1
Universitas Kristen Petra
1.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kabupaten Lumajang “secara geografis terletak 112°53' - 113°23' Bujur Timur dan 7°54' - 8°23' Lintang Selatan” (Simahamara, 2011, para.1). “Batas- batas wilayah Kabupaten Lumajang adalah sebagai berikut: Kabupaten Probolinggo di Utara, Kabupaten Jember di Timur dan Kabupaten Malang di Barat. Luas wilayah keseluruhan Kabupaten Lumajang adalah 1790,90 km2”
(Geografis, 2012, p.1). Kabupaten Lumajang sendiri terdiri dari 21 kecamatan yang di bagi lagi menjadi 197 desa dan 7 kelurahan. Bandem (2014) menyatakan Kabupaten Lumajang terletak di sebelah timur Gunung Semeru yang merupakan daerah lahar dan banjir yang diakibatkan oleh letusan Gunung Semeru, karena letusan tersebut Kabupaten Lumajang memiliki tanah yang subur. Kabupaten Lumajang yang memiliki tanah subur membuat tumbuhan di kawasan Kabupaten Lumajang lebih rindang dibandingkan dengan kota Malang.
Kabupaten Lumajang memiliki objek wisata alam pantai, gunung, lereng, goa dan bukit. Lokasi wisata pantai antara lain: Pantai Watu Pecak, Pantai Bambang, Watu Godeg, Pantai Tlepuk. Lokasi wisata danau (Ranu) antara lain: Ranu Klakah, Ranu Bedali, Ranu Pakis, Ranu Kumbolo. Lokasi wisata lainnya yaitu Goa Tetes Pronojiwo, Hutan Bambu, Situs Biting, Situs Watu Lumpang, Gucialit, Air Terjun Manggisan, B-29, Perkebunan teh Kertowono, Pura Mandara Giri dan Gunung Semeru. Objek wisata alam tersebut memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Lumajang.
Objek wisata Kabupaten Lumajang yang banyak ini ternyata kurang dikenal oleh masyarakat domestik dan mancanegara. Hal ini diketahui dari hasil kuisioner yang memperlihatkan bahwa 56,3% tidak mengetahui objek wisata Kabupaten Lumajang dan hanya 11,3 % yang mengetahui objek wisata di Kabupaten Lumajang, sedangkan sisanya menjawab objek wisata yang salah.
2
Universitas Kristen Petra
Gambar 1.1 Kuisioner objek wisata alam Kabupaten Lumajang
Kabupaten Lumajang yang memiliki banyak objek wisata tersebut ternyata masih belum menggunakan sektor wisata ini untuk meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Lumajang. Menurut Indikator pendapatan daerah Kabupaten Lumajang sektor ekonomi yang dipusatkan saat ini adalah pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, pertambangan, industri pengolahan listrik, gas, air bersih, bangunan, perdagangan, hotel, restoran, pengangkutan, komunikasi, keuangan, persewaan, jasa perusahaan dan jasa-jasa. (Pemerintah Kabupaten Lumajang.
“Indikator”,2014).
Asdhiana (2015) menyebutkan bahwa wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Gunung Semeru mengalami penurunan jumlah. Pada tahun 2013 diketahui jumlah wisatawan yang berkunjung 576.000 orang dan menjadi 550.000 orang pada tahun 2014. Pengenalan objek wisata alam Kabupaten Lumajang dirasa perlu untuk dilakukan karena kurangnya daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke kawasan wisata yang terdapat di Kabupaten Lumajang. Maka untuk mengenalkan objek wisata alam Kabupaten Lumajang ke masyarakat domestik dan mancanegara diperlukan perancangan Aplikasi Travel Guide objek wisata alam Kabupaten Lumajang.
Perancangan berupa aplikasi karena disesuaikan dengan target audience yang tidak hanya masyarakat sekitar namun masyarakat luas. Kelebihan aplikasi yaitu memiliki jangkauan yang luas dan penyebarannya mudah. Didukung juga dengan perkembangan teknologi yang saat ini mampu mengakses Wifi dan GPS (Global
3
Universitas Kristen Petra
Positioning System) dengan mudah sehingga mempermudah target audience
dalam pengggunaan aplikasi ini.
Perancangan aplikasi ini didukung dengan fotografi karena dengan fotografi dapat memberikan gambaran secara nyata dan asli mengenai lokasi wisata alam yang ada di Kabupaten Lumajang, serta dapat menarik perhatian pengguna untuk ingin berkunjung dan melihat secara langsung lokasi objek wisata alam Kabupaten Lumajang. Salah satu foto yang menarik dan dapat mengkomunikasikan pesan yaitu fotografi panorama, dengan fotografi panorama pengguna dapat merasakan keadaan sekitar lokasi berbeda dengan foto biasa yang hanya menunjukkan lokasi secara terbatas. Pengenalan objek wisata alam dapat terkomunikasikan dengan baik dengan menggunakan fotografi.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana rancangan Aplikasi Travel Guide yang mampu mendukung upaya pengenalan objek-objek wisata alam Kabupaten Lumajang kepada wisatawan domestik dan mancanegara.
1.3 Tujuan Perancangan
Menghasilkan rancangan Aplikasi Travel Guide yang mampu menarik minat para wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung dan mengenal objek-objek wisata alam yang ada di Kabupaten Lumajang.
1.4 Batasan Masalah
Perancangan Aplikasi Travel Guide ini berisi mengenai objek wisata alam Kabupaten Lumajang, disesuaikan dengan jalur yang ditentukan untuk mempermudah target audience menelusuri lokasi serta menghemat waktu tempuh.
- Lokasi Survey dilakukan di Kabupaten Lumajang.
- Waktu Survei Oktober - November 2015.
- Target audience yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Demografis: Perancangan ditujukan pada wisatawan backpacker usia 17- 30 tahun, baik laki-laki maupun perempuan.
4
Universitas Kristen Petra
Psikografis: Remaja yang memiliki semangat akan kegiatan menantang, dapat menjaga diri sendiri, mencintai alam serta memiliki stamina.
Ditujukan terutama bagi kalangan menengah kebawah.
Behavioristik: Remaja yang memiliki hobi traveling
1.5 Manfaat Perancangan 1.5.1 Bagi Masyarakat Luas
- Masyarakat dapat mengenal objek wisata alam yang ada di Kabupaten Lumajang.
- Merancang sebuah komunikasi visual yang tepat dan efektif agar mampu menarik wisatawan asing maupun domestik untuk berwisata ke Kabupaten Lumajang.
1.5.2 Bagi Masyarakat Kabupaten Lumajang
- Masyarakat lebih memahami objek-objek wisata alam yang ada di Kabupaten Lumajang.
- Dengan perancangan ini diharapkan masyarakat Kabupaten Lumajang dapat memiliki wawasan luas mengenai objek wisata alam yang ada di Kabupaten Lumajang.
- Masyarakat lebih mengenal potensi objek wisata alam yang ada di Kabupaten Lumajang sebagai salah satu keunggulan.
1.5.3 Bagi Mahasiswa
- Diharapkan mahasiswa memperoleh pengetahuan baru sekitar dunia aplikasi dan fotografi untuk digunakan dalam bidang pengenalan lokasi.
- Dengan perancangan ini diharapkan mahasiswa memperoleh hal-hal baru yang dapat memperluas wawasan tentang kawasan wisata alam yang ada di Kabupaten Lumajang.
- Melalui Tugas Akhir ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu desain komunikasi visual yang telah diperoleh selama masa perkuliahan.
5
Universitas Kristen Petra
1.5.4 Bagi Penulis
- Hasil perancangan dapat digunakan untuk mengenalkan objek wisata Kabupaten Lumajang.
- Dapat mengaplikasikan ilmu Desain Komunikasi Visual yang telah diperoleh selama masa kuliah, khususnya di bidang perancangan Aplikasi Travel Guide ini.
1.5.3 Bagi Universitas
- Dapat menambah koleksi karya tugas akhir yang berguna sebagai alat bantu bagi proses pembelajaran.
- Hasil perancangan dapat dijadikan referensi bagi pihak yang memerlukannya.
1.6 Definisi Operasional
- Aplikasi adalah kumpulan perintah program yang dibuat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu (Hendrayudi, 2008, p.143)
- Travel Guide atau pemandu wisata dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah orang yang pekerjaannya mendampingi wisatawan dengan mengatur perjalanan dan memberi penjelasan tentang tempat yang dikunjungi; orang yang bertugas memandu wisatawan; pramuwisata.
- Objek Wisata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perwujudan ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya, sejarah bangsa, dan keadaan alam yg mempunyai daya tarik untuk dikunjungi wisatawan.
Sedangkan objek wisata alam adalah objek wisata yang daya tariknya bersumber pada keindahan sumber daya alam dan tata lingkungannya.
1.7 Metode Penelitian 1.7.3 Data yang dibutuhkan
- Data Primer
Sumber data primer diperoleh melalui data observasi objek wisata alam di Kabupaten Lumajang dan wawancara dengan warga sekitar objek wisata.
6
Universitas Kristen Petra
- Data Sekunder
Sumber data sekunder berupa tulisan dan gambar diperoleh melalui media cetak, artikel, internet, buku dan lain-lain.
1.7.4 Metode Pengumpulan Data
- Observasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan berbagai macam informasi melalui tempat, fenomena dan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya.
- Wawancara dilakukan dengan beberapa penduduk sekitar lokasi wisata yang mengetahui dengan jelas mengenai objek wisata alam Kabupaten Lumajang.
1.7.5 Instrumen / Alat Pengumpulan Data
- Observasi dan pengumpulan data visual menggunakan foto - Wawancara menggunakan kertas dan bolpoin
1.8 Metode Analisis Data 1.8.3 Metode Kualitatif
Metode analisis data menggunakan metode kualitatif. Data penelitian kualitatif dapat diperoleh dari sumber tertulis dan gambar, seperti buku, wawancara, observasi, foto, dan artikel.
1.8.4 Analisis Data
Menggunakan metode kualitatif berupa 5W+1H (What, Who, Where, When, Why, How) sebagai metode untuk memperoleh hasil yang maksimal dan
menemukan pemecahan masalahnya. Masalah yang dicari meliputi, apa tujuan perancangan, siapa target audiencenya, di mana objek fotonya, kapan waktu pelaksanaannya, kenapa objek wisata alam Kabupaten Lumajang, bagaimana pemecahannya.
7
Universitas Kristen Petra
1.9 Skematika Perancangan
Gambar 1.9 Skematika Perancangan Latar Belakang Masalah
Objek Perancangan Rumusan Masalah
Manfaat Perancangan
MetodePerancangan
Identifikasi
Identifikasi Data
Tujuan Perancangan
Konsep Perancangan
Program Perancangan
Final Photowork Visualisasi Data Visual
Alternatif Layout Desain
Evaluasi Media Perancangan
Analisis Data