RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMAN 1 Alas Barat
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Tema/sub Tema : Kebugaran Jasmani
Kelas / Semester : XII / 5 (Ganjil) Pertemuan ke : 17, 18 dan 19
Alokasi Waktu : 9 x 45 menit ( 3 kali pertemuan)
A. KOMPETENSI INTI
1. Menghargaidanmenghayatiajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIN KOMPETENSI
KI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan
kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai.
1.1.1. Menggunakan tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai dengan aktivitas atletik (lari, lempar, lompat, dan jalan).
2
1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta.
2.2 Bertanggungjawab terhadap keselamatan dan kemajuan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran 2.6 Disiplin selama melakukan
berbagai aktivitas fisik.
1.2.1. Memelihara dan membina tubuh sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta dengan bermain aktivitas atletik (lari, lempar, lompat, dan jalan).
2.2.1. Menunjukkan perilaku bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dalam permainan aktivitas atletik (lari, lempar, lompat, dan jalan).
2.2.2. Menunjukkan perilaku bertanggungjawab Terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran permainan aktivitas atletik (lari, lempar, lompat, dan jalan).
2.6.1. Menunjukkan perilaku disiplin selama melakukan aktivitas bermain aktivitas atletik (lari, lempar, lompat, dan jalan).
3
3 3.3. Menganalisis konsep latihan dan Pengukuran konsep kebugaran jasmani terkain keterampilan ( Kecepatan , kelincahan
3.5.1 Menganalisis konsep pengukuran daya tahan tubuh terkait kesehatan.
3.5.2 Menganalisis konsep pengukuran kekuatan otot- otot terkait kesehatan.
keseimbangan dan kooedinasi) menggunakan instrument terstandar.
3.5.3.Menganalisis konsep pengukuran komposisi tubuh terkait kesehatan.
3.5.4 Menganalisis konsep pengukuran kelenturan tubuh terkait kesehatan.
3.5.5 Menganalisis konsep pengukuran kecepatan terkait keterampilan.
3.5.6 Menganalisis konsep pengukuran kelincahan terkait keterampilan.
3.5.7 Menganalisis hasil pengukuran kebugaran jasmani menggunakan standar TKJI.
4
4.5. Mempraktikkan pengukuran derajat komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan dan keterampilan menggunakan instrumen terstandar.
4.5.1 Mempraktekkan konsep pengukuran daya tahan tubuh terkait kesehatan.
4.5.2 Mempraktekkan konsep pengukuran kekuatan otot-otot terkait kesehatan.
4.5.3. Mempraktekkan konsep pengukuran komposisi tubuh terkait kesehatan.
4.5.4 Mempraktekkan konsep pengukuran kelenturan tubuh terkait kesehatan.
4.5.5 Mempraktekkan konsep pengukuran kecepatan terkait keterampilan.
4.5.6 Mempraktekkan konsep pengukuran kelincahan terkait keterampilan.
4.5.7 Mempraktekkan hasil pengukuran kebugaran jasmani menggunakan standar TKJI.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Memiliki kesadaran tentang arti penting merawat tubuh sebagai wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Menunjukkan perilaku bertanggungjawab terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.
3. Menunjukkan perilaku santun dan toleransi selama menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.
4. Menganalisis dan mempraktikkan konsep pengukuran daya tahan tubuh terkait kesehatan dengan menunjukkan nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.
5. Menganalisis dan mempraktikkan konsep pengukuran kekuatan otot-otot terkait kesehatan dengan menunjukkan nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.
6. Menganalisis dan mempraktikkan konsep pengukuran komposisi tubuh terkait kesehatan dengan menunjukkan nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.
7. Menganalisis dan mempraktikkan konsep pengukuran kelenturan tubuh terkait kesehatan dengan menunjukkan nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.
8. Menganalisis dan mempraktikkan konsep pengukuran kecepatan terkait keterampilan dengan menunjukkan nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.
9. Menganalisis dan mempraktikkan konsep pengukuran kelincahan terkait keterampilan dengan menunjukkan nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.
10. Menganalisis dan mempraktikkan pengukuran kebugaran jasmani menggunakan standar TKJI dengan menunjukkan nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.
D. MATERI PEMBELAJARAN
Latihan Kebugaran Jasmani:
Kelincahan
Explosive power
Kecepatan:
Kekuatan otot
Ketepatan
Daya tahan kerja jantung
Tes dan pengukuran kebugaran jasmani
Tes kelincahan lari bolak balik, lari kelok-kelok squat trus
Tes kekuatan cinning, dipping, sit up, berbaring angkat kaki, push up,
Tes daya tahan: lari 1400 meter keatas, tes balke, tes coopper
Tes kecepatan lari 40, 50 dan 60 meter
E. METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Scientific
2. Metode : Discovery Learning 3. Ceramah
4. Unjuk Kerja 5. Tanya Jawab 6. Diskusi
7. Game / Permainan
F. MEDIA, ALAT, SUMBER PEMBELAJARAN
Lintasan/track atletik
Bak lompat jauh
Peluit
Sumber: Buku Penjasorkes SMA Kelas XI,Tim Puskurbuk Kemdikbud, Jakarta: Puskurbuk Kemdikbud.
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN/STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Awal 20 Menit : Apersepsi / Motivasi
1. Doa, Absensi, Kerapian Siswa Siswi 2. Pelemasan / Striching
3. Wamming Up / Pemanasan 2, Kegiatan Inti 100 Menit
a. Ekplorasi b. Elaborasi c. Konfermasi
Pemeliharaan kebugaran jasmani
Setelah dibagi kelompok siswa diberikan tugas untuk membuat program latihan
jangka pendek yang bertujuan pemeliharaan kebugaran jasmani yaitu untuk satu sesi latihan jogging yaitu: pemanasan 10 menit atau 60% dari THR Pertemuan 15denyut nadi : 115 detak/menit, Pertemuan 15bentuknya lari-lari kecil, peregangan dan kalestenik. Kondisioning 30 menit atau 75%- 85%
dari THR (Training Heart Rate)= 144 – 164
detak/menit. Pendinginan 5 menit atau detak jantung kembali normal. Selanjutnya minum air putih.
Program Latihan
Setelah menyelesaikan tugas membuat program jangka pendek, secara berkelompok siswa
melaksanakan program latihan jangka pendek yang bertujuan pemeliharaan kebugaran jasmani yaitu untuk satu sesi latihan jogging yaitu: pemanasan 10 menit atau 60% dari THR denyut nadi : 115
detak/menit, bentuknya lari-lari kecil, peregangan dan kalestenik. Kondisioning 30 menit atau 75%- 85% dari THR (Training Heart Rate)= 144 – 164 detak/menit. Pendinginan 5 menit atau detak jantung kembali normal. Selanjutnya minum air putih.
Mengamati
Memperhatikan gerakan latihan kekuatan otot, daya tahan otot, daya tahan jantung dan paru- paru/daya tahan pernapasan, kelenturan, dan komposisi tubuh yang diperagakan guru atau peserta didik yang mampu.
Memperhatikan gerakan latihan koordinasi, power, keseimbangan, kecepatan, kelincahan, dan akurasi/ketepatan yang diperagakan guru atau peserta didik yang mampu.
Menanya
Menyampaikan pertayaan secara bergantian berkaitan dengan gerakan latihan kekuatan otot, daya tahan otot, daya tahan jantung dan paru-paru/daya tahan pernapasan, kelenturan, dan komposisi tubuh yang merupakan komponen kebugaran jasmani untuk kesehatan .
Menyampaikan pertayaan secara bergantian berkaitan dengan latihan koordinasi, power, keseimbangan, kecepatan, kelincahan, dan akurasi/ketepatan yang merupakan komponen kebugaran jasmani untuk keterampilan
Eksplorasi
Peserta didik menggali informasi berkaitan dengan komponen kebugaran jasmani untuk kesehatan (kekuatan otot, daya tahan otot, daya tahan jantung dan paru-paru/daya tahan pernapasan, kelenturan, dan komposisi tubuh) dan komponen kebugaran jasmani untuk
keterampilan (koordinasi, power, keseimbangan, kecepatan, kelincahan, dan akurasi/ketepatan) dari buku atau pun media yang lainnya
Mendiskusikan kesalahan-kesalahan dan cara memperbaiki kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan latihan kekuatan otot, daya tahan otot, daya tahan jantung dan paru-paru/daya tahan pernapasan, kelenturan, komposisi tubuh.
Mendiskusikan kesalahan-kesalahan dan cara memperbaiki esalahan yang sering dilakukan saat melakukan latihan koordinasi, power, keseimbangan, kecepatan, kelincahan, dan
akurasi/ketepatan.
Peserta didik mendiskusikan bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan latihan dan membuat kesimpulannya
Memperagakan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan yang meliputi: kekuatan otot, daya tahan otot, daya tahan jantung dan paru-paru/daya tahan
pernapasan, kelenturan, dan komposisi tubuh.
Memperagakan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani yang terkait dengan ketrampian yang meliputi: latihan koordinasi, power, keseimbangan, kecepatan, kelincahan, dan
akurasi/ketepatan.
Kebugaran Jasmani
“ Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” merupakan ungkapan yang benar jika kita dalam keadaan sehat dan bugar. Untuk itu mari kita menjaga kebugaran jasmani kita. Manfaat
yang bisa kita dapatkan bila kebugaran jasmani kita bagus adalah : (1) Mencegah terjadinya Obesitas, (2) Mencegah Terjadinya Penyakit Jantung, (3) Mencegah terjadinya Penyakit Diabetes, (4) Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, (5) Menambah Kecerdasan Otak, (6) Menurunkan Resiko Terserang Kanker, (7) Membuat Awet Muda, (8) Meningkatkan Kualitas fisik
A. Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas keseharian tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan masih mempunyai cadangan sisa tenaga untuk melakukan aktivitas yang lain
Kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan, yaitu: (1) Daya tahan jantung, paru-paru, dan peredaran darah, (2) Kekuatan dan daya tahan otot, (3) kelenturan sendi dan otot, dan (4) komposisi tubuh. Kebugaran yang berkaitan dengan keterampilan, yaitu: kecepatan dan kelincahan. Semua komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan dan keterampilan dapat ditingkatkan dengan berbagai bentuk latihan yang sesuai dan aturan yang benar. Kita juga dapat mengetahui kemampuan untuk setiap komponen dengan melakukan berbagai tes untuk mengukur komponen-komponen tersebut.
B. Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan 1. Daya Tahan Jantung-Paru-Peredaran Darah
Daya tahan jantung-paru-peredaran darah adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan system jantung, paru-paru dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama.
a. Meningkatkan Daya Tahan Jantung-Paru-paru-Peredaran Darah
Kemampuan daya tahan kardiovaskuler dapat ditingkatkan dengan berbagai latihan, seperti:
1) Lari Secara Terus-menerus
Latihan ini memperbaiki keadaan tetap atau keseimbangan antara pengeluaran tenaga, pengambilan zat asam selama latihan berlangsung. Latihan ini dilakukan di atas tanah yang tidak bergelombang. Lari 5 sampai 20 km tanpa adanya penambahan kecepatan langkah secara tiba- tiba dan denyut nadi tidak boleh lebih tinggi dari 150 per menit.
2) Lari dengan Kecepatan dan Jarak yang Bervariasi.
Latihan ini memperlancar atau memperbaiki ketahanan organ-organ tubuh dan bagian-bagian lain dari tubuh si pelari. Latihan sebaiknya di tanah lapang yang sangat bervariasi, yaitu kira-kira 10-12 km dengan lari lambat (jogging) diutamakan. Walaupun demikian, lari yang bervariasi sebaiknya diperpanjang pada kecepatan yang sedang atau (200-600) m, lari cepat (100-150) m, lari dipercepat (25-50) m, dan lari naik turun (40-80) m, lari-lari dengan variasi yang berganti- ganti seperti diselingi dengan jalan sewaktu-waktu.
3) Lari Fartlek
Fartlek adalah suatu sistem latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun, mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seseorang. Fartlek sebaiknya dilakukan di alam terbuka yang terdapat bukitbukit semak belukar, selokan-selokan untuk dilompati, tanah berpasir, tanah rumput, Lari fartlek tanah lembek, dan sebagainya,
4) Lari di bukit-bukit
TAKARAN LATIHAN
Takaran – takaran latihan yang perlu di perhatikan meliputi :
1. Intensitas Latihan Yaitu Berat ringannya latihan dan dapat dipantau melalui
perhitungan denyut nadi.
2. Lama latihan yaitu bermanfaat untuk meningkatkan kesegaran jasmani, jika dilaksanakan paling sedikit 15 menit.
3. Frekuwensi Latihan Yaitu banyak sedikitnya latihan dengan maksud untuk memperbaiki/mempertahankan kesegaran jasmani, latihan harus paling sedikit 3 atau 5 hari latihan dalam satu minggu sesuai dengan Intensitas Latihan.
Untuk memperoleh kesegaran jasmani yang baik, harus melatih semua komponen dasar kesegaran jasmani terdiri dari :
a. Ketahanan jantung, peredaran dara, dan paru – paru.
b. Kekuatan Otot.
c. Ketahanan Otot d. Kelenturan Tubuh.
Cara menghitung Denyut Nadi Sesuai Dengan Zona Latihan (Tranning Zoon)
Berikut ini cara menghitung Denyut Nadi Optimal, dengan contoh usia 37 tahun : DN maksimal : 220 - Usia atau 220 - 37 = 183 denyut/menit.
DN optimal 80% X DN Maksimal atau 80% X 183 = 146 denyut/menit.
DN minimal 60% X DN Maksimal atau 60% X 183 = 109 denyut/menit.
Jadi Zoon Latihan Aerobik bagi seseorang yang Usia 37 Tahun berkisar 109 - 146 Denyut / Menit.
Kalau Denyut Nadi di bawah 109 maka latihan tidak akan meningkatkan daya tahan tubuh dan tidak bermanfaat untuk kesegaran jasmani.
Sebaliknya jika Denyut Nadi melebihi 146 denyut/menit maka latihan tersebut terlalu berat dan akan berbahaya bagi kesehatan jantung
KESEGARAN JASMANI Adalah Kemampuann Tubuh/Otot melakukan aktivitas tanpa merasa kelelahan yang berlebihan dan sanggup melakukan aktivitas kembali karena Cardio Respirasi baik
Mengasosiasi
Menentukan bentuk latihan kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan maupun keterapilan sesuai dengan kemampuannya untuk meningkatkan kebugaran.
Mengkomunikasikan
Melakukan tes kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan yang meliputi: kekuatan otot, daya tahan otot, daya tahan jantung dan paru-paru/daya tahan pernapasan, kelenturan, dan komposisi tubuh secara berpasangan atau dalam kelompok dengan koordinasi yang baikdan menunjukkan perilaku kerjasama, sportifitas, toleransi, memecahkan masalah, menghargai teman, keberanian
Melakukan tes kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan yang meliputi: koordinasi, power, keseimbangan, kecepatan, kelincahan, dan akurasi/ketepatan secara berpasangan atau dalam kelompok dengan koordinasi yang baikdan menunjukkan perilaku kerjasama, sportifitas, toleransi, memecahkan masalah, menghargai teman, keberanian..
3, Kegiatan Penutup 15 Menit Penenangan / Cooling Down
1. Klarifikasi Proses Pembelajaran
2. Guru menyampaikan kemajuan yang diperoleh peserta didik secara umum dan kesalahan- kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan praktik.
3. Guru menginformasikan kepada peserta didik yang paling baik penampilannya selama melakukan Kebugaran.
4. Salah satu peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya.
5. Guru menugaskan peserta didik untuk membaca dan membuat catatan tentang Kebugaran, terhadap kesehatan. Hasilnya ditugaskan kepada peserta didik dijadikan sebagai tugas portofolio
H. PENILAIAN PEMBELAJARAN
a, Unjuk kerja : Untuk mengukur keterampilan gerak aspek psikomotor
a. Observasi : Untuk mengukur keterampilan gerak dan perilaku selama aktifitas
b. Portofolio : Tulisan atau hasil kerja berupa kajian konsep dan prinsip permainan serta keterampilan gerak
d. Tes : Prinsip dan konsep keterampilan gerak
A. Penilaian Kognitif
Kebugaran Jasmani Pemahaman Konsep
1. Mendiskripsikan yang dimaksud dengan Kebugaran 2. Mendiskripsikan yang dimaksud dengan Intensitas latihan 3. Mendiskripsikan yang dimaksud dengan Lama Latihan 4. Mendiskripsikan yang dimaksud dengan frekuwensi latihan
N0 Jawaban Skor Bobot
1
KESEGARAN JASMANI Adalah Kemampuann Tubuh/Otot melakukan aktivitas tanpa merasa kelelahan yang berlebihan dan sanggup melakukan aktivitas kembali karena Cardio Respirasi baik
3 30
2
Intensitas Latihan Yaitu Berat ringannya latihan dan dapat dipantau melalui perhitungan denyut nadi.
2 20
3
Lama latihan yaitu bermanfaat untuk meningkatkan kesegaran jasmani, jika dilaksanakan paling sedikit 15 menit.
2 20
4
Frekuwensi Latihan Yaitu banyak sedikitnya latihan dengan maksud untuk memperbaiki/mempertahankan kesegaran
jasmani, latihan harus paling sedikit 3 atau 5 hari latihan dalam satu minggu sesuai dengan Intensitas Latihan.
3 30
Jumlah 10 100
B, Penilaian Psikomotor
Kebugaran Jasmani Tes Perbuatan
Lembar Pengamatan Kebugaran Jasmani dan Penskoran
N0 Perintah Aspek Yang Diamati
1
Melakukan lari 2,4 KM
Interval Penilaian 0 - 12 Menit = 100 13 - 15 Menit = 90 16 - 18 Menit = 80 19 - 21 Menit = 70 22 – 24 Menit = 60 25 - 27 Menit = 50
2
Melakukan Push Up 30
Detik
Interval Penilaian 29 - 30 Kali = 100
27 - 28 Kali = 90 25 - 26 Kali = 80 23 - 24 Kali = 70 21 - 22 Kali = 60 19 - 20Kali = 50
3
Melakukan Sit Up 30
detik
Interval Penilaian 29 - 30 Kali = 100
27 - 28 Kali = 90 25 - 26 Kali = 80 23 - 24 Kali = 70 21 - 22 Kali = 60 19 - 20Kali = 50
4
Melakukan Shuttle Run
30 Detik
Interval Penilaian 29 - 30 Kali = 100
27 - 28 Kali = 90 25 - 26 Kali = 80 23 - 24 Kali = 70 21 - 22 Kali = 60 19 - 20Kali = 50
5
Melakukan Zig-zag 30
Detik
Interval Penilaian 29 - 30 Kali = 100
27 - 28 Kali = 90 25 - 26 Kali = 80 23 - 24 Kali = 70 21 - 22 Kali = 60 19 - 20Kali = 50
C, Penilaian Afektif
Komponen Penilaian Nilai / Scor
1. Disiplin 1. Amat Baik = 4
2. Jujur 2. Baik = 3 3. Kerjasama 3. Cukup = 2 4. Tanggung Jawab 4. kurang = 1 5. Sportfitas
6. Memenuhi Peraturan / Ketentuan yang berlaku.
I. Penilaian Sikap / Afektif a) Petunjuk Penilaian
Penilaian aspek perilaku (sikap) dilakukan dengan pengamatan selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pengamatan dalam proses penilaian dilakukan saat peserta didik melakukan Kebugaran Jasmani. Aspek-aspek yang dinilai meliputi: kerja sama, tanggung jawab, menghargai teman, dan menerima kekalahan/kemenangan.
Berikan tanda cek (√) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek (√) dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 3. (Baik= 3, Sedang = 2, dan Kurang = 1).
b) Rubrik Penilaian Perilaku
Perilaku Yang Dinilai CEK (√ ) Perolehan
Nilai
Nilai
Akhir Keterangan Baik Sedang Kurang
1. Kerja sama 2. Tanggung jawab 3. Menghargai teman 4. Menerima kekalahan
& kemenangan
Jumlah skor maksimal = 12
Mengetahui / Menyetujui Kepala SMAN I Alas Barat
Alas, 21 Juni 2022 Guru Mata Pelajaran
ABDUL MALIK, S.Pd M.Pd NIP: 19760715200501 1 012
GUNAWAN,S.Pd NIP.197101032005011011
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan KELAS/SEMESTER : XI/ Ganjil
KODE KOMPETENSI : 5
ALOKASI WAKTU : 4 X 45 Menit / 2 Kali Pertemuan STANDAR KOMPETENSI : Menerapkan budaya hidup sehat
KOMPETENSI DASAR : 5.1.. Memahami bahaya HIV/AIDS
5.2 Memahami cara penularan HIV/AIDS 5.3 Memahami cara menghindari penularan
HIV/AIDS
5.4. Memahami car pemanfaatan waktu luang untuk kesehatan.
INDIKATOR : Mendefinisikan pengertian HIV/AIDS
Mengidentifikasikan bahaya yang diakibatkan oleh penularan virus HIV/AIDS
Mengklasifikasikan faktor-faktor penyebab penularan HIV/AIDS
Menjelaskan cara penularan HIV/AIDS
Mengidentifikasikan cara menghindari penularan HIV/AIDS
A. TUJUAN PEMBELAJARAN : Dapat Mendefinisikan pengertian HIV/AIDS
Dapat Mengidentifikasikan bahaya yang diakibatkan oleh penularan virus HIV/AIDS
Dapat Mengklasifikasikan faktor-faktor penyebab penularan HIV/AIDS
Dapat Menjelaskan cara penularan HIV/AIDS
Dapat Mengidentifikasikan cara menghindari penularan HIV/AIDS
B. MATERI POKOK
: 1. Bahaya HIV/AIDS
2. Cara penularan HIV/AIDS
3. Cara menghindari penularan HIV/AIDS C. METODE PEMBELAJARAN : 1. Ceramah
2, Tanya Jawab 3, Diskusi
D. STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Apersepsi / Motivasi : 1. Absensi, Kerapian Taruna Taruni.
2. Gambaran Umum Tentang Penyakit
2, Kegiatan Inti
Pertemuan 18 dan 19
Setelah dibagi kelompok diberikan tugas untuk mencari informasi tentang HIV/AIDS
Mendiskusikan hasil perolehan informasi tentang bahaya yang diakibatkan oleh HIV/AIDS gejalanya 5-10 tahun baru
diketemukan, deman dalam waktu lama, BB menurun jauh, sesak nafas dan batuk, pembesaran kelenjar di leher dan pangkal paha, diare hebat, infeksi yang tak lazim bagi manusia, dan diakhiri dengan kematian
Setelah dibagi kelompok diberikan tugas:
cara menghindari penularan HIV/AIDS yaitu: Taat beragama, hindarkan hubungan seksual dengan kelompok risiko tinggi seperti pelacur, homoseks, penyalahguna Narkoba, jangan gunakan alat cukur, sikat gigi dan pemotong kuku milik orang lain, karena mungkin alat itu mengandung butir- butir darah penderita AIDS
Mendiskusikan hasil perolehan informasi tentang bahaya yang diakibatkan oleh HIV/AIDS
3. Penutup : 1.Klarifikasi Proses Materi 2.Penenangan / Colling Down
E. SUMBER PEMBELAJARAN :
Buku sumber pendidikan jasmani kelas XI SMA, Muhajir, ERLANGGA, 2004 /2006
F. ALAT DAN BAHAN
G. PENILAIAN HASIL BELAJAR
1. Tehnik Penilaian Tugas Individu / Kelompok
2. Bentuk Instrumen Lembar Pengamatan dan Pemahaman Konsep
3. Contoh Instrumen
Penilaian Pemahaman Konsep
1. Dapat Mendefinisikan pengertian HIV/AIDS
2. Dapat Mengidentifikasikan bahaya yang diakibatkan oleh penularan virus HIV/AIDS 3. Dapat Mengklasifikasikan faktor-faktor penyebab penularan HIV/AIDS
4. Dapat Menjelaskan cara penularan HIV/AIDS
5. Dapat Mengidentifikasikan cara menghindari penularan HIV/AIDS
N0 Jawaban Skor Bobot
1 Penyakit Kelamin yang disebabkan oleh hubungan sek bebas 2 16,66
2 Infekksi pada alat Vital 2 16,66
3 Sex bebas 1 8,34
4 Transfusi darah, Pengunaan alat medis, cairan tubuh.,
Donor Organ 4 33,34
5 Mengunakan Jarum suntik Steril, Waspada Sex Aman 3 25
Jumlah 12 100
Penilaian Afektif
Komponen Penilaian Nilai / Scor
1. Disiplin 1. Amat Baik = 4
2. Jujur 2. Baik = 3
3. Kerjasama 3. Cukup = 2
4. Tanggung Jawab 4. kurang = 1 5. Sportfitas
6. Memenuhi Peraturan / Ketentuan yang berlaku.