• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

9

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar

Dalam penyusunan laaporan tugas akhir ini, penulis menyajikan beberapa penjelasan teori sebagai konsep yang mendasari pembahasan tentang sistem dan program secara umum mengenai judul tugas akhir yang diajukan.

2.1.1. Sistem

Sistem berasal dari bahasa latin (systema) dan bahasa yunani (sustema), artinya sutau kesatuan komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.

Menurut Hartono (2013:9) menjelaskan bahwa, “Sistem adalah suatu himpunan dari berbagai bagian atau elemen, yang saling berhubungan secara terorganisasi berdasar fungsi-fungsinya, menjadi suatu kesatuan”.

Sedangkan menurut Mardi (2014:3) menjelaskan bahwa, “Sistem merupakan suatu kesatuan yang memiliki tujuan bersama dan memiliki bagian- bagian yang saling berintegrasi satu sama lain”.

Dapat disimpulkan bahwa sebuah sistem memiliki paling sedikit sepuluh karakteristik menurut Hartono (2013:14), yang terdiri dari:

1. Komponen (components)

Bagian-bagian atau elemen-elemen yang dapat berupa benda atau manusia, berbentuk nyata atau abstark, dan disebut subsistem.

(2)

2. Penghubung antar bagian (interface)

Sesuatu yang bertugas menjembatani satu bagian dengan bagian yang lain, dan memungkinkan terjadinya interaksi/komunikasi antarbagian.

3. Batas (boundary)

Sesuatu yang membedakan antara satu sistem dengan sistem-sistem lain.

4. Lingkungan (environment)

Segala sesuatu yang berada diluar sistem dan bersifat menguntungkan atau merugikan sistem yang bersangkutan.

5. Masukan (input)

Sesuatu yang merupakan bahan untuk diolah atau diproses oleh sistem.

6. Mekanisme Pengolahan (processing)

Perangkat dan prosedur untuk mengubah masukan menjadi keluaran dan menampilkannya.

7. Keluaran (output)

Berbagai macam hasil atau produk yang dikeluarkan dari pengolahan.

8. Tujuan (goal/objective)

Sesuatu atau keadaan yang ingin dicapai oleh sistem, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

9. Sensor dan kendali (sensor & control)

Sesuatu yang bertegas memantau dan menginformasikan perubahan- perubahan di dalam lingkungan dan dalam diri sistem kepada sistem.

10. Umpan-balik (feedback)

Informasi tentang perubahan-perubahan lingkungan dan perubahan- perubahan (penyimpangan) dalam diri sistem.

(3)

2.1.2. Informasi

Informasi dapat dikatakan sebagai hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan tersebut bisa menjadi informasi.

Menurut Hartono (2013:15) menjelaskan bahwa, “Informasi pada dasarnya adalah sehimpunan data yang telah dioleh menjadi sesuatu yang memiliki arti dan kegunaan lebih luas”.

Sedangkan menurut Mardi (2014:5) menyimpulkan bahwa, “informasi adalah data yang diolah kemudian menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, menggambarkan suatu kejadian (event), dan kesatuan nyata (fact and entity) serta digunakan untuk pengambiln keputusan”.

Kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan nilai dari suatu informasi menurut Hartono (2013:17), terdiri dari:

1. Relevansi

Informasi disediakan atau disajikan untuk digunakan. Oleh karena itu, informasi yang bernilai tinggi adalah yang relevan dengan kebutuhan, yaitu untuk apa informasi itu akan digunakan.

2. Kelengkapan da keluasan

Informasi akan bernilai semakin tinggi, jika tersaji secara lengkap dalam cakupan yang luas.

3. Kebenaran

Kebenaran informasi ditentukan oleh validitas atau dapatnya dibuktikan.

4. Terukur

Informasi yang jika dilacak kembali kepada datanya, data tersebut dapat diukur sesuai dengan faktanya.

(4)

5. Keakuratan

Kecermatan dalam mengukur dan mencatat fakta akan menentukan keakuratan data dan nilai dari informasi yang dihasilkan.

6. Kejelasan

Bentuk penyajiannya harus benar, juga harus diperhatikan kemampuan pemakai dalam memahaminya.

7. Keluwesan

Informasi yang baik adalah yang mudah diubah-ubah bentuk penyajiannya sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang dihadapi.

8. Ketepatan waktu

Informasi yang baik adalah yang disajikan tepat pada saat dibutuhkan

2.1.3. Sistem Informasi

Sistem informasi berisi informasi tentang orang-orang, tempat, dan hal-hal penting di dalam organisasi atau di lingkungan sekelilingnya.

Menurut Kenneth dan Jane dalam Sunyoto (2014:47) menjelaskan bahwa,

“sistem informasi secara teknis dapat didefinisikan sebagai kumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi”.

Sedangkan menurut Maria, dkk (2016:16) menjelaskan bahwa, “Sistem informasi adalah cara yang diorganisasi untuk mengumpulkan, memasukan, mengola dan menyimpan data, cara-cara yang diorganisasikan untuk menyimpan,

(5)

mengola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.

Bagian dimensi sistem informasi menurut Kenneth dan Jane dalam Sunyoto (2014:49), adalah sebagai berikut:

1. Organisasi

Sistem organisasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari organisasi.

Bagi sebuah perusahaan seperti perusahaan pembuat laporan kredit, bisnisnya tidak akan berjalan tanpa sebuah sistem informasi.

2. Teknologi

Teknologi informasi adalah satu dari banyak alat yang digunakan manajer untuk menghadapi perubahan.

3. Manajemen

Tugas manajemen adalah untuk berusaha memahami banyak keadaan yang dihadapi oleh organisasi, mengambil keputusan dan memutuskan rencana kegiatan untukn memecahkan permasalahan organisasi.

2.1.4. Akuntansi

Banyak sekali para ahli akuntansi yang mendefinisikan makna dari akuntansi dengan argumennya masing-masing yang berbeda, namun maksud dari mereka itu adalah sama.

Menurut Priyati (2013:1) menjelaskan bahwa, “Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian secara sistematis dari transaksi-transaksi keuangan suatu badan usaha, beserta penafsiran terhadap hasilnya”.

(6)

Sedangkan menurut Abubakar. A dan Wibowo dalam Sunyoto (2014:118) menjelaskan bahwa, “Akuntansi adalah proses identifikasi, pencatatan, dan komunikasi terhadap transaksi ekonomi dari suatu entitas/perusahaan”.

Kegiatan akuntansi menurut Priyati (2013:1), meliputi proses berikut:

1. Identifikasi dan mengatur data yang relevan untuk keputusan yang dibuat.

2. Memproses data yang bersangkutan kemudian menyusun laporan.

3. Mengkomunikasikan laporan kepada pemakai.

Pembuatan record dan pemrosesan data transaksi akuntansi menurut George M.Scott dalam Sunyoto (2014:124) terdiri atas beberapa tahapan berikut:

1. Mencatat semua rincian transaksi dalam sebuah jurnal buku pencatatan pertama, berbagai fakta tentang transaksi yang dihilangkan dibagian ini biasanya tidak dapat direkam pada tahap selanjutnya.

2. Posting transaksi dalam suatu akun pada buku besar tambahan. Melakukan posting berarti memindahkan atau memasukkan sejumlah uang transaksi.

3. Posting semua buku besar tambahan ke dalam buku besar umum, yang mana dalam sistem manual bagian ini merupakan satu buku besar yang mencatat buku besar tambahan sebagai satu akun dalam sebuah buku.

Transaksi Pencatatan Buku

Besar

Neraca Saldo

Neraca Lajur

Lap Keuangan

1. Rugi – Laba 2. Perubahan Modal 3. Neraca

Analisis dan Interprestasi

Umum

Khusus

Sumber: Priyati (2013:2)

Gambar II.1. Siklus Akuntansi

(7)

2.1.5. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi lebih berorientasi pada data dari pada berorientasi pada informasi, dan datanya sebagian besar bersifat historis.

Menurut Mardi (2014:4) mengemukakan bahwa, “Sistem Informasi Akuntansi dapat diartikan sebagai kegiatan yang berintegrasi yang menghasilkan laporan dibentuk data transaksi bisnis yang diolah dan dosajikan sehingga menjadi sebuah laporan keuangan yang memiliki arti bagi pihak yang membutuhkannya”.

Sedangkan menurut Ailkinson dalam Sunyoto (2014:118) mengemukakan bahwa, “Pengertian Sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya yang mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.

Tiga tujuan sistem informasi akuntansi menurut Mardi (2014:4), yaitu:

1. Guna memenuhi setiap kewajiban sesuai dengan otoritas yang diberikan kepada seseorang (to fulfill obligations relating to stewardship).

2. Setiap informasi yang dihasilkan merupakan bahan yang berharga bagi pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).

3. Sistem informasi diperlukan untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan sehari-hari (to support the-day-to-day operations).

2.1.6. Pendapatan

Secara garis besar pendapatan merupakan penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda.

(8)

Menurut Mardi (2014:83) mengemukakan bahwa:

Semua yang berkaitan dengan rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi yang terjadi secara berulang-ulang terkait dengan penyerahan barang dan jasa kepada para pelanggan dan menerima semua bentuk pelunasan yang diterima dari pelanggan dapat diartikan sebagai siklus pendapatan.

Sedangkan menurut Maria, dkk (2016:5) menjelaskan bahwa, ”Pendapatan (revenues) adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi permodalan”.

Ada tiga fungsi dasar SIA dalam siklus pendapatan menurut Romney dalam Mardi (2014:83), yaitu:

1. Mendapatkan dan memproses data mengenai berbagai aktivitas bisnis.

2. Menyimpan dan mengatur data tersebut untuk mendukung pengambilan keputusan

3. Memberikan pengawasan untuk memastikan keandalan data serta menjaga sumber daya perusahaan..

2.1.7. Jurnal

Jurnal ini termasuk sumber informasi untuk berbagai keperluan dalam proses akutasi khusunya.

Menurut Priyati (2013:28) menjelaskan bahwa, “Jurnal adalah catatan secara sistematis dengan menyebutkan perkiraan yang akan didebit dan dikredit, jumlah dan keterangan ringkas”.

Menurut Mulya (2013:48) mengemukakan bahwa, “Proses pencatatan dokumentasi ke buku harian disebut dengan Jurnal atau menjurnal”.

Adapun jurnal yang terdapat pada Sistem Pendapatan Jasa, adalah:

(9)

1. Jurnal untuk mencatat Penerimaan Piutang Pendapatan

Piutang Usaha xxxxxxxxx

Pendapatan xxxxxxxxx

2. Jurnal untuk mencatat Penerimaan Pembayaran Piutang

Kas xxxxxxxxx

Piutang Pendapatan xxxxxxxxx

3. Jurnal untuk mencatat Penerimaan Kas

Kas xxxxxxxxx

Pendapatan xxxxxxxxx

4. Jurnal untuk mecatat Pembayaran oleh Pasien

Biaya Rawat Inap xxxxxxxxx

Kas xxxxxxxxx

2.1.8. Program dan Pemrograman

Program terkadang disebut aplikasi. Namun, penggunaan kedua istilah tersebut berbeda dalam hal perspektif.

Menurut Menurut (Andika, Cahya, & Buani, 2017) mengatakan bahwa,

“Bahasa Pemrograman adalah bahasa yang dapat dipahami oleh komputer. Bahasa pemrogaram adalah instruksi standar utnuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintak dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer.

Sedangkan menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:67) menjelaskan bahwa, “Pemrograman terstruktur adalah konsep-konsep atau pradigma atau sudut

(10)

pandang pemrograman yang membagi-bagi program berdasarkan fungsi-fungsi atau prosedur-prosedur yang dibutuhkan program komputer”.

Bahasa pemrograman memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Bahasa pemrograman

Suatu program disusun oleh pemrogram dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman, seperti C++, Pascal, dan Java. Adapun kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan program yang dinamakan pemrograman. Istilah program digunakan oleh seorang teknologi informasi (TI), sedangkan aplikasi dipakai oleh pemakai program. Secara teknis, program lebih cenderung pada kode yang ditulis oleh pemrogram, sedangkan aplikasi adalah suatu bentuk akhir dari pembuatan program.

Modul (pembagian program) biasanya dibuat dengan mengelompokkan fungsi-fungsi dan prosedur-prosedur yang diperlukan sebuah proses tertentu. Oleh karena itu, pemodelan pada pemrograman terstruktur lebih fokus bagaimana memodelkan data dan fungsi-fungsi atau prosedur-prosedur yang harus dibuat.

Jenis pradigma yang digunakan dapat dideteksi dari bahasa pemrograman apa yang akan digunakan untuk membuat program, baru setelah itu ditentukan pradigma pemrograman apa yang akan digunakan.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:100) mengemukakan bahwa,

“Metodologi berorientasi objek merupakan cara bagaimana sistem perangkat lunak dibangun melalui pendekatan objek secara sistematis”.

(11)

Bahasa Java merupakan bahasa program yang paling konsisten di dalam mengimplementasikan pradigma bahasa pemrograman berorientasi objek. Namun sebenarnya bahasa pemrograman yang mendukung pemrograman berorientasi objek tidak hanya bahasa Java.

Berikut contoh bahasa pemrograman yang mendukung pemrograman berorientasi objek menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:101), adalah:

1. Bahasa Pemrograman Smalltalk 2. Bahasa Pemrograman Eiffel 3. Bahasa Pemrograman C++

4. Bahasa Pemrograman (web) PHP 5. Bahasa Pemrograman Java

Istilah-istilah penting yang ada pada bahasa pemrograman berorientasi objek, antara lain:

1. Objek

Pada dasarnya semua benda nyata yang ada di dunia ini dapat dianggap sebagai sebuah objek

2. Atribut

Setiap obyek yang ada tentu akan mempunyai atribut yang disebut dengan state. Dalam pengembangan pemrograman berorientasi objek, objek dalam aplikasi akan menyimpan state-nya tersebut dalam variabel.

3. Metode

Merupakan representasi dari operasi yang dapat dilakukan oleh objek.

4. Class

Merupakan cetakan yang digunakan untuk membuat suatu objek.

(12)

5. Enkapsulasi

Merupakan cara yang digunakan untuk menyembunyikan informasi detail dari sebuah class.

6. Inheritance

Merupakan penurunan sifat atau pewarisan, artinya membentuk class baru yang memiliki sifat sama atau mewarisi atribut serta method yang ada pada class yang sudah ada sebelumnya.

7. Polimorphisme

Artinya mempunyai banyak bentuk, dengan kata lain kita dapat menimpa (overeide) suatu method yang berasal dari super class atau parent class sehingga mempunyai kelakuan yang berbeda.

2.1.9. Java

Java termasuk salah satu bahasa pemrograman berorientasi objek murni yang ada di dunia IT, karea semua kode programnya dibungkus dalam kelas.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:103) menjelaskan bahwa,

“Java menurut definisi dari Sun Microsystem adalah nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak pada komputer standalone ataupun pada lingkungan jaringan”.

Menurut Utomo (2013:1) menjelaskan bahwa, “Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang bersifat multiplatform dengan slogan dari para pengembangnya adalah ‘Write once run enywhere’ sehingga aplikasi yang dikembangkan menggunakan bahas Java akan dapat dijalankan pada berbagai macam platform atau sistem operasi.

(13)

Java berdiri di atas sebuah mesin interpreter yang diberi nama Java Virtual Machine (JVM). Oleh karena itu bahasa Java disebut sebagai bahasa pemrograman yang portable karena dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi, asalkan pada sistem operasi tersebut terdapat JVM. Java dikembangkan oleh Sun Microsystem..

Secara umum, ada tiga pilihan edisi yang dapat digunakan pada pembagian java menurut Utomo (2013:7), diantaranya adalah:

1. Java SE (Standard Edition), bahasa pemrograman Java yang digunakan untuk membuat aplikasi berbasis desktop (stand-alone applications) dan aplikasi yang dijalankan pada browser yang dikenal sebagai applets.

2. Java ME (Mobile Edition), bahasa pemrograman Java yang digunakan untuk membuat aplikasi yang dikenal sebagai MIDlets dan Xlets.

3. Java EE (Enterprise Edition), bahasa pemrograman Java yang digunakan untuk membangun komponen-komponen aplikasi dengan skala enterprise.

Para pengembang bahasa Java menginginkan agar bahasa yang dibuat nantinya dapat terintegrasi dengan piranti-piranti yang ada (small embedded customer device) sehingga dapat berkomunikasi dan saling berinteraksi satu sama lain. Yang menjadi salah satu karakter penting dari bahasa Java adalah sifatnya yang OOP (Object Oriented Programming) yang memudahkan programmer melakukan pengembangan aplikasi.

2.1.10. NetBeans

NetBeans dimulai pada tahun 1996 sebagai Xelfi yang merupakan proyek IDE pada Universitas Charles di Praha.

(14)

Menurut Enterprise (2016:75) menjelaskan bahwa, “NetBeans merupakan IDE (Integreted Decelopment Environment) untuk membuat aplikasi dengan Java, PHP, C, C++, dan HTML5. Secara garis besar, NetBeans IDE bekerja menyerupai Microsoft Visual Studio atau Dreamwaver dalam konteks sebagai aplikasi yang memiliki lingkungan kerja lengkap untuk membangun aplikasi lain”.

Sedangkan menurut Wahana Komputer (2015:20) menjelaskan bahwa,

“NetBeans adalah salah satu aplikasi IDE yang digunakan oleh developer software komputer untuk menulis, meng-compile, mencari kesalahan, dan untuk menyebarkan program”.

Pada tahun 1997, Rohman Stanek mengkomersialkan IDE NetBeans dan kemudian dibeli oleh Sun Microsystem pada tahun 1999. Pada tahun 2010, Sun (dan NetBeans) diakuisisi oleh Oracle. NetBeans merupakan IDE open-source yang dapat digunakan secara gratis. NetBeans mempunyai sekumpulan software modul yang dipakai untuk membuat suatu aplikasi . modul merupakan aris Java (Java Archive) yang memuat kelas-kelas Java yang berinteraksidengan NetBeans Open API. Pembuatan program Java dapat menggunakan tect editor seperti notepad ++ dan lain sebagainya. Untuk compile dan running dapat dilakukan melalui command promt. Penggunaan aplikasi NetBeans akan memudahkan developer software untuk membuat kode program, meng-compile, danmenjalankan program.

2.1.11. Sistem Basis Data

Pengolahan data secara terkomputerisasi dengan memanfaatkan fasilitas database dapat mengefisienkan waktu maupun tenaga.

(15)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:43) menjelaskan bahwa,

“Pada intinya basis data adalah media untuk penyimpanan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat”.

Sedangkan menurut Mardi (2014:34) menjelaskan bahwa, “Database merupakan gabungan file yang membentuk file utama (master file) yang saling terkait, dalam database file merupakan gabungan dari record, dan record merupakan gabungan dari field atau atribut suatu entitas.

Kebutuhan basis data dalam sistem informasi menurut Sukamto dan M.

Shalahuddin (2016:44), meliputi:

1. Memasukkan, menyimpan dan mengambil data

2. Membuat laporan berdasarkan data yang telah disimpan.

Sistem informasi tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan akan basis data ataupun bentuknya, entah berupa file teks ataupun Database Manajemen System.

Menurut Mardi (2014:134) menjelaskan bahwa, “DBMS (Database Management System) adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas”.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:44) menjelaskan bahwa,

“DBMS (Database Management System) atau dalam bahasa Idonesia sering disebut sebagai Sistem Manajemen Basis Data adalah suatu sistem aplikasi yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan menampikan data”.

Sistem manajemen database (DBMS) merupakan program yang menyediakan kendali akses terhadap program database aplikasi khusus yang diprogram untuk mengetahui elemen data mana yang bias diakses oleh pemakai

(16)

yang memiliki otoritas terhadap pangkalan data yang diminta. Model DBMS memiliki beberapa ciri umum menurut Mardi (2014:148), diantaranya:

1. DBMS memiliki perangkat lunak pengembangan program. Program maupun pemakai dapat memanfaatkan program untuk membuka akses ke dalam database.

2. Melalui DBMS secara periodik dilakukan pengamanan file data dengan cara membuat file backup dan pemulihan.

3. Fitur yang ada mencatat data statistic tentang data yang sedang diproses dan oleh siapa, melalui administrator database informasinya digunakan untuk menentukan otorisasi bagi pemakai.

4. Dalam DBMS terdapat modul yang memberi akses kepada pemakai yang memiliki otorisasi untuk mengakses database.

2.1.12. Database MySQL

Hampir semua bahasa pemrograman komputer saat ini selalu berhubungan dengan database sebagai media penyimpanan datanya.

Menurut Utomo (2013:125) memberikan penjelasan bahwa, “Database MySQL merupakan salah satu database yang bersifat open source yang banyak digunakan oleh perusahaan kelas dunia, seperti Facebook, Google, Adobe, Alcatel Lutel, dan Zappos”.

Sedangkan menurut Wahana Komputer (2015:6) menjelskan bahwa,

“MySQL merupakan salah satu jenis database server yang sangat terkenal di dunia. MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System). Oleh karena itu, istilah seperti tabel, baris dan kolom digunakan pada MySQL”.

(17)

MySQL merupakan sebuah implementasi dari sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah lisensi GPL (General Public Lisense). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, tetapi dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya turunan salah satu konsep utama dalam basis data yang telah ada sebelumnya.

MySQL mempunyai banyak fitur yang dapat digunakan dalam membuat aplikasi java yang menggunakan database menurut Utomo (2013:126), diantaranya adalah sebagai berikut:

1. MySQL mendukung RDBMS (Relational Database Management System) artinya database ini mempunyai kumpulan data yang terstruktur dan dapat melakukan berbagai macam operasi data sesuai permintaan pengguna.

2. Mendukung arsitektur client-server, artinya database MySQL dapat terinstal di server, kemudian klien dapat berada pada computer yang sama di server atau bias di computer lain yang berkomunikasi dengan server melalui jaringan komputer, baik internet maupun intranet.

3. Mendukung penggunaan bahasa SQL standar.

4. Mendukung berbagai operasi yang mempermudah dan mempercepat proses eksekusi di MySQL, antara lain subquery, stored-procedure (sejak versi MySQL 5), views, dan triggers.

5. Bersifat free atau beas di-download dan digunakan.

6. Stabil dan tangguh.

7. Fleksibel ketika disandingkan dengan berbagai macam jenis bahasa pemrograman.

(18)

8. Security yang baik.

9. Adanya dukungan banyak forum serta komunitas.

10. Perkembangan software yang cukup cepat dan semakin andal.

Menurut Priyadi (2014:81) menjelaskan bahwa, “implementasi menjadi suatu tabel fisik, dengan menggunakansuatu struktur bahasa yang sudah standar untuk membangun basis datanya, yaitu Structured Query Language”.

Sedangkan menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:46) menjelaskan bahwa, “SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS. SQL awalnya dikembangkan berdasarkan teori aljabar relasional dan kalkulus”.

Perintah SQL dibagi menjadi tiga jenis menurut Priyadi (2014:82), yaitu sebagai berikut:

1. Data Definition Language (DDL) merupakan perintah SQL yang digunakan untuk melakukan definisi awal suatu basis data dan tabel pada konsep RDBMS. Secara sederhana, penulisan perintah SQL pada kelompok ini terdiri dari create, alter, dan drop.

2. Data Manipulation Language (DML) merupakan perintah AQL yang sigunakan untuk melakukan pengolahan record atau manipulasi record pada tabel dalam suatu basis data. Secara sederhana, penulisan perintah SQL pada kelompok ini terdiri insert, select, update, dan delete.

3. Data Control Language (DDL) merupakan perintah SQL yang digunakan untuk melakukan pengaturan hak akses suatu objek data para pengguna dalam basis data. Secara sederhana, perintah SQL pada kelompok ini terdiri dari grant dan revoke.

(19)

2.1.13. Xampp dan PhpMyAdmin

Xampp termasuk paket server yang paling mudah untuk digunakan sebagai paket untuk pengembangan aplikasi web maupun desktop.

Menurut (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) menjelaskan bahwa “XAMPP adalah sebuah software yang berfungsi untuk menjalankan website berbasis PHP dan menggunakan pengolah data MYSQL di komputer lokal”.

Sedangkan menurut (Prayitno & Safitri, 2015) “XAMPP adalah salah satu paket instalasi apache, PHP, dan MySQL secara instant yang dapat digunakan untuk membantu proses instalasi ketiga produk tersebut”.

XAMPP berperan sebagai server web pada komputer lokal. XAMPP juga dapat disebut sebuah panel server virtual, yang dapat membantu melakukan preview sehingga dapat dimodifikasi website tanpa harus online atau terakses dengan internet. Sebagai informasi menurut (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) kata XAMPP merupakan singkatan dari:

X : berarti program ini dapat dijalankan diberbagai platform, misalnya Windows, Linux, mac OS, dan Solaris.

A : Apache, merupakan aplikasi web server, dan bertugas untuk menghasilkan halaman web yang benar kepada user berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat halaman web. Jika diperlukan juga berdasarkan kode PHP yang dituliskan, maka dapat saja suatu database diakses terlebih dahulu (misalnya dalam MySQL) untuk mendukung halaman web yang dihasilkan.

M : MySQL, merupakan aplikasi database server. Pengembangnya disebut Structured Query Language (SQL). SQL merupakan bahasa terstruktur yang digunakan untuk mengolah database beserta isinya. Pengguna dapat

(20)

memanfaatkan MySQL untuk menambahkan, mengubah dan menghapus data yang berada dalam database.

P : PHP, bahasa pemrograman lainnya yang serupa, dan lain sebagainya.

Menurut Wahana Komputer (2015:13) mengemukakan bahwa,

“PhpMyAdmin adalah perangkat lunak bebas yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP, yang digunakan untuk menangani administrasi MySQL melalui World Wide Web.”

PhpMyAdmin mendukung berbagai operasi MySQL, diantaranya mengelola basis data, tabel, fields, relasi, indeks, users, permissions, danlain sebagainya. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan oleh PhpMyAdmin menurut Wahana Komputer (2015:13):

1. Membuat database

2. Memilih/mengaktifkan database 3. Membuat tabel

4. Menyimpan data.

5. Melihat data 6. Menghapus data 7. Meng-update data 8. Dump tabel dan data

2.2. Peralatan Pendukung

Setelah pemaparan konsep dasar tentang teori sistem dan program diatas, maka tahap selanjutnya penulis juga menggunakan Tools System sebagai alat bantu guna terselesaikannya laporan tugas akhir dengan baik. Adapun peralatan pendukung yang digunakan adalah:

(21)

2.2.1. UML (Unified Markup Language)

UML muncul karena adanya suatu kebutuhan pemodelan visual untuk menspesifikasikan, menggambarkan, membangun, dan dokumentasi software

.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:137) menjelaskan bahwa,

“UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung”.

Menurut (Gata & Gata, 2013) menjelaskan bahwa, “UML (Unified Markup Language) adalah bahasa spesifikasi standar yang dipergunakan untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membangun perangkat lunak. Selain itu, UML merupakan metodologi dalam mengembangkan sistem berorientasi objek dan juga merupakan alat untuk mendukung pengembangan sistem”.

Pada perkembangan teknik pemrograman berorientasi objek, muncullah sebuah standarisasi bahasa pemodelan untuk pembangunan perangkat lunak yang dibangun dengan menggunakan teknik pemrograman brorientasi objek, yaitu Unified Modeling Language (UML). UML hanya berfungsi untuk melakukan pemodelan. Jadi penggunaan UML tidak terbatas pada metodologi tertentu, meskipun pada kenyataannya UML paling banyak digunakan pada metodologi berorientadi objek.

Pada 1996, Object Management Group (OMG) mengajukan proposal agar adanya standarisasi pemodelan berorientasi objek dan pada bulan september 1997 UML diakomodasi oleh OMG sehingga sampai saat ini UML telah memberikan kontribusinya yang cukup besar di dalam metodologi berorientasi objek dan hal- hal yang terkait didalamnya. UML terbaru adalah UML 2.3 yang terdiri dari 13 macam diagram yang dikelompokkan dalam 3 kategori.

(22)

Sumber: Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:140) Gambar II.2. Diagram UML

Berikut ini penjelasan singkat dari pembagian kategori tersebut menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:141) adalah:

1. Structure diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu struktur statis dari sistem yang dimodelkan.

2. Behavior diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan kelakuan sistem atau rangkaian perubahan yang terjadi pada sebuah sistem.

3. Interaction diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem dengan sistem lain maupun interaksi antar subsistem pada suatu sistem.

(23)

2.2.2. Use Case Diagram

Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:155) menjelaskan bahwa,

“Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat”.

Menurut (Gata & Gata, 2013) mengemukakan bahwa, “Dapat dikatakan Use Case Diagram digunakan untuk mengetahui apa saja yang ada di dalam system informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut”.

Syarat penamaan use case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:155), adalah:

1. Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang.

2. Use case merupakan fungsonalitas yang disediakan sistem sebagai unit- unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.

Setiap use case dilengkapi dengan skenario skenario use case adalah alur jalannya proses use case dari sisi aktor dan sistem. Skenario use case dibuat per use case terkecil, misalkan untuk generalisasi maka skenario yang dibuat adalah use case yang lebih khusus. Skenario normal adalah skenario bila sistem berjalan

(24)

normal tanpa terjadi kesalahan atau error. Sedangkan skenario alternatif adalah skenario bila sistem tidak berjalan normal, atau mengalami error.

2.2.3. Activity Diagram

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:161) mengemukakan bahwa,

“activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”.

Menurut (Gata & Gata, 2013) menjelaskan bahwa, “Activity Diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas sistem atau proses bisnis”.

Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:161), adalah:

1. Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang digambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan.

2. Urutan atau pengelompokan tampilan dari sistem/user interface dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan.

3. Rancangan pengujian dimana setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya.

4. Rancangan menu yang ditampilkan pada perangkat lunak.

2.2.4. ERD (Entity Relationship Diagram)

Pemodelan awal mengenai penyimpanan atau perancangan basis data yang paling banyak digunakan adalah menggunakan Entity Relationship Diagram.

(25)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:50) menjelaskan bahwa,

“ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika dan ERD digunakan untuk pemodelan basis data relasional”.

Sedangkan menurut Priyadi (2014:20) menjelaskan bahwa, “Pemodelan basis data dengan menggunakan diagram relasi antar entitas, dapat dilakukan dengan menggunakan suatu pemodelan basis data yang bernama Diagram Entity- Relationship”.

ERD digunakan untuk pemodelan basis data relasional. Sehingga jika penyimpanan basis data menggunakan OODBMS maka perancangan basis data tidak perlu menggunakan ERD. ERD memiiki beberapa aliran notasi seperti notasi Chen (dikembangkan oleh Peter Chen), Barker (dikembangkan oleh Richard Barker, Ian Palmer, Harry Ellis), notasi Crow‟s Foot, dan beberapa notasi lain.

ERD biasanya memiliki hubungan binary (satu relasi menghubungkan dua buah entitas). Beberapa metode perancangan ERD menoleransi hubungan ternary (satu relasi menghubugkan tiga buah relasi) atau N-ary (satu relasi menghubungkan banyak entitas).

Tahapan proses pemodelan yang digunakan pada Diagram E-R (ERD) menurut Priyadi (2014:21), adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi entitas.

2. Menentukan atribut key.

3. Identifikasi relasi.

4. Membuat desain perkiraan.

5. Mennetukan kardinalitas.

6. Melengkapi desain dengan atribut deskriptif.

(26)

2.2.5. LRS (Logical Record Structure)

Logical Record Structure dapat dikatakatan sebagai perubahan bentuk yang disebut transformasi dari ERD yang sudah dibuat.

Menurut (Eduardie, 2015) memberikan batasan bahwa, “LRS adalah sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola atau aturan permodelan tertentu dalam kaitanya dengan konvensi ke LRS”.

Sedangkan menurut (Yuniva & Anshori, 2017) menjelaskan bahwa,

“Logical Record Structure adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas”.

Perubahan yang terjadi dari Entity Relationship Diagram ke LRS menurut (Eduardie, 2015) yaitu mengikuti aturan-aturan sebagai berikut :

1. Setiap entitas akan diubah kebentuk kotak.

2. Sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas jika hubungan yang terjadi pada diagram-ER 1:M (relasi bersatu dengan cardinality M) atau tingkat hubungan 1:1 (relasi bersatu dengan cardinality yang paling membutuhkan referensi).

3. Sebuah relasi dipisah dalam sebuah kotak tersendiri (menjadi entitas baru) jika tingkat hubunganya M:M (many to many) dan memiliki foreign key sebagai primary key yang diambil dari kedua entitas yang sebelumnya saling berhubungan.

Berikut cara menentukan kardinalitas, jumlah tabel, dan ForeignKey (FK) menurut (Yuniva & Anshori, 2017), adalah :

(27)

1. Jika bentuk relasinya satu-ke-satu, maka foreign key diletakan pada salah satu dari dua entitas yang ada, atau menyatukan kedua entitas tersebut.

2. Jika relasinya satu-ke-banyak, maka foreign key diletakan pada entitas Many.

3. Jika relasinya banyak-ke-banyak, maka dibuat “file konektor” yang berisi dua foreign key yang berasal dari kedua entitas.

2.2.6. Sequence Diagram

Membuat diagran sekuen juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case diagram.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:165) menjelaskan bahwa,

“Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek”.

Menurut (Gata & Gata, 2013) menjelaskan bahwa, “Sequence diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan pesan yang dikirimkan dan diterima antar objek”.

Banyaknya diagram sekuen yang harus digambar adalah minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup pada diagram sekuen sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan maka diagram sekuen yang harus dibuat juga semakin banyak. Oleh karena itu untuk menggambar diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu.

(28)

2.2.7. Deployment Diagram

Diagram deployment termasuk ke dalam kategori diagram struktur atau structure diagram yang digunakan untuk menggambarkan struktur statis.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:154) menjelaskan bahwa,

“Diagram deployment atau deployment diagram menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi”.

Sedangkan menurut Tohari (2014:134) menjelaskan bahwa, “Diagram deployment menunjukkan tata letak sebuah sistem secara fisik. Diagram ini akan menampakkan bagian-bagian software yang berjalan pada bagian-bagian hardware yang digunakan untuk mengimplementasikan sebuah sistem dan ketehubungan antara komponen-komponen hardware tersebut”.

Penggambaran arsitektur fisik sebuah aplikasi melibatkan dua perangkat yaitu, perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat-perangkat tersebut disebut Node. Node akan menunjukkan bagaimana komponen-komponen perangkat lunak dan keras ini bekerja sama. Node digambarkan dalam diagram deployment ini.

Diagram deployment mewakili pandangan pengembanga sistem. Hal ini berkaitan dengandiagram komponen. Diagram deployment terdiri dari node. Node merupakan perangkat keras fisik yang digunakan untuk menyebarkan aplikasi.

Diagram deployment banyak digunakan oleh system engineer.

Untuk menggambar diagram deployment, ada beberapa hal yang harus diidentifikasikan terlebih dahulu menurut Tohari (2014:135), yaitu:

1. Menentukan node.

2. Hubungan antar node.

(29)

Penentuan node, diantaranya dapat dilakukan dengan beberapa pedoman menurut Tohari (2014:135) sebagai berikut:

1. Node merupakan elemen fisik yang sudah tersedia dalam sistem atau aplikasi. Amatilah dan jadikan elemen fisik sebagai node di diagram deployment.

2. Node mewakili sumber-sumber komputasi.

3. Node dilambangkan dengan kubus.

Hubungan antara node dan komponen adalah komponen merupakan hal terkait dan ada dalam eksekusi sistem, sebagai node merupakan hal yang mengeksekusi komponen.

Model diagram deployment terdiri dari bagian-bagian perangkat lunak suatu sistem ke perangkat keras yang akan mengeksekusinya. Dapat disimpulkan diagram deployment memodelkan arsitektur sistem dengan mengidentifikasikan perangkat kerasnya. Perangkat keras itu bisa berupa komputer, piranti, network, atau bahkan operator yang melakukan proses manual. Diagram ini bersifat statis dan memperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run time). Memuat simpul-simpul beserta komponen yang ada di dalamnya.

Diagram deployment juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:154), yaitu:

1. Sistem tambahan (embedded system) yang menggambarkan rancangan device, node dan hardware.

2. Sistem client/server.

3. Sistem terdistribusi murni.

4. Rekayasa ulang aplikasi.

(30)

2.2.8. User Interface

Antarmuka atau interface biasanya digunakan agar kelas yang lain tidak mengakses langsung ke suatu kelas, mengakses antarmukanya.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:109) mengemukakan bahwa,

“Antarmuka atau interface sangat mirip dengan kelas, tapi tanpa atribut kelas dan memiliki metode yang dideklarasikan tanpa isi”.

Sedangkan menurut Tohari (2014:96) menjelaskan bahwa, “Interface adalah satu set operation yang memberikan spesifikasi beberapa aspek dari perilaku dan operasi disuatu class ke class yang lain”.

Misalnya, keyboard pada komputer sebenernya merupakan interface yang bisa dipakai ulang karena tombol-tombol keyboard sebenarnya berasal dari mesin ketik, hanya saja mungkin ada beberapa operasionalisasi tombol-tombol yang berbeda yang sudah ditransfer ke sistem yang lain. Misalnya tombol control, page up, page down dan lain-lain.

Deklarasi metode pada sebuah user interface dapat diimplementasikan oleh kelas lain. Sebuah kelas dapat mengimplementasikan lebih dari satu antarmuka dimana kelas ini akan mendeklarasikan metode pada antarmuka yang dibutuhkan oleh kelas itu sekalagus mendefinisiikan isinya pada kode program kelas itu. Metode antarmuka yang diimplementasikan pada suatu kelas harus sama persis dengan yang ada pada antarmuka. Dan pemrograman grafis merupakan pemrograman yang cukup menarik karena menghasilkan aplikasi yang bersifat visual atau nyata.

Ada tiga jenis objek yang diperlukan untuk membuat GUI (Grapichal User Interface) berbasis Java menurut Utomo (2013:91), yaitu:

(31)

1. Komponen, merupakan objek yang akan ditampilkan pada layar yang menjadi sarana untuk berinteraksi dengan pengguna. Contoh komponen:

button, text, label, scroll bar, serta menu.

2. Event, merupakan objek yang menunjukkan even/peristiwa yang terjadi pada komponen. Misalnya, seperti menekan button, memasukkan teks ke dalam text.

3. Listener, merupakan objek yang akan „menunggu‟ aksi yang terjadi dan memberikan respons setelah selesainya aksi tersebut.

2.2.9. Black Box Testing

Pengujian adalah satu set aktifitas yang direncanakan dan sistematis untuk menguji atau mengevaluasi kebenaran yang diinginkan.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:275) menjelaskan bahwa,

“Black-Box Testing (pengujian kotak hitam) yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan”.

Sedangkan menurut (Hidayat, 2017) menyatakan bahwa, “Pengujian Blackbox merupakan tahap yang berfokus pada pernyataan fungsional

perangkat lunak. Test Case ini bertujuan untuk menunjukan fungsi perangkat lunak tentang cara beroperasinya. Apakah pemasukan data telah berjalan sebagaimana mestinya dan apakah informasi yang tersimpan dapat dijaga kemutahirannya”.

(32)

Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses login maka kasus uji yang dibuat menurut Sukamto dan M.

Shalahuddin (2016:276), adalah:

1. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar.

2. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, misalnya nama pemakai benar tapi kata sandi salah, atau sebaliknya, atau keduanya salah.

Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Metode uji coba Black Box memfokuskan pada keperluan fungsional dari software.

Ujicoba Black Box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori menurut (Hidayat, 2017) diantaranya:

1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang.

2. Kesalahan interface.

3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal.

4. Kesalahan performa.

5. Kesalahan inisialisasi dan terminasi.

Gambar

Gambar II.1. Siklus Akuntansi
Diagram  aktivitas  juga  banyak  digunakan  untuk  mendefinisikan  hal-hal  berikut menurut Sukamto dan M
Diagram  deployment  termasuk  ke  dalam  kategori  diagram  struktur  atau  structure diagram yang digunakan untuk menggambarkan struktur statis
Diagram  deployment  juga  dapat  digunakan  untuk  memodelkan  hal-hal  berikut menurut Sukamto dan M

Referensi

Dokumen terkait

Smart city merupakan sebuah konsep kota cerdas yang dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya yang ada dengan effisien dan memberikan informasi yang tepat

Volume lalu lintas dan kecepatan tempuh dapat diperoleh dengan berbagai metode pengukuran, maka dilakukan perbandingan antara metode pos penghitung tetap

Dalam konteks kajian ini yang dimaksudkan dengan perubahan akhlak ialah perubahan-perubahan yang dihadapi oleh Saudara Kita dari sudut perbuatan dan percakapan

Akurasi klasifikasi status HIV/AIDS yakni status negatif dan status positif berdasarkan model MARS dihitung dengan menggunakan nilai ketepatan klasifikasi dapat dilihat pada Tabel

Informasi dalam dokumen ini didasarkan pada pengetahuan terkini kami dan berlaku untuk produk yang berkaitan dengan tindakan pencegahan dan keselamatan. Itu tidak mewakili

Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual yang berbeda terhadap prestasi siswa namun untuk melihat seberapa

Berdasarkan hasil analisis data dan pemaparan hasil dari penelitian maka dapat disimpulkan dalam tiga pernyataan sebagai berikut: a) terdapat hubungan yang

Mencari kebenaran membutuhkan kemauan untuk mengesampingkan prasangka dan mematuhi keyakinan baru. Tidak ada yang lebih jelas daripada studi tentang Sabat