Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 51
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Metode Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang lebih mendukung dan akurat dalam pengerjaan laporan ini maka penulis menggunakan metode pengumpulan data menurut Sugiyono (2017) yaitu menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif merupakan data yang dikumpulkan berupa angka dan menganalisis data menggunakan statisktik, bersifat fleksibel dan terencana, contoh pengumpulan data yang dapat dilakukan berupa hasil kuisioner dan hasil dokumentasi, sedangkan metode kualitatif merupakan metode yang berbanding terbalik dengan kuantitatif dimana metode ini tidak didapatkan berdasarkan hasil angka tetapi dari fakta atau kebenaran dan adil dari data kualittatif tidak didasarkan oleh banyaknya narasumber akan tetapi seberapa dalam peneliti menggali informasi yang didapat dari narasumber, contoh mengumpulan data yang dapat dilakukan berupa wawancara kepada narasumber dan FGD (Focus Group Discussion).f
3.1.1. Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab antara peneliti dengan narasumber sehingga mendapatkan data yang valid dan lebih terpecaya.
Wawancara dilakukan terhadap Amril, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintahan Provinsi Jambi, untuk mendapatkan data mengenai wisata yang ada di Jambi dan data kunjungan wisatawan baik dari dalam atau luar negeri, wawancara dilakukan secara tatap muka di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintahan Provinsi Jambi pada tanggal 22 Februari 2021 dan 24 Februari 2021 pukul 15.00, media yang digunakan yaitu smartphone untuk merekam hasil wawancara dan mengambil gambar. kepada Prabowo Sawiji Utomo, web desainer provinsi Jambi, untuk mendapatkan data mengenai sebuah website wisata yang baik dan benar, wawancara dilakukan secara tatap muka di Kantor Bahasa Provinsi Jambi pada tanggal 18 Mei 2021 pukul 10.00 pagi, media yang digunakan yaitu smartphone
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 52
untuk merekam dan mengambil foto, dan kepada Budiman, pemilik Jambi Paradise, untuk mendapatkan data mengenai Jambi Paradise, wawancara dilakukan tatap muka di Jambi Paradise pada tanggal 2 Juni 2021 pukul 13.00, media yang digunakan untuk melakukan wawancara yaitu smarthphone.
3.1.1.1. Wawancara Amril
Amril merupakan kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintahan Provinsi Jambi, beliau yang memantau perkembangan dan acara-acara yang ada di beberapa tempat wisata yang ada di Jambi. Dari hasil wawancara dengan Amril bahwa pada tahun 2014 kementrian pariwisata sudah menetapkan namanya KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), hal itu ditetapkan dalam rangka untuk menetapkan prioritas-prioritas program pelaksanaan pembangunan dibidang pariwisata, dengan dana yang kurang mencukupi maka keuangan dibagi-bagi kedalam beberapa wisata, sehingga beberapa tempat wisata menjadi destinasi unggulan seperti di Kerinci, iopat Merangin, Candi Muaro Bungo, dan Jambi Paradise.
Gambar 3.1 Wawancara dengan Kepala Dinas
Beliau mengatakan bahwa hasil rapat dengan anggota genppari bahwa Jambi memiliki potentsi yang besar untuk menarik wisatawan dari luar
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 53
akan tetapi masih banyak orang-orang yang masih belum mengetahui kota Jambi ditambah lagi promosinya masih kurang sekali. Beliau juga memberikan data penurunan wisatawan di tahun 2020, pada tahun 2021 masih dalam tahap rekapitulasi dan hasilnya baru bisa terlihat di akhir tahun sehingga data tahun 2021 tidak bisa di dapatkan. Data yang diberikan juga dibagi menjadi dua kategori yaitu dari wisatawan dari luar negeri dan wisatawan dari dalam negeri.
Tabel 3.1. Tabel kunjungan wisata dari luar 2020
Tabel 3.2. Tabel kunjungan wisata 2020
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 54
Perancangan media promosi sangat penting terlebih lagi dalam bentuk website, karena pada masa modern terlebih lagi kondisi pandemi sekarang sangat dibutuhkan sebuah website dalam sebuah promosi. Website sudah sangat berpengaruh besar bagi dunia apalagi dalam dunia pariwisata, orang - orang yang akan mencari informasi mengenai suatu tempat wisata akan mengakses namanya website untuk mencari tahu mengenai tempat wisata akan wisatawan kunjungi. Untuk target audiencenya relatif karena bisa dari mana saja, akan tetapi jika ingin membuat website, akan lebih mudah menargetkan ke anak muda karena lebih mudah dijangkau dan memiliki keingintahuan yang tinggi serta yang suka berkeliling.
Menurut beliau perancangan sebuah website Jambi Paradise awalnya lebih baik memperkenalkan tempat wisatanya terlebih dahulu baru kamu masuk ke apa saja yang ada di dalamnya. Penulis menggunakan fitur 360 merupakan sebuah poin plus dalam membuat sebuah website promosi, akan tetapi beliau memperingatkan bahwa didaerah Jambi Paradise merupakan area pesawat jadi kurang memungkinkan penulis untuk menggunakan alat bantu pengambilan gambar yaitu drone.
3.1.1.2. Wawancara Prabowo Sawiji Utomo
Prabowo merupakan orangnya yang dulunya bekerja di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintahan Provinsi Jambi sebagai seorang web desainer dari beberapa tempat wisata yang ada di Jambi. Dari hasil wawancara dengan Prabowo bahwa sebelum membuat sebuah website perlu diperhatikan objeknya terlebih dahulu, dimana objeknya ini bisa menjadi konsep bagi penulis untuk membuat sebuah website nantinya. Dalam website promosi perlu dirincikan objek wisata yang ada di dalam Jambi Paradise ada apa saja dan jika perlu dimasukan update eventnya ada apa saja di dalamnya.
Fitur 360 ini bukan sebagai hal yang utama dalam sebuah website melainkan hanya sebuah konten pendukung sehingga dapat mendukung untuk website promosi yang akan dibuat. Dalam 360 sendiri masukan ke dalam halaman
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 55
sendiri karena untuk membuka website dengan fitur 360 pasti lama dan berat, karena orang-orang mau membuka website pasti mau yang cepat bukan menunggu loading saja.
Gambar 3.2 Wawancara dengan Prabowo
Pada zaman sekarang teknologi sudah canggih, pembuatan dengan menggunakan wordpress bisa dibilang cukup mempermudah dalam pembuatan sebuah website, jika ada yang mudah kenapa harus dipersulit.
Pada menu website dapat dikembangkan lagi, dan penulis dapat menambahkan tips and trik ke wisata Jambi Paradise. Wisatawan dapat mempersiapkan apa saja yang perlu disiapkan sebelum pergi ke twmpat wisata. Yang terpenting dalam website adalah dokumentasi yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dengan apa yang terjadi ditempat wisata, jika ingin mengedit dokumentasi jangan terlalu berlebihan cukup dengan mengubah saturation. Referensi website yang narasumber berikan kepada penulis adalah wonderful Indonesia.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 56
3.1.1.3. Wawancara Budiman
Budiman merupakan pemilik atau sekaligus pengelola tempat wisata Jambi Paradise, beliau yang memantau perkembangan dan mengatur hal yang ada di Jambi Paradise. Dari Hasil wawancara dengan budiman bahwa Jambi Paradise dibangun 2013 dan pada 2016 masih dibangun lagi sampai sekarang.
Sebenarnya Jambi Paradise merupakan taman wisata air lebih menonjolkan perahu, speedboat, ataupun bebek air. Jambi Paradise selain tempat bermain pernah melakukan beberapa event seperti event pernikahan, acara band, ataupun acara keagamaan. Promosi setiap beberapa kali akan berubah.
Gambar 3.3 Wawancara dengan Budiman
Jika penulis akan mengambil foto dari atas menggunakan drone akan sedikit sulit karena area Jambi Paradise berdekatan dengan bandara sehingga tidak bisa menerbangkan drone. Promosi dalam masa dan kondisi sekarang sedikit sulit karena orang-orang takut dan hanya sebagian yang mau datang, tapi jika dikesampingkan masalah pandemi maka akan cukup mungkin promosi dapat dilakukan. Instagram Jambi Paradise tidak aktif karena sudah tidak ada yang mengurus lagi dan kekurangan konten. Selain website, youtube bisa digunakan dalam mempromosikan Jambi Paradise. Sebelumnya sudah ada perencanaan pembuatan website resmi Jambi Paradise dikarenakan kendala waktu dan tenaga kerja sehingga belum ada website resmi Jambi Paradise hingga sekarang.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 57
3.1.1.4. Kesimpulan Wawancara
Kesimpulan dari hasil wawancara DINPAR, Prabowo, dan Budiman bahwa Jambi Paradise memiliki potensi yang besar untuk dapat dikenalkan kepada wisatawan baik dari luar maupun dalam mancanegara. Pada zaman sekarang teknologi sudah mulai berkembang sangat pesat, promosi bisa dilakukan dengan apa saja ditambah lagi Jambi Pardise belum memiliki official websitenya sendiri sehingga solusi yang ditawarkan adalah sebuah website, dimana target yang cocok untuk disampaikan adalah anak muda karena anak muda memiliki keingintahuan yang tinggi dan suka berkeliling mencari pengalaman yang baru.
Website dipilih dikarenakan penyebaran informasi yang bisa secara luas, website yang dibuat harus memberikan informasi terlebih dahulu berkaitan dengan objek-objek wisata yang ada di Jambi Paradise serta foto- foto yang ditampilkan harus realistis atau sesuai dengan apa yang terjadi di lokasi sehingga dapat lebih meyakinkan para pengunjung. Penggunaan fitur kamera 360 sangat bagus terlebih lagi untuk tempat wisata tetapi jangan menjadi kamera 360 sebagai konten utama melainkan menjadikannya fitur pendukung kerana yang mau diberikan adalah informasi dan promosi berkaitan dengan objek-objek wisata di Jambi Paradise.
3.1.2. Kuesioner
Kuesioner dilakukan dengan metode LQAS dengan menggunakan 95 respon sehingga peneliti tidak perlu menggunakan terlalu banyak responden, metode ini langsung diberitahukan untuk mempermudah dalam pengumpulan kuisioner sehingga mahasiswa tidak langsung berapa banyak responden yang diperlukan, hal ini dikatakan dalam sebuah seminar the right mindset and preparation to contribute for the community (Eduard Derry Christian, 2019), Kusioner dilakukan untuk memastikan data yang didapat bersifat valid dan nyata.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 58
Gambar 3.4 Diagram jenis kelamin
Data kuisioner yang disebar, didapatkan hasil 54 responden adalah pria dengan persentase sebesar 56,6% dan 41 responden adalah wanita dengan persentase sebesar 43,2%.
Gambar 3.5 Diagram umum
Didapatkan dari umur responden yaitu lebih banyak responden dengan umur 21-25 tahun dengan hasil 62 responden dengan persentase 65,3%, sedangkan sisanya yakni 20 responden dengan umur 16-20 tahun dengan persentase 21,1%, 10 responden dengan umur 26-30 tahun dengan persentase 10,5%, dan 3 responden yang berumur lebih dari 30 tahun dnegna persentase 3,2%.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 59
Gambar 3.6 Diagram domisili
Dari hasil 95 responden telah didapatkan 51 responden berasal dari Jambi dengan persentase 53,7% sedangkan 44 responden berasal dari luar Jambi dengan persentase 46,3%.
Gambar 3.7 Diagram penyuka wisata (luar Jambi)
Didapatkan 44 responden berasal dari luar Jambi menyukai kegiatan berwisata sedangkan sisanya yaitu 2 responden tidak menyukai berwisata dikarenakan mempersiapkan perlengkapan yang cukup ribet dan lebih menyukai dirumah bahkan ada yang menjawab malas untuk keluar rumah.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 60
Gambar 3.8 Diagram responden yang pernah berlibur ke Jambi
Didapatkan dari hasil yang seimbang bahwa dari 42 responden. 21 responden sudah pernah berkunjung ke Provinsi Jambi dan sisanya tidak pernah berkunjung ke Provinsi Jambi.
Gambar 3.9 Diagram responden yang pernah mendengar Jambi Paradise Dari hasil yang didapatkan bahwa lebih banyak responden dari luar tidak pernah mendengar Jambi paradise dan sisanya pernah mendengar.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 61
Gambar 3.10 Diagram wisata yang diketahui di Jambi
Dari 21 responden didapatkan bahwa Gunung Kerinci masih lebih dikenal ketimbang Jambi Paradise dengan hasil Gunung Kerinci sebesar 17 responden sedangkan Jambi Paradise sebesar 6 responden.
Gambar 3.11 Diagram media yang digunakan
Dari 21 responden didapatkan bahwa responden lebih banyak menggunakan website untuk mencari informasi mengenai suatu tempat wisata ketimbang dengan media linnya seperti aplikasi wisata, instagram, maupun youtube.
3.2. Studi Eksisting
A. Website Museum Jakarta
Museum Jakarta.com merupakan sebuah website yang memberikan informasi mengenai museum-museum yang berada di daerah Ibu Kota Jakarta. Secara visual tampilan halaman website tersebut terlihat simple
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 62
dengan backround bewarna putih dan menggunakan aset visual berupa foto dari museum-museum yang ada.
Gambar 3.12 Website museum Jakarta (https://www.museumjakarta.com/)
Berikut hasil analisis SWOT dari website museum Jakarta:
Tabel 3.3 Tabel analisis SWOT website museum Jakarta
Strengths a. Hasil fotografi yang ditampilakan sangat telihat bagus.
b. Informasi yang diberikan lengkap dan jelas.
c. Tampilan UI yang mudah dimengerti
Weakness a. Website terlihat monoton hanya menampilkan foto dan tulisan, sehingga mengurangi minat user.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 63
b. Website yang monoton akan sangat mengurangi minat pengunjung atau user.
c. Tulisan lebih dominan ketimbang visual yang ada.
d. Beberapa halaman tertentu hanya menggunakan satu foto atau bahkan tidak ada sama sekali.
e. Penempatan headline di landing page tidak kontras, sehingga mengganggu pembaca yang melihatnya.
Opportunities a. Adanya interaksi antara user dan pihak museum Jakarta melewati email.
b. Artikel dapat dikomentari sehingga lebih interaktif.
c. Tidak ada website lain yang menyediakan informasi mengenai museum-museum Jakarta secara lengkap.
Threats a. User dapat kesusahan dalam membaca headline.
b. User lebih memilih media informasi Instagram dibandingkan website.
c. Terlalu banyak tulis dapat membuat audicence merasa bosan
d. Tidak tepecaya dikarenakan tidak ada tanggal uploud artikel.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 64
B. Website Taman Nasional Kerinci Seblat
Website Taman Nasional Kerinci Seblat memberikan informasi dan berita mengenai taman nasional tersebut. Website tersebut kurang fungsional dikarenakan pada halaman awal hanya terlihat warna putih dan beberapa tulisan hal itu juga disebabkan oleh beratnya halaman website, halaman putih tersebut merupakan sebuah foto akan tetapi tidak terlihat. Adapun interaksi yang diberikan adalah user bisa langsung meminta surat perizinan untuk pendakian ataupun berwisata alam tanpa harus datang dan meminta surat.
Gambar 3.13 Website taman nasional Kerinci Seblat (https://tnkerinciseblat.or.id/)
Berikut hasil analisis SWOT dari website taman nasional Kerinci Seblat:
Tabel 3.4 Tabel analisis SWOT website taman nasional Kerinci Seblat Strengths a. Informasi yang diberikan lengkap
dan jelas.
b. Selain informasi adapun berita yang ditampilkan berkaitan dengan taman nasional Kerinci Seblat.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 65
c. User bisa mendownload brosur, leaflet, dan booklet.
Weakness a. Website terlihat tidak fungsional dimana pada halaman awal foto tidak terlihat.
b. Foto yang diberikan tidak telihat begitu jelas atau blur.
c. Beberapa sub-halaman tidak berfungsi dengan seharunya atau ada yang kosong.
d. Penempatan dan penentuan kalimat pada bagian jeader tidak begitu terlihat jelas.
e. Beberapa halaman hanya menggunakan kalimat dan tidak ada foto yang ditampilkan.
Opportunities a. User bisa mendownload brosur, leafet, dan booklet.
b. User yang ingin menggunakan tempat wisata taman nasional kerinci sebagai tempat pendakian dan lain-lain, dapat dilakukan di website langsung.
c. Didukung oleh pemerintahan daerah dan Kementrian Lingkungan Hidup
Threats a. User membutuhkan internet yang cukup cepat untuk mengakses website karena berat.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 66
b. Banyak website taman wisata yang lebih menaikan minat users.
c. Media informasi kurang, sehinggga kurang diketahui.
d. Banyak website yang jaih lebih baik.
e. Informasi lebih teratur di Instagram dan Facebook.
3.3. Studi Referensi
Studi referensi dilakukan terhadap website atau media interaktif yang memiliki fungsi yang sejalan dengan solusi yang akan dirancang oleh peneliti, berikut ini merupakan beberapa studi referensi yang penulis temuakan:
A. Website ancol
Website ancol menciptakan sebuah website interaktif wisata bermain yang bertujuan untuk mempermudah dalam proses pembookingan ticket sehingga pengunjung tidak perlu takut untuk kehabisan ticket. Selain sistem pembooking adapun informasi mengenai tempat-tempat bermain yang ada dan ditambah lagi dengan adanya sistem rating sehingga para pengunjung dapat memberikan penilaian terhadap tempat bermain tersebut. Adapun promo yang sedang berjalan, acara yang berlangsung, dan tentunya berita berkaitan dengan ancol. Elemen-elemen visual yang ditampilkan berupa logo ancol dan beberapa foto tempat wisata yang ditampilkan.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 67
Gambar 3.14 Website ancol B. Website Wonderful Indonesia
Wonderful Indonesia merupakan sebuah perwujudan untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia bagi wisatawan baik itu domestic dan Internasional. Website interaktif wisata liburan ini dibuat dengan tujuan agar dapat memberikan pilihan-pilhan destinasi wisata yang di Indonesia, selain itu adapun panduan perjalanan untuk mempersiapkan diri dalam melakukan suatu perjalanan yang menyenangkan, dan ada sistem apa kata mereka? Disini memiliki sistem interaktif yang tinggi dimana wisatawan berbagi pengalaman dan tips and trik dalam perjalanan mereka ke suatu tempat wisata.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 68
Gambar 3.15 Website wonderful Indonesia
Elemen visual yang ditampilkan yaitu dengan halaman utama yang akan berganti-ganti setiap beberapa detik dengan konten yang berbeda-beda, tulisan wonderful Indonesia yang berada di kiri atas dan angka 76 yang berada di kanan atas, ketika di scroll ke bawah akan terlihat beberapa konten yang disajikan dengan background putih yang menciptakan kesan kontras dengan tulisan yang bewarna hitam.
Gambar 3.16 Isi website wonderful Indonesia
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 69
3.4. Observasi
Pengumpulan data observasi dilakukan pada media digital yang telah digunakan oleh Jambi Paradise melalui media sosial untuk promosi yang telah dilakukan selama ini untuk mendapatkan perhatian dari wisatawan, sosial media yang akan diobservasikan adalah instagram dan facebook. Adapun peneliti melakukan observasi datang langsung ke lokasi untuk melihat tempatnya untuk pengambilan foto sebagai aset dan melakukan sedikit wawancara kepada beberapa pngunjung yanga datang.
3.4.1. Observasi Media
Observasi ini dilakukan untuk meneliti mengenai penggunaan media social dari akun Jambi Paradise dan sekaligus untuk mendpaatkan padapatkan pandangan dari segi followers/subscribers, views, likes, dan interaksi penggunaan media social Jambi Paradise.
1. Instagram
Instagram Jambi Paradise bisa dibilang masih kurang aktif karena tidak ada jadwal tertentu dalam memasukan feeds Instagram, hal ini bisa dilihat dari setiap post yang memiliki rentang waktu yang berbeda. Jumlah followers yang dimiliki Jambi Paradise mencapai 3.313, jumlah likes yang didapat terhitung cukup banyak yaitu rentang dari 28 – 1.007 likes, dan interaksi yang dilakukan oleh followers paling banyak hanya menyentuh 34 komentar untuk beberapa post tertentu, interaksi yang dibahas kebanyakan berkaitan dengan apakah sudah dibuka kembali tempat wisatanya.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 70
Gambar 3.17 Instagram Jambi Paradise
2. Facebook
Facebook Jambi Paradise hampir sama seperti Instagram yaitu rentang saat memasukan post yang tidak memiliki jadwal pastinya, akan tetapi post di facebook lebih banyak ketimbang Instagram, dengan ditambahkan adanya post lowongan kerja dan post sudah kembali buka atau tutup tempat wisata tersebut.
Facebook Jambi Paradise memiliki 1.008 likes dan 1.043 follows, akan tetapi hanya memiliki likes yang kurang dari 10 untuk setiap post dan interaksinya pun masih kurang. Untuk keseluruhan isi konten yang disajikan facebook hampir sama dengan konten yang ada di Instagram.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 71
Gambar 3.18 Facebook Jambi Paradise
3.4.2. Observasi Lokasi
Observasi ini dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung tentang semua hala yang ada di Jambi Paradise, mengambil beberapa spot yang bisa dijadikan aset visual, dan melakukan sedikit wawancara ke beberapa wisatawan yang ada.
Sebelum melakukan observasi wisata Jambi Paradise, terlebih dahulu peneliti meminta izin dari pengelola Jambi Paradise untuk melakukan observasi dan melakukan pengambilan gambar. Sebelum masuki kawan wisata peneliti sebagai pengunjung perlu membeli ticket seharga Rp 32.000, itu sudah termasuk ticket parkir dan permainan yang sudah dipilih secara gratis.
Seletah memasuki area Jambi Paradise peneliti disuguhi oleh nuansa alam yang sangat luas dan udara yang sangat segar serta disambut dengan lorong yang menemani peneliti selama melaluinya, lorong ini bisa menjadi salah satu spot photo dimana ada beberapa bungan yang berada diatas yang memberikan kesan keindahan, selain lorong di kiri kanan terdapat bebek yang dikurung sehingga peneliti sebagai pengunjung dapat melihatnya secara langsung.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 72
Gambar 3.19 Lorong masuk Jambi Paradise
Setelah melewati lorong tersebut kita baru memasuki kawasan wisata Jambi Paradise yang areanya cukup luas, dimana terdapat track untuk melakukan perjalanan dan adapun berbagai macam tempat bermain, tempat bersantai, foodcourt, dan spot-spot foto. Tempat bermain yang biasa dilakukan adalah mendayung perahu secara manual dimana pengunjung sendiri yang akan mendayung kapal dan di pertengahan jalan pengunjung bisa memberi makan ikan-ikan yang ada di perairan.
Gambar 3.20 Wisata Jambi Paradise
Adapun beberapa fasilitas yang peneliti temui di sepanjang area Jambi Paradise yakni mushola sebagai tempat beribadah, gazebo sebagai tempat beristirahat ketika sudah merasa lelah dan bersantai, foodcourt sebagai tempat
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 73
untuk membeli cemilan atau makanan ataupun minuman, spot photo yang tersebar di berbagai area Jambi Paradise, nuansa alam yang disediakan juga terasa sejuk, transportasi yang ada berupa kereta dan bus yang siap mengantar pengunjung untuk berkeliling, toilet, tempat sampah, hand sanitizer, wastafel, tempat duduk yang ada di berbagai tempat.
Gambar 3.21 Gazebo Jambi Paradise
Dari wawancara singkat yang dilakukan kepada para pengunjung Jambi Paradise, peneliti mendapati beberapa yang berasal dari luar Jambi dan beberapa yang dari Jambi. Didapati bahwa mereka mengunjungi Jambi Paradise karena banyak spot photo yang bagus dan ada yang untuk berekreasi dengan keluarga. Wisatawan mendapat informasi mengenai Jambi Paradise adalah dari google dan komentar-komentar pengunjung lain, dan mereka cenderung ragu untuk datang ke tempat wisatanya dikarenakan ragu jika tidak sesuai dengan foto yang ada di google, dan ketika mereka datang ke Jambi Paradise ternyata sudah banyak yang sudah diperbarui.
3.5. Metode Perancangan
Penulis menggunakan metode design thinking dalam perancangan karya yang akan dibuat. Menurut Lewrick (2018), design thinking terbagi menjadi enam tahap, diantaranya:
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 74
Gambar 3.22 Tahapan mikro dan makro design thinking
(https://learningdiary-dhbw.blogspot.com/2019/01/110119-user-profile- canvas.html)
1. Understand
Pada tahapan ini, peneliti lebih memahami target user untuk mendapatkan pernyataan masalahnya, dengan memberikan pertanyaan 5W+1H sehingga hasil jawabannya dapat membantu dalam pencarian inti permasalahan yang terjadi.
2. Observe
Pada tahapan ini, peneliti harus mampu memahami dan mengamati kebutuhan target user dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, hasil dari observasi bisa berbentuk dokumentasi.
3. Define point of view
dalam tahapan ini, peneliti mencari tahu bagaimana pandangan para pengguna berdasarkan cerita atau pengalaman mereka untuk membantu dalam melakukan pertinjauan kembali perumpaan bahwa target yang akan dituju.
Perancangan Media Promosi…, Calvin Verrel Santosa, Universitas Multimedia Nusantara 75
4. Ideate
Pada tahapan berikutnya, dilakukan brainstroming untuk mendapatkan sebuah konsep sebanyak mungkin dan dari konsep itu akan divisualkan menjadi hasil karya yang akan dibuat. Tahapan ini bertujuan untuk mendapatkan kata kunci atau big idea yang akan digunakan dalam sebuah perancangan.
5. Prototype
Pada tahapan berikutnya, dari tahap ideate menjadi sebuah karya nyata yang kemudian akan di tes kepada user yang berpotensi untuk mendapatkan masukan dalam pengembangan karya yang akan dibuat.
6. Test
Pada tahapan terakhir ini, hasil karya nyata yang sudah didapatkan ditahapan prototype kemudian di tes kepada user untuk mendapatkan masukan yang akan sangat berguna untuk proses pengembangan ulang dari karya.