Tugas : Take Home Individu – Ujian Akhir Triwulan Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen – PMB 561 Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc
Batas : 28 Januari 2012
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN UNTUK JASA PENYEWAAN KASET VCD
Disusun oleh:
Denden Agus Zaelani (P056110073.38E)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAN BISNIS SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2011
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini perkembangan dunia transaksi jual beli semakin dituntut untuk memberikan kenyamanan bagi para pelakunya, hal ini ditujukan agar si pelaku dapat memaksimalkan potensi bisnis yang dimilikinya. Berbeda dengan sebelumnya, jual beli dilakukan di suatu tempat yang mengharuskan si penjual dan si pembeli bertemu secara langsung. Tentunya pada masa berkembang seperti sekarang ini, dimana semua hal harus dilakukan secara cepat, metode lama dimana kedua pelaku tersebut harus bertemu secara langsung akan sangat menghambat percepatan bisnis yang mereka jalankan. Untuk itu, para ahli dibidang Information Technology (IT) menerapkan suatu metode informasi yang dinamankan Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau management information system (MIS), yakni bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan sumberdaya yang teridiri manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen (SIM) dibedakan dengan sistem informasi biasa yaitu bahwa SIM pada umumnya digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi.
Aplikasi dari sistem informasi manajemen dalam proses transaksi jual beli, ialah lahirnya situs-situs jual beli secara online baik skala nasional maupun internasional. Tentunya, kehadiran situs-situs tersebut sangat membantu masyarakat atau pelaku bisnis dalam melakukan transaksi jual belinya secara online, kapanpun dan dimanapun.
Saat ini perkembangan penyewaan VCD semakin marak di lingkungan masyarakat, baik di perkotaan maupun di daerah, hal ini tentunya karena gaya hidup masyarakat yang sudah semakin modern dan konsumsi terhadap hiburan yang sudah semakin tinggi. Begitu banyak film yang disewakan dari satu tempat penyewaan VCD dan begitu variatif pula typical penyewa, sehingga diperlukan satu sistem yang dapat menaungi keduanya agar bisa survive di tengah maraknya tempat penyewaan VCD. Adapun sistem informasi manajemen untuk bisa mensupport rental VCD, disajikan sepenuhnya dalam makalah ini.
1.2 Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan sistem informasi berbasis website pada bisnis penyewaan VCD yang dapat memenuhi kebutuhan informasi para pengguna, khususnya skema penyewaan VCD yang tertata rapi dan mudah diaplikasikan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi dan Klasifikasi Sistem Informasi (SI) 2.1.1 Definisi Sistem Informasi (SI)
Definisi sederhana dari sistem informasi adalah suatu kombinasi terorganisasi dari orang, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber data, kebijakan dan prosedur, yang disimpan, diambil, ditransformasikan dan disebarluaskan dalam suatu organisasi (O’Brien dan Marakas, 2008).
Sistem informasi adalah serangkaian sub-sistem informasi menyeluruh dan terkoordinasi secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan (http://oktadymalik.multiply.com)
Sistem informasi sangat berperan untuk menterpadukan semua unsur-unsur dan saling berhubungan sehingga sistem informasi tersebut harus dipandang sebagai suatu sistem tunggal, akan tetapi cukup kompleks sehingga perlu diuraikan menjadi subsistem- subsistem untuk perencanaan dan pengendalian pengembangannya serta untuk mengendalikan operasinya.
2.1.2 Klasifikasi SI berdasar kegunaannya 2.1.2.1 Operating support system (OSS)
Sistem informasi selalu diperlukan untuk memproses data yang digunakan dalam kegiatan bisnis. Operating support systems menghasilkan berbagai macam produk informasi baik yang dibutuhkan oleh internal maupun eksternal organisasi. Peran dari Operating Support Systems dalam suatu perusahaan adalah untuk mengefisiensikan proses transaksi bisnis (transaction processing systems), mengontrol proses industri (process control systems), pendukung komunikasi dan kolaborasi perusahaan (enterprise communications and collaboration) dan mengupdate database perusahaan (O’Brien dan Marakas, 2008).
Transaction processing systems (TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems). TPS mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan. TPS menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian,
formulir pajak dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh SIM.
Sistem informasi operasi secara rutin membuat keputusan yang mengendalikan proses operasional, seperti keputusan pengendalian produksi. Hal ini melibatkan process control systems (PCS) yang keputusannya mengatur proses produksi fisik yang secara otomatis dibuat oleh komputer.
Enterprise communications and collaboration merupakan sistem informasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mengirim data dan informasi dalam bentuk komunikasi kantor elektronik. Contoh dari office automation (OA) adalah word processing, surat elektronik (electronic mail), teleconferencing, dan lain-lain.
2.1.2.2 Management support system (MSS)
Management support system adalah aplikasi sistem informasi yang terfokus menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer.
Penyediaan informasi sebagai pendukung pengambilan keputusan oleh berbagau macam manajer merupakan suatu tugas yang kompleks. Secara konsep, beberapa tipe utama dari sistem informasi yang mendukung dalam proses pengambilan keputusan antara lain adalah management information systems, decision support systems dan executive information system (O’Brien dan Marakas, 2008).
Management information systems menyediakan informasi dalam bentuk laporan dan display yang spesifik untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Sebagai contoh adalah analisi penjualan, kinerja produksi dan sistem pelaporan trend biaya.
Decision support systems (DSS) merupakan kemajuan dari information reporting systems dan transaction processing systems. DSS adalah interaktif, sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end users. Sebagai contoh, program kertas kerja elektronik memudahkan manajerial end user menerima respon secara interaktif untuk peramalan penjualan atau keuntungan.
Executive information systems (EIS) adalah tipe SIM yang sesuai untuk kebutuhan informasi strategis bagi manajemen atas. Tujuan dari sistem informasi eksekutif berbasis komputer adalah menyediakan akses yang mudah dan cepat untuk informasi selektif tentang faktor-faktor kunci dalam menjalankan tujuan strategis perusahaan bagi manajemen atas.
Jadi EIS harus mudah untuk dioperasikan dan dimengerti (O’brien, 2000).
2.2 Konsep Fundamental Sistem Informasi (SI) 2.2.1 Komponen Sistem Informasi 2.2.1.1 Sumber daya Hardware
Pengertian dari hardware atau dalam bahasa indonesianya disebut juga dengan nama perangkat keras adalah salah satu komponen dari sebuah komputer yang sifat alat nya bisa dilihat dan diraba oleh manusia secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi (O’Brien dan Marakas, 2008).
Hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan dengan istilah instruction set. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka hardware tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi perintah.
2.2.1.2 Software
Konsep dari sumberdaya software mencakup seperangkat instruksi processing informasi. Konsep umum software mencakup tidak hanya seperangkat instruksi operasi yang disebut program, yang dikontrol langsung oleh hardware komputer, tetapi juga merupakan seperangkat instruksi processing informasi yang disebut prosedur (O’Brien dan Marakas, 2008).
Software dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
• Software system (mengatur keseluruhan peripheral computer)
• Software aplikasi (program yg dibuat untuk memenuhi operasi organisasi
• Procedur (berisi petunjuk pengoperasian) 2.2.1.3 Network
Konsep dari sumberdaya jaringan menekankan bahwa teknologi komunikasi dan jaringan merupakan komponen fundamental dari seluruh sistem informasi. Teknologi telekomunikasi dan jaringan seperti internet, intranet dan ekstranet merupakan komponen esensial bagi kesuksesan dari sebuah bisnis elektronik.
Jaringan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Internet : jaringan global yang dibentuk dari jaringan kecil dimana jangkauan jaringan tersebut mendunia
2. Intranet : jaringan yang digunakan dalam internak perusahaan
3. Extranet : jaringan yang digunakan bersama oleh beberapa perusahaan 2.2.1.4 Human Resources
Human resources dalam sistem informasi adalah orang yg menggunakan informasi yg dihasilkan sistem antara lain pelanggan, manajer, staf, akuntan dan sebagainya.
Sumberdaya manusia dapat meliputi end users dan IS specialist. End users biasa disebut
juga users atau client adalah orang yang menggunakan sistem informasi. Sedangkan IS specialist adalah orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi (O’Brien dan Marakas, 2008).
2.2.1.5 Data
Secara konseptual, data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai. Data sering kali disebut sebagai bahan mentah informasi. Melalui suatu proses transformasi, data dibuat menjadi bermakna. Data dapat berupa nilai yang terformat, teks, citra, audio, dan video (O’Brien dan Marakas, 2008).
Data yang terformat adalah data dengan suatu format tertentu. Misalnya, data yang menyatakan tanggal atau jam, atau menyatakan nilai mata uang. Teks adalah sederetan huruf, angka, dan symbol-simbol khusus (misalnya + dan $) yang kombinasinya tidak tergantung pada masing-masing item secara individual.
Beberapa definisi tentang data dari sudut pandang yang berbeda-beda:
• Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau bahan- bahan keterangan.
• Dari sudut pandang bisnis, data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu(resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi (business data is an organization’s description of things (resources)and events (transactions) that it faces).
• Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.
• Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.
Kesatuan nyata adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda dan
orang yang betul-betul ada dan terjadi (www.ilmukomputer.com)
2.2.1.6 Information Product
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.
Hal yang terpenting untuk membedakan informasi dengan data, informasi itu mempunyai kandungan “makna”, sedangkan data tidak. Pengertian makna di sini merupakan hal yang sangat penting, karena berdasarkan maknalah si penerima dapat memahami informasi
tersebut dan secara lebih jauh dapat menggunakannya untuk menarik suatu kesimpulan atau bahkan mengambil keputusan.
Beberapa definisi tentang informasi dari sumber yang berbeda-beda:
• Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual Foundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.
• Menurut Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organization, dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.
• Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.
• Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting Information Systems : Concepts and Practise mengatakan informasi sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis (www.ilmukomputer.com).
Informasi memiliki ciri-ciri seperti berikut :
1. Benar atau salah. Dalam hal ini, informasi berhubungan dengan kebenaran terhadap kenyataan. Jika penerima informasi yang salah mempercayainya, efeknya seperti kalau informasi itu benar.
2. Baru. Informasi benar-benar baru bagi si penerima.
3. Tambahan. Informasi dapat memperbaharui atau memberikan perubahan terhadap informasi yang telah ada.
4. Korektif. Informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.
5. Penegas. Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.
2.2.2 Aktifitas Sistem Informasi 2.2.2.1 Data Entry (input)
Data mengenai transaksi bisnis dan kegiatan-kegiatan lain harus disimpan dan dipersiapkan untuk diproses melalui aktifitas input data. Input data identik sebagai bentuk aktifitas pemasukan data (data entry) seperti recording dan editing. End users memasukkan data secara langsung ke dalam sistem komputer atau merekam data mengenai transaksi pada suatu media fisik seperti kertas catatan, atau ke dalam media yang dapat dibaca oleh mesin seperti magnetic disk, hingga data dibutuhkan untuk processing.
2.2.2.2 Processing
Data identik sebagai subjek untuk aktifitas processing seperti menghitung (calculating), membandingkan (comparing), sorting, mengklasifikasikan dan summarizing.
Aktifitas-aktifitas ini mengorganisasikan, menganalisa, dan memanipulasi data, sehingga menkonversi mereka menjadi informasi bagi end users. Kualitas dari data yang tersimpan dalam sistem informasi harus dapat dimaintain melalui proses yang kontinu melalui aktifitas koreksi dan update data.
2.2.2.3 Storage
Storage atau penyimpanan adalah komponen dasar dari sistem informasi. Storage merupakan aktifitas sistem informasi dimana data dipertahankan dan diorganisasikan agar dapat digunakan selanjutnya. Sebagai contoh, material seperti text diorganisasikan ke dalam bentuk kata, kalimat, paragraf dan dokumen. Penyimpanan data umumnya diorganisasikan ke dalam bentuk berbagai macam elemen data dan database (O’Brien dan Marakas, 2008).
2.2.2.4 Output (Information Product)
Informasi dalam berbagai bentuk ditransmisikan pada end user sehingga dapat digunakan dalam aktifitas output. Tujuan dari sistem informasi adalah memproduksi produk informasi tertentu untuk end users. Bentuk umum dari produk informasi antara lain adalah pesan, laporan, form, dan grafik, yang disediakan dalam bentuk tampilan video, rekaman suara, laporan kertas, dan multimedia (O’Brien dan Marakas, 2008).
BAB III
RANCANGAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
3.1 Tujuan yang hendak dicapai
Merencanakan dan membuat suatu sistem informasi peminjaman film yang berbasis komputer. Hal ini bertujuan untuk memudahkan sistem peminjaman VCD baik untuk karyawan sebagai operator dan pelanggan sebagai penyewa.
3.2 Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk mengembangkan sistem informasi
1. Menyusun dan mengelompokkan data yang akan digunakan untuk membuat basis dari sistem informasi penyewaan kaset.
2. Mengumpulkan dan menentukan atribut-atribut yang menunjang dalam pembuatan basis data.
3. membuat program yang bisa dioperasikan untuk pelayanan pada pelanggan.
4. memberi label barco pada setiap kaset film.
3.3 Pengguna Sistem Informasi dan Pengambilan Keputusan 3.3.1 Pengguna Sistem Informasi
Pimpinan
1. Untuk mengetahui jumlah kaset film yang disewa (yang keluar).
2. Untuk mengetahui berapa pemasukan yang diperoleh.
3. Sebagai alat untuk mengawasi jalannya perusahaan.
4. Untuk dasar mengambil kebijakan perusahaan.
5. Dapat mengetahui laporan daftar kerusakan kaset / film.
6. Dapat mengetahui laporan kebutuhan film yang sedang diminati.
7. Dapat mengetahui laporan pengadaan jenis film yang perlu ditambahkan.
Karyawan / Operator
1. Untuk mempermudah dalam melayani pelanggan.
2. Dapat mengetahui kaset / film yang sedang keluar.
3. Untuk membantu dalam pembuatan laporan data peminjaman.
4. Dapat mengetahui perihal informasi kebutuhan film.
5. Dapat digunakan untuk mengkatalogkan jenis dan judul film.
Penyewa
1. Untuk mempermudah mencari informasi judul dan jenis film.
2. Untuk mempermudah dalam proses penyewaan.
3. Untuk mengetahui informasi prosedur penyewaan.
3.3.2 Bentuk sistem informasi
Bentuk informasi yang akan diterapkan berupa data-data input yang sudah dimasukkan dalam data base yang berupa tabel dan informasi yang nantinya akan disampaikan dalam bentuk struk sesuai dengan data yang telah tersimpan dalam program.
3.3.3 Informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan Informasi VCD
1. Judul VCD 2. Kode VCD 3. Rumah Produksi 4. Tahun rilis 5. Bintang utama
Informasi penyewa 1. Nama penyewa 2. Kode penyewa 3. Alamat penyewa 4. No telp. Penyewa
3.3.4 Data flow diagram dan Context diagram
Gambar 2.1 Context Diagram Actual Pengembangan
Gambar 2.2 Decomposisi Diagram
Gambar 2.3 DFD Level 1
BAB IV
RANCANGAN KONSEPTUAL SISTEM INFORMASI
4.1 Rancangan Basis Data
4.1.1 Tabel Data yang digunakan a. Penyewa
Dalam tabel penyewa terdapat beberapa field yang menjadi bagian penting dalam tabel penyewaan, antara lain :
1. Nama Penyewa
Field Nama penyewa merupakan input data tentang nama Penyewa yang menjadi pelanggan di persewaan Rental VCD Odeon.
2. Kode Penyewa
Field kode penyewa merupakan suatu input data yang menunjukan nomor penyewa yang terdaftar dipersewaan rental VCD Odeon.
3. Alamat
Field Alamat merupakan input data yang berisikan lokasi dari tempat tinggal penyewa tetap dari persewaan rental VCD Odeon.
Tabel 3.1. Desain Tabel Penyewa
Field Name Data Type Description
NamaPenyewa KodePenyewa
AlamatPenyewa NoTelpon
Text(30) Number(5)
Text(50) Number(12)
Nama dari Penyewa Untuk member (penyewa
tetap) barcode diawali angka pertama 1-5
Untuk non member barcode diawali angka pertama 6-9
Alamat lengkap Penyewa Nomor telpon penyewa
b. Tabel Identitas VCD
Dalam tabel Identitas VCD terdapat beberapa field yang menjadi bagian penting dalam tabel Identitas VCD, antara lain :
1. Kode VCD
Field kode VCD adalah suatu input data yang menunjukan kode VCD yang terdaftar dipersewaan rental VCD Odeon.
2. Judul VCD
Field judul VCD merupakan input data yang berisikan judul VCD yang terdapat dipersewaan rental VCD Odeon.
3. Status VCD
Field status VCD merupakan input data yang berisikan keadaan VCD yang terdapat dipersewaan rental VCD Odeon.
4. Rumah produksi
Field rumah produksi merupakan input data yang berisikan nama rumah produksi dari VCD tersebut.
5. Tahun Rilis
Field tahun rilis merupakan input data yang berisikan tahun dipasarkan VCD tersebut.
6. Bintang utama
Field bintang utama merupakan input data yang berisikan nama bintang yang jadi peran utama dalam judul VCD tersebut.
Tabel 3.2. Desain Tabel Identitas VCD
Field Name Data Type Description
KodeVCD JudulVCD StatusVCD RumahProduksi TahunRilis BintangUtama
Number (5) Text(30)
Text(8) Text(30) Number(4) Text(30)
Barcode VCD
Judul VCD yang dipinjam Keadaan dari VCD Pembuat film
Tahun film dipasarkan Pemain utama
c. Tabel Penyewaan VCD 1. Tanggal Sewa
Field ini menunjukan tanggal dikeluarkan VCD tersebut.
2. Tanggal Kembali
Field tanggal pengembalian merupakan input data yang berisikan tanggal buku tersebut telah jatu tempo.
3. Kode Penyewa
Field kode penyewa merupakan suatu input data yang menunjukan nomor penyewa yang terdaftar dipersewaan rental VCD Odeon.
4. Nama Penyewa
Field Nama Penyewa merupakan input data yang berisikan nama-nama penyewa yang menjadi pelanggan di rental VCD Odeon.
5. Kode VCD
Field kode VCD adalah suatu input data yang menunjukan kode VCD yang terdaftar dipersewaan rental VCD Odeon.
6. Jumlah dibayar
Field jumlah dibayar merupakan input data yang menunjukan jumlah total biaya sewa VCD yang disewa / dipinjam.
Tabel 3.2 Desain Tabel Penyewaan VCD
Field Name Data Type Description
TanggalSewa TanggalKembali KodePenyewa
NamaPenyewa KodeVCD Jumlahdibayar
Number(8) Numbe(8)
Number(5)
Text(30) Number (5) Number(6)
Tanggal, bulan, tahun Nama dari Penyewa
Untuk member (penyewa tetap) barcode diawali angka pertama 1-5
Untuk non member barcode diawali angka pertama 6-9 Nama penuh
Barcode VCD
Jumlah / total biaya yang harus dibayar
d. Tabel Pengembalian
Dalam tabel Pengembalian terdapat beberapa field menjadi bagian penting, antara lain : 1. Tanggal Sewa
Field ini menunjukan tanggal dikeluarkan VCD tersebut.
2. Tanggal Kembali
Field tanggal pengembalian merupakan input data yang berisikan tanggal buku tersebut telah jatu tempo.
3. Kode Penyewa
Field kode penyewa merupakan suatu input data yang menunjukan nomor penyewa yang terdaftar dipersewaan rental VCD Odeon.
4. Nama Penyewa
Field Nama Penyewa merupakan input data yang berisikan nama-nama penyewa yang menjadi pelanggan di rental VCD Odeon.
5. Kode VCD
Field kode VCD adalah suatu input data yang menunjukan kode VCD yang terdaftar dipersewaan rental VCD Odeon.
6. Judul VCD
Field judul VCD yang disewa merupakan input data yang menunjukan judul VCD yang keluar / disewa.
7. Denda
Field denda merupakan input data yang menunjukan jumlah denda yang dikeluarkan penyewa.
8. Jumlah dibayar
Field jumlah dibayar merupakan input data yang menunjukan jumlah yang harus dibayarkan penyewa atas VCD yang disewa dan denda bila ada.
Tabel 3.3. Desain Tabel Pengembalian
Field Name Data Type Description
TanggalSewa Tanggal Kembali
KodePenyewa
NamaPenyewa KodeVCD JudulVCD Denda JumahDibayar
Number (8) Number (8) Number (5)
Text (30) Number (5)
Text (30) Text (15) Number (6)
Tanggal, bulan, tahun Nama dari Penyewa Untuk member (penyewa tetap) barcode
diawali angka pertama 1-5 Untuk non member barcode diawali angka
pertama 6-9 Nama penuh Barcode VCD Judul VCD yang dipinjam Jumlah yang harus dibayar karena
keterlambatan Biaya yang dibayar
e. Tabel Rincian VCD 1. Kode rincian VCD
Field kode VCD adalah suatu input data yang menunjukan kode VCD yang terdaftar dipersewaan rental VCD Odeon.
2. Judul VCD
Field judul VCD yang disewa merupakan input data yang menunjukan judul VCD yang keluar / disewa.
3. Jumlah VCD
Field jumlah VCD yang disewa merupakan input data yang menunjukan jumlah VCD yang disewa / dipinjam dari rental VCD Odeon.
4. Harga VCD
Field harga VCD yang disewa merupakan input data yang menunjukan harga sewa satuan VCD yang disewa / dipinjam.
Tabel 3.4. Desain Tabel Rincian VCD
Field Name Data Type Description
KodeRincianVCD Judul VCD JumlahVCD
HargaVCD
Number (5) Text(30) Number(2) Number(6)
Barcode VCD Judul VCD yang dipinjam
Jumlah VCD yang sewa Biaya yang dibayar
4.1.2 Query
A. Query Laporan Pengembalian dan Pembayaran VCD KodeVCD JudulVCD Kode
Penyewa
Nama Penyewa
Alamat Penyewa
Tanggal Sewa
Tanggal Kembali
Denda Jumlah
Dibayar
StatusVCD
(Tabel Identitas
VCD)
(Tabel Identitas
VCD)
(Tabel Identitas Penyewa)
(Tabel Identitas Penyewa)
(Tabel Identitas Penyewa)
(Tabel Penyewaan
VCD)
(Tabel Penyewaan
VCD)
(Tabel Pengembalian
(Tabel Penyewaan
VCD
(Tabel Identitas
VCD)
4.1.3 Entity Relatoinship Diagram :
PENYEWA
PENYEWAAN VCD
IDENTITAS VCD
RINCIAN PENGEMBALIAN
Kode Penyewa Nama Penyewa Alamat Penyewa No Telp Penyewa
Tanggal Sewa Tanggal Kembali
Kode VCD Judul VCD Denda Jumlah Dibayar
Kode VCD Judul VCD Status VCD Rumah Produksi
Tahun Rillis Bintang Utama
Tanggal Sewa Tanggal Kembali
Kode VCD Kode Penyewa Jumlah dibayar
Judul VCD Denda
Jumlah Rusak Jumah Tersedia
4.2 Rancangan Formulir Input 4.2.1 Form Data Penyewa
4.2.2 Form Data Identitas VCD
Data Penyewa Rental Odeon Mendungan, Kartasura KodePenyewa
NamaPenyewa
AlamatPenyewa
NoTelpon
Data Identitas VCD Rental Odeon Mendungan, Kartasura
TahunRilis
BintangUtama StatusVCD
RumahProduksi KodeVCD
JudulVCD
4.2.3 Form Data Pengembalian VCD
4.2.4 Form Data Penyewaan VCD
Data Pengembalian Rental Odeon Mendungan, Kartasura KodePenyewa
NamaPenyewa
AlamatPenyewa
NoTelpon
TanggalSewa
TanggalKembali
NamaPenyewa KodePenyewa
KodeVCD
JudulVCD
Denda
JumlahDibayar
Data Penyewaan VCD Rental Odeon Mendungan, Kartasura TanggalSewa
TanggalKembali
KodePenyewa
NamaPenyewa
KodeVCD
JumlahDibayar
4.2.5 Form Data Rincian VCD
Data Rincian VCD Rental Odeon Mendungan, Kartasura KodeRincianVCD
JudulVCD
JumlahVCD
HargaVCD
4.3 Rancangan Prosessing Data
Query Laporan Pengembalian dan Pembayaran VCD KodeVCD JudulVCD Kode
Penyewa
Nama Penyewa
Alamat Penyewa
Tanggal Sewa
Tanggal Kembali
Denda Jumlah
Dibayar
StatusVCD
(Tabel Identitas
VCD)
(Tabel Identitas
VCD)
(Tabel Identitas Penyewa)
(Tabel Identitas Penyewa)
(Tabel Identitas Penyewa)
(Tabel Penyewaan
VCD)
(Tabel Penyewaan
VCD)
(Tabel Pengembalian
(Tabel Penyewaan
VCD
(Tabel Identitas
VCD)
4.4 Rancangan Output
Query Laporan Pengembalian dan Pembayaran VCD KodeVCD JudulVCD Kode
Penyewa
Nama Penyewa
Alamat Penyewa
Tanggal Sewa
Tanggal Kembali
Denda Jumlah
Dibayar
StatusVCD
(Tabel Identitas
VCD)
(Tabel Identitas
VCD)
(Tabel Identitas Penyewa)
(Tabel Identitas Penyewa)
(Tabel Identitas Penyewa)
(Tabel Penyewaan
VCD)
(Tabel Penyewaan
VCD)
(Tabel Pengembalian
(Tabel Penyewaan
VCD
(Tabel Identitas
VCD)
BAB V PROGRAM APLIKASI
5.1 Data Base
a. Tabel Data Penyewa
Gambar 4.1 Tabel Data Penyewa
b. Tabel Data Identitas VCD
Gambar 4.2 Tabel Data Identitas VCD
c. Tabel Data Pengembalian
Gambar 4.3 Tabel Data Pengembalian
d. Tabel Data Penyewaan VCD
Gambar 4.4 Tabel Data Penyewaan VCD
e. Tabel Data Rincian
Gambar 45 Tabel Data Rincian
f. Relationship Diagram
Gambar 4.6 Tabel Relationship Diagram
5.2 Form Input Dan Editing Data Data a. Form Input Data Penyewa
Gambar 4.7 Formulir Input Penyewa
b. Form Input Data Identitas VCD
Gambar 4.8 Formulir Input Identitas VCD
c. Form Input Penyewaan VCD
Gambar 4.9 Formulir InputPenyewaan VCD
d. Form Input Pengembalian VCD
Gambar 4.10 Formulir Input Pengembalian VCD
e. Form Input Rincian
Gambar 4.11 Formulir Input Rincian
5.3 Data Processing
Query Pengembalian dan Pembayaran VCD
Gambar 4.12 Tabel Query Pengembalian dan Pembayaran VCD
5.4 Output (Report) a. Penyewa
Gambar 4.13 Output Penyewa
b. Identitas VCD
Gambar 4.14 Output Identitas VCD
c. Penyewaan VCD
Gambar 4.15 Output Penyewaan VCD
d. Pengembalian VCD
Gambar 4.14 Output Pengembalian VCD
e. Rincian VCD
Gambar 4.15 Output Rincian VCD
5.5 Petunjuk Pemakaian Program Aplikasi
Dalam mengoperasikan program aplikasi ini tidak begitu rumit, operator tinggal memasukkan data atau menambah data dan menyimpan data dengan mudah. Dalam program aplikasi yang berhasil kami buat ini memudahkan operator, karena dalam Program ini dibuat tampilan awal yang berbentuk formulir dimana operator tinggal mengisi data sesuai dengan yang operator inginkan dan sesuai dengan kolom atau label yang ada dalam formulir tersebut, sehingga data dapat tersimpan dengan baik dan aman. Langkah-langkah dalam menjalankan program aplikasi adalah :
Pada Menu Utama (Switchboard) terdapat beberapa tombol dengan nama-nama sebagai berikut :
Tombol Penyewa
Tombol Identitas VCD
Tombol Penyewaan
Tombol Pengembalian
Tombol Rincian VCD
Fungsi dari masing-masing tombol adalah sebagai menu utama untuk masuk kedalam menu formulir, operator mengeklik salah satu tombol yang diinginkan. Misalnya operator
ingin menambahkan data pada formulir penyewa, maka operator tinggal “klik” tombol penyewa pada switchboard.
Setelah masuk kedalam salah satu formulir, maka operator tinggal mengisi data yang diperlukan kemudian menyimpannya dengan mengeklik tombol “menambah” dan dapat langsung keluar dari formulir dengan klik tombol keluar.
BAB VI
ANALISA PEMBAHASAN
6.1 Analisa Sistem
Setelah sistem dalam aplikasi dapat dijalankan maka kami dapat menganalisa dan membandingkan antara sistem yang sudah dipakai saat ini yaitu system manual dengan sistem yang kami buat. Dengan adanya system ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap system administrasi pada persewaan rental VCD Odeon. Karena pengoperasiannya yang sangat mudah dapat meminimalkan kerja operator serta data yang tersimpan akan teratur dalam satu tempat yang aman., dengan demikian dapat tercipta keteraturan pada system persewaan.
6.2 Analisa Basis Data
Dalam basis data yang kami buat, pemasukan data harus dilakukan satu persatu ke dalam field-field yang ada pada tabel data. Basis data yang kami buat sudah menunjukan hubungan antar tabel yang satu dengan yang lain.
6.3 Analisa Program Aplikasi
Dalam program aplikasi yang kami buat kami dapat menambahkan data dan menyimpan data dengan cepat sehingga data di dalam sistem dapat dikelola dengan baik.
Untuk program yang kami buat masih ada beberapa kekurangan karena keterbatasan SDM kami yaitu pilihan pengoperasian terhadap data masih terbatas dan belum maksimal.
6.4 Analisa Implementasi
Agar aplikasi ini dapat difungsikan dengan baik maka diperlukan beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Memerlukan perangkat keras antara lain :
Seperangkat computer
Jaringan Link dan internet antar komputer dalam satu toko agar informasi tentang data perusahaan serta informasi lain dalam jaringan internet dapat diakses dengan mudah dan cepat.
2. Memerlukan perangkat lunak yang berupa program microsoft windows 98 atau yang lebih tinggi misalnya windows xp, serta aplikasi microsoft office acces.
3. Operator harus dapat menguasai program aplikasi ini dengan baik, sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan saat menjalankan program ini. Karena jika operator sudah
dapat menguasai program ini dengan baik, maka sistem informasi yang dikelola dapat berjalan dengan baik, karena didukung dengan sistem yang sudah ada.
Kemungkinan masalah yang timbul dalam sistem ini adalah :
1. Fasilitas pendukung yang kurang memadai, misalnya komputer yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Jaringan internet yang belum ada yang dapat memperlambat sistem informasi yang ada.
2. Rendahnya kualitas SDM yang masih belum begitu mengenal program aplikasi ini.
BAB VII PENUTUP
7.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari tugas besar ini adalah:
1. Untuk membuat sistem informasi suatu organisasi diperlukan sebuah sistem yang teratur dan terkoordinasi, sehingga sistem informasi dapat dikelola dengan mudah dan cepat.
2. Sistem Informasi Manajemen bersifat terstruktur dan bersifat terus menerus.
3. Sistem informasi di Rental VCD Odeon dapat berjalan lebih baik serta dapat terkoordinir dengan baik dengan adanya sistem ini.
7.2 Saran
Adapun saran-saran yangdapat kami sampaikan adalah:
1. Pembelajaran dan penggunaan program aplikasi sebaiknya dilakukan dengan praktek langsung dengan komputer, sehingga mahasiswa dapat lebih mengerti langkah-langkah yang akan dilakukan.
2. Penggunaan sistem aplikasi ini harus disertai dengan fasilitas pendukung yang diperlukan.
3. Diperlukan banyak latihan untuk lebih menguasai system program ini.
DAFTAR PUSTAKA
Erhans, 2004. Microsoft Access 2000. PT. Ercontara Rajawali : Jakarta Pusat
Pramana, Hengki W. 2003. Pemrograman Stock Inventory Berbasis Access 2000. Elexmedia Komputindo : Jakarta
Sianipar, pandapotan. 2003. Membuat Program Aplikasi Database dengan Microsoft Access 2002.
Elexmedia Komputindo : Jakarta