6
KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Self-esteem
Self esteem (harga diri) merupakan penilain individu terhadap dirinya sendiri dalam hasil yang di capai, menurut Краткий & Литературы, (2017) self esteem adalah salah satu dari bagian terpenting kepribadian seseorang dalam kehidupan sehari-hari, Widyawati & Karwini, (2018) menjelaskan bahwa individu dengan self esteem (harga diri) rendah sering kali mengalami depresi dan ketidakbahagian, memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, memunculkan dorongan- dorongan agresivitas yang lebih besar, mudah marah dan mendendam serta selalu menderita karena ketidakpuasan akan kehidupan sehari-hari, sehingga dapat di simpulkan bahwa self esteem adalah penilain individu terhadap dirinya yang di tunjukan dengan sikap positif dan negative dalam melakukan sesuatu.
Menurut Cahyaningrum, (2019) self esteem memiliki 3 dimensi : - perasaan mengenai diri sendiri
- perasaan mengenai hidup - hubungan dengan orang lain
Dan terdapat 5 indikator yang dapat mengukur self esteem (Karwini, Ni KetuWidyawati, 2018), yaitu :
1. Perasaan aman (feeling of Security)
2. Perasaan menghormati diri (Feeling of identity) 3. Perasaan di terima (feeling of belonging) 4. Perasaan mampu (feeling of competence) 5. Perasaan berharga (Feeling of worth) Self efficacy
Self efficacy adalah suatu keyakinan dalam diri seseorang terhadap kemampuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Self efficacy merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan mampu menggunakan potensi diri nya secara optimal apabila efikasi diri mendukungnya, menurut Hidayat & Setiawan, (2018) self efficacy mengacu pada keyakinan individu mengenai kemampuannya untuk memobilisasi motivasi, sumber daya kognitif, dan tindakan yang diperlukan agar berhasil melaksanakan tugas
dalam konteks tertentu.
Menurut Subaidi, (2016) terdapat 3 dimensi yang mengukur self eeficacy - magnitude
- streght - Generalty
Menurut Краткий & Литературы, (2017) terdapat 4 indikator 1. Pengalaman akan kesuksesan (past performance) 2. Pengalaman individu lain (Vicarious Experience) 3. Persuasi verbal (Verbal Persuasion)
4. Keadaan fisiologis (Emotional Cues) Work Engagement
Sekarang engagement ialah topik manajemen yang hangat di antara perusahaan konsultan serta media-media bisnis terkenal, banyaknya kalangan pendapatnya jika work engagement wajib membuat perhatian serius oleh eksekutif bidang SDM atau eksekutif puncak untuk perusahaan bisa bertahan atas dampak krisis sekarang ini (Irmawati &
Wulandari Kn, 2017) Menurut Muchlisin Riadi, (2021) Work engagement ialah kondsi seseorang bisa komitmen bersama organisasi baik dengan rasa emosional atau dengan intelektual, work engagement terjadinya disaat seseorang dirasa bernilai, menikmati serta kepercayaan yang tinggi kepada pekerjaan yang mereka laksanakan, work engagement pada pekerjaan terkonsepsikan atas anggota organisasi yang melakukan peranan kerja nya , bekerja serta pengekspresian dirinya dengan fisik, kognitif serta emosional disaat bekerja, menurut Sukoco et al., (2020) Work engagement merupakan konstruk psikologi positif di mana karyawan atau pegawai yang merasa antusias dan senang dalam bekerja.
Menurut Jefany, (2018) dalam variabel ini terdapat tiga dimensi yang menjadi indikator pengukuran work engagement yaitu:
Dimensi : - Vigor - Dedication - Absorption
8
- Tinggi nya tingkat energy & ketahanan mental - Keterlibatan & perasaan antusias oleh seseorang
- Penuh konsentrasi dan asyik dalam pekerjaan seakan-akan waktu berlalu dengan cepat
Job Performance
Job performance yaitu suatu yang tercapai dari individu ataupun kelompok pada perusahaan kesesuaian atas amanah guna pencapaian visi serta misi perusahaan dan tidak menentang atas etika dan hukum (Amalia & Budiono, 2021).
irmawati & Wulandari Kn, (2017) pun menyampaikan jika job performance sangatlah keterkaitan atas work engagement sebab jika seorang karyawan mempunyai work engagement jadi karyawan itu dipastikan bisa mendahulukan kinerja pada pelaksanaan pekerjaan nya , sehinga bisa di katakan jika job performance berbanding lurus dengan work engagement karyawan pada suatu perusahaan, maka job performance dapat di artikan sebagai hasil pekerjaan dari seseorang dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan
Menurut Литературы, ОбзорКраткий, (2017) terdapat beberapa indikator dari job performance yaitu :
1. Kualitas 2. Kuantitas
3. Ketepatan waktu 4. Efektifitas 5. Kemandirian 6. Komitmen kerja
Menurut (Carmelia et al., 2018) Terdapat 3 dimensi job performance : 1. Task performance
2. Contextual performance 3. Adaptive performance
Hubungan Antar Variabel
Gambar 1 merupakan Kerangka konseptual didalam penelitian , sumber diagram model oleh (Amalia & Budiono, 2021)
Gambar 1
H1: Diduga ada pengaruh yang positif pada self-esteem terhadap job performance.
Menurut penelitian di lakukan Fafa Zanuar Herdiman, (2016), self esteem mempunyai pengaruh positif terhadap job performance hal ini sependapat dengan penelitian yang di lakukan Nita Puspita Sari, (2019) yang mengatakan self esteem mempunyai pengaruh positif terhadap job performance, hal tersebut di perkuat dengan penelitian yang di temukan oleh Amalia & Budiono, (2021) dimana terungkap bahwa self esteem mempunyai pengaruh positif terhadap job performance.
H2: Diduga ada pengaruh yang positif pada self-esteem terhadap work engagement.
Penelitian di lakukan Herlina & Izzati,(2021) mengatakan adanya hubungan yang sangat kuat dan positif antara self esteem terhadap work engagement. hal tersebut di dukung oleh peneltian yang di lakukan et al., (2015) yang mengatakan adanya pengaruh organizational based self-esteem secara parsial terhadap work engagement , di artikan bahwa semakin tinggi self esteem yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi pula work engagement karyawan.
10
H3: Diduga ada pengaruh yang positif Self efficacy terhadap job performance.
Peneliatian di lakukan (Hestiyani et al., 2021) mengatakan didapati pengaruh signifikan self efficacy (X2) terhadap job performance (Y) pada PT.Tanjung Baru Kalimantan selatan dengan Terdapat pengaruh 47,5% termasuk pengkategorian cukup kuat, Hasil penelitian tersebut di dukung oleh EVI UMRAH WIDIYANA, (2017) dan Nidya Ayu Arina, (2015) yang mengatakan apabila didapati pengaruh signifikan positif antara self efficacy terhadap job performance. Penelitian yang di lakukan Краткий &
Литературы,(2017) juga mengungkapkan bahwa secara parsial dan simultan self efficacy berpengaruh signifikan terhadap job performance.
H4: Diduga ada pengaruh yang positif pada self efficacy terhadap work engagement.
Penelitian di lakukan (Tulus Winarsunu, 2020) menggunakan analisis regresi linier menunjukkan jika diperoleh pengaruh positif self-efficacy terhadap work engagement kepada karyawan kontrak sebesar 50,8%, selain itu penelitian (Wahyuni, 2017) dengan menggunakan Hasil analisis regresi ganda memaparkan jika didapati nilai F 99.480 dan koefisien signifikansi 0,000 (p≤0,050). Maka sig lebih kecil dari 0,05, jadi hipotesis didapati pengaruh Occupational self efficacy terhadap Work engagement pada dosen tetap, Hal tersebut di perkuat dengan penelitian yang di lakukan Sofiah & Kurniawan, (2019) yang mengatakan adanya hunguan antara self efficacy dan employee work engagement.
H5: Diduga ada pengaruh yang positif pada work engagement terhadap job
performance. Penelitian di lakukan YULIANI, AISY FIKA and Kristanto, Rudi Suryo, (2021) mengatakan Work engagement berpengaruh positif signifikan terhadap job performance, penelitian di lakukan oleh Amalia & Budiono, (2021) juga mengatakan bahwa work engagement berpengaruh signifikan terhadap job performance , hal tersebut di dukung oleh penelitian yang di lakukan Andreas Kevin wibisono, (2020) yang
mengatakan jika work engagement berpengaruh positif terhadap job performance , hal ini menunjukan bahwa karyawan yang terikat pada sebuah perusahaan akan meningkat performa nya dalam melaksanakan tugas-tugas yang di berikan.
H6: Diduga ada pengaruh antar variabel self-esteem terhadap job performance melalui work
engagement. Karyawan yang memiliki peranan lebih aktif tentu akan bisa menaikan kinerja nya . Di dalam penelitian Herlina & Izzati, (2021) menemukan jika ada hubungan yang kuat dan positif atas variabel self-esteem dengan work engagement.maka jika seseorang dengan self esteem yang tinggi maka semakin tinggi pula work engagement pada pekerjaan nya.
Hasil studi itu terdukung dari penelitian yang di lakukan oleh Amalia & Budiono, (2021) yang mengatakan terdapat korelasi yang positif antara self esteem terhadap job performance melalui work engagement.
H7: Diduga ada pengaruh antara variabel Self efficacy terhadap job performance melalui work engagement. Penelitian di lakukan EVI UMRAH WIDIYANA, (2017) yang mengatakan terdapat pengaruh signifikan positif antara self-efficacy terhadap job
performance. Disisi lain hasil penelitian pun disebutkan jika work engagement dibuktikan sebagai variabel mediasi parsial, work engagement terjadi ketika seseorang merasa
bernilai, menikmati dan percaya pada pekerjaan yang mereka lakukan, Selain itu, Amalia
& Budiono, (2021) menyatakan jika karyawan yang mempunyai work engagement yang tinggi, maka tidaklah tertutup kemungkinan juga memiliki job performance yang bagus.
Dari studi literatur didapati jika self efficacy mempengaruhi terhadap work engagement dan work engagement berpengaruh terhadap job performance. Dari sini munculah hipotesis self efficacy berpengaruh terhadap job performance melalui work engagement.