42 BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan langkah atau tata cara yang sistematis dan dilakukan oleh seorang peneliti yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan dari rumusan masalah yang terdapat dalam kerangka penelitian tersebut, selain hal tersebut metode penelitian merupakan salah satu cara yang bersifat ilmiah untuk mendapatkan sebuah data yang dicari, maka dari itu metode penelitian yang diterapkan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif. Hal tersebut dikarenakan metode deskriptif kualitatif bertujuan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan data yang ada dalam sebuah naskah drama dengan menggunakan pemahaman yang lebih mendalam. Sejalan dengan pendapat Gunawan (2013: 80), yang berpendapat bahwa metode deskriptif kualitatif lebih mendasar kepada sifat fenomena-fenomena yang mengutamakan penghayatan.
Berdasarkan hal yang telah tertera tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif kualitatif merupakan sebuah cara yang tepat untuk digunakan peneliti untuk mengeksplor peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan konflik sosial dalam naskah drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje.
3.2 Jenis Penelitian dan Pendeketan Penelitian
Penelitian merupakan suatu proses kegiatan berfikir yang bertujuan untuk mencari jawaban dari suatu kasus permasalahan, namun perlu di mengerti bahwa dalam kegiatan penelitian sangat memerlukan adanya data-data yang falid dan memerlukan cara penelitian yang sistematis, hal tersebut dikarenakan, dalam sebuah penelitian hal yang akan dicari ialah sebuah jawaban yang benar dan konkrit.
43 3.2.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian merupakan sebuah penentu metode berfikir dalam perkembangan pengetahuan seseorang. Menurut Rahmat, (2009: 1) bahwa dalam suatu kegiatan penelitian memerlukan metode yang jelas, dan dalam sebuah penelitian terdapat dua jenis metode yakni metode kualitatif dan metoede kuantitatif. Berangkat dari hal tersebut maka peneliti memilih jenis penelitian kualitatif, hal tersebut dikarenakan jenis penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan lebih mendalam dan lebih fokus terhadap data yang tertulis dalam naskah drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje, selain hal tersebut alasan mengapa peneliti memilih metode kualitatif tersebut karena menurut Moeleong, (2014: 6) bahwa penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami suatu fenomena dengan mendeskripsikan secara lebih terperinci.
3.2.2 Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah sosiologi sastra, hal tersebut digunakan karena sosiologi sastra merupakan studi ilmiah yang mengkaji secara objektif dalam sastra (Wiyatmi, 2013: 6).
Penelitian sosiologi sastra dibagi menjadi tiga, yaitu sosiologi pengarang, sosiologi karya sastra dan sosiologi penikmat sastra Endraswara (2011: 124).
Namun spesifiknya pada penelitian ini lebih berfokus terhadap sosiologi karya sastra. Sosiologi karya sastra yaitu isi dalam karya sastra tersebut, termasuk tujuan dari isi karya sastra dan hal lain yang berkaitan dengan masalah sosial dalam karya sastra. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian sosiologi sastra dalam naskah drama yaitu mengkaji isi dalam naskah drama salah satunya memuat berbagai permasalahan sosial yang ada dalam cerita.
44 3.3 Sumber Data Penelitian dan Data Penelitian
Asal data yang akan digunakan merupakan pengertian dari sumber data, sehingga sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu sebuah naskah drama yang berjudul Malam Jahanam karya Motinggo Boesje. Naskah drama tersebut terdiri dari 21 halaman dan terdapat 15 babak didalam naskah tersebut.
Data penelitian merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah penelitian, hal ini dikarenakan data merupakan suatu wujud pencatatan yang digunakan dalam penilitian berdasarkan objek yang di teliti. Data dalam penelitian ini berwujud sebuah dialog dalam Naskah Drama Malam Jahanam Karya Motinggo Boesje, yang tentunya di dalam naskah tersebut menyuguhkan berbagai macam jenis konflik sosial yang terjadi antar tokoh-tokohnya yaitu Mat Kontan, Paijah, Soleman, Utai dan Tukang Pijat. Berdasarkan pengertian sumber data dan data penelitian berwujud dialog atau monolog yang akan diteliti tersebut, maka hali ini selaras dengan pendapat Ratna (2004: 47) yang berpendapat bahwa data dalam penelitian sastra berwujud kata-kata, kalimat dan wacana yang terdapat dalam sebuah karya sastra tersebut.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik membaca karya sastra (naskah drama) tersebut dengan teliti dan secara mendalam. Lebih sepesifiknya langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
45 1) Membaca naskah drama Malam Jahanam secara berulangkali, hal ini
bertujuan supaya memahami isi dari dalam naskah tersebut.
2) Memberi penomoran di setiap dialog dalam naskah tersebut.
3) Memberi tanda atau mencatat data-data dan mengelopokan kutipan dialog dalam naskah yang masuk tergolong konflik sosial.
4) Menganalisis data yang diperoleh berdasarkan tujuan penelitian.
3.5 Instrumen Penelitian
(Kristanto, 2018) berpendapat bahwa instrument penelitian merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Proses mengumpulkan data ini, peneliti memilih menggunakan jenis penelitian kualitatif, hal tersebut dikarenakan penelitian kualitatif memiliki instrument yaitu, peneliti sendiri berperan sebagai yang membuat rencana penelitian tersebut, yang melakukan penelitian, yang mengumpulkan data dan yang menganalisis hingga yang menyimpulkan data, dalam mengumpulkan data tersebut peneliti juga dibantu dengan menggunakan format pendamping, hal tersebut bertujuan guna mempermudah peneliti dalam menganalisis. Format pendamping tersebut berupa sebuah tabel kode data. Semua hal tersebut bertujuan supaya dapat memudahkan peneliti dalam proses pengumpulan data, agar data lebih mudah dipahami maka dalama tabel tersebut di berikan pengodean data atau kodifikasi seperti berikut.
46 Tabel 3.1 Pengkodean Dalam Instrumen Penelitian
No Deskripsi Kode Kode
1. Jenis Konflik JK
2. Konflik Internal KI
3. Konflik Eksternal KE
4. Konflik Realistik KR
5. Konflik Non-Realistik KNR
6. Penyebab Konflik PK
7. Cara Penyelesaian Konflik CPK
8. Halaman Naskah HN
9. Dialog D
10. Malam Jahanam MJ
11. Motinggo Boesje MB
Contoh : MB/MJ/HN-1/D1
3.6 Indikator Penelitian
Indikator penelitian merupakan suatu titik fokus yang dipergunakan untuk mencari sebuah data, selain hal tersebut indikator merupakan pengukuran tidak langsung suatu peristiwa atau kondisi(Wilson dalam Nira, 2016). Melalui suatu indikator tersebut maka bisa diketahui bahwa data yang telah diperoleh sesuai atau tidak sesuai dengan masalah penelitian tersebut. Indicator terdapat dalam suatu penelitian bertujuan untuk memfokuskan peneliti terhadap permasalahan yang akan di teliti. Indicator yang akan dijadikan sebagai titik focus dalam mencari sebuah data akan terlihat dalam sebuah tabel berikut ini.
Tabel 3.2. Tabel Indikator Penelitian No Fokus
Permasalahan Aspek yang
dikaji Indikator
1. Bentuk
Konflik Sosial 1. Dari segi pelaku
a. konflik internal (perasaan terpaksa,
tersiksa, takut, bingung, marah, taksuka dan campuran)
- Terjadi dalam diri individu - Tidak melibatkan individu atau
kelompok lain
47 No Fokus
Permasalahan
Aspek yang dikaji
Indikator b. konflik
eksternal (antar individu, individu dengan masyarakat dan antar kelompok.
2. Dari segi situasi konflik a. Konflik
realistik b. Konflik non-
realistik
- Terjadi di luar diri individu - Melibatkan individu atau
kelompok lain
- Konflik yang terjadi secara langsung
- Tampak pada perbuatan atau perkataan
- Konflik yang tidak terjadi secara langsung
- Hanya dalam batin, tidak
tampak perbuatan dan perkataan 2. Faktor
penyebab terjadinya konflik
1. Kemajemukan Horizontal (Diferensiasi Sosial) a. Perbedaan
jenis kelamin
b. Perbedaan usia
- Keberagaman masyarakat baik dari segi biologis maupun sosiokultural
- Memiliki perbedaan hak dan kewajiban dalam masyarakat - Laki-laki dinilai dari segi fisik,
tanggungjawab dan keprkasaanya
- Perempuan dinilai dari segi feminism dan kecantikanya - Pola pembagian dunia pekerjaan
yang berbeda antara laki-laki dan perempuan
- Perbedaan hak dan kewajiban serta kewenangan
- Otoritas berada dipihak yang lebih tua
- Masayrakat yang masih
mempunyai struktur tradisional masih menentukan hidup melalui tingkat usia
- Masyrakat yang mempunyai struktur moderen menentukan kehidupan sosial melalui kualifikasi
48 No Fokus
Permasalahan
Aspek yang dikaji
Indikator c. Perbedaan
kapasitas intelektual d. Perbedaan ras
e. Perbedaan agama
f. Perbedaan suku
g. Perbedaan klan
h. Perbedaan pekerjaan
2. Kemajemukan Vertikal (stratifikasi sosial)
- Cerdas dan kurang cerdas - Normal dan tidak normal
- Perbedaan fisik(lahiriyah) - Cirikhas keturunan wilayah
kelahiran
- Sesuatu hal yang bersifat sacral/suci
- Adanya perbedaan dalam menganut sebuah keyakinan - Perbedaan golongan yang di
anut
- Suatu kepercayaan dalam jiwa/raga
- Perbuatan/aktivitas yang menunjukkan ketaatan - Kelompok masyarakat yang
memiliki sebuah cirikhas - Bahasa yang berbeda-beda - Pola kehidupan yang berbeda-
beda
- Adanya perbedaan keturunan keluarga
- Adanya perbedaan hubungan kekerabatan
- Guna memenuhi kebutuhan hidup
- Ditempuh dengan pendidikan tinggi atau tidak
- Pekerjaan yang mapan atau kurang mapan
- Perbedaan macam-macam masyarakat yang dipetakan dalam sebuah kelas sosial (golongan atas atau golongan bawah). Pemetaan tersebut dapat terlihat dari segi ekonomi, setatus dan kekuasaan.
49 No Fokus
Permasalahan
Aspek yang dikaji
Indikator a. Hirarki
ekonomi
b. Hirarki setatus
c. Hirarki kekuasaan
- Kesenjangan akan kepemilikan sarana hidup sebagai alat produksi
- Kesenjangan akan kepemilikan harta sebagai modal produksi - Kesenjangan akan kepemilikan
benda berharga / asset produksi - Kesenjangan kepemilikan
jumlah pekerja
- Kesenjangan pemegang posisi jabatan
- Kesenjangan setatus bangsawan - Kesenjangan pendidikan yang
dijalani - Kehormatan
- Mempunyai sumber kekuasaan berupa kedudukan
- Mempunyai sumber kekuasaan berupa kepercayaan
- Mempunyai sumber kekuasaan berupa kerabat
- Mempunyai sumber kekuasaan berupa keahlian
- Mempunyai sumber kekuasaan berupa kekerasan
- Ada yang memanfaatkan dan dimanfaatkan
- Ada yang mempengaruhi dan dipengaruhi
- Kesenjangan struktur masyarakat
- Adanya otoritas 3. Penyelesaian
konflik
1. Mediasi
2. Arbritrasi
- Terdapat pihak ketiga yang bertugas sebagai mediator - Pihak ketitiga tersebut tidak
harus lembaga formal, orang biasa juga bisa menjadi mediator dari kedua belah pihak yang telah berkonflik
- Pihak ketiga tersebut hanya bertugas sebagai mediator bukan pengambil keputusan.
- Pihak ketiga yang memberi keputusan guna penyelesaian
50 No Fokus
Permasalahan
Aspek yang dikaji
Indikator
3. Konsilasi
4. Negosiasi
5. Kompromi
6. Penghindaran
7. Paksaan dengan kekerasan 8. Paksaan tanpa
kekerasan
konflik
- Adanya lembaga formal yang menyelesaikan suatu konflik - Adanya proses tawar-menawar
yang bertujuan untuk mendapatkan kesepakatan antara pihak yang berkonflik.
- Mencari jalan tengah, yang sama baiknya bagi pihak yang berkonflik tersebut sehingga tidak akan ada pihak yang merasa dirugikan dan sama- sama menuai keuntungan
- Salah satu dari kedua belah pihak yang berkonflik melakukan penghindaran atau mengalah
- Menghentikan konflik dengan menggunakan kekerasan atau bentrokan fisik
- Menyelesaikan konflik dengan tanpa adanya kekerasan namun biasanya berbentuk sebuah ancaman saja yang bersifat memaksa teruntuk pihak yang berkonflik.
3.7 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan suatu proses yang sangat penting guna mencari keabsahan data dan berfungsi untuk menyimpulkan hasil dari suatu penelitian yang dilakukan. Menurut Nining (2015: 32) berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif dapat dikerjakan pada saat proses pengumpulan data yang sedang berlangsung dan setelah proses pengumpulan data dalam
51 periode tertentu. Berangkat dari pendapat tersebut maka, peneliti menggunakan
teknik analisis deskriptif kualitatif.
Berikut ini merupakan teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti:
1. Membaca naskah drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje secara berulangkali.
2. Mengumpulkan data yang meliputi tentang konflik sosial yang terjadi dalam teks naskah drama Malam Jahanm karya Motinggo Boesje
3. Menganalisis data yang telah diperoleh dan mengelompokan jenis bentuk konflik sosial, penyebab konflik serta cara penyelesaianya dari konflik yang telah terjadi pada naskah drama tersebut kedalam tabel yang berisi kode- kode yang telah dibuat oleh peneliti.
Guna memepermudah peneliti dalam penelitian ini, maka peneliti membuat tabel analisis data.
Tabel 3.3. Tabel Analisi Data
NO Data Kode Data
Aspek yang diteliti
Diskripsi Interpret Bentuk asi
Konflik Sosial
Faktor Pemicu
Penyele saian 1 146). MAT KONTAN :
Diam, kataku diam! (IA MENGAMBIL PELEPAH KELAPA AKAN MEMUKUL ANAK ITU).
MB/MJ/
HN10/
D142- 147/
JK13 MH
Berdasarkan pelaku ialah jenis konflik
internal dan berdasarkan situasi
maka berjenis realistis.
- - Dalam kutiban tersebut
Matkontan mengalami konflik internal yaitu Matkontan marah dan
terganggu ketika mendengar Utai tertawa
dan tidak mendengar perintah matkontan, sehingga Matkontan mengambil tindakan dengan mengambil pelepah pisang dan mengancam Utai dengan
akan memukul si Utai.
Dengan pengancaman tersebut maka dalam hal tersebut termasuk konflik
yang realistis terjadi antara matkontan dengan
utai.
142). UTAI : (TERTAWA).
143). MAT KONTAN : Diam!
145). UTAI : (TERTAWA LAGI) 146). MAT KONTAN : Diam, kataku diam! (IA MENGAMBI L PELEPAH KELAPA AKAN MEMUKUL ANAK ITU).
147). UTAI : Ampuuuuuu n.
Ampuuuun!
MB/MJ/HN 10/D142- 147/JK13
52 3.8 Pengecekan Keabsahan Temuan
Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data.
Triangulasi dalam penelitian diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu (Sugiyono, 2010:125). Untuk teknik triangulasi bisa dikerjakan melalaui beberapa cara, diantaranya bisa triangulasi metode, triangulasi penelitian, triangulasi sumber dan triangulasi teori.
Pada penelitian ini, peneliti menerapkan teknik triangulasi teori. Hal tersebut dikarenakan triangulasi teori menggunakan teori-teori guna dipadukan. Data yang sudah terkumpul melalaui teknik pustaka selanjutnya dipadukan dengan teori guna untuk mengecek data yang sudah didapatkan, hal tersebut bertujuan untuk mempertanggujawabkan keabsahanya. Pentingnya dari adanya keabsahan data bertujuan untuk menguji dan memastikan bahwasanya data yang digunakan dalam penelitian tersebut merupakan data yang valid. Berikut ini merupakan langkah atau tahapan peneliti dalam mendapatkan data yang valid yaitu dengan cara:
1. Membaca secara berulang-ulang kali naskah drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje yang bertujuan untuk lebih mempahami teks dialog yang ada dalam naskah tetrsebut, sehingga dapat memeroleh keakuratan data.
2. Mengamati dan fokus dilakukan guna untuk menemukan ciri utama dalam konteks yang relevan dengan persoalan yang sedang di cari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci (Moleong, 2014: 177).
Dari pendapat ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa fokus pengamatan adalah kesungguhan pengamatan, tekun, teliti dan cermat dalam mengamati dan mengidentifikasi data dalam penelitian.