• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kausal yaitu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kausal yaitu"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

18 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kausal yaitu dengan mencari pengaruh antara kebijakan investasi, kebijakan pendanaan dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan.

B. Populasi dan Teknik Penentuan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2015-2018.Sampel penelitian ini diperoleh dengan metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria sampel tertentu. Adapun kriteria

dalam penentuan sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan Sektor Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2018.

2. Perusahaan memiliki data-data lengkap untuk data variabel penelitian selama periode tahun 2015-2018.

3. Perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI dan mempublikasikan laporan keuangan berturut-turut dari tahun 2015-2018.

4. Perusahaan sektor pertambangan yang mengalami pertumbuhan aktiva selama tahun 2015-2018.

(2)

C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

1. Variabel Independen (X) a. Kebijakan Investasi (π‘ΏπŸ)

Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang (Tandelilin, 2010) dalam (Rahmawati, 2015). Kebijakan investasi didefinisikan sebagai kombinasi antara aktiva yang dimiliki (assets in place) dengan pilihan investasi dimasa yang akan datang dengan net present value positif.

Tujuan kebijakan investasi ialah memperoleh tingkat keuntungan yang tinggi dengan tingkat risiko tertentu. Keuntungan yang tinggi disertai dengan risiko yang dapat dikelola diharapkan akan meningkatkan nilai perusahaan, yang berarti pula meningkatkan kemakmuran para pemegang saham. Proksi dalam penelitian ini adalah CPA/BVA atau Ratio Capital Expenditure to Book Value of Asset. (Gany Ibrahim F,

2012)

𝐢𝑃𝐴/𝐡𝑉𝐴 =π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘‘π‘’π‘šπ‘π‘’β„Žπ‘Žπ‘› 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑑𝑠 π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑑𝑠

Pertumbuhan Aktiva = Total Asset Tahun sekarang- Total Asset Tahun Sebelumya

b. Kebijakan Pendanaan (π‘ΏπŸ)

Kebijakan pendanaan merupakan keputusan yang menyangkut tentang bagaimana membiayai perusahaan. Utang dan ekuitas apa yang harus digunakan, dan jenis sekuritas utang serta ekuitas khusus apa yang harus diterbitkan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018. DER dirumuskan dengan :

(3)

𝐷𝐸𝑅(𝐷𝑒𝑏𝑑 π‘‘π‘œ πΈπ‘žπ‘’π‘–π‘‘π‘¦ π‘…π‘Žπ‘‘π‘–π‘œ) = π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  c. Profitabilitas (π‘ΏπŸ‘)

Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan dalam memperoleh keuntungan melalui penjualan aset, dan modal saham tertentu. Rasio ini sangat penting bagi para investor.

π‘…π‘’π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘› π‘œπ‘› 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑑𝑠 = 𝑁𝑒𝑑 πΌπ‘›π‘π‘œπ‘šπ‘’ π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑑𝑠 2. Variabel Dependen (Y)

a. Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan dapat dihitung dengan analisis Tobin’s Q. Analisis Tobin’s Q juga dikenal dengan rasio Tobin’s Q. Tobin’s Q memberikan gambaran tidak hanya pada aspek fundamental, tetapi juga sejauh mana pasar menilai perusahaan dari berbagai aspek yang dilihat oleh pihak luas termasuk investor. Pengukuran rasio Tobin’s Q sebagai indikator kinerja perusahaan akan lebih memiliki arti jika dilihat nilai rasio setiap tahun. Adanya perbandingan akan diketahui peningkatan kinerja keuangan perusahaan tiap tahun, sehingga harapan investor terhadap pertumbuhan investasinya menjadi lebih tinggi.

Analisis Tobin’s Q < 1 maka menunjukkan bahwa nilai buku asset perusahaan lebih besar dari nilai pasar perusahaan, sehingga perusahaan akan menjadi sasaran akuisisi yang menarik baik untuk digabungkan dengan perusahaan lain ataupun untuk dilikuidasi karena nilai saham tersebut dihargai rendah (undervalued). Logikanya pembeli perusahaan memperoleh asset dengan harga yang lebih murah dibanding jika asset tersebut dijual kembali. Sebaliknya bila nilai Tobin’s Q > 1 menunjukkan bahwa nilai pasar perusahaan lebih tinggi dibandingkan nilai buku asetnya, sehingga

(4)

mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi sehingga nilai perusahaan lebih dari sekedar nilai asetnya (overvalued).

Rasio ini merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini tentang nilai hasil pengembalian dari setiap dolar investasi dimasa depan. Menurut Smith & Wright (2007) dalam Prasetyorini (2013) Tobin’s Q dihitung dengan rasio nilai pasar saham perusahaan ditambah dengan hutang lalu membandingkan dengan total aset perusahaan. Rumusnya adalah sebagai berikut, yaitu:

π‘‡π‘œπ‘π‘–π‘›β€²π‘  𝑄𝑀𝑉𝐸 + 𝐷𝐸𝐡𝑇 𝑇𝐴 Keterangan:

MVE = Nilai Pasar dari jumlah lembar saham yang beredar yang diperoleh dari jumlah saham beredar x closing price.

Debt = Nilai Total Kewajiban Perusahaan TA = Total Aktiva

D. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa annual report dan laporan keuangan perusahaan. Sumber-sumber data dapat diperoleh dari www.idx.co.id ataupun website resmi perusahaan. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder

E. Teknik Perolehan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumenter, yaitu teknik pengambilan data dengan cara mengumpulkan, mencatat, mendownload dan mengkaji data sekunder yang berupa laporan tahunan perusahaan sektor pertambangan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia atau akses

(5)

internet melalui Indonesia Capital Market Directory, www.idx.co.id dan website resmi perusahaan

F. Teknik/Tahapan Analisis Data

1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif dapat memberikan gambaran tentang suatu data variabel yang digunakan dalam penelitian dilihat dari nilai minimum, maksimum, rata-rata (mean), dan standar deviasi (Ghozali, 2006).

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda terhadap variabel independen dan variabel dependen. Adapun variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Capital Expenditure Book Value Of Assets, Debt to Equity Ratio dan Return On Assets. Sedangkan untuk variabel dependen

digunakan nilai perusahaan yang diproksikan dengan Tobins’q.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi variabel dependen (terikat) dan variabel independen (bebas) mempunyai kontribusi atau tidak.

Untuk menguji normalitas residual digunakan uji statistik parametik Skewness dan Kurtosis. Penelitian berdistribusi normal apabia nilai rasio berada di antara -2 sampai

dengan +2 maka data berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas yaitu pengujian yang bertujuan untuk memdeteksi apakah terdapat korelasi antara variabel bebas didalam model regresi. Tahapan yang dapat dilakukan dalam mengetahui apakah terdapat multikolineritas dengan melakukan uji

(6)

Varian Infaltion Factor (VIP). Apabila variabel dependen tidak berkorelasi dengan

sempurna maka model regresi pada penelitian tersebut dikatakan baik. Pada saat nilai VIP tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1 maka model tersebut dapat dikatakan terbebas dari multikolinearitas.

c. Uji Autokorelasi

Pengujian autokolerasi bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara variabel yang dilihat berdasarkan data waktu yang diurutkan. Uji autokolerasi ini juga menguji model regresi liniear untuk melihat apakah terdapat kesalahan gangguan (error) pada periode sekarang dengan periode sebelumnya. Secara umum untuk menguji serta mengetahui apakah terdapat autokorelasi biasa dilakukan dengan uji Durbin-Watson. Dasar penilaian dalam uji Durbin-Watson dalam melihat tidak terjadinya autokorelasi ketika hasil berada diantara -2 sampai +2.

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedasitisitas adalah varian tidak homogen. Model regresi yang baik adalah yang memenuhi syarat homokesdatisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

Model dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas jika probabilitas lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (H. I. Ghozali, 2016).

e. Uji Analisis Regresi berganda

Pengujian teknik analisis regresi berganda ini dilakukan dengan alat tambahan atau alat bantu yang nantinya dapat mendeskripsikan hasil dari pengujian menggunakan analisis ini. Alat bantu pengujian ini menggunakan sistem pemograman software SPSS versi 22. Analisis regresi berganda ini merupakan suatu sistem pengujian yang dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Dalam Jusriani & Rahardjo (2013) model dari analisis ini

(7)

menggunakan model analisis regresi linear berganda yang dirumuskan sebagai berikut :

π‘Œ = 𝛼 + 𝛽1𝑋1+ 𝛽2𝑋2+ 𝛽3𝑋3+ 𝑒 Keterangan:

Y = Nilai Perusahaan diukur dengan Tobin’s Q Ξ± = Konstanta

𝛽1 = Koefisien regresi, yaitu besarnya perubahan Y apabila X1 sebesar 1 satuan 𝑋1 = Kebijakan Investasi diukur dengan Capital Expenditure Book Value of Asset

(CPA/BVA)

𝛽2 = Koefisien regresi, yaitu besarnya perubahan Y apabila X2 sebesar 1 satuan 𝑋2 = Kebijakan Pendanaan diukur dengan Debt To Equity Ratio (DER)

𝛽3 = Koefisien regresi, yaitu besarnya perubahan Y apabila X3 sebesar 1 satuan 𝑋3 = Profitabilitas diukur dengan Return on Asset (ROA)

e = Standar error

f. Uji Koefisien Determinasi

Uji koefisiensi dilakukan untuk menguji atau melihat seberapa banyak proporsi atau presentasi keragaman Y yang dijelaskan dengan model regresi serta untuk mengukur besaran pengaruh dari seluruh variabel bebas dalam mempengaruhi variabel tidak bebas. Koefisian determinasi (𝑅2) menjelaskan persamaan regresi yang dihasilkan melalui presentase variasi niali variabel bebas. Pengukuran hasil uji koefisien berkisar antara angka 0 sampai dengan angka 1. Menurut (Ghozali, 2006) semakin kecil kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat diartikan bahwa nilai koefisien yang dihasilkan kecil, begitu juga sebaliknya.

g. Uji Hipotesis a. Uji F

Uji F atau pengujian secara bersama-sama ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah semua variabel independen memiiki pengaruh secara bersama- sama terhadap variabel dependen. Pengukuran pada uji ini memiliki batasan-batasan

(8)

yang telah ditetapkan terkait simpulan hasil dalam pengujian ini. Apabila nilai signifikan yang dihasilkan dalam uji F ini kurang dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen atau dengan kata lain variabel kebijakan investasi, kebijakan pendanaan dan profitabilitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Referensi

Dokumen terkait

(9) Dalam hal surat izin Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, dan Kantor Kas hilang atau rusak, atau perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (8)

a) Mencari tingkat return bebas risiko periode Februari 2012-Desember 2014 di www.bi.go.id. b) Mencari rata-rata pertahun tingkat return bebas risiko. c) Mencari rata-rata

Oleh karena itu, dengan selesainya laporan tugas akhir ini maka penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang turut membantu

Mandiri: mahasiswa mencari sumber atau referensi lain yang terkait materi.. Tujuan

Hasil ini tidak sama dengan hasil penelitian yang dilakukan (Khan &amp; Salim, 2020) yang menyatakan bahwa motivational factors memiliki pengaruh signifikan

Permasalahan dalam penelitian pada rancang bangun cross section water tube boiler adalah ingin mengetahui pengaruh level ketinggian air di dalam steam drum terhadap

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN Saat ini Nanny’s Pavillon menggunakan strategi diferensiasi sebagai strategi untuk menghadapi persaingan di dalam industri restoran di

Jurusan Kedokteran akan melaksanakan proses belajar mengajar dalam rangka menyediakan sumber daya manusia dibidang Kedokteran yang dapat diterima oleh pengguna dengan