• Tidak ada hasil yang ditemukan

E T I K A E T I K A E T I K A E T I K A E T I K A 8/19/2010. Oleh : PRINSIP ETIKA MORAL DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEBIDANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "E T I K A E T I K A E T I K A E T I K A E T I K A 8/19/2010. Oleh : PRINSIP ETIKA MORAL DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEBIDANAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PRINSIP ETIKA MORAL DALAM

MEMBERIKAN PELAYANAN KEBIDANAN

Oleh :

Lestari Puji Astuti, S. SiT

E T I K A

Istilah “etika” berasal dari bahasa yunani kuno

→ “ethos” mempunyai arti kebiasaan – kebiasaan tingkah laku manusia; adat; akhlak;

watak; perasaan; sikap; dan cara berpikir.

Etika berasal dari bahasa Inggris “Ethics”

artinya pengertian, ukuran tingkah laku atau perilaku manusia yg baik, yakni tindakan yg tepat yg hrs dilaksanakan oleh manusia sesuai dengan moral pd umumnya

E T I K A

Etika berasal dari bahasa Latin Mos atau Mores ( jamak) artinya moral, yang berarti juga adat, kebiasaan, sehingga makna kata moral dan etika adalah sama, hanya bahasa asalnya yg berbeda

E T I K A

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1988), arti etika antara lain : 1. Ilmu tentang apa yg baik dan apa yg

buruk ttng hak & kewajiban moral 2. Kumpulan asas atau nilai yg

berkenaan dgn akhlak

3. Nilai mengenai benar & salah yg dianut suatu golongan atau masyarakat

E T I K A

Pengelompokan etika, antara lain : 1. yg berkaitan dengan sopan santun di

dalam pergaulan, baik di dalam tata tertib masy, maupun tatacara di dlm organisasi profesi

2. yg berkaitan dgn sikap tindak tanduk org dlm menjalankan tugas

profesinya yg biasa disebut kode etik profesi

E T I K A

3. berkaitan perilaku pelayanan : 10 S 1. senyum 6. sejuk

2. sapa 7. sensitive

3. sentuh 8. solusi 4. samping 9. semangat 5. sugesti 10. sehat

(2)

FUNGSI ETIKA

Sebagai pedoman bersikap/ bertindak dlm memberikan suatu pelayanan khususnya pely kebidanan

Memberi arah bagi perilaku mns tentang apa yg baik atau buruk, apa yg benar atau salah, hak & kewajiban moral (akhlak), apa yg boleh atau tidak boleh dilakukan

SUMBER ETIKA

1. Agama atau kepercayaan

2. Kebudayaan masy

3. Peraturan atau pedoman hidup dimasyarakat

E T I K E T

Berasal dari bahasa Inggris Etiquette yg berarti sopan santun

Persamaan etika & etiket

1. sama – sama menyangkut perilaku 2. memberi norma bagi perilaku

manusia, yaitu menyatakan tentang apa yg hrs dilakukan atau tidak boleh dilakukan

E T I K E T

Perbedaan etika & etiket E T I K E T E T I K A 1. Menyangkut

cara suatu perbuatan yg hrs dilakukan

1. Tdk terbts pd cara dilakukannya suatu perbuatan, memberi nilai ttng perbuatan itu sendiri

E T I K E T

Perbedaan etika & etiket E T I K E T E T I K A 2. Hanya berlaku dlm

pergaulan, bila tdk ada org lain tdk berlaku 3. Bersifat relatif, tdk sopan dlm satu kebudayaan, sopan dlm kebudayaan lain

2. Selalu berlaku, tdk tergantung hadir atau tdknya seseorang 3. Bersifat absolut, contoh “ jangan mencuri”, “jangan berbohong”

E T I K E T

Perbedaan etika & etiket E T I K E T E T I K A 4. Memandang

manusia dari segi lahiriah

4. Memandang manusia dari segi batiniah

(3)

M O R A L

Adl nilai – nilai & norma yg mjd pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dlm mengatur tingkah lakunya.

Moralitas berasal dari bahasa latin Moralis, artinya :

1. segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya

2. sifat moral atau keseluruhan azas dan nilai yg berkenaan dgan baik buruk

H U K U M

Hukum berhubungan erat dgn moral.

Hukum membutuhkan moral

Hukum tdk mpy arti, kalau tdk dijiwai oleh moralitas

Sebaliknya moral jg berhubungan erat dgn hukum

Moral hanya sebatas abstrak saja tanpa adanya hukum

H U K U M

Menurut Bertens, ada perbedaan antar hukum dan moral, antara lain :

H U K U M M O R A L

1. Hukum ditulis sistematis, disusun dlm kitab UU, mpy kepastian lebih besar & bersifat obyektif

1. Moral bersifat subyektif, tdk tertulis & mpy ketidakpastian lebih besar

H U K U M

Menurut Bertens, ada perbedaan antar hukum dan moral, antara lain :

H U K U M M O R A L

2. Hukum membatasi pd tingkah laku lahiriah saja

& hukum meminta legalitas 3. Hukum bersifat memaksa

2. Moral menyangkut sikap batin seseorang

3. Moral tdk memaksa, sanksi moral adl hati nurani tdk tenang, sanksi dari tuhan

H U K U M

Menurut Bertens, ada perbedaan antar hukum dan moral, antara lain :

H U K U M M O R A L

4. Hukum didasarkan ats kehendak masy &

negara, masy atau negara dpt merubah hukum. Hukum tdk menilai moral.

4. Moral didasarkan pd norma – norma moral yg melebihi masy & negara, masy

& negara tdk dpt merubah moral. Moral menilai hukum

H A K

Hak adl sesuatu yg akan diterima oleh seseorg atas kewajiban yg akan, sedang, atau sudah dilakukan

Hak mrpkn pengakuan yg dibuat oleh org atau sekelompok org terhadap org atau sekelompok org lain

(4)

KEWAJIBAN

Kewajiban adl sesuatu yg harus dipenuhi seseorg atas hak yg sudah didapatkan

Setiap kewajiban seseorang berkaitan dgn hak org lain & setiap hak seseorg berkaitan dgn kewajiabn org lain untuk memenuhi hak tsb

TANGGUNG JAWAB

T. j dlm arti sempit berarti bahwa seseorg hrs mampu menjawab, tdk boleh mengelak bila dimintai penjelasan ttng perbuatannya.

T. j meliputi t.j thd perbuatan yg telah berlangsung dengan segala

konsekuensinya, t. j thd perbuatan yg sedang dilaks & t. j thd perbuatan y.a.d

PROFESI

Menurut Ma’arifin Husin :

1. tubuh pengertian terbatas jelas

2. pendidikan hrs berbasis keahlian jabatan 3. memberi pely kpd masy, praktek dlm

bidang profesi

4. memiliki kemampuan dlm bid keprofesian 5. memberlakukan kode etik profesi

KARAKTERISTIK PROFESI

1. Memiliki pengetahuan yg melandasi ketrampilan & pelayanan

2. Mampu memberikan pely yg unik kpd org lain

3. Mpy pendidikan yg mpy standar 4. Pengendalian thd praktek

5. Bertanggung jawab & mempertanggung jawabkan pely yg diberikan

6. Karir seumur hidup yg mandiri

Bidan sbg profesi memiliki ciri – ciri sbb :

1. Disiapkan melalui pendidikan yg formal agar lulusannya dpt melaks atau mengerjakan yg menjadi t.j scr profesi

2. Dalam menjlnkn tgsnya bidan mpy standar pely kebidanan, kode etik &

etika kebidanan

3. Bidan memiliki kelompok pengetahuan yg jls dlm menjlnkn profesinya

Bidan sbg profesi memiliki ciri – ciri sbb :

4. Memiliki kewenangan dlm menjlnkn tgsnya 5. Memberikan pely yg aman & memuaskan

sesuai dgn kebutuhan masy 6. Memiliki wadah organisasi

7. Memiliki karakteristik yg khusus & dikenal &

dibutuhkan mns

8. Menjadikan bidan suatu pekerjaan & sumber utama kebidanan

(5)

KODE ETIK PROFESI

Adl norma – norma yg hrs diindahkan oleh setiap profesi di dlm melaks tgs profesinya & di dlm hidupnya di masy

TUJUAN KODE ETIK

1. Untuk menjunjung tinggi martabat &

citra profesi

2. Untuk menjaga & memlihara kesejahteraan para anggota

3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi

4. Untuk meningkatkan mutu profesi

N I L A I

Nilai mrpkn hak – hak manusia dan pertimbangan etis yg mengatur perilaku seseorang

Nilai mrpkn sesuatu yg baik, sesuatu yg menarik, sesuatu yg menyenangkan, sesuatu yg disukai, sesuatu yg diinginkan

N I L A I

Ciri – ciri nilai :

1. berkaitan dgn subyek

2. tampil dlm suatu nilai yg praktis krn subyek ingin membuat sesuatu 3. nilai menyangkut pd sifat yg ditambah

oleh subyek pd sifat yg dimiliki obyek

KLARIFIKASI NILAI

Proses dimana seseorang dpt

menemukan sistem nilai dirinya sendiri : - menemukan sistem perilakunya - melalui perasaan & analisis - yg dipilihnya scr rasional

- dari alternatif – alternatif yg muncul

PROSES KLARIFIKASI NILAI

1. Memilih : kebebasan untuk memilih - menghargai keunikan

- kenyataan

- ada perbedaan – perbedaan - penghormatan → martabat manusia

(6)

PROSES KLARIFIKASI NILAI

2. Penghargaan

- bangga atas pilihannya sendiri - senang bila askeb dihargai pasien,

sejawat, atau atasan

- dpt mempertahankan nilai – nilai tersebut 3. Tindakan

- gabungkan nilai – nilai tsb dlm kehidupan

& pekerj sehari – hari - upayakan selalu konsisten

NILAI - NILAI ESSENSIAL

KEPERAWATAN & KEBIDANAN

Menurut The American Association College of Nursing, 1985

1. Aesthetics (keindahan)

2. Altruism (mengutamakan org lain) 3. Equality (kesetaraan)

4. Freedom (kebebasan) 5. Humandignity (martabat mns) 6. Justice (keadilan)

7. Truth (kebenaran)

TRANSMISI NILAI

Transmisi nilai diperoleh dgn : 1. model atau contoh

2. moralitas 3. sekehendak hati

4. penghargaan & hukuman 5. tanggung jawab untuk memiliki

TUGAS KELOMPOK

Membuat makalah dengan pokok bahasan:

1. Aspek legal pelayanan kebidanan 2. Legislasi, registrasi & lisensi praktek

kebidanan

3. Otonomi dalam pelayanan kebidanan 4. Issue etik dalam pelayanan kebidanan 5. Issue moral

6. Dilema & konflik moral

TUGAS KELOMPOK

Membuat paper dengan pokok bahasan : 7. Pengambilan keputusan dalam

menghadapi dilema/etik moral kebidanan

8. Masalah2 etik moral yang mungkin terjadi dalam praktek bidan & langkah2 penyelesaian masalah

9. Informed choice 10.Informed concent

(7)

SISTEMATIKA MAKALAH 1. Daftar Isi

2. BAB I : PENDAHULUAN 3. BAB II : ISI

4. BAB III : PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN 5. Daftar Pustaka (min 3)

KETENTUAN PENULISAN MAKALAH

1. Kertas A4

2. Font Times New Roman 3. Font size 12

KETENTUAN PENULISAN PRESENTASI

1. Presentasi dengan Power Point

2. Maksimal 10 slide

3. Maksimal 1 slide 8 baris

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Variabel Responsivness secara parsial terhada;^ keputusan pembelian.. Metode Riset Perilaku Organisasi. Metode Peneiitian untuk Skripsi dan Tesis. {20\3).Metode