RENCANA KERJA POLRES SUMBAWA TAHUN ANGGARAN 2022
I LATAR BELAKANG
1. Kondisi Umum
Polri sebagai salah satu fungsi Pemerintahan di bidang keamanan yang bertanggung jawab terhadap Keamanan Dalam Negeri, sebagaimana rumusan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan tugas pokok yaitu:
a. Memelihara keamanan dan Ketertiban masyarakat;
b. Menegakan Hukum; dan
c. Memberikan Perlindungan, Pengayoman dan Pelayanan kepada masyarakat.
Keamanan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, baik individu, atau selaku bagian dari kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia guna menuju masyarakat Indonesia yang adil makmur tata tentram kerta raharja.
Berdasarkan peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang susunan organisasi dan tata kerja tingkat Polres, dimana kedudukan Polres Sumbawa merupakan pelaksanaan tugas dan wewenang Polri diwilayah Kabupaten Sumbawa yang berada dibawah Kapolda yang mempunyai tugas pokok Polri dan melaksanakan tugas-tugas Polri lainnya dalam daerah hukum Polres sumbawa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kejahatan Konvensional, kejahatan Transnasional, kejahatan terhadap kekayaan Negara dan kejahatan yang berimplikasikan kontinjensi diperkirakan akan meningkat, serta masih ada upaya dari kelompok-kelompok untuk membentuk kelompok-kelompok baru dan memperluas pengaruhnya ditengah- tengah masyarakat, semakin bertambahnya jumlah penduduk yang tidak memadai dengan lapangan kerja yang ada, adanya berkembangnya tuntutan pemekaran Desa/wilayah, terjadinya kenaikan harga sembako yang setiap tahun sangat dirasakan oleh masyarakat, kerawanan terjadinya bencana alam,
Beberapa...
beberapa permasalahan dan kasus-kasus menonjol yang terjadi cenderung mengalami peningkatan yang dilakukan secara maksimal, semakin kompleks dan berkembangnya permasalahan yang ada serta didorong juga oleh kondisi dan karakteristik masyarakat Sumbawa.
Selain langkah tersebut di atas juga pada tahun 2022 Polres Sumbawa berencana menggelar Operasi Kepolisian terpusat dan kewilayahan antara lain:
- Operasi Bina Kusuma Tahun 2022 sasarannya melaksanakan pembinaan terhadap premanisme,pelaku perjudian, prostitusi ,penyalah gunaan narkoba selama 14 hari;
- Operasi Bina Waspada Tahun 2022 sasarannya mengantisipasi kelompok IGARAS dan terorisme selama 14 hari;
- Operasi Antik Gatarin Tahun 2022 sasarannya pemberantasan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba selama 14 Hari;
- Operasi Keselamatan Tahun 2022 sasarannya meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan pelayanan prima kepada masyarakat selama 14 hari;
- Operasi Pekat Gatarin 2022 sasarannya Pemberantasan Penyakit Masyarakat (judi, miras dan prostitusi) selama 14 hari;
- Operasi Terpusat Ketupat 2022 sasarannya Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H selama 16 hari;
- Operasi Jaran Gatarin 2022 sasarannya pemberantasan Curas, Curat dan Curanmor selama 14 hari;
- Operasi Zebra Tahun 2022 sasarannya menciptakan kondisi Kamseltibcar lantas 14 hari;
- Operasi Patuh Gatarin 2022 sasarannya menciptakan kondisi Kamseltibcar lantas jelang pengamanan Natal 2022 dan tahun baru 2022 14 hari;
- Operasi Terpusat Lilin 2022 sasarannya Pengamanan Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2022 selama 10 hari.
Disamping itu untuk menyikapi situasi dan kondisi keamanan di wilayah hukum Polres Sumbawa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor aspek kehidupan masyarakat baik Aspek Geografi, Demografi, Sumber Daya Alam, Idiologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya maupun aspek Keamanan
a. perkembangan...
a. Perkembangan aspek Kehidupan.
Perkembangan aspek Kehidupan berdasarkan Kirka Intel Polres Sumbawa TA 2022 adalah sebagai berikut :
1) Potensi Gangguan a) Geografi
(1) Kabupaten Sumbawa memiliki pantai dan pelabuhan yang bisa disinggahi oleh kapal – kapal dengan berbagai ukuran, rawan dijadikan sebagai tempat penyelundupan barang-barang / orang dari luar negeri atau sebaliknya;
(2) pulau Sumbawa terdiri atas bukit – bukit dan pegunungan yang berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor
(3) komposisi daerah terdiri dari dataran rendah dan pegunungan.
Daerah dataran rendah umumnya dimanfaatkan untuk lahan pertanian, peralihan musim yang tidak menentu mempengaruhi;
b) Demografi
Berdasarkan data Badan Statistik Nasional Kab. Sumbawa tahun 2020 jumlah penduduk di Kabupaten Sumbawa mencapai 507.714 Jiwa dengan jumlah kepadatan rata – rata 76 Jiwa /km.
NO KECAMATAN LAKI – LAKI PEREMPUAN JUMLAH
1 2 3 4 5
1 ALAS BARAT 12.935 12.843 25.778
2 ALAS 15.652 16.030 31.655
3 BUER 8.355 8.883 17.238
4 UTAN 16.523 16.946 33.460
5 RHEE 4.522 4.522 9.044
6 LAB. BADAS 18.323 18.211 36.534
7 SUMBAWA 31.023 30.679 61.702
8 UNTER IWES 11.516 11.295 22.811
9 BATULANTEH 6.704 5.236 10.940
10 MOYO HILIR 13.861 14.348 28.209
11 MOYO UTARA 5.736 5.768 11.504
12 MOYO HULU 12.763 12.855 25.618
13 ROPANG 3.552 3.217 6.769
14 LENANGGUAR 4.081 3.880 7.961
15 LANTUNG 2.131 2.185 4.316
16.LUNYUK...
16 LUNYUK 10.093 9.494 19.587
17 ORONG TELU 2.966 2.723 5.689
18 LAPE 10.652 10.530 21.182
19 LOPOK 10.758 11.011 21.799
20 MARONGE 6.105 6.201 12.305
21 PLAMPANG 17.413 17.377 34.790
22 LABANGKA 6.293 5.981 12.274
23 EMPANG 13.808 13.712 27.520
24 TARANO 9.483 9.537 19.020
JUMLAH 254.211 253.494 507.714
c) Sumber Daya Alam
(1) Luas hutan di pulau Sumbawa dengan luas 869.605,41 Ha. Jenis hutan terbagi menjadi hutan lindung, hutan marga satwa, cagar alam dan hutan payau yang memiliki jenis tanaman hutan berupa kayu jati, sonokeling, asam, garu, seleman, bajur dan kayu kelapa. Pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terprogram atau tidak terkendali yang tidak berwawasan lingkungan menimbulkan bencana alam bagi makhluk hidup yang ada seperti penebangan hutan secara liar dll. Kasus pencurian;
(2) kayu/ penebangan hutan dari waktu-kewaktu cenderung semakin meningkat tanpa memikirkan kepentingan jangka panjang, Penegakan hukum terhadap para pelaku perusak lingkungan hidup cukup sulit ditegakan karena adanya jaringan yg cukup rapi;
(3) Wilayah Kabupaten Sumbawa dikelilingi oleh pantai yang sebagiansangat cocok untuk pengembangan budi daya mutiara tambak ikan/udang telah dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat karena mutiara maupun ikan yang dihasilkan selain dijual didalam wilayah juga di ekspor ke Luar Negeri. Disamping hal tersebut kondisi pantai juga berpotensi untuk pengembangan pariwisata seperti pantai Batu Gong, Pantai Baru, Pantai Saliper dan beberapa tempat yang belum dikelola secara maksimal;
(4) Di wilayah Kab. Sumbawa terdapat perusahaan tambang emas PT AMNT dan PT SJR yang memiliki areal tambang yang luas,
Pengelolaannya...
pengelolaannya dilakukan dalam jangka waktu panjang,keberadaan tambang tersebut telah dapat meningkatkan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menampung tenaga kerja dalam jumlah banyak sekaligus mengurangi jumlah angka pengangguran, namun karena keterbatasan SDM yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan celah terjadinya penyimpangan oleh pihak perusahaan yang menimbulkan kerugian negara. Pada tahun 2010 muncul lokasi-lokasi penambangan emas dilakukan secara ilegal diantaranya di wilayah Bukit Olat Labaong Kab. Sumbawa, memunculkan kontroversi dan polemik antara pemerintah dengan masyarakat penambang;
(5) Disamping itu tersedianya hutan yang cukup luas serta potensi kekayaan laut yang cukup besar, dapat menimbulkan beberapa potensi gangguan seperti perebutan lahan, penambangan liar, pencurian ikan, penyelundupan handak, pencurian kayu/illegal logging, perambahan hutan dan perusakan lingkungan.
d) Ideologi
(1) Masyarakat Wilayah Kabupaten Sumbawa telah menerima secara bulat Pancasila sebagai Asas Tunggal di dalam hidup dan kehidupan masyarakat sehari – hari;
(2) Untuk memahami serta mengamalkan nilai – nilai Idiologi Pancasila kepada masyarakat telah dilaksanakan dan diberikan pengarahan – pengarahan tentang kewaspadaan Nasional terhadap bahaya laten komonis serta paham-paham radikal lainnya seperti ISIS.
e) Politik
(1) kondisi budaya politik belum menunjukkan iklim dan budaya politik yang sesuai dengan demokrasi yang benar. Budaya politik masih bersifat parochial, primordial, opurtunis, nepotis, feodal dan anarkhis.
Indikatornya antara lain masih adanya pengerahan massa kekuatan politik sebagai kelompok penekan yang bernuansa kekerasan dan destruktif.kelompok yang tidak siap kalah dalam pertarungan politik.
Penguatan...
Penguatan politik aliran masih dominan, sehingga pemimpin kharismatik masih menjadi tumpuan dalam pengambilan keputusan partai.Kebebasan pers tumbuh dan berkembang, yang belum diiimbangi oleh tanggung jawab sesuai etika jurnalistik, sehingga mengarah kepada kebebasan tanpa batas dan tidak bertanggung jawab terhadap akibat pemberiataan. Media massa masih mengutamakan kepentingan keuntungan bisnis dibandingkan resiko sosial politik;
(2) Wacana pembentukan Propinsi Pulau Sumbawa (PPS) sudah disuarakan sejak tahun 2009 setelah terbentuknya Kab. Sumbawa Barat dan Kota Bima yaitu mengacu pada PP No. 78 tahun 2007 tentang acuan pembentukan daerah otonom yang mensyaratkan bahwa pemekaran provinsi minimal harus terdapat 5 (lima) Kab/Kota sehingga Pulau Sumbawa yang terdiri dari lima Kab/Kota yaitu Kab. Sumbawa, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima dipandang telah memenuhi syarat untuk membentuk daerah otonom sendiri. Tanggal 27 Pebruari 2011 dilapangan Krato Kab. Sumbawa telah dilaksanakan Kongres Rakyat Pulau Sumbawa dengan hasil/keputusan tentang kebulatan tekad bersamamempercepat pembentukan PPS. Sampai dengan saat ini tuntutan pemekaran wilayah tersebut belum terwujud;
(3) Permasalahan Tapal Batas antar wilayah/Kabupaten seiring dengan penerapan otonomi daerah memuncul-kan adanya keinginan dari wilayah/kabupaten untuk memperluas wilayahnya/memperebutkan wilayah yang dianggap potensial di perbatasan sehingga memuncul- kan juga ketegangan/konflik antar wilayah/Kabupaten seperti perbatasan antara Kab. Sumbawa dengan Kab. Sumbawa Barat.
f) Ekonomi
Di bidang ekonomi, perkembangan situasi daerah masih memunculkan beberapa kerawanan yang dapat berpengaruh terhadap kondisi kamtibmas pada tahun 2022, antara lain:
(1) Tingginya…..
(2) Tingginya biaya hidup yang tidak dibarengi dengan pendapatan perekonomian masyarakat yang tidak memadai memicu masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan kriminalitas/melanggar
(3) Tindak Ilegal Loging oleh kelompok masyarakat yang dilakukan secara berkelompok di areal hutan lindung masih terjadi. Jauhnya medan dan sulitnya aparat keamanan untuk menjangkau daerah hutan menjadi kendala tersendiri dalam memberantas tindakan tersebut, disamping masih adanya oknum dari aparat keamanan yang ikut bermain didalamnya mendorong masyarakat semakin berani melakukan tindakan tersebut. Tindakan Kepolisian baru mampu melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang membawa/memuat kayu hasil curian diwilayah luar hutan;
(4) Terjadinya pemanasan Global, berdampak terhadap terjadinya musim kemarau panjang dan ketidak- menentuan cuaca (cuaca ekstrem) yang dapat mempengaruhi hasil panen dan tejadinya kekeringan akibat menurunnya debit air, bencana alam banjir, puting beliung dll hal tersebut didukung oleh kondisi geografis wilayah Kabupaten Sumbawa yang dikelilingi perbukitan dan tanah-tanah kering serta adanya wilayah yang mengandalkan persawahan tadah hujan.
g) Sosial Budaya
(1) Secara umum pada tahun 2022, kehidupan manusia secara material relative akan meningkat, namun secara moral spiritual masih terbatas pada segi peningkatan ritual, bukan pada aspek tata laku yang mencerminkan toleransi antar suku, antar golongan, antar pemeluk agama dan antar etnis;
(2) Pemahaman dan implementasi ajaran agama belum berkembang secara baik, bahkan pada sisi tertentumengalami penurunan
memunculkan…..
memunculkan segala bentuk fanatisme sempit sebagian pemuka agama cenderung menggunakan agama untuk kepentingan tertentu (politisasi agama untuk kepentingan partai politik);
(3) Penduduk Kabupaten Sumbawa terdiri dari suku sasak, suku samawa, suku Mbojo, suku bugis, suku bali, suku jawa, suku timor dll dengan berbagai adat istiadat dan budaya daerah masing- masing.Kemajemukan adat istiadat dan budaya daerah selain merupakan potensi pembangunan juga merupakan potensi konflik yang ditandai dengan adanya penguatan identitas kedaerahan atau kesukuan. Kecenderungan adanya sikap masyarakat sumbawa yang permisif, konsumtif telah membawa sebagian masyarakat untuk melakukan tindakan melanggar hukum dan norma-norma agama yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas;
(4) Masuknya pengaruh budaya barat dan gaya hidup barat melalui tayangan media elektronik maupun melalui para turis yang berkunjung di wilayah Kabupaten Sumbawa berdampak terhadap perubahan sistem nilai, pola pikir, sikap dan perilaku masyarakat serta adat istiadat/peradaban lokal yang sudah ada;
(5) Seiring dengan bergulirnya reformasi, kebebasan masyarakat dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama semakin meningkat yang ditandai dengan muncul dan berkembangnya berbagai aliran/kepercayaan dalam suatu agama sehingga menimbulkan pertentangan antar pemeluk umat beragama itu sendiri yang berpotensi terjadinya konflik sosial;
(6) Perkembangan pariwisata di wilayah Kabupaten Sumbawa semakin mengalami peningkatan seiring dengan mulainya dilakukan berbagai perbaikan dan promosi dibidang pariwisata, serta perbaikan sarana transportasi sebagai akses menuju tempat-tempat pariwisata. Sejalan dengan perkembangan tersebut, disamping membawa dampak positif terhadap perkembangan dan pertumbuhan daerah juga membawa dampak negatif seperti terpengaruhnya masyarakat dengan pengaruh budaya barat, meningkatnya tindak kejahatan dengan jaringan/sindikat internasional, meningkatnya permasalahan-
permasalahan…..
permasalahan lain dibidang sosial seperti tumbuhnya tempat-tempat maksiat dan prostitusi yang bertolak belakang dengan budaya dan kepribadian masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa yang religius;
(7) Di bidang pendidikan masih dihadapkan pada kualitas pendidikan sebagian masyarakat Sumbawa tergolong rendah sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang rendah pula. Kondisi seperti ini semakin diperburuk dengan keterbatasan sarana prasarana pendidikan baik pendidikan umum maupun pendidikan yang diselenggarakan oleh pesantren (keagamaan), kurikulum pendidikan yang sering berubah. Penerapan wajib belajar serta penerapan sekolah gratis belum sepenuhnya berjalan dengan baik, masih banyak terjadi penyimpangan anggaran pendidikan serta banyaknya pungutan bagi siswa semakin memberatkan ekonomi keluarga serta meningkatnya angka putus sekolah;
(8) Pembangunan sektor kesehatan masih dihadapkan pada permasalahan disparatis status kesehatan, beban ganda penyakit, kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan yang masih rendah, perilaku masyarakat yang kurang mendukung/tidak perduli terhadap pola hidup bersih dan sehat. Perilaku dan pola hidup masyarakat yang pada umumnya belum peduli terhadap masalah kesehatan telah menyebabkan berkembangnya berbagai wabah penyakit menular seperti demam berdarah (DBD), TBC, Flu Burung (AI),HIV/AIDS, Muntaber, diare, rabies, chikungunya, anthrax termasuk Balita gizi buruk;
(9) Pembangunan bidang pertanahan masih dihadapkan pada masalah konflik lahan akibat belum berjalannya kebijakan land reform Kebijakan pemerintah daerah yang memberikan kemudahan mendapatkan ijin lahan kepada perusahaan besar atau investor asing untuk memiliki maupun melakukan usaha seperti pertambangan dan usaha bisnis menjadi pemicu terjadinya sengketa antara pengembang atau pemegang konsesi lahan dengan masyarakat setempat,
diantaranya…..
diantaranya karena penerbitan sertifikat ganda atas pemilikan tanah, penyelesaian tanah yang berlarut-larut oleh pihak yang berkompeten.
Hutan lindung di Sumbawa, pembangunan Tower milik perusahaan komunikasi, pembangunan tenaga listrik, eksplorasi tambang emas di wilayah Dodo Rinti Kab. Sumbawa, tanah wakaf/warisan serta tanah di pulau-pulau sekitar Sumbawa);
(10) Berbagai kegiatan aksi unjuk rasa oleh elemen mahasiswa, LSM dan masyarakat serta kelompok/ organisasi kemasyarakatan terjadi dengan mengangkat berbagai isu/permasalahan seperti: penindakan terhadap pelaku tindak korupsi, kebijakan Pemerintah yang dinilai tidak memihak kepada rakyat serta permasalahan lainnya terkait bidang politik, ekonomi, sosial dan keamanan;
(11) Eufhoria reformasi terhadap kebebasan penyampaian pendapat dimuka umum saat ini, keberadaan UU Pers yang sangat bebas dan cenderung kebablasan yang dibarengi dengan aksi-aksi unjuk rasa yang tidak taat aturan, dalam penyampaian pendapat dilakukan secara anarkhis/pemaksaan kehendak, merusak fasilitas umum serta simbol-simbol Negara;
(12) Terjadinya beberapa bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan putting beliung di wilayah Kabupaten Sumbawa diakibatkan, menurunnya fungsi hutan akibat tindakan illegal logging, perambahan hutan dan pengalihan fungsi hutan menjadi perkebunan serta merupakan wilayah yang dilalui oleh lempengan-lempengan kerak bumi serta garis khatulistiwa yang merupakan jalur gempa.
h) Keamanan
(1) Kejahatan Konvensional
(a) Masih tingginya angka kasus kriminalitas seperti Curat, Curanmor, Curas, penganiayaan, dan kriminalitas lainnya di wilayah hukum Polres Sumbawa akibat dari meningkatnya jumlah angka pengangguran yang tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang memadai, meningkatnya beban hidup/kebutuhan ekonomi masyarakat serta masih
lemahnya…..
lemahnya pengungkapan dan penegakan hukum terhadap para pelaku tindak kriminal menimbulkan keresahan masyarakat, bahkan dapat mendorong munculnya tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat terhadap para pelaku kejahatan.
Beberapa faktor yang dominan mempengaruhi terjadinya tindak kriminalitas di wilayah Kabupaten Sumbawa, antara lain:
(1)) Laju pertumbuhan penduduk yang tidak diikuti oleh pertumbuhan ekonomi;
(2)) Tingkat pendidikan dan kesadaran masyarakat terhadap kamtibmas dan hukum masih rendah;
(3)) Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan/pendapatan masyarakat yang tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang memadai.
(4)) Lemahnya kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hokum;
(5)) Membanjirnya produk-produk elektronik dan ranmor sedangkan daya beli masyarakat masih rendah;
(6)) Adanya kesenjangan dibidang ekonomi dan daya beli masyarakat pedesaan yang berpenghasilan rendah.
(2) Kejahatan Transnasional
Untuk wilayah Kabupaten Sumbawa berdasarkan letak geografis dan perkembangan pariwisata serta perkembangan kasus-kasus yang terjadi selama 3 (tiga) tahun terakhir,jenis-jenis kejahatan Trans Nasional yang berpotensi besar terjadi antara lain perdagangan gelap obat terlarang/ Narkoba, aksi-aksi terorisme dan perdagangan manusia/trafficking in person, disamping juga kemungkinan kejahatan siber/cyber crime dan pemalsuan uang/counterfeiting namun untuk kedua jenis kejahatan terakhir masih relatif kecil. Adapun jenis kejahatan Trans Nasional yang berpotensi besar terjadi seperti tersebut di atas, dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:
a) kejahatan……
a) Kejahatan Narkotika di wilayah Kabupaten Sumbawa tidak terlepas dari semakin meningkatnya perkembangan / semakin terbukanya kesempatan bagi para pengedar itu sendiri mengingat di wilayah Kabupaten Sumbawa banyak celah atau jalan untuk memasukkan narkoba tersebut dan di samping itu pula moral masyarakat yang mulai menurun dan lebih ke pada permasalahan ekonomi atau gaya hidup sehingga dengan mudah untuk masuk kedalam dunia narkoba;
b) Kabupaten Sumbawa sebagai wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam, memiliki sifat fanatisme yang tinggi terhadap agamanya, banyaknya pondok pesantren sebagai tempat/ pusat pengembangan terhadap ajaran- ajaran Islam, banyaknya para tokoh agama dijadikan sebagai panutan dimana apapun yang dikatakan dan diajarkan akan dilaksanakan/ didukung oleh para jemaah/santrinya;
b. Trend…….
b. Trend Perkembangan Situasi Kamtibmas
Trend situasi Kamtibmas dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Hal tersebut disebabkan bertambahnya jumlah penduduk dan dampak dari pengaruh perkembangan lingkungan strategis, global, regional maupun nasional. Perkembangan situasi Kamtibmas dalam 2 (dua ) tahun terakhir dapat dilihat dari jumlah gangguan Kamtibmas dari tahun 2019 s.d 2020, sebagai berikut :
1) Data Kriminalitas menurut jenis kejahatan
NO DATA KEJAHATAN
TAHUN 2019 TAHUN 2020
CT CC CT CC
1 KONVENSIONAL 870 469 818 440
2 TRANSNASIONAL - - 3 2
3 KEKAYAAN NEGARA 13 8 5 3
4 KONTIJENSI - - - -
JUMLAH 883 477 826 445
2) Data Kasus Menonjol
NO KASUS TAHUN 2019 TAHUN 2020 KET
1. PERKELAHIAN KAMPUNG - -
2. PERKELAHIAN PEMUDA - -
3. PENGANIAYAAN 221 98
4. PENGERUSAKAN 24 11
5 UNRAS ANARKIS - -
6. HADANG BLOKIR JLN - -
7. TEROR BOM TERORISME - -
8. KEBAKARAN 2 1
9.Rusuh……
9. RUSUH MASSA - -
10. PENJARAHAN - -
11. PERKELAHIAN ANTARA SPK
BOLA - -
12. CURAS / SENPI - -
13. CURAS SAJAM 29 10
14. LAKA LANTAS TRUCK
DALMAS - -
15. PENEMBAKAN ANGGT POLRI - -
16 PENEMUAN SENPI ORGANIK - -
17. AMUK MASSA - -
18. TAWURAN ANTAR PELAJAR - -
JUMLAH 276 219
Perkiraa Ancaman Tahun 2022 1. Hakekat Ancaman
a) Potensi Gangguan (FKK) 1) Geografi
(a) Wilayah Kabupaten Sumbawa terdiri dari sejumlah pulau-pulau kecil terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi;
(b) Di wilayah Kabupaten Sumbawa terdapat sejumlah pulau kecil yang tidak berpenghuni serta belum mendapatkan pengawasan dan pengamanan maksimal;
(c) Terdapat wilayah pertanian tadah hujan yang cukup luas dan hanya bisa ditanami pada musim hujan atau sekali setahun karena tidak ada irigasi yang bersumber dari mata air;
(d) wilayah…….
banyak pantai terbuka yang bisa disinggahi kapal kecil maupun besar;
(e) Setiap tahun lahan pertanian yang subur semakin berkurang sebagai akibat tingginya laju pertumbuhan pembangunan fisik / infrastruktur di berbagai sektor.
2) Demografi
(a) Berdasarkan data Badan Statistik Nasional Kab.
Sumbawa tahun 2020 jumlah penduduk di Kabupaten Sumbawa mencapai 507.714 Jiwa dengan jumlah kepadatan rata – rata 76 Jiwa / km.
;(b) Pertumbuhan angkatan kerja dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang tidak diimbangi oleh ketersediaan lapangan kerja yang memadai sehingga setiap tahun jumlah angkatan kerja tidak dapat terserap;
(c) Penduduk Kabupaten Sumbawa memiliki keberagaman etnis, suku dan agama dengan adat istiadat dan budaya yang berbeda.
3) Sumber Daya Alam
(a) Sumber Daya Alam yang terdapat di wilayah Kabupaten Sumbawa diantaranya emas, tembaga, pasir besi, hasil hutan, hasil laut serta obyek-obyek wisata pantai/bahari,sejumlah tempat wisata yang menarik lainnya;
(b) Ditemukannya sejumlah lokasi yang memiliki kandungan emas di wilayah Kabupaten Sumbawa yang belum dikelola secara resmi seperti bukit Labaong Sumbawa dll.
4) ideologi…..
Sejalan dengan perkembangan kehidupan demokrasi, timbul upaya dan keinginan dari kelompok masyarakat tertentu mengubah Pancasila dengan Idiologi yang berorientasi pada faham agama, faham liberal dan sosialis/komunis.
5) Politik
(a) Di era reformasi saat ini telah tercipta iklim keterbukaan, kesadaran politik masyarakat semakin meningkat serta masyarakat semakin kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah terutama kebijakan-kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat;
(b) Sejak reformasi bergulir eforia masyarakat meminta pemekaran wilayah bermunculan termasuk di wilayah Sumbawa, elit-elit politik yang berasal dari Pulau Sumbawa menginginkan terbentuknya Prov.
Pulau Sumbawa dan memisahkan diri dari Prov.
NTB. menggunakan berbagai alasan masing- masing;
(c) Sengketa tapal batas antara wilayah Kabupaten masih menjadi polemik yang berkepanjangan dan belum ada penyelesaian tuntas masing-masing mengklaim sebagai wilayahnya. Kabupaten yang terlibat sengketa tapal batas antara lain: Kab.
Sumbawa dengan Kab. Sumbawa Barat;
(d) Terjadinya konflik internal Parpol akibat persaingan dan perpecahan pengurus Parpol pusat yang berdampak di daerah.
6) Ekonomi
(a) Adanya sejumlah lokasi di Pulau Sumbawa yang memiliki kandungan logam mulia (emas) seperti di
Bukit……
besar usaha penambangan emas tradisional di Pulau Sumbawa tidak mengolah limbah yang dihasilkan secara baik, hanya dibuang secara bebas;
(b) Perkembangan harga BBM dalam negeri sangat tergantung pada fluktuasi perkembangan
perekonomian global, ada kecenderungan harga minyak mentah dunia menunjukkan kenaikan;
(c) Harga kebutuhan pokok masyarakat pada tahun 2022, masih akan diwarnai dengan kenaikan harga pada beberapa kebutuhan pokok seperti harga beras, cabai, minyak goreng, bawang merah dan putih serta gula pada saat terjadinya musim panca roba atau akibat cuaca ekstrim serta kelangkaan dan kenaikan harga pupuk pada saat musim tanam.
7) Sosial Budaya
(a) Penduduk Kabupaten Sumbawa yang heterogen terdiri dari beberapa suku diantaranya suku Sasak/Lombok, suku Samawa, suku Mbojo, suku Jawa , dan suku lainnya pada umumnya memeluk agama Islam. Selain itu terdapat pula suku Bali yang pada umumnya memeluk agama Hindu, etnis Tionghoa yang memeluk agama Konghucu, Budha dan Kristen serta suku Timor/Flores memeluk agama Kristen;
(b) Wilayah Kabupaten Sumbawa merupakan daerah tujuan wisata di Indonesia. Dalam perkembangan sektor wisata semakin meningkat seiring semakin gencarnya dilakukannya promosi oleh Pemda/Kab/Kota dan para pelaku bisnis pariwisata, dibangunnya berbagai sarana prasarana penunjang dan kebijakan pemerintah di sektor pariwisata;
(c) permasalahan….
sering muncul terkait dengan honorer guru dan dana BOS yang masih menjadi isu/tuntutan kedepan;
(e) Di sektor kesehatan masih dihadapkan pada permasalahan disfaritas status kesehatan, beban ganda penyakit, kinerja dan kualitas pelayanan
masih rendah, perilaku masyarakat kurang menyadari/peduli terhadap pola hidup bersih dan sehat;
(f ) Adanya kelompok-kelompok keyakinan dalam internal suatu agama seperti di dalam agama Islam terdapat kelompok Salafiah, Wahabiah, Ahmadiyah, dll. Kelompok tersebut mempunyai perbedaan yang tidak prinsip dengan kelompok Ahlussunnah Waljamaa’ah yang diyakini oleh masyarakat Islam pada umumnya di wilayah Kabupaten Sumbawa;
(g) Pemanasan global melanda dunia tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Sumbawa mengakibatkan terjadinya perubahan musim/cuaca yang sulit dipredikasi;
(h) Dari tahun ke tahun angkatan kerja mengalami peningkatan, lapangan kerja yang tersedia terbatas dan tidak mampu menampung lonjakan angkatan kerja.
8) Keamanan
(a) Kasus kriminalitas yang jumlahnya tergolong masih tinggi, cenderung meningkat dari tahun ke tahun, antara lain:
- Curat, Curas, Cubis, dan Curanmor;
- Penggelapan dan Penipuan;
Penganiyaaan……
- Penganiayaan Ringan, Penganiayaan Biasa dan Penganiayaan Berat;
- Perjudian;
- Perbuatan Cabul/Pemerkosaan;
- Penghinaan;
- Laka Lantas mengakibatkan korban mengalami luka-luka maupun meninggal dunia;
Penyalahgunaan Narkoba.
(b) Pulau Sumbawa khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa merupakan daerah yang mempunyai kecenderungan dijadikan sebagai tempat perekrutan, pelatihan, tempat persembunyian atau sebagai sasaran terror, indikasinya tumbuh dan berkembangnya kelompok kelompok radikal serta terjdinya beberapa kasi teror terhadap masyarakat dan aparat keamanan;
(c) Masyarakat mudah main hakim sendiri terhadap para pelaku kejahatan yang berhasil ditangkap meskipun kadangkala pelaku sudah ditahan/diamankan oleh pihak Polri.
b) Ambang Gangguan (PH) 1) Geografi
(a) Wilayah Pulau Kecil yang tidak berpenghuni dijadikan sebagai tempat potensial untuk pengembangan pariwisata dan persinggahan bagi masyarakat baik nelayan maupun orang asing serta belum terdapat pos-pos pengamanan secara merata;
(b) Masyarakat yang hidup pada wilayah pertanian tadah hujan belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah serta banyak diantaranya mengandalkan hidupnya sebagai petani;
(c) pantai…..
(c) Pantai-pantai yang berada di wilayah Kabupaten Sumbawa dijadikan sebagai tempat persinggahan kapal baik masyarakat/kelompok local;
2) Demografi
(a) Penyebaran penduduk tidak merata yang sebagian besar terpusat di Kabupaten Sumbawa sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian , namun akibat tingkat IPM yang rendah mengakibatkan kalah bersaing dengan masyarakat lain dan terjadi penumpukan jumlah penduduk di perkotaan;
(b) Setiap tahun jumlah angka pengangguran semakin meningkat yang tidak sebanding dengan jumlah ketersediaan lapangan kerja, sementara kebutuhan hidup masyarakat semakin meningkat;
(c) Masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan, belum mendapat perhatian dari pemerintah, sementara karakteristik dan temperamen masyarakat sangat keras dan mudah terprovokasi;
(d) Keberagaman etnis, suku, agama serta adat istiadat dan budaya yang berbeda kadangkala memunculkan sikap fanatisme yang berlebihan dari kelompok masyarakat tertentu yang hidup berbaur dan berdampingan dengan masyarakat lainnya.
3) Sumber Daya Alam
(a) Terdapat penambangan emas liar di beberapa wilayah Kabupaten Sumbawa yang keberadaannya mendapat penolakan dari masyarakat;
(b) Sumber jenis tambang yang potensial antara lain tambang emas, yang sampai saat ini masih belumsepenuhnya dieksplorasi secara resmi oleh pemerintah, tetapi sebagian diekplorasi oleh masyarakat secara ilegal.
4) ideology…..
4) Ideologi
Munculnya upaya dan keinginan dari kelompok masyarakat tertentu untuk merubah Pancasila dengan ideologi yang berorientasi pada paham agama, paham liberal dan sosialis/komunis dipengaruhi oleh:
(a) Sikap masyarakat Sumbawa yang permisif, mudah menerima dan mengikuti orang-orang yang berpakaian ala timur tengah/berlabel agama;
(b) Keadaan masyarakat yang fanatik sempit dalam pemahaman dan penerapan ajaran agama yang dianut;
(c). Adanya wacana sebagian kecil masyarakat yang menginginkan diberlakukannya Syariat Islam sebagai hukum positif di wilayahnya.
(d) Bahaya laten PKI yang setiap saat akan bangkit kembali memperjuangkan idiologi komunis yang telah dilarang hidup dan berkembang di Indonesia sesuai Tap MPRS No : XXV/MPRS/ 1966;
(e) Tidak adanya lembaga yang diberikan tugas untuk mensosialisasikan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 setelah BP 7 dibubarkan.
5) Politik
(a) Janji-janji pemerintah saat kampanye Pemilu Legislatif atau Pemilu Presiden belum terealisasi dan masyarakat belum merasakan perubahan yang lebih baik terutama di sektor ekonomi, masyarakat masih menemui kesulitan untuk mendapatkan lapangan kerja yang layak, angka pengangguran tidak berkurang, pendidikan gratis belum jadi kenyataan dan sebagainya;
(b) keinginan…..
(b) Keinginan/tuntutan masyarakat Pulau Sumbawa untuk membentuk Provinsi sendiri sudah mulai disuarakan sejak tahun 2009 dan telah mendapatkan dukungan dari para Bupati/Walikota serta anggota Legislatif se-Pulau Sumbawa.
Sebagai bentuk keseriusan tersebut juga telah dilakukan Kongres Rakyat Pulau Sumbawa tanggal 27 Pebruari 2011;
(c) Tapal batas yang disengketakan merupakan daerah potensial baik untuk pengembangan wisata, potensial untuk pertambangan dan potensial dengan hasil hutannya dan berlarut-larutnya penyelesaian tapal batas oleh pemerintah dan belum ada kesepakatan yang dicapai diantara pihak-pihak yang bersengketa;
6) Ekonomi
(a) Masalah pertambangan :
(1) Belum ada Perda yang mengatur penanganan, pengolahan tambang rakyat, pemerintah tidak tegas untuk menertibkan tambang ilegal yang dilakukan oleh masyarakat;
(2) Masyarakat penambang tidak memahami akibat yang ditimbulkan terhadap lingkungan, pembuangan limbah penambangan logam mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan dan lingkungan hidup;
(3) Keinginan masyarakat disekitar tambang untuk dapat dipekerjakan dalam perusahaan tambang serta adanya para tokoh-tokoh
Masyarakat…….
masyarakat dan pemuda yang ingin mendapatkan akses dari kegiatan tambang;
(4) Munculnya aksi-aksi unjuk rasa menuntut dipekerjakan menjadi pekerja tambang pada perusahaan-perusahaan pertambangan;
(5) Penolakan dari masyarakat terhadap keberadaan penambangan liar yang meluas sehingga menjadi aksi kekerasan/anarkhis;
(6) Sengketa tanah antara masyarakat dengan perusahaan tambang.
(b) Diproyeksikan harga minyak dunia akan mengalami kenaikan seiring dengan perekonomian global semakin membaik sehingga harga BBM bersubsidi dalam negeri berpeluang dinaikkan pemerintah;
(c) Kelangkaan dan kenaikan kebutuhan pokok masyarakat pada musim-musim tertentu dimanfaatkan oleh para spekulan/pelaku ekonomi yang ingin mendapatkan keuntungan pribadi yang sebesar-besarnya seperti penimbunan dan mempermainkan harga di pasaran.
7) Sosial Budaya
(a) Keanekaragaman suku dan agama yang terdapat di wilayah Kabupaten Sumbawa berpengaruh terhadap:
(1) Masing-masing suku/etnis yang tinggal di Sumbawa memiliki adat istiadat dan budaya yang beragam;
(2) Masalah agama dan keyakinan adalah masalah yang sensitif memicu terjadinya pertentangan dan salah pengertian;
(3) Tidak jarang persoalan yang terkait dengan keyakinan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik;
(4) kontroversi……
(4) Kontroversi atas diberlakukannya Surat Keputusan Bersama Dua Menteri antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tahun 2006 tentang pendirian tempat ibadah.
Dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan penolakan terhadap keberadaan/
penolakan pembangunan tempat ibadah tertentu.
(b) Semakin berkembangnya dunia pariwisata di wilayah Sumbawa dipengaruhi oleh:
(1) Dibangunnya berbagai insfrastruktur penunjang dan berbagai kemudahan birokrasi termasuk berbagai macam promosi baik dalam maupun luar negeri;
(2) Bermunculan investor/bisnis penunjang sektor wisata seperti penginapan/hotel, restaurant, tempat hiburan dan berbagai bisnis bidang jasa;
(3) Disamping pengaruh tersebut di atas, meningkatnya pariwisata di Sumbawa akan berdampak terhadap masuknya budaya barat yang belum tentu sesuai dengan budaya lokal, serta meningkatnya harga tanah di lokasi-lokasi pariwisata terutama di daerah- daerah strategis.
(c) Terkait dengan sektor kesehatan dipengaruhi oleh:
(1) Belum maksimalnya kualitas pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin terutama di tempat-tempat pelayanan kesehatan milik pemerintah;
(2) Budaya masyarakat yang kurang memahami, kurang menyadari dan tidak peduli terhadap
lingkungan…..
lingkungan yang sehat dan pola hidup bersih sering membuang sampah atau kotoran hewan di sembarang tempat.
(d) Aliran/keyakinan dalam suatu agama seringkali menimbulkan konflik karena masyarakat belum terbiasa dengan suatu perbedaan terkait dengan keyakinan meskipun tidak prinsip dan kelompok-
kelompok tersebut bukan merupakan aliran sesat, masyarakat Islam terutama yang pengetahuan agamanya masih dangkal menganggap keyakinan kelompok tersebut sesat;
(e) Adanya elemen masyarakat yang memperingati hari-hari besar tersebut dengan cara yang berlebihan dan dimanfaatkan sebagai momen untuk kepentingan tertentu baik untuk kepentingan pribadi/kelompok;
(f) Masyarakat Sumbawa yang terkenal religius menganggap peringatan adalah budaya barat yang bertentangan dengan budaya masyarakat lokal dan norma-norma agama, disisi lain kebiasaan masyarakat merayakan hari-hari keagamaan dilakukan dengan meriah, mengunjungi keluarga, kerabat serta berbagai aktifitas rangkaian dari kegiatan hari raya tersebut;
(g) Dampak pemanasan global semakin hari semakin dirasakan oleh masyarakat yang ditandai dengan terjadinya perubahan cuaca ekstrim yang
berdampak terhadap sektor pertanian dan aktifitas perekonomian masyarakat;
(h) meningkatnya……
(h ) Meningkatnya angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan berdampak terhadap meningkat-nya jumlah angka pengangguran sehingga mendorong meningkatnya kasus-kasus kriminal.
8) Keamanan
a) Tingginya kasus kriminalitas dipengaruhi oleh:
(1) Banyak kasus kriminal yang belum terungkap sehingga para pelaku masih berkeliaran bebas;
(2) Vonis hakim yang dijatuhkan terhadap terdakwa terlalu ringan dan tidak menimbulkan efek jera;
(3) Perilaku aparat penegak hukum yang mudah dipengaruhi, disogok oleh terdakwa dalam penanganan kasus dan dijadikan lahan untuk mencari keuntungan pribadi, mengingat aparat penegak hukum kurang profesional dalam menangani kasus;
(4) Biaya untuk penyelidikan dan penyidikan tidak diterima secara utuh oleh anggota yang menangani kasus.
b) Terjadinya perkelahian antar kelompok/ kampung dilatarbelakangi oleh:
(1) Rasa dendam lama yang berkepanjangan dan kampung yang bertikai karena pernah disakiti namun tidak ada penyelesaiannnya dari aparat terkait dan seolah-olah
melakukan tindak pidana tidak ada sanksi hukum;
(2) Tidak profesionalnya aparat penegak hukum menangani kasus perkelahian massa, jarang
Sekali…..
sekali para pelaku perkelahian massa yang terjadi selama ini ditindak melalui proses hukum, penyelesaiannya kebanyakan melalui perdamaian yang dipaksakan.
(3) Netralitas aparat dalam penyelesaian/
mengatasi kasus perkelahian massa sangat diragukan, sehingga kadang kala masyarakat menolak kehadiran aparat tertentu;
(4) Adanya provokasi dari oknum aparat yang tidak menginginkan situasi kondusif dan sekaligus untuk menjtuhkan wibawa aparat yang menanganinya.
c) Sumbawa mempunyai kecenderungan dijadikan sebagai tempat perekrutan, pelatihan, persem- bunyian atau sasaran teror dipengaruhi oleh:
(1) Sikap masyarakat Sumbawa cenderung mudah terpengaruh dan menerima parapendatang/ tokoh agama yang seagama dengan masyarakat terutama yang berpenampilan/ berpakaian ala Timur Tengah;
(2) Sikap solidaritas masyarakat yang berlebihan terhadap penderitaan umat Islam yang terjadi di berbagai belahan dunia diantaranya di Palestina, Afghanistan, dll;
(3) Tertanamnya rasa dendam terhadap aparat Kepolisian atas ditangkap dan ditembaknya kelompok terorisme serta dianggap sebagai penghalang tujuan kelompok terorisme.
d) Mudahnya masyarakat melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan diakibatkan karena:
(1) masyarakat……
(1) Masyarakat tidak puas terhadap aparat Polri karena tidak profesional dalam penanganan kasus-kasus sehingga menjadi berlarut-larut bahkan kasus menjadi kabur;
(2) Rendahnya sanksi hukum terhadap pelaku kejahatan/pelanggaran sehingga tidak memberikan efek jera, hal inilah yang mendorong masyarakat untuk mengambil jalan pintas;
(3) Pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat tergolong masih rendah,tindakan main hakim sendiri dianggap hal yang biasa karena selama ini hampir tidak ada masyarakat yang melakukan main hakim sendiri diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
c) Gangguan Nyata ( AF ) 1) Geografi
(a) Terjadinya penguasaan pulau-pulau oleh orang asing terutama pulau terpencil dan terluar yang tidak berpenghuni dan belum diberi nama oleh pemerintah;
(b) Tidak adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap masyarakat yang hidup di wilayah kering/tadah hujan memicu munculnya aksi protes bahkan masyarakat menjadi pelaku tindak kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari;
(d) Sumbawa dijadikan tempat persembunyian dan masuknya orang dan barang secara ilegal seperti Narkoba, pakaian bekas yang berasal dari luar negeri, para buronan tindak pidana/teroris/DPO
dsb;
(e) wilayah…….
(e) Wilayah Sumbawa dijadikan sebagai tempat transit penyelundupan imigran dari berbagai negara konflik seperti Irak, Afghanistan, dll menuju Australia dengan menggunakan kapal-kapal nelayan;
(f ) Akibat semakin berkurangnya lahan pertanian mengakibatkan masyarakat yang dulunya hidup dari sektor pertanian kini menjadi pengangguran sehingga berdampak pada tingginya angka
pengangguran. Disamping juga munculnya konflik vertikal antara masyarakat dengan pemerintah maupun pengembang terkait masalah ganti rugi
lahan dll.
2) Demografi
(a) Di wilayah Sumbawa terjadi permasalahan- permasalahan sosial seperti meningkatnya pengangguran, kemiskinan, pencurian, penipuan, premanisme, pengemis, dsb sebagai akibat dari terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia dan tingkat kualitas SDM yang masih rendah;
(b) Masyarakat banyak mencari pekerjaan ke luar negeri sebagai TKI baik legal maupun ilegal untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Akibat banyaknya TKI ilegal mendorong meningkatnya terjadinya kasus-kasus penyiksaan terhadap para TKI oleh majikannya di luar negeri;
(c) Masyarakat mudah terprovokasi melakukan tindakan anarkhis atau tindakan-tindakan yang bertentangan dengan aturan hukum meskipun hanya dipicu oleh hal-hal sepele;
(d) Timbul berbagai permasalahan yang cukup kompleks di wilayah Sumbawa;
(e) Konflik……
(e) Konflik yang berlatar belakang perbedaan dan dapat berkembang menjadi konflik SARA.
3) Sumber Daya Alam
(a) Penambangan oleh masyarakat tanpa dilengkapi izin resmi dan tidak terkontrol secara baik
sehingga berdampak merusak dan mencemarkan lingkungan serta menimbulkan kecelakaan tanah longsor yang dapat menimbulkan korban jiwa.
Sengketa pengelolaan daerah penambangan antara pemerintah dengan swasta, antara penam- bang dengan masyarakat, antara pemerintah
dengan masyarakat, dan antara pemerintah/masyarakat dengan orang asing.
4) Ideologi
Terjadi pemaksaan kehendak oleh kelompok-kelompok yang menginginkan dan memperjuangkan ideologi lain untuk menggantikan Pancasila sebagai ideologi negara RI melalui jalur formal maupun informal. Kelompok agama Islam menghendaki pedoman hidup berbangsa dan bernegara berpegang pada kebenaran agama.
Selain itu kelompok liberal memanfaatkan momentum reformasi, tuntutan demokratisasi dan HAM menuntut dan memperjuangkan kebebasan meskipun berten- tangan adengan Pancasila. Kelompok komunis melalui Ormas tertentu yang terinspirasi paham komunis mengangkat isu-isu HAM agar Tap MPRS No.
XXV/MPRS/1966 dicabut.
5) Politik
(a) Kondisi politik Nasional masih dihadapkan pada upaya untuk melanjutkan reformasi disegenap
aspek……
aspek kehidupan nasional dengan bertumpu pada prinsip demokrasi berdasarkan Pancasila yang
telah ditetapkan sebagai dasar Negara. Hasil pembangunan politik cukup signifikan, antara lain semakin mengemukanya prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat, namun dalam pelaksanaannya masih meliputi suasana euphoria demokrasi yang berkepanjangan sehingga kadangkala mengabai- kan rambu-rambu yang sudah disepakati dan diatur dalam Undang-Undang sehingga berim-plikasi terhadap terganggunya stabilitas Kamtibmas;
(b) Kondisi budaya politik belum menunjukkan iklim dan budaya politik yang sesuai dengan demokrasi yang benar. Budaya politik masih bersifat parochial, primordial, opurtunis, nepotis, feudal dan anarkhis. Indikatornya antara lain masih adanya pengerahan massa kekuatan politik sebagai kelompok penekan yang bernuansa kekerasan dan destruktif.Budaya faternalistik dan primordial masih dominan mewarnai pemilihan pemimpin suprastruktur maupun infrastruktur politik. Etika politik belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip- prinsip demokrasi dan masih banyak terjadi pemaksaan kehendak, serta adanya kelompok yang tidak siap kalah dalam pertarungan politik.
Penguatan politik aliran masih dominan sehingga pemimpin kharismatik masih menjadi tumpuan dalam pengambilan keputusan partai. Kebebasan pers tumbuh dan berkembang yang belum diiimbangi oleh tanggung jawab sesuai etika jurnalistik, sehingga mengarah kepada kebebasan tanpa batas dan tidak bertanggung jawab terhadap akibat pemberiataan. Media massa masih
mengutamakan….
mengutamakan kepentingan keuntungan bisnis dibandingkan resiko sosial politik;
c) Terkait dengan belum layaknya Pulau Sumbawa dijadikan sebagai Provinsi yang berdiri sendiri serta tidak masuk dalam 17 (tujuh belas) daerah yang disusulkan pemerintah, berpotensi menimbulkan aksi protes secara besar-besaran, munculnya aksi- aksi anarkhis dan ketidakpercayaan masyarakat Sumbawa terhadap Pemerintah. Hal tersebut didorong karena masyarakat Pulau Sumbawa sangat menginginkan terbentuknya PPS serta mudahnya masyarakat terprovokasi untuk melakukan tindakan-tindakan memaksakan kehendak;
(d) Berpotensi menimbulkan konflik vertikal dan konflik horizontal sebagai akibat berlarut-larutnya penyelesaian tapal batas antar kabupaten;
(e) Pengerahan massa oleh daerah-daerah yang bersengketa dan mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku dengan mengedepankan pendekat-an kekerasan sehingga menimbulkan tindakan anarkhis oleh masyarakat;
(f) Kelompok masyarakat dari kalangan LSM, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya menggalang aksi-aksi protes melalui aksi unjuk rasa dapat berkembang menjadi tindakan anarkhis bila aspirasi dan tuntutannya tidak diakomodir.Kesempatan ini dimanfaatkan lawan politik para Bupati/Walikota terpilih untuk menjadi kredibilitas dan popularitasnya dengan mengangkat segala kekurangan yang berkaitan dengan kinerja dan kebijakan yang tidak populer;
(g) unjuk…..
(g) Unjuk rasa dari mahasiswa, LSM dan elemen masyarakat lain menuntut keseriusan pemerintah untuk mengungkap dan memproses hukum pelaku
pelanggaran HAM di Indonesia.
6) Ekonomi
(a) Masalah pertambangan
(1) Pencemaran lingkungan di sekitar lokasi pembuangan limbah penambangan emas yang dapat membahayakan kesehatan bagi makhluk hidup termasuk manusia bahkan
dapat menimbulkan kematian;
(2) Terjadinya konflik vertikal antara masyarakat dengan pemerintah dan perusahaan tambang, berpotensi terjadinya aksi-aksi pengerahan massa, penutupan tambang secara paksa, intimidasi dan aksi kekerasan lainnya;
(3) Penambangan tanpa izin resmi oleh masyarakat tidak terkendali yang dapat mencemarkan dan merusak lingkungan sekitar serta merugikan pemerintah.
(4) Terjadi kecelekaan kerja di sekitar wilayah penambangan yang dapat mengakibatkan korban luka maupun korban jiwa.
(b) Fluktuasi harga minyak global, akan terjadi protes dari berbagai elemen masyarakat dalam bentuk aksi unjuk rasa bahkan sangat berpotensi menimbulkan tindakan anarkhis menolak kenaikan harga BBM yang dianggap menyengsarakan rakyat;
(c) Masyarakat perambah hutan semakin berani bertahan meskipun harus berhadapan dengan petugas, areal hutan yang dirambah semakin luas serta jumlah perambah semakin meningkat.
Meningkatnya…..
Meningkatnya harga dan kebutuhan kayu di wilaya Sumbawa mendorong orang untuk melakukan pencurian kayu/ilegal logging atau penyalahgunaan izin HPH;
(d) Terhadap terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat memunculkan:
(1) Berkurangnya daya beli masyarakat, berdampak terhadap menurunnya aktifitas perekonomian;
(2) Munculnya aksi-aksi protes terhadap pemerintah.
7) Sosial Budaya
(a) Keragaman suku dan agama dapat menyebabkan:
(1) Menjadi pemicu terjadinya pertentangan yang menjurus terjadinya bentrok antar kelompok/agama.
(2) Pembangunan tempat ibadah yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku berpotensi menimbulkan ketersinggungan dan penolakan dari pemeluk agama lain;
(3) Seringkali persoalan pribadi diantara orang- rang yang berlainan agama/etnis berkembang menjadi konflik antar agama/etnis;
(4) Pemahaman sempit terhadap agama yang dianut dan fanatisme yang berlebihan dalam menerapkan ajaran agama mudah memicu gesekan antar pemeluk agama yang mengarah pada kasus SARA.
(b) Di bidang pariwisata yang diikuti dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan asing dengan membawa budaya barat tidak sesuai dengan
Norma……
norma agama dan adat istiadat setempat ber- pengaruh terhadap perilaku kaum muda yang umumnya masih labil, diantaranya penyalahguna- an Narkoba, Miras, prostitusi/seks bebas dan lain-
lain. Selain itu berpotensi terjadinya meningkatnya penanaman modal asing ilegal dengan modus mengatasnamakan orang lain dari WNI untuk menghindari pajak perusahaan asing, terjadinya penipuan dan pencurian para wisatawan yang berkunjung ke wilayah Sumbawa, dll;
(c) Muncul dan berkembang berbagai jenis penyakit di tengah masyarakat seperti DBD, TBC, Muntaber, Diare, Cikungunya yang berimplikasi terhadap stabilitas Kamtibmas.
(e) Kegiatan agama yang dilakukan oleh kelompok Salafiah maupun Wahabiah dapat menimbulkan pertentangan dan gesekan dengan masyarakat, dapat menimbulkan tindakan berupa pengrusakan terhadap rumah, fasilitas pendidikan dan tempat ibadah milik warga Salafiah/ Wahabiah;
(f ) Elemen masyarakat memanfaatkan hari-hari besar untuk melakukan kritik dan tuntutan kepada pemerintah yang diekspresikan dalam bentuk aksi unjuk rasa mendatangi pejabat-pejabat terkait;
(g) Terjadi salah pengertian atau ketersinggungan antara warga yang berbeda agama yang menjurus pada terjadinya bentrok massal antar kelompok bernuansa SARA dengan memanfaatkan momen perayaan hari besar keagamaan;
(h) Dampak nyata dari pemanasan global yaitu terjadinya cuaca ekstrim, angin puting beliung, gelombang tingi, hujan dengan intensitas tinggi
menyebabkan….
menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor serta gagal panen, disamping dapat juga menyebabkan rusaknya sarana dan prasarana jalan;
(I ) Angka pengangguran, kemiskinan serta berbagai persoalan sosial seperti pengemis, gelandangan, premanisme, penipuan sulit diatasi jika upaya yang dilakukan tidak secara konprehensif oleh pihak terkait. Masyarakat cenderung memilih profesi
menjadi TKI keluar negeri yang dilakukan secara legal maupun ilegal sebagai akibat
desakan ekonomi dan terbatasnya lapangan kerja yang tersedia.
8) Keamanan
(a) Pada tahun 2021 jumlah kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah Sumbawa meningkat dengan munculnya para pelaku dan modus-modus operandi yang baru mengakibatkan munculnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Polri yang mendorong terjadinya aksi unjuk rasa, apriori terhadap Polri sampai dengan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri;
(b) Selama tidak ada keberanian aparat Polri untuk menindak tegas pelaku yang terlibat perkelahian dan tidak dilakukan proses hukum sampai tuntas maka kasus serupa berpotensi terulang kembali;
(c) Teror bom dengan sasaran tempat ibadah umat Kristen atau di tempat berkumpulnya turis asing dan dimana saja kepentingan AS dan sekutunya oleh kelompok Islam garis keras sebagai bentuk pembalasan serta dengan sasaran para pejabat negara dan pemerintah maupun Kepolisian;
(d) kasus……
(d) Kasus main hakim sendiri oleh masyarakat berpotensi akan terulang jika Polri dalam menangani kasus belum profesional sesuai harapan semua pihak. Pemaksaan kehendak oleh masyarakat untuk menghakimi pelaku tindakpidana yang telah ditahan Polri apabila
kinerja Polri belum memuaskan masyarakat atau apabila Polri masih senang bersekongkol/
bekerjasama dengan tersangka;
(e) Pemaksaan kehendak oleh masyarakat untuk menghakimi pelaku tindak pidana yang telah ditahan Polri apabila kinerja Polri belum memuaskan masyarakat atau apabila Polri masih senang bersekongkol/bekerjasama dengan
tersangka;
(f ) Tindak kriminal seperti curat, curas dan curanmor pada tahun 2022 mendatang, diperkirakan juga masih akan tetap terjadi dengan munculnya para pelaku dan modus-modus operansi yang baru sehinga akan dapat memicu keresahan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri;
(g) Ancaman terorisme masih akan menjadi ancaman serius pada tahun 2022 tidak terkecuali di daerah Sumbawa,mayoritas masyarakatnya yang beragama Islam dan cenderung bersikap permisif sangat mudah terpengaruh dan terprovokasi terhadap isu-isu/ajakan yang mengatas-namakan Islam serta merupakan daerah/tempat tujuan
(h) wisatawan asing dari mancanegara. Disamping itu juga semakin terpojoknya para pelaku tindak terorisme di wilayah Pulau Jawa akan menjadikan Sumbawa khususnya Sumbawa sebagai tempat kegiatannya dalam menyusun dan merencanakan aksi-aksi teror selanjutnya;
(i) Disamping potensi gangguan keamanan di atas, berdasarkan kecenderungan potensi gangguan dan ambang gangguan serta mencermati gangguan keamanan, gangguan umum, gangguan nyata yang akan terjadi kemungkinan
mengalami peningkatan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Berdasarkan proyeksi tersebut, maka gangguan nyata yang mungkin terjadi pada tahun 2022 sebagai berikut:
(1) Kejahatan Konvensional.
Kejahatan Konvensional seperti premanisme, judi, pelanggaran keamanan dan ketertiban
umum, penipuan, penggelapan, pengania- yaan dan sengketa tanah pada umumnya kemungkinan terjadi hampir disemua wilayah.
Sedangkan kasus-kasus curat, curas, curanmor, pembunuhan, pengania-yaan, kejahatan dalam rumah tangga, penculikan, pornografi dan pemalsuan masih terjadi di wilayah Sumbawa.
(2) Kejahatan Transnasional
Kejahatan perdagangan manusia pada umumnya kemungkinan terjadi wilayah Sumbawa khususnya perdagangan manusia TKI illegal ke luar negeri mengingat masyarakat Sumbawa yang menjadi TKI keluar negeri.Sedangkan untuk jenis kejahatan transnasional lainnya seperti Terorisme, Penyelundupan Senpi , Imigran Gelap, kemungkinan masih terjadi di wilayah Sumbawa:
(3) Kejahatan yang merugikan kekayaan negara.Kejahatan korupsi dan kejahatan
wilayah sumbawa sedangkan jenis kejahatan yang merugikan kekayaan Negara
lainnya seperti Penyelendupan, Pembalakan Liar, Penambangan Liar, Pencemaran dan perusakan lingkungan, kemungkinan masih terjadi di wilayah Sumbawa.
(4) Kejahatan yang berimplikasi Kontijensi
Kejahatan yang berimplikasi Kontijensi seperti pemekaran wilayah serta aksi unjuk rasa anarkhis dan hura-hura seperti Kasus
SARA, Perusakan tempat-tempat ibadah sengketa tapal batas kemungkinan terjadi di wilayah Sumbawa.
(5) Gangguan Kamtibcar Lantas
Gangguan Kamtibcar lantas berupa kecelakaan hampir terjadi di seluruh daerah pedesaan dan perkotaan di wilayah Sumbawa, sedangkan berupa pelanggaran hanya terjadi didaerah perkotaan khususnya kota Sumbawa Besar.
(6) Gangguan Kamtibmas Non Pidana
Gangguan Kamtibmas non pidana berupa bencana alam, wabah penyakit dan kecelakaan transportasi kemungkinan terjadi diwilayah Sumbawa mengingat Sumbawa dikelilingi lautan dan perbukitan serta merupakan endemis berbagai macam jenis penyakit seperti DBD, malaria.
(j) Kerawanan terhadap terjadinya kasus Konflik Horizontal (perkelahian antar kampung dan SARA) di wilayah Sumbawa, yaitu:
(1) rawan……
(1) Rawan Konflik Antar kampung.
- Ds. Kakiang dengan Ds. Berare Kec.
Moyo Hilir (2) Rawan Konflik SARA.
- Konflik Suku Sumba dengan suku Sumbawa;
- konflik Suku Bima dengan suku Sumbawa.
- Konflik Suku Bali dengan suku Sumbawa
b. Analisa SWOT
Beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas Kepolisian Resor Sumbawa dalam rangka melaksanakan fungsi keamanan tersebut dapat dianalisa dari faktor-faktor baik dari lingkungan Intern maupun ekstern melalui analisa SWOT, yaitu :
1) Kekuatan
a) Kekuatan Personel Polres Sumbawa 2020-2024 sebanyak 721 orang, sebagai berikut:, Pamen 4 orang, Pama 69 orang, Bintara 635 orang dan serta PNS 12 Sehingga rasio Polri dengan penduduk ( 507.714 jiwa) adalah 1:704 merupakan perbandingan yang cukup ideal;
b) Material dan fasilitas untuk melaksanakan tugas Operasional meliputi jumlah Ranmor R2 sebanyak 166 unit, R4 sebanyak 37 unit dan R6 sebanyak 7 unit, Sedangkan untuk Senpi genggam sebanyak 246 pucuk, senpi bahu sebanyak 30 pucuk, senpi Gas/FlashBall sebanyak 22 pucuk dan amunisi sebanyak 21.524 butir dan Alkom sebanyak HT 165 buah serta Radio Bass sebanyak 8 huah.;
c) Dukungan anggaran telah diterima pada akhir tahun anggaran berjalan sesuai DIPA/RKA-KL masing-masing, sehingga para pimpinan Satuan Kerja (Kasatker) dapat mengetahui kemampuan dukungan anggaran dan lebih akurat dalam menyusun rencana kegiatan;
e) komitmen……
e) Komitmen pencapaian reformasi Birokrasi Polri di lingkungan Polri dengan kebijakan Program revitalisasi Polri menuju pelayanan prima;
f) program prioritas yang didalamnya termasuk program Quick Wins menjadi landasan utama dalam rangka pencapaian kinerja Polri yang berorentasi pada pelayanan, perlindungan, pengayoman, penegakan hukum dan pemeliharaan kamtibmas.
2) Kelemahan
a) Di dalam operasionalisasi kegiatan Polres Sumbawa dihadapkan pada keterbatasan Sumber Daya, baik Sumber Daya Manusia, Materiil dan fasilitas. Dari segi jumlah personel yang masih belum tercukupi rasio Polri dengan jumlah penduduk yang dilayani belum ideal;
b) Sedangkan di dalam kecepatan memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama di dalam mendatangi TKP sudah optimal, hal ini disebabkan karena masing-masing Polsek sebagai pelayanan terdepan kepada masyarakat dari sudah memiliki kendaraan R4 di tiap-tiap Polsek yang berjumlah 16 Polsek;
c) Wilayah Administrasi Pemerintahan Kabupaten Sumbawa ada 24 wilayah Kecamatan, terdapat 8 ( Delapan ) wilayah Kecamatan yang belum ada Polseknya, sehingga ada 1 (satu) Polsek membawahi 3 (tiga) Kecamatan;
d) Disamping itu belum optimalnya peran serta masyarakat dalam kepatuhan hukum dan partisipasi terhadap tugas Polri dalam mewujudkan Perpolisian masyarakat;
e) Masih rendahnya ketrampilan dan kemampuan personel Polri di lapangan terutama dalam segi penguasaan;
f) peraturan dan perundang-undangan, penguasaan teknologi komunikasi berbasis komputer, teknologi dan bio kimiadi bidang kriminalitas modern dalam menghadapikualitas dan
kuantitas……
kuantitas kejahatan yang semakin canggih serta masih tingginya proses birokrasi yang tidak efesien dalam penyelesaian masalah;
g) Reformasi bidang kultural yang belum mewujudkan kemajuan yang signifikan sehingga masih banyak anggota Polri yang masih menerapkan paradigma lama dalam melaksanakan tugasnya, sehingga menimbulkan keluhan dan ketidakpuasan terhadap pelayanan Polri yang masih diskriminasi, arogan, tidak etis dan biaya tinggi bila berurusan dengan Polri;
h) Dukungan anggaran belum dapat memenuhi kebutuhan anggaran Polri sehingga prioritas hanya untuk kegiatanoperasional dan mengesampingkan kebutuhan pengadaan fasilitas, materil, dan kesejahateraaan personel akibatnya sering terjadi penyalahgunaan wewenang; dan i) Masih terbatasnya personel Polri yang memiliki kualitas dan
komptens/kemampuan dalam menghadapi kejahatan seperti cyber crime, money laundering, women’s trafficking, illegal fishing, illegal logging, illegal mining, sea piracy, terorisme, perdagangan gelap senjata api, perdagangan gelap dan penyalahgunaan narkoba dst.
3) Peluang
a) Dengan perubahan karakter mental kepribadian (NAC Polri) Polres Sumbawa bekerjasama dengan Instansi Pemerintah/
Swasta, TNI, LSM, Toga.Tomas sebagai upaya mendekatkan pelayanan prima kepada masyarakat, sejalan dan saling menunjang dengan organisasi Polri yang ada pada semua tingkat Pemerintah;
b) Disamping itu peluang yang lain adalah partisipasi hukum dalam setiap upaya perpolisian masyarakat termasuk kesediaan membantu dalam mengungkap perkara mulai dari tingkat kelurahan/Desa;
c) Dengan sudah terbangunnya kepercayaan masyarakatmaka diharapkan upaya mencapaian pelayanan public;
d) yang……
d) yang unggul (Strive For Excellence) termasuk Polri untuk mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat dalam mencegah kejahatan, penegakan hukum dan ketertiban merupakan bagian dari priotitas pembangunan nasional;
e) Kebutuhan dasar masyarakat secara umum akan terciptanya kondisi keamanan yang lebih kondusif dan stabil sehingga terbebas dari segala bentuk teror, ancaman dan gangguan yang sekaligus menjadi ancaman bagi setiap masyarakat.
4) Ancaman
Sedangkan ancaman yang ada di wilayah hukum Polres Sumbawa adalah angka pelanggaran hukum danpelanggarankriminalitas yang masih tinggi menyangkut beberapa golongan/jenis, yaitu:
a) Kejahatan Konvensional seperti yang langsung dirasakan oleh masyarakat meliputi: premanisme, judi, pelanggaran keamanan dan ketertiban umum, penipuan, penggelapan, penganiayaan dan sengketa tanah kemungkinan terjadi hukum diwilayah Sumbawa.Sedangkan kasus-kasus curat, curas, curanmor, pengania- yaan, kejahatan dalam rumah tangga dan pemalsuan terjadi di wilayah Sumbawa;
b) Kejahatan transnasional seperti kejahatan perdagangan manusia pada umumnya kemungkinan terjadi diwilayah Sumbawa khususnya perdagangan manusia TKI illegal ke luar negeri mengingat yang menjadi TKI keluar negeri berasal dari wilayah Kabupaten Sumbawa;
c) Kejahatan terhadap kekayaan negara meliputi korupsi, pembalakan liar/pencurian kayu, pencurian ikan, penyelundupan dan penambangan liar;
d) Kejahatan yang berimplikasi kontijensi seperti perkelahian antar okum sehingga berdampak pada gangguan keamanan yang meluas sehingga memerlukan pengerahan kekuatan besar untuk menanggulanginya;
e) kondisi…….
e) Kondisi prekonomian yang belum stabil berdampak pada kebutuhan hidup dan tuntutan primer sehingga cendrung berbuat anarkis dalam menyampaikan tuntutannya; dan
f) Pada tahun 2020-2024 akan diselenggarakan Pilkades, Pilkada Bupati dan wakil Bupati Sumbawa, Pilgub NTB, Pemilu Legeslatif dan Pilpres.
2. Identifikasi Masalah
Beberapa permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Hukum Polres Sumbawa, antara lain :
a. Masih adanya kejahatan konvensional, transnasional, kejahatan terhadap kekayaan Negara dan kejahatan yang berimplikasi kontijensi yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa;
b. Masih rendahnya kesadaran masyarakat Sumbawa tentang masalah pentingnya keamanan dan penegakkan hukum;
c. Masih kurangnya Personel di beberapa Polsek akibat adanya pemekaran Wilayah Kecamatan;
e. Perilaku masyarakat yang kurang mendukung terhadap penegakan hukum di wilayah Sumbawa;
f. Masih terbatasnya sarana prasarana terutama kendaraan R2 dan R4 serta alat komunikasi (Alkom) di tingkat Polres dan terutama Polsek;
g. Prosentase laju tingkat perkembangan penduduk masih dirasakan sangat cepat dibandingkan dengan tingkat kecepatan laju perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, akibatnya membawa dampak Keamanan;
h. Meskipun secara umum situasi Kamtibmas di wilayah Sumbawa cukup kondusif namun masih ada gangguan Kamtibmas terutama yang menonjol adalah perkelahian antar kelompok/kampung;
i. kuantitas pemerataan dan terjangkaunya pelayanan Polri yang relatif belum optimal;
j. Pengembangan kekuatan di Pulau-pulau kecil terluar yang berpenghuni sebagian besar belum terdapat Pos Polisi;
k. Tingginya…..
k. Tingginya indikator kriminalitas dengan kemampuan penyelesaian relatif rendah;
l. Masih kecilnya jumlah anggota yang telah memiliki kualifikasi kejuruan (Dik Spesialis);
m. Masih banyaknya personil Polri yang belum menguasai teknologi Informasi dan komputer/Internet terutama bagi para penyidik (New Demension Crime); dan
n. Pada tahun 2020 akan diselenggarakan Pilpres, Pileg DPR RI, DPRD Kota/Kabupaten dan DPD yang akan berdampak timbulnya kerawanan kamtibmas.
.
BAB. II...