36
Universitas Kristen Petra
4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
CV.Sumber Jaya Sakti adalah merupakan sebuah showroom motor yang menjual motor dengan merek YAMAHA. Showroom CV.Sumber Jaya Sakti memiliki standar resmi dari Yamaha Indonesia yaitu 3S (sales, service, spare part).
Sehingga pelayanan yang dilakukan merupakan pelayanan terbaik, begitu juga dengan kualitas suku cadang yang dimiliki CV.Sumber Jaya Sakti sudah terjamin kelengkapan dan keasliannya, karena sesuai dengan standart dari YAMAHA Indonesia. Selain kedua hal tersebut, CV.Sumber Jaya Sakti juga memiliki mekanik service yang handal dan berpengalaman di bidangnya, sehingga membuat pelanggan tidak ragu untuk mengunakan jasa CV.Sumber Jaya sakti. CV.Sumber Jaya Sakti Sendiri terletak di Jl. Mulawarman No. 14 RT.46 Tarakan, Kalimantan Timur, dengan rancangan showroom berdasarkan standart dari YAMAHA Indonesia. Jam operasi Dari CV.Sumber Jaya Sakti adalah mulai Senin hingga Minggu dari pukul 08.30 WITA hingga pukul 17.00 WITA
4.1.1. Karakteristik Responden
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 200 orang dengan kriteria konsumen yang pernah melakukan pembelian dan sedang berada di CV.
Sumber Jaya Sakti Tarakan berjenis kelamin pria dan wanita, yang berusia diatas 17 tahun karena usia ini telah memilki surat ijin mengemudi. Berdasarkan hasil isian kuesioner dari responden, maka diketahui karakteristik responden yang menjadi sampel sebagai berikut:
Tabel 4.1.
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Pria 140 70,0
Wanita 60 30,0
Total 200 100.0
Sumber : Lampiran 4
37
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa responden pria yang menjadi konsumen CV.
Sumber Jaya Sakti Tarakan sebesar 70% dan responden wanita sebesar 30%. Jadi dapat diketahui bahwa konsumen CV. Sumber Jaya Sakti Tarakan yang menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah berjenis kelamin pria sebesar 70%.
Tabel 4.2.
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Frekuensi Persentase
17-25 th 78 39,0
26-34 th 61 30,5
35-43 th 46 23,0
44-52 th 15 7,5
Total 200 100.0
Sumber: Lampiran 4
Dari Tabel 4.2. diketahui bahwa responden yang ada 39% dengan usia 17-25 tahun, 30,5% dengan usia 26-34 tahun, 23% dengan usia 35-43 tahun, dan 7,5%
dengan usia 44-52 tahun. Jadi dapat diketahui bahwa konsumen CV. Sumber Jaya Sakti Tarakan yang menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah berusia 17-25 tahun sebesar 39%.
Tabel 4.3.
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan Frekuensi Persentase
SMU/SMK 143 71,5
Diploma 23 11,5
Strata 1 32 16,0
Strata 2 2 1,0
Total 200 100.0
Sumber: Lampiran 4
38
Universitas Kristen Petra
Dari Tabel 4.3. diketahui bahwa responden yang ada 71,5% dengan pendidikan SMU/SMK, 11,5% dengan pendidikan diploma, 16% dengan pendidikan Strata 1, dan 1% dengan pendidikan Strata 2. Jadi dapat diketahui bahwa konsumen CV. Sumber Jaya Sakti Tarakan yang menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah berpendidikan SMU/SMK sebesar 71,5%.
Tabel 4.4.
Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pernikahan
Status Frekuensi Persentase
Belum menikah 92 46,0
Menikah 108 54,0
Total 200 100.0
Sumber: Lampiran 4
Berdasarkan Tabel 4.4. diketahui bahwa responden yang ada 46% dengan status belum menikah, 54% dengan status menikah,. Jadi dapat diketahui bahwa konsumen CV. Sumber Jaya Sakti Tarakan yang menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar berstatus menikah sebesar 54%.
Tabel 4.5.
Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran per bulan
Pengeluaran Frekuensi Persentase
Rp. 1.000.000 - Rp. 3.000.000 121 60,5
Rp. 3.000.000 - Rp. 5.000.000 66 33,0
> Rp. 5.000.000 13 6,5
Total 200 100.0
Sumber: Lampiran 4
Dari Tabel 4.5. diketahui bahwa responden yang ada 60,5% dengan pengeluaran per bulan Rp. 1.000.000-Rp. 3.000.000, 33% dengan pengeluaran per bulan Rp. 3.000.001 -Rp. 5.000.000, dan 6,5% dengan pengeluaran per bulan >Rp.
5.000.000. Jadi dapat diketahui bahwa konsumen CV. Sumber Jaya Sakti Tarakan
39
Universitas Kristen Petra
yang menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar mempunyai pengeluaran per bulan Rp. 1.000.000-Rp. 3.000.000 sebesar 60,5%.
4.1.2. Deskripsi Variabel Penelitian
Penilaian konsumen terhadap masing-masing variabel penelitian dapat dilihat dari nilai rata-ratanya. Untuk memberi arti dari nilai rata-rata skor tersebut, maka dibuat kriteria berdasarkan intervalnya.
Tabel 4.6
Derajat Penilaian Setiap Variabel
Interval rata-rata Penilaian
1,00 X < 1,80 Sangat tidak setuju
1,80 X < 2,60 Tidak setuju
2,60 X < 3,40 Netral
3,40 X < 4,20 Setuju
4,20 X < 5,00 Sangat setuju
Sumber: Durianto (2000:43)
Nilai rata-rata hasil jawaban responden terhadap kuesioner pada item-item pertanyaan yang menggambarkan 4 variabel adalah sebagai berikut:
Tabel 4.7
Data Tanggapan Responden Terhadap Trust
Pernyataan
Jumlah Responden berdasarkan pilihan
terhadap skor Mean St. Dev
1 2 3 4 5
Harmony 0 3 110 87 0 3,420 ,524
Acceptance 0 17 73 73 37 3,650 ,878
Participation 0 18 69 70 43 3,690 ,910
Mean keseluruhan 3,587
Standart deviasi keseluruhan 0,664
Sumber: Lampiran 4 & 5, diolah
40
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.7 menunjukkan bahwa 200 responden memberikan penilaian angka 2 sampai 5 dengan nilai rata-rata sebesar 3,587 dengan deviasi standar 0,664. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian responden terhadap pernyataan mengenai trust adalah baik.
Tabel 4.8
Data Tanggapan Responden Terhadap Komitmen
Pernyataan
Jumlah Responden berdasarkan pilihan
terhadap skor Mean St. Dev
1 2 3 4 5
Affective 1 0 21 100 47 32 3,450 ,884
Affective 2 0 37 81 59 23 3,340 ,910
Affective 3 0 20 92 62 26 3,470 ,844
Continuence 0 14 67 89 30 3,675 ,814
Normative 0 10 87 80 23 3,580 ,759
Mean keseluruhan 3,503
Standart deviasi keseluruhan 0,653
Sumber: Lampiran 4 & 5, diolah
Tabel 4.8 menunjukkan bahwa 200 responden memberikan penilaian angka 2 sampai 5 dengan nilai rata-rata sebesar 3,503 dengan deviasi standar 0,653. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian responden terhadap pernyataan mengenai komitmen adalah baik.
41
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.9
Data Tanggapan Responden Terhadap Kepuasan
Pernyataan
Jumlah Responden berdasarkan pilihan
terhadap skor Mean St. Dev
1 2 3 4 5
Attibutes Related to
Products 0 0 45 139 16 3,855 ,534
Attibutes Related to
Services 0 0 47 134 19 3,860 ,559
Attibutes Related to
Purchases 0 8 60 77 55 3,895 ,853
Mean keseluruhan 3,870
Standart deviasi keseluruhan 0,464
Sumber: Lampiran 4 & 5, diolah
Tabel 4.9 menunjukkan bahwa 200 responden memberikan penilaian angka 2 sampai 5 dengan nilai rata-rata sebesar 3,870 dengan deviasi standar 0,464. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian responden terhadap pernyataan mengenai kepuasan adalah baik.
42
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.10
Data Tanggapan Responden Terhadap Loyalitas
Pernyataan
Jumlah Responden berdasarkan pilihan
terhadap skor Mean St. Dev
1 2 3 4 5
Say positive things 0 44 51 83 22 3,415 ,953
Recommend friend 0 29 70 38 63 3,675 1,070
Continue purchasing 0 41 61 75 23 3,400 ,940
Mean keseluruhan 3,496
Standart deviasi keseluruhan 0,860
Sumber: Lampiran 4 & 5, diolah
Tabel 4.10 menunjukkan bahwa 200 responden memberikan penilaian angka 2 sampai 5 dengan nilai rata-rata sebesar 3,496 dengan deviasi standar 0,860. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian responden terhadap pernyataan mengenai loyalitas adalah baik.
4.2. Analisis Data
4.2.1. Uji Validitas dan Reliabilitas
Reliabilitas adalah ukuran konsistensi internal dari indikator-indikator sebuah variable bentukan yang menunjukkan derajad sampai di mana masing-masing indikator itu mengindikasikan sebuah variable bentukan yang umum. Terdapat dua cara yang digunakan yaitu construct reliability dan variance extraxted. Cut off value
43
Universitas Kristen Petra
dari contruct reliability adalah minimal 0,7 sedangkan cut off value untuk variance extracted minimal 0,5. Construct Reliability didapat dengan rumus:
Construct Reliability =
loading) Σεj zed
standardi (Σ
loading) zed
standardi (Σ
2 2
Keterangan:
1. Standardized loading diperoleh langsung dari standardized loading untuk tiap- tiap indikator
2. j adalah measurement error = 1 – (Σ standardized loading)2
Variance extracted memperlihatkan jumlah varians dari indikator yang diektraksi oleh variable bentukan yang dikembangkan. Nilai variance extracted yang tinggi menunjukkan indikator-indikator itu telah diwakili secara baik variabel bentukan yang dikembangkan. Rumus yang digunakan:
Variance extracted =
2 j
2
loading ed
standardiz Σ
loading ed
standardiz Σ
Adapun hasil perhitungan contruct reliability dan variance extracted dapat dilihat pada Tabel 4.4
Tabel 4.11
Uji Variance Extracted
No Item
Pernyataan
Standardized loading Sum Measurement Error
(Sum Standardized loading)2
1 X11 0,9 0,19 0,81
2 X12 0,879 0,23 0,77
3 X13 0,887 0,21 0,79
Jumlah 2,666 0,631 2,369
1 X211 0,813 0,339 0,661
2 X212 0,816 0,334 0,666
3 X213 0,844 0,288 0,712
4 X22 0,842 0,291 0,709
5 X23 0,916 0,161 0,839
Jumlah 4,231 1,413 3,587
1 Y11 0,915 0,309 0,691
2 Y12 0,810 0,436 0,564
3 Y13 0,902 0,632 0,368
Jumlah 2,627 0,693 2,307
1 Y21 0,915 0,163 0,837
2 Y22 0,842 0,291 0,709
3 Y23 0,916 0,161 0,839
Jumlah 2,673 0,615 2,385
Sumber: Lampiran 5
44
Universitas Kristen Petra
Perhitungan Reliabilitas:
Trust =
631 , 0 ) 666 , 2 (
) 666 , 2 (
2 2
= 0,919
Commitmen =
413 , 1 ) 231 , 4 (
) 231 , 4 (
2 2
= 0,927
Satisfaction =
693 , 0 ) 627 , 2 (
) 627 , 2 (
2 2
= 0,909
Loyalty =
615 , 0 ) 673 , 2 (
) 673 , 2 (
2 2
= 0,921
Reliabilitas untuk masing-masing konstruk ternyata memenuhi standar nilai reliabilitas semua nilai yang diperoleh di atas cut-off value 0.70.
Perhitungan Variance Extracted (Validitas):
Trust =
631 , 0 369 , 2
369 ,
2 = 0,790
Commitmen =
413 , 1 587 , 3
587 ,
3 = 0,717
Satisfaction =
693 , 0 307 , 2
307 ,
2 = 0,769
Loyalty =
615 , 0 385 , 2
385 ,
2 = 0,795
Hasil perhitungan variance extracted menunjukkan bahwa semua konstruk memenuhi syarat cut-off value minimal 0.5. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa item-item yang digunakan untuk mengukur masing-masing variabel memenuhi syarat cut off value, dalam arti secara akurat dan reliabel mengukur masing-masing variabel. Ini berarti bahwa data yang diperoleh sudah dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.
4.2.2. Normalitas Sebaran Data
Normalitas data dalam analisis jalur memegang peranan penting, karena analisis jalur sangat peka terhadap penyebaran data. (Ferdinand, 2002:52). Selain itu
45
Universitas Kristen Petra
normalitas data perlu diketahui karena dengan normalitas data tersebut dapat ditentukan metode estimasi yang akan digunakan dalam tahap analisis selanjutnya.
Jika asumsi distribusi normal terpenuhi, metode estimasi akan menggunakan Maximum Likelihood (ML), dan jika tidak, maka dapat menerapkan Unweighted Least Square (ULS).
Tabel 4.12 Hasil uji Normality
Variable min max skew c.r. z sore
x23 2,000 5,000 ,177 1,021 ±1.96
x22 2,000 5,000 -,127 -,731 ±1.96
y13 2,000 5,000 -,188 -1,085 ±1.96
x213 2,000 5,000 ,245 1,415 ±1.96
x212 2,000 5,000 ,200 1,155 ±1.96
x211 2,000 5,000 ,193 1,167 ±1.96
y23 2,000 5,000 -,036 -,210 ±1.96
y22 2,000 5,000 -,041 -,236 ±1.96
y21 2,000 5,000 -,140 -,811 ±1.96
y11 3,000 5,000 -,122 -,703 ±1.96
y12 3,000 5,000 -,040 -,230 ±1.96
x11 2,000 4,000 ,008 ,047 ±1.96
x12 2,000 5,000 -,017 -,097 ±1.96
x13 2,000 5,000 -,072 -,417 ±1.96
Sumber: Lampiran 5
Teknik untuk menguji normalitas data pada penelitian ini digunakan kriteria nilai critical ratio (c.r.) dari kemencengan distribusi data (skewness). Nilai C.R tersebut dibandingkan dengan α-0,05 (±1,96). Setelah dibandingkan tidak ada variabel yang tidak memenuhi asumsi kenormalan karena keseluruhan variabel
46
Universitas Kristen Petra
mempunyai Z value<Z tabel ( 1,96), sehingga dapat dikatakan, data tersebut normal baik secara univariate maupun multivariate.
4.2.3. Evaluasi atas outliers
Outliers adalah observasi atau data yang memiliki karakteristik unik yang terlihat sangat jauh berbeda dari observasi-observasi lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim baik untuk sebuah variabel tunggal atau variabel kombinasi (Ferdinand, 2005, p.97). Analisa outliers dapat dilakukan terhadap univariate outliers maupun multivariate outliers. Analisis terhadap outliers dari penelitian ini dapat dilihat dari nilai z.
Tabel 4.13
Z Score Untuk Evaluasi Univariate Outliers
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Zscore(x1) 200 -1,89432 1,63168 .0000000 1,00000000
Zscore(x2) 200 -1,99514 2,29219 .0000000 1,00000000 Zscore(y1) 200 -2,58772 2,43845 .0000000 1,00000000 Zscore(y2) 200 -1,74008 1,74904 .0000000 1,00000000 Valid N
(listwise) 200
Sumber: Lampiran 5
Pada Tabel 4.13 menunjukkan data yang telah distandarisir dalam bentuk z score mempunyai rata-rata (mean) adalah nol (0) dengan standard deviasi sebesar 1.
Dari hasil ini, terlihat bahwa tidak ada nilai minimum maupun maksimun tidak ada yang lebih tinggi dari ± 3 karena itu disimpulkan bahwa tidak ada univariate outlier dalam data yang dianalisis ini.
(a) Multivariate outliers
Uji terhadap multivariate outlier dilakukan dengan menggunakan kriteria jarak Mahalanobis pada tingkat p < 0,05. Kriteria yang digunakan adalah nilai chi square pada derajat bebas (degree of freedom) sebesar 74 yaitu jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian ini pada tingkat signifikansi <0,05. Nilai
47
Universitas Kristen Petra
Mahalanobis Distance 2 (71,0.05) = 91,670. Hal ini berarti semua kasus yang mempunyai Mahalanobis Distance yang lebih besar dari 91,670 adalah multivariate outliers. (Ferdinand, 2005, p.103).
Tabel 4.14
Evaluasi Multivariate Outliers Minimu
m
Maximu m
Mean Std.
Deviation
N
Predicted Value 69,17 127,77 100,50 10,730 200 Std. Predicted Value -2,919 2,542 ,000 1,000 200 Standard Error of
Predicted Value 4,588 14,301 8,802 2,252 200
Adjusted Predicted
Value 69,94 132,73 100,49 10,916 200
Residual -113,393 104,889 ,000 56,876 200
Std. Residual -1,974 1,826 ,000 ,990 200
Stud. Residual -2,031 1,849 ,000 1,003 200
Deleted Residual -120,093 107,621 ,013 58,342 200 Stud. Deleted Residual -2,048 1,861 ,000 1,005 200 Mahal. Distance ,274 11,333 3,980 2,475 200
Cook's Distance ,000 ,049 ,005 ,007 200
Centered Leverage
Value ,001 ,057 ,020 ,012 200
Sumber: Lampiran 5
Hasil output pada Tabel 4.14 tidak ada satupun kasus yang memiliki Mahalanobis Distance di atas 91,670, maka dapat disimpulkan tidak ada multivariate outlier dalam data
(b) Evaluasi Multikolinearitas
Peneliti perlu mengamati matriks kovarians untuk mengetahui apakah terdapat multikolinieritas atau singularitas dalam sebuah kombinasi variabel. Determinan
48
Universitas Kristen Petra
dari matriks kovarians sampel adalah sebesar 3,228381e+001 yang masih lebih besar dari nol. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinieritas ataupun singularitas pada semua konstruk yang digunakan dalam penelitian ini.
4.2.4. Menyusun Path Diagram
Setelah melakukan analisis terhadap karakteristik responden dan melakukan pengolahan data berdasarkan isian responden terhadap kuesioner yang dibagikan dengan menggunakan program AMOS 6. Adapun hasil path diagram adalah sebagai berikut:
x11
x12
x13
Trust e1
e2
e3
y21
y22
y23 Loyalty
e16
1 e13 1
e14
e15 1 Satis
y11e9 y12 y13
e10 e11
x211
x22
X23
Commit e4
e7
e8
Chi-square = 85,78 Probability = .055 CMIN/DF = 1,180 GFI = .844 TLI = .846 CFI = .879 RMSEA = .023
e12
Afektif e5 x212
e6 x213
e17 1
1
1
1
Gambar 4.1 Koefisien Regresi Estimate
4.2.5. Menterjemahkan Diagram Path ke dalam Persamaan
Persamaan yang dihasilkan pada penelitian ini adalah persamaan struktural, karena tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan kausalitas dan pengaruh signifikan antar variabel-variabel yang diteliti.
Setelah estimasi dari koefisien path analysis dilakukan, maka model struktural berdasarkan koefisien regresi dan konstruk model teoritis dapat dibangun adalah sebagai berikut:
Satisfaction = 0,058 Trust + 0,307 Commitment
Loyalty = 0,032 Trust + 0,408 Commitment + 0,348 Satisfaction
49
Universitas Kristen Petra
Model yang dihasilkan akan terlihat pada gambar di bawah ini :
x11
x12
x13
Trust e1
e2
e3
y21
y22
y23 Loyalty
e16
e13
e14
e15 Satis
y11e9 y12 y13
e10 e11
x211
x22
X23
Commit e4
e7
e8
Chi-square =83,78 Probability = .055 CMIN/DF = 1,180 GFI = .844 TLI = .846 CFI = .879 RMSEA = .023
e12
Afektif e5 x212
e6 x213
1 e17
Gambar 4.2
Koefisien Regresi Standardized Sumber: Lampiran 5
Koefisien regresi dari persamaan standart menunjukkan korelasi antar variabel bebas terhadap variabel terikat. Dari koefisien-koefisien tersebut dapat dilihat bahwa nilai standardized commitment (0,229) lebih besar dibandingkan dengan variabel trust dan satisfaction, hal ini berarti bahwa commitment mempunyai pengaruh yang dominan terhadap loyalty.
4.3. Pengujian Hipotesis
Langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian terhadap model path.
Terdapat dua macam pengujian yaitu uji sigifikansi kausalitas dan uji kesesuaian model, sebagai berikut :
a. Uji Kausalitas (Regression Weight)
Nilai-nilai koefisien path dan thitungnya (CR) yang telah diestimasikan oleh AMOS dapat dilihat pada Tabel 4.15 di bawah ini:
50
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.15 Estimasi Parameter Variabel
Terikat
Variabel Bebas
Estimate Standardized SE CR p
Satis Trust ,058 ,097 ,019 3,052 ,000
Satis Commit ,307 ,343 ,078 3,946 ,000
Loyalty Trust ,032 ,027 ,007 4,571 ,000
Loyalty Satis ,348 ,175 ,164 2,129 ,033
Loyalty Commit ,408 ,229 ,153 2,655 ,008
Sumber: Lampiran 5
Pada Tabel 4.15 di atas, melalui pengamatan terhadap p-value, terlihat bahwa semua koefisien regresi secara signifikan tidak sama dengan nol, karena itu hipotesa nol bahwa regression weight adalah sama dengan nol dapat ditolak, untuk menerima hipotesa alternatif bahwa masing-masing hipotesis mengenai pengaruh yang disajikan dalam model itu dapat diterima.
Berdasarkan Tabel 4.15 hasil pengujian hipotesis dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Hipotesis 1 yaitu Terdapat pengaruh antara variable Relationship Marketing (Trust) terhadap kepuasan pelanggan adalah terbukti kebenarannya. Hal ini ditunjukkan dengan nilai standardized yang positif dengan nilai p = 0,000 yang lebih kecil dari 0,05.
b. Hipotesis 2 yaitu Terdapat pengaruh antara variable Relationship Marketing (Commitment) terhadap kepuasan pelanggan adalah terbukti kebenarannya. Hal ini ditunjukkan dengan nilai standardized yang positif dengan nilai p = 0,000 yang lebih kecil dari 0,05.
c. Hipotesis 3 yaitu Terdapat pengaruh antara variable Relationship Marketing (Trust) terhadap Loyalitas pelanggan adalah terbukti kebenarannya. Hal ini
51
Universitas Kristen Petra
ditunjukkan dengan nilai standardized yang positif dengan nilai p = 0,000 yang lebih kecil dari 0,05.
d. Hipotesis 4 yaitu Terdapat pengaruh antara variable Relationship Marketing (Commitment) terhadap Loyalitas pelanggan adalah terbukti kebenarannya. Hal ini ditunjukkan dengan nilai standardized yang positif dengan nilai p = 0,008 yang lebih kecil dari 0,05.
e. Hipotesis 5 yaitu Terdapat pengaruh antara kepuasan pelanggan terhadap Loyalitas pelanggan adalah terbukti kebenarannya. Hal ini ditunjukkan dengan nilai standardized yang positif dengan nilai p = 0,033 yang lebih kecil dari 0,05.
Tabel 4.15 dapat dijelaskan besar pengaruh langsung (direct effects) dari variabel laten eksogen terhadap variabel laten endogen adalah sebagai berikut:
a. Pengaruh langsung commitment terhadap satisfaction dengan standardized coefficient sebesar 0,343, yang berarti bahwa setiap kenaikan commitment sebesar 1 satuan akan diikuti kenaikan satisfaction sebesar 0,343.
b. Pengaruh langsung trust terhadap satisfaction dengan standardized coefficient sebesar 0,097, yang berarti bahwa setiap kenaikan trust sebesar 1 satuan akan diikuti kenaikan satisfaction sebesar 0,097.
c. Pengaruh langsung commitment terhadap loyalty dengan standardized coefficient sebesar 0,229, yang berarti bahwa setiap kenaikan commitment sebesar 1 satuan akan diikuti kenaikan loyalty sebesar 0,229.
d. Pengaruh langsung trust terhadap loyalty dengan standardized coefficient sebesar 0,027, yang berarti bahwa setiap kenaikan trust sebesar 1 satuan akan diikuti kenaikan loyalty sebesar 0,027.
e. Pengaruh langsung satisfaction terhadap loyalty dengan standardized coefficient sebesar 0,175, yang berarti bahwa setiap kenaikan satisfaction sebesar 1 satuan akan diikuti kenaikan loyalty sebesar 0,175.
Efek langsung terbesar terjadi antara variabel commitment dengan satisfaction.
52
Universitas Kristen Petra
b. Uji Kesesuaian Model (Goodness of Fit Test)
Melalui tahapan pencarian dan pengembangan sebuah model dengan justifikasi yang kuat sebagai model yang dipakai untuk membuktikan kausalitas teoritis melalui uji coba data empirik untuk menunjukkan bagaimana pengaruh trust, commitment, dan satisfaction terhadap loyalty pada konsumen CV. Sumber Jaya Sakti Tarakan.
Sebagai perbandingan, dilakukan pemeriksaan terhadap indeks-indeks goodness of fit yang lain (Lampiran 6). Hasil pemeriksaan indeks-indeks goodness of fit tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.16.
Tabel 4.16
Ikhtisar Goodness of Fit Index Derajat bebas (DF) = 71
Goodness Of Fit Index
Cut-off value Hasil model Keterangan
Chi-square < 91,670 83,78 Fit
Probability level > 0,05 0,055 Fit
RMSEA ≤ 0,08 0,023 Fit
GFI 0-1 0,844 Fit
CMIN/DF ≤ 3 1,182 Fit
TLI ≥ 0,9 0,846 Not Fit
CFI ≥ 0,9 0,879 Marginal
Sumber: Lampiran 6
Dari informasi pada Tabel 4.9 diketahui indeks kesesuaian model dan interpretasinya sebagai berikut:
1. Chi Square
Chi Square merupakan ukuran over all fit yang menjelaskan kesesuaian model teoritis dengan data, diharapkan adalah nilai Chi Square yang kecil dibandingkan Ztabel = 91,670 atau tidak signifikan, mencerminkan tidak ada perbedaan antara model teoritis yang dikembangkan dengan data yang observasi. Jika Chi Square tidak signifikan, jadi ada kesesuaian (fit) antara model teoritis dengan data
53
Universitas Kristen Petra
empirisnya. Tabel 4.16 diketahui nilai probability level lebih besar dari 5%. Nilai probability level tersebut dapat menunjukkan bahwa ada kesesuaian data dengan model teoritis yang diestimasi, sehingga dapat dikatakan model fit.
2. RMSEA
RMSEA adalah sebuah indeks yang dapat digunakan untuk mengkompensasi chi square statistik dalam sampel besar. Nilai RMSEA 0,08 menunjukkan model yang baik. Nilai RMSEA pada Tabel 4.16 sebesar 0,023, yang berarti model fit.
3. Goodness of Fit Index (GFI)
GFI adalah sebuah ukuran non statistikal yang mempunyai rentang nilai antara 0 sampai dengan 1. Nilai yang tinggi dalam indeks menunjukkan sebuah better fit.
Nilai GFI pada Tabel 4.16 sebesar 0,844, yang berarti kurang memenuhi criteria uji kesesuaian model, sehingga dapat dikatakan model not fit. Hasil ini juga menunjukkan bahwa data sampel mampu mewakili data populasi yang diestimasi.
4. CMIN/DF
The Minimum Sample Discrepancy Function (CMIN) dibagi dengan degree of freedom-nya akan menghasilkan indeks CMIN/DF, yang umumnya dilaporkan oleh peneliti sebagai salah satu indikator untuk mengukur tingkat fitnya sebuah model. Dalam hal ini CMIN/DF, tidak lain adalah statistik chi-square, x2 dibagi DF-nya sehingga disebut x2-relatif. Nilai x2 relatif kurang dari 2,0 atau bahkan kurang dari 3,0 adalah indikasi dari acceptable fit antara model dan data. Nilai CMIN/DF pada Tabel 4.16 sebesar 1,182, yang berarti model fit.
5. Tucker Lewis Index (TLI)
TLI adalah sebuah alternatif incremental fit index yang membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model, model dikatakan baik bila nilai TLI-nya mendekati 0,90 mengindikasikan model yang baik. Nilai TLI pada Tabel 4.16 sebesar 0,846, yang berarti model not fit.
6. Comparative Fit Index (CFI)
Menunjukkan perbandingan antara model yang diuji dengan model null, dengan rentang nilai 0 hingga 1, model dikatakan baik bila nilai mendekati 0,90. Nilai
54
Universitas Kristen Petra
CFI pada Tabel 4.16 sebesar 0,876, yang berarti model marginal (mendekati baik).
Dari hasil indeks goodness of fit menunujukkan bahwa model yang digunakan dalam penelitian ini adalah good fit (ketepatan baik) sehingga model ini dapat digunakan dalam melihat hubungan antar variabel penelitian. Dengan demikian analisis SEM bermanfaat sebagai analisis faktor determinan, yaitu menentukan variabel mana yang memberikan pengaruh lebih dominan.
a. Pengaruh Tidak Langsung
Sedangkan pengaruh tidak langsung terjadi antara trust, dan commitment dengan loyalty. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.17
Tabel 4.17
Loading Factor Indirect Effect
Keterangan Commitment Trust
Loyalty 0,060 0,017
Sumber Lampiran 5
Tabel 4.17 menunjukkan bahwa terdapat efek tidak langsung dari masing- masing konstruk terhadap konstruk tertentu. Besar pengaruh tidak langsung (indirect effects) dari variabel laten eksogen terhadap variabel laten endogen adalah pengaruh tidak langsung commitmentt terhadap loyalty dengan standardized coefficient sebesar 0,060, yang berarti bahwa setiap kenaikan commitment sebesar 1 satuan akan diikuti kenaikan loyalty sebesar 0,060. Nilai 0,060 diperoleh dari pengaruh langsung commitment terhadap satisfaction dikalikan dengan pengaruh langsung satisfaction terhadap loyalty (0,343x0,175). Hal ini menunjukkan bahwa satisfaction berfungsi sebagai variabel antara commitment dengan loyalty.
Pengaruh tidak langsung trust terhadap loyalty dengan standardized coefficient sebesar 0,017, yang berarti bahwa setiap kenaikan trust sebesar 1 satuan akan diikuti kenaikan loyalty sebesar 0,017. Nilai 0,017 diperoleh dari pengaruh langsung trust terhadap satisfaction dikalikan dengan pengaruh langsung satisfaction terhadap loyalty (0,097x0,175). Hal ini menunjukkan bahwa satisfaction berfungsi
55
Universitas Kristen Petra
sebagai variabel antara trust dengan loyalty. Dari koefisien indirect effect berarti variabel satisfaction bertindak sebagai variabel mediasi dari variabel commitment dan trust terhadap variabel loyalty.
b. Pengaruh Total
Efek total dari masing-masing konstruk dapat dilihat dari tabel dibawah ini : Tabel 4.18
Loading Factor Total Effect
Commit Trust Satis Afektif Loyalty
Satis ,343 ,097 ,000 ,000 ,000
Afektif ,968 ,000 ,000 ,000 ,000
Loyalty ,289 ,044 ,175 ,000 ,000
Sumber Lampiran 5
Berdasarkan penjabaran di atas diketahui bahwa total effect antara variabel eksogen commitment terhadap variabel endogen satisfaction, dengan parameter regresi sebesar 0,343, yang berarti commitment berpengaruh langsung positif terhadap satisfaction. Total effect antara variabel trust terhadap variabel satisfaction dengan parameter regresi sebesar 0,097, yang berarti trust berpengaruh langsung positif terhadap satisfaction. Total effect antara variabel commitment terhadap variabel loyalty dengan parameter regresi sebesar 0,289, yang berarti commitment berpengaruh langsung positif terhadap loyalty. Total effect antara variabel trust terhadap variabel loyalty dengan parameter regresi sebesar 0,044, yang berarti trust berpengaruh langsung positif terhadap loyalty. Dan total effect antara variabel satisfaction terhadap variabel loyalty dengan parameter regresi sebesar 0,175, yang berarti trust berpengaruh langsung positif terhadap loyalty.
4.4. Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara trust terhadap kepuasan pelanggan. Hasil ini menunjukkan bahwa kepercayaan sebagai keinginan
56
Universitas Kristen Petra
untuk menggantungkan diri pada mitra bertukar yang dipercayai. Perilaku keterhubungan yang terjadi antara perusahaan dengan mitra-mitranya banyak ditentukan oleh kepercayaan sehingga dapat diperkirakan bahwa kepercayaan akan mempunyai hubungan yang positif dengan kepuasan. Kepercayaan sebagai keuntungan meyakinkan dengan tingkat tertinggi oleh pelanggan dalam hubungan jangka panjang sebagai ganti layanan perusahaan.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh commitment terhadap kepuasan pelanggan. Hasil ini menunjukkan commitment berpengaruh positif terhadap loyalty pada konsumen CV. Sumber Jaya Sakti Tarakan di Surabaya, artinya bahwa semakin tinggi affective commitment pada konsumen CV. Sumber Jaya Sakti Tarakan, semakin tinggi pula loyalty pada pada konsumen CV. Sumber Jaya Sakti Tarakan. Hal ini mengindikasikan commitment merupakan keterikatan emosional atau psikologis kepada perusahaan. Semakin kuat kedekatan identitas seseorang dengan identitas sosialnya, maka semakin sulit identitas orang tersebut untuk berubah, dengan kata lain semakin sulit orang tersebut untuk keluar dari perusahaan, hal ini akan mencerminkan suatu asosiasi hal positif antara komitmen terhadap loyalty.
Selain kedua hal diatas, hasil penelitian juha menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara trust terhadap loyalitas pelanggan. Hasil ini menunjukkan bahwa kepercayaan lebih menekankan pada sikap individu yang mengacu kepada keyakinan pelanggan atas kualitas dan keterandalan produk yang diterimanya, sedangkan loyalitas pelanggan adalah hal yang terkait dengan pengelolaan hubungan bisnis yang dibentuk antara perusahaan dan pelanggan. Hubungan yang terjadi antara perusahaan dengan pelanggannya banyak ditentukan oleh kepercayaan, sehingga dapat dikatakan bahwa kepercayaan mempunyai pengaruh yang positif dengan loyalitas pelanggan.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara commitment terhadap loyalitas pelanggan. Hasil ini menunjukkan bahwa komitmen pelanggan sebagai keinginan yang terus menerus memelihara sebuah hubungan yang bernilai.
Kondisi hubungan yang bernilai ditekankan pada kepercayaan bahwa komitmen hanya ada jika dirasa hubungan dianggap penting. Hal ini menyiratkan suatu
57
Universitas Kristen Petra
kewajiban pada tingkat yang lebih tinggi membuat suatu hubungan yang berhasil dan membuat hubungan satu sama lain saling memuaskan dan saling menguntungkan.
Dengan demikian, komitmen pelanggan pada perusahaan membuat pelanggan mempunyai sikap positif terhadap layanan perusahaan.
Begitu juga dengan kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Hasil ini menunjukkan kepuasan pelanggan tinggi menghasilkan loyalitas yang tinggi pula. Jadi dapat diketahui bahwa kepuasan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Kepuasan secara positif terkait dengan kecenderungan melakukan pembelian ulang, kecenderungan memberi rekomendasi pada produk atau jasa, dan loyalitas. Jika hubungan antara kepuasan dengan loyalitas pelanggan adalah positif, maka kepuasan yang tinggi akan meningkatkan loyalitas pelanggan.