unit 5mx5m 25m2 50m2 TSS
Total 1133.9m2
Sirkulasi 20% 226.78 m2 Sub Total 1360.68m2 4.4.5 Pengelompokan Kebutuhan Ruang Penerima Tamu
No Jenis Ruang Sub Ruang Kapasitas Unit Dimensi Luas Total Ket 1 Penerimaan
Tamu
Entrance 5 org 1 unit
Drop Off 4 mobil 2 unit 7m (2 jalur) SB
Pos Jaga 2 org 2 unit 1.5m x 1m 1.5 m2 3 m2 SB
Lobby 10 org 1 unit 6.4m x 5m 32 m2 32 m2 SB
2 Front Desk Informasi 2 org 1 unit 1.5m x 1m 1.5m2 1.5m2 SB Resepsionis 6 org 1 unit 3m x 2.5m 7.5m2 7.5m2 SB
Kasir 2 org 1 unit 1m x 1m 1m2 1 m2 SB
Toilet ♂ 10 org 5 unit 1.5m x 1m 1.5 m2 7.5 m2 PHD Toilet ♀ 10 org 5 unit 1.5m x 1m 1.5 m2 7.5 m2 PHD
Janitor 3 org 1 unit 3m x 3m 9 m2 9 m2 PHD
Total 69 m2
Sirkulasi 20% 13.8 m2 Sub Total 82.8 m2 4.4.6 Pengelompokan Kebutuhan Ruang Pengelola
No Jenis Ruang Sub Ruang Kapasitas Unit Dimensi Luas Total Ket
1 Kantor
Pengelola
R. Owner 2 org 1 unit 3m x 3m 9 m2 9 m2 BDS
R. GM 2 org 1 unit 3m x 3m 9 m2 9 m2 BDS
R. Sekretaris 2 org 1 unit 2m x 1m 2 m2 2 m2 BDS R. Data 2 org 2 unit 4.3m x 3m 12.9m2 25.8 m2 TSS R. Eng.
Manager 2 org 2 unit 2.5m x 2.5m 6.25m2 12.5 m2 PHD R. Humas 3 org 2 unit 2.5m x 2.5m 6.25m2 12.5 m2 SB R. Marketing 3 org 2 unit 2.5m x 2.5m 6.25m2 12.5 m2 TSS R. Adm.
Keuangan 3 org 1 unit 3m x 3m 9 m2 9 m2 TSS
R. Purchasing 3 org 1 unit 2.8m x 2m 5.6 m2 5.6 m2 TSS R. Staff
Pengelola 12 org 4 unit 5m x 4m 20 m2 80 m2 PHD Ruang HRD 4 org 1 unit 4m x 3m 12 m2 12 m2 PHD R. Rapat 10 org 2 unit 6m x 6m 12 m2 24 m2 TSS R. Fotocopy 3 org 2 unit 2m x 2m 4 m2 8 m2 SB R. Komputer 5 org 2 unit 4m x 3.6m 14.4m2 28.8 m2 SB R. Arsip 2 org 3 unit 3m x 2.6m 7.8 m2 23.4 m2 SB
Pantry 1 org 1 unit 3m x 2m 6 m2 6 m2 PHD
Gudang 2 org 1 unit 2m x 2m 4 m2 4 m2 PHD
Musholla 10 org 2 unit 3m x 3m 9 m2 18 m2 SB
Total 302.1 m2
Sirkulasi 20% 60.42 m2 Sub Total 362.52 m2
22 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.4.7 Pengelompokan Kebutuhan Ruang Service dan Utilitas
No Jenis Ruang Sub Ruang Kapasitas Unit Dimensi Luas Total Ket
1 R. Kerja 5 org 2 unit 6.8m x 5m 34m2 68m2 BDS
2 R. OB 6 org 3 unit 2m x 2m 4m2 12m2 BDS
3 Service
Banquet 5 org 2 unit 8m x 5m 40m2 80m2 PHD
4 G. bahan
makanan 2 org 2 unit 6m x 6m 36m2 72m2 NAD
5 G. pecah belah 5 org 2 unit 8.6m x 8.6m 73.96m2 147.92m2 NAD 6 G. perabot &
peralatan 5 org 2 unit 8.6m x 8.6m 73.96m2 147.92m2 NAD
7 G. bahan
pencuci 5 org 2 unit 7m x 7m 49m2 98m2 NAD
8 R. Linen 10 org 3 unit 10m x 7.4m 74m2 222m2 NAD
9 Gudang Linen 5 org 1 unit 8m x 6.5m 52m2 52m2 NAD
10 R. Laundry 5 org 2 unit 9.6m x 8m 76.8m2 153.6m2 NAD
11 Tangga 4 org
12 Tangga
kebakaran 5 org
13 Loading Dock 6 org 3 unit 4m x 3m 12 m2 36 m2 TSS
14 House Keeping 10 org 10 unit 2m x 2m 4 m2 40 m2 TSS
15 Room Service 3 org 10 unit 2m x 2m 4 m2 40 m2 TSS
16 Shaft Sampah 2 org 2 unit 1m x 1m 1 m2 2 m2 PHD
17 R. Tampung
Sampah 2 org 2 unit 2m x 2m 4 m2 8 m2 PHD
18 Pantry 5 org 3 unit 3m x 2m 6 m2 18 m2 PHD
19 Gudang 3 org 1 unit 2mx1.5m 3 m2 3 m2 PHD
20 Musholla 10 org 1 unit 4mx4m 16 m2 16 m2 SB
21 R. istirahat 5 org 2 unit 3mx3m 9 m2 18 m2 SB
22 Toilet ♂ 1 org 2 unit 1.5mx1m 1.5 m2 3 m2 PHD
23 Toilet ♀ 1 org 2 unit 1.5mx1m 1.5 m2 3 m2 PHD
24 Janitor 3 org 2 unit 2mx1m 2 m2 4 m2 PHD
25 R. Wudhu♂ 5 org 1 unit 3mx2m 6 m2 6 m2 SB
26 R. Wudhu ♀ 5 org 1 unit 3mx2m 6 m2 6 m2 SB
27 R. Utilitas R. Trafo 2 org 1 unit 7mx4m 28 m2 28 m2 NAD
R. Genset 2 org 2 unit 7mx5m 35 m2 70 m2 SB
R. Panel listrik
2 org
4 unit 3mx3m 9 m2 36 m2 TSS
R. Pompa 2 org 2 unit 7.3mx5.7m 41.61m2 83.22m2 SB
AHU 2 org 2 unit 2mx1m 2 m2 4 m2 SB
Plumbing 2 org 2 unit 1.5mx1m 1.5 m2 3 m2 TSS
Total 1480.66 m2 Sirkulasi 20% 296.132 m2 Sub Total 1776.79 m2 4.4.8 Akumulasi Pengelompokan Kebutuhan Ruang
No Keterangan Luas Bangunan
1 Resort 6480 m²
2 Fasilitas Penunjang 2259.1 m2
3 Fasilitas Ruang Serba Guna 557.4 m2
4 Fasilitas Ruang Makan & Minum 1360.68 m2
5 Fasilitas Penerimaan Tamu 82.8 m2
23 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
6 Fasilitas Ruang Pengelola 362.52 m2
7 Fasilitas Ruang Service & Utilitas 1776.79 m2 Total Luas Bangunan 14842.02 m2
4.4.9 Keterangan Sumber
SUMBER KETERANGAN
SB Studi Banding Survey
NAD Ernst and Peter Neufert Architect Data PHD Principle of Hotel Design
TSS Time-Saver Standart BDS Building Design Standart
4.4.10 Analisa Kebutuhan Parkir
Kebutuhan luas parkir mobil adalah 20m2 untuk parkir sistem tegak lurus (90 derajat) atau 23m2 untuk parkir dengan sistem serong (45 derajat)..22
Parkir Pengelola
Mobil : Standar 6 org/mobil Kebutuhan + Sirkulasi = 15m²/ mobil Jumlah Pengelola (asumsi) = 100 orang x (60 %) = 60 orang Total Kebutuhan parkir = 15m2 X = 150m² (10mobil)
Motor : Standar 1/3 mobil Kebutuhan + Sirkulasi = 2m²/ motor Total Kebutuhan parkir = 2m2 X = 7m² (3-4 motor) Parkir Tamu/ Pengunjung
Mobil : Standar 6 org/mobil Kebutuhan + Sirkulasi = 15m²/ mobil Jumlah Pengunjung (asusmsi) = 200 orang x (60 %) = 120 orang Total Kebutuhan parkir = 15m2 X = 300m² (20mobil)
Motor : Standar 1/3 mobil Kebutuhan + Sirkulasi = 2m²/ motor Total Kebutuhan parkir = 2m2 X = 14m² (7motor)
Bus : Standar Kebutuhan + Sirkulasi = 65m²/ bus Rencana Jumlah unit 10 bus.
Total kebutuhan parkir = 65m2 X 10 = 650m2 Parkir Service
Untuk service hotel disediakan 5 parkir mobil service, dan untuk service bangunan fasilitas penunjang disediakan 3 parkir mobil service. Maka 23m2 x 8mobil = 184m2.
22. Ernst and Peter Neufert, Architect Data
24 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
Total Kebutuhan Luas Parkir
Mobil + Motor + Bus = (150m2 + 300m2) + (7m2 + 14m2) + 650m2 = 1121m2 Ruang Terbuka
Taman reduksi 20% dari luas parkir = 20% x 1121m² = 224.2m² Luas parkir + taman reduksi = 1121m² + 224.2m² = 1345.2m² Perhitungan Luas Dermaga
Panjang dermaga : 100 meter (asumsi) Lebar dermaga : 3 meter ( studi banding )
Maka untuk luas dermaga adalah : 100 meter x 3 meter : 300 m2 Standard kenyamanan manusia : 0.6 m2 ( NAD )
Maka dermaga ini dapat menampung ± 180 orang
TOTAL KEBUTUHAN LUAS RUANG DALAM DAN LUAR
LUAS BANGUNAN + LUAS PARKIR & SIRKULASI + LUAS DERMAGA = 14842.02m2 +1345.2m2 + 300 m2
= 16487.22 m2
4.5 SISTEM UTILITAS BANGUNAN
4.5.1 DISTRIBUSI AIR BERSIH DAN AIR KOTOR 1. Pengelolaan Sistem Air Bersih
Suplai air tersedia dari PAM dan pemanfaatan sumber tanah (deep-well). Sistem utilitas yang digunakan adalah sistem up feed dan downfeed. Air bersih disimpan dalam tendon bawah dialirkan ke tendon atas lewat pompa. Dari tendon atas kemudian disalurkan kebawah kembali. System distribusinya menggunakan Gaya tekan Pompa dan gaya gravitasi.
2. Air Hujan
Air hujan masuk ke pipa talang yang ada pada atap kemudian disalurkan lewat pipa vertikal untuk masuk ke bak kontrol. Dari bak kontrol disalurkan ke saluran kota atau saluran air hujan.
Air Hujan Media Penyalur Bak Kontrol Saluran Kota
Diagram 4.5.1.2 Sistem aliran air hujan
25 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.5.2 SISTEM PEMBUANGAN SAMPAH
Sampah yang berada di setiap area di dalam tapak dibuang di tempat sampah, kemudian dikumpulkan dan ditampung dalam bak penampungan sampah. Sampah yang telah terkumpul, diletakkan pada suatu container oleh petugas yang kemudian diangkut oleh truk pengangkut sampah ke tempat pembuangan sampah di luar tapak.
4.5.3 SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK
Sumber listrik didapatkan dari sumber tenaga listrik pusat dan generator sebagai cadangan bila listrik padam.
4.5.4 SISTEM PENANGGULANGAN KEBAKARAN
Jenis bahan yang terbakar termasuk angka klasifikasi A yakni kebakaran dari bahan-bahan padat (kecuali logam) yang mudah terbakar seperti kayu. Bangunan dengan konstruksi dinding, lantai dan atap terbuat dari material kayu merupakan faktor yang mempercepat meluasnya kebakaran. Sedangkan bahan terbuat dari beton mampu menjadi barrier yang efektif terhadap penjalaran api. Alat yang mendukung sistem anti kebakaran adalah Hydrant, Sprinkler, dan heat Detector.
PLN Gardu Listrik Panel Utama
Generator
Panel Distribusi
Diagram 4.5.3 Skema Distribusi Listrik
Gambar 4.5.4 (1) Hydrant (2) Heat Detector (3) Sprinkler
26 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
4.5.5 SISTEM AIR CONDITIONER ( AC )
Sistem tata udara adalah suatu proses mendinginkan/memanaskan udara sehingga dapat mencapai suhu dan kelembaban yang diinginkan/dipersyaratkan. Selain itu, mengatur aliran udara dan kebersihannya. Fungsinya adalah untuk
menyegarkan udara ruangan dan memberikan kenyamanan kerja bagi orang yang melakukan kegiatan tertentu.
Pengkondisian udara atau sistem tata udara atau air conditioning, adalah usaha mengolah udara untuk mengendalikan temperatur ruangan, kelembaban relatif, kualitas udara, dan penyegarannya untuk menjaga persyaratan kenyamanan (comfort) bagi penghuni ruangan
.
4.5.6 SISTEM MAINTENANCE ( PERAWATAN ) BANGUNAN Sistem yang termasuk dalam perawatan bangunan adalah : 1 Kebersihan Bangunan
Bagian dalam (indoor)
Membersihkan seluruh bagian dalam bangunan seperti lantai, dinding, Plafond, furnitur, agar kebersihannya tetap terjaga
Bagian luar (outdoor)
Membersihkan bagian luar bangunan seperti dinding dan jendela.
2. Perawatan Taman
Memelihara tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan indah terlihat.
Aktifitas yang dilakukan dalam perawatan tanaman antara lain penyiraman, pemangkasan, dan pemupukan. Sehingga taman tetap terjaga keindahannya sebagai hal yang penting bagi kawasan resort.
Gambar 4.5.5 Gambar Air Conditioning ( AC )
27 Dhimas Billy Herbowo 41207010001 | Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana
3. Pengendalian Hama
Selain mengurangi kenyamanan, hama dan serangga dapat merusak material – material yang terdapat pada resort. Mengingat banyak material yang terbuat dari unsur alam (kayu), maka perawatan hama ini menjadi sangat penting, sehingga bangunan akan tetap terjaga.
4. Perawatan Peralatan Mekanikal Elektrikal
Melakukan perawatan peralatan teknik yang ada pada bangunan seperti sistem tata udara (AC system), generator set, peralatan pencegah kebakaran (fire protection system), pompa listrik (electrical pump), dan peralatan teknik lainnya, yang berhubungan dengan mekanikal elektrikal pada bangunan.